Beranda blog Halaman 736

Wisatawan Asal Bandung Tewas Tenggelam saat Berenang di Pantai Pangandaran

Warga-Asal-Bandung-Tenggelam.jpeg

harapanrakyat.com,- Aep Saepudin (46), wisatawan asal Bandung, tewas tenggelam saat berenang di Pantai Pangandaran, Jumat (30/6/2023). Wisatawan itu diketahui tidak memakai pelampung ketika berenang.

Kasatpol Airud Polres Pangandaran AKP Sugianto membenarkan kejadian tersebut. Kronologisnya, korban wisatawan asal Bandung bersama keluarganya berenang di Pantai Barat Pangandaran. Lokasinya perbatasan Pos 3 dan Pos 4 depan Hotel Pondok Seni.

“Saat korban berenang ke tengah dengan tidak memakai alat bantu berenang atau pelampung. Padahal saudaranya sudah mengingatkan agar tidak ke tengah tetapi tidak menghiraukannya,” kata AKP Sugianto.

Sugiharto menyebut laka laut yang menyebabkan wisawatan asal Bandung tewas tenggelam itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Korban atas nama Aep Saepudin, pria asal Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya Bandung, usianya 46 tahun,” ungkapnya.

Sebelum wisatawan asal Bandung tenggelam, menurut Sugianto, istri korban Iis Nuraeni (44) sudah dua kali mengingatkan agar tidak berenang terlalu ke tengah. Namun lagi-lagi korban tidak mendengar dan menghiraukannya.

“Korban tenggelam dan sempat meminta tolong, ada salah seorang anggota keluarga yang melihat dan berteriak meminta tolong ke pengunjung lainnya,” ucapnya.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Suku Jawa Pertama Pangandaran

Setelah mendengar ada yang minta tolong, pengunjung lain pun mencoba menolong korban dan juga membawanya ke pinggir pantai. Keluarga dan petugas pun sempat membawa korban ke RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapat perawatan medis. Namun sayangnya nyawa wisatawan asal Bandung itu tak tertolong.

“Namun korban dinyatakan meninggal dunia saat dokter RSUD Pandega Pangandaran memeriksanya,” pungkasnya. (Madlani/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Garlic Hotplate Mayasari Tasikmalaya, Chicken Steak Gak Pake Mahal

Garlic-Hotplate-Mayasari-Tasikmalaya.jpg

Garlic Hotplate Mayasari Tasikmalaya adalah outlet makanan olahan daging ayam sapi, dan seafood dengan bumbu bawang putih yang lebih terasa. Pecinta kuliner Tasikmalaya bisa menyantap hidangan saat masih hangat karena disajikan dengan hotplate. 

Lokasi outlet berada di foodcourt Mayasari Plaza lantai 3, Jalan Pasar Wetan Komplek Mayasari Arcade, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bisnis ini juga memiliki cabang di Asia Plaza, sehingga pelanggan bisa mencicipi masakan mereka usai berbelanja. 

Biasanya steak yang disajikan dengan hotplate memasang harga lebih mahal daripada menggunakan piring.

Alasannya karena pelanggan bisa menikmati steak dengan bumbu saus dalam keadaan mendidih sehingga menambah kelezatan dari makanan. Untungnya di Garlic Hotplate Mayasari harganya lebih murah dari kompetitor.

Baca Juga: Cafe yang Lagi Hits di Tasikmalaya, Tongkrongan Kekinian yang Selalu Ramai

Menu Garlic Hotplate Mayasari Tasikmalaya 

Jika Anda menyukai daging ayam dan sapi, maka harus mencoba salah satu menu Garlic Hotplate. Tidak hanya steak, outlet di Mayasari Plaza juga menyediakan sate ayam dan sate sapi. 

Steak Hotplate Gak Harus Mahal

Menu di outlet Garlic Hotplate Mayasari Plaza Tasikmalaya terbagi menjadi dua kategori, yaitu steak dan sate. Untuk harga steak berkisar dari 25.000 hingga 48.000 ribu per porsi. Sedangkan untuk sate ayam Rp 33.000 dan sate sapi Rp 34.000, masing-masing sudah termasuk nasi. 

Saat memesan steak, pelanggan bisa memilih saus lada hitam atau barbekyu. Sementara untuk minumannya terbatas, hanya ada air mineral, es teh kemasan, dan es kopi alakadarnya.

Namun, menu yang tersedia di outlet sudah bisa memuaskan rasa lapar apalagi harga minumannya berkisar dari Rp 6.000 hingga Rp 12.000 per item.

Baca Juga: Rekomendasi Jajanan Kekinian di Tasikmalaya, Cemilan Lokal Kualitas Premium 

Rekomendasi Kuliner Terupdate di Mall

Meski harganya murah, chicken steak dengan balutan tepung crispy ini cocok disantap saat panas. Dalam satu porsi steak, pelanggan juga mendapatkan kentang goreng, buncis, dan wortel. Untuk saus barbekyu-nya terasa manis dan asam. 

Mengingat Garlic Hotplate Tasikmalaya berada di sekitar foodcourt Mayasari Plaza, tempat duduknya menyatu dengan pelanggan dari outlet-outlet lain.

Pelanggan bisa memesan dari beberapa outlet berbeda, namun juga harus berbagi fasilitas wastafel di lantai yang sama. Apalagi letak parkiran mall lumayan jauh dari foodcourt, sehingga akan sangat memakan waktu jika tujuannya hanya untuk makan. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Dorong Penetrasi Konvergensi XL Axiata – Link Net Kolaborasi Bangun Jaringan 1 Juta Homes Passed

images_copy_800x533.jpg

review1st.com – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan PT Link Net Tbk (Link Net) terus memperkuat sinergi untuk mewujudkan percepatan penetrasi pasar layanan Fixed Broadband (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC) di Indonesia.

Tahapan sinergi berikutnya antara kedua belah pihak tersebut diimplementasikan lagi melalui penandatanganan Fiber to the Home Network Development and Operation Agreement pada tanggal 28 Juni 2023 yang mengatur antara lain kerja sama pembangunan dan pengoperasian jaringan 1 juta homes passed di sejumlah kota/kabupaten di Indonesia.

Melalui kerja sama jaringan ini, XL Axiata berharap mampu menjangkau pasar konvergensi yang lebih luas, seiring dengan terus meningkatnya permintaan pasar di wilayah yang lebih luas.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, “Kerja sama ini merupakan bagian dari tahapan kerja sama kedua entitas pasca-akuisisi Link Net oleh Axiata Group Bhd  dan XL Axiata di periode awal 2022 lalu.

XL Axiata berharap dapat memanfaatkan segala keunggulan yang dimiliki Link Net yang kita semua tahu merupakan perusahaan terbesar di Indonesia sebagai penyedia layanan internet fixed line yang sangat berpengalaman membangun dan mengelola jaringan fiber optik yang sangat luas.”

Dian menambahkan, pembangunan jaringan 1 juta homes passed ini ditargetkan berlangsung dan selesai dalam satu tahun, yang menjangkau lebih dari 10 kota/kabupaten yang berada di beberapa provinsi, termasuk di luar Jawa.

Dengan menambah 1 juta homes passed ini, XL Axiata berharap mampu mendorong percepatan pencapaian 450 ribu home connect serta penetrasi konvergensi layanan XL SATU hingga sebesar 150 ribu pelanggan.

Dalam kerja sama ini, XL Axiata telah menyiapkan perencanaan (planning) dan desain target pasar yang bisa melayani kebutuhan layanan konvergensi (convergence), sedangkan Link Net akan melakukan desain jaringan dan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan target pasar XL Axiata.

Terkait investasi, hingga saat ini sejumlah biaya pembangunan masih dalam proses perhitungan kedua perusahaan. Investasi penggelaran fiber akan dilakukan dari pihak Link Net.

Investasi dari pihak XL Axiata lebih berfokus pada penyambungan last-mile dan pemasangan alat CPE (Customer Premises Equipment) ke rumah-rumah pelanggan.  “Setelah akuisisi, peluang kerja sama terus dieksplorasi oleh XL Axiata dan Link Net.

Benang merah dari kolaborasi kedua pihak adalah mewujudkan visi XL Axiata sebagai penyedia layanan konvergensi terdepan di Indonesia yang menggabungkan layanan internet fixed broadband dan internet mobile,“ imbuh Dian.

Presiden Direktur & CEO Link Net, Marlo Budiman mengatakan, “Pengembangan jaringan telah dimulai dan kami masih sesuai target untuk membangun 1 juta Fiber-To-The-Home (FTTH) homes passed tambahan di tahun mendatang.

Hal ini merupakan langkah awal untuk menambah 5 juta FTTH homes passed tambahan ke jaringan kami dalam 5 tahun mendatang. Kami sangat senang dapat bermitra dengan XL Axiata yang terbukti memiliki kemampuan akuisisi pelanggan yang tepat sasaran dengan memanfaatkan basis pelanggan dan data seluler mereka yang besar.

Hal ini sejalan dengan strategi Link Net untuk mentransformasi bisnis menjadi perusahaan infrastruktur yang akan mengoperasikan jaringan fiber akses terbuka yang dapat digunakan oleh berbagai ISP di Indonesia.

Melalui jaringan Link Net, kami akan menciptakan peluang bagi puluhan juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses internet berkecepatan tinggi dan memperoleh manfaat dari hal tersebut.

Keberhasilan kerja sama XL Axiata dan Link Net akan memberikan peluang yang signifikan bagi pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun-tahun mendatang.”

Pasca akuisisi, XL Axiata dan Link Net terus melakukan sinergi, termasuk berupa peluncuran produk layanan. Oktober 2022 lalu, XL Axiata bersama Link Net bersinergi meluncurkan layanan konvergensi internet melalui produk kolaborasi First Media dan XL.

Kolaborasi ini menggabungkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa batasan kuota, konten streaming, TV kabel serta penyimpanan online milik First Media dengan Paket Kuota Bersama XL, yaitu layanan data internet berkuota besar.

Saat ini XL Axiata terus berupaya keras mengenalkan layanan konvergensi kepada masyarakat luas, sekaligus meningkatkan manfaatnya selaras dengan visi perusahaan menjadi operator konvergensi terdepan di Indonesia (#1 Converged Operator in Indonesia).

Hingga akhir kuartal pertama 2023 ini, tingkat penetrasi layanan konvergensi XL Axiata telah mencapai sebesar 44% dimana pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL SATU, yang berarti menunjukkan kuatnya permintaan atas produk konvergensi ini.

Saat ini, XL Axiata juga telah memiliki jangkauan XL Home & XL SATU fiber lebih dari 1,2 juta homes passed di 53 kota dan kabupaten kota di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Purwokerto, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Cirebon, Banjarmasin, Banjarbaru, Semarang, Palangkaraya, Samarinda, dan Palu.

Cafe yang Lagi Hits di Tasikmalaya, Tongkrongan Kekinian yang Selalu Ramai

Cafe-Hits-di-Tasikmalaya.jpg

Cafe yang lagi hits di Tasikmalaya menjadi tempat nongkrong yang hampir tidak pernah sepi, karena selalu ramai pengunjung saat akhir pekan. Konsep tempat yang serba estetik dan beragam pilihan menu tersedia membuat orang-orang kembali berkunjung ke cafe.

Melihat banyaknya cafe dan resto yang semakin menjamur, minat masyarakat terhadap kuliner memang cukup tinggi.

Apalagi deretan tempat-tempat ini menyediakan metode pembayaran non tunai sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan tidak terlalu lama mengantri.

Bagi Anda yang sedang mencari rekomendasi cafe yang lagi hits di Tasikmalaya, sepertinya tempat-tempat ini akan terasa cocok. 

Jika berkunjung saat akhir pekan, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan musik sambil menikmati hidangan.

Rekomendasi Cafe yang Lagi Hits di Tasikmalaya

Ketika memasuki akhir pekan, biasanya orang-orang akan menyisihkan waktu untuk bersilaturahmi dengan teman atau keluarga. 

Jika tidak meluangkan waktu untuk kehidupan sosial, lama-lama jadi tidak punya teman. Oleh karena itu, segera hubungi teman atau kerabat Anda untuk mengunjungi tempat-tempat berikut.

HZ 201 Tasikmalaya

Tempat ini semacam foodcourt yang menggabungkan empat brand kuliner berbeda, yaitu Genesis Resto, Somethink Coffee, Sate Hihied Kambing, dan Mie Baso Hanoman. Untuk yang sedang mencari cafe yang lagi hits di Tasikmalaya, HZ 201 bisa menjadi pertimbangan.

Baca Juga: HZ 201 Tasikmalaya, Ada Foodcourt di Belakang Starbucks

Lokasi berada di belakang Starbucks, Jalan HZ Mustofa nomor 201, Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. karena letaknya strategis, Anda bisa menemukan tempat ini dengan mudah.

HZ 201 Tasikmalaya menyediakan tempat yang nyaman untuk mengobrol dan aneka pilihan menu dari 4 brand kuliner berbeda. Mau ngopi santai, makan bersama keluarga, atau ngebakso sambil ngegosip bareng Bestie, semuanya bisa dilakukan di sini.

Ruang Renjana Coffee Tasikmalaya

Jika ingin bersantai di akhir pekan sambil menikmati hembusan angin dengan suasana persawahan, Anda bisa berkunjung ke Ruang Renjana Coffee Tasikmalaya. 

Meskipun berada di area persawahan tapi lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota. Ruang Renjana juga merupakan salah satu cafe yang lagi hits di Tasikmalaya dengan bangunan utama konsep rumah kaca.

Lokasi berada di Jalan Bumi Resik Indah nomor 71, Kecamatan Sukamanah, Kota Tasikmalaya. Letak cafe berada di belakang Villa sehingga menghadirkan suasana yang tentram jauh dari kebisingan suara kendaraan.

Ruang Renjana Coffee Tasikmalaya menyediakan area outdoor untuk bersantai seperti sedang piknik sehingga cocok untuk melepas stress. Anda juga bisa menemukan racikan kopi ataupun minuman non kopi di cafe ini beserta dengan makanannya.

Sei Barcode Coffee Tasikmalaya

Bertempat di Jalan Mayor Utarya nomor 48 Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sei barcode Coffee selalu ramai oleh pengunjung. Setiap Sabtu sore, kawasan jalan ini menjadi area pasar Mambo Kuliner sehingga banyak orang berkunjung ke Sei barcode.

Sebagai salah satu cafe yang lagi hits di Tasikmalaya, tentunya Sei Barcode Coffee juga menyediakan racikan kopi atau non kopi. 

Menu hidangan utama di tempat ini adalah sei sapi dan sei ayam dengan sambal luat, sabar, atau matah. Selain itu juga ada brand kuliner lain yang berjualan di tempat ini, yaitu Pojok Steak dan Mie Jadian.

Baca Juga: Barcode Sei Coffee Tasikmalaya, Tempatnya Pesta Sei Sapi

Saat akhir pekan, ada pertunjukan akustik di Sei Barcode Coffee Tasikmalaya sehingga suasana cafe terasa lebih hidup.

Kadaka Coffee Tasikmalaya

Untuk yang sedang mencari cafe dengan suasana pedesaan, boleh berkunjung ke Kadaka Coffee Tasikmalaya yang letaknya di dekat Wisata Curug Badak. Letaknya berada di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Akses ke cafe ini memakan waktu tempuh 45 menit atau sekitar 20 km dari pusat Kota Tasikmalaya. Namun, Kadaka Coffee menjadi salah satu cafe yang lagi hits di Tasikmalaya karena arsitektur yang menawan dan sangat luas.

Kadaka Coffee ini juga menyediakan arena billiard sehingga pengunjung bisa mendapat hiburan baru selain nongkrong dan minum kopi. 

Berhubung lokasinya berada di sekitar pegunungan, udara di sekitar kafe akan terasa lebih sejuk ketimbang di kota.

Kebon Djati Eatery Tasikmalaya

Berikutnya, ada tempat healing terbaru di belakang terminal Kota Tasikmalaya yakni Kebon Djati Eatery. Sesuai namanya, tempat ini bukan hanya sekedar cafe tapi juga merupakan area kuliner yang dikelilingi oleh pohon-pohon jati.

Pengunjung bisa menikmati bagian outdoor dengan pemandangan gunung, kolam ikan dan arena bermain untuk anak-anak. 

Bagian indoor cafe ini juga memiliki interior yang elegan ala Eropa sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi makan di restoran mewah.

Jika tertarik, Anda bisa merapat ke Jalan Raya Mangin, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Pastikan untuk meluangkan waktu bersama teman dan keluarga ke cafe yang lagi hits di Tasikmalaya ini. (R7/HR-Online/Editor-Ndu) 

Hari Kedua Pencarian, Jasad Kakek Kadi yang Tenggelam di Apur Cilisung Ciamis Ditemukan

Kakek-Kadi-Ditemukan.jpg

harapanrakyat.com,- Hari kedua, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Kadi, kakek berusia 75 tahun warga Dusun Kertajaya, RT 06, RW 07, Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kakek Kadi dilaporkan tenggelam di Apur Sungai Cilisung yang berlokasi di Dusun Manganti, RT 03, RW 01, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Kamis (29/06/2023) kemarin.

Baca Juga: Hendak Selamatkan Alat Penangkap Ikan, Seorang Warga Hilang Tenggelam di Manganti Ciamis

Dantim 1 Basarnas pos Tasikmalaya Roni Rohani Efendi mengatakan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad kakek Kadi. Jasadnya ditemukan sekitar 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi pertama tenggelam.

“Diketemukan sekitar pukul 08.15 WIB, dengan jarak sekitar 1,5 KM dari titik awal tenggelam. Yakni di Dusun Bojonggenteng, RT 08, RW 02, Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jasad tadi langsung kita evakuasi ke puskesmas Mangunjaya dan dilanjutkan ke rumah duka untuk dimakamkan,” katanya, Jumat (30/06/2023).

Pantauan harapanrakyat.com, tim SAR gabungan yang terlibat dalam evakuasi terdiri dari Basarnas Tasikmalaya, BPD, Tagana. PMI Kabupaten Ciamis, unsur Babinsa Babinmas, Relawan Ciamis Selatan (RCS), Rapi. MDMC Kabupaten Ciamis, BPD Banjar, Tagana Pangandaran, dan SAR MTA.

Sebelumnya Kakek Kadi tenggelam saat hendak menyelamatkan alat penangkap ikan di sungai Apur Cilisung.

Anggota FK Tagana Ciamis Nurholis mengatakan, sebelum peristiwa hilangnya Kadi, ia sempat minum kopi di sebuah warung. 

Namun, saat melihat alat penangkap ikannya terbawa arus, korban langsung lari dan terjun ke sungai.

“Kita menduga korban tidak kuat menahan arus sungai, sehingga ia langsung tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan sungai,” ujarnya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Imbauan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Untuk RPH Di Kabupaten Subang

Imbauan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Untuk RPH Di Kabupaten Subang

Tanda hewan kurban sehat yaitu memiliki kalung khusus yang diberikan oleh para petugas pemeriksa dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang.

Jika belum mendapatkannya, para peternak atau penjual dapat segera menghubungi petugas pada nomor 0813 8695 0482. Nantinya akan ada form untuk pengajuan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Setelah diisi, maka petugas akan datang ke tempat hewan untuk diperiksa kesehatan dan usia layak potong.

"Berat badan tidak jadi syarat, tapi memang sunnah rasul berkurban yang terbaik. Masyarakat boleh memilih hewan kurban paling gemuk, tipsnya dilihat dari belakang kalau tanduknya ada empat berarti tanda kurus," ujar drh. Erlina dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam talkshow Lebih Dekat pada Selasa, (27/6) di Studio Radio Benpas Subang.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pun berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Subang perihal lalu lintas impor hewan di Kabupaten Subang untuk diperiksa terlebih dulu persyaratannya.

Selain melakukan pengawasan di Pasar Hewan Kabupaten Subang, pihaknya pun memeriksa di Rumah Potong Hewan milik pemerintah daerah yakni di Subang dan Pagaden.

"Setelah pemotongan pencacahan daging masih banyak di luar standar, pelan-pelan kami laksanakan perubahan ini seperti sosialisasi," ujar drh. Erlina.

Targetnya tak lain agar daging yang dihasilkan saat pemotongan dapat semakin aman dikonsumsi oleh masyarakat.

"Standar minimal RPH harus ada tempat penampungan hewan terpisah dengan pemotongan agar kesejahteraan hewan dipenuhi. Jangan sampai memotong hewan kurban, penampungannya di situ juga nanti kasihan hewan lain yang menunggu giliran," tambahnya.

Mengenai limbah, ia menganjurkan setelah penyembelihan hewan kurban harus benar-benar tertutup jangan sampai setelah Idul Adha timbul penyakit yang menyerang utamanya anak-anak dan balita di sekitar tempat pemotongan.

"Sapi dibuat satu meter dalamnya 1×1. Domba 1,5×1 meter untuk ukuran pembuangan limbah," tuturnya.

Tips dari Imas selaku Kasubag TU UPTD Balai Kesehatan Hewan Dan Kesmavet yang sama-sama hadir dalam talkshow, masyarakat harus memilih daging berwarna merah segar, tidak kenyal, tidak lembek dan bau, sebelum dimasak cuci hingga bersih dan terakhir adalah daging harus sampai matang dimasak.

"Kami berharap untuk tahun ini pemotongan hewan kurban lebih bersih dan tertib, kalau pun tak bisa memotong hewan di RPH silakan penuhi standar pemotongan hewan kurban. Tolong kepada para petugas, lebih higienis dalam penanganannya agar masyarakat dapat mengonsumsi daging kurban yang sehat," pungkasnya.*(FA/Radio Benpas Subang)

Apa Saja Syarat Hewan Kurban Sehat Menurut Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang?

Apa Saja Syarat Hewan Kurban Sehat Menurut Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang?

Idul Adha 1444 Hijriah tahun ini jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Selain pelaksanaan shalat sunat, terdapat penyembelihan hewan kurban yang kesehatannya harus dipenuhi agar niat untuk berbagi dengan sesama dapat tercapai sesuai harapan.

Bertepatan momen Idul Adha tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang telah melakukan pemeriksaan hewan bahkan tiga minggu sebelum hari H melalui prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di peternakan atau pasar hewan.

Disampaikan oleh drh. Erlina dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner bahwa hewan yang memenuhi syarat ASUH tersebut ditandai dengan kalung sehat dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari petugas.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar mulai menanyakan SKKH ketika membeli hewan kurban, ketika dipersyaratkan oleh pembeli otomatis para penjual harus mengurusnya yang kami pastikan akan diperiksa petugas," tambahnya pada Selasa, (27/6) di Studio Radio Benpas Subang.

Tak hanya memeriksa kesehatan, dari segi usia hewan pun diperhatikan oleh petugas. Untuk kambing dan domba minimal berusia satu tahun, sapi serta kerbau minimal dua tahun.

Hewan kurban di Kabupaten Subang juga terpantau banyak sehingga tak akan kekurangan stok meski memang, sapi dan kerbau masih mengimpor dari kabupaten lain sekitar 20 persen.

Turut mendampingi drh. Erlina yakni Imas selaku Kasubag TU UPTD Balai Kesehatan Hewan Dan Kesmavet menyebutkan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih berkembang meski kasusnya jauh lebih rendah dibanding tahun lalu. Selain itu adapula penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) alias Penyakit Kulit Berbenjol yang sama-sama harus diwaspadai dengan gejala benjolan sebesar 1-7 cm pada leher, kepala, kaki dan ekor sapi serta demam 40,5 derajat celcius. Semua penyakit memiliki penyebaran dari lalat dan tak menular kepada manusia.

Selain itu, standar hewan kurban secara keseluruhan adalah tidak buta, tidak hamil, usia sesuai, sehat, jenis kelamin jantan tidak boleh dikebiri.

Perihal lapak penjualan sebenarnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tidak membawahi hal tersebut, namun ada UPTD Pasar Hewan dibeberapa kecamatan. Paling besar di Pasar Hewan Purwadadi (buka setiap Selasa dan Sabtu) dan Pasar Hewan Jalancagak (buka setiap Selasa dan Kamis.)

"Kami menganjurkan seluruh penjual hewan kurban agar berkumpul di pasar hewan meskipun ada juga lapak di pinggir jalan. Jangan berjualan di pinggir jalan. Selain itu mari berbelanja dari para peternak Kabupaten Subang," tutup drh. Erlina.*(FA/Radio Benpas Subang)

Dihadiri Berbagai Tokoh Forum Koordinasi Pantura Subang, Gubernur Jawa Barat Setujui Kabupaten Subang Utara Menjadi CDPOB

Dihadiri Berbagai Tokoh Forum Koordinasi Pantura Subang, Gubernur Jawa Barat Setujui Kabupaten Subang Utara Menjadi CDPOB

Bupati Subang H. Ruhimat hadiri agenda Pengusulan Kabupaten Subang Utara menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) ke Pemerintah Pusat melalui Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (27/6).

Rapat Paripurna tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat ke Subang dalam rangka kajian akan kelayakan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru Kabupaten Subang Utara.

Pada agenda tersebut, ditandatangani persetujuan CDPOB oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., MM dan juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak RPJMD Tahun 2018-2023 hanya terdapat 6 usulan pembentukan CDPOB baru, dan saat ini telah bertambah dengan total menjadi 9 CDPOB.

"Total sudah sembilan daerah persiapan otonomi baru ini. Jadi, mudah-mudahan di Pemerintah Pusat apakah masih di era Presiden Jokowi ataupun nanti di era pemerintahan yang baru keadilan pemekaran wilayah yang sekarang masih dalam moratorium bisa dicabut dan kita bisa merasakan kesejahteraan (masyarakat) Jawa Barat yang meningkat," ungkap Kang Emil.

Ia mengungkapkan bahwa CDPOB Kabupaten Subang Utara ini terwujud berkat kerja kolektif seluruh stakeholders termasuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pemekaran daerah otonom baru di kawasan utara Jabar. Selain itu dengan dilengkapinya seluruh persyaratan per tanggal 28 Maret 2023 oleh Pemerintah Kabupaten Subang maka usulan tersebut akan segera diberikan kepada Pemerintah Pusat oleh Gubernur dan DPRD Jawa Barat.

Sementara itu, Bupati Subang H. Ruhimat menyampaikan rasa syukur atas ditandatanganinya kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan DPRD Provinsi Jawa Barat atas Pencanangan CDPOB Subang Utara. Dirinya berharap, setiap proses yang menyangkut kesiapan pemekaran dapat berjalan lancar dan baik.

"Mudah-mudahan betul-betul mulus tahapannya, karena sesuai dengan antusias masyarakat Pantura mudah-mudahan kapan waktunya moratorium dicabut, kita sudah siap melaksanakan pemekaran." Ucap Bupati Subang

Turut hadir mendampingi Kang Jimat, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asda 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Para Camat Subang Utara serta Forum Pemekaran Subang Utara.

Dinas Pertanian Ciamis Gelar Bimtek Budidaya Manggis

Dinas-Pertanian-Ciamis-Gelar-Bimtek-di-Budidaya-Manggis.jpeg

harapanrakyat.com,- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Manggis di Desa Karyamukti Kecamatan Banjaranyar Selasa (20/06/2023).

Kepala DPKP Ciamis melalui Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Tomy Fauzi mengatakan, masyarakat Desa Karyamukti Kecamatan Banjaranyar telah lama mengembangkan budidaya manggis.

Hampir di setiap kebun milik masyarakat ditanami pohon manggis. Tidak heran  Desa ini termasuk salah satu desa penghasil buah manggis terbesar di Kabupaten Ciamis. Luas lahan yang ditanami manggis seluas 400 Ha, dengan jumlah tanaman kurang lebih 100 pohon per hektar.

Sesuai data Statistik Pertanian khususnya komoditi buah-buahan, total produksi buah-buahan Kecamatan Banjaranyar sebanyak 20.067 kuintal pada tahun 2020.

Namun pada tahun 2021 dan 2022 produksi manggis tidak ada, hal ini karena karakteristik manggis sebagai buah musiman. Diketahui bahwa siklus berbuah manggis yaitu empat tahunan, dan ini yang menjadi permasalahan para petani manggis sehingga produksi manggis menjadi tidak kontinyu.

“Selain itu juga, keluhan para petani adalah cara pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), modal pengembangan sarana dan prasarana pemeliharaan tanaman, pemasaran, serta aplikasi teknologi yang belum menyentuh budidaya manggis ini,” ungkap Tomy.

Oleh sebab itu lanjutnya, Bimtek budidaya manggis ini sangat penting, guna memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para petani manggis, agar sukses dalam budidaya.

Sementara itu, Koordinator Buah dan Sayur Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar, Risma Fitriyani, SP., MAP menyampaikan, sesuai program strategis Provinsi Jawa Barat, potensi unggulan buah-buahan di Jawa Barat ada lima jenis yaitu pisang, manggis,mangga, jeruk dan strawberry, yang salah satunya adalah program “Manggis Juara”.

“Ada lima kabupaten yang mempunyai potensi unggulan manggis yaitu Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Subang, Purwakarta, dan Sukabumi. Tujuan dari Bimtek ini adalah memberikan pengetahuan kepada para petani manggis tentang pengendalian OPT dan persyaratan ekspor komoditas manggis,” jelasnya.

Pihaknya berharap, agar petani manggis di Desa Karyamukti mampu menangani OPT serta mampu menjadi eksportir komoditas manggis.

“Selama ini komoditas manggis di Desa Karyamukti secara kualitas mampu menembus pasaran luar negeri, hanya saja bukan sebagai eksportir mandiri, tetapi masih sebagai pemasok bagi eksportir yang berada di luar Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Baca juga: Dinas Pertanian Ciamis Lakukan Pendampingan Kegiatan Klaster Padi di Kelompok Tani Parikesit

Bimtek Budidaya Manggis Hadirkan Narasumber dari Akademisi

Kegiatan Bimtek budidaya manggis ini diikuti oleh 20 orang petani manggis di wilayah Desa Karyamukti, dengan Narasumber antara lain Noor Febriyanti, S.P, M.Agr dari Universitas Siliwangi, Mia Sri Lestari Syaf, S.P dari  Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung, serta pejabat fungsional dari BPTPH Jawa Barat. Materi yang disampaikan di antaranya tentang Pengendalian OPT pada tanaman manggis serta Tahapan dan Persyaratan Ekspor Komoditas Manggis.

Noor Febriyanti, S.P, M.Agr dalam materinya menyampaikan bahwa OPT adalah penyumbang tertinggi permasalahan pada budidaya manggis. OPT tersebut meliputi kutu putih, thrips, tungau serta penyakit getah kuning, jamur upas dan busuk buah.

Beberapa langkah strategis yang harus diperhatikan dalam pengendalian OPT meliputi 4 prinsip yaitu: Budidaya tanaman sehat, Pemanfaatan musuh alami, Pengamatan rutin, Petani sebagai ahli Pengamat Hama Tanaman (PHT).

Usai kegiatan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan berupa bibit pohon manggis untuk demplot di  Desa Karyamukti seluas 1 hektar. (Fahmi/R8/HR Online/Editor Jujang)

Teknologi Pengalaman Digital Karyawan VMware Menghadirkan Solusi DEX Komprehensif

man-g86062e608_640.jpg

review1st.com – Teknologi pengalaman digital karyawan (DEX) penting untuk pengalaman karyawan yang luar biasa dan efisiensi tim TI.

DEX menghemat biaya dengan peralatan yang diperlukan, tetapi solusi saat ini terfragmentasi dan kompleks.

VMware, Inc. (NYSE: VMW) mengumumkan empat terobosan unik untuk solusi DEX komprehensifnya hari ini. Ketersediaan DEX untuk perangkat pihak ketiga, DEX untuk VMware Horizon, RCA AI, dan ekspansi ONE ITSM Connector. Inovasi ini memperkuat komitmen VMware dalam memberikan solusi DEX holistik yang meningkatkan produktivitas dan keterlibatan pegawai.

“Organisasi lintas industri harus beradaptasi dengan cepat terhadap kemajuan IT yang terus berkembang dan mobilitas karyawan yang meningkat. Untuk berhasil, prioritas utama adalah memilih teknologi yang memperkuat tim TI dengan alat yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan mencegah kendala di masa depan,” kata Shankar Iyer, Senior VP & General Manager, End-User Computing VMware. “Solusi DEX VMware menyediakan wawasan berbasis data dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan pengalaman luar biasa bagi karyawan,” tambahnya.

Platform yang Terukur Menunjang Berbagai Contoh Kasus Penggunaan

VMware mengembangkan solusi DEX-nya untuk mengukur pengalaman karyawan di berbagai endpoints fisik dan virtual. Hari ini, mereka meluncurkan Digital Employee Experience Management (DEEM) untuk perangkat Windows yang dikelola pihak ketiga.

Dengan pembaruan ini, semua fitur DEX VMware, termasuk Intelligent Hub, DEEM, dan Assist, dapat digunakan pada perangkat-perangkat tersebut. Meskipun pelanggan sudah menggunakan solusi manajemen lain, pembaruan ini memberikan fleksibilitas dalam penerapan dan pengembangan solusi DEX.

VMware mengumumkan ketersediaan DEEM untuk VMware Horizon, memungkinkan penilaian dan analisis pengalaman pengguna akhir.

Pendekatan DEX yang Komprehensif Memungkinkan TI untuk Memulihkan Lebih Banyak Kendala dan “Shift Left”

Suatu organisasi tidak akan mencapai pengalaman karyawan yang mulus tanpa mengendalikan pengalaman dan pemulihan kendala.

VMware menawarkan solusi komprehensif untuk menciptakan siklus lingkaran tertutup yang memungkinkan TI untuk Shift Left.

Solusi ini memanfaatkan data pengalaman holistik untuk proaktif menyelesaikan masalah dan meningkatkan pengalaman karyawan secara kontinu.

Dengan manajemen endpoint terpadu VMware Workspace ONE, pelanggan mendapatkan akses ke kemampuan pemulihan kendala terluas saat ini.Tim service desk menjadi bantuan pertama ketika timbul kendala pengalaman karyawan.

VMware memperluas data pengalaman ke ServiceNow melalui ITSM Connector untuk memecahkan masalah dengan efisien. Inovasi terbaru termasuk penilaian pengalaman dan langkah pengelolaan endpoints yang terpadu. Tim layanan dapat mengatasi masalah potensial sebelum kendala semakin meningkat. Langkah pemulihan dan alur kerja yang diperluas meminimalisir waktu penyelesaian masalah.

“Produk kami ada di lebih dari 200.000 ponsel pintar dan tablet yang digunakan oleh pengguna korporat dan pekerja garis depan kami, mencakup seluruh Prancis dan melalui jaringan distribusi kami (17.000 titik penjualan),” kata Olivier Bombe, Head of Digital Workspace, Groupe La Poste.

“Dengan pendekatan terintegrasi dari VMware Workspace ONE, tim IT dan meja layanan kami dapat melihat kendala yang memengaruhi produktivitas karyawan, memungkinkan penanggulangan masalah yang lebih sederhana, dan pemulihan otomatis. Meja layanan kami diberdayakan untuk meningkatkan SLA (Service Level Agreement) untuk berbagai kendala; hal ini memungkinkan penghematan jam teknis.”

Pengembalian Investasi yang Nyata melalui Manajemen Pengalaman Berbasis Data

Tim TI diharapkan dapat mengelola lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit daripada sebelumnya. DEX VMware menawarkan pemberdayaaan TI melalui Wawasan, Identifikasi Sumber Masalah Terpandu (Guided Root Cause Analysis atau Guided RCA), dan Otomasi, memungkinkan pendekatan proaktif untuk TI. Dengan

wawasan berbasis kecerdasan buatan, organisasi-organisasi TI dapat langsung mengidentifikasi masalah yang memengaruhi produktivitas karyawan, dengan menggunakan model pembelajaran mesin statistik untuk secara otomatis mendeteksi dan menilai anomali pengalaman.

Guided RCA, kini tersedia secara umum, menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mengidentifikasi kemungkinan akar penyebab masalah dengan skor terkait. Hal Ini membantu meminimalisir waktu dan upaya yang diperlukan untuk mengidentifikasi sumber masalah.

Dengan alur kerja otomasi yang terintegrasi, ke depannya, organisasi-organisasi IT dapat mengambil tindakan pemulihan yang tepat untuk meningkatkan resolusi masalah, dan pemberitahuan karyawan yang proaktif.

Seorang pelanggan VMware yang baru-baru ini mengalami kerusakan meluas pada laptopnya dapat mengidentifikasi akar masalahnya menggunakan Guided RCA. Berkat tiim aplikasi VMWare, pelanggan dapat menanggulangi masalah dengan cepat, menghemat jam teknis dalam praktek pemecahan masalah yang salah.

“VMware IT telah menggunakan DEX untuk beralih ke pendekatan IT yang lebih proaktif dan berbasis data,” kata Pam Cocca, Vice President, IT Colleague Experience and Technology, VMware. “Hal ini tidak hanya menghemat waktu teknis dalam menyelesaikan masalah dengan lebih cepat berskala besar, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap organisasi TI kami.

“Dengan menggunakan DEEM for Insights dan dukungan proaktif, VMware IT telah merealisasikan rata-rata, 35% penghematan waktu penyelesaian masalah selama enam bulan terakhir1. Hal Ini tentu menghemat waktu tim TI yang berharga dan memungkinkan karyawan kembali produktif lebih cepat.”

Recent Posts