Beranda blog Halaman 681

Pabrik Kerupuk di Mulyasari Kota Banjar Perbaiki IPAL, Sesalkan Pelaporan Warga

Pabrik-Kerupuk-di-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Pemilik pabrik kerupuk di Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, yang sebelumnya di inspeksi petugas gabungan menyesalkan adanya pelaporan oleh warga terkait pengelolaan limbah perusahaan.

Pihak perusahaan pun komitmen untuk memperbaiki IPAL pengolahan limbah sebagaimana arahan dari tim petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.

Pemilik pabrik kerupuk Doa Ibu di Mulyasari, Irfan, mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya pelaporan tersebut. Karena selama ini pihaknya cukup kooperatif dan terbuka untuk bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat.

Menurutnya, ketika ada sesuatu yang memang kurang berkenan seharusnya bisa dikomunikasikan secara baik-baik, secara berjenjang mulai dari lingkungan RT, RW maupun tingkat desa. Tidak langsung melapor ke pusat (pemerintah kota).

Baca Juga: Limbah Produksi Kerupuk di Banjar Diduga Cemari Lingkungan

“Setidaknya yang namanya laporan itu kan harus berjenjang dulu, gitu kan. Bisa melalui RT, RW atau desa. Kan lebih enak dibicarakan,” kata Irfan kepada wartawan, Selasa (11/7/2023).

“Kalau seperti ini kan pak kades juga menyayangkan. Saya juga disini kan orangnya kooperatif. Kalau ada apa-apa kita juga langsung merespon dengan baik,” katanya menambahkan.

Lanjut Ifan, terkait arahan dari tim petugas, pihaknya akan menjalankan arahan tersebut dan memperbaiki tempat pengolahan limbah sesuai yang telah disampaikan.

Perusahaan sejak pertama beroperasi juga telah mengurus semua bentuk perizinan usaha ke pemerintah kota. Baik ke Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan DPMPTSP.

“IPAL kita bikin dalam tiga tahap, yang penting ada filterisasi pembuangan airnya. Untuk perizinan semuanya sudah komplit sejak pertama kami buka,” jelas Ifan. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pameran Kendaraan Listrik Digelar di Yogyakarta

rockomotif-pameran-kendaraan-listrik-yogyakarta.jpg

ROCOKOMOTIF, Jakarta – Berbagai kendaraan listrik, penyedia jasa system charging, serta lembaga pengujian yang terkait dengan ekosistem kendaraan listrik, siap meramaikan pameran kendaraan listrik bertajuk Electric Vehicle Standard Expo (EVSE) yang dilangsungkan di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Bertindak sebagai penyelenggara, Badan Standarisasi Nasional (BSN), akan menghelat kegiatan tersebut mulai dari 12 sampai 14 Juli 2023.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi – BSN, Zul Amri di Jakarta (11/07/20023) menjelaskan, dalam pameran kendaraan listrik ini tidak hanya berupa pameran.

Namun berbagai side event seperti seminar, talkshow, dan test drive akan memeriahkan EVSE. Yang ini akan menambah pengalaman masyarakat atas penggunaan kendaraan listrik.

“EVSE diselenggarakan sebagai bentuk dukungan BSN terhadap implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019, yang tentunya kampanye disesuaikan dengan tupoksi BSN di bidang pengembangan standardisasi di Indonesia,”jelas Zul Amri, terkait kelangsungan pameran kendaraan listrik ini.

Zul menerangkan, selama ini, BSN memang pernah melakukan kampanye serupa yaitu E-Bike Ride Tahun 2019 di Semarang Jawa Tengah, dan The 1st IEVE Tahun 2021 di Bandung Jawa Barat. EVSE 2023 diharapkan dapat semakin menguatkan keinginan masyarakat untuk mau beralih ke elektrifikasi.

“Dengan kampanye melalui pameran kendaraan listrik dan standardisasi, kami berharap, kegiatan EVSE dapat membantu menepis sebagian anggapan masyarakat bahwa kendaraan listrik tidak aman,”ujar Zul.

BSN sendiri telah menetapkan 38 SNI terkait electric vehicle. Kebijakan BSN selanjutnya adalah bagaimana bisa mendorong lembaga penilaian kesesuaian baik lembaga sertifikasi maupun pengujian serta industri kendaraan listrik menerapkan SNI.

Dalam pameran kendaraan listrik ini, Zul berhatap tidak hanya dari sisi elektrifikasinya saja. Namun produk komponen kendaraan seperti ban, velg kendaraan, kaca mobil dan sebagainya juga diharapkan bisa ber-SNI.

Dengan ber-SNI, produk semakin terjamin kualitas dan keamanannya. SNI akan membuat masyarakat semakin percaya dan merasa aman untuk menggunakan kendaraan listrik.

EVSE tahun ini diselenggarakan bekerjasama dengan PT Fery Agung Corindotama (Feraco). EVSE dilaksanakan beriringan dengan kegiatan Government Procurement Forum and Expo yang juga dilaksanakan oleh PT. Feraco. Dua kegiatan yang dilaksanakan beriringan, diharapkan akan semakin menambah gebyar pelaksanaan dari EVSE.

Direktur Utama PT. Feraco M.Ruslim menjelaskan, EVSE 2023 akan diikuti peserta pameran diantaranya PT. PLN (Persero) Pusat Sertifikasi/Pusertif, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan DIY, TÜV NORD Indonesia, PT SGMW Sales Indonesia (Wuling), PT. INES, Davigo, PT. Triangle Motorindo (VIAR), Alva Auto, Hyundai, U Wind Fly, dan UGM.

“Semoga EVSE bisa memberikan informasi lebih komprehensif tentang kendaraan listrik dan perkembangan standardisasinya di Indonesia,” harap Ruslim.

Samsung WindFree Ultra, Hadirkan Udara Sejuk Nyaman dan Hemat Listrik

SamsungACWindFreeUltra2_copy_800x450.jpg

review1st.com – Semua orang tentu mendambakan susasana sejuk yang nyaman di dalam ruangan. Diperlukan AC pintar untuk mendapatkan rasa sejuk ideal sesuai kebiasaan penggunanya. Kenali cara AC Samsung WindFree Ultra dalam menghadirkan suhu ruangan nan tanpa hembusan angin mengganggu.

Selain bisa memberikan udara yang nyaman, penyejuk udara saat ini juga harus bisa meredam borosnya penggunaan listrik. Sehingga keluarga bisa menghabiskan banyak waktu di rumah dengan kenyamanan total, baik dari segi pemanfaatan maupun biaya.

Memberikan Hembusan Angin dan Kesejukan Optimal

Angin yang menyembur kencang dari sebuah AC kerap mengganggu kenyamanan penghuni ruangan. Dan tak jarang menyebabkan sakit tertentu, seperti masuk angin, hidung tersumbat, sakit kepala, dan flu.

Suhu yang tidak sesuai juga seringkali mengganggu kenyamanan ruangan. Demi mengakomodasi kebutuhan terhadap penyejuk udara nyaman, Samsung membenamkan teknologi penyejukan ruangan lebih efisien tanpa hembusan angin langsung pada WindFree Ultra.

Kita dapat menikmati pendinginan ruang terbaik tanpa perlu mengalami hembusan langsung angin dingin yang mengganggu dengan teknologi WindFree Cooling.

Samsung juga melengkapi pendingin udara terbarunya dengan fitur AI Auto Cooling. Fitur ini bisa menganalisa kondisi ruangan, suhu yang diinginkan oleh pengguna. Serta menganalisa kondisi cuaca di luar, untuk mengatur mode pendinginan paling efektif.

“Konsumen dapat menikmati pendinginan ruang terbaik tanpa perlu mengalami hembusan langsung angin dingin dengan teknologi WindFree Cooling. Pada saat AC baru dinyalakan, fitur Fast Cooling akan mendinginkan ruangan dengan cepat.

“Selanjutnya ketika suhu yang diinginkan sudah tercapai, fitur WindFree Cooling diaktifkan untuk mempertahankan suhu tersebut dan memberikan tingkat kenyamanan yang ideal.

“Saat WindFree Cooling aktif, udara sejuk disebarkan dengan lembut dan merata melalui 23.000 lubang mikro di badan unit AC sehingga pengguna lebih nyaman tanpa diterpa angin dingin langsung,” ujar Donny Libra, AC Product Marketing Head, Samsung Electronics Indonesia.

Udara Lebih Sejuk dan Bebas Polusi

Sepintas secara kasat mata, udara di dalam ruangan memang terlihat bersih. Tapi sumber polusi yang tak terlihat mulai dari debu, bulu, asap kendaraan maupun bakteri di dalam ruangan bisa saja bertebaran.

Nah, AC pintar WindFree Ultra ini memiliki teknologi purifikasi udara Air Purification PM 1.0 Filter yang mampu membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Fitur ini bisa membersihkan dan memurnikan udara dengan kemampuan:

  • Menangkap hingga 90% debu ultra halus dalam waktu 20 menit
  • Filter Cooper antibacterial yang mampu mengurangi hingga 99,9% bakteri berbahaya
  • Mensterilkan lebih dari 99% bakteri yang terperangkap pada filter

Hemat Energi dan Mudah Dikontrol dengan Smartphone

Buat kalangan yang sensitif terhadap membengkaknya tagihan listrik karena penggunaan AC yang intens, WindFree Ultra ternyata memberikan solusi menarik. Pasalnya, penyejuk udara ini menggunakan kompresor hemat energi Digital Inverter Boost.

Teknologi ini memungkinkan konsumen mempertahankan suhu yang diinginkan sambil mengurangi konsumsi energi. Tak heran, perangkat ini mendapat rating bintang 5 untuk Sertifikasi CSPF (Cooling Seasonal Performance Factor). Digital Inverter Boost memiliki kemampuan:

Mendinginkan udara 43% lebih cepat.

Mengurangi penggunaan energi hingga 73%.

Titik konsumsi daya terendah mampu mencapai 180 Watt

Selain hemat energi, Samsung WindFree Ultra ternyata mudah dikontrol dengan smartphone. Mengikuti perkembangan era digital buat keluarga yang ingin menikmati kemudahan, kenyamanan, ketika perangkat di rumah terhubung satu sama lain.

Penyejuk udara ini sudah mendukung pengalaman smart home dengan terhubung ke smartphone melalui aplikasi SmartThings.

Pengguna bisa mengendalikan atau memantau Samsung AC WindFree Ultra di rumah maupun di luar rumah, kapan saja, dengan beberapa sentuhan sederhana maupun melalui perintah suara melalui layanan Bixby maupun Google Assistant.

Dengan SmartThings, konsumen juga bisa memonitor penggunaan daya listrik lewat fitur SmartThings Energy.

Ditambah Fitur SmartThings AI Energy Mode akan mempelajari pola penggunaan dan menganalisa kondisi ruangan serta mengurangi penggunaan energi hingga 20% dengan menyesuaikan suhu dan frekuensi kompresor.

Harga Samsung WindFree Ultra

Samsung AC WindFree Ultra tersedia pada varian 1 PK, 1,5 PK, dan 2 PK. Sudah bisa dipesan melalui toko online Samsung.com/id dengan harga Rp8.635.000 (1PK), Rp9.235.000 (1,5PK), dan Rp13.930.000 (2PK).

Selama periode promo, konsumen dapat memperoleh hadiah langsung berupa bundling microwave MG23 (untuk pembelian tipe 1 PK) atau Bespoke Microwave MG30 (untuk pembelian tipe 1.5PK atau 2PK).

Konsumen juga akan mendapatkan gratis pipe set dan jasa pemasangan.
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi https://www.samsung.com/id/offer/home-appliances/windfree-ultra/.

Turut Promokan Produk, Para Pelaku UMKM Binong Hadir Dalam Refleksi Jimat-Akur

Turut Promokan Produk, Para Pelaku UMKM Binong Hadir Dalam Refleksi Jimat-Akur

Refleksi Jimat-Akur begitu semarak dihadiri oleh masyarakat setempat. Mulai dari layanan untuk memudahkan masyarakat hingga sejumlah UMKM setempat sebagai ajang promosi produk unggulan yang ternyata juga mengundang warga sekitar untuk menghadiri acara.

Begitu pula di Lapang Desa Cicadas, Kecamatan Binong pada Selasa (11/7) tampak para pelaku UMKM begitu antusias menawarkan produk khas desa masing-masing di stand yang sudah disediakan.

Salah satunya kerajinan kayu yang diukir seperti golok, hiasan, asbak dan sejenisnya. Tak main-main, ternyata distribusi produk tersebut sudah sampai ke Kalimantan, Sumatera bahkan ekspor ke Negara Turki.

Selaras dengan itu Sugandi dari Desa Karangsari, Binong sebagai pengrajin kayu menyampaikan harapannya untuk UMKM lain yang ada di Kabupaten Subang.

"Semoga kedepannya untuk para UMKM kecil bisa terangkat," ujarnya.

Disamping masa kepemimpinan Jimat-Akur, para pelaku UMKM sangat bersyukur karena dorongan dan dukungan begitu penuh diberikan. Terbukti dari UMKM yang tadinya terbilang kecil sampai saat ini bisa berkembang.

Selain Sugandi, ada juga pelaku UMKM telor asin Mak Enok yang tak ketinggalan hadir dalam refleksi.

"Kedepannya ingin telor dikenal lebih luas selain di Kabupaten Subang, bisa dibantu dalam hal mempromosikannya," ujarnya saat diwawancara Radio Benpas Subang.*(GK/Radio Benpas Subang)

Pemkab Ciamis Tindak Lanjut Proses Hibah Tanah dan Bangunan dengan YMG

Pemkab-Ciamis-Tindak-Lanjut-Proses-Hibah-Tanah-dan-Bangunan-dengan-YMG.jpg

harapanrakyat.com,- Pemkab Ciamis, Jawa Barat, melalui Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Ciamis, menindaklanjuti proses hibah tanah dan bangunan dengan Yayasan Mitra Galuh (YMG).

Untuk menindaklanjuti proses tersebut, BPKD Ciamis datang langsung ke asrama Galuh Rahayu Yogyakarta.

Kepala Bidang Aset BPKD Ciamis, M Juanda mengatakan, bahwa proses perencanaan hibah tanah yayasan Mitra Galuh tersebut sebenarnya sudah lama.

Baca Juga: BPKD Ciamis Mulai Monitoring Inventarisasi BMD

“Akan tetapi, sampai saat ini belum terlaksana proses hibahnya. Karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan,” katanya Selasa (11/07/2023).

Lanjutnya menjelaskan, bahwa setelah melakukan penelaahan dalam proses hibah tanah dan bangunan tersebut, hambatannya adalah kepengurusan.

Sebab, pengurus dan anggota YMG banyak yang sudah tidak aktif, bahkan sudah ada yang meninggal dunia.

Sedangkan syarat utama untuk menghibahkan, harus ada persetujuan dari semua anggota yayasan.

“Kita langsung berinisiatif untuk berkomunikasi dengan pihak yayasan dan notaris, agar mengukuhkan kembali YMG beserta kepengurusannya,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Setujui Perpanjangan Sewa Tanah Yayasan Pendidikan Galuh

Sementara mengenai status tanah tersebut, Bidang PBMD sudah melakukan koordinasi dengan pihak kantor ATR/BPN Kota Yogyakarta.

Adapun hasil dari koordinasi itu, katanya, menurut pihak ATR/BPN Yogyakarta bahwa tanah YMG yang ada di Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sampai saat ini tidak terindikasi Sultan Ground. Selain itu, tidak ada aduan sengketa atas tanah tersebut.

“Kita meminta doa, semoga proses pelaksanaan hibah tanah dan bangunan dari YMG ini bisa secepatnya terlaksana. Sehingga, Asrama Galuh Rahayu dapat difasilitasi Pemkab Ciamis,” katanya.

“Kemudian, mahasiswa yang tinggal di Asrama Galuh Rahayu bisa tinggal dengan nyaman dan belajar lebih baik lagi,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Dianggap Menyalahi Aturan, Ini Penjelasan Kasat Narkoba Polres Banjar Terkait Undercover Buy

Undercover-Buy.jpeg

harapanrakyat.com,- Hakim tunggal Pengadilan Negeri Kota Banjar, Jawa Barat, menganggap undercover buy atau pembelian dalam penyamaran oleh Satres Narkoba Polres Banjar, menyalahi aturan dalam penangkapan dua perempuan pembawa narkotika jenis sabu.

Sebelumnya, dua perempuan berinisial BD (20) dan DHP (17) ditangkap polisi dari jajaran Satres Narkoba, pada 20 Februari 2023.

Menanggapi hal itu, Kapolres Kota Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, melalui Kasat Narkoba AKP Kusyata mengatakan, dalam perkara narkotika tersebut pihaknya sudah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

“Pada dasarnya tugas kita dalam penyelidikan dan penyidikan sudah selesai. Kita juga sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan,” kata Kusyata, Selasa (11/7/2023).

Sedangkan, terkait undercover buy yang dianggap menyalahi aturan oleh hakim PN Kota Banjar. Dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya menjalani tugas sesuai prosedur dan aturan.

“Kalau kita semua sudah dilengkapi dalam berkas. Gambarannya apa yang kita laksanakan sudah lengkap dengan surat-surat pendukungnya,” terangnya.

Terkait adanya salah seorang personel Satres Narkoba Polres Kota Banjar yang dipanggil dalam persidangan terdakwa DHP, anggota hanya dimintai keterangan saja.

“Pada saat dimintai keterangan tentunya personel kita juga hadir memenuhi undangan persidangan. Gambarannya kita melaksanakan tugas,” imbuhnya.

Baca Juga: DHP Divonis Bebas, JPU Kejari Kota Banjar Ungkap Fakta Persidangan Perkara Narkotika

Sementara itu, pihak kepolisian akan menindaklanjuti terkait dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tentunya akan kita tindaklanjuti, belum ada perkembangan,” paparnya.

Sebelumnya, pada fakta persidangan dengan terdakwa DHP, terungkap bahwa yang menyuruh kedua tersangka untuk menerima dan mengantarkan paket sabu itu pria berinisial F. Pria itu merupakan warga binaan Lapas Kelas II B Kota Banjar. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Limbah Produksi Kerupuk di Banjar Diduga Cemari Lingkungan

IMG_20230712_084102_t2NdtITP3L_bCWr2Zhn3q.jpeg

harapanrakyat.com,- Petugas gabungan melakukan inspeksi ke tempat usaha produksi pengolahan kerupuk di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (11/7/2023). Petugas gabungan itu dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kota Banjar.

Inspeksi tersebut menindaklanjuti adanya laporan dugaan pencemaran lingkungan dari hasil pengolahan produksi kerupuk.

Petugas Dinas Kesehatan Jujun Junaedi mengatakan, inspeksi tersebut berdasarkan adanya aduan dari masyarakat. Sehingga pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan untuk melihat proses produksi. Petugas pun mengambil sampel limbah yang dikeluhkan oleh warga.

“Peninjauan ini karena pada hari Rabu lalu kami menerima aduan dari masyarakat. Sesuai prosedur maka kami menindaklanjuti ke lapangan,” kata Jujun.

Dalam peninjauan tersebut petugas hanya melihat proses kebersihan tempat produksi. Kemudian akan melakukan uji laboratorium air sumur lingkungan dan sampel limbah.

Tujuannya untuk memastikan kandungan limbah tersebut berdampak pada lingkungan atau tidak. Menurutnya, hal itu harus menunggu hasil uji laboratorium sampel yang telah diambil.

“Kami belum bisa memastikan karena harus menunggu hasil uji laboratorium. Terkait dampak lingkungan itu kewenangannya dari Lingkungan Hidup kami hanya mengambil sampel,” katanya.

Sementara itu, Fungsional Ahli Muda Bidang Dampak Pengendali Lingkungan DLH Banjar Wawan Setiawan mengatakan, sebetulnya untuk tempat pembuangan pengelolaan limbah (IPAL) sudah ada.

Ukuran IPAL tersebut kedalamnya 1,5 meter cukup untuk menampung limbah 400-500 liter. Air limbahnya juga tidak begitu banyak, hanya dari sisa pencucian alat pengolahan produksi.

Baca Juga: Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kota Banjar Minta Bantuan Toren Penampung

Hanya saja, IPAL limbah tersebut tidak terpisah dengan pembuangan air hujan. Sehingga ketika turun hujan limbahnya bercampur. Volume airnya menjadi bertambah dan meluap kemana-mana.

“Limbah pengolahannya cuman sedikit dari pencucian alat. Cuman pengelolaannya kurang baik jadi ketika hujan limbahnya bercampur air hujan, volume airnya bertambah dan meluap,” katanya.

Limbah Produksi Kerupuk di Uji Labolatorium

Terkait dugaan adanya dampak terhadap lingkungan untuk memastikan hal itu pihaknya harus menunggu hasil uji laboratorium.

“Masalah dugaan pencemaran tadi sudah diambil sampling limbah dan air sumur warga. Untuk hasilnya masih harus menunggu antara 7-10 hari ke depan,” katanya.

Pemkot Banjar pun telah memberikan arahan kepada pemilik pabrik produksi kerupuk untuk membuat IPAL tambahan. Saluran pembuangan limbah ke tempat IPAL juga harus menggunakan pipa tertutup.

“Tadi sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan IPAL tambahan. Rencananya Jumat kami akan tinjau lagi progresnya,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kota Banjar Minta Bantuan Toren Penampung

Warga-Terdampak-Krisis-Air-Bersih-di-Kota-Banjar-Minta-Bantuan-Toren-Penampung.jpg

harapanrakyat.com,- Warga Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat yang terdampak krisis air bersih meminta kepada pemerintah kota untuk memberikan bantuan bak penampungan air atau toren.

Umar (61) warga setempat mengatakan, masyarakat meminta bantuan bak penampungan air karena saat ini di lingkungannya hanya terdapat satu toren penampung.

Sehingga, ketika ada bantuan air bersih datang, daya tampungnya terbatas dan ketersediaan air bersih untuk warga di lingkungannya tidak mencukupi.

Baca Juga : Akibat Hujan dan Kondisi Tanah Labil, Dapur Rumah Warga Kota Banjar Ambruk

Terlebih lagi, jumlah warga yang membutuhkan air bersih tersebut cukup banyak, mencapai 55 kepala keluarga dalam satu RT. Oleh sebab itu, menurutnya harus ada bak penampungan lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Jumlahnya itu sekitar 55 KK, sementara sekarang baru ada satu torn. Jadi, kami minta ada bantuan bak penampungan air,” kata Umar kepada harapanrakyat.com, Selasa (11/7/2023).

Lanjutnya berujar, biasanya dalam sekali pengiriman air bersih warga hanya dapat menggunakan pasokan air bersih tersebut selama dua sampai tiga hari. Setelah itu, minta dikirim lagi oleh petugas.

Menurut Umar, warga yang sudah terdampak krisis air merasa keberatan ketika harus iuran untuk pembelian fasilitas torn. Karena itu, pihaknya meminta ada bantuan bak penampungan air dari pemerintah kota.

“Kalau warga buat iuran ya agak berat. Makannya kami minta supaya ada bantuan,” tuturnya.

Baca Juga : Dinkes Kota Banjar Periksa Air Keruh yang Disinyalir Mengandung Zat Besi dan Tak Layak Konsumsi

Sementara itu, Kepala Desa Binangun Bubun Sahban Farid mengatakan, perihal bak penampungan air yang menjadi keinginan warga, pemerintah desa belum bisa mengalokasikan anggaran.

Ia berdalih, anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa terbatas. Selain itu, kalaupun menggunakan anggaran desa, menurutnya prosesnya akan lama karena harus melalui musyawarah desa.

“Desa anggarannya terbatas. Prosesnya juga lama harus Musdes dulu lah. Harus tahun depan.” Pungkasnya. (Muhlisin/R12/HR-Online/Editor: Rizki)

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Tutugan Leles Garut, 1 Orang Tewas

Kecelakaan-Beruntun-5-Kendaraan-di-Tutugan-Leles-Garut-1-Orang-Tewas.jpg

harapanrakyat.com,- Kecelakaan beruntun melibatkan 5 kendaraan terjadi di jalur Garut-Bandung, tepatnya di Tutugan Leles, Garut, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 1 warung warga hancur, Selasa (11/7/2023).

Lima kendaraan yang terlibat yakni, truk tronton bernomor polisi B 9568 UEU, truk colt diesel nopol D 9531 VD, Mitsubishi L 300 nopol Z 8044 EA, dump truk nopol Z 8308 HG, dan pemotor dengan nomor polisi D 2098 DV.

Baca Juga : Dua Mobil Tabrakan di Tikungan Cikukulu Ciamis, 1 Orang Terluka

Kapolsek Leles, AKP Agus Kuswanto menjelaskan, kronologi kecelakaan bermula saat mobil tronton B 9568 UEU yang dikendarai oleh Udin mengalami rem blong. Kemudian, mobil tersebut menabrak Mitsubishi L 300.

“Lalu, tronton itu juga menabrak truk colt diesel D 9531 VD yang bermuatan pasir, mobil ini tertabrak arah belakang,” jelasnya, Selasa (11/7/2023).

Setelah itu, lanjut Agus, pengemudi tronton berusaha membanting setir ke arah kanan. Sayangnya, dari arah berlawanan datang dump truck nopol Z 8308 HG dan sepeda motor mio.

“Tabrakan pun kembali terjadi dengan kendaraan dari arah berlawanan. Menabrak dump truk dan motor mio, hingga akhirnya menabrak warung warga di pinggir jalan sampai hancur,” lanjutnya.

Baca Juga : Rem Blong, Pasutri di Ciamis Masuk Jurang

Menurut Agus, 1 orang dilaporkan meninggal dalam insiden kecelakaan beruntun di Tutugan Leles tersebut. Selain itu, 1 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Satu orang meninggal, satu luka ringan. Korban yang meninggal seorang perempuan asal Bandung,” ungkapnya.

Saat ini, insiden kecelakaan beruntun di Tutugan Leles tersebut sedang dalam penanganan unit Laka Lantas Polres Garut. Sementara, untuk kendaraan yang terlibat sedang petugas evakuasi menggunakan derek. (Pikpik/R12/HR-Online/Editor: Rizki)

Lantik 76 Pegawai Negeri Sipil, Bupati: Mari Kita Bangun Subang Dengan Sepenuh Hati

Lantik 76 Pegawai Negeri Sipil, Bupati: Mari Kita Bangun Subang Dengan Sepenuh Hati

Bupati Subang H. Ruhimat mengukuhkan dan mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan  pimpinan negeri pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati, Selasa (11/07). 

Adapun Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan dikukuhkan sebanyaksebanyak 76 orang diantaranya 8 orang eselon 2b, 2 orang eselon 3a, 13 orang eselon 3b, 41 orang eselon 4a dan 12 orang eselon 4b.

Mengawali amanatnya, Bupati Subang mengucapkan selamat kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah dikukuhkan dan dilantik. Ia berharap mampu menjalankan tugas yang diberikan pada jabatan masing-masing. 

"Amanat dari rakyat yang memberikan kepercayaan kepada saudara. Kepercayaan yang diberikan ini, jalankan dengan penuh tanggung jawab pada jabatan masing-masing," ujarnya.

Ia juga meminta para ASN untuk bekerja maksimal dalam melayani masyarakat serta memberikan inovasi, kreasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kepuasan masyarakat.  

"Mari kita bangun Subang dengan sepenuh hati," ujarnya. 

Penandatanganan berita acara dilakukan oleh dua perwakilan pejabat yang dikukuhkan dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kepala BKPSDM Kabupaten Subang serta rohaniwan.

Recent Posts