Beranda blog Halaman 71

Jembatan Mekarwangi Diperluas! PUPR Subang Gelontorkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi

rehabilitasi Jembatan Mekarwangi Subang

SUBANG — Akhirnya! Jembatan Mekarwangi di Kecamatan Pagaden Barat kini sedang direhabilitasi. Bukan sekadar tambal sulam, tapi benar-benar bedah total—dari pondasi hingga struktur utama. Proyek ini jadi kabar baik bagi warga sekitar, terutama pengguna ruas Jalan Gambarsari – Dangdeur, yang kerap waswas saat melintas di atas Sungai Ciasem.

Kepala Bidang Jembatan Dinas PUPR Subang, Ida Nursanti, didampingi oleh Ade Riswanto dari tim Jalan dan Jembatan, mengatakan bahwa proyek ini sudah resmi dimulai. “Pembangunan Jembatan Mekarwangi di Kecamatan Pagaden Barat sudah dimulai,” ujarnya kepada Jabarpress.com, Senin (4/8/2025).

Yang bikin makin lega: pondasi jembatan dibikin baru. Tidak asal bongkar-bangun, pondasinya tetap tiga titik, tapi kali ini dibuat lebih kuat dan modern. Lebar jembatan pun ikut ditambah, dari sebelumnya hanya 3,9 meter—yang bikin pengemudi sering ngerem jantung saat berpapasan—kini dilebarkan menjadi 5 meter. Artinya, dua mobil bisa lewat bersamaan tanpa drama tarik-ulur klakson.

Tak main-main, anggaran untuk proyek ini mencapai Rp400 juta! Rinciannya, Rp230 juta dari APBD murni dan Rp170 juta dari APBD perubahan tahun 2025. Sebuah investasi besar demi keselamatan dan kenyamanan warga Subang.

Saat ini, pekerjaan fisik sudah masuk ke tahap penghancuran jembatan lama menggunakan alat berat penghancur beton—demolition hammer alias jack hammer. Suara berisik di lapangan mungkin mengganggu sejenak, tapi itu tanda bahwa pembangunan tengah berlangsung serius.

Diharapkan setelah rehabilitasi selesai, akses transportasi akan jauh lebih lancar dan aman. Tak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi antar desa yang terhubung oleh jembatan ini.

995 Kendaraan Diperiksa, Samsat Subang Tekankan Kesadaran Pajak demi Jalanan Aman dan Jabar Istimewa

pemeriksaan pajak kendaraan Subang

SUBANG — Klakson boleh nyaring, knalpot boleh menggelegar, tapi kalau pajak kendaraan belum dibayar—awas, bisa kena razia! Itulah yang terjadi pada 995 kendaraan yang terjaring dalam Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (OPPKB) di Kabupaten Subang pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2025 lalu.

Operasi ini bukan dadakan ala film laga. Ini adalah bagian dari program rutin Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Barat yang dijalankan bersama Samsat Kabupaten/Kota. Tujuannya? Bukan buat bikin panik pengendara, tapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Menurut Kepala P3DW Subang, Lovita Adriana Rosa, operasi ini adalah langkah konkret pemerintah. “Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Kepada yang sudah taat, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Dari ratusan kendaraan yang diperiksa, 192 di antaranya terciduk menunggak pajak. Tapi tak perlu drama, karena banyak yang langsung membayar di tempat dengan total penerimaan mencapai sekitar Rp 45 juta! Bukti bahwa edukasi dan pelayanan bisa jalan beriringan.

Lovita menegaskan bahwa operasi ini bukan sekali lewat saja, melainkan akan digelar secara berkala, menggandeng Polres Subang, Jasa Raharja, Denpom, dan Bapenda Kabupaten Subang. Bukan semata menagih, tapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya tanggung jawab sebagai pengguna jalan.

“Pemeriksaan ini bukan cuma soal kepatuhan pajak, tapi juga kesadaran akan kewajiban warga untuk berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selama kegiatan, petugas memeriksa notice pajak pada STNK untuk mendeteksi tunggakan. Bagi yang belum bisa membayar di tempat, diberikan surat pernyataan, dan diarahkan memanfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang berlangsung hingga 30 September 2025.

Uang pajak yang dibayarkan bukan masuk kantong pribadi, tapi digunakan sepenuhnya untuk pembangunan jalan kabupaten dan provinsi, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat. Jadi, setiap kali jalanan jadi lebih halus, itu adalah hasil dari pajak yang taat dibayar.

Tak hanya razia fisik, Lovita juga menyoroti pentingnya transisi ke era digital. Masyarakat didorong memanfaatkan e-Samsat, seperti aplikasi Sambara, Signal, serta toko daring dan BumDes. Semua demi kemudahan dan transparansi.

Dan yang tak kalah penting: implementasi Pasal 74 UU Lalu Lintas 2009. Jika pajak tak dibayar selama dua tahun sejak STNK habis, kendaraan akan dihapus dari registrasi Samsat alias jadi kendaraan bodong. Maka, sebelum jadi korban penghapusan, lebih baik datang ke Samsat, cari solusi, apalagi sedang ada program pemutihan dan bebas bea balik nama.

“Dengan pemeriksaan pajak kendaraan ini, kita harapkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu. Karena kita bersama ingin mewujudkan Jabar yang Istimewa,” pungkas Lovita penuh harap.

Hangat dan Penuh Nostalgia, Kang Rey dan Kang Akur Hadiri Puncak HUT ke-63 SMAN 1 Subang

HUT ke-63 SMAN 1 Subang

Subang – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 SMAN 1 Subang berlangsung meriah dan penuh makna pada Senin (4/8/2025), di lapangan utama sekolah. Acara ini menjadi ajang nostalgia bagi para alumni sekaligus momen inspiratif bagi generasi muda.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey) hadir bersama Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy, serta jajaran pejabat daerah, termasuk Asisten Daerah I dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang.

Plt. Kepala SMAN 1 Subang, Hj. S.M Saribanon, dalam sambutannya menekankan bahwa usia ke-63 bukan hanya angka, melainkan bukti perjalanan panjang penuh perjuangan. Ia menjelaskan bahwa tema “Chrosinema” menggambarkan perjalanan lintas generasi yang telah melahirkan banyak pemimpin dan cendekiawan.

“Selama 63 tahun, SMAN 1 Subang telah menjadi saksi lahirnya generasi emas. Dari sinilah para pemimpin dan cendekiawan dilahirkan,” ujarnya.

Kang Rey yang merupakan alumni tahun 2015, tampil emosional saat kembali berdiri di lapangan sekolah yang pernah menjadi tempat ia “dibentuk”. Ia membagikan kisahnya saat disetrap dan dibimbing para guru, yang disambut tawa antusias para siswa.

“Alhamdulillah hari ini saya berdiri di sekolah yang dulu menjadi tempat saya dibentuk. SMAN 1 Subang bukan hanya sekolah bagi saya, tapi juga ruang penuh cerita,” ucapnya.

Bupati termuda di Indonesia itu juga menyoroti banyaknya alumni SMAN 1 Subang yang kini menjadi pejabat daerah. Menurutnya, sekolah ini telah menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin masa depan.

“Saya doakan semoga nanti ada di antara kalian yang menjadi Bupati Subang selanjutnya, atau bahkan lebih tinggi: menjadi menteri,” tambahnya penuh semangat.

Ia juga mengajak siswa kelas XII untuk mulai memetakan masa depan, menggali potensi diri, dan aktif memperbaiki prestasi. Kang Rey menekankan pentingnya pertemanan masa SMA dalam menentukan arah kehidupan.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur. Suasana menjadi semakin hangat ketika para peserta memberikan kejutan ulang tahun kepada Kang Akur yang berulang tahun pada hari itu. Perayaan kecil dengan potongan kue dan nyanyian menutup acara dalam nuansa kekeluargaan.

“Selamat ulang tahun ke-63 untuk SMAN 1 Subang. Semoga terus menjadi kebanggaan kita semua dan melahirkan generasi penerus yang hebat,” tutup Kang Rey.

Kemeriahan acara juga diisi oleh penampilan seni siswa dan kegiatan kebersamaan antar generasi yang memperkuat semangat kekeluargaan di lingkungan SMAN 1 Subang.

Haru dan Hormat: 162 ASN Subang Terima SK Purnabakti, Sekda Asep Tekankan Makna Pengabdian Sejati

ASN purnabakti Subang

SUBANG — Suasana halaman Kantor Bupati Subang, Senin pagi (4/8/2025), berubah menjadi lautan haru dan syukur. Ratusan ASN berkumpul, bukan untuk rapat dinas biasa, tapi untuk sebuah momen penuh makna: 162 Aparatur Sipil Negara resmi menerima Surat Keputusan (SK) purnabakti—sekaligus penghargaan atas pengabdian panjang mereka bagi negeri.

Dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni—atau yang akrab disapa Kang Asep—apel pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya tentang seremonial serah-terima dokumen, tapi juga tentang menyampaikan pesan mendalam bahwa pensiun bukanlah titik akhir, melainkan babak baru dari perjalanan hidup sebagai teladan bangsa.

Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Pengabdian sejati akan terus hidup melalui keteladanan dan nilai-nilai luhur yang Bapak-Ibu tinggalkan,” ujar Kang Asep, dengan suara mantap yang menggugah.

Acara ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Bank BJB, Mandiri Taspen, serta Yayasan Gotong Royong. Mereka turut memberikan berbagai bentuk penghargaan dan santunan kepada para ASN purnabakti sebagai wujud apresiasi nyata—karena pengabdian tidak seharusnya berlalu tanpa penghormatan.

Penyerahan SK purnabakti dilakukan secara simbolis kepada perwakilan ASN dari berbagai perangkat daerah, baik dari unsur struktural maupun fungsional. Kang Asep menyebut, apel pagi seperti ini bukan hanya rutinitas administratif, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi semangat. Di sinilah pemerintah bisa mengevaluasi capaian kerja, menyampaikan arahan strategis, dan menumbuhkan semangat kolektif.

Apel merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyampaikan berbagai informasi, pengumuman, sekaligus melakukan evaluasi. Apakah target sudah tercapai atau masih perlu disempurnakan,” lanjutnya dengan gaya bicara yang membumi.

Ucapan terima kasih dan doa tak henti ia sampaikan. Bagi Kang Asep, menyelesaikan masa bakti dengan integritas adalah sebuah keberhasilan luar biasa. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, kami mengucapkan selamat kepada Bapak-Ibu sekalian yang telah memasuki masa purna tugas,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar serah-terima SK, para ASN juga menerima penghargaan dari berbagai lembaga sebagai simbol penghormatan: dari dokumen resmi, apresiasi finansial, hingga dukungan sosial yang menunjukkan bahwa pengabdian mereka tidak dilupakan.

Semua ini merupakan simbol terima kasih atas kontribusi nyata Bapak-Ibu sekalian bagi kemajuan birokrasi dan pelayanan publik di Kabupaten Subang,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Kang Asep memanjatkan doa agar mereka yang memasuki masa purnabakti senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, dan ketenangan hidup. Karena sejatinya, pengabdian tidak pensiun. Ia terus hidup—dalam kenangan, dalam keteladanan, dan dalam sejarah.

Epidemi HIV/AIDS Gerus Ekonomi dan SDM Subang, Kadinkes: Dampaknya Tidak Bisa Diabaikan!

dampak HIV/AIDS Subang

SUBANG — Wabah yang tak tampak, tapi dampaknya luar biasa. Itulah gambaran dari epidemi HIV/AIDS yang kini jadi ancaman serius di Kabupaten Subang. Tak hanya merenggut kesehatan individu, virus ini juga diam-diam mengguncang fondasi perekonomian, meruntuhkan kualitas SDM, dan menyisakan luka sosial yang mendalam.

Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, mengungkapkan kepada RRI pada Senin (4/8/2025), bahwa epidemi HIV/AIDS telah berdampak signifikan pada melemahnya laju perekonomian masyarakat. “Akibat epidemi HIV/AIDS tersebut berdampak terhadap melemahnya perekonomian masyarakat, dan juga perekonomian secara umum di Kabupaten Subang,” ujarnya tegas.

Menurutnya, serangan virus ini memicu peningkatan angka kemiskinan, menurunkan pendapatan keluarga, serta menggerus daya beli. Belum lagi beban pelayanan kesehatan yang membengkak, sementara pendapatan pemerintah dan GNP pun ikut terjun bebas.

Namun bukan hanya angka ekonomi yang terpukul, tapi juga kualitas manusianya. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), epidemi ini menghantam usia produktif dengan angka kematian yang tinggi. Produktivitas anjlok, daya saing menurun, dan mimpi tentang SDM unggul pun jadi buram. “Kehilangan usia harapan hidup, meningkatnya angka stunting dan gizi buruk, serta meningkatnya angka kematian ibu dan anak juga jadi bagian dari dampaknya,” tambah dr. Maxi.

Tak berhenti di situ, efek domino dari HIV/AIDS pun menimpa sisi sosial masyarakat. Anak-anak kehilangan orang tua, keluarga tercerai-berai, dan masyarakat dihantui stigma serta diskriminasi. “Dampak sosialnya sangat jelas akibat epidemi HIV/AIDS tersebut, yang tidak bisa kita hindarkan,” tandasnya.

Tragisnya, selain virusnya yang mematikan, justru stigma sosial yang sering kali membunuh lebih dulu. Maka dari itu, pemahaman dan empati masyarakat mutlak dibutuhkan agar perang melawan HIV/AIDS bisa dimenangkan—bukan hanya lewat obat, tapi juga lewat kemanusiaan.

Jalur KA di Pegadenbaru Kembali Normal, KAI Lakukan Rekayasa Operasi dan Berikan Refund 100%

gangguan perjalanan kereta Pegadenbaru

Subang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengumumkan bahwa jalur rel di wilayah Pegadenbaru yang sebelumnya terganggu kini telah kembali dapat dilalui. Gangguan perjalanan akibat rintang jalan di wilayah Daop 3 Cirebon berhasil diatasi, dan operasional kereta mulai kembali berjalan secara bertahap.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Ia menegaskan bahwa penumpang terdampak berhak melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian bea 100% di loket stasiun keberangkatan.

“Sejak gangguan perjalanan terjadi, seluruh perjalanan kereta dilakukan rekayasa dengan pola operasi KA memutar ke wilayah PT KAI Daop 2 Bandung. Total ada 41 perjalanan kereta api yang memutar melalui lintas Kroya – Bandung – Cikampek sejak awal terjadinya rintang jalan hingga Sabtu siang,” jelas Kuswardojo, Minggu (3/8/2025).

Selama masa gangguan, PT KAI Daop 2 Bandung juga membatalkan lima perjalanan KA dengan keberangkatan awal dari Bandung pada Sabtu (2/8). Kelima perjalanan tersebut yaitu:

  • KA (141F) Parahyangan Fakultatif relasi Bandung–Gambir, pukul 10.25 WIB
  • KA (133) Parahyangan relasi Bandung–Gambir, pukul 11.05 WIB
  • KA (137) Parahyangan relasi Bandung–Gambir, pukul 13.05 WIB
  • KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang, pukul 09.30 WIB
  • KA (101/100) Harina relasi Bandung–Cikampek–Surabaya Pasarturi, pukul 09.35 WIB

KAI Daop 2 Bandung terus melakukan upaya normalisasi lintas agar perjalanan kereta dapat kembali berjalan sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Berbagai langkah strategis dan taktis pun dilakukan, termasuk penyesuaian jadwal persilangan kereta di stasiun serta pengaturan prioritas perjalanan.

Upaya tersebut bertujuan untuk meminimalkan keterlambatan sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran seluruh perjalanan kereta api.

Bupati Subang Lepas 367 Jemaah Umrah: “Manfaatkan Kesempatan Ini Sebaik Mungkin”

pelepasan jemaah umrah Subang

Subang – Bupati Subang, Reynaldy, secara resmi melepas keberangkatan ratusan jemaah Umrah dari Ash Shiddiq Tours, Sabtu (3/8). Acara pelepasan berlangsung di Kantor Ash Shiddiq Tours Sukamelang, Subang, dan dihadiri oleh para keluarga serta pengurus travel.

Sebanyak 367 jemaah diberangkatkan dalam program bertajuk “Umrah Akbar 1 Pesawat 1 Impian.” Mereka dijadwalkan kembali ke tanah air pada 11 Agustus mendatang.

“Selamat kepada seluruh jemaah umrah, mudah-mudahan semuanya diberi kelancaran dan keberkahan oleh Allah,” ucap Reynaldy dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa perjalanan umrah adalah momen spiritual yang sangat istimewa. Tidak semua orang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah, sehingga para jemaah diminta untuk memanfaatkannya dengan penuh kesungguhan dalam beribadah.

“Ini adalah perjalanan spiritual yang sangat istimewa. Tidak semua orang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah jadi manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reynaldy juga meminta doa dari para jemaah. Ia berharap kepemimpinannya bisa membawa kebaikan bagi Kabupaten Subang dan dirinya mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.

“Jika berkenan mohon doanya, mudah-mudahan di bawah kepemimpinan saya Subang yang kita cintai bisa lebih baik, masyarakat lebih sejahtera, dan segala bentuk pembangunannya dirasakan masyarakat. Doakan saya tetap amanah, istiqomah dalam memimpin Kabupaten Subang agar menjadi Bupati yang selamat dunia akhirat,” tutupnya.

Hore! 18 Agustus 2025 Resmi Jadi Libur, Kado Kemerdekaan yang Dinanti-Nanti!

Libur Nasional 18 Agustus 2025

Suarasubang.com — Ada kabar gembira untuk kita semua! Bukan cokelat gratis atau diskon belanja, tapi sesuatu yang lebih dinanti: libur nasional dadakan! Pemerintah resmi mengumumkan bahwa Senin, 18 Agustus 2025, akan diliburkan sebagai kado spesial kemerdekaan untuk masyarakat Indonesia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengungkapkan kabar ini dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jumat (1/8/2025). “Satu hadiah lagi, pemerintah akan jadikan 18 Agustus 2025 satu hari setelah upacara detik-detik proklamasi. Hari Senin 18 Agustus akan dijadikan hari yang diliburkan,” ujarnya, dengan nada yang pasti bikin jutaan rakyat auto senyum.

Libur ini datang di waktu yang pas—hari Minggu, 17 Agustus 2025, adalah Hari Kemerdekaan RI ke-80. Nah, karena rakyat butuh ruang buat lanjut pesta rakyat, lomba-lomba seru, atau sekadar memperpanjang rebahan patriotik, maka Senin-nya pun disulap jadi hari libur. “Hari libur ini akan memberikan keleluasaan masyarakat untuk selenggarakan perlombaan dan kegiatan menyemarakkan HUT RI,” tambah Juri.

Tapi jangan terlalu bersemangat dulu buat berharap ini jadi tradisi tahunan. Juri menegaskan bahwa libur ini hanya berlaku untuk tahun 2025 saja. Soal tahun depan? Ya, kita bahas nanti. “Tahun lain nanti kita bicarakan,” katanya, seolah memberi ruang harapan sambil tetap realistis.

Dan mengenai teknisnya, apakah 18 Agustus akan dicetak merah di kalender atau hanya dicantumkan sebagai cuti bersama? Juri belum kasih bocoran. Tapi katanya, akan ada surat edaran khusus dari pemerintah. Jadi, kita tunggu saja dengan mata penuh harap dan tangan siap menyambut libur tambahan ini.

Jadi, bersiaplah! 18 Agustus akan jadi hari tambahan untuk bersantai, berkumpul, atau ikut lomba tarik tambang pakai daster. Karena kadang, bentuk cinta Tanah Air itu bisa dimulai dari diberi waktu buat merayakannya lebih lama.

Tag:

Kang Akur Lepas Fun Run 5K, Gya Coffee Buktikan UMKM Juga Bisa Lari Kencang!

Gya Coffee Fun Run 5K

SUBANG — Udara pagi Sabtu (2/8/2025) terasa segar, tapi semangat peserta Gya Miles Fun Run 5K jauh lebih menyegarkan! Bertempat di Gya Coffee, Jalan Nusa Indah Dangdeur, ratusan pelari dari berbagai kalangan berkumpul, bukan sekadar buat olahraga, tapi juga merayakan ulang tahun ketiga Gya Coffee yang makin ngopiable dan inspiratif.

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi alias Kang Akur, dengan senyum khasnya, secara resmi melepas para peserta. Didampingi sang istri Ega Agustine Rosyadi yang juga Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, serta Anggota DPR-RI Ir. H. Ateng Sutisna, suasana pelepasan makin terasa semarak, apalagi ada aroma kopi yang menggoda di udara.

Tak sekadar lari-larian manja, event ini adalah bagian dari rangkaian Anniversary Gya Coffee ke-3—dan tentu saja, bukan ulang tahun biasa! Start dan finish berada di Gya Coffee, dengan rute sejauh 5 kilometer yang menantang, melintasi kawasan Telaga Sunda dan Yonif 312. Trek naik-turun ini bukan cuma bikin kaki gempor, tapi juga hati senang, karena disuguhi pemandangan khas Subang yang aduhai.

Kang Akur dalam sambutannya menegaskan bahwa Gya Coffee adalah contoh UMKM lokal yang berhasil bertahan dan tumbuh, bukan dengan sulap, tapi dengan konsistensi, kreativitas, dan kolaborasi. “Luar biasa Gya Coffee masih tetap bertahan di tengah persaingan karena pada diferensiasi posisi pembeda dengan cafe-cafe yang lainnya, dan ini salah satu pembedanya yaitu ketika peringatan Anniversary mengadakan kegiatan fun run yang melibatkan dan mengajak para komunitas lari dari anak muda,” ujar beliau dengan bangga.

Tak hanya memuji, Kang Akur juga menyampaikan filosofi mendalam soal kopi—minuman sejuta umat yang katanya, “Kopi itu untuk mengajarkan sebuah kehidupan. Meskipun pahit, tetapi bisa dinikmati.” Sebuah pengingat manis bahwa hidup pun, seperti kopi, harus dijalani dengan rasa syukur, meski kadang getir.

Perayaan ini tak hanya soal ulang tahun atau lomba lari. Lebih dari itu, ini adalah simbol bahwa Gya Coffee bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan ruang berkreasi, wadah kolaborasi, sekaligus lokomotif ekonomi UMKM yang makin kuat di Subang. “Perputaran ekonomi tidak hanya di pabrik ataupun perusahaan besar, tetapi berputar ke UMKM-UMKM seperti Gya Coffee ini,” imbuh Kang Akur.

Menutup rangkaian acara, Kang Akur menyampaikan harapannya, “Selamat ulang tahun ketiga untuk Gya Coffee, teruslah tumbuh, terus menjadi kebanggaan Subang dan menginspirasi UMKM lainnya. Mari jadikan momentum ulang tahun ini sebagai semangat baru untuk memperluas jejaring, meningkatkan kualitas, serta menjaga pelayanan.”

Dari kopi ke kompetisi, dari lari ke kolaborasi—Gya Coffee telah membuktikan bahwa menjadi UMKM tak berarti jalan pelan. Mereka bisa berlari, bahkan sejauh 5K, sambil tetap menyeduh inspirasi!

Judul: Belajar Matematika Lewat Olahraga? FKIP Universitas Subang Buktikan Bisa!

pembelajaran matematika dan olahraga

SUBANG — Siapa bilang belajar matematika harus duduk diam di depan papan tulis, dikelilingi angka-angka yang bikin dahi berkerut? Di tangan para pendidik inspiratif dari FKIP Universitas Subang, matematika justru bisa menjadi hal yang dekat, hangat, bahkan sporty!

Dalam program kolaboratif antara FKIP Universitas Subang dan Radio Benpas, Sabtu (2/8), digelar talkshow dengan tema unik: “Belajar Matematika dengan Hati.” Jangan salah sangka, ini bukan kelas cinta-cintaan, tapi bincang santai penuh makna soal bagaimana matematika tak melulu soal rumus, tapi tentang hidup itu sendiri—termasuk di dunia olahraga!

Tiga narasumber tampil mengisi udara siang itu. Ada Nurhayati, S.Pd., M.Pd., yang menyuarakan bahwa belajar matematika bukan sekadar hafalan, tapi proses berpikir yang melatih nalar dan karakter. “Matematika adalah jembatan untuk melatih karakter. Yang utama bukan menghafal rumus, tapi memahami makna dan konteks soal,” ujar Nurhayati, dengan intonasi yang bikin rumus segitiga pun terasa bersahabat.

Sementara itu, Arif Fajar Prasetiyo, M.Pd., justru menarik benang merah antara matematika dan olahraga. Katanya, dari menghitung repetisi sit-up sampai merancang strategi saat pertandingan, semua pakai matematika. “Data dan angka menjadi dasar yang tak terpisahkan untuk memenangkan pertandingan,” jelas Arif dengan semangat layaknya pelatih memberi briefing sebelum laga.

Yang menarik, talkshow ini juga menghadirkan seorang mahasiswa aktif—bukan untuk jadi pelengkap penderita—melainkan sebagai representasi suara generasi muda yang kini belajar matematika dengan cara yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Obrolan seru ini ditutup dengan kesimpulan sederhana tapi mengena: pembelajaran matematika dan olahraga saling berkelindan. Bukan hanya bikin otak encer, tapi juga hati tergerak dan tubuh bergerak. Jadi, siapa bilang matematika itu dingin dan kaku?

Tag:

Recent Posts