Beranda blog Halaman 868

AMSI Gelar Pelatihan Manajemen Media, Diikuti 64 Media

IMG-20230508-WA0066_kdNHDZfC7t_QdPjp0Ah5m.jpeg

harapanrakyat.com,- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar pelatihan manajemen media, bisnis dan keberlanjutan media digital. Kegiatan tersebut diikuti oleh 64 media anggota AMSI dari 25 wilayah. Dilaksanakan secara daring dari tanggal 8-17 Mei 2023. Program ini terselenggara atas dukungan Internews dan USAID Media.

Pelatihan ini akan membahas berbagai topik, seperti business management, business enviromental, content development dan brand development. Ada juga distributor development, revenue development, audience development dan technology development.

Program pelatihan manajemen media ini merupakan yang ketiga kali. Tujuannya meningkatkan kemampuan media lokal untuk mengembangkan media digital. Sehingga media lokal dapat tumbuh sebagai media independen. Memiliki Tata kelola yang baik serta mampu memenuhi kebutuhan informasi publik dengan konten yang berkualitas.

Adi Prasetya, Direktur Eksekutif AMSI menuturkan pelatihan manajemen media merupakan program penting dalam pengembangan serta penyehatan ekosistem media AMSI. Berbeda dari tahun sebelumnya, pelatihan kali ini tidak membatasi jumlah peserta yang mendaftar.

“Harapannya dengan kegiatan ini betul-betul bisa memberikan kemampuan teknis, kemampuan pengelolaan manajemen, kontent/editorial dan pengelolaan bisnis, klaster IT dan distribusi konten,” ungkapnya, saat pembukaan pelatihan, Senin (8/5/2023).

Pelatihan ini sebagai ikhtiar AMSI untuk mewujudkan misi supaya media anggota sehat baik dalam bisnis maupun kualitas konten.

Firmansyah Syamsi, Program Manager Internews Indonesia, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Baca Juga: AMSI Bangun Indikator Kepercayaan Media, Dunia Usaha Butuh Pers Terpercaya

“USAID media dan Internews sangar mendukung program AMSI ini. Pelatihan manajemen media ini harapannya dapat meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya standarisasi produksi konten serta model bisnis media. Terutama media level provinsi, kabupaten atau kota. Sehingga dapat menerapkan pola manajemen serta saling berbagi pengamanan sesama pengelola media,” ujar Firmansyah.

Wenseslaus Mangut, Ketua Umum AMSI, mengawali pelatihan pertama dengan materi Business Enviromental Development. Dalam kesempatan itu, Wens mendorong supaya pengelola media selalu adaptif dengan ekosistem bisnis media yang kerap berubah mengikuti perkembangan teknologi.

“Jurnalisme masih tetap is the king, namun harus mendengarkan lebih banyak pihak. Ada banyak pihak yang turut menentukan dapat sampai ke publik. Kita juga masih harus berbagai meski telah sampai ke tangan pembaca. Itu adalah ekosistem bisnis media Siber yang saat ini kita alami,” ucap Wens.

Pelatihan Manajemen Media, AMSI Siapkan Sejumlah Trainer

Dalam pelatihan ini, AMSI telah menyiapkan sejumlah trainer yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Antara lain, Amrie Hakim (Chief of Media Hukumonline), Suwarjono (Pemimpin Redaksi Suara.com), Dwi Eko Lokononto (Pemimpin Umum Beritajatim.com), Heru Tjatur (Buddyku-MNC), Wahyu Dhyatmika, (CEO Tempo Digital), Maryadi (Direktur Katadata Media Network), dan Citra Dyah Prastuti (Pemimpin Redaksi KBR.id).

AMSI pun akan memilih 10 tim media yang akan mendapat pendampingan penguatan medis senilai Rp 15 juta. Pendampingan tersebut akan berlangsung selama 3 bulan.

AMSI juga akan berikan pendampingan terhadap 5 media yang telah lolos program pelatihan kelas Advance 2022 lalu. Pendampingan tersebut melibatkan Tim Newsgain yang punya pengamalan bisnis dan manajemen media online dari berbagai negara. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Home Care Klinik Terdekat di Kabupaten Subang

Home Care Klinik Terdekat di Kabupaten Subang

Home Care Klinik Terdekat di Kabupaten Subang. Suarasubang.com. Home care klinik atau klinik perawatan di rumah adalah layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis profesional di rumah pasien. Layanan home care klinik dapat meliputi perawatan luka, terapi fisik, pemberian obat, dan pengawasan kesehatan secara umum. Tujuannya adalah untuk memberikan perawatan yang lebih nyaman dan efektif bagi pasien yang tidak dapat atau tidak ingin dirawat di rumah sakit atau dengan kata lain rawat inap.

Manfaat dari home care klinik sangat beragam. Pertama-tama, layanan ini memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga karena mereka dapat menerima perawatan di rumah sendiri. Ini dapat mengurangi stres dan ketidaknyamanan yang biasanya terjadi saat harus pergi ke rumah sakit. Selain itu, home care klinik juga dapat mengurangi risiko infeksi yang terjadi di rumah sakit, karena pasien tidak terpapar dengan pasien lain yang sakit.

Selain manfaat bagi pasien, home care klinik juga penting untuk sistem kesehatan secara keseluruhan. Dengan memberikan perawatan di rumah, rumah sakit dapat mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan efisiensi dan home care klinik juga dapat membantu mempercepat pemulihan pasien.

Di Subang, home care klinik sangat penting karena dapat membantu mengatasi masalah kesehatan dengan perawatan yang nyaman di daerah tersebut menurut dr.Dede Firdhous selaku dokter penanggung jawab dan dokter pelaksana Klinik Global Medical Center Subang. Klinik Global Medical Center Subang adalah salah satu klinik yang melayani home care klinik di Subang yang menyediakan tenaga medis profesional dengan memberikan perawatan berkualitas di rumah pasien. Selain itu, klinik ini juga menyediakan peralatan medis dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan yang efektif.

Klinik Global Medical Center (GMC) Bernaung dibawah PT. Global Medical International, dalam memberikan pelayanan Klinik Pratama Rawat Inap Global Medical Center (GMC) beroperasi setiap hari selama 24 jam dengan tim Dokter yang selalu siap untuk melayani pasien, dan dibantu oleh perawat, apoteker, petugas laboratorium, dan tenaga administrasi sehingga pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal

Adapun alamat lengkap Klinik Global Medical Center Jl. Pejuang 45 Rt. 48 Rw. 13 Kel. Karanganyar Kec. Subang Kab. Subang.

Kronologi Guru ASN di Pangandaran Laporkan Dugaan Pungli Hingga Mengundurkan Diri

Guru-ASN-Pangandaran-Laporkan-Dugaan-Pungli.jpg

harapanrakyat.com,- Husein Ali Rafsanjani, guru muda yang jadi ASN di Kabupaten Pangandaran mengunggah video terkait kronologi dirinya laporkan dugaan pungli hingga mendapatkan intimidasi sampai akhirnya mengundurkan diri.

Melalui 3 video yang diunggah di Instagram husein_ar, Husein menjelaskan awal mula ia melaporkan dugaan pungli saat Latsar CPNS tahun 2020.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Husein saya minta maaf kalau emang jadi perhatian banyak orang. Cuman saya ingin menjelaskan detailnya kenapa saya berani speak up, kenapa saya berani mengundurkan diri,” ujar Husein dalam video yang diunggah di akun husein_ar, Senin (8/5/2023).

“Awalnya tuh waktu Latsar tahun 2022 setelah kita menerima surat tugas dengan detail anggaran yang sudah dibiayakan oleh negara tiba-tiba h min seminggu kita disuruh bayar uang transport,” katanya.

Baca Juga: Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Dugaan Pungli dan Intimidasi

Husein menuturkan, hal yang bikin jengkel dari pungutan tersebut adalah mereka yang tidak ikut rombongan juga harus bayar.

“Kalau saya kan naik motor dari Pangandaran ke Bandung, ada juga kan orang yang gak bisa ikut karena lagi hamil atau lagi sakit itu juga harus bayar. Makanya bagi saya jengkel aja gitu,” tapi ya udahlah saya bayar pada waktu itu,” ungkapnya.

Dugaan Pungli Latsar Guru ASN di Pangandaran

Namun ternyata pungutan tidak hanya sampai di sana. Saat Latsar, peserta Latsar termasuk Husein juga diminta untuk kembali membayar Rp 350 ribu.

“Terus waktu lagi Latsar tiba-tiba ditagih lagi uang sebesar Rp 350 ribu, ya walaupun under sejuta lah. Bagi beberapa orang mungkin tidak seberapa, tapi bagi kita nih agak berpengaruh gitu. Apalagi waktu itu tuh kita gaji selama 3 bulan belum dibayar, benar-benar belum dibayar lagi. Dirapel katanya, cuma itu kan jadi berat banget,” lanjut Husein.

Saat itu, Husein mengaku sama sekali tidak memiliki uang. Ia pun menunjukkan saldo yang ada di rekeningnya kepada petugas yang menagih.

“Sampai yang nagih itu saya bilang, saya nggak ada uang banget. Saya kasih screenshoot isi rekening saya. Nggak ada di 500 ribu aja itu gak ada di rekening. Jadi saya lapor aja di lapor.go.id,” jelasnya.

Saat melaporkan dugaan pungli tersebut, Husein mencantumkan screenshot penagihan dan bukti transfer. Ia pun melapor dengan kata-kata yang sudah ia pikirkan baik-baik bersama teman-temanya.

“Nggak lama dari laporan itu saya kirim dicari tiba-tiba dicari siapa yang lapor,” katanya. 

Baca Juga: Keterangan Tidak Sehat Rohani Guru Muda ASN Pangandaran, Ini Penjelasan RSUD Ciamis

Guru ASN di Pangandaran Laporkan Dugaan Pungli, Mengaku Diintimidasi

Pada video selanjutnya, guru muda ASN Pangandaran itu menceritakan intimidasi yang didapatnya pasca melaporkan dugaan pungli saat Latsar tersebut.

“Karena banyak yang dituding, kasihan saya nggak mau ngerugiin orang, saya ngaku aja bahwa saya itu yang ngelapor,” katanya.

Saat itu, Husein diminta menghadap ke Kantor BKPSDM Pangandaran di Jalan Parigi. “Itu tuh suasananya kayak gimana ya, HP disuruh ditaruh di depan, terus suasananya gak enak lah. Terus saya dikepung 12 orang. Saya di tengah, dilingkarin gitu. Terus ditanya-tanya gitu kan, kenapa melapor?” jelas Husein.

Husein pun mengatakan, jika dirinya keberatan dengan uang yang harus ia bayarkan entah untuk apa, urgensinya apa.

“Terus mereka beralibi bahwa sebenarnya uangnya ada. Cuma uangnya direcofusing untuk Covid,” katanya.

Husein pun meminta surat perpindahan dana yang tadinya untuk Latsar kemudian direcofusing untuk Covid.

“Surat perpindahan dananya mana, Bu? Biar saya laporin untuk nurunin laporan sebelumnya masuk akal. Mereka bilang beralasan lagi, sebenarnya uangnya gak ada. Jadi karena kamu Latsarnya waktu awal online tiba-tiba offline jadi dananya belum disiapkan dari awal. Jadi berbeda sama argumen sebelumnya,” katanya.

Belum Dikontak Pihak Pemkab Pangandaran

Husein pun enggan menyebutkan nama karena belum ada kontak sama sekali dari pihak Pemkab Pangandaran.

“Setelah itu disidang, sidanglah ada 6 jam kali saya di kantor disidang, disuruh nurunin, diancam dipecat juga. Lucu sih kamu katanya kalau laporan itu tidak diturunkan kamu bisa dipecat karena dianggap mencemarkan nama baik instansi,” jelasnya.

Husein saat itu meminta dirinya untuk dipecat langsung saat itu juga. “Mereka bingung, lalu menghubungi CPNS yang satu sekolah, harusnya diawasin,” katanya.

Husein menuturkan, setelah kejadian itu sekolahnya pun didatangi dan dicari masalahnya apa. 

“Padahal baik-baik aja sekolah saya. Jadi saya merasa dirugiin gitu, maksudnya dirugiin diancamnya ke orang lain,” katanya.

Menurut Husein, ia kembali dipanggil untuk menurunkan laporan yang sudah diunggahnya. “Ya udahlah saya capek karena banyak yang dirugiin. Saya nurunin laporan,” ungkap Husein.

Penjelasan BKPSDM Pangandaran

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala BKPSDM Pangandaran Dani Hamdani membenarkan pengajuan pengunduran diri Husein Ali Rafsanjani.

“Status pengunduran diri Husein saat ini dalam proses, cuma bukan ada pungli itu yang berkembang di medsos itu pungli. Kalau pengajuan dirinya alasannya ingin berhenti dari PNS itu saja,” kata Dani Hamdani saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Senin (8/5/2023).

Lebih lanjut Dani Hamdani menambahkan, pihaknya belum memproses lebih lanjut karena pengunduran diri PNS tidaklah mudah.

“Salah karena ada pungli apa hubungannya pengunduran diri karena pungli? Itu bukan ke kita harusnya menanyakan, awalnya itu dari kesepakatan bersama karena di dalam anggaran APBD DPA tidak dianggarkan transport,” ungkap Dani.

Awalnya pembelajaran Latsar lewat during, namun berubah kelas Latsar harus langsung.

“Karena rencana dulu itu pembelajaran lewat during awalnya, terus kedua dianggarkan tetapi ada refocusing, ada Covid. Berunding secara internal itu dialihkan yang untuk transpor dengan pertimbangan di rencana kegiatan dengan during. Tiba-tiba dalam perjalanan ternyata harus kelas langsung,” ujar Dani.

Karena harus ada biaya transport, lanjut Dani, disepakati melalui zoom urunan.

“Mereka yang mengatur biaya sendiri, jumlah uang berapa mereka yang mencari kendaraan juga mereka,” katanya.

Dani mengaku BKPSDM Pangandaran tidak dilibatkan dalam urusan biaya transport tersebut dan hanya mengikuti saja.

“Badan tidak tahu menahu keuangan itu. Kemudian dia lapor SPAN Lapor

Ada 2 materi yang dilaporkan yakni adanya pungli dan gaji dirinya 2 bulan tidak dibayar yang bersangkutan status sudah tidak menerima gaji per Mei 2023,” katanya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Ini Dia Biang Kerok Banjir di Banjarsari Ciamis

Ini-Dia-Biang-Kerok-Banjir-di-Banjarsari-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Tiang penyangga jembatan Cimantri di Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, disebut sebagai biang kerok terjadinya banjir, yang merendam belasan rumah di wilayah tersebut.

Berdasarkan sumber informasi di lapangan, tiang penyangga jembatan Cimantri kerap menjadi sumber meluapnya air ke pemukiman. Hal tersebut lantaran selalu terjadi penyumbatan sampah.

Baca Juga: Sungai Cikaso Meluap, Belasan Rumah Terendam Banjir di Banjarsari Ciamis

Bahkan, kejadian itu terjadi bukan hanya kali ini saja. Sebelumnya, banjir selalu terjadi ketika curah hujan turun dengan deras.

Kemudian anak sungai Cikaso meluap, yang mana salurannya mampet akibat tumpukan sampah yang menyumbat di tiang penyangga jembatan Cimantri.

Kepala Desa Sindanghayu, Yogi Yanuari, membenarkan biang kerok banjir selama ini karena penyumbatan yang selalu terjadi di bawah jembatan Cimantri.

“Memang tiang penyangga jembatan ini sangat besar dengan bentuk persegi. Sehingga saat air datang, sampah yang terbawa arus dari hulu langsung menumpuk dan terjadi penyumbatan,” jelasnya Senin (8/5/2023).

Yogi mengaku bahwa pihaknya sudah menyampaikan terkait kendala tiang jembatan Cimantri yang selalu menjadi biang kerok banjir akibat penumpukan sampah ke DPUPRP Ciamis.

Baca Juga: Damkar Banjarsari Ciamis Bersihkan Banjir Air dan Lumpur yang Merendam Sekolah

Sebab, menurutnya untuk melakukan renovasi atau perbaikan tersebut kewenangannya ada di DPUPRP Ciamis.

“Maka kami hanya bisa sebatas menyampaikan saja. Sementara untuk mekanismenya semua kami serahkan. Namun mudah-mudahan saja cepat mendapatkan solusinya,” terangnya.

Pantauan harapanrakyat.com, untuk melancarkan saluran air yang merambah ke pemukiman, puluhan warga gotong royong mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat bagian bawah jembatan Cimantri. (Suherman/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Traffic Light di Simpang Tonjong Ciamis Mati, Seorang Badut Atur Lalu Lintas

Traffic-Light-di-Simpang-Tonjong-Ciamis-Mati-Seorang-Badut-Atur-Lalu-Lintas.jpg

harapanrakyat.com,- Ada pemandangan menarik yang terlihat di Simpang Lokasana Ciamis, Jawa Barat, Senin (8/5/2023). Pemandangan menarik tersebut adalah seorang badut mengatur arus lalu lintas.

Badut bernama Muhtadin berinisiatif mengatur lalu lintas, karena traffic light atau lampu lalu lintas di Simpang Lokasana Ciamis mati.

Muhtadin yang sehari-harinya berprofesi sebagai badut itu, dengan ikhlas mengatur lalu lintas di Simpang Tonjong Ciamis. hal tersebut Ia lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Lampu merahnya mati tadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saya inisiatif sendiri untuk mengatur lalu lintas, karena takut terjadi kecelakaan kalau tidak ada yang mengatur,” katanya kepada harapanrakyat.com, Senin (8/5/2023).

Muhtadin mengaku, bahwa ia tidak berniat menarik untung akibat matinya traffic light tersebut. Jadi aksi tersebut merupakan keikhlasan darinya.

“Kalau ada yang beri dari pengguna jalan ya saya terima. Tapi tujuan saya mengatur lalu lintas itu untuk membantu supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Baca Juga: Simpang Cirahong Jadi Urutan Pertama Pelanggaran Terbanyak di Ciamis

Sementara itu, Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menambahkan, pihaknya akan menerjunkan anggotanya untuk melihat kondisi lalu lintas di lokasi tersebut.

“Nanti saya akan perintahkan anggota untuk melihat kondisi lalu lintas di Simpang Lokasana Ciamis,” singkatnya.

Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Dadang Mulyatna menjelaskan, matinya traffic light di Simpang Lokasana Ciamis itu, karena aliran listrik di sekitar Lokasana padam sementara.

“Selain traffic light yang mati, kamera ATCS di lokasi tersebut juga tidak berfungsi. Karena aliran listriknya tidak ada atau padam,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan pantauan aliran listrik padam pada pukul 13.24 WIB. Kemudian terkait matinya aliran listrik tersebut, pihaknya tidak mengetahuinya. Namun saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh PLN Ciamis. 

“Untuk pembetulan traffic light kita upayakan secepatnya lakukan perbaikan. Kita juga akan koordinasi dengan PLN,” tuturnya.

Dadang menghimbau kepada pengguna jalan yang melewati Simpang Lokasana Ciamis agar dapat berhati-hati. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Imbas Sungai Citanduy Meluap, Puluhan Rumah di Sidarahayu Ciamis Mulai Terendam Banjir

Imbas-Sungai-Citanduy-Meluap-Puluhan-Rumah-di-Sidarahayu-Ciamis-Mulai-Terendam-Banjir.jpg

harapanrakyat.com,- Imbas sungai Citanduy meluap, mengakibatkan puluhan rumah warga Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ini mulai terendam banjir. Luapan sungai Citanduy tersebut terjadi Senin (8/5/2023).

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Nurholis kepada harapanrakyat.com mengatakan, saat ini air luapan dari sungai Citanduy sudah mulai masuk ke pemukiman warga.

Baca Juga: Sungai Cikaso Meluap, Belasan Rumah Terendam Banjir di Banjarsari Ciamis

“Saat ini air masuk melalui apur dan terus naik ke pemukiman warga. Diperkirakan hingga sore nanti air akan terus masuk. Bahkan untuk saat ini, air sudah sebagian rumah warga sudah mulai terendam banjir,” katanya Senin (8/5/2023).

Pihaknya saat ini tengah melakukan pemantauan ke sejumlah titik rawan banjir yang ada di Desa Sidarahayu.

“Dari pendataan sementara, saat ini sudah ada 77 rumah di tiga dusun yang sudah mulai terendam banjir,” terangnya. 

Baca Juga: Delapan Rumah dan Satu Madrasah di Cicapar Ciamis Terendam Banjir

Nurholis mengimbau, agar masyarakat Desa Sidarahayu untuk selalu waspada. Hal tersebut mengingat debit air terus masuk dari saluran apur.

Sebab menurutnya, seperti biasanya jika sungai Citanduy besar, maka akan terjadi luapan arus balik dan merendam pemukiman.

“Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dan segera mencari tempat yang lebih aman, ketika air terus masuk dan banjir membesar,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Keterangan Tidak Sehat Rohani Guru Muda ASN Pangandaran, Ini Penjelasan RSUD Ciamis

Guru-Muda-ASN-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Hasil tes psikometri guru muda ASN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang mengundurkan diri diduga karena pungli dan intimidasi menyatakan Husein Ali Rafsanjani Tidak Sehat Rohani.

Dalam cuplikan video yang diunggah di akun Instagram husein_ar terdapat Surat Keterangan yang menyatakan Husein Tidak Sehat Rohani. Surat Keterangan tersebut dikeluarkan RSUD Ciamis tertanggal 21 November 2021.

Kabid Pelayanan RSUD Ciamis, dr Bayu Yudiawan membenarkan Husein mengikuti tes psikometri MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai salah satu persyaratan CPNS Kabupaten Pangandaran.

“Ya Husein pernah mengikuti pemeriksaan test psikometri MMPI  yang dilaksanakan di  RSUD Ciamis untuk CPNS Kabupaten Pangandaran pada tanggal 12 November 2021,” kata dr Bayu kepada harapanrakyat.com, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Dugaan Pungli dan Intimidasi

Bayu menjelaskan, tes MMPI adalah tes psikometri yang digunakan untuk mengukur psikopatologi orang dewasa di dunia. 

“Tujuan dari tes ini adalah memberikan gambaran tentang dimensi-dimensi kepribadian dan psikopatologi yang penting dalam klinik psikiatri secara akurat,” jelasnya.

Lanjut dr Bayu, tes MMPI terdiri dari metoda pertanyaan berisikan skala validitas (berisi question mark scale, Lie Scale, skala F dan skala K) dan skala klinis (terdiri dari 10 skala klinis tertentu).

“Semua pertanyaan itu berjumlah sekitar 567 soal. Nah, tes MMPI yang dilaksanakan di RSUD Ciamis diisikan langsung oleh peserta. Baik secara kolektif maupun perorangan dengan dikoordinasi petugas pengawas,” lanjutnya.

Menurut dr Bayu, hasil isian form langsung dikumpulkan dan dikirim ke bagian psikiatri yang sudah mempunyai kompetensi untuk di assessment.

“Sehingga tes yang dilaksanakan benar benar objektif hasil assessment dari psikiater,” tegasnya.

Penjelasan Hasil Tes Psikometri Tidak Sehat Rohani Guru Muda ASN di Pangandaran

Menurut dr Bayu, seseorang yang dinyatakan tidak sehat rohani disimpulkan berdasarkan hasil asesmen psikiater.

“Hasilnya itu ditampilkan dalam bentuk grafik psikometrik dan mengarah kepada psikopatologi (kelainan psikis). Seperti hipokondriasis, pasien depresi, histeria, paranoid, dan lain sebagainya,” katanya.

Sedangkan, kata dr Bayu, untuk klien yang memberikan gambaran grafik normal dan tidak mengarah ke arah kelainan psikopatologi dikonklusikan dalam hasil Sehat Rohani.

Bayu pun menegaskan tes psikometri Husein di RSUD Ciamis dilaksanakan secara objektif tanpa intervensi. 

“Untuk tes yang dilaksanakan atas klien di atas (Husein) di RSUD Ciamis bisa kami yakinkan dilaksanakan secara objektif tanpa intervensi dari manapun. Dan memang murni kewenangan klinis dari Dokter Penanggung Jawab Terkait yaitu Psikiater,” tegasnya.

Bayu enggan membeberkan hasil tes psikometri guru muda ASN di Pangandaran Husein Ali Rafsanjani yang menyatakan Tidak Sehat Rohani secara detail karena melindungi privasi pasien.

“Itu mah clinical previllage. Kami tidak mempunyai kewenangan untuk memberitahukan hasil pemeriksaan pasien kecuali dari pasiennya itu sendiri atau pro justicia,” tandasnya.

Sebelumnya Husein melaporkan dugaan pungli saat dirinya menjadi CPNS di Kabupaten Pangandaran. Saat itu pada kegiatan Latsar, Husein bersama CPNS lainnya diminta membayar biaya transportasi sebesar Rp 270 ribu. 

Bukan itu saja, mereka juga diminta biaya lainnya saat Latsar sebesar Rp 310.000. Husein melaporkan dugaan pungli tersebut pada 15 Oktober 2021. Sedangkan tes psikometri di RSUD Ciamis dilaksanakan pada 12 November 2021 dan hasilnya keluar pada 16 November 2021. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

11 Jemaah Haji Kota Banjar Gagal Berangkat Tahun Ini, Kenapa?

11-Jemaah-Haji-Kota-Banjar-Gagal-Berangkat-Tahun-Ini.jpg

harapanrakyat.com,- Sebanyak 11 orang jemaah haji asal Kota Banjar, Jawa Barat, dipastikan gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.

Keberangkatan 11 jemaah haji tersebut tertunda, karena belum melunasi biaya haji hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

Diketahui, pemerintah telah menetapkan batas waktu pelunasan biaya haji 1444 H sejak tanggal 11 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2023.

Kepala Kemenag Kota Banjar, Hamzah Rukmana, melalui Kasi Haji dan Umroh, Roidi Farisi mengatakan, berdasarkan data laporan akhir pelunasan tanggal 5 Mei, jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan sebanyak 167 orang.

Sisanya, 11 orang jemaah haji asal Kota Banjar tidak melakukan pelunasan biaya haji. Adapun kuota haji (reguler) pada tahun ini untuk kota Banjar, yaitu sebanyak 178 orang. 

Baca Juga: Ongkos Haji Ditetapkan Rp 49,8 Juta, Kemenag Banjar: Tak Ada Jamaah Lakukan Pembatalan

Sedangkan untuk kuota cadangan sebanyak 17 orang. Dari kuota cadangan tersebut, 12 orang sudah melunasi pembayaran, dan 5 orang tidak melunasi pembayaran.

“Sampai batas akhir pembayaran, 11 jemaah haji tidak melakukan pelunasan. Secara otomatis pelaksanaan ibadah haji mereka tertunda,” kata Roidi Farisi kepada harapanrakyat.com, Senin (8/5/23).

Kapan Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Kota Banjar?

Lanjutnya menjelaskan, alasan jemaah haji yang tidak melakukan pelunasan biaya sampai batas waktu yang telah ditetapkan tersebut, menurutnya cukup beragam. Ada yang karena faktor ekonomi (uang terpakai), ada juga yang karena meninggal dunia.

Untuk memenuhi kuota murni (reguler) tersebut, kata Roidi Farisi, akan diambilkan dari kuota haji cadangan.

“Untuk memenuhi kuota murni nanti kita ambil dari kuota haji cadangan yang sudah melunasi pembayaran,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenag Imbau Warga Pangandaran Selektif Pilih Travel Umrah

Sedangkan untuk tahap persiapan pelaksanaan ibadah haji, rencananya dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan bimbingan haji kepada para jemaah. Sekaligus juga praktek manasik.

Sementara terkait jadwal keberangkatan untuk jemaah haji Kota Banjar, nantinya masuk gelombang pertama kloter 37. Sesuai jadwal berangkat dari Banjar pada tanggal 6 Juni mendatang.

“Sekarang masih tahap persiapan. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan bimbingan haji kepada para jemaah,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Industri Fintech Lending Dorong Akses Pendanaan dan Literasi Keuangan

Afpi.jpg

review1st.com – AFPI dan Taralite, bagian dari OVO Group dan Grab Indonesia, dorong literasi keuangan dan akses pendanaan produktif. Fintech lending tumbuh positif di Indonesia menurut OJK, Rp564T disalurkan oleh 1M pemberi pinjaman untuk 106M penerima pinjaman. Industri ini meraih profit Rp98,25M pada Feb 2023 menurut data OJK pada 3 April 2023.

Menurut Tris Yulianta, Direktur Pengawasan Financial Technology OJK, layanan fintech lending di Indonesia masih memiliki potensi besar. LPBBTI telah menjadi mesin penggerak penyaluran dana pinjaman di Indonesia selama beberapa tahun terakhir dengan 102 penyelenggara fintech P2P lending yang terus bertumbuh. OJK terus mendorong P2P lending untuk meningkatkan porsi penyaluran pendanaan kepada sektor produktif.

Meskipun fintech lending cenderung positif, literasi dan inklusi keuangan di Indonesia rendah. Tantangan di lapangan adalah literasi finansial dan akses pendanaan yang belum merata. Hasil SNLIK OJK akhir 2022: indeks literasi baru 49,68%.

Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko, mengajak para pelaku fintech lending untuk memanfaatkan pertumbuhan yang menjanjikan tahun ini dan mendorong akses serta edukasi layanan pendanaan bagi masyarakat. Tujuannya, meningkatkan inklusi keuangan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan mendorong kegiatan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat, khususnya kelompok unbanked dan underbanked seperti pelaku UMKM dan pekerja lepas.

Taralite, perusahaan fintech lending, berkomitmen untuk memfasilitasi akses pembiayaan modal usaha teknologi untuk kelompok unbanked dan underbanked di Indonesia, selaras dengan AFPI.

Direktur Bisnis Taralite, Vanessa Prasetyo, mendukung pemerintah dalam meningkatkan literasi dan akses pendanaan produktif untuk kelompok unbanked dan underbanked. Melalui OVO Modal Usaha, Taralite telah menyalurkan dana modal usaha ke ratusan ribu peminjam, termasuk UMKM, sambil meningkatkan literasi finansial. Taralite akan berkolaborasi dengan regulator dan pelaku industri lainnya untuk meningkatkan literasi dan akses terhadap pendanaan produktif di Indonesia.

Sinergi ekosistem dan kolaborasi antara regulator, pelaku industri fintech lending, dan masyarakat akan meningkatkan akses pendanaan produktif dan literasi keuangan jangka panjang di Indonesia.

Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Pungli dan Intimidasi

Tangkapan-Layar-Video-Viral-Guru-Muda-ASN-di-Pangandaran-Mengundurkan-Diri-karena-Pungli-dan-Intimidasi.jpg

harapanrakyat.com,- Curhatan Husein Ali Rafsanjani viral di media sosial Instagram dan TikTok. Husein yang merupakan guru sekaligus ASN muda di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tersebut mengundurkan diri pasca membeberkan pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan Pemkab Pangandaran.

Karena berani melaporkan pungli tersebut, Husein mengaku mendapat intimidasi hingga dia pun mengundurkan diri sebagai guru ASN di Kabupaten Pangandaran.

“Kalau bukan karna pernah jadi PNS di KAB. Pangandaran Saya ga akan pernah tau kalau…,” tulis Husein dalam video di akun Instagram husein_ar, Minggu (7/5/2023).

Slide selanjutnya dalam video tersebut menunjukkan tangkapan layar laporan Husein terkait pungli.

“CPNS Bermasalah Di Anggaran Latsar,” diduga tangkapan layar tersebut berasal dari laporan Husein.

Baca Juga: Barbar! Bentrok Antar Pemuda Garut Pecah di Tengah Jalan Raya, Ambulans sampai Tertahan

Isi laporan tersebut memberitahukan kegiatan Latsar yang dikenai biaya transportasi sebesar Rp 270 ribu. Lalu pungutan sebesar Rp 310 ribu.

“Sedang kan gaji 2 bulan selama bekerja selama 10 bulan belum di bayarkan,” ungkap Husein dalam laporan yang dikirimkan pada 15 Oktober 2021 lalu.

Pasca laporan tersebut, bukannya ditindaklanjuti, Husein mengaku mendapat ancaman pemecatan.

“Karna setelah saya melaporkan mereka dengan bukti yang valid, jawaban mereka adalah mengancam pemecatan kepada pelpor, bukan menjawab laporan sang pelapor,” ungkap Husein.

Slide selanjutnya dalam video viral tersebut menunjukkan Surat Keterangan Hasil Tes Psikometri yang dikeluarkan oleh RSUD Ciamis. Dalam surat keterangan tersebut Husein dinyatakan “Tidak Sehat Rohani”.

“Sebagai cpns yang tergolong muda merasa terus diancam sampai-sampai saya dianggap “tidak sehat rohani,” tulisnya lagi.

Potongan Dinas Guru Muda ASN di Pangandaran

Video berlanjut dengan tangkapan layar percakapan di whatsApp. Husein terlihat mengirim chat kepada WibowoWahyu124 B.

Husein mengirimkan bukti mutasi gaji sebesar Rp 2.602.900. Namun di bawah mutasi gaji tersebut, ada potongan sebesar Rp 1.650.000 dengan keterangan potongan dinas.

Ia berusaha menanyakan potongan dinas tersebut. Namun penerima chat enggan menerangkan, dengan alasan bukan ranahnya.

Berbeda dengan perlakuan di Kabupaten Pangandaran, Husein mengaku sering mendapat pujian atas kinerjanya di kota kelahirannya Bandung.

“Padahal di Kota kelahiran saya di bandung, saya cukup banyak mendapat compliment atas kinerja saya,” tulisnya.

“Bahkan saya bisa merangkul semua murid-murid saya dengan cukup baik,” lanjutnya.

“Tapi sekarang mimpi saya sebagai tenaga pendidik sepertinya harus saya urungkan, karna saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai PNS karna saya merasa tidak aman dan tidak nyaman bekerja di KAB. pangandaran.”

Husein pun berharap tradisi pungli di Kabupaten Pangandaran diberantas, dan oknum yang mengintimidasi dirinya ditindak tegas.

“Saya harap ‘tradisi’ mengambil/memaksa pungutan yang seharusnya tidak ada jangan ada lagi, dan oknum yang sempat mengintimidasi saya di tindak secara tegas. Hormat saya guru muda yang pernah menjadi pegawai negeri,” tutupnya.

Video Guru Muda ASN di Pangandaran Juga Diunggah di TikTok

Pantauan harapanrakyat.com, video tersebut juga diunggah di akun TikTok @teachercrush namun dihapus TikTok.

Sementara pada unggahan di Instagram, video dengan caption #tuhanbersamaorangyangbenar tersebut telah diputar 31 ribu kali, disukai 4.141 akun dan mendapat 400 lebih komentar netizen.

Husen juga men-tag akun bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan BKPSDM Pangandaran. “Terimakasih atas pengalamannya,” tulisnya.

Sebagian komentar netizen juga men-tag akun Ridwan Kamil dan bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Akun Instagram Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata juga diserbu netizen yang mempertanyakan tanggapan Jeje atas kasus yang dialami Husein.

“Halo pak? Sehat? kasihan guru muda yang mengundurkan disi sebagai ASN karena banyak pungli..semoga bapak berkenan melirik beliau pak,” tulis akun yoana**

“Pak @wiradinatajeje jangan bungkam atuh….” tulis akun funny_**

“Kab. Pangandaran banyak pungutan liar pak? Ini salah satu guru di wilayah bapak @husein_ar,” tulis amr_*

Harapanrakyat.com sudah berusaha menghubungi Husein melalui DM Instagram, namun belum ada balasan.

Selain itu, belum ada tanggapan dari BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran mengenai viralnya guru ASN muda Pangandaran. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts