Beranda blog Halaman 75

Coach Indra Sjafri Hadir di Subang, Transfer Ilmu dan Karakter Lewat Coaching Clinic Sepak Bola Anak

Subang – ehadiran pelatih nasional Coach Indra Sjafri menjadi pusat perhatian dalam kegiatan Coaching Clinic Pelatihan Sepak Bola Anak yang digelar di GOR Gotong Royong Subang, Sabtu (26/07/2025). Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang menyampaikan kebanggaannya atas momentum luar biasa ini bagi dunia olahraga Subang.

“Alhamdulillah hari ini adalah kebanggaan ganda bagi saya pribadi. Tadi malam kita menyaksikan Timnas U23 Indonesia lolos ke final Mandiri Cup. Dan hari ini, kita kedatangan salah satu pelatih hebat Indonesia, Coach Indra Sjafri, yang telah membawa Indonesia juara AFF U-19 2013, U-22 tahun 2019, dan medali emas SEA Games 2023,” ujar Wabup.

Menurutnya, kehadiran Coach Indra bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai pemantik perubahan dalam pembinaan sepak bola anak di Subang. Transfer ilmu yang diberikan mencakup aspek teknis, spiritualitas, hingga sportivitas, yang menjadi ciri khas sang pelatih.

“Saya tahu betul bagaimana anak-anak asuhan beliau selalu merayakan gol dengan sujud syukur. Itu bukan sekadar simbol. Itu pendidikan karakter. Saya yakin dari sinilah akan lahir pemain Subang yang tidak hanya hebat tekniknya, tapi juga punya mental dan akhlak juara,” tegas Agus.

Kegiatan ini digagas oleh Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) dan MGMP PJOK se-Kabupaten Subang. Sekitar 300 guru PJOK dan pelatih dari 70 persen kecamatan hadir, serta 50 siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Sepak Bola ikut terlibat aktif.

Peserta mendapatkan pelatihan dasar teknik, pedagogi olahraga anak, perlindungan anak dalam sepak bola, hingga pembentukan sistem Sekolah Sepak Bola (SSB) berbasis lokal. Semua materi disiapkan untuk memperkuat pondasi sepak bola usia dini yang berkarakter dan berkualitas.

Wakil Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi Kabupaten Subang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di bidang olahraga.

Bupati Subang Dorong Generasi Muda Jadi Motor Perubahan dan Pelaku Industri Masa Depan

Taman Bacaan Sumurama Subang

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia berharap anak-anak muda Subang mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah transformasi besar yang sedang berlangsung di wilayahnya.

“Saya berharap anak-anak muda di Kabupaten Subang dapat berkembang. Hari ini anak-anak muda memiliki kesempatan yang besar. Saya harap anak muda harus tetap mempertahankan idealismenya sebagai anak-anak muda, sehingga ke depannya Kabupaten Subang dapat diisi oleh generasi muda yang hebat,” ungkap Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang—dalam sambutannya saat menutup Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX BPC HIPMI Subang Tahun 2025, Jumat (25/7/2025) di Sari Alam Hot Spring & Resort, Kecamatan Ciater.

Dalam acara yang dihadiri para pelaku usaha muda tersebut, Kang Rey juga mengajak HIPMI Subang untuk terus menyesuaikan diri dengan arah pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Subang kini sedang bersiap menjadi salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan bisa mengikuti arah dan arus perkembangan di Kabupaten Subang, di mana hari ini kita sedang beralih menuju Kabupaten yang memiliki kawasan industri yang luar biasa,” ujarnya.

Dengan semangat ini, pemerintah daerah berharap generasi muda, termasuk para pengusaha muda HIPMI, dapat mengambil peran lebih besar dalam membentuk masa depan Subang yang lebih maju, berdaya saing, dan inovatif.

Polres Subang Gelar Operasi Cipta Kondisi, Tekan Aksi Kriminalitas Jalanan

Operasi Cipta Kondisi Polres Subang

Subang – Polres Subang melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Operasi Cipta Kondisi Gabungan pada Sabtu malam (26/7/2025). Operasi ini menyasar kendaraan tanpa kelengkapan surat, hasil curian, serta upaya pencegahan kejahatan C3 (curat, curas, dan curanmor) di wilayah hukum Polres Subang.

Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Subang, Kompol Endar Supriyatna. Apel pratugas digelar di beberapa wilayah, dengan Kompol Endar memimpin langsung di jalur Kota, sementara jalur Tengah, Selatan, dan Utara dipimpin para Kapolsek setempat.

“Patroli dilakukan menyusuri sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah Kota Subang, antara lain dari Mako Polres Subang menuju Simpang GOW, Jl. KS Tubun, Jl. Darmodiharjo, Terminal Subang, Simpang Pondok Dewi, Jl. Otista, hingga Simpang Wisma Karya,” ungkap Kompol Endar.

Selain patroli, jajaran Polres Subang juga melakukan razia kendaraan yang melintas dan memberikan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan seperti tawuran, balap liar, hingga konsumsi miras.

“Kegiatan ini juga difokuskan pada upaya penanggulangan terhadap potensi kejahatan jalanan, geng motor, serta peningkatan kehadiran polisi di tengah masyarakat, guna menciptakan rasa aman,” imbuhnya.

Kompol Endar menyebut seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. “Hasil yang dicapai menunjukkan terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Subang,” ujarnya.

Tag:

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta: Polres Subang melaksanakan Operasi Cipta Kondisi Gabungan dengan menyasar kendaraan tanpa surat, kejahatan C3, dan geng motor, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

LDII Subang dan Kemenag Perkuat Sinergi Dakwah Moderat Lewat Pembekalan Da’i

LDII Subang dan Kemenag Subang

Subang – Pengurus DPD LDII Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturrahim ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang pada Senin (21/7). Pertemuan ini menjadi langkah awal kerja sama dalam pembekalan da’i dan da’iyah di lingkungan LDII.

Ketua DPD LDII, Ipa Slamet, menjelaskan sejumlah program kerja yang tengah dijalankan LDII, khususnya dalam bidang dakwah, pendidikan, dan penguatan karakter masyarakat.

“Kami berharap silaturrahim ini dapat mempererat hubungan kelembagaan antara LDII dan Kemenag, khususnya dalam hal pelatihan umat dan pengembangan SDM di bidang dakwah,” ujar Ipa Slamet.

Kepala Kemenag Subang, Badruzaman, memberikan apresiasi atas peran LDII di tengah masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama, termasuk keterlibatan sebagai narasumber dalam pembekalan etika dakwah.

“Kami menyambut baik inisiatif LDII dan siap bersinergi dalam program-program pembinaan keagamaan di Kabupaten Subang,” kata Badruzaman.

Program pembekalan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para da’i dan da’iyah LDII agar mampu menyampaikan pesan dakwah dengan santun, etis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat pembinaan umat yang berlandaskan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan wawasan kebangsaan.

VinFast Siap Gas Produksi EV di Subang Akhir 2025, Target 50 Ribu Unit dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

pabrik VinFast Subang

SUBANG — Pabrikan mobil listrik asal Vietnam, VinFast, tampaknya tidak mau setengah-setengah dalam menancapkan kukunya di Indonesia. Lewat pabrik barunya yang tengah dibangun di Subang, Jawa Barat, VinFast siap memacu produksi kendaraan listrik mulai Desember 2025.

Dalam sebuah sesi eksklusif di ajang GIIAS pada Kamis (24/7/2025), CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto—yang akrab disapa Kerry—menegaskan bahwa pembangunan pabrik berjalan mulus, tanpa drama berarti.

“Pabrik sesuai rencana, ngga terkendala signifikan, kita buka mulai Desember merakit VF3 lalu model berikutnya kita lagi studi. Kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun, lalu fase kedua dan ketiga bisa bertambah,” ujar Kerry penuh optimisme.

Model pertama yang akan dilahirkan dari rahim pabrik Subang ini adalah VF3—mobil mungil ramah lingkungan yang siap wara-wiri di jalanan Indonesia. Namun jangan salah, pabrik ini bukan cuma buat pasar lokal. VinFast punya visi ekspor, apalagi pabrik ini didesain khusus untuk produksi kendaraan setir kanan. Sebuah langkah yang melengkapi pabrik Vietnam yang fokus pada setir kiri.

Lebih lanjut, Kerry menjelaskan bahwa kehadiran VinFast di Indonesia juga diselaraskan dengan program BEV (Battery Electric Vehicle). Di bawah skema ini, VinFast mendapatkan keringanan pajak dan bea masuk—tapi dengan satu syarat penting: harus mencapai 40% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Ada keinginan Indonesia menjadi basis produksi setir kanan. Saat ini semua masih impor tapi sudah ikut program BEV jadi harga sama bebas bea masuk dan pajak barang mewah karena bisa buktikan pabrik jalan dan ada bank garansi juga. Target 40% TKDN itu harus kalau gak ya ga bisa ikut program BEV,” beber Kerry.

Tak main-main, fase pertama pembangunan ini digelontor investasi sebesar USD 200 juta. VinFast tak hanya datang membawa teknologi, tapi juga peluang kerja. Fase awal direncanakan menyerap 1.000 tenaga kerja langsung—belum termasuk para pekerja dari rantai pasok.

“Nilai investasi 200 juta US untuk fase pertama. Rencananya menyerap 1.000 tenaga kerja yang langsung, belum dengan supplier. Tahap awal 50 ribu per tahun tapi bisa bertambah shift tiap tahun. Luas lahan 170 hektare di fase 1, ini baru sebagian,” tambah Kerry.

Dengan lahan seluas 170 hektare yang masih bisa diekspansi, VinFast membuka jalan untuk pertumbuhan industri EV yang lebih besar. Rencana jangka panjangnya melibatkan penambahan shift, perluasan kapasitas, serta kolaborasi dengan para pemasok lokal—yang artinya, multiplier effect-nya bukan main.

Pabrik ini diprediksi menjadi langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di panggung otomotif Asia Tenggara, khususnya dalam kategori kendaraan listrik. Dengan kata lain: dari Subang, Indonesia siap melaju ke masa depan yang lebih hijau dan bertenaga.

Situ Kuta Jangkar Disorot Bupati Subang, Siap Jadi Wisata Andalan di Selatan

Wisata Situ Kuta Jangkar Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melanjutkan kegiatan Saba Desa dengan menyambangi wilayah Subang bagian selatan, tepatnya di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Jumat (25/7/2025). Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah meninjau langsung potensi wisata Situ Kuta Jangkar.

Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, menegaskan bahwa Saba Desa tidak hanya menyentuh persoalan infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga bertujuan menggali potensi daerah secara langsung tanpa seremoni. Ia ingin menyerap aspirasi warga dan melihat sendiri kekayaan alam yang belum banyak diketahui publik.

Camat Sagalaherang, Agus Hermawan, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Situ Kuta Jangkar telah memiliki Kelompok Sadar Wisata yang siap bekerja sama secara kolaboratif dengan berbagai pihak. “Alhamdulillah ini salah satu potensi wisata luar biasa dan sudah dibentuk kelompok sadar wisata. Kami akan terus dorong kolaborasi dengan dinas terkait untuk terwujudnya sarana pendukung,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Kang Rey turut menikmati langsung keindahan Situ Kuta Jangkar yang menawarkan udara sejuk dan air jernih. Ia menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengembangan kawasan ini agar menjadi destinasi wisata unggulan Subang.

“Situ ini belum banyak yang tahu. Ke depan akan kita perbaiki sehingga potensi wisatanya bisa dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa eksplorasi potensi wisata menjadi bagian penting dari Saba Desa, terutama untuk wilayah selatan Subang yang memiliki banyak lokasi eksotis namun belum tergarap optimal. “Saba Desa di selatan kan bukan hanya infrastruktur, tapi juga potensi wisata. Tadi kita ke Curug Sadim dan lanjut ke Situ Kuta Jangkar,” jelas Kang Rey.

Menurutnya, jika kawasan wisata seperti Situ Kuta Jangkar dikembangkan dengan baik, masyarakat Subang akan memiliki pilihan rekreasi yang dekat sekaligus membuka peluang ekonomi dari sektor pariwisata.

“Nanti kalau masyarakat Kabupaten Subang mau liburan ini bisa jadi alternatif karena akan kita tata untuk lebih baik dan lebih cantik lagi,” pungkasnya.

Meski masih dalam tahap pengembangan, kawasan Situ Kuta Jangkar sudah mulai menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menikmati alamnya. Pemerintah berharap, tempat ini bisa menjadi ikon baru wisata Subang di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Kepala OPD, Camat Sagalaherang, serta masyarakat sekitar yang menunjukkan antusiasme tinggi menyambut kehadiran Kang Rey.

Bupati Subang Tinjau Sagalaherang dengan Sepeda Motor, Dekatkan Diri ke Warga dan Kembangkan Wisata

Bupati Subang kunjungi Sagalaherang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau yang akrab disapa Kang Rey, melanjutkan program Saba Desa dengan menyambangi Kecamatan Sagalaherang pada Jumat, 25 Juli 2025. Dalam kunjungan kali ini, Kang Rey memilih menunggangi sepeda motor agar lebih leluasa menyusuri desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Langkah ini memungkinkan Kang Rey untuk melihat kondisi di lapangan secara dekat. Ia mengunjungi beberapa desa seperti Curug Agung, Dayeuhkolot, Sukamandi, hingga Cicadas. Di sana, ia meninjau infrastruktur jalan yang rusak dan menyampaikan komitmennya untuk mempercepat proses perbaikan.

Selain fokus pada pembangunan, Kang Rey juga menyoroti potensi wisata di Sagalaherang. Ia meninjau dua lokasi andalan, yaitu Curug Sadim dan Situ Kuta Jangkar. Menurutnya, kedua tempat tersebut memiliki nilai strategis sebagai destinasi rekreasi sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.

Kunjungan ditutup dengan kegiatan yang membangun keakraban. Kang Rey ikut serta dalam pertandingan sepak bola persahabatan di Lapangan Tenggeragung, Desa Sagalaherang Kidul. Pertandingan ini mempertemukan tim Subang Ngabret yang dipimpin Kang Rey, melawan Forkopimcam Sagalaherang. Hasil akhir, tim Subang Ngabret menang telak dengan skor 8-1.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala OPD, Camat Sagalaherang, unsur Forkopimcam, dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat menyambut kehadiran pemimpin daerah mereka secara langsung dan hangat.

BULOG Subang Menang Voli, Siap Serap Jagung!

BULOG Subang juara voli

SUBANG — Di tengah hiruk-pikuk urusan logistik pangan, BULOG Subang ternyata tak hanya jago urus beras dan jagung, tapi juga piawai mengolah bola voli! Jumat pagi (25/7/2025), aroma semangat dan persaingan bersahabat tercium di Lapang Voli Bulog Subang saat dua tim beda dunia—BULOG Subang dan Wartawan Subang—beradu smash dalam laga persahabatan yang penuh energi.

Tim BULOG, yang dipimpin langsung oleh sang jenderal lapangan sekaligus Pimpinan Cabang, Djoko Purnomo, tampil ciamik. Sementara di sisi seberang net, tim Wartawan Subang yang diperkuat para punggawa berita, dikomandani oleh Elan dari Brita Satu, tak mau kalah gaya.

Pertandingan berlangsung ketat dan seru. Di set pertama, Elan dan pasukannya tampil menyengat. Tak hanya jago nulis, mereka juga cukup menyulitkan pertahanan BULOG lewat smash-smash tajam yang membuat net seolah ikut deg-degan.

Namun BULOG menunjukkan bahwa logistik dan olahraga bisa sejalan. Mereka bangkit, menyusun strategi, dan menggempur dengan rally point yang bikin jantung deg-degan—bukan karena berita breaking, tapi karena poin tipis!

Akhirnya, setelah duel panas dan keringat bertebaran, BULOG berhasil menundukkan tim Wartawan dengan skor 2-1. Meski kalah, tim Wartawan tetap menyumbang suasana hangat. Gelak tawa dan obrolan santai terdengar hingga ke pinggir lapang, menandakan bahwa ini lebih dari sekadar pertandingan—ini ajang silaturahmi.

Usai laga, Djoko Purnomo tak hanya menyinggung kemenangan. Ia juga menyampaikan misi penting BULOG Subang ke depan. Selain urusan beras, BULOG siap menyerap hasil panen jagung petani Subang.

“Bulog Subang mendukung program 1 juta hektar jagung dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada jagung nasional sebagaimana dicita-citakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dengan menggandeng Polri, BULOG siap menyerap jagung petani. Jadi, sambil main voli dan jaga stamina, BULOG juga terus menanam semangat untuk ketahanan pangan bangsa.

Niat Baik Berujung Tragis: Kisah Uwa Ano dan Serangan Tawon Legon Sari

tawon vespa Subang

SUBANG — Sebuah kisah tragis namun sarat pelajaran datang dari Desa Karang Mulya, Kecamatan Legon Sari, Subang. Seorang pria paruh baya bernama Warno alias Ano, 55 tahun, meninggal dunia usai diserbu ratusan pasukan bersayap—tawon vespa, bukan drone apalagi tawon madu yang bersahabat.

Awalnya, rumah seorang warga dihuni oleh “tamu tak diundang” yang membangun markas di atapnya—yakni sarang tawon. Warga sudah bertindak sesuai SOP: lapor ke BPBD dan Damkar. Tapi, sosok pemberani bernama Ano merasa bisa menangani urusan ini seperti sedang menangkapi layangan putus.

“Katanya mau ada tim damkar ke rumah mau evakuasi sarang tawon, terus ada warga nyari tangga. Kemudian ada almarhum bilang ah kecil itu mah saya udah biasa, saya udah bilang ada petugas mau datang. Uwa malah langsung naik lewat dalam (rumah) tapi gak bisa, kirain gak melanjutkan dia naik dari luar,” jelas Wahidin, kerabat korban.

Dengan percaya diri, Ano meminta karung—bukan untuk belanja di pasar, tapi untuk membungkus sarang tawon. Sayangnya, bukan sarang yang masuk karung, tapi justru dirinya yang masuk daftar serangan tawon.

“Kata uwa, mana karung tapi sarang enggak masuk ke karung, terus tangan uwa coba gapai sarang tawon. Tapi tangan uwa langsung dikerubutin tawon, luka dan badan penuh tawon,” lanjut Wahidin.

Aksi nekat ini berakhir dramatis. Ano mencoba turun lewat tangga, tapi kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh dan pingsan. Warga sekitar, meski ingin menolong, harus berpikir dua kali—karena siapa pun yang berani mendekat, risikonya bisa ikut masuk ke “daftar hitam” tawon.

“Wa Ano udah pingsan dibawa, terus dibawa ke rumah sakit, sempat dirawat tapi tidak bisa tertolong, meninggal dunia,” kata Wahidin dengan suara berat.

Kepala Desa Karang Mulya, Rodid Saeful Alam, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, Ano sudah dalam kondisi kritis saat tiba di fasilitas kesehatan.

“Betul ada rumah warga yang ada sarang tawonnya… karena memang mungkin kecil sarangnya makanya almarhum berusaha untuk memusnahkan sendiri, almarhum tersengat hampir seluruh tubuhnya diserang tawon tersebut, kemudian dibawa ke rumah sakit kondisi sudah kritis tadi malam korban meninggal,” terang Rodid.

Jenazah Ano tiba di rumah duka diantar mobil ambulans. Tangis keluarga pecah. Uwa yang dikenal ringan tangan dan pemberani itu, kini hanya tinggal kenangan.

Tak lama setelah insiden, tim BPBD dan Damkar Subang pun turun ke lokasi. Mereka langsung membasmi sarang yang jadi biang kerok tragedi ini. Padahal sebelumnya, tim memang berencana evakuasi sarang tersebut malam harinya—karena saat itulah tawon biasanya “clock out” dari aktivitas terbang.

Kisah ini bukan hanya tentang tragedi. Tapi juga tentang pentingnya menahan diri dan mempercayakan urusan ke ahlinya. Apalagi kalau sudah melibatkan hewan bersengat dan bersayap.

Bupati Subang Kukuhkan ADAB, Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya Lokal

pengukuhan ADAB Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., resmi mengukuhkan Pengurus Aliansi Dewan Adat dan Budaya (ADAB) Kabupaten Subang dalam acara puncak Milangkala ke-57 Kecamatan Purwadadi, Kamis, 24 Mei 2025. Didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, pengukuhan berlangsung meriah di Alun-Alun Purwadadi.

Kegiatan ini mengusung tema “Adat dijaga, budaya dirumat, balik ka sarakan Padjadjaran,” dan disambut antusias oleh warga. Acara dibuka dengan tarian Lisung oleh Ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu, diikuti rajah bubuka dari budayawan Abah Ayi, serta pertunjukan seni dari pelajar setempat.

Camat Purwadadi, Andri Darmawan, S.STP., M.M., menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah bagi penguatan budaya Subang.
“Acara hari ini bukan sekadar seremonial, ini sejarah bagi penguatan adat dan budaya Kabupaten Subang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Reynaldy menekankan pentingnya keberadaan ADAB sebagai garda terdepan pelestarian tradisi, sekaligus strategi pembangunan jangka panjang.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Saya berharap setelah dikukuhkan, ADAB betul-betul menjadi penjaga nilai-nilai adat Subang dan memberi solusi konkret bagi arah pembangunan yang berakar pada budaya lokal,” ucapnya.

Ia mengapresiasi masih aktifnya lembaga-lembaga adat yang menjaga warisan leluhur. Menurutnya, budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan bekal penting bagi generasi mendatang.

“Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan adat dan budayanya. Kita harus bersyukur masih ada lembaga adat yang menjaga warisan leluhur, agar anak cucu kita masih bisa mengenal dan mempelajarinya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa visi pembangunan Subang sejalan dengan arah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi, yaitu daerah yang kuat secara karakter dan budaya.

“Kami ingin pembangunan Subang tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membentuk karakter daerah berbasis budaya. Karena hanya dengan itu Subang bisa punya jati diri,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, ia mengumumkan rencana mempercantik setiap pintu masuk Kabupaten Subang dengan arsitektur khas lokal, agar identitas budaya langsung terasa bagi siapa pun yang masuk.

“Setiap perbatasan akan dibuat secantik mungkin dengan ornamen budaya lokal, supaya orang tahu: ini Subang, ini lemah cai urang,” katanya.

Kang Rey juga menegaskan bahwa pembangunan berbasis budaya membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
“Saya titip komitmen ini harus jadi komitmen kolektif. Pembangunan berbasis budaya tidak bisa dikerjakan sendirian oleh pemerintah. Butuh kolaborasi dari seluruh unsur masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai simbol pengukuhan, Bupati Subang menyematkan pin kujang kepada para pengurus ADAB Kabupaten Subang.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, kepala OPD, Camat Purwadadi, Forkopimcam, para tokoh adat, dan ratusan warga yang memenuhi alun-alun.

Recent Posts