Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) menghadirkan Inovasi WTP Subang untuk mengatasi krisis distribusi air bersih akibat kekeringan ekstrem. Langkah strategis ini mengandalkan modifikasi teknologi pada instalasi pengolahan air di Cijambe demi menjaga kejernihan pasokan bagi masyarakat. Melalui cara kreatif tersebut, perusahaan tetap mampu memberikan layanan berkualitas tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Lukman Nurhakim selaku Direktur Utama memilih jalur modifikasi karena harga unit baru di pasaran mencapai Rp20 miliar. Selain itu, tim ahli hanya menyerap anggaran sebesar Rp1,2 miliar dari APBD 2025 untuk menyempurnakan infrastruktur yang sudah ada. Hasilnya, penghematan biaya mencapai 90 persen sehingga dana publik dapat dialihkan untuk pembangunan sektor penting lainnya.
Sistem modifikasi ini memiliki kapasitas impresif sebesar 120 liter per detik untuk melayani pelanggan di Cijambe hingga kawasan industri VinFast. Meskipun masih dalam tahap uji coba, tingkat kejernihan air sudah meningkat signifikan hingga 60 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Keberhasilan efisiensi ini mengundang minat daerah lain seperti Karawang dan Rembang untuk mempelajari inovasi tersebut sebagai standar baru pelayanan publik.








