suarasubang.com – Air bersih Subang kini resmi menjadi satu dari delapan program strategis utama pemerintah daerah. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebutuhan paling mendasar masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi angin segar di tengah pesatnya perkembangan wilayah ini. Karena itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Rangga Subang (TRS) bersiap melakukan akselerasi layanan.
Perluasan Akses dan Tantangan Infrastruktur
Saat ini, Perumda TRS telah berhasil melayani lebih dari 50.700 pelanggan setia. Layanan ini tersebar di 25 kecamatan yang ada di seluruh wilayah kabupaten. Meskipun demikian, jangkauan tersebut baru menyentuh angka 16 persen dari total kebutuhan ideal. Masih terdapat lima kecamatan yang belum menikmati jaringan perpipaan secara langsung.
Oleh karena itu, Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, terus mendorong perbaikan infrastruktur. Beliau menyadari bahwa warga pegunungan Ciater hingga pesisir Pusakajaya masih mengandalkan sumur gali. Padahal, kualitas air dari sumber alternatif tersebut belum tentu terjamin kesehatannya. Perusahaan menetapkan parameter utama pelayanan bukan sekadar ketersediaan pasokan air saja.
Selanjutnya, petugas harus memastikan air yang mengalir bersih, aman, sehat, dan layak konsumsi. Namun, upaya pemenuhan standar ini menghadapi sejumlah tantangan yang cukup kompleks. Perusahaan harus segera mengatasi masalah jaringan pipa tua yang mulai keropos termakan usia. Selain itu, mereka mencatat kapasitas cadangan air perlahan semakin menipis setiap tahunnya.
Bahkan, fenomena kekeruhan mata air Cibulakan Cijambe kerap terjadi saat musim hujan turun. Oleh sebab itu, tim Perumda TRS rutin mengganti pipa tua di berbagai titik. Mereka juga membangun unit pengolahan air untuk meningkatkan kualitas distribusi ke pelanggan. Manajemen mencicil semua langkah ini secara perlahan di tengah keterbatasan alokasi anggaran.
Sinergi Lintas Sektor Menyongsong Masa Depan Industri
Transformasi wilayah menjadi kawasan industri tentu memicu lonjakan populasi secara signifikan. Akibatnya, kebutuhan pasokan air bersih Subang diprediksi akan meningkat sangat tajam ke depannya. Warga pendatang baru akan menetap dan pabrik-pabrik berskala besar mulai beroperasi aktif. Kondisi ini jelas membutuhkan sistem penyediaan air minum yang tangguh dan merata.
Tanpa sistem yang mumpuni, kondisi ini berpotensi mengancam stabilitas sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Lukman menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk menyelesaikan masalah ini. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta wajib bersinergi memberikan dukungan penuh. Perumda TRS tidak bisa bergerak sendirian memikul beban operasional sebesar ini.
Akhirnya, program strategis pemerintah daerah ini membawa sebuah harapan besar bagi seluruh warga. Perusahaan berharap layanan air tidak hanya sekadar mengalir deras ke rumah-rumah penduduk. Namun, air tersebut harus mampu memberikan tingkat kesejahteraan nyata bagi setiap keluarga. Kita sejatinya mengukur kemajuan sebuah kota dari jernihnya air di dapur warganya.








