Beranda blog Halaman 670

Hadir di GIIAS 2023, Mitsubishi eK X EV Bakal Jadi Rival Wuling Air EV

rockomotif-mitsubishi-ek-x-ev.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Mobil listrik mungil Wuling Motors yang kini bermain sendirian di segmen compact car, akan mendapatkan perlawanan serius dengan ditampilkannya Mitsubishi eK X EV pada ajang GIIAS 2023.

Dari informasi yang dirilis, kehadiran mobil listrik ini diklaim memiliki cita rasa SUV serta menawarkan driving range yang mumpuni untuk kegiatan harian.

Mitsubishi eK X EV ini merupakan Kei Car khas Jepang di mana, tidak hanya dari fungsionalitas semata. Tetapi, pabrikan juga telah membenamkan beberapa keuntungan kepada pengemudi dengan menghadirkan impresi berkendara yang mulus dan bertenaga. Di samping itu, esensi yang tenang dan nyaman juga dihadirkan lengkap dengan bantuan pengemudi canggih serta kehadiran konektivitas yang modern.

Secara spesifikasi, model ini dkliam mampu menjelajah hingga 180 kilometer dalam sekali pengecasan. Dari baterai yang disematkan, tenaga yang mampu diproduksi sebesar 20 kWh dengan torsi 195 Nm.

Bicara fitur lain yang ditawarkan, Mitsubishi eK X EV ini mengusung fitur pengecasan slow charging dan fast charging. Untuk pengisian cepatnya, dalam waktu 40 menit baterai mobil akan terisi penuh sampai 80 persen.

Terkait keunggulan lain, pabrikan telah menyematkan tiga mode berkendara di mana memungkinkan pengemudi untuk memilih sesuai gaya berkendara. Ketiga mode tersebut antara lain Normal, ECO dan mode Sport.

Mitsubishi eK X EV juga telah dipersenjatai dengan teknologi bantuan pengemudi MI-PILOT, Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Keep Assist (LKA) sehingga mampu memberikan kemudahan kepada pengemudi untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan tetap berada di tengah lajur.

Menelisik harganya, di Negeri Sakura, model ini dibanderol 1,8 jutaan Yen atau setara dengan Rp196 jutaan. Tentunya, rentang harga yang dipatok ini akan mengusik pabrikan lain yakni Wuling Air EV yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp200 jutaan untuk pasar Indonesia. (*)

Angka Perceraian Tinggi, Pengadilan Agama di Pangandaran Segera Dibangun

Angka-Perceraian-Tinggi-Pengadilan-Agama-di-Pangandaran-Segera-Dibangun.jpg

harapanrakyat.com,- Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan segera memiliki kantor Pengadilan Agama. Arif Mukhsinin Ketua Pengadilan Agama Ciamis, membenarkan hal itu Selasa (1/8/2023).

Menurutnya, angka perceraian di wilayah Pangandaran cukup tinggi. Sampai bulan Juli 2023, sudah tercatat 1.500 kasus perceraian.

Selama ini, warga Pangandaran yang akan mengurus perceraian terpaksa harus ke PA Ciamis.

“Jadi nanti dengan dibangunnya kantor Pengadilan Agama di Pangandaran, tidak lagi harus menempuh jarak jauh ke Ciamis,” ungkap Arif Mukhsinin.

Baca juga: 1.500 Pasangan di Pangandaran Ajukan Cerai, Kebanyakan Pemicunya Selingkuh

Kata dia, lokasi Pengadilan Agama Ciamis yang jarak tempuhnya jauh, membuat warga yang ingin mengurus perkara perceraian kesulitan, termasuk harus mengeluarkan ongkos tambahan.

“Kalau nanti ada Pengadilan Agama di Pangandaran, tentu akan mempermudah warga mengurus perkara,” katanya.

Lanjut Arif, untuk rencana pembangunan kantor PA Pangandaran saat ini sudah diajukan kepada Bupati.

“Kita juga sudah mengajukan ke Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, jadi nanti tinggal dari Pak Presidennya saja,” jelasnya.

Adapun untuk persyaratan pembangunan PA Pangandaran, sudah terpenuhi.  “Tanahnya pinjam ke Pemda, lokasinya di wilayah Cintaratu,” ucap Arif.

Sebenarnya tambah Arif, selama ini Pengadilan Agama Ciamis membuka layanan sidang cerai keliling di Pangandaran, setiap hari Selasa. Namun, sidang keliling itu memang dikhususkan untuk warga yang tidak mampu. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Seblak Ceu Edah Tasikmalaya, Pedas Gurih Nikmatnya

Seblak-Ceu-Edah-Tasikmalaya.jpg

Seblak Ceu Edah Tasikmalaya adalah bisnis lokal yang menyediakan jajanan pedas dengan kuah gurih. Di kedai ini, pecinta kuliner Tasikmalaya bisa memesan seblak dengan tingkat kepedasan tertentu sesuai permintaan.

Lokasi kedai beralamat di Gg. Hegarsari 4, Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Melansir akun Instagram @seblakceuedah_, bisnis ini mulai beroperasi sejak 1 Februari 2022.

Masyarakat Sunda memang menyukai makanan dengan citarasa yang pedas dan gurih. Oleh karena itu, seblak merupakan jenis kuliner yang cocok di segala situasi. Untuk Anda yang ingin mencoba masakan Seblak Ceu Edah Tasikmalaya, simak poin-poin berikut.

Menu Seblak Ceu Edah Tasikmalaya

Seblak menjadi jajanan yang banyak disukai karena harganya murah dan ada berbagai topping tersedia. Biasanya, penjual menyediakan bahan-bahan di meja prasmanan agar pembeli bebas memilih.

Baca Juga: Bale Balong Tasikmalaya, Lesehan Suasana Pedesaan

Kuah Pedas Terasa Gurih

Sesuai tagline “Kuah Pedas Terasa Gurih Nikmatnya”, Seblak Ceu Edah Tasikmalaya mengedepankannya citarasa yang memanjakan lidah pelanggan. Dengan banyaknya pilihan topping yang tersedia, pelanggan bebas untuk mengambil sesuka hati. Ada kerupuk, mie, cilok, bakso, dan masih banyak lagi.

Penjual juga menyediakan menu per paket untuk pengunjung yang ingin serba cepat, seperti paket kikil, paket usus, dan paket suki. Selain itu, penjual juga menyediakan paket seblak instan dengan resep turun temurun dari tahun 2013.

Paket seblak instan tersebut sudah tersedia untuk pemesanan di aplikasi, sehingga orang-orang bisa langsung beli tanpa harus keluar rumah. 

Baca Juga: Bakmie Ba’a Tasikmalaya, Makan Mie Nuansa Angkringan Malam

Makan Seblak Suasana Lesehan

Soal tempat, Seblak Ceu Edah Tasikmalaya menyediakan lesehan dengan meja rendah. Penjual menggunakan ruangan terbuka, sehingga sirkulasi udara lancar dan bikin betah. Pengunjung juga bisa makan seblak dengan santai tanpa merasa terburu-buru, selain itu juga ada televisi layar datar untuk hiburan. 

Area parkir pun cukup luas sehingga pengunjung bisa lebih leluasa. Minuman yang tersedia di kedai masih berupa minuman bubuk seduh dan air mineral kemasan, akan tetapi sudah bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Apalagi ketika mengkonsumsi makanan pedas, orang cenderung minum air putih lebih banyak. 

Tak hanya menjual masakan dan tempat makan yang nyaman, Seblak Ceu Edah juga membuka peluang usaha melalui akun sosial media miliknya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Komisi V DPRD Jabar Dorong Audit Pelanggaran PPDB

abdul-hadi-wijaya.jpg

harapanrakyat.com – Perihal temuan dugaan pelanggaran saat proses Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) 2023, DPRD Jawa Barat mendorong adanya audit menyeluruh.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil temuan di lapangan, pihaknya menemukan indikasi kecurangan dan pelanggaran PPDB 2023.

“Temuan pelanggaran ini mulai dari pra pelaksanaan hingga selesai pelaksanaan PPDB 2023. Kami mendorong untuk segera mengaudit secara menyeluruh mengenai pelaksanaan PPDB 2023 di Jawa Barat,” ungkap Abdul Hadi, Rabu (2/8/2023).

Ia menegaskan, bentuk indikasi kecurangan PPDB itu di antaranya dugaan manipulasi data pendaftar PPDB dengan mengubah alamat domisili. Hal itu, kata Abdul Hadi, agar pendaftar yang memanipulasi data itu jaraknya masuk zonasi.

Baca Juga : Ribuan Siswa di Jawa Barat Diduga Lakukan Manipulasi Data PPDB

Bentuk dugaan pelanggaran lainnya, kata ia, yakni memalsukan surat keterangan tidak mampu. Kemudian praktik titipan oknum tertentu, hingga dugaan praktik suap.

“Berbagai indikasi kecurangan PPDB 2023 ini tentunya menjadi sorotan Komisi V DPRD Jawa Barat,” ucapnya.

Ia menuturkan, berbagai pelanggaran saat proses PPDB ini seringkali berulang dan melibatkan oknum-oknum. Oleh karenanya, lanjut ia, banyak warga yang merasa dirugikan dari adanya kecurangan ini.

“Tentunya dengan kembali terulangnya pelanggaran PPDB ini, menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan PPDB. Untuk itu, saat rapat kerja Komisi V DPRD Jabar muncul rekomendasi mendorong audit secara menyeluruh. Kami mengharapkan kedepannya tidak ada lagi kecurangan selama proses PPDB di Jawa Barat,” tuturnya. (Ecep/R13/HR Online)

Makam Keramat Cinunuk Garut, Tempat Ziarah yang Punya Sumur Tujuh Berkhasiat

Makam-Keramat-Cinunuk-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Makam keramat di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan makam Pangeran Papak. Ia merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Garut.

Mengutip garut.suara.com, warga Garut mempercayai bahwa Pangeran Papak merupakan seorang waliyullah. Nama aslinya adalah Raden Wangsa Muhammad. 

Dalam bahasa Sunda sendiri Papak berarti sama rata atau sejajar. Raden Wangsa Muhammad mendapat julukan Pangeran Papak karena sikapnya yang bijaksana dan tak pernah membedakan status sosial masyarakat.

Pangeran Papak juga meruapakan keturunan Prabu Siliwangi yang merupakan Raja Pajajaran.

Baca Juga: Riwayat Tuan Holla, Meneer Belanda Sahabat Petani Teh di Garut

Silsilah keturunan Pangeran Papak terdapat dalam buku Sajarah Asal-usul Balubur Limbangan anu Ngarundar ka Djayadiwangsa (1988).

Dalam buku sejarah tersebut tercantum Pangeran Papak merupakan putra dari Raden Kyai Juari. Nasabnya ke atas sampai kepada Prabu Laya Kusumah. Prabu Laya Kusumah sendiri merupakan putra Prabu Siliwangi yang berjuluk Sri Baduga Maharaja.

Makam keramat Pangeran Papak di Cinunuk Garut sendiri banyak diziarahi masyarakat dari berbagai daerah. Bahkan konon di area makam terdapat mata air Sumur Tujuh Cinunuk. Para peziarah percaya mata air di Sumur Tujuh Cinunuk memiliki banyak khasiat.

Makam Keramat Pangeran Papak Cinunuk Garut Ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya

Untuk menjaga keaslian sejarah, pemerintah menetapkan Makam Pangeran Papak Cinunuk sebagai situs Cagar Budaya.

Badan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Wilayah Jawa Barat mencatat Makam Pangeran Papak sebagai situs cagar budaya yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang RI Nomo 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (TBCB).

Namun, bukan hanya mata air Sumur Tujuh Cinunuk yang membuat membuat masyatakat sangat menghormati Pangeran Papak.

Masyarakat sekitar masih mengingat pepatah atau nasehat Pangeran Papak. Salah satunya “Ulah ngingu kabingung, miara kasusah,  sangkan aya dina kagumbiraan manah”.

Baca Juga: Agrowisata Tepas Papandayan Garut, Asyiknya Berburu Sunrise

Nasihat sekaligus pengingat tersebut berarti “Jangan memelihara kebingungan, memelihara kesusahan, agar hati tetap gembira (bahagia)”. 

Bagi Anda yang ingin berziarah ke makam keramat Pangeran Papak Cinunuk, dari pusat kota Garut hanya perlu waktu setengah jam dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Maling Satroni Kantor Desa Jayamukti Garut, Gondol Komputer dan Printer

Maling-Satroni-Kantor-Desa-Jayamukti-Garut.jpg

harapanrakyat.com,- Maling satroni kantor Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (1/8/2023) dini hari. Sejumlah barang berharga seperti komputer dan printer pun raib digondol maling.

Aparat Desa Jayamukti Abdul Rohim (40) mengatakan, perangkat desa dan petugas PPS desa meninggalkan kantor pada Senin (31/7/2023) sekitar pukul 21.00 WIB. Diduga maling baru bisa satroni kantor desa Jayamukti setelah kantor kosong.

“Baru sadar ketika pagi harinya itu. Komputer dan printer hilang dari ruang pelayanan. Kemungkinan, pelaku beraksi pada Selasa dini hari,” ungkap Abdul Rohim dikutip garut.suara.com jaringan suara.com, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga: Agrowisata Tepas Papandayan Garut, Asyiknya Berburu Sunrise

Kejadian pencurian tersebut juga dikonfirmasi oleh Kapolsek Cihurip Ipda Syamsul. Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan. Pihak kepolisian pun langsung bergerak menuju lokasi untuk proses penyelidikan.

“Kami sudah dapat laporan dari kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan,” ujar Ipda Syamsul.

Ipda Syamsul mengajak masyarakat dan pemerintah desa menjalankan kembali ronda di pos kamling guna menjaga ketertiban dan keamanan.

“Saya ingin mengajak semua pihak kembali menghidupkan pos kamling di lingkungan sekitar. Serta piket bergilir di kantor-kantor pemerintah sebagai upaya preventif,” tandasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

1.500 Pasangan di Pangandaran Ajukan Cerai, Kebanyakan Pemicunya Selingkuh

Pengadilan-Agama.jpg

harapanrakyat.com,- Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencatat sampai akhir Juli 2023 ada 1.500 pasangan di Pangandaran yang ajukan cerai. Penyebab ajukan cerai mulai dari masalah perselingkuhan, media sosial, dan masalah ekonomi.

Hal itu dikatakan Ketua Pengadilan Agama Ciamis, Arif Mukhsinin, kepada harapanrakyat.com saat ditemui di Balai Sidang Pengadilan Agama Ciamis wilayah Pangandaran, Selasa (1/8/2023).

“Hari ini di Balai Sidang Pengadilan Agama Ciamis di Pangandaran menangani 46 perkara sidang di tempat. Dan 30 perkara lagi di Kawali,” kata Arif.

Ia menjelaskan, sampai akhir bulan Juli 2023 ini pihaknya sudah menangani perkara sidang perceraian sebanyak 3.500 perkara, diantaranya 1.500 perkara di Pangandaran.

“Untuk di Kabupaten Pangandaran ada sebanyak 1.500 perkara dan sudah diputuskan. Bulan Juli saja ada sebanyak 200-300 perkara, dan sampai akhir Juli tahun ini sudah menangani perceraian sebanyak 3.500 perkara,” ungkap Arif Mukhsinin.

Penyebab 1.500 Pasangan di Pangandaran Ajukan Cerai

Baca Juga: Rata-rata Gegara HP, Ribuan Wanita di Ciamis dan Pangandaran Jadi Janda

Penyebab atau pemicu perkara perceraian rata-rata masalah perselingkuhan dan kesalahpahaman menggunakan media sosial. Ada juga terkait masalah ekonomi.

“Perkara perceraian alasannya macam-macam. Ada yang selingkuh, ekonomi, dan kebanyakan kesalahpahaman dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.

Lanjut Arif, pasangan suami istri tersebut dalam menggunakan media sosial banyak yang menyamarkan namanya. Sehingga yang awalnya bercanda dianggap serius, akhirnya terjadilah percekcokan berujung gugatan perceraian.

Ia menyebutkan, jika melihat dari segi usia, yang mengajukan gugatan perceraian di Pangandaran rata-rata berusia 25-45 tahun.

“Penggunaan media sosial usia muda biasanya awalnya candaan. Seperti misalnya menyimpan nama Wahyuni jadi Wahyudi. Setelah chatingan dilihat istrinya akhirnya terjadilah percekcokan berujung gugatan perceraian,” ungkap Arif Mukhsinin.

Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2022, kriteria usia layak nikah adalah umur 19 tahun. Di usia tersebut biasanya sudah memiliki mental yang siap menikah.

“Kalau dispensasi dari Pengadilan Agama biasanya kriteria layak menikah umur 18, 17 itu harus memenuhi syarat. Seperti sudah punya penghasilan atau sudah kerja. Juga masalah kesehatannya,” terang Arif.

Ia menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan pihak kesehatan melakukan pemeriksaan mental dan fisiknya guna mengetahui layak atau tidak untuk rumah tangga. Karena dalam berkeluarga itu harus bisa saling mengisi. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Studi Forrester: LJK di Indonesia Perlu Tingkatkan Analisis Data untuk Pertumbuhan Laba

All-Spokespersons_800x445.jpg

review1st.com – Menurut studi Forrester Consulting, sektor keuangan Indonesia masih tahap awal kesiapan data dan analisis. Mayoritas pemberi pinjaman sedang mengembangkan strategi analisis tingkat lanjut, namun menghadapi tantangan dalam eksekusi.

Sebanyak 84% berkomitmen mengembangkan strategi analisis tingkat lanjut, 79% masih dalam tahap eksplorasi. Minat terhadap platform analisis tingkat lanjut meningkat, dan lebih dari separuh LJK di Indonesia berencana mengambil tindakan.

Lebih lanjut, 67% akan membangun aplikasi data, 59% memanfaatkan analisis prediktif, dan 54% memusatkan data nasabah. Selain itu, hampir setengah (49%) berencana membuat Pusat Keunggulan Wawasan dalam dua belas bulan mendatang.

Minat meningkat, tetapi LJK di Indonesia kurang strategi terstruktur. Hanya setengah responden yakin dalam inisiatif data.

Informasi selengkapnya: https://www.fico.com/en/fico-platform-indonesia

“Ada peluang besar bagi para pemberi pinjaman untuk meniru praktik terbaik lokal dan global serta mencapai hasil yang dicapai oleh para pelopor di pasar,” ujar Dattu Kompella, Managing Director FICO di Asia. “Studi khusus yang dilakukan oleh Forrester Consulting menunjukkan bahwa perusahaan yang telah menerapkan analisis tingkat lanjut lebih mungkin untuk menghasilkan pertumbuhan laba sekaligus meningkatkan laba mereka karena pengambilan keputusan berdasarkan analisis. Faktanya, perusahaan yang digerakkan oleh analisis tingkat lanjut lima kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka tumbuh sebesar 20% atau lebih.”

Menyeimbangkan Prioritas: Tantangan Menangani Pengalaman Nasabah

LJK di Indonesia menekankan pengalaman nasabah (74%), namun studi menyoroti perlu peningkatan inisiatif analisis tingkat lanjut (46%), peringkat kelima dalam daftar prioritas operasionalisasi. Saat ini, fokus pada pertumbuhan pendapatan, akuisisi nasabah, dan keuntungan produktivitas menunjukkan potensi perbaikan untuk pengalaman nasabah yang lebih signifikan.

Survei Bain & Company tahun 2022 melibatkan 10.000 konsumen Indonesia, menggunakan NPS Prism. Hanya dua bank Indonesia yang signifikan unggul dalam pengalaman nasabah. Kedua bank ini memiliki Net Promoter Scores 15-20 poin lebih tinggi dari 15 bank pesaingnya.

“Bain & Company menemukan bahwa bank-bank tersebut mampu mengungguli Net Promoter Scores pesaingnya dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan nasabah pada momen-momen krusial seperti pembukaan rekening, penyelesaian dugaan kasus penipuan, dan pembayaran,” jelas Kompella. “LJK Indonesia lainnya harus memprioritaskan analisis tingkat lanjut dan pengalaman yang sangat personal untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas nasabah.”

Tantangan yang Dihadapi LJK di Indonesia

Studi ini mencatat kendala teknologi LJK di Indonesia: integrasi solusi (77%) dan teknologi lama (77%). Hambatan lainnya adalah mencari model AI/ML/analisis lanjut (75%). Lebih dari sepertiga peserta Indonesia (37%) hadapi keterbatasan anggaran dalam strategi analisis tingkat lanjut.

Indonesia memiliki anggaran tahunan rata-rata terendah di Asia Pasifik, USD 320 ribu. Ini USD 140 ribu lebih rendah dari rata-rata wilayah (USD 464 ribu).

Penelitian ini menyoroti hambatan lain LJK di Indonesia, seperti kurangnya kolaborasi antar unit kerja (46%), keahlian dan pengalaman yang kurang (46%), persaingan prioritas bisnis (44%), minimnya data dan analisis yang tepat (39%), serta kesiapan tata kelola data (37%).

Mengatasi Hambatan Kepercayaan Diri dan Teknologi

“Dengan dukungan teknologi tepat dan visi strategis, LJK di Indonesia dapat bertransformasi dan menjadi pemimpin pasar,” kata Kompella. “Pendekatan platform mengurangi kompleksitas dan memberi kepercayaan diri pada bank untuk mengoperasionalkan data lebih baik, menghasilkan keputusan cepat dan akurat.”

“Dengan menerapkan pendekatan fast-follower, organisasi dapat melangkah lebih maju dalam mengoperasionalkan analisis tingkat lanjut dengan mengadopsi teknologi keuangan yang berfokus pada industri dan pengetahuan operasional yang telah terbukti akurat dari mitra tepercaya.”

FICO akan meluncurkan platform berbasis komputasi awan terdepan pada 29 Agustus 2023 di hotel Pullman, Jakarta. Para profesional industri hadir untuk menyaksikan potensi FICO Platform dan meningkatkan koneksi pelanggan serta hasil bisnis.

Ribuan Masyarakat Padati Refleksi 5 Tahun Jimat-Akur di Kecamatan Tambakdahan, Dukung Pembangunan Terus Berlanjut

Ribuan Masyarakat Padati Refleksi 5 Tahun Jimat-Akur di Kecamatan Tambakdahan, Dukung Pembangunan Terus Berlanjut

Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menghadiri roadshow refleksi 5 Tahun Kepemipinan Jimat-Akur, di Kecamatan Tambakdahan bertempat di Halaman Kantor Desa Tambakdahan, Selasa (1/8).

Dalam sambutannya Camat Tambakdahan Bambang Edi Purwanto S.IP., M.Si. menyampaikan bahwa antusiasme warga untuk menghadari acara tersebut sangat tinggi, terbukti dengan hadirnya kurang lebih 2000 warga memadati kantor Desa Tambakdahan.

Seanjutnya, Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menyampaikan beberapa capaian program Jawara yang sudah dilaksanakan oleh di masa kepemimpinan Jimat-Akur seperti program Zero Rupiah, perbaikan dan pembuatan jalan di beberapa ruas kecamatan, perekrutan PPPK Guru terbanyak se-Jawa Barat, hingga rekomendasi pemekaran Kabupaten Subang Utara.

"Kami dilantik di bulan Desember 2018, Pak Bupati semenjak itu langsung 'tancap gas' walau di tahun 2020 seluruh dunia terkena dampak dan Kabupaten Subang pun harus melakukan refocusing anggaran dan memprioritaskan menyelamatkan nyawa manusia." Ungkap Wabup Subang

Senada dengan Bupati Subang H. Ruhimat menyampaikan rasa terimakasinya dan permohonan maaf kepada masyarakat Tambakdahan karena selama 5 tahun di masa kepemimpinannya masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan juga iapun menjelaskan bagaimana kondisi anggaran di Kabupaten Subang setelah terdampk Covid-19.

Selanjutnya Bupati dan Wakil Bupati Subang menyerahkan penghargaan sebagai apresiasi kepada Linmas dan Kader KB yang telah berdedikasi dalam pengembangan kemajuan desa, serta penyerahan bantuan stimulan secara simbolis kepada 9 orang ketua RT dari 9 desa di Kecamatan Tambakdahan.

Acara dilanjutkan dengan pengundian doorprize sepeda dan tausiyah oleh Ust. Aah Nurul Muhibah.

Percepat Penurunan Angka Stunting, Pemkab Subang Menggelar Diseminasi Audit Stunting Semester I

Percepat Penurunan Angka Stunting, Pemkab Subang Menggelar Diseminasi Audit Stunting Semester I

Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester I Tahun 2023 hal ini dilakukan dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Subang bertempat di Ruang Rapat BP4D. Selasa, (01/07).

Diseminasi Kasus Audit Stunting ini diselenggarakan setelah sebelumnya dilaksanakan pengisian kertas kerja dan kajian awal audit kasus stunting di Kecamatan Cipunagara.

Membuka kegiatan, Dra. Nunung Suryani, M.Si Kepala DP2KBP3A selaku ketua audit kasus stunting Kabupaten Subang mewakili sambutan Wakil Bupati, ia menyampaikan penurunan stunting pada Kabupaten Subang mencapai 15 persen.

"Mari kita berkomitmen mewujudkan subang zero stunting untuk tahun 2023," Tuturnya.

Selaras dengan sambutan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pihaknya menyampaikan diperlukan kerjasama dan sinergitas berkolaborasi dalam hal mewujudkan zero stunting  pada tahun 2023.

Senada dengan hal tersebut Irfan Indriastono, SS., M.Si Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Barat menyampaikan tujuan audit kasus stunting antara lain mengidentifikasi terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab resiko terjadinya stunting juga sebagai upaya pencegahan dan perbaikan kasus yang serupa.

Dijelaskannya, Audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas yang tertuang dalam regulasi Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) No. 12 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021.

Tak lupa ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung penyelenggaraan Diseminasi audit kasus stunting dan berharap setelah hasil rencana tindak lanjut oleh tim pakar dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera diimplementasikan dengan baik sesuai dengan peranan masing-masing di Pemerintah Kabupaten Subang.

Sementara itu, Dra. Muchlisah Noor selaku salah satu tim pakar menyampaikan indentifikasi resiko juga rencana tindak lanjut dan evaluasi yakni perlu dilakukan monitoring dan edukasi untuk calon pengantin, bumil, balita.

Lanjutnya, ia menyampaikan perlu dilakukan sosialisasi dan meningkatkan optimalisasi sistem yang ada seperti salah satunya posyandu agar memberikan edukasi pada lingkungan sekitar terutama orang tua agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik juga memberikan vitamin dan vaksinasi.

Kegiatan di lanjutkan dengan pemaparan hasil kajian audit kasus stunting dan Rekomendasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh tim pakar sekaligus diskusi terkait koreksi, sanggahan dan tambahan rekomendasi dari berbagai pihak.

Diakhir kegiatan, pemaparan dan penandatanganan berita acara rencana tindak lanjut hasil audit kasus stunting.

Turut hadir Satgas Stunting Provinsi Jawa Barat, para Perwakilan OPD, perwakilan Kecamatan Cipunagara serta tamu undangan lainnya.

Recent Posts