suarasubang.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang kini mulai memperkuat antisipasi kemarau Subang menghadapi fenomena El Nino 2026. Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak kekeringan panjang yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut. Sebagai upaya nyata, pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan 15 titik sumur bor yang tersebar di wilayah selatan, tengah, dan kawasan Pantura Subang.
Selain pembangunan sumur bor, penyediaan embung juga menjadi prioritas sebagai sarana penampung air cadangan yang krusial. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Subang, Enda, menjelaskan bahwa strategi ini dilakukan secara lintas sektoral untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan risiko krisis air bersih dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.
Pemerintah juga telah memetakan titik-titik wilayah yang kerap mengalami kesulitan air bersih secara rutin. Data pemetaan ini berfungsi sebagai landasan utama koordinasi dengan Pemkab Subang untuk mempercepat distribusi bantuan air. Melalui sistem data yang akurat, penyaluran bantuan diharapkan bisa lebih tepat sasaran dan menjangkau warga di lokasi paling terdampak.
Potensi kebakaran hutan dan lahan turut menjadi perhatian utama petugas di tengah cuaca ekstrem El Nino. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap segala aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. Langkah mitigasi ini sangat bergantung pada kepedulian warga dalam menjaga lingkungan sekitar agar bencana kebakaran tidak meluas.
Enda menegaskan bahwa penanganan dampak El Nino membutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak terkait. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat umum menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan alam ini. Kebersamaan dalam pengawasan wilayah rawan diharapkan mampu mewujudkan Subang yang tetap kondusif meski di tengah ancaman kekeringan.








