Beranda blog Halaman 78

Islam Kaffah, Jawa Barat Berkah: Diskusi Buku yang Hangat dan Penuh Rempah Ilmu

Islam Kaffah Jawa Barat

SUBANG – Apa jadinya kalau gagasan strategis dibumbui liwet kastrol dan cita rasa ukhuwah? Itulah yang terjadi di RM Rempah Warisan, Subang, Ahad siang (20 Juli 2025), saat digelarnya Diskusi Buku “Islam Kaffah untuk Jawa Barat Berkah”—sebuah pertemuan ide dan iman yang menyegarkan pikiran, sekaligus perut.

Diskusi ini digelar hasil kolaborasi antara LPPM STIESA, ICMI Orda Subang, dan Lingkar Kajian Strategis (LINKS) Jawa Barat, dengan menghadirkan langsung para penulis buku sebagai narasumber utama.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari Asep Kurniawan, SE., MM., M.Sc yang sekaligus merangkap MC dan moderator. Tanpa jeda iklan, diskusi langsung masuk ke bab utama: menyelami bagaimana Islam kaffah bisa dihadirkan dalam kehidupan masyarakat, demi Jawa Barat yang lebih berkah.

Satu per satu para pemikir tampil memukau:

  • Dr. Riyan
  • Ust. Salman Iskandar, S.S
  • Dr. Waluyo Sakarsono
  • Dr. Gugyh Susandy
  • Dr. Indra Fajar Alamsyah
  • Dr. Ferly Septi Irwansyah
  • Apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Mereka memaparkan dengan penuh semangat bagaimana nilai-nilai Islam tidak hanya relevan, tapi justru menjadi solusi nyata untuk persoalan bangsa—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.

Diskusi berlangsung hangat, bahkan panas dalam artian positif. Sesi tanya jawab berjalan interaktif, membuktikan bahwa meski dibatasi ruang, ide tetap bisa meluas. Pertanyaan dari peserta mengalir seperti sungai Cimanuk habis hujan—deras, kritis, dan menggugah.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa bersama dan… tentu saja makan liwet khas Kastrol Rempah Warisan! Karena selain menyatukan pikiran, diskusi juga menyatukan rasa di atas daun pisang.

Meski hanya diikuti kalangan terbatas, forum ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat bisa melahirkan arah baru bagi pembangunan Jawa Barat. Dan bukan arah sembarang arah—ini arah yang kaffah, berkah, dan penuh harapan.

Frasa Kunci Utama:
, diskusi buku Islam Kaffah

Deskripsi Meta:
Diskusi Buku “Islam Kaffah untuk Jawa Barat Berkah” digelar di Subang bersama para penulis. Bahas strategi membangun Jawa Barat melalui pendekatan Islam kaffah.

Tag:
Islam kaffah, diskusi buku Subang, pembangunan Jawa Barat, ICMI Subang, sinergi akademisi Islam

Mulai November, Urus KTP di Subang Tak Perlu ke Disdukcapil Lagi!

Pelayanan KTP Subang

SUBANG – Kabar gembira datang dari Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, yang kembali membuat gebrakan baru. Dalam briefing staf di Ruang Rapat Bupati 2 pada Senin (21/7/2025), Kang Rey—sapaan akrab beliau—mengumumkan sebuah langkah yang bikin masyarakat bisa senyum lega: mulai November 2025, pengurusan KTP bisa langsung dilakukan di kecamatan!

Tak perlu lagi naik ojek online, nunggu antrean panjang, atau bawa bekal nasi bungkus ke Disdukcapil. Semua bisa diselesaikan di kecamatan terdekat. Kang Rey bahkan menegaskan, “Nanti pelayanan KTP di Disdukcapil akan saya tutup. Kita evaluasi selama satu bulan. Fasilitas sudah kami siapkan di kecamatan, jangan sampai ada pungli.”

Langkah ini bukan cuma soal kemudahan, tapi juga efisiensi waktu dan transparansi pelayanan. Masyarakat tidak lagi dibuat repot, dan pungutan liar bisa ditekan. Asal jangan sampai kecamatan jadi tempat baru untuk ‘main mata’, ya!

Tak hanya itu, dalam briefing tersebut Kang Rey juga menyentil soal pembagian seragam sekolah gratis yang sempat ditunggu-tunggu banyak orang tua murid. Tapi tenang, katanya, “Pembagian seragam menunggu dari anggaran perubahan, dan tolong siapkan teknisnya,” begitu instruksinya kepada Kepala Disdikbud. Jadi, harap sabar, ini ujian.

Beranjak ke topik anggaran, Kang Rey kembali mengetuk pintu nurani dinas-dinas yang serapan anggarannya masih mager alias malas gerak. “Segera tindak lanjuti dan percepat pelaksanaan,” ujarnya sambil menutup sesi briefing dengan gaya khas pemimpin yang ogah bertele-tele.

Sebagai penutup acara, Kang Rey dan jajaran Pemkab Subang ikut serta dalam peluncuran nasional kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih, gagasan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, yang dilakukan secara virtual.

Turut hadir dalam momen ini para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, dan para Camat se-Kabupaten Subang—semua menyimak dengan seksama, sambil diam-diam mencatat: “Siap-siap, November KTP pindah kecamatan!”

Subang Fest Vol.4: Kolaborasi Seni, Edukasi Antikorupsi, dan Harapan Baru dari Kang Rey

Subang Fest 2025

SUBANG – Sabtu malam (19/07), alun-alun Kabupaten Subang mendadak jadi panggung penuh warna! Amphitheater Tugu Benteng Pancasila kembali memanas, bukan karena cuaca, tapi karena gelaran Subang Fest Vol.4 yang kali ini hadir lebih wah dari biasanya.

Sudah keempat kalinya masyarakat Subang tumpah ruah di alun-alun, seolah tak ingin melewatkan satu detik pun dari pesta budaya dan hiburan yang kini jadi agenda bulanan wajib tonton. Tapi tunggu dulu, edisi kali ini beda! Subang Fest Vol.4 digabungkan dengan Roadshow KPK RI: Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi—kombinasi unik antara seni, tradisi, dan edukasi sosial.

Acara dibuka meriah oleh seniman jalanan lokal dan grup Toleatter Subang yang meniupkan harmoni dari alat musik tradisional toleat. Sontak suasana berubah syahdu. Lalu disusul dengan Tari Subang Ngabret dari Sanggar Sekar Wiwitan SMK Kesenian Subang yang bikin penonton makin terhipnotis oleh keindahan budaya sendiri.

Bupati Subang, Kang Reynaldy Putra Andita, tampil gagah membuka acara. Dalam sambutannya yang hangat, beliau berkata, “Mudah-mudahan acara ini selalu menyuguhkan pentas terbaik. Saya ingin merangkul setiap elemen di masyarakat dan membangkitkan ekonomi kreatif di Kabupaten Subang.”

Kang Rey juga menyampaikan apresiasi kepada KPK RI yang ikut meramaikan Subang Fest kali ini. Ia berharap semangat antikorupsi tumbuh dari panggung rakyat, bukan sekadar dari ruang sidang. Ia pun menegaskan, “Di bawah komando saya, masyarakat Kabupaten Subang akan segera merasakan jalan leucir dan pelayanan prima.”

Tak main-main, Kang Rey berjanji akan mengalihkan sebagian besar anggaran hibah untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di Kabupaten Subang. Harapannya, Subang Fest bisa menjadi pemantik transformasi ekonomi kreatif dan wisata yang berkelanjutan di bumi Sundanese ini.

Amir Arif, SST., SH., M.Si., CA., CFE, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, mengaku terpukau dengan gelaran malam itu. “Ini acara luar biasa. Saya tidak menyangka ada acara demikian meriah di Kabupaten Subang. Korupsi tidak bisa selesai hanya dengan tangkap menangkap. Harus dilakukan pendidikan dan ini salah satu wadahnya,” tuturnya dengan penuh semangat.

Malam pun ditutup dengan penampilan kocak nan khas dari Koboy Subang alias Endakombet, serta suara merdu Putri Jamila, penyanyi dangdut asli Subang yang sukses di ajang Dangdut Academy Asia dan Bintang Pantura 5.

Turut hadir dalam pesta rakyat ini: Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, dan tentu saja warga Subang yang makin cinta pada budaya, jujur pada nilai, dan optimis menyongsong masa depan 🌟

Subang Panas! Turnamen Mobile Legends Digelar, Tiket PORPROV Jadi Rebutan

Turnamen Mobile Legends Subang

SUBANG – Siapkan jempol dan mental baja, karena di Nalendra Hotel pagi ini, suasana mendadak jadi gaming zone! Tepat pukul 08.00 WIB, joystick virtual mulai berdenting, menandai dimulainya Playoff Mobile Legends Bang Bang yang digelar oleh E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Subang, Sabtu, 20 Juli 2025.

Tapi ini bukan sekadar main game sambil nyantai. Turnamen ini adalah bagian dari program serius bertajuk “Road to PORPROV”—alias jalan panjang menuju Pekan Olahraga Provinsi. Siapa sangka, game yang biasa dimainkan sambil rebahan ini ternyata jadi pintu masuk menuju panggung olahraga resmi.

Tak tanggung-tanggung, enam cabang e-sport ikut dipanaskan: Lokapala, Mobile Legends, Free Fire, FIFA, E-Football, dan PUBG. Masing-masing membawa pasukan dari berbagai penjuru kecamatan di Subang. Dan percaya atau tidak, semangatnya bukan main. Lebih panas dari gorengan baru angkat dari penggorengan.

Muhammad Riefky Alfathan, SH, Ketua Bidang Kompetisi ESI Subang sekaligus dalang di balik gegap gempita ini, menyampaikan, “Kami ingin memberikan ruang bagi talenta muda Subang untuk berkembang dan berprestasi di kancah e-sport. Turnamen ini adalah langkah nyata untuk mencetak atlet e-sport yang berdaya saing tinggi, dan mampu bersaing di kanca provinsi maupun nasional nantinya.”

Sementara itu, Kang Fernando Manggala Yudha, SH yang mewakili Ketua ESI Subang, memantau jalannya pertandingan dengan mata tajam layaknya analis taktik perang. Ia mengakui, suasana kompetisi sejak pagi sudah menyala. “Peserta menunjukkan kemampuan strategi, kerja sama tim, dan kecepatan berpikir yang luar biasa dalam permainan Mobile Legends,” tuturnya sambil mengangguk mantap.

Turnamen ini bukan hanya adu jempol dan strategi, tapi juga panggung harapan. Harapan bahwa e-sport bukan lagi sekadar hiburan digital, melainkan jalur prestasi yang nyata. Dan ESI Subang memelopori langkah itu, membuktikan bahwa game bisa jadi gerbang menuju masa depan cerah—asal dimainkan dengan semangat juang dan niat bertanding, bukan cuma mabar iseng.

Bina Karya & Putra Banjaran Sabet Juara Piala Soeratin Elita Budiarti Cup Subang 2025!

Juara Piala Soeratin Subang 2025

Subang – Stadion Persikas Subang bergemuruh meriah pada Minggu, 20 Juli 2025. Turnamen Sepak Bola Piala Soeratin Elita Budiarti Cup U-13 dan U-15 resmi berakhir—dan dua tim terbaik keluar sebagai pemenang sejati!

Di final kategori U-13, tim Bina Karya tampil menggigit dan sukses membungkam Putra Mandiri. Sementara itu, di laga puncak U-15, Putra Banjaran menjinakkan Karya Bersama alias Kaber FC untuk merebut tahta juara.

Prestasi ini membawa Putra Banjaran melaju ke tingkat provinsi, mewakili Kabupaten Subang di ajang Piala Soeratin Jawa Barat kategori U-15. Tak kalah bergengsi, untuk U-13, tiga besar akan dikirim untuk membawa semangat Subang ke kancah provinsi.

Turnamen ini ditutup langsung oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi—alias Kang Akur—yang datang dengan penuh antusias. “Alhamdulillah final berjalan lancar. Atas nama Pemerintah Kabupaten Subang, saya ucapkan terima kasih kepada Askab PSSI Subang, panitia, sponsor, dan semua pihak yang telah menyukseskan turnamen ini,” ujarnya penuh semangat.

Lebih dari sekadar kompetisi, Kang Akur menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola sebagai pilar pembangunan manusia yang sehat dan kompetitif. “Tugas kita bersama adalah memastikan bakat-bakat anak Subang tidak berhenti di lapangan, tapi terus berkembang menjadi prestasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan agar turnamen semacam ini digelar rutin. Alasannya jelas: membentuk mental juara dan menumbuhkan mimpi anak-anak untuk jadi bintang lapangan yang membanggakan Subang, bahkan Indonesia.

“Saya yakin Subang tidak kekurangan talenta sepak bola. Tapi untuk jadi hebat, butuh kerja keras, latihan konsisten, dan semangat pantang menyerah,” tegasnya.

Untuk para juara, ia mengucapkan selamat dan mendorong agar prestasi ini menjadi awal dari perjalanan besar. “Junjung tinggi sportivitas dan bawa nama baik tim serta keluarga. Yang belum juara, jangan berkecil hati—ini awal dari perjalanan panjang,” pungkasnya.

Penutupan turnamen ini juga dihadiri para tokoh penting, mulai dari Kepala Disparpora Subang Nenden Setiawati, Kepala BP4D Iwan Sahrul, Ketua Askab PSSI Hendra Purnawan, hingga para pelatih, ofisial, dan orang tua pemain.

Satu yang pasti, Piala Soeratin Elita Budiarti Cup bukan hanya tentang menang dan kalah. Ini tentang mimpi, semangat, dan generasi emas sepak bola Subang yang tengah tumbuh di atas rumput hijau.

Gerebek Rumah di Kasomalang, Polres Subang Gagalkan Peredaran Ganja Kering 316 Gram!

penggerebekan ganja Polres Subang

Subang – Ada yang panas di Kasomalang, tapi bukan karena cuaca. Minggu siang, 20 Juli 2025 pukul 11.30 WIB, Satuan Reserse Narkoba Polres Subang bikin gebrakan besar. Sebuah rumah di Kampung Sukamande, Desa Sindangsari, mendadak jadi lokasi penggerebekan setelah diduga menjadi sarang penyalahgunaan narkoba.

Operasi ini bukan main-main. Dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Subang, AKP Udiyanto, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang jeli dan peduli. Hasilnya? Seorang pria berinisial EI (42) diamankan bersama oleh-oleh tak biasa: total 316,8 gram ganja kering!

Barang bukti yang ditemukan bikin geleng-geleng kepala: satu bungkus aluminium foil berisi daun, batang, dan biji ganja; dua plastik daun kering; satu plastik biji ganja; empat linting ganja siap isap dalam bungkus rokok; satu box batang ganja; satu handphone; dan satu timbangan digital—paket komplit buat bisnis haram.

Dalam interogasi awal, EI mengaku ganja itu ia dapat dari akun Facebook bernama “BRAND”, yang diduga dikendalikan oleh pelaku lain berinisial UCK. Sayangnya, UCK masih berkeliaran dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Tapi tenang, Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, sudah menegaskan bahwa pengejaran terus berlanjut.

“Kami tidak akan berhenti di titik ini. Kasus ini terus kami kembangkan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat. Narkotika adalah musuh bersama yang harus diperangi dengan tegas,” tegas AKBP Dony, Minggu (20/7/2025).

Tersangka EI kini meringkuk di Mapolres Subang. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya? Minimal 5 tahun penjara.

Tak hanya itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk terus menjadi mata dan telinga kepolisian. “Sinergi dengan masyarakat adalah kunci utama. Kami mengajak seluruh elemen warga untuk menciptakan Subang yang bersih dari jerat narkotika,” katanya penuh harap.

Dengan semangat dan kolaborasi bersama warga, Polres Subang berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan tentu saja—bebas dari narkoba. Jadi, jangan takut lapor kalau ada aktivitas mencurigakan. Karena memberantas narkoba, bukan tugas polisi saja—tapi juga tugas kita semua.

Lampu dari Limbah Paralon? Pengrajin Subang Bikin Gempar Dekranasda Jabar Award!

pengrajin lampu paralon Subang

Subang – Siapa sangka, limbah paralon yang biasa kita lihat nganggur di sudut rumah bisa disulap jadi lampu hias cantik? Dan siapa pelakunya? Bukan tukang sulap, tapi seorang pengrajin kreatif dari Subang: Yono Taryono, atau yang akrab disapa Kang Yono.

Di bawah komando inspiratif Ketua Dekranasda Kabupaten Subang, Ny. Ega Anjani Reynaldy, S.IP, Kang Yono tampil mewakili Kabupaten Subang dalam ajang Workshop dan Nominasi Dekranasda Jabar Award 2025. Lokasinya di Sekretariat Kerabat Store Dekranasda Jawa Barat, Jumat, 18 Juli 2025—dan ya, Subang tampil beda!

Dengan gaya bicaranya yang renyah dan bersahaja, Kang Yono berhasil memukau peserta workshop. Ia memperkenalkan produk inovatifnya: lampu hias berbahan dasar limbah paralon. Bukan hanya tampil beda, tapi juga sarat nilai: daur ulang, ramah lingkungan, dan penuh estetika!

Penonton? Langsung pasang mata. Banyak yang tak hanya mengangguk-angguk kagum, tapi juga spontan menyatakan minat untuk mengundangnya mengisi workshop serupa. Wah, ini sih bukan cuma pengrajin, tapi influencer bidang kerajinan!

“Saya ingin ikut serta mendukung misi Dekranasda Kabupaten Subang dan Jawa Barat dalam menciptakan pengrajin-pengrajin baru, khususnya di Kabupaten Subang,” ucap Kang Yono dengan semangat menyala, seperti lampu paralonnya.

Optimisme juga terpancar dari harapannya agar pengrajin lokal makin percaya diri untuk bersaing, bukan hanya di arena lokal, tapi juga menembus pasar global. Tentunya, dengan dukungan penuh dari Ketua Dekranasda Subang yang terus mendorong inovasi dan pembinaan.

Partisipasi Kang Yono dalam ajang ini bukan sekadar unjuk karya, tapi juga jadi bukti nyata bahwa kreativitas yang berakar dari kesadaran lingkungan bisa jadi sumber ekonomi baru. Dari paralon bekas menjadi sorotan nasional—Subang, kamu keren banget!

Car Free Day Subang Meriah! CFD Wangsa Gofarana Disulap Jadi Festival Rakyat Penuh Warna

Car Free Day Wangsa Gofarana Subang

Subang – Setiap akhir pekan, Jalan Wangsa Gofarana di Subang biasanya jadi tempat lari-lari kecil sambil nyari bubur kacang ijo. Tapi akhir pekan ini, suasananya beda banget. CFD alias Car Free Day di kawasan ini berubah total—nggak cuma bebas kendaraan, tapi juga penuh tenda, musik, edukasi, dan semangat anti-korupsi!

Pagi-pagi buta, warga udah mulai berdatangan. Dari anak kecil yang baru bangun dengan mata masih sepet, sampai ibu-ibu semangat pakai setelan olahraga warna gonjreng. Jalan utama ditutup dari lalu lintas kendaraan, dan diganti dengan arus manusia yang jalan kaki, gowes, jajan, atau sekadar cuci mata.

Apa yang bikin CFD kali ini super spesial? Ada dua event kece badai yang ikut meramaikan: Roadshow KPK dan Kabiza Festival!

Tenda-tenda pelayanan publik berjajar rapi, layaknya bazar amal tapi dengan bonus ilmu dan layanan. Ada konsultasi kesehatan, urus administrasi, dan—ini yang jarang—edukasi anti-korupsi langsung dari KPK. Iya, KPK-nya yang itu!

Euis (38), warga yang datang sambil gandeng dua anaknya, kelihatan sumringah. “Biasanya saya cuma jogging dan beli bubur, tapi sekarang anak-anak bisa lihat pentas budaya dan saya juga sempat konsultasi BPJS. Seru banget!” ujarnya sambil tertawa kecil.

Sementara itu, Kabiza Festival menyulap jalanan jadi pasar rakyat yang penuh cita rasa dan budaya. UMKM lokal unjuk gigi: dari makanan khas, produk kerajinan, sampai busana kece buatan tangan. Yang lapar tinggal melipir, yang suka foto-foto tinggal pose di depan dekor warna-warni.

Panggung mini di sisi Selatan juga nggak mau kalah. Musik akustik dan tarian tradisional bergantian memanjakan pengunjung. Anak-anak bebas main, remaja eksis di media sosial, dan para bapak sibuk tawar-menawar di stan makanan.

“CFD ini bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan, tapi juga membuka ruang bagi warga untuk berinteraksi, belajar, dan menikmati akhir pekan dengan cara yang sehat dan produktif,” kata seorang pejabat Pemkab Subang dengan nada bangga.

Kombinasi pemkab, komunitas, pelaku UMKM, dan lembaga seperti KPK menjadikan Car Free Day di Wangsa Gofarana lebih dari sekadar rutinitas akhir pekan. Ia berubah menjadi cermin Subang yang baru—kota yang inklusif, ramai, meriah, dan penuh semangat kebersamaan. Jadi, kalau kamu ke Subang hari Minggu, pastikan sepatu jogging-mu siap, dan perutmu kosong!

Ceria di Sekolah! DEFEND ID Bikin Anak Subang Makin Cinta Bangsa

DEFEND ID Mengajar anak-anak Subang

Subang – Subang pagi itu tak sekadar disambut embun, tapi juga semangat baru dari SDN Danumaya, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo. Apa pasal? Jumat, 18 Juli 2025, langit sekolah jadi saksi datangnya rombongan spesial dari PT Dahana, bagian dari Holding Industri Pertahanan DEFEND ID. Mereka tak datang membawa rudal, tapi membawa… semangat dan cinta tanah air!

Program keren bertajuk “DEFEND ID Mengajar” ini bukan sekadar seremoni biasa. Ini misi mulia: menyalakan semangat belajar dan menanamkan nilai kebangsaan pada bocah-bocah imut Subang—dengan cara yang bikin mereka senyam-senyum, bukan ngantuk!

Empat relawan pengajar—Dinda Husnaini, Muhamad Risky Ceaser, Aulia Syifa Aninditha, dan Dwi Arimbi Wardaningrum—turun langsung ke lapangan. Tapi jangan bayangkan mereka datang dengan papan tulis dan suara monoton. Oh tidak! Mereka hadir layaknya kakak seru yang ngajak main, cerita, dan belajar sambil bercanda.

Kelas mendadak jadi panggung interaktif. Anak-anak bertanya antusias, tertawa lepas, dan ikut semua aktivitas. Suasana? Lebih rame dari warung kopi pas nobar final piala dunia!

“Kami ingin anak-anak percaya diri dan yakin bahwa mereka bisa berkarya untuk bangsa ini. Kami juga sangat senang melihat semangat dan keceriaan mereka saat mengikuti kegiatan ini. Semoga ke depan mereka tumbuh menjadi penerus bangsa yang sukses dan selalu mencintai Indonesia,” ujar tim relawan pengajar dengan mata berbinar.

Dwi Arimbi Wardaningrum, salah satu relawan, juga terlihat terharu—tapi tetap ceria. “Kami menyampaikan materi dengan cara menyenangkan, agar siswa lebih mudah menangkap pesan yang kami bawa,” katanya sambil tersenyum.

Program ini tak sekadar menyapa anak-anak. Ia juga membuktikan bahwa DEFEND ID dan PT Dahana serius, loh, dalam mendukung pendidikan dan menjalin kedekatan dengan warga sekitar lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Mimpi anak-anak Subang kini punya bahan bakar baru—semangat kebangsaan dan inspirasi dari para kakak hebat DEFEND ID. Siapa tahu, kelak dari SDN Danumaya lahir tokoh besar negeri ini. Ya siapa tahu… kan semua berawal dari mimpi kecil di kelas sederhana.

10 Penyakit Teratas di IGD RSUD Subang: Nyeri Perut Rajai Laporan Semester Awal 2025

penyakit terbanyak IGD RSUD Subang

Subang – Siapa sangka, keluhan nyeri perut dan panggul kini jadi “langganan” utama Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang. Dalam laporan resmi Semester I Tahun 2025, tercatat 360 pasien datang tergopoh-gopoh membawa rasa nyeri yang bukan main. Bisa dibilang, perut kini bukan sekadar pusat pencernaan, tapi juga pusat kunjungan ke IGD!

Di peringkat kedua, hadir infeksi virus tidak spesifik dengan 150 kasus. Meski namanya ‘tidak spesifik’, dampaknya jelas bikin tubuh lemas dan butuh penanganan cepat. Lalu disusul duet penyakit yang tak kalah “ngeselin”: asma dan nyeri perut bagian atas—masing-masing mengantongi 88 kasus.

Berikut daftar 10 besar penyakit yang paling sering ditangani IGD RSUD Subang selama Januari hingga Juni 2025:

  1. Nyeri perut dan panggul (R10.0) – 360 kasus
  2. Infeksi virus tidak spesifik (B34.9) – 150 kasus
  3. Asma tidak spesifik (J45.9) – 88 kasus
  4. Nyeri perut bagian atas (R10.1) – 88 kasus
  5. Retensi urin (R33) – 81 kasus
  6. Nyeri perut lainnya (R10.4) – 75 kasus
  7. Nyeri pinggang bawah (M54.5) – 56 kasus
  8. Luka terbuka pada kaki (S91.3) – 50 kasus
  9. Kolik ginjal tidak spesifik (N23) – 47 kasus
  10. Demam tidak spesifik (R50.9) – 34 kasus

Bukan cuma daftar penyakit yang mengundang perhatian, tapi juga angka total kunjungan pasien. Selama enam bulan pertama 2025, RSUD Subang telah melayani 94.993 pasien! Bahkan pada Juni saja, pengunjung mencapai 16.394 jiwa—bisa bikin IGD serasa stasiun di jam sibuk!

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Subang, dr. Douven Rini Damayanti, tak tinggal diam. Dalam apel pagi Senin (15/7/2025), beliau menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari diagnosis hingga pendekatan penuh empati.
“Data ini harus menjadi bahan evaluasi kita semua. Kita harus tanggap, cepat, dan tepat dalam menangani pasien, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tegas dr. Rini.

RSUD Subang juga memberi pesan penting: jangan anggap enteng keluhan seperti nyeri perut, sesak napas, atau demam. Kalau dibiarkan, bisa jadi bom waktu kesehatan. Maka, segera periksakan diri jika gejala datang tanpa permisi!

Edukasi masyarakat pun digencarkan. Dari gaya hidup sehat, asupan gizi, hingga pemeriksaan rutin, semua jadi bagian dari strategi menekan angka kunjungan akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Ingat, mencegah lebih murah daripada antre di IGD sambil pegang perut!

Recent Posts