Beranda Berita Subang Kang Akur : Dari Sasaran 1.28 Juta Orang, Baru 13,99% Divaksin...

Kang Akur : Dari Sasaran 1.28 Juta Orang, Baru 13,99% Divaksin Dosis Pertama di Subang

rakor-penangan-covid.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Dari 1.285.199 sasaran vaksinasi di Kabupaten Subang, hingga saat ini Pemkab Subang baru menerima 201.360 dosis. Dosis pertama yang sudah dilakukan sebanyak 108.430 dosis atau 13,99% dan dosis kedua 67.156 dosis kurang lebih 5,26%. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara Daring bersama Tim Pakar Satgas Covid-19 yang melibatkan pimpinan kepala daerah serta unsur Forkopimda Jawa-Bali, Kamis (29/7/21).

“Percepatan vaksinasi dosis pertama berkat bantuan dari kepolisan dan kodim 0605 Subang dengan melaksanakan vaksinasi masal dibeberapa tempat. Subang Alhamdulillah mendapatkan bantuan hibah alat tes pendeteksi covid-19 dari Badan Intelijen Negara (BIN) Provinsi Jawa Barat yang akan sangat membantu kinerja pemerintah dan RSUD dalam menangani covid-19 di Kabupaten Subang terutama dalam hal hasil swab yang akan lebih cepat keluar hasilnya,” ujar Kang Akur.

BACA JUGA:  Kawasan Jalan Brraga Minim Tempat Sampah

Kang Akur menambahkan, optisme terus dibangun bersinergi dengan forkopimda dan seluruh jajaran unsur lainnya dengan melakukan 3T (Testing, Tracing dan treatment) dan mensosialisakan kepada masyarakat mengenai kesadaran terkait protocol kesehatan. Untuk testing dan tracing  yang sudah dilakukan swab kepada masyarakat sekitar 28.108 orang dengan rata-rata 2.300/hari saat ini.

Sementara itu mengenai Covid19 Kabupaten Subang terkonfirmasi positif sebanyak 9.406 dengan angka kesembuhan 82,3% dengan total kematian 480 orang atau 5,1%.
Untuk BOR Subang mengalami penurunan luar biasa sejak dilakukan PPKM darurat sampai saat ini di 58,33%.

BACA JUGA:  Richie Five Minutes Meriahkan Grand Opening Expose Coffee Subang

Alphieza Syam Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (TP STPC-19) Nasional mengatakan dalam menangani pandemic covid-19 perlu adanya sinergitas antara pemerintah, Forkopimda dan masyarakat. Dengan FGD Pendampingan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 diharapkan para pimpinan kepala daerah dan Forkopimda mempunyai peningkatan kapasitas dalam mengendalikan dan memimpin penanganan Covid-19 secara maksimal dan kolaboratif.

“Pemimpin harus bisa mengambil keputusan cepat dan handal dalam situasi kritis dengan mempertimbangkan secara menyeluruh dampak sistemik lintas sektoral,” Ujar Alphieza.

BACA JUGA:  APBD Perubahan Ditolak, Wabup Subang Sebut Ini Pengalaman Pertama

Kegiatan kajian operasional membangun kepemimpinan kolaboratif dalam percepatan penanganan pandemic covid-19 yaitu dengan Pendampingan lapangan yang akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas ke daruratan di suatu wilayah berdasarkan data dan informasi yang diperoleh selama melakukan pendampingan daring. Pembekalan peningkatan kapabilitias kepemimpinan kolaboratif dalam percepatan penanganan pandemic bertujuan untuk membekali dan mendampingi para pemangku kebijakan penanganan pandemic daerah agar memiliki karakter tangkas dan kolaboratif dalam menjalankan pengelolaan krisis pandemic secara terpadu, multisektor serta berwawasan kebangsaan.