Beranda Berita Subang Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Subang Lewat Patroli Siber

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Subang Lewat Patroli Siber

tawuran remaja di Subang

Jajaran Polsek Pagaden berhasil mencegah pecahnya aksi tawuran remaja di Subang yang direncanakan berlangsung selama bulan suci Ramadhan. Keberhasilan ini berawal dari kejelian petugas dalam memantau aktivitas mencurigakan di media sosial (medsos). Melalui patroli siber yang intensif, pihak kepolisian mampu mengidentifikasi ancaman keamanan sebelum konflik fisik terjadi di lapangan.

Kronologi Pelacakan Melalui Media Sosial

Aksi provokatif tersebut bermula ketika sekelompok remaja di Kecamatan Pagaden mengunggah foto-foto menantang di akun Instagram. Dalam unggahan tersebut, mereka memamerkan berbagai senjata tajam seperti celurit berukuran panjang dan klewang untuk memicu kemarahan kelompok lain. Oleh karena itu, jajaran Polsek Pagaden segera melakukan pelacakan terhadap pemilik akun guna mencegah terjadinya bentrokan fisik yang dapat merugikan warga sekitar.

BACA JUGA:  Resmi! Pabrik BYD Subang Mulai Produksi Kuartal I 2026

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, melalui Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, menegaskan bahwa patroli siber merupakan langkah preventif yang krusial. Setelah identitas dan lokasi para pelaku teridentifikasi, petugas langsung mendatangi rumah mereka satu per satu secara door to door. Selain itu, tindakan cepat ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merasa resah akibat konten provokatif tersebut di ruang digital.

BACA JUGA:  Siap-siap! Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar 14 Hari di Subang, Ini 9 Sasaran Tilangnya

Penyitaan Senjata Tajam dan Langkah Pembinaan

Dalam penggeledahan tersebut, polisi sukses menyita enam buah senjata tajam jenis celurit raksasa dengan panjang mencapai 1 hingga 2 meter. Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Pagaden untuk proses lebih lanjut. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui pembinaan kepada para remaja yang terlibat.

Selanjutnya, petugas mengumpulkan para remaja tersebut di rumah kepala dusun setempat untuk diberikan pengarahan. Proses pembinaan ini disaksikan langsung oleh kepala desa, tokoh masyarakat, serta orang tua masing-masing pelaku. Sebagai bentuk komitmen, mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat (kamtibmas).

BACA JUGA:  Sidak Taman Pemda, Dedi Mulyadi Kritik Keras Bupati Subang

Polisi juga memberikan imbauan keras kepada para orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Hal ini sangat penting mengingat ruang digital belakangan ini kerap menjadi arena pemicu konflik tawuran yang membahayakan nyawa. Dengan pengawasan yang lebih ketat dari lingkungan keluarga, diharapkan potensi kenakalan remaja di wilayah Subang dapat ditekan secara signifikan.