harapanrakyat.com,- Dua bangunan sekolah di Garut, Jawa Barat, dilaporkan ambruk setelah diguyur hujan lebat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kegiatan belajar mengajar sedang libur.
Ambruknya kedua sekolah itu masing-masing berada di Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut.
Kuat dugaan ambruknya 1 bangunan ruang kelas SDN 2 Kadongdong yang berada di Kecamatan Banjarwangi itu setelah hujan lebat mengguyur.
Bangunan ruang kelas SDN 2 Kadongdong ambruk pada Selasa (21/03/2023). Beruntung, robohnya atap ruang kelas tidak sampai menimpa para siswa dan guru.
“Sekolah di Garut ambruk kemarin, Selasa tanggal 21 Maret sekitar pukul 06.30 WIB. Satu ruang kelas di lokasi ini yang ambruk,†kata Danramil Cikajang Kapten Inf. Hartono Panggabean, Kamis (23/03/2023).
Bangunan ruang kelas SDN 2 Mekarwangi, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, juga mengalami ambruk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun harapanrakyat.com, dua ruang kelas tersebut ambruk pada Selasa (21/3/2023) petang, sekitar pukul 18.25 WIB.
Kuat dugaan penyebab ambruknya dua ruang kelas SDN 2 Mekarwangi akibat tiang penyangganya sudah lapuk. Kondisi itu berakibat pada robohnya dua ruang kelas, yakni kelas 3 dan kelas 4. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)
harapanrakyat.com – Polda Jawa Barat menggerebek sebuah gudang pakaian thrifting (impor bekas) di wilayah Pasar Gedebage, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Sebanyak 200 karung pakaian thrifting menjadi barang bukti dalam penggerebekan tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, petugas menyita barang bukti tersebut berkenaan dengan dugaan pelanggaran Pasal 110 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
“Ditreskrimsus Polda Jabar bersama PPNS Kemendag menyita pakaian thrifting tersebut,” kata Ibrahim di Polda Jabar, Kota Bandung, Kamis (23/3/2023).
Menurutnya, aparat melakukan penyitaan 200 bal pakaian thrifting itu pada Selasa 21 Maret 2023 sejak pagi hingga sore hari. Polisi menyita ratusan bal itu dari sebuah gudang yang dekat dengan Pasar Cimol Gedebage yang menjual pakaian thrifting.
Pengungkapan dugaan penyimpanan pakaian thrifting itu, berawal dari laporan terkait adanya aktivitas penurunan muatan barang-barang di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ibrahim menuturkan, pihaknya langsung memeriksa ke lokasi gudang penyimpanan. Petugas pun mendapatkan ratusan karung pakaian impor bekas.
Sebelumnya, pemerintah pun melarang adanya aktivitas jual beli pakaian impor karena dapat mengganggu penjualan produk dalam negeri.
Dari penemuan tersebut, menurut Tompo, polisi bersama PPNS Kemendag pun langsung mengamankan pakaian thrifting dan juga memeriksa saksi yang ada di lokasi.
“Pakaian impor bekas kemudian kami amankan dan kami serahkan ke PPNS Kemendag untuk penitipan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kota Bandung,” katanya. (Ecep/R13/HR Online)
Panggilan Aden di Tatar Sunda dalam catatan sejarah ternyata pernah dikecam oleh para Raden. Pada tahun 1930 banyak orang Sunda bergelar Raden memprotes orang-orang yang mempergunakan titel tersebut pada rakyat kalangan menengah ke bawah (rakyat kecil). Penyalahgunaan gelar Raden ini membuat sejumlah kalangan marah.
Para Raden sungguhan marah dan merasa diejek oleh perlakuan ini. Sebab pemberian gelar Raden bagi orang Sunda kala itu adalah praktik sakral yang penuh dengan simbol-simbol magis.
Artinya tidak sembarang orang yang bisa menyabet gelar Raden. Paling tidak gelar ini diturunkan melalui warisan leluhur. Misalnya untuk orang kaya, berpendidikan tinggi, dan pemegang jabatan luhur pada zaman kolonial, salah satunya Sentana.
Adapun rakyat kecil di pedesaan Garut misalnya, sering mempergunakan nama Raden untuk memanggil manja anak-anak kecil. Biasanya menyebut anak kecil itu dengan Aden –untuk anak laki-laki dan Nenden –untuk anak perempuan.
Kedua gelar itu sebetulnya merupakan kebiasaan keluarga Raden memanggil anak-anaknya. Hal itulah yang membuat keluarga Raden di Tanah Sunda merasa terusik, terhina karena titelnya dipermainkan oleh “rakyat rendahanâ€.
Keluarga Raden memprotes supaya penggunaan nama Aden dan Nenden yang sering dilakukan rakyat biasa memanggil anaknya dihapuskan. Protes mereka tertoreh dalam tulisan yang dimuat surat kabar Sinar Pasoendan pada tahun 1934. Bagaimana protes keluarga Raden itu berlangsung. Berikut ulasannya.
Sejarah Panggilan Aden di Tatar Sunda dan Protes Para Raden
Catatan sejarah terkait polemik panggilan Aden di Tatar Sunda ditulis di surat kabar Sinar Pasoendan yang terbit pada hari Senin, 19 November 1934 bertajuk, “Kadedemes Koe Radenâ€.
Tulisan tersebut menyoroti keluarga Raden yang memprotes kebiasaan rakyat kecil memanggil anaknya dengan Aden dan Nenden mempertanyakan ulang pemberian gelar Raden itu sebenarnya untuk siapa?
Narasi ini nampaknya membuat pembaca sadar terutama jika si pembacanya itu adalah rakyat kecil berlagak ningrat: dengan memanggil anak-anaknya Aden dan Enden.
Dalam tulisan tersebut diungkapkan, rakyat kecil seharusnya malu mengaku-ngaku keturunan Raden, sedangkan Raden itu mewarisi harta dan intelektual yang luas ketimbang dirinya.
Kemudian di paragraf selanjutnya, tulisan para Raden itu mempertanyakan ulang lagi dengan mengutarakan opininya sebagai berikut: “sebenarnya siapa dan apakah pantas gelar Raden digunakan pada orang yang bukan Raden?â€
Secara struktur Keradenan gelar tersebut memang bukan untuk gaya-gayaan saja. Titel itu adalah pertanda simbolik orang Sunda untuk mengetahui kapasitas seseorang berdasarkan keturunan, pendidikan, dan jabatan.
Adapun lapisan sosial yang berhak menerima gelar ini antara lain terdiri dari para pemimpin daerah (regent- Bupati), Sentana (Intelektual), Pegawai Negeri Zaman Kolonial, Ningrat, dan keturunan-keturunan priyayi daerah yang berpengaruh lainnya.
Pernyataan ini sebagaimana yang diungkapkan oleh surat kabar Sinar Pasoendan (1934) sebagai berikut:
“Aka ari njeboet ka boedak anjar pinanggih (boedak lemboet noe dibawa koekolotna) sok make ketjap “Eneng, Aden, atawa Nendenâ€. Oge ka anak batoer salemboer anoe sakira kolotna terpeladjar (Sentana) sanadjan njaho teu boga titel Raden nja kekeuh bae sok resep njeboet “Aden†ka lalaki atawa ka boedak awewe Nenden. Apes-apesna Tjetjep atawa Eulis. Leres ari noe hak mah nyaeta noe ramana boga titel Radenâ€.
Pernyataan di atas intinya ingin memperjelas peruntukan gelar Raden yang sebenarnya. Sebab bagi masyarakat Sunda gelar Raden tidak sembarang digunakan. Jadi bilamana ada rakyat biasa menggunakan gelar ini dianggap tidak etis dan kurang menghargai norma.
Pemilik Gelar Raden Mengapa Identik dengan Sentana
Sentana atau lapisan sosial terpelajar merupakan individu yang tergolong sebagai pemilik gelar Raden. Hal ini menarik untuk kita telusuri mengapa itu bisa terjadi?
Jika dilihat dari sudut pandang antropologi ini bisa terjadi karena orang Sunda mulai mendapatkan jalan untuk memperoleh legitimasi dengan mempergunakan gelar yang mengandung nilai Adi Luhung.
Gelar Raden dipercaya bisa membuat seseorang berkuasa. Ini berarti gelar Raden bagi orang Sunda bertujuan untuk mengenal penguasa yang didaulat atas kemampuannya atau integritasnya. Misalnya karena pendidikan tinggi, karena keturunan ningrat, dekat dengan penguasa, tuan tanah, dan lain sebagainya.
Dalam bidang pendidikan, gelar Raden menjadi masalah karena secara tidak langsung telah mempertontonkan jarak pemisah antara anak bangsawan dan rakyat kecil.
Anak seorang bangsawan dan bergelar Raden akan mendapatkan sistem pendidikan yang bergengsi. Mereka juga bisa bergaul dengan anak-anak Belanda dan mendapatkan bahasa pengantarnya bahasa Nederlandsch. Sedangkan pelajar dari rakyat biasa sebaliknya.
Maka dari itu sebagian kelompok anti feodal kerap mengkritik penggunaan gelar Raden pada personal –keturunan ningrat dan bangsawan di daerah. Walaupun begitu, setidaknya penggunaan gelar Raden telah membuat rakyat jelata membuka mata jika tidak semua keturunan ningrat itu baik –gelar Raden hanya untuk melegitimasi kekuasaan, narsis.
Namun sebagian kelompok bangsawan bergelar Raden membantah kritikan itu. Sesama intelektual mereka memberikan pendapat bahwa karena geger penyalahgunaan penamaan Raden tahun 1930-an, paling tidak membuat rakyat sadar bahwa pemimpin lokal harus mendapat keistimewaan untuk bisa setara dengan Belanda.
Sebab penampilan, garis keturunan, intelektual, dan legitimasi bisa membuat para Raden setara dengan orang Eropa. Meskipun pada kenyataannya tidak: Orang Eropa tak pernah sudi mengakui kesetaraan sosial dengan masyarakat pribumi (Inlanders).
Keluarga Raden Tidak “Goemedenâ€
Menurut rubrik Ti Para Sandah dalam Sinar Pasoendan (1934), terdapat ciri yang bisa mengklasifikasikan seseorang itu keturunan Raden (sungguhan) atau bukan. Antara lain untuk mengetahui hal itu bisa kita lihat melalui karakter (sifat) personalnya.
Keturunan atau pemilik gelar Raden biasanya tidak pernah menyombongkan diri sendiri atau dalam bahasa Sundanya –Goemeden.
Akan tetapi sebaliknya, jika ada seseorang yang mengaku-ngaku Raden, maka sudah bisa dipastikan orang itu akan Goemeden. Menutupi segala kebohongannya dengan menggunakan narasi-narasi sombong, merendahkan orang lain, dan membuat buruk citra Raden sesungguhnya.
Pernyataan ini sebagaimana kutipan dari Sinar Pasoendan (1934) berikut ini: “Tapi sabalikna lamoen anoe ngabogaan Raden toelen keren dipake goemeden, belik loeklik teu mikeun anak dengeun diseboet “aden, tjek Etjle mah dat is ireh kadedemes teuing. Kawasna bae rek digares kawas karemesâ€.
Oleh sebab itu dalam catatan sejarah, keluarga Raden mengimbau supaya jangan membiasakan menggunakan panggilan Aden dan Nenden pada anak kecil (laki-laki dan perempuan). Sebab jika dibiasakan, khawatir mereka bisa menyalahgunakan sebutan itu dan membuat citra buruk pada pemilik gelar Raden yang sesungguhnya. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat, untuk tahun 2023 ini sudah menerapkan sistem keuangan berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Ciamis, Asep Dedi Herdiana kepada harapanrakyat.com, Kamis (23/3/2023).
“Pada tahun 2023 ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis sudah mengimplementasikan SIPD,†ungkapnya.
Ia menerangkan, sesuai dengan amanat Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 600.5.4/48/SJ, pemerintah daerah wajib menggunakan SIPD-RI. Kewajiban tersebut terutama dalam menyusun dokumen perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan akuntansi pelaporan tahun anggaran 2024 dan seterusnya.
“Jadi Pemerintah Kabupaten Ciamis juga tentu harus mengikuti ketentuan tersebut. Ya meskipun penerapan tersebut masih dalam tahap uji coba di 8 OPD,†terangnya.
Lanjutnya menambahkan, penerapan sistem keuangan SIPD tersebut merupakan amanat dari UU 23 Tahun 2014 Pasal 391. Kemudian, dipertegas melalui Permendagri Nomor 70 tahun 2019.
“Sehingga ketika penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021, SIPD ini sudah mulai digunakan pemda,†katanya.
Asep menjelaskan, bahwa fungsi sistem keuangan berbasis SIPD untuk pemerintah pusat dan daerah adalah untuk penyatuan referensi nasional.
Kemudian, dengan sistem elektronik maka akan memudahkan proses perencanaan dan keuangan daerah. Selanjutnya, evaluasi produk hukum, kinerja serta perencanaan keuangan dilakukan lewat sistem elektronik.
Lalu data base pembangunan dan keuangan nasional dan daerah. “Dan fungsi lainnya adalah memudahkan analisa data daerah secara nasional,†jelasnya.
Ia berharap, dengan penerapan sistem keuangan SIPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis, maka bisa meningkatkan efisiensi terutama pada saat proses perencanaan maupun penganggaran.
“SIPD ini memiliki peran dalam menyediakan informasi kepada masyarakat terutama dalam penyelenggaraan Pemkab Ciamis. Sehingga nantinya menghasilkan layanan informasi pemerintahan yang saling terhubung. Selain itu juga meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan efisien,†pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)
Ketahuan zina dengan ipar, seorang wanita menerima hukuman cambuk 100 kali di Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (21/3/2023) lalu. Video hukuman cambuk untuk terpidana kasus zina tersebut viral di media sosial.
Video viral tersebut diunggah oleh akun TikTok @kontras.news pada Selasa (22/3/2023) lalu, dan telah ditonton sebanyak hampir 10 juta kali, mendapatkan 389 ribu lebih likes dan 9 ribu lebih komentar dari netizen.
Di video terlihat, seorang wanita yang badannya ditutupi kain berwarna putih nampak berdiri di tengah panggung dengan tampang was-was sambil di sampingnya seorang algojo terlihat bersiap mencambuknya.Â
Lalu, algojo perempuan yang menggunakan pakaian coklat itu mulai mencambuk wanita tersebut beberapa kali.
Terlihat, wanita yang dicambuk tersebut nampak meringis kesakitan di setiap cambukan yang menghantam tubuhnya.
Ia juga terlihat menangis dan beberapa kali mengangkat tangan memberi tahu bahwa dirinya tak sanggup menjalani hukuman tersebut.
Di akhir video, ia nampak berganti posisi menjadi duduk untuk melanjutkan eksekusi cambukan itu.
Melanggar Qonun Aceh,Wanita Inisial DAP Ketahuan Zina dengan Kakak Ipar
Dilansir berbagai sumber, diketahui wanita yang dijatuhi hukuman cambuk tersebut berinisial DAP. Ia menjalani hubungan terlarang dengan kakak iparnya berinisial ASA.
Keduanya melanggar pasal 3 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat (hukuman terhadap bentuk perbuatan kejahatan yang berkaitan dengan pembunuhan, perzinahan, menuduh zina, pencurian, mabuk, dan perbuatan-perbuatan kejahatan lainnya berdasarkan syariat Islam, red).
“Keduanya dijatuhi hukuman cambuk berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Kota Lhokseumawe pada 16 Maret 2023 silam,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Lhokseumawe, Heri Maulana kepada wartawan.
Lanjutnya, keduanya mendapatkan masing-masing 100 cambuk. Eksekusi hukum cambuk pun digelar di depan publik. Alasannya untuk memberikan efek jera kepada kedua pelaku dan juga pengingat bagi masyarakat lainnya juga.
“Keduanya bersalah melanggar hukum. Sebelumnya keduanya merupakan iparan. Wanita itu sudah punya suami dan laki-lakinya sudah punya istri, kemudian ketahuan oleh warga telah berzina,” paparnya.
Wanita Zina dengan Ipar Dihukum Cambuk, Netizen: Bukan Sakit, Tapi Malu!
Sejumlah netizen berpendapat, bukan rasa sakit dicambuk yang terasa, tetapi rasa menanggung malu. Hal ini karena dihukum cambuk depan umum terasa sangat memalukan bagi pelaku zina di Aceh.
“bukan cambukan fisik yg sakit tapi cambukan batin yg tembus ke hati karena malu,” kata akun @latif_z***.
“ya allah jauhkan kami dr perbuatan hina aamiin,” ujar @ny.tin***.
“pelajaran buat yg lain .semoga di jauhkan dr perbuatan yg tidak baik,” ungkap @yuni.***.
“berani berbuat berani tnggung jawab. semoga setelah kejadian ini kamu dpat berkah nya,” terang @september_***.
“Beruntung kmu ketauan di dunia, di siksa ga seberapa, kalau ga ketauan gabakal tobat , diakhirat lebih berat hukumannya,” kata @yasiri***.
“SAKIT NYA ITU TIDAK SEBERAPA , MALU NYA ITU DI UPLOAD DI LIAT SE INDONESIA,” ujar @riduan_ashar_k***. (Gumilang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
review1st.com – Penjualan hampers menjelang hari raya cenderung melesat signifikan. Di Tokopedia, pada minggu pertama Ramadan 2022 (periode data: 2-9 April 2022), penjualan hampers naik hampir 2,5 kali lipat dibandingkan seminggu sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Growth Marketing Senior Lead Tokopedia, Maisyalina Agustiana.
Perubahan perilaku konsumen membuat banyak kiriman atau hampers di momen-momen spesial seperti hari raya. Pelaku usaha dapat meningkatkan penjualan produk hampers, namun Tokopedia mendorong penjual untuk membuat produk yang lebih ramah lingkungan. Maisyalina menjelaskan hal itu.
DLH DKI Jakarta mencatat peningkatan volume sampah 4% selama Ramadan akibat perubahan pola konsumsi. Volume sampah di Pantura juga meningkat 20% pasca Lebaran 2022 menurut DLH Kabupaten Tegal, dari 500 ton menjadi 600 ton per hari.
Meminimalisasi potensi meningkatnya tumpukan sampah–termasuk yang berasal dari produk hampers di periode pra hingga pasca Ramadan–adalah tanggung jawab bersama. Tokopedia dalam mendukung ‘Misi Nol Sampah GoTo 2030’, misalnya, telah menghadirkan gerakan Tokopedia Hijau.
Tokopedia mendorong masyarakat, termasuk 12 juta penjual di platform mereka yang sebagian besar adalah UMKM, untuk terlibat dalam gerakan ramah lingkungan. Tujuannya adalah memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mitra strategis jangka panjang.
Lima Tips Usaha Hampers RamadhanRamah Lingkungan
AngelFin Natural dan Mendekor adalah UMKM di Tokopedia Hijau yang memproduksi hampers ramah lingkungan, berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Selama minggu pertama Ramadan 2022, keduanya mencatat peningkatan transaksi hampir 1,5 kali lipat dibanding minggu sebelumnya di Tokopedia. Tokopedia, AngelFin Natural, dan Mendekor berbagi lima tips jualan online hampers Ramadhan yang lebih ramah lingkungan.
1. Gunakan kemasan ramah lingkungan sesuai prinsip 4R
Maisyalina menjelaskan bahwa kemasan ramah lingkungan menerapkan prinsip 4R. Yaitu reduce (mengurangi sampah), reuse (digunakan berulang kali), repurpose (dipakai kembali untuk tujuan lain), dan recycle (didaur ulang). Sebagai contoh, toples kaca dapat digunakan untuk kue kering. Sedangkan paper bubble wrap dan kertas cacah dapat digunakan untuk mengemas barang pecah belah.
Kesadaran masyarakat mengenai kemasan ramah lingkungan semakin meningkat. Hal ini terbukti dari penjualan kemasan tersebut pada minggu pertama Ramadan 2022. Penjualan paper bubble wrap dan besek bambu naik hampir 1,5 kali lipat, sedangkan kantong singkong meningkat lebih dari 2 kali lipat dibanding minggu sebelumnya.
Brian Karno, Pemilik Usaha Mendekor, mengatakan bahwa kemasan ramah lingkungan seperti paper bubble wrap sangat disukai oleh para pembeli. Penggunaan kemasan ini telah meningkatkan jumlah transaksi produk Mendekor di Tokopedia sebesar dua kali lipat selama 2022 dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.
Mendekor, yang menjual berbagai produk dekorasi interior, menggandeng lebih dari 30 perajin di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan dan dari berbagai latar belakang. Brian ingin para perajin tersebut semakin berdaya untuk membuat produk berkualitas tinggi bahkan setara dengan brand kelas dunia.
2. Ajak pembeli mendaur ulang hampers ramah lingkungan
Mendekor menjual produk dekorasi interior dan berkolaborasi dengan 30+ perajin dari berbagai daerah di Indonesia. Para perajin berasal dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Kalimantan. Brian berharap para perajin semakin berdaya untuk menciptakan produk berkualitas tinggi dan sejajar dengan brand internasional.
Pemilik AngelFin Natural, Angelique Dewi, mengatakan, “Kami secara berkala mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui Tokopedia dan media sosial. Kami juga aktif menginformasikan bahwa setiap membeli produk AngelFin Natural, masyarakat bisa ikut berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat di berbagai daerah.â€
Angelique melalui AngelFin Natural menggandeng sekitar 300 komunitas petani dan perajin di desa Muntigunung, Bali Timur, masyarakat pesisir di Kepulauan Seribu, serta perajin produk kayu berkelanjutan di Yogyakarta untuk memproduksi berbagai jenis produk ramah lingkungan dengan mengurangi jejak karbon.
3. Permudah pembeli cari hampers ramah lingkungan dengan fitur beriklan
“Penjual hampers Ramadhan dapat memasukkan produk paling populer di toko mereka ke dalam hampers ramah lingkungan yang akan dijual. Manfaatkan juga fitur Pelengkap Produk di aplikasi Tokopedia Seller untuk menambahkan kartu ucapan dan kemasan khusus,†saran Maisyalina.
“Agar hampers ramah lingkungan yang dijual dapat tampil teratas di halaman Tokopedia, gunakan fitur beriklan otomatis TopAds.
“Cukup dengan modal kecil mulai dari Rp250 per klik, penjual bisa menjangkau lebih banyak pembeli dan memaksimalkan penjualan,†ujar Maisyalina. Penjualan AngelFin Natural dan Mendekor meningkat 2 kali lipat setelah menggunakan TopAds.
4. Pelajari tips jualan onlinehampers Ramadhan lewat modul gratis
Ada beragam materi edukasi jualan online di Pusat Edukasi Seller Tokopedia, termasuk kurikulum #SIAPRAMADAN2023 yang bisa membantu pelaku usaha memaksimalkan penjualan di bulan puasa sekaligus mempermudah masyarakat #LengkapiRamadan lewat Tokopedia.
Penjual dapat mengikuti berbagai tantangan menarik dan memenangkan jutaan saldo iklan TopAds.
“Khusus untuk yang ingin memulai dan membangun bisnis ramah lingkungan, bisa mengakses modul komprehensif Tokopedia Hijau. Semua materi bisa diakses secara gratis.
Ada berbagai topik relevan dalam bentuk webinar atau modul. Mulai dari mengatur promo toko hingga strategi berjualan hampers, termasuk hampers ramah lingkungan,†kata Maisyalina.
5. Tingkatkan penjualan hampers ramah lingkungan lewat Tokopedia Hijau
“Penjual dengan produk ramah lingkungan, kemasan minim sampah dan usaha yang berdampak sosial bisa bergabung di halaman khusus Tokopedia Hijau untuk menjangkau lebih banyak masyarakat,†tambah Maisyalina.
Medan, DKI Jakarta dan Bandung tercatat sebagai beberapa wilayah dengan peningkatan tertinggi jumlah penjual di Tokopedia Hijau pada awal 2023.
“Ini terjadi berkat inisiatif Hyperlocal dan berbagai manifestasinya, seperti Dilayani Tokopedia, layanan pemenuhan pesanan yang memungkinkan penjual menitipkan produk di gudang-gudang pintar Tokopedia di berbagai wilayah dengan permintaan tinggi.
“UMA Women adalah contoh penjual di Tokopedia Hijau yang memanfaatkan Dilayani Tokopedia,†kata Maisyalina.
Sepanjang 4-18 April 2023, Tokopedia Hijau akan meng-highlight berbagai jenis produk ramah lingkungan, termasuk hampers Ramadhan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pilihan produk terkurasi dari para pegiat usaha ramah lingkungan, khususnya UMKM lokal.
harapanrakyat.com,- Hujan deras membuat tebing setinggi puluhan meter longsor dan menimpa 1 unit bangunan rumah makan lesehan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (23/3/2023).
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Karena warung rumah makan yang tertimbun material longsor dalam keadaan tutup, lantaran hari pertama bulan suci Ramadan.
Bukan hanya menimpa rumah makan, material longsoran juga sampai menutup akses Jalan Raya Tasikmalaya-Garut. Tepatnya di Cibuluh, Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
“Hujan deras terjadi tadi malam mengakibatkan longsoran pada tebing yang curam,†kata Kabid Operasi, Pengendalian dan Perencanaan Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Asep Ahmad Fauzi, Kamis (23/3/2023).
Imbasnya, lanjut Jembar, 1 buah bangunan yang pakai untuk tempat makan lesehan yaitu rumah makan Cibuluh sempat tertimbun.
Selain itu, sebagian lumpur dari tebing puluhan meter yang longsor menghambat arus jalan raya batas Garut – Tasikmalaya dan Singaparna.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Lantaran lesehan warung dalam keadaan tutup. Namun sempat menghambat pengguna jalan yang melintasi jalan ini,†ujarnya.
Pihaknya saat tiba di lokasi, selain melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat maupun pemilik bangunan, juga langsung melakukan pembersihan material longsoran.
“Kami membersihkan material longsoran tebing setinggi puluhan meter yang sempat menutup akses jalan, bersama anggota KSB Kutawaringin, UPTD Pelayanan 5 Tasikmalaya dan masyarakat setempat,†pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)
harapanrakyat.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Jawa Barat, mencatat sebanyak 507.053 pemilih berada dalam rentang generasi milenial dan generasi Z. Data tersebut berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).
Dengan demikian, sekitar 33 persen lebih dari jumlah pemilih di Kota Bandung, merupakan generasi muda atau milenial.
“Dengan angka yang cukup tinggi ini, maka sangat perlu mengoptimalkan edukasinya juga. Tidak hanya menyalurkan hak pilihnya saja,” ungkap Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bandung, Ahmad Nur Hidayat di Kota Bandung, Kamis (23/3/2023).
Menurutnya, dengan tingginya angka generasi milenial dan Z sebagai pemilih, maka akan sangat mempengaruhi dinamika yang terjadi pada Pemilu 2024 mendatang.
“Partisipasi dari generasi milenial dan Z itu sangat diharapkan. Sehingga melahirkan pemimpin bangsa yang berkualitas untuk kemajuan Indonesia,” katanya.
Ia menerangkan, masyarakat generasi Z dan milenial memiliki potensial yang jumlahnya tinggi, termasuk di wilayah Kota Bandung.
Oleh karena itu, dengan tingginya angka pemilih muda tersebut, lanjutnya, membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Maka penting untuk bersama-sama memberikan edukasi secara masif akan pentingnya pemilu bagi masa depan bangsa. Namun juga dibarengi dengan daya literasi yang kuat,” ucapnya.
Wujudkan Pemilih Generasi Milenial dan Generasi Z Berkualitas
Ahmad menilai pemilih yang berkualitas bisa lahir, sebab adanya daya pikir kritis dari generasi muda dalam menentukan pilihannya. Terlebih, KPU juga telah mempersiapkan program-program untuk pendidikan pemilih.
Kendati demikian, pihaknya mengakui upaya KPU masih belum cukup, dalam edukasi serta sosialisasi terkait Pemilu bagi pemilih muda.
“Dalam hal ini, tidak cukup hanya KPU saja. Tapi juga pemerintah daerah, instansi pendidikan hingga lingkungan keluarga pun harus turut andil dalam melakukan edukasi kepada generasi ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila semua pihak tidak melakukan hal tersebut, maka akan berujung pada antipati generasi milenial dan Z terhadap Pemilu. Sehingga permasalahan yang timbul bisa lebih kompleks.
“Apalagi generasi muda tersebut merupakan generasi yang akan meneruskan atau estafet, perjuangan bangsa di masa yang akan datang,” tuturnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)
harapanrakyat.com,- Karang Taruna Wibawa Mukti Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, menggelar Seminar Leadership. Tema dalam seminar ini generasi yang tanggap dalam mewujudkan pemimpin yang tangguh dan berkarakter.
“Alhamdulilah, kita bisa mengadakan kegiatan seminar /leadership kepada semua anggota Karang Taruna Wibawa Mukti dengan menghadirkan narasumber hebat. Diantaranya Nanang Permana SH MH Ketua DPRD Ciamis, Daniar Rachmanjani SH Direktur LBH SPP Bandung dan juga Dian Ridwan Munawar S. Psi selaku penyuluh ahli pertama BNN Kabupaten Ciamis” ujar Ketua Karang Taruna Wibawa Mukti Rizky Trya Nugraha SH, Kamis (23/03/2023).
Menurutnya, dalam era globalisasi ini sangat butuh pemimpin yang jujur, berwibawa, berintegritas. Sehingga dapat menjadi pemimpin yang hebat dan bisa mensejahterakan rakyat nya.
Maka dari itu kita membuat suatu seminar leadership kepada seluruh anggota Karang Taruna Wibawa mukti dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten.
“Seminar leadership ini sangat perlu Karang Taruna Wibawa Mukti adakan. Agar kedepannya generasi muda bisa menjadi calon pemimpin yang baik,”.
rizky berharap dengan diadakannya acara ini bisa membuat pemuda pemudi menjadi peminpin yang baik,tangguh hebat dan membawa revolusi bagi daerah nya,dikarenakan pemimpin itu harus mempunyai pondasi kuat agar bisa tetap konsisten dalam memimpin.
“Semoga ilmu yang didapatkan dalam seminar leadership ini bisa diterapkan oleh para anggota. Minimalnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (fahmi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)
harapanrakyat.com,- Seorang warga diduga terbawa arus Sungai Cisaruni, saat akan menyebrang melewati Bendungan Leuwihuut, Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (23/3/2023).
Hingga kini korban bernama Gunawan Solihin (30), warga Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, belum ditemukan.
Petugas SAR gabungan pun masih terus melakukan pencarian melalui jalur air menyusuri sungai tersebut.
Irfan Muktar salah seorang rekan korban mengatakan, sekira pukul 10.30, ia bersama dengan korban memancing ikan di Sungai Cisaruni.
“Kemudian korban dan saya menyebrang melewati bendungan sungai Cisaruni ini. Saya bisa menyebrang, namun untuk korban gagal dan terbawa arus Sungai Cisaruni yang deras,†ungkapnya di lokasi kejadian, Kamis (23/3/2023).
Kemudian Irfan sempat mencari korban menyusuri sungai. Selain itu juga meminta bantuan kepada warga sekitar. Namun sampai dengan sekarang korban belum ditemukan.
Sementara itu, Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, membenarkan kejadian salah seorang warga yang terbawa arus sungai Cisaruni.
“Iya seorang warga saat hendak menyebrang terbawa arus sungai,†ucapnya.
Lanjutnya menambahkan, saat ini tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RPB dan masyarakat, sedang melakukan pencarian melalui jalur air.
Rencananya penyusuran dari TKP sejauh kurang lebih 3 sampai 4 km, dengan titik akhir daerah Asta Kawalu.
“Kita bersama relawan bencana lainnya berusaha terus mencari korban yang terbawa arus sungai Cisaruni,†pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)