suarasubang.com – Pembangunan pabrik BYD Subang di Jawa Barat kini resmi memasuki tahap akhir. Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, berharap fasilitas perakitan ini segera beroperasi dalam waktu dekat. Menurutnya, tahap finalisasi ini sangat krusial karena berkaitan dengan aspek kepatuhan terhadap operasional pabrik.
Fokus pada Standar Kualitas Tinggi
Luther menegaskan bahwa proses penyelesaian dilakukan dengan sangat serius untuk menjaga standar kualitas produk. Perusahaan ingin memastikan setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi telah sesuai dengan standar global BYD. Oleh karena itu, seluruh tahapan dilakukan secara hati-hati dan tidak sembarangan agar hasil akhirnya tetap maksimal.
Target Produksi 150.000 Unit Per Tahun
Meskipun jadwal operasional secara spesifik belum diungkapkan, BYD berkomitmen untuk memulainya secepat mungkin. Fasilitas di Subang ini memiliki target kapasitas produksi yang cukup besar, yakni mencapai 150.000 unit per tahun. Selain itu, pemilihan model yang akan diproduksi nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan pasar paling dominan di Indonesia.
Lini Produk yang Diminati Pasar
Saat ini, model Atto 1 dan M6 menjadi kendaraan yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun, BYD juga memiliki jajaran produk lain yang lengkap, mulai dari Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion, hingga segmen MPV premium Denza D9. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih efisien.








