Beranda Berita Nasional Lima Identitas Korban Gorong-Gorong Telkom Terkuak

Lima Identitas Korban Gorong-Gorong Telkom Terkuak

3cb4eae95e37e80552833231feb1feaf.jpg

KBRN, Tangerang : Identitas kelima kirbam tewas digorong-gorong instalasi optik milik PT Telkom di Jalan Permata, Perumahan Taman Royal, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang terkuak. 

Mereka yakni, Aditya Putra Pratama berusia 20 tahun, warga Joglo, Jakarta Barat, Faidi Alias Agung, 33 tahun, warga Poris Plawad yang berprofesi sebagai tukang galon air. 

Kemudian Entis Sutrisno berusia 19 tahun, asal Cirebon, UU Kuswoyo, 42 tahun  pria asal Wates, Yogyakarta dan terakhir Andika Saputra, 37 tahun. 

“Dua warga yang ingin menolong dan tiga pegawai,” ungkap Kompol Ubaidillah, Kapolsek Cipondoh kepada RRI.co.id  (9/10/2021). 

Terpisah, Ibu korban dari Aditya Putra Pratama, Diah Ariyati mengaku, saat kejadian, anaknya tersebut hanya ingin menolong para pekerja Telkom yang sedang bekerja. 

BACA JUGA:  Kasatlantas Klarifikasi Soal Tilang di Dealer Viral

Sebab, menurut keterangan teman korban, saat itu korban yang sedang beli makanan, mendengar teriakan minta tolong yang bersumber dari gorong-gorong. 

“Adit itu kerjanya di laundry, jadi bukan di Telkom. Jadi posisinya adit itu ingin menolong orang Telkom gitu,” kata Diah. 

Diah menceritakan, sebelum kejadian, Adit menunjukkan keanehan yang tidak biasa.Dia meminta ibunya untuk mengantarkan sampai ke depan pintu untuk berangkat kerja. Biasanya, sebelum berangkat kerja, Adit hanya mencium tangan ibunya kemudian langsung berangkat menggunakan sepeda motor. 

“Engga biasanya dia gitu, dia cuma cium tangan aja biasanya. Ini dia minta anterin depan pintu, saya tanya kenapa si mas? Dia masih males-malesan di motornya,” ucap Diah. 

BACA JUGA:  Sempat Padam, Kilang Pertamina Cilacap Kembali Berkobar

Usai berangkat kerja, sekitar pukul 1 siang, Diah mendapatkan kabar bahwa Adit telah meninggal dunia. Saat itu Diah masih belum percaya karena foto yang dikirimkan burem. 

Diah pun bergegas menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Di sana, dia melihat jenazah Adit. 

“Pas saya ke RSUD Kabupaten Tangerang ke kamar jenazah pas saya liat itu anak saya ya dibilang percaya ngga percaya,” tuturnya. 

Adit sendiri merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Dia dikenal sebagai pribadi yang supel dan mudah bergaul. Dia juga dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan ramah dengan siapa saja. 

BACA JUGA:  Pelaku Asusila Anak Kandung Terancam Pasal Berlapis

“Pribadinya memang begitu, gampang terenyuh kalau sama orang,” kata Diah. 

Kini, Diah sudah mengikhlaskan kepergian anaknya. Meski sesekali ia masih tidak percaya anaknya meninggal, tapi Diah sudah ikhlas. 

Pihak Telkom juga bertanggung jawab atas peristiwa yang dialami oleh Adit. Salah satunya memberikan bantuan untuk prosesi pemakaman Adit dan biaya lainnya. 

“Ya ada sih (bantuan, Red), walaupun kasarnya saya sih ikhlas karena anak saya memang tidak ada paksaan untuk menolong memang dari hatinya dia aja mau menolong,” tutupnya.  (imr)