Beranda blog Halaman 76

DPRD Subang Sahkan KUA-PPAS 2025, Bupati Optimis Pembangunan Lebih Terarah

pengesahan KUA-PPAS 2025 Subang

Subang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna pada Kamis, 24 Juli 2025.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Subang, H. Victor Wirabuana. Sebelum pengesahan, rapat diawali dengan penyampaian laporan Badan Anggaran terkait perubahan terhadap dokumen KUA-PPAS 2025.

Sebelumnya, masing-masing fraksi telah menyampaikan sikap dan pandangannya mengenai substansi Raperda. Meski terdapat perbedaan pendapat, akhirnya seluruh pihak menyetujui pengesahan Raperda KUA-PPAS menjadi Perda.

“Proses selanjutnya kami serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Ketua DPRD Victor Wirabuana dalam sambutannya.

Bupati Subang, H. Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara legislatif dan eksekutif dalam penyusunan perubahan KUA-PPAS 2025.

“Saya optimis, apa yang tertuang dalam KUA-PPAS 2025 sudah sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Subang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kesamaan pandangan ini menjadi modal penting dalam merancang pembangunan Subang yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Ada kesamaan pandangan dalam perubahan kebijakan umum ini. Saya berharap, KUA-PPAS 2025 yang telah kita sepakati ini nantinya berlanjut dengan persetujuan pada Raperda APBD Perubahan 2025,” tambahnya.

Dengan disahkannya KUA-PPAS 2025, Pemerintah Kabupaten Subang siap melangkah ke tahapan berikutnya dalam siklus penganggaran untuk memastikan kelanjutan pembangunan daerah.

Dukung Kemandirian Disabilitas, PT Dahana Serahkan Mesin Obras untuk Usaha Jahit

bantuan mesin obras untuk disabilitas

Subang – PT Dahana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, bantuan diberikan kepada Suryadi, penyandang disabilitas asal Subang, berupa satu unit mesin obras untuk mendukung usaha jahit rumahan yang digelutinya.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Manajer TJSL PT Dahana, Neni Sumarni, pada Rabu, 23 Juli 2025. Menurut Neni, pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas.

“Salah satu fokus kami dalam program TJSL adalah peningkatan kapasitas masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha rumahan yang dijalankan oleh Suryadi, sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” ujar Neni.

Ia menambahkan bahwa program TJSL Dahana selaras dengan Pilar Ekonomi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yang berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Tujuannya adalah memberikan akses setara bagi semua kalangan, termasuk disabilitas, agar dapat berperan aktif sebagai pelaku ekonomi yang mandiri.

“Melalui bantuan seperti ini, kami ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses terhadap peluang usaha dan dapat berperan aktif sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan setara,” lanjutnya.

Suryadi menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur. Ia menyatakan bahwa mesin obras sangat penting dalam menunjang kegiatan produksinya, yang kini dapat berjalan lebih efisien dan menghasilkan jahitan berkualitas.

“Mesin obras ini sangat penting bagi pekerjaan saya. Alhamdulillah saya merasa terbantu. Terima kasih PT Dahana atas bantuannya. Semoga semakin sukses dan terus peduli terhadap masyarakat,” ungkap Suryadi.

Melalui berbagai program TJSL, PT Dahana bertekad terus berkontribusi dalam menciptakan pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan, terutama di wilayah Subang dan sekitarnya.

Subang Siap Menyambut Investor: Polisi Tancap Gas Usir Preman

Subang ramah investasi

Subang – Kabupaten Subang kini bukan hanya terkenal dengan nanas dan pantainya, tapi juga mulai menebar pesona sebagai surganya investasi. Dalam sebuah kunjungan yang bisa dibilang bak “tur inspeksi penuh wibawa”, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.—gelar segudang, tanggung jawab pun sebanding—menegaskan bahwa Subang adalah wilayah yang aman, nyaman, dan tentu saja, ramah investor.

Kamis pagi (24/7/2025) itu, AKBP Dony bersama rombongan menyambangi kawasan industri Suryacipta, tepatnya di Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy. Di sanalah PT BYD—perusahaan otomotif asal Tiongkok yang namanya sedang naik daun itu—sedang membangun pabrik. Bukan pabrik tahu bulat, tapi investasi strategis berskala internasional.

Rombongan yang hadir tak kalah lengkap dengan susunan acara pernikahan. Ada Pejabat Utama Polres Subang, Kapolsek setempat, unsur Muspika, aparatur desa, hingga manajemen PT BYD dan PT Integritas Perkasa Konstruksi, sang kontraktor yang kini sedang berjibaku membangun masa depan Subang.

Perwakilan PT BYD menyampaikan rasa terima kasih yang sehangat tahu goreng pagi-pagi. Mereka memuji pengawalan yang diberikan oleh Polres Subang dalam mendampingi pembangunan proyek. Harapannya sederhana tapi berat: sinergi antara polisi, pemerintah, dan masyarakat bisa menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan penuh kolaborasi—ibarat nonton bola tapi semua main di satu tim.

Kapolres pun menjawab dengan garang tapi menyejukkan, seperti teh panas yang baru dituang. Ia menegaskan tak akan memberi ruang sedikit pun bagi premanisme, pemalakan, atau gangguan lain yang bisa merusak mood para investor. “Subang harus jadi daerah yang ramah investasi dan aman bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya tegas, penuh semangat nasionalisme bertabur profesionalisme.

Kapolres juga berharap, kehadiran PT BYD tak hanya membawa logo baru di pintu gerbang kawasan industri, tapi juga memberi napas segar bagi ekonomi Subang: tenaga kerja terserap, pendapatan daerah meningkat, dan sektor industri makin mantap berdiri di atas kaki sendiri.

Setelah pidato penuh makna, AKBP Dony tak langsung balik ke kantor. Beliau blusukan, meninjau pos keamanan proyek, dan bercengkerama dengan para petugas lapangan. Arahan teknis pun diluncurkan demi memperkuat deteksi dini dan mencegah gangguan yang bisa muncul mendadak, seperti mantan di tengah malam.

Pembangunan pabrik ini bukan proyek ecek-ecek. PT BYD disebut-sebut sebagai investasi strategis yang mendapat atensi nasional. Subang pun digadang-gadang jadi motor penggerak pertumbuhan industri di kawasan Rebana Metropolitan. Bukan cuma rebana yang ditabuh, tapi semangat kemajuan yang ditaburkan!

Dengan pengamanan yang prima dan dukungan semua pihak, harapannya satu: proyek berjalan lancar, manfaatnya meluber, dan Subang makin cemerlang di peta ekonomi Indonesia.

Polres Subang Siap Bangun 132 Sentra Gizi Dukung Program MBG Nasional

pembangunan SPPG Polres Subang

Subang – Polres Subang bergerak cepat mendukung program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo. Dalam rapat kesiapan pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polres Jajaran Polda Jabar menggelar pertemuan virtual melalui Zoom dari Aula Patriatama Polres Subang pada Selasa, 16 Juli 2025.

Rapat ini dihadiri oleh Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D, Tim SPPG dari Tasikmalaya, pejabat utama dan perwira Polres Subang, jajaran personel, serta perwakilan Bhayangkari.

Dimulai pukul 07.30 WIB, rapat dibuka dengan pemaparan dari Itwasda Polda Jabar. Fokus pembahasan mencakup strategi optimalisasi program MBG Polri, termasuk pendataan sasaran penerima, pemilihan lokasi SPPG, hingga skema pembiayaan dari hibah maupun kerja sama pihak ketiga.

Salah satu poin penting adalah penetapan waktu distribusi makanan maksimal 20 menit agar kualitas gizi tetap terjaga. Selain itu, prosedur legalitas Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai mitra resmi BGN juga dibahas. Penekanan khusus diberikan agar ASN dan anggota Polri tidak ditunjuk sebagai penanggung jawab yayasan.

Diskusi berlanjut dengan sesi tanya jawab dan koordinasi teknis terkait pelaksanaan pembangunan. Dalam paparannya, Kapolres Subang menyatakan, “Terdapat 132 SPPG yang akan dibangun di Kabupaten Subang. Pembangunan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo yaitu MBG dan akan dijalankan oleh Bhayangkari.”

Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan minggu depan. Target penyelesaian pembangunan adalah 45 hari.

Tim SPPG Tasik Kota menambahkan bahwa bantuan administratif akan diberikan. Estimasi kebutuhan bulanan MBG untuk jenjang SD hingga SMA di Kabupaten Subang mencapai Rp 905 juta.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan SPPG.

Lawan Rentenir, Bupati Subang Gandeng PNM dan BP Tapera Luncurkan Pembiayaan Mikro Perumahan

Pembiayaan mikro perumahan Subang

SUBANG – Rentenir? No thanks! Kabupaten Subang kini punya jurus baru untuk memberdayakan rakyat kecil dan melawan praktik pinjaman mencekik. Selasa, 22 Juli 2025, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi dengan antusias menyambut peluncuran Program Kolaborasi Pembiayaan Mikro Perumahan Melawan Rentenir di kawasan Lembur Pakuan.

Program ini bukan sekadar gebrakan finansial biasa. Ia digagas sebagai solusi konkret demi memperkuat kemandirian ekonomi warga pedesaan, tanpa harus jatuh ke pelukan Bank Emok dan saudara-saudaranya.

Sejumlah tokoh nasional hadir memeriahkan peluncuran ini, seperti Direktur Operasional PNM Sunar Basuki, Komisioner BP Tapera Heru Sugiono, Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Menteri Maruarar Sirait alias Bang Ara, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

PNM: Modal Bukan Sekadar Uang

Sunar Basuki dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menekankan, ini bukan sekadar program pinjaman. “PNM tidak hanya memberikan pinjaman modal, tapi juga pelatihan dan pendampingan,” jelasnya. Fokus utama dari kolaborasi ini justru renovasi tempat usaha ibu-ibu agar lebih menarik dan higienis.

“Kalau tempat usahanya lebih baik, kapasitas naik, omzet pun ikut naik. Itu baru namanya pemberdayaan,” ujarnya.

BP Tapera: Rumah Layak, Harga Bersahabat

Dari sisi hunian, BP Tapera lewat Heru Sugiono menyatakan bahwa lembaganya siap menjembatani rakyat kecil untuk mendapatkan rumah layak dengan pembiayaan yang inklusif. “Kami berkomitmen menyediakan pembiayaan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tandas Heru.

Istana Turun Gunung: Tiga Juta Rumah Setahun

Muhammad Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan RI, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto: membangun tiga juta rumah per tahun untuk rakyat kecil, terutama di desa-desa. “Rakyat harus punya tempat tinggal yang layak, itu PR besar bangsa ini,” ucapnya.

Bang Ara: Negara Harus Turun Tangan!

Menteri Maruarar Sirait tampil berapi-api, menyuarakan perlunya negara hadir menolong rakyat dari cengkeraman rentenir. “Bunganya bisa 30 persen sebulan. Negara harus hadir dan berpihak pada rakyat!” katanya lantang.

Ia menjelaskan bahwa dengan skema ini, warga bisa membangun rumah di atas tanah keluarga tanpa perlu beli lahan—cicilan pun jadi ringan. “Biaya lebih kecil, masyarakat tetap bisa tinggal di desanya sendiri,” tambah Bang Ara.

Gubernur Jabar: Pinjam 1 Juta, Diterima 900 Ribu

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, tak kalah pedas. Ia mengupas tuntas praktik Bank Emok yang menyedot darah rakyat kecil. “Pinjam Rp1 juta, terima Rp900 ribu. Besoknya langsung nyicil dengan bunga tinggi,” ungkapnya.

Kalau sudah kepepet? Warga lari ke Bank Keliling, lalu ke MBK. Utang lapis demi lapis pun menjerat tanpa ampun.

Pemkab Subang Siap Gaspol!

Bupati Subang, Kang Rey, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ini sebagai bentuk perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang nyata. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi konkret,” katanya.

Didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi dan Sekda H. Asep Nuroni, Kang Rey siap bergerak bersama rakyat untuk mengubah wajah ekonomi desa.

Dari Lembur Pakuan, suara perlawanan terhadap rentenir kini menggema. Bukan dengan demo, tapi dengan program yang membebaskan.

Anak Muda Jangan Cuma Jadi Penonton! Lesbumi Subang Dorong Keterlibatan Generasi Z dalam Perda Kebudayaan

Anak muda dalam Perda Kebudayaan Subang

SUBANG – Di balik kemeriahan Hari Anak Nasional, Gedung PCNU Subang tiba-tiba jadi medan diskusi yang serius tapi santai. Rabu, 23 Juli 2025, Lesbumi PCNU Subang menggelar Diskusi Publik Budaya—dan yang jadi sorotan? Anak muda, dong!

Ketua Lesbumi, Gus Eko—nama lengkapnya Agus Eko Muchamad Solihin—melempar gagasan yang cukup “mengguncang”: anak muda jangan cuma jadi objek Perda Kebudayaan, tapi kudu jadi subjeknya juga! “Kami sengaja mengundang anak-anak dan OKP agar mereka tidak hanya jadi objek Perda yang nanti dibentuk pemerintah, tetapi menjadi subjek,” tegasnya.

Menurut Gus Eko, budaya Subang masih banyak yang tersembunyi seperti harta karun belum digali. Maka dari itu, acara ini bukan hanya ajang ngomongin masa lalu, tapi juga merancang masa depan. “Ngaguar, ngariksa, ngajaga warisan budaya Subang,” ujarnya, menyuarakan pentingnya merawat budaya dari tangan-tangan usil dan klaim sepihak.

Diskusi ini terasa makin hangat dengan kehadiran Kaka Suminta, narasumber yang membedah budaya dari sisi psikoanalisis. “Budaya itu bukan cuma simbol dan tradisi, tapi menyimpan lapisan bawah sadar dan memori kolektif masyarakat,” jelasnya. Wah, jadi bukan sekadar pakai iket dan main angklung, ya!

Dari sisi parlemen, Wakil Ketua DPRD Subang, Udaya Rumantir, menyambut forum ini dengan antusias. Ia menegaskan bahwa diskusi seperti ini sangat strategis untuk penyusunan Raperda Kebudayaan. “Diskusi tentang budaya sangat penting dilakukan, agar kita selalu ingat akan jati diri kita,” katanya.

Udaya juga mengangkat isu pelestarian situs sejarah, seperti monumen perjuangan di Kalijati, agar tak digerus oleh modernisasi. Ia bahkan menyentil pentingnya menggunakan bahasa ibu di rumah. “Itu bagian dari pelestarian budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD, Zaenal Mufid, mengungkap bahwa Perda Kebudayaan kini telah menjadi hak inisiatif DPRD. Hal ini menyusul keprihatinan dari Lesbumi mengenai situs-situs sejarah yang terancam oleh gempuran industrialisasi.

“Perda kita buat, Bidang Kebudayaan membuat produk, dan Bidang Pariwisata yang menjualnya,” ujar Zaenal, menjabarkan sinergi antara pelestarian budaya dan potensi ekonomi kreatif.

Zaenal menambahkan, diskusi ini memberi masukan konkret: mulai dari apa yang dibutuhkan anak muda, para seniman, budayawan, sampai ulama. Ia tak ingin Perda ini cuma jadi pajangan. “Perda harus bisa dilaksanakan dan menyejahterakan masyarakat Subang,” pungkasnya.

Diskusi ini jadi bukti bahwa budaya bukan hanya urusan masa lalu, tapi juga investasi masa depan. Dan anak muda? Sudah saatnya duduk di kursi pengambil keputusan, bukan cuma di bangku penonton!

Bupati Subang Janji Pangkas Birokrasi, Tanjungsiang Gebyar Budaya di Milangkala ke-38!

Bupati Subang pangkas birokrasi

Subang – Di tengah semilir angin selatan Subang, Kecamatan Tanjungsiang menyambut Hari Jadi ke-38 dengan gegap gempita dan aroma kebudayaan yang kental. Rabu, 23 Juli 2025, halaman Kantor Kecamatan Tanjungsiang mendadak jadi panggung rakyat—meriah, semarak, dan penuh semangat lokalitas.

Namun bukan hanya seni tradisional dan produk UMKM yang mencuri perhatian. Sosok Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP.—yang akrab disapa Kang Rey—menjadi magnet utama hari itu. Ditemani senyum khas dan sambutan hangat warga, Kang Rey tak datang dengan tangan kosong. Ia membawa komitmen besar: pangkas alur birokrasi pelayanan publik!

Dalam pidatonya yang lugas namun penuh kehangatan, Kang Rey menegaskan pentingnya mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan. “Birokrasi jangan bikin pusing! Warga butuh layanan cepat, tepat, dan tidak ribet,” tegasnya dengan nada santai tapi serius.

Dengan tema milangkala yang cukup panjang tapi sarat makna—“Ngajaga, Ngariksa Potensi Nu Aya, Lembur Diurus, Kota Ditata, Sangkan Rakyat Sejahtera. Tanjungsiang Rindang, Ngadukung Subang Ngabret Keur Jawa Barat Istimewa”—acara ini jadi semacam pengingat massal: potensi lokal bukan sekadar warisan, tapi tanggung jawab bersama.

Pagelaran seni, pameran produk UMKM, hingga ekspresi budaya yang tampil di acara ini menunjukkan bahwa Tanjungsiang tak main-main dalam menjaga akar tradisinya. Tapi lebih dari itu, semangat “ngabret” alias percepatan pembangunan juga terasa kencang di udara.

Milangkala ini bukan sekadar perayaan ulang tahun kecamatan. Ia berubah menjadi simbol kebangkitan desa, momen refleksi kolektif, dan panggung aksi nyata menuju pelayanan publik yang lebih bersih dan berdaya guna.

Kalau desa makin tertata dan rakyat makin sejahtera, berarti Subang memang benar-benar sedang “ngabret” menuju Jawa Barat Istimewa!

Subang Ngabret! JICA dan Kemenlu RI Sambangi Subang, Bupati Suguhkan Tiga Sektor Strategis

Kerja sama investasi Subang-Jepang

SUBANG – Bukan Subang kalau nggak bikin kejutan! Kali ini, giliran Bupati Subang, Kang Rey—alias Reynaldy Putra Andita Budi Raemi—yang jadi tuan rumah spesial dalam audiensi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Pertemuan bergengsi ini berlangsung di Rumah Dinas Bupati Subang, Rabu 23 Juli 2025, dalam rangkaian program Investment Insights. Tujuannya? Meninjau langsung potensi Subang yang sedang panas-panasnya di radar investasi, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Dengan senyum ramah dan penuh semangat khas pemimpin muda, Kang Rey membuka sambutannya penuh optimisme. “Hari ini merupakan kehormatan besar bagi kami karena dapat menyambut kehadiran delegasi Jepang dan jajaran Kementerian Luar Negeri RI di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Ia menyebut kunjungan ini sebagai peluang emas untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki kolaborasi strategis ke depan. Bahkan, Kang Rey sempat melontarkan pepatah Jepang yang cukup nyastra, “Tomoni susumi, tomoni sakaeru”—melangkah bersama, tumbuh dan makmur bersama.

Tak hanya berhenti di kata-kata manis, Kang Rey menegaskan bahwa Subang sedang “ngabret”, alias melesat cepat dalam pembangunan. Ia percaya kerja sama dengan Jepang akan menjadi turbo dalam percepatan kemajuan lintas sektor.

Tiga Sektor yang Jadi Primadona

Apa aja yang jadi incaran kolaborasi ini? Nih, tiga sektor unggulan yang bikin delegasi Jepang terpikat:
Pertama, kesehatan internasional. Subang sedang bersiap membangun rumah sakit modern yang bukan cuma buat warga lokal, tapi juga siap bersaing di kancah global.
Kedua, pendidikan dan SDM. Ada rencana pertukaran pelajar, pelatihan teknis, dan pendidikan vokasi antara Subang dan institusi pendidikan di Jepang. Politeknik Negeri Subang dan Universitas Subang siap tampil di panggung dunia!
Ketiga, pertanian masa kini. Bukan cuma sawah dan cangkul, tapi kerja sama sistem pergudangan, digitalisasi distribusi, dan teknologi pascapanen untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Kepercayaan adalah fondasi dari kerja sama,” kata Kang Rey, meminjam pepatah Jepang Shinrai wa kyōryoku no ishizue. Ia juga menyatakan komitmen Pemkab Subang untuk menghadirkan iklim investasi yang kondusif dan layanan maksimal bagi semua mitra.

JICA Lirik Subang, Serius Nih!

Mewakili Kemenlu RI, Saud Usman Nasution menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya bersama Kang Rey. Ia menekankan pentingnya pembangunan rumah sakit bertaraf internasional dan pendidikan vokasi di Subang.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa membawa Ibu Takeda Sachiko, Kepala Perwakilan JICA Indonesia, dan Ibu Kamigaki Reiko dari Kedubes Jepang yang menangani kerja sama ekonomi,” ungkap Saud.

Ibu Takeda, dengan gaya tenang tapi mantap, menyampaikan ketertarikannya untuk melihat langsung lokasi pembangunan rumah sakit di kawasan strategis Metropolitan Rebana. “Saya percaya Subang adalah salah satu mitra daerah yang sangat potensial,” katanya.

Sementara itu, Kamigaki Reiko dari Kedubes Jepang menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan sinyal nyata komitmen Jepang dalam memperkuat kerja sama ekonomi lintas wilayah di Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan ini para pejabat penting Subang seperti Sekda H. Asep Nuroni, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Hidayat, hingga Direktur RSUD Subang dan Kepala Dinas terkait lainnya.

Dengan diplomasi yang diramu dengan pepatah dan tekad membara, Subang kini resmi masuk radar strategis Jepang. Dari lumbung padi, kini siap jadi lumbung inovasi.

Frasa Kunci Utama:

Deskripsi Meta:
Audiensi JICA dan Kemenlu RI di Subang bahas peluang investasi strategis di sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Bupati Subang tegaskan komitmen siap berlari bersama Jepang.

Tag:
investasi strategis, Subang Jepang, kerja sama internasional, pembangunan daerah, sektor kesehatan

Subang Ngebut! Forum Otomotif Resmi Dibuka, BYD & Vinfast Jadi Bumbu Pedasnya

Transformasi industri Subang

SUBANG – Jangan remehkan Subang, ya. Kabupaten yang dulu dikenal sebagai lumbung padi kini mulai menjelma jadi “lumbung investasi otomotif”! Rabu, 23 Juli 2025, Wakil Bupati Subang, Kang Akur—nama panggung dari H. Agus Masykur Rosyadi—meresmikan Forum Industri Otomotif yang digelar di Hotel Laska Subang.

Acara bertajuk “Ekosistem Industri Subang dan Sekitarnya” ini bukan cuma sekadar ngumpul-ngumpul biasa, lho. Forum ini jadi ajang silaturahmi strategis antara para pelaku industri otomotif, baik kelas kakap maupun UKM, demi mengatur langkah bersama dalam menghadapi derasnya arus investasi.

Kepala Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Kemenperin RI, Dr. Gunawan, S.Si., M.Eng., langsung turun tangan. Beliau menyampaikan, “Industri otomotif di Subang tengah bergerak cepat. Besarnya minat investor harus dibarengi kolaborasi antar pelaku industri, baik skala besar, menengah, maupun kecil, termasuk peran pemerintah dalam memperkuat rantai pasok.”

Dan tentu, bukan Subang namanya kalau tidak peduli sama warganya. Gunawan juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. “Forum ini menjadi langkah awal kemitraan strategis antara pelaku industri utama dan pendukung, sekaligus meningkatkan kapasitas SDM lokal agar siap bersaing,” tambahnya.

Kang Akur pun tak tinggal diam. Beliau mengapresiasi Kemenperin yang mendukung percepatan industri Subang secara inklusif dan berkelanjutan. “Sinergi seperti ini menjadi pondasi penting dalam membangun Subang sebagai kawasan industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyejahterakan,” katanya dengan penuh semangat.

Kini, Subang sedang gaspol ke arah percepatan kemajuan, terutama setelah dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) resmi hadir. Namun tenang saja, Kang Akur menegaskan bahwa Subang tetap menjaga jati dirinya sebagai lumbung padi nasional ketiga. “KEK ini tidak hanya mempercepat industrialisasi, tetapi juga tetap mempertahankan peran Subang sebagai lumbung padi nasional ketiga,” tegasnya.

Nah, di sinilah peran warga lokal jadi kunci. Jangan sampai jadi penonton di kampung sendiri! “Kehadiran industri besar harus dibarengi pemberdayaan masyarakat lokal. Mereka harus dilibatkan agar benar-benar mendapat manfaat dari geliat pembangunan industri,” kata Kang Akur, menyentil dengan gaya khasnya.

Dengan infrastruktur seperti Tol Cipali dan Pelabuhan Patimban, posisi Subang makin menggoda investor. “Kami berharap pembangunan jalur penghubung dari KM 115 Cipali menuju Patimban bisa segera diselesaikan agar arus logistik makin lancar,” ungkapnya.

Tak ketinggalan, Sri Hastuti Nawaningsih, S.E., M.Si., Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin RI, menegaskan bahwa pemerintah pusat sudah pasang badan untuk mendukung pelaku industri. “Kementerian Perindustrian siap memberikan layanan konsultasi, bimbingan teknis, hingga sertifikasi. Silakan manfaatkan balai-balai kami,” ujarnya.

Sri Hastuti juga bilang bahwa Forum Industri Otomotif ini punya nilai strategis tinggi dalam membangun ekosistem industri yang sehat. Apalagi dengan masuknya BYD dan Vinfast, ini ibarat cabe rawit di antara sayur lodeh—menyengat dan menggairahkan! “Masuknya BYD dan Vinfast menjadi daya tarik tersendiri. Ini momentum yang tak boleh disia-siakan oleh Subang,” katanya mantap.

Forum ini pun ditutup manis dengan penandatanganan kerja sama antara BBLM dan Pemkab Subang untuk mendukung pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Sesi diskusi kelompok yang dipandu Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan menjadi panggung bertukar ide. Hadir pula para petinggi dari DPRD Subang, PT Surya Cipta Swadaya, PT BYD Auto Indonesia, hingga kepala dinas dan pelaku industri lainnya.

Subang, siap-siap jadi panggung utama industri otomotif nasional. Dan kita? Jangan cuma nonton—ikut main, dong!

SMA PGRI 1 Subang Meriahkan Hari Anak Nasional: Dari Senam Ceria hingga Kue OSIS!

Hari Anak Nasional SMA PGRI 1 Subang

Subang — Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli disambut semarak di SMA PGRI 1 Subang! Pada Selasa (23/7), halaman sekolah berubah jadi arena keceriaan dan semangat kebersamaan. Tak sekadar selebrasi, kegiatan ini jadi momen penting untuk memupuk karakter dan kebahagiaan siswa.

Peringatan dimulai dengan upacara yang diikuti seluruh warga sekolah. Upacara berlangsung khidmat, namun langsung disambung dengan suasana happy-happy saat para guru dan siswa larut dalam senam pagi bersama. Gerakan luwes, tawa lepas, dan semangat kompak menyulap halaman sekolah jadi panggung sehat dan bahagia.

Yang tak kalah menghangatkan hati, sekolah memberikan kejutan manis berupa kue ulang tahun dan penghargaan kepada pengurus OSIS dan MPK. Kue dan tepuk tangan jadi tanda apresiasi atas kerja keras mereka membangun kehidupan kesiswaan yang aktif dan positif. Siapa bilang jadi pemimpin muda itu nggak butuh selebrasi?

Keseruan makin pecah dengan digelarnya fun game antar kelas. Permainan edukatif yang dirancang untuk menantang kekompakan tim ini membuat siswa bersorak, berstrategi, dan pastinya… tertawa bersama. Kompetisi tanpa tekanan, justru memperkuat rasa solidaritas di tengah atmosfer sekolah yang penuh warna.

Kepala SMA PGRI 1 Subang, Asep Kahlan, menekankan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. “Hari Anak Nasional adalah pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak adalah aset bangsa yang harus dilindungi dan diberi ruang untuk tumbuh dengan bahagia,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wadah untuk menanamkan nilai kebersamaan, apresiasi, dan semangat positif.

Lebih dari itu, Asep menyampaikan harapan jangka panjang dari kegiatan ini. “Kami berharap siswa-siswi SMA PGRI 1 Subang dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kepribadian yang kuat,” ungkapnya penuh harap.

Tak hanya menjadi ajang meriah, peringatan Hari Anak Nasional ini sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang ramah anak, menyenangkan, dan penuh makna.

Recent Posts