Beranda Berita Subang PT BAS Tidak Terbukti Buang Limbah ke Anak Sungai Citarum

PT BAS Tidak Terbukti Buang Limbah ke Anak Sungai Citarum

saluran-air.jpg

MEDIAJABAR.COM, BANDUNG – Perusahaan tekstil di Rancaekek Bandung, PT Budi Agung Sentosa (BAS) tidak terbukti membuang limbah ke anak Sungai Citarum.

Demikian hasil investigasi yang dilakukan Tim Gabungan, yang terdiri atas Satgas 21 Citarum Harum, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, dan Tipidter Krimsus Polda Jabar.

“Tidak ada bukti. Tidak ada indikasi dari pihak perusahaan yang bersangkutan untuk membuang limbahnya tanpa standar baku mutu yang sudah ditentukan,” kata Komandan Sektor 21 Citarum Harum, Kolonel Armed. Nursyamsudin kepada media.

Investigasi dilakukan, setelah beredarnya video yang menyebut bahwa PT BAS membuang limbah ke anak Sungai Citarum. Tetapi berdasarkan investigasi, ternyata informasi dari video tersebut, tidak benar.

Menyikapi hasil investigasi, tokoh masyarakat Bandung, Profesor Deding Ishak Ibnu Sudja mengapresiasi PT BAS. Selain tidak terbukti melakukan pembuangan limbah ke anak Sungai Citarum, perusahaan juga dinilai patuh terhadap aturan, karena memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sangat memadai dan selalu melakukan pengolahan limbah melalui IPAL sebelum membuangnya.

BACA JUGA:  Demi Terciptanya Keadilan untuk Masyarakat, Peradi Gaungkan Sistem Single Bar

“Kita patut mengapresiasi. Ini adalah contoh perusahaan yang punya tanggung jawab,” tegas Deding yang juga Ketua STAI Al Jawami Bandung, kepada media hari ini.

Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga berpendapat, penegakan hukum lingkungan memang harus benar-benar konsisten dilaksanakan.

Untuk itu mantan anggota Komisi VIII DPR ini juga berharap, aparat bisa menemukan pihak yang telah membuang limbah dan mencemari anak Sungai Citarum. Sedangkan terhadap PT BAS, Deding menilai, bisa menjadi benchmark bagi perusahaan lain.

BACA JUGA:  58 Desa di Subang Akan Selenggarakan Pilkades Tahun Ini, Berikut Tahapannya

“Dalam arti, perusahaan sudah mematuhi dan punya kesadaran hukum yang baik,” jelasnya.

General Manager PT Budi Agung Sentosa, Hayun Basyar mengatakan, perusahaan memang bersih dan selalu beritikad baik. PT BAS, lanjutnya, tidak pernah membuang air limbah ke anak Sungai Citarum dalam keadaan belum diolah.

“Kami sangat peduli lingkungan. Sebelum dibuang, seluruh air sisa produksi harus diolah melalui IPAL. Kami memiliki IPAL satu hektare,” tegas Hayun.

Menurut Hayun, IPAL yang dioperasikan 24 jam tersebut dilengkapi peralatan dan teknologi sangat memadai. Mulai sistem fisika/kimia dan sistem bakteriologi. Sistem fisika/kimia, imbuhnya, untuk menurunkan dan menetralisir zat-zat yang terkandung di dalam limbah. Sedangkan bakteriologi, untuk menurunkan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta kadar keasaman (pH).

“Dua kali proses. Makanya pada tahap akhir, air limbah sudah jernih,” kata Hayun.

BACA JUGA:  Linda Megawati Sosialisasikan Penguatan Pendataan Keluarga di Subang

Pada bagian muara IPAL juga disambungkan dengan kolam ikan. Sebelum dibuang melalui outlet, seluruh air yang sudah diolah melalui IPAL harus melewati kolam tersebut.

“Ikan-ikan tetap hidup dan sehat sampai sekarang. Ini indikator bahwa air yang akan dibuang, sudah bagus, memenuhi standar baku mutu, dan tidak membahayakan mahluk hidup,” tegasnya.

Hayun memastikan, IPAL dalam kondisi selalu baik. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung rutin memeriksa pelaksanaan lingkungan hidup, termasuk kondisi IPAL.

“Begitu juga Satgas Citarum Harum, rutin memeriksa dan mengawasi IPAL. Pengecekkan tiga kali dalam sebulan, yaitu terkait BOD, COD, dan juga kadar pH. Hasilnya pun selalu baik dan memenuhi standar baku mutu,” tegas Hayun.