Beranda Berita Nasional Kontroversi Ungkapan Zulhas, Ulama dan Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Beri Sikap

Kontroversi Ungkapan Zulhas, Ulama dan Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Beri Sikap

ulama-dan-tokoh-masyarakat.jpg

harapanrakyat.com,- Puluhan ulama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemilu tanpa Penodaan Agama Tasikmalaya menyatakan sikap terkait pidato Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Pidato Zulhas yang viral tersebut sempat menyebut soal tasyahud yang menggerakkan dua jari. Hal itu lantaran kecintaannya dengan Capres no 2, yakni Prabowo-Gibran. 

Menanggapi hal itu, puluhan tokoh tersebut langsung menyatakan seruan kepada semua pihak. Seruan tersebut tertuju ke timses no 1, 2 dan 3, pendukung maupun relawan. 

BACA JUGA:  Kasus Melahirkan di Toilet Pabrik dan Alarm Keras Perlindungan Buruh Hamil

Dalam pernyataan di Ponpes Al Mujani di Jalan Tajur, Kecamatan Indihiang itu, mereka ingin agar dalam kampanye tidak melakukan penodaan. Selain itu juga tidak melakukan pelecehan terhadap norma-norma agama maupun norma di daerah.

“Kami harap semua timses dari calon yang terdaftar di KPU agar kampanye yang cerdas, terpelajar serta mendidik dengan visi misi yang dibawa kandidat capres maupun cawapres,” kata KH Miftah Fauzi, salah satu ulama di Tasikmalaya, Rabu (20/12/23). 

BACA JUGA:  Jalanan Subang Mirip Kolam Lele, KDM Senggol Bupati Reynaldi: "Kebut Pak Rey!"

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan ketenangan agar proses Pemilu ini bisa berlangsung dengan damai dan sesuai aturan. 

Karena itu, pihaknya berharap agar semua pihak tidak melakukan penodaan, pelecehan maupun bercanda dalam urusan agama. Apalagi nilai-nilai spiritual tersebut sangat dihormati oleh bangsa Indonesia. 

“Kami husnudzon dengan beberapa oknum tokoh elit politik di atas. Meski niatnya tidak untuk melecehkan, namun dampaknya sampai ke bawah,” imbuhnya. 

BACA JUGA:  Patimban 2026: Menatap Wajah Subang sebagai Raksasa Maritim Baru Indonesia

Maka dari itu, peristiwa tersebut sudah sepatutnya menjadi pelajaran agar ke depan tidak terulangi lagi serta pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)