Beranda blog Halaman 959

Progres Perbaikan Jembatan Baru Kota Banjar Mencapai 70 Persen

Progres-Perbaikan-Jembatan-Baru-Kota-Banjar-Mencapai-70-Persen.jpg

harapanrakyat.com,- Memasuki hari ke 6 bulan Ramadhan, progres perbaikan Jembatan Baru (Jembar) Parunglesang, Kota Banjar, Jawa Barat, mencapai 70 persen.

Hal itu mengingat jembatan baru direncanakan mulai bisa dilalui kendaraan roda empat sebelum mendekati lebaran. Sehingga para pemudik bisa melintasi jalur tersebut.

Site Manager PT Bukaka, Toni mengatakan, saat ini perbaikan jembatan tersebut dilakukan oleh empat tim untuk mempercepat pengerjaan sehingga bisa mencapai target.

“Masih bisa terkejar, kan pembesian sudah siap semua itu, ini tinggal bracing dan pemasangan wide flange iron. Sekarang progres perbaikan jembatan di atas 70 persen, ada empat tim untuk mengerjakannya,” kata Toni, Selasa (28/3/2023).

Baca Juga : Perbaikan Tiang Pancang Jembatan Baru Banjar Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran

Menurutnya, selain melakukan perbaikan pihaknya juga memasang sebanyak 16 tiang pancang tambahan untuk memperkuat daya topang jembatan.

“Itu di luar perbaikan tiang yang 3 itu kan. Posisinya di kanan sama kiri dari pancang sebelumnya, sekarang 12 titik sudah terpasang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Banjar, Tommy Subagja, melalui Sekretaris Dinas PUTR, Acep Daryanto mengatakan, perbaikan jembatan tersebut merupakan bantuan dari kementrian dan pengerjaannya oleh PT Bukaka.

“Kebetulan perbaikan jembatan itu kita dapat bantuan dari kementrian, kemarin saya koordinasi dengan pelaksana lapangan terkait progresnya, informasinya selesai sebelum lebaran,” katanya.

Baca Juga : Tiang Pancang Patah, Kementerian PUPR Cek Kelayakan Jembatan Baru Kota Banjar

Acep menjelaskan, dalam pengerjaan perbaikan jembatan ini pemerintah Kota Banjar tidak memiliki kontrak dengan Bukaka.

“Kebetulan kita tidak ada kontrak dengan Bukaka ya, yang jelas itu dia langsung dengan pihak kementrian. Karena ini sifatnya bantuan dari pusat,” jelasnya.

Karena saat ini progres perbaikan jembatan baru sudah 70 persen, Acep berharap bisa segera selesai sesuai target dan kendaraan bisa melaluinya saat arus mudik lebaran. “terminal juga bisa berfungsi maksimal.” Pungkasnya. (Sandi/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Alasan Kenapa Wuling Air ev Pantas Jadi Mobil Listrik Pertama Anda

air-ev-modif-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Banyak alasan mengapa mobil listrik Wuling Air ev pantas dijadikan mobil listrik pertama bagi Anda dan keluarga. Pertama tentu adalah harganya yang paling terjangkau dari mobil listrik lain yang ada di pasar Indonesia.

Ya, Wuling Air ev dijual dengan harga yang sangat terjangkau untuk sebuah mobil listrik bahkan menjadi mobil listrik paling murah yang dijual di Tanah Air. Wuling Motors meniagakan mobil listrik ini dengan dua pilihan yaitu Wuling Air ev Standar Range yang dibanderol hanya Rp 238 jutaan dan Wuling Air ev Long Range dengan harga Rp 295 jutaan saja.

Tak cuma itu, Wuling Air ev juga punya kemudahan dalam penggunaannya. Selain bodinya yang kompak dan cocok untuk perkotaan, cara perawatan dan juga penggunaannya juga sangat mudah. Mobil listrik ini bisa diisi ulang baterainya hanya dengan menggunakan listrik rumah.

charge wuling air ev

“Kendaraan listrik Wuling buatan Indonesia ini mengusung kemudahan dari sisi berkendara, penggunaan sehari-hari dan pengisian daya yang bisa dilakukan di rumah. Selain itu, kedua varian Air ev dilengkapi inovasi canggih, perangkat keselamatan lengkap hingga deretan fitur modern,” terang Danang Wiratmoko selaku Product Planning Wuling Motors.

Baca juga: Wuling Air ev Standard Range Cukup Untuk Harian? Intip Sederet Keunggulannya

Wuling Air ev menggunakan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) berkapasitas 17,3 kWh untuk tipe Standard Range dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan 26,7 kWh untuk tipe Long Range dapat mencakup jarak tempuh hingga 300 kilometer saat terisi penuh.

Kapasitas baterai ini sangat cukup untuk penggunaan di dalam kota. Karena mayoritas pengemudi di Indonesia setiap harinya berkendara untuk perjalanan ke kantor atau ke sekolah dengan membawa maksimal empat penumpang termasuk pengemudi. Selain itu, rata-rata jarak tempuh yang dicapai oleh pengguna kurang dari 50 kilometer per harinya.

alasan wuling air ev jadi mobil listrik pertama

Biaya perawatan lebih murah dari mobil bensin

Berikutnya adalah biaya perawatan yang murah. Berdasarkan tabel yang dirilis oleh Wuling Motors, untuk biaya yang harus dipersiapkan tidak begitu menguras kantong. Mulai dari penggunaan 5.000 kilometer sampai 100.000 kilometer, budget tersebut tidak melebihi biaya perawatan mobil konvensional.

Jika dibandingkan dengan mobil konvensional baik yang berbahan bakar bensin atau diesel, mobil listrik ini jauh lebih hemat. Sebab, tidak ada penggantian oli mesin, penggantian busi serta beberapa hal mekanis lainnya. Dalam hal ini, untuk melakukan servis hanya seputaran pelumas untuk gardan dan beberapa komponen lain.

Menurut Wuling Motors, setiap melakukan servis di bengkel resmi harga perawatan Air ev ini berkisar mulai dari Rp 240 ribuan sampai Rp 559 ribu.

Baca juga: Naksir Wuling Air Ev? Berikut Harga Perawatan yang Harus Dikeluarkannya

interior wuling air ev

Beberapa hal yang dilakukan saat melakukan servis antara lain adalah jasa perbaikan, penggantian oli differential – oli gardan, filter AC, dan minyak rem. Jika diuraikan berdasarkan per item, untuk harga perawatan Air ev tidak ada yang melebihi Rp 200 ribuan. Murah bukan?

Fitur lengkap

Alasan lainnya lagi adalah fitur yang ada di Wuling Air ev membuat konsumen dimanjakan. Berbagai fasilitas modern turut hadir mulai dari Electric Power Window, Multifunction Steering Wheel, hingga USB Charging Port.

Untuk varian Long Range, Wuling menyematkan beberapa tambahan fitur seperti Integrated Floating Widescreen dengan layar meter cluster 10,25 inci dan layar head unit dengan ukuran yang sama, Keyless Entry, Synthetic Leather Seat, Smart Start System, serta Extended Horizon LED DRL.

Tak hanya itu, Wuling juga menyertakan kecanggihan inovasi pintar Internet of Vehicle (IoV) dan Wuling Indonesian Command (WIND) pada Air ev.

alasan wuling air ev jadi mobil listrik pertama

Guna menunjang keselamatan berkendara dengan Air ev, Wuling melengkapi mobil listrik compact ini dengan fitur safety yang lengkap. Terdapat dua airbag yang melindungi pengemudi dan penumpang baris pertama serta rangka yang kokoh.

Baca juga: Ini Jawaban Kenapa Harga Wuling Alvez Bisa Lebih Murah Dari Kompetitornya

Kemudian, sistem pengereman didukung dengan rem cakram pada roda depan dan belakang, ABS, EBD, TPMS, Sound Module for pedestrian Warning serta ISOFIX.

Khusus Wuling Air ev Long Range turut ditambahkan dengan Electronic Stability Control (ESC) dan Electric Parking Brake dengan AVH serta HHC.

tes baterai wuling air ev

Garansi baterai sampai 8 tahun

Alasan terakhir adalah layanan purna jual Air ev yang memberikan garansi untuk komponen inti yang terdiri dari garansi power battery system assembly, drive motor, dan motor controller hingga 8 tahun atau 120.000 kilometer serta garansi reducer, power distribution unit, dan user connection unit sampai dengan 5 tahun atau 100.000 kilometer.

Wuling juga memberikan gratis biaya jasa perawatan berkala bagi konsumen Air ev hingga 2 tahun atau 50.000 kilometer, yang mana tercapai terlebih dahulu.

“Wuling turut menyediakan layanan purna jual yang lengkap untuk setiap konsumen Air ev di Indonesia. Hal ini merupakan komitmen kami dalam rangka memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik pertama dari Wuling untuk Indonesia ini. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir untuk memiliki Wuling Air ev,” jelas Maulana Hakim selaku Aftersales Director Wuling Motors.

Sejarah Transmigrasi Orang Jawa Reang ke Pangandaran Abad 19

Sejarah-Transmigrasi-Jawa-Reang-ke-Pangandaran.jpg

Sejarah transmigrasi orang Jawa Reang ke Pangandaran tak lepas dari narasi kolektif leluhur masyarakat daerah Wonoharjo. Konon menurut cerita lampau orang penduduk asli Wonoharjo lah yang merupakan hasil transmigrasi orang Jawa pada abad ke-19.

Mereka meyakini leluhurnya adalah orang Jawa dari daerah Prembun bernama Mbah Boengkoes. Sebetulnya legenda ini terjadi jauh sebelum abad ke-19, sebab legenda Mbah Boengkoes sudah ada sejak masa kejayaan Soekapura awal abad ke-17 masehi.

Kala itu Mbah Boengkoes dipercaya sebagai utusan kerajaan Soekapoera –saat ini Tasikmalaya untuk membuka alas (hutan) keramat di daerah Pangandaran. Perintah itu ia selesaikan dalam waktu yang relevan singkat.

Berdasarkan perjanjian sebelumnya dengan penguasa Soekapoera, siapapun yang bisa membuka hutan yang saat ini menjadi daerah Pangandaran, maka diizinkan anak, cucu, dan keturunan lainnya menempati wilayah tersebut.

Baca Juga: Sejarah Pangandaran Pasca Pendudukan Jepang, Pemerintahan Pindah dari Ciamis ke Cilacap

Dari legenda inilah kemudian banyak orang-orang Jawa Reang mempercayai sosok Mbah Boengkoes sebagai orang Jawa pertama yang tinggal di Pangandaran.

Maka sebagian mempercayai bahwa orang Jawa yang tinggal di Pangandaran adalah keturunan Mbah Boengkoes.

Sejarah Transmigrasi Orang Jawa Reang ke Pangandaran, Mencari Kehidupan

Menurut Indira, dkk dalam jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Unpad berjudul, “Komunitas Jawa di Desa Wonoharjo sebagai Jejak Migrasi Etnis Jawa di Kabupaten Pangandaran” (Vol. 1, (2) April 2019), adanya transmigran orang Jawa Reang di Pangandaran dilatarbelakangi oleh keinginan mencari kehidupan yang layak.

Orang-orang Jawa yang berasal dari daerah Prembun –daerah perbatasan antara Kebumen dan Purworejo ingin mengubah taraf hidupnya menjadi lebih baik lagi. Sebab daerah Prembun dianggap kurang subur sehingga sulit mendapatkan sumber daya alam yang memadai.

Jika kita uji hipotesa ini menggunakan teori toponimi, maka pernyataannya akan relevan dengan asal-usul nama Pangandaran itu sendiri. Sebab nama Pangandaran dipercaya berasal dari dua suku kata bahasa Jawa-Sunda yang memiliki makna yang sama.

Antara lain yaitu berasal dari kata Pangan atau dalam bahasa Jawa: Pangan berarti Makanan dan Daran atau dalam bahasa Sunda: Dahareun berarti Makanan.

Maka dapat disimpulkan asal-usul nama (toponimi) daerah Pangandaran sesuai dengan fakta sosial yang ada: yaitu ditempati oleh dua suku masyarakat yang berbeda –ada Sunda dan Jawa. Kendati demikian hipotesis ini perlu diuji lagi menggunakan riset mendalam.

Adapun jalur transmigrasi daerah Jawa ke Pangandaran semakin kencang pada tahun 1920. Hal ini dikarenakan terdapatnya ladang pekerjaan baru yang disediakan oleh pemerintah kolonial berupa industri kopra.

Baca Juga: Sejarah Pembantaian Tionghoa di Pangandaran, Siasat Adu Domba Sekutu

Nampaknya karena industri kopra ini sukses membuat orang Jawa lainnya datang ke Pangandaran. Mereka menjadi buruh di pabrik kopra, mengabdikan diri untuk industrial Belanda dengan upah yang bisa menghidupinya.

Membentuk Struktur Orang Jawa Baru

Masih menurut Indira dkk, adanya orang Jawa di Pangandaran menimbulkan struktur masyarakat tersebut berbeda dengan aslinya. Mereka telah membentuk struktur orang Jawa Baru yang dikenal dengan istilah orang Jawa Reang.

Hal ini diketahui dari cara mereka memakai bahasa Jawa yang terbilang langka dari aslinya. Banyak kosa-kata Jawa yang bercampur dengan bahasa Sunda. Dari situlah kemudian penduduk Pangandaran menyebutnya dengan istilah Jawa Reang.

Sedangkan menurut Djajasudarma dkk, dalam buku berjudul, “Monograf Diksi Kesantunan dalam Ranah Sosiolinguistik Pembentukan Karakter: Analisis Bahasa Budaya Sunda di Jawa Barat” (2016), konon bahasa Jawa Reang merupakan hasil enkulturasi dari budaya Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Maka dari itu lahir lah kebudayaan baru termasuk bahasa Jawa Reang tadi. Namun meskipun melahirkan persatuan budaya, kehidupan masyarakat Jawa dengan Sunda di Pangandaran selalu terpisah.

Orang Jawa selalu memisahkan diri di daerah mana mereka dekat dengan orang-orang jawa lainnya. Seperti halnya di daerah Wonoharjo. Di sana hampir 90 persen penduduk berbahasa Jawa Reang, 10 persen lainnya berbahasa Sunda.

Uniknya orang-orang berbahasa Jawa Reang di Wonoharjo dianggap aneh oleh orang Prembun. Selain karena sikap budayanya yang homogen, orang-orang Prembun asli kadang tidak mengerti dengan bahasa Jawa orang Pangandaran.

Baca Juga: Sejarah Kelapa Pendek di Pangandaran, Tumbuhan Langka Ditemukan Pensiunan ABRI

Pangandaran: Daerah Multi Etnis yang Penuh dengan Toleransi

Walaupun struktur masyarakat Jawa Reang senang berpisah dari lingkungan suku Sunda di Pangandaran, menurut riset yang dilakukan oleh dua peneliti linguistik dari UNPAD di atas tadi menggambarkan jika Pangandaran merupakan daerah multi etnis yang penuh dengan toleransi.

Sebab selain adanya suku Jawa di daerah Pangandaran juga terdapat suku Sumatera Barat (Padang) dan Tionghoa. Mereka hidup rukun dengan masyarakat sekitar, bergaul bersama dan menjalin komunikasi yang harmonis.

Meskipun berbeda agama, suku, dan budaya, orang-orang Pangandaran yang multi etnis tetap bersatu dalam kebahagiaan. Mereka rukun bertetangga, tak jarang membantu satu sama lain dalam kerja bakti, hajatan, dan gotong royong pembangunan rumah.

Keadaan rukun, guyub, dan toleransi itu bahkan telah terjadi sejak dulu hingga saat ini. Namun seiring berjalannya waktu keadaan tersebut harus dipertahankan, mengingat Pangandaran telah jadi kota wisata yang bisa menyebabkan tumbuh suburnya perasaan acuh tak acuh (apatisme) yang kuat. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Ganggu! Ratusan Pemotor Berknalpot Bising di Tasikmalaya Ditertibkan Polisi

Ratusan-Pemotor-Berknalpot-Bising-di-Tasikmalaya-Ditertibkan-Polisi.jpg

harapanrakyat.com,- Satlantas Polres Tasikmalaya menertibkan ratusan pemotor berknalpot brong atau bising karena mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada Selasa (28/3/2023).

Terlebih, saat ini banyak masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, sehingga pengendara dengan knalpot bising sangat mengganggu kenyamanan.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Abdhi Hendriyatna mengatakan, kegiatan penindakan pelanggaran khususnya terhadap pengendara yang menggunakan knalpot motor bising merupakan kewajiban.

“Kita sebagai dasar STR dari bapak Kapolda Jabar, dengan ST nomor/193/IHUK6.2/31-01-2023 terkait knalpot brong atau bising. kita wajib melakukan penindakan pelanggaran,” katanya, Selasa (28/3/2023).

Penertiban Ratusan Pemotor Berknalpot Bising Karena Keluhan Masyarakat

Penertiban motor berknalpot bising juga lantaran ada keluhan dari masyarakat. Pihak kepolisian mendengar curhatan masyarakat dalam giat Jumat Curhat Polres Tasikmalaya. 

“Iya banyak sekali anak muda atau remaja yang menggunakannya, bukan pada peruntukannya dan itu menjadi keluhan dari masyarakat yah,” ungkapnya.

Kemudian, Abdhi juga menghimbau kepada masyarakat atau pun anak muda supaya tidak memakai knalpot brong atau bising pada kendaraannya.

Sebab, penggunaan knalpot brong atau bising tersebut dilarang. Penindakan untuk yang melanggar sesuai UU LLAJ No.22 tahun 2009 pasal 285.

Baca Juga : Diameter Knalpot Racing, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

“Sementara terkait suara atau kebisingannya sesuai Permen Lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009, yang mana membahas tentang tingkat kebisingan maksimal dari kendaraan,” jelasnya.

“Adapun knalpot yang sudah polisi amankan dalam kegiatan tersebut berjumlah 150 hingga 200 unit. Polisi akan memusnahkannya bersamaan dengan pemusnahan narkoba, miras dan barang terlarang lainnya,” lanjut Abdhi.

Pemotor Knalpot Bising Masih Banyak dan Mengganggu Kenyamanan

Menurut Abdhi, masih banyak anak muda atau remaja yang menggunakan knalpot bising dan sangat mengganggu kenyamanan. 

Bahkan, ada yang melakukan atraksi balapan liar pada saat sahur, selepas subuh dan menjelang buka puasa menggunakan knalpot dengan suara tidak karuan itu.

“Sangat mengganggu masyarakat, bahkan banyak kiai atau ustad pada saat akan melaksanakan shalat tarawih malam dan ada kendaraan yang menggunakan knalpot bising berkeliaran,” tuturnya.

Baca Juga : Melintasi Polres Tasikmalaya, Pengendara Dapat Takjil Gratis Setiap Hari

Adapun terkait penjualannya, Abdhi menjelaskan, knalpot tersebut dijual khusus untuk motor di arena balap yang resmi. Lalu, penggunaannya bukan untuk sehari-hari di jalan umum.

“Jadi,kita juga lakukan sosialisasi dan penertiban pada pedagang knalpot bising ini. Kita jelaskan terkait larangan sesuai aturan ke mereka,” jelasnya.

Selain menertibkan ratusan pemotor berknalpot bising, dalam kegiatan tersebut polisi juga melakukan pengecekan surat-surat kendaraannya. “jika terbukti tidak ada BPKB dan STNK, maka kita limpahkan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Belok Mendadak Tanpa Sein, Tabrakan Motor di Jalan Raya Kawali – Ciamis Tak Terhindarkan

Belok-Mendadak-Tanpa-Sein-Tabrakan-Motor-di-Jalan-Raya-Kawali-Ciamis-Tak-Terhindarkan.jpg

harapanrakyat.com,- Gegara berbelok mendadak tanpa menyalakan lampu sein, tabrakan motor di Jalan Raya Kawali – Ciamis, tepatnya di Dusun Kiaralawang, Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis tak terhindarkan, Selasa (28/3/2023).

Kepala Desa Karangpawitan, Didik Sarwo Edhi membenarkan adanya kecelakaan di wilayah desanya, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. 

Baca Juga : Akibat Mengantuk, Mobil Pengangkut Kelapa Tabrak Rumah Warga Ciamis

Pengendara motor bernama Wawan warga Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis menabrak motor yang melaju di depanya.

Berdasarkan informasi yang Didik terima dari warga di lokasi kejadian, pengendara motor yang berada di depan Wawan berbelok mendadak ke arah kanan tanpa menyalakan lampu sein.

“Saat kejadian, Wawan sudah berusaha menghindari tabrakan, namun karena jarak kedua pengendara itu berdekatan, tabrakan pun tak terhindarkan,” katanya.

Menurut Didik, Wawan saat itu sedang berboncengan dengan temannya. Akibat kecelakaan tersebut keduanya mengalami luka-luka dan sempat di bawa ke PKM Kawali menggunakan mobil Ambulans Desa Karangpawitan.

“Alhamdulilah dari hasil pemeriksaan medis, Wawan beserta temannya boleh pulang, jadi petugas langsung mengantar mereka ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga : Dua Pemotor Terlibat Tabrakan di Pamarican Ciamis Terluka Parah

Didik menyebut, korban perempuan atau pengendara motor yang belok mendadak tanpa menyalakan lampu sein di depan Wawan itu bernama Yuli, warga Desa Citeureup, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. “Yuli dibawa ke spesialis tulang di wilayah Kecamatan Panawangan.” Pungkasnya. (Edji/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Polemik Wahana Edukasi The Mummy, Walikota Banjar Ngaku Salah Tidak Sosialisasi

IMG_20230329_011603_ltb6Jbey8o_a7k1t5MX7o.jpeg

harapanrakyat.com,- Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih, mengaku bersalah atas polemik yang terjadi dari rencana pembangunan wahana edukasi museum The Mummy di Banjar Water Park (BWP), Kota Banjar, Jawa Barat.

Pasalnya, rencana pembangunan museum itu menggunakan patung Firaun sebagai ikon wahana edukasi tersebut. Hal itu mendapat berbagai respon dari kalangan masyarakat karena merasa keberatan.

Ade Uu Sukaesih mengatakan sebelum rencana pembangunan itu bergulir, pihak pengembang sudah berkoordinasi dengan pemerintah kota.

“Sebelumnya sudah koordinasi (dengan pengembang), cuma kesalahan ibu tidak sosialisasi karena waktu itu berangkat umroh. Setelah pulang lupa karena ada kegiatan hari jadi Kota Banjar,” kata Ade Uu Sukaesih, saat rapat koordinasi di Setda Kota Banjar, Selasa (28/3/2023).

Menurutnya, karena tidak ada sosialisasi sehingga mendapat kritikan dari masyarakat yang merasa keberatan dan berbagai respon lainnya.

Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Banjar Tanggapi Keberadaan Patung Firaun BWP

“Ibu mohon maaf kepada semuanya, tapi kita ambil hikmahnya. Salah ibu, padahal gampang tinggal perintahkan untuk sosialisasi, seperti yang jembatan itu kan. Nah kan itu namanya juga manusia,” terangnya.

Pembangunan Wahana Edukasi The Mummy Dilanjutkan

Pembangunan wahana edukasi tersebut akan dilanjutkan karena berbagai pertimbangan. Hal itu berdasarkan rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Ruang Gunung Sangkur Setda Kota Banjar.

“Tetap berlanjut, karena udah jelas tadi kesepakatan dari semua. Nanti yang belum hadir akan ada penjelasan oleh internalnya masing-masing,” paparnya.

Ia menjelaskan, selain hasil kesepakatan pembangunan tersebut berlanjut karena berdasarkan berbagai pertimbangan.

“Karena ada pertimbangan. Pertama menyelamatkan aset, edukasi untuk masyarakat, pengembangan wisata, dan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Ciptakan Situasi Kondusif Saat Ramadhan, Polsek Cipaku Ciamis Lakukan Ini

Polsek-Cipaku.jpg

harapanrakyat.com,- Upaya ciptakan situasi kondusif selama bulan suci Ramadhan 1444 H di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Polsek Cipaku memasang himbauan kamtibmas di tempat-tempat strategis.

Kapolsek Cipaku Ipda. Adharudin, melalui anggotanya Bripka. Nurhasim mengatakan, pihaknya melakukan pemasangan himbauan kamtibmas agar seluruh masyarakat dapat menjauhi dan terhindar dari penyakit masyarakat.

“Himbauan tersebut meliputi larangan perjudian, perzinahan, serta kemaksiatan lainnya. Kemudian larangan mengedarkan narkoba, miras, dan obat-obatan terlarang lainnya,” kata Nurhasim, Selasa (28/03/2023).

Baca Juga: Seorang Guru Honorer asal Cipaku Ciamis Alih Profesi Jadi Tukang Angkut Kayu

Selain itu, dalam himbauan tersebut pihaknya juga melarang menjual maupun membakar petasan atau mercon dan sejenisnya.

Termasuk larangan balapan liar kendaraan bermotor, serta larangan aktivitas di tempat karaoke selama bulan puasa.

“Himbauan tersebut ditandatangani langsung oleh Kapolres Ciamis. Tujuannya  untuk menciptakan situasi kondusif saat Ramadhan,” jelas Nurhasim. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Geger Bagi-bagi Angpao PDIP di Masjid, Money Politik?

Ampao-PDIP.jpg

Sebuah video memperlihatkan seorang pria tengah bagi-bagi angpao PDIP di masjid daerah Sumenep, Jawa Timur. Tayangan video tersebut viral di media sosial.

Hal itu menyebabkan partai berlambang banteng kena getahnya hingga menjadi bulan-bulanan netizen. 

Pasalnya, masa kampanye Pemilu 2024 belum dibuka. Bahkan, politik uang sangat dilarang keras oleh penyelenggara Pemilu.

Apalagi aktivitas politiknya dilakukan di masjid sebagai rumah ibadah yang tidak boleh digunakan untuk kampanye. Lantas, benarkah aktivitas itu melanggar?

Geger Bagi-bagi Angpao PDIP di Masjid

Baca Juga: Seorang Pemuda Menggendong Ibunya saat Tawaf Viral, Mirip Kisah Uwais Al Qarni

Berdasarkan penelusuran harapanrakyat.com, Selasa (28/03/2023), video tersebut diunggah oleh akun Twitter Partai Socmed pada Minggu (26/03/2023) lalu.

Tampak dalam sebuah tayangan video, seorang pria berpeci memakai sarung kotak-kotak tengah membagikan angpao kepada jamaah masjid.

Angpao itu berwarna merah berlogo PDI Perjuangan dan terdapat dua foto petinggi PDIP. Yaitu Said Abdullah sebagai PLT Ketua DPP, dan Ahmad Fauzi sebagai Ketua DPC PDIP Sumenep.

Diduga peristiwa itu terjadi saat jamaah masjid hendak melaksanakan ibadah shalat Tarawih.

Dalam postingan selanjutnya, akun Twitter Partai Socmed mengunggah foto angpau tersebut yang isinya uang Rp 300 ribu.

Baca Juga: Waspada Penyebaran Hoaks Surat Suara Pemilu, Kenali Ciri-cirinya!

Klarifikasi Petinggi PDIP

Mengingat pembagian angpao itu ramai di media sosial, petinggi PDIP Said Abdullah angkat suara.

Dalam klarifikasinya, Said mengklaim aktivitas itu adalah pembagian zakat mal dengan niat ikhlas bukan politik uang.

Ia bahkan sudah rutin membagikan uang kepada masyarakat setiap tahunnya sejak 2006. Said menegaskan, aktivitas pembagian itu juga merupakan kegiatan masa reses 2023.

Dalam kegiatan itu Said beserta para pengurus PDIP se-Madura membagikan bantuan sembako kepada fakir miskin dan yatim senilai Rp 175 ribu.

Selain itu, kata Said, masjid tempat pembagian sembako juga merupakan masjid yang didirikan olehnya. 

Baca Juga: Ketua DPD PDIP Jabar Ajak Anak Istri Sahur di Tempat Pengungsian Korban Gempa Cianjur

Pemilik Akun akan Dilaporkan

Meski demikian, Said Abdullah tidak terima atas keramaian yang terjadi akibat ulah unggahan pemilik akun Partai Socmed. Sehingga reputasinya dan juga partainya menjadi buruk di hadapan netizen.

Said berencana akan melaporkan akun tersebut kepada pihak yang berwajib. Menurutnya, akun tersebut merupakan akun anonim yang tidak jelas identitasnya.

Pemilik akun telah menyebarkan narasi negatif dan harus bertanggung jawab atas keramaian itu. 

Dalam penelusuran di berbagai sumber, sejauh ini pihak Bawaslu RI masih mendalami peristiwa bagi-bagi angpao PDIP di masjid tersebut. (Aji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat, Pemkab Subang Gelar Safari Ramadan di Kecamatan Pagaden

Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat, Pemkab Subang Gelar Safari Ramadan di Kecamatan Pagaden

Bupati Subang H. Ruhimat didampingi oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur menghadiri Safari Ramadan yang bertemakan "Menjalankan Ukhuwah di Bulan Barakoh, Subang Tetap Jawara". Bertempat di Masjid Agung Raudhatul Jannah, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden. Selasa (28/3).

Adapun kegiatan Safari Ramadhan ini diawali dengan tausiyah yang bertemakan keutamaan puasa oleh KH. Rukman Wiriadhinata M.Ag.

Dalam laporannya, Ketua DKM Masjid Raudhatul Jannah H.M Zaenuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadikan ajang untuk beribadah dalam menjalankan ukhuwah di bulan suci Ramadan.

"Mudah mudahan mendapatkan berkah dan maslamat kepada semua hadirin yang hadir diacara ini," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa acara Safari Ramadhan ini sepenuhnya didukung oleh Bupati Subang termasuk santunan anak yaitum piatu dan dhuafa.
 
"Saya mewakili panitia mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati yang telah menyediakan segala kebutuhan acara ini. Semoga berkah untuk kita semua," tutupnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim-piatu, dan dhuafa. Dan dilanjutkan dengan penyerahan dana hibah kepada DKM As-Syarifah Gunungsari, DKM Al Jihad Lengkong, Ponpes Miftahul Hikmah, Ponpes At-Tarbiyah, DKM Al-Amanah Sukamulya, MT Al-Amin Gembor, Yayasan Cempaka Nur At-Tin, Forum Komunikasi Remaja Cerelek, MT At-Taubah Jabong, MT Al-Muttaqin Handiwung, MDTA Al-Kautsar Kamarung, dan Yayasan Nurul Mustofa Gembor.

Kemudian Bupati Subang beserta jajaran melakukan penyerahan penghargaan kepada 9 Kepala Desa yang telah berhasil menjalankan target 100% lunas PBB dengan diberikan hadiah berupa mobil operasional diantaranya Desa Sumbersari Pagaden, Sukamulya Pagaden, Munjul Pagaden Barat, Margasari Dawuan, Situsari Dawuan, Pasirmuncang Cikaum, Cikaum Timur Cikaum, Belendung Cibogo, Wanasari Cipunagara.

Sementara itu, Bupati Subang H. Ruhimat dalam sambutan pembukanya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Subang dan berharap ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah SWT.

"Saya atas nama pemerintahan daerah selamat menjalankan ibada puasa, Mudah mudahan niat puasa kita bisa diterima oleh Allah SWT," ujarnya

Ditengah sambutannya, ia memberikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam masa kepemimpinannya masih banyak kekurangan dalam hal pembangunan di Kabupaten Subang karena selama dua tahun terakhir anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Subang banyak dialokasikan untuk penanganan pandemi demi kepentingan masyarakat. Selain itu ia menegaskan di akhir masa jabatannya dengan Wakil Bupati akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengejar target pembangunan. 

Sebagai penutup ia berharap mengenai bantuan yang diberikan kepada yang mendapatkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan bijak.

"Semoga bantuan yang tadi diberikan bisa memberikan manfaat." Tutup H. Ruhimat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Subang, Kepala Kajari Subang, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Subang, Ketua Baznas Kabupaten Subang, Ketua MUI Kabupaten Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt. Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Para Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN dan BUMD Subang, Muspika Kecamatan Pagaden, jamaah pengajian se-Kecamatan Pagaden, serta tamu undangan lainnya.

Pengerjaan Perbaikan Jalan Provinsi di Garut Molor, Begini Kata Bupati

Bupati-Garut-1.jpg

harapanrakyat.com,- Pengerjaan perbaikan jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak akan selesai pada musim mudik Lebaran tahun 2023. Hal itu dikatakan Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Alasan tak akan selesai maksimal pada musim mudik Lebaran, karena proses lelang pekerjaan baru dilaksanakan pada bulan April ini. Sedangkan pengerjaannya memerlukan waktu 4 sampai 5 bulan.

Selain status jalan kabupaten, lanjut Rudy Gunawan, jalur milik Provinsi Jawa Barat pun mengalami hal serupa.

Apalagi jalur provinsi dari sepanjang Nagreg, Leles, Kadungora hingga Cilawu sering digunakan oleh pengendara saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Kami sudah bicara bersama gubernur, yang jalan Kadungora sampai Leles sudah ada kontraknya. Namun daerah lain yang menuju ke Garut, saya kira tidak akan beres bulan Ramadhan ini. Jadi akan beresnya bulan Mei, itu pengerjaannya sampai 5 bulan,” terang Rudy Gunawan, Selasa (28/03/2023).

Baca Juga: HUT Garut ke-210 Bupati Ajak Offroad, Warga: Tiap Hari Offroad di Jalan Raya Pak

Pihak Pemda Garut baru akan melakukan penataan, agar proses arus mudik dan balik Lebaran tidak terganggu oleh perbaikan jalan yang belum selesai.

“Kita akan melakukan penataan terlebih dahulu, mungkin tidak akan mengganggu. Gubernur juga bertanggung jawab, ini kan persoalan kontrak,” imbuhnya.

Alasan Molornya Pengerjaan Perbaikan Jalan Provinsi di Garut

Alasan molornya perbaikan jalan yang akan digunakan untuk jalur mudik karena Hari Raya Idul Fitri berada di awal tahun. Sehingga pengerjaan kontrak perbaikan jalan didahului oleh Idul Fitri.

“Lebaran kan lebih cepat, ya di awal tahun. Biasanya Maret mulai proyek, tapi April sekarang sudah Lebaran. Jadi jalan yang akan dilalui jalur mudik tidak akan maksimal. Terkait prioritas perbaikan juga akan sulit, mengingat kontrak kerjanya,” ujar Rudy Gunawan.

Ia pun menyebutkan, tak maksimalnya pengerjaan perbaikan jalan provinsi yang rusak di wilayah Garut akan berimbas pada limbah kemacetan.

“Kita mungkin ada beberapa jalan alternatif, ya akan terjadi kemacetan. Tapi upaya untuk satu arah sudah ada. Yaitu yang di jalan yang baru wilayah Kadungora,” pungkas Bupati Garut, Rudy Gunawan. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Recent Posts