Beranda blog Halaman 632

Sejarah Jatuhnya Galuh ke Mataram, Cikal Bakal Lahirnya Kabupaten Ciamis

Sejarah-Jatuhnya-Galuh-ke-Mataram.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah literasi sejarah Indonesia menyebut jatuhnya kerajaan Galuh ke Mataram tahun 1595 menjadi cikal bakal berubahnya nama Galuh menjadi Ciamis.

Perubahan nama Galuh menjadi Ciamis oleh pemerintahan Mataram tak lepas dari adanya kepentingan politik. Kerajaan Mataram ingin menguasai wilayah Galuh dengan cara mematikan sejarah dan garis keturunannya.

Sebelum kerajaan Mataram menguasai Galuh, kerajaan orang Sunda yang paling dikagumi se-Priangan Timur ini berada di daerah Kawali. Namun setelah Mataram menguasai Galuh, pusat kerajaan tersebut mengalami perpindahan beberapa kali.

Perpindahan tersebut antara lain terdiri dari daerah Cineam, Calincing, Panyingkiran, Imbanagara, dan Cibatu pada tahun 1815.

Tidak menetapnya pusat kerajaan karena semakin luasnya wilayah kekuasaan Galuh ke daerah Selatan. Kendati mengalami perpindahan pusat pemerintahan, daerah Imbanagara lah yang menjadi basis Galuh sesungguhnya.

Baca Juga: Jejak Eksodus Kerajaan Galuh ke Gunung Ciremai, Terasing dan Akhirnya Lenyap

Maka hingga detik ini masyarakat Ciamis menyakini hari lahirnya Galuh –yang juga diperingati dengan hari jadi Kabupaten Ciamis, disamakan dengan berpindahnya pusat kerajaan Galuh dari Panyingkiran ke Imbanagara pada tanggal 12 Juni 1642.

Sejarah Jatuhnya Galuh ke Kerajaan Mataram Mendominasi, Galuh Ganti Nama Jadi Ciamis

Menurut tayangan sejarah dalam kanal YouTube channel @ASALUSULCHANNELYOUTUBE berjudul, “Asal-usul Kota Ciamis Jawa Barat”, dominasi kerajaan Mataram semakin kuat untuk mengganti nama Galuh jadi Ciamis terjadi pada tahun 1915-1935.

Lebih tepatnya ketika daerah Galuh dikuasai seorang bupati yang congkak bernama R.A.A. Sastrawinata. Semenjak kerajaan Mataram menguasai Galuh, tatanan birokrasi daerah tersebut berganti statusnya dari kerajaan menjadi kabupaten.

Begitupun pada masa R.A.A. Sastrawinata, Galuh yang dahulu terkenal sebagai kerajaan anti kolonial mendadak tunduk menjadi daerah yang menurut pada setiap perintah Belanda.

Akibatnya Galuh menjadi lemah, apalagi setelah R.A.A. Sastrawinata meresmikan namanya berganti jadi Ciamis. Trah Galuh tidak bisa mengganggu gugat ketidaksetujuannya, sebab R.A.A. Sastrawinata telah “mencoret” Galuh dari kamus sejarah kerajaan Sunda.

Ketika pemerintah kolonial lebih mendominasi kekuasaan di wilayah Ciamis, rakyat Galuh semakin menderita. Pasalnya pendapatan daerah di Ciamis yang bisa memberikan kesejahteraan penduduknya berpangkal ke penguasa Mataram untuk selanjutnya dibagi dua dengan pemerintah kolonial Belanda.

R.A.A. Sastrawinata, Bupati Ciamis Pemuja Mataram, Dihormati Belanda

Menurut surat kabar kolonial yang terbit pada tanggal 3 Agustus 1915 bertajuk, “De Sumatera Post”, Bupati Ciamis, R.A.A. Sastrawinata terkenal sebagai seorang penguasa regional eks-kerajaan Galuh yang sangat memuja trah Mataram.

Selain itu R.A.A. Sastrawinata juga dihormati oleh pemerintah kolonial Belanda karena diberikan hak istimewa oleh Raja Jawa karena telah sukses menaklukan Galuh sebagai salah satu kerajaan termegah di tanah Pasundan.

Sejumlah literatur lain mengatakan R.A.A. Sastrawinata merupakan orang pertama yang nekad menghapus sejarah Galuh. Ia juga ditugaskan oleh Mataram untuk memutuskan tali persaudaraan pewaris Galuh agar R.A.A. Sastrawinata bisa berkuasa sepenuhnya di wilayah tersebut.

Karena kejeniusan ini R.A.A. Sastrawinata banyak dilibatkan oleh Mataram sebagai delegasi wakilnya rapat dan berdiskusi dengan pemerintah kolonial. Dari sinilah jaringan relasi kekuasaan Sastrawinata terbentuk.

Ketika ia dipilih lagi sebanyak 3 kali jadi bupati Ciamis, orang-orang Belanda memberikan ucapan selamat. Bahkan menurut koran Belanda yang terbit pada tahun 1920-an menyebut R.A.A. Sastrawinata sebagai bupati pertama di tanah Sunda yang sering menerima bunga penghormatan dari orang Belanda.

Kerajaan Mataram Mengkontaminasi Budaya Sunda

Ketika Mataram resmi menguasai Galuh, nampaknya kerajaan yang berpusat di tengah pulau Jawa itu telah mengkontaminasi budaya Sunda.

Pasalnya para bupati utusan Mataram yang memerintah Galuh kala itu menerapkan beberapa tradisi orang Jawa dalam pemerintahannya. Adapun yang paling terlihat dari adanya kontaminasi budaya tersebut antara lain dari sebuah bahasa.

Baca Juga: Sejarah Perubahan Galuh Jadi Ciamis, Apa Motif Bupati Sastrawinata?

Mataram telah menggantikan bahasa Sunda asli dengan bahasa Sunda Mataraman. Beberapa contoh bahasa Sunda Mataraman yaitu seperti istilah-istilah bahasa Sunda yang saat ini orang Sunda pakai sehari-hari.

Seperti dahar (makan), gentos (ganti), manawi atau menawi dalam bahasa Jawa (apabila), dan lain sebagainya.

Pembentukan bahasa Sunda Mataraman seperti ini membuat budaya Sunda asli jadi tenggelam. Sebagian ahli melihat fenomena ini sebagai cara Mataram menyelaraskan budaya mereka di tanah Sunda. Intinya Mataram ingin menghilangkan tradisi Sunda dengan cara perlahan.

Tujuannya agar orang Sunda kehilangan identitasnya sendiri. Supaya ketika mereka kehilangan identitas budaya,  maka generasi penerusnya hanya akan mengenal budaya yang saat itu mendominasinya. Budaya siapakah itu? Tentu saja budaya Jawa warisan Mataram. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Indodana Ajak Generasi Muda di Labuan Bajo Belajar Bijak Pakai Layanan Fintech

SosialisasiLabuanBajo1_copy_800x534.jpg

review1st.com – Dalam rangka mendukung peningkatan literasi keuangan di Indonesia, Indodana sebagai perusahaan Fintech Lending turut aktif dalam memberikan edukasi layanan keuangan yang kini telah mengalami transformasi digital pada generasi muda.

Langkah ini dilakukan supaya  generasi muda menjadi “melek” akan perkembangan keuangan digital dan bijak dalam menggunakannya.

Indodana Ajak Generasi Muda di Labuan Bajo Belajar Bijak Pakai Layanan Fintech

Hal tersebut disampaikan, Compliance Manager Indodana, Okkie Armando Saragih, dalam acara NEXT GEN – FINTECH bertema “Menuju Keuangan Digital Inklusi Keuangan bersama Indonesia Timur” di Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pada acara yang dihadiri komunitas dan mahasiswa di Labuan Bajo tersebut, Indodana mengajak generasi muda agar paham dan dapat beradaptasi dengan layanan keuangan berbasis digital yang disediakan oleh Fintech Lending.

“Indodana sebagai Fintech Lending platform ingin mengajak anak – anak muda Labuan Bajo untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan layanan keuangan berbasis digitalisasi sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan pada sektor fintech.

Di samping literasi digitalisasi layanan keuangan, edukasi keuangan juga menjadi sangat penting bagi anak muda agar tidak salah dalam mengambil keputusan dalam menggunakan layanan jasa keuangan,” kata Armando.

Ia menambahkan, dalam upaya peningkatan literasi dan edukasi keuangan ini, peserta yang hadir diajak untuk dapat  menempatkan diri sesuai dengan kemampuan masing – masing dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah ini sekaligus mengajarkan  mereka supaya bisa lebih cermat dalam mengelola keuangan sejak muda, sehingga dapat memberikan dampak baik di masa yang akan datang. 

“Kemampuan finansial dan perhitungan risiko yang memadai menjadi hal penting dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk  menggunakan layanan platform digital jasa keuangan.

Setelah segala aspek risiko telah dipertimbangkan, alangkah baiknya jika pemanfaatan dana pinjaman digunakan sesuai dengan kebutuhan atau digunakan untuk suatu hal yang menguntungkan dalam  panjang, seperti tambahan modal usaha.

Tingkat pendapatan juga dapat menjadi tolak ukur tanggung jawab dan bijak dalam mengembalikan pinjaman agar tidak bermasalah di kemudian hari,” tambah Armando.

Berdasarkan Data dan Statistik Fintech Lending periode Mei 2023, masyarakat berusia 19 – 34 tahun baik laki – laki maupun perempuan mengalami outstanding pinjaman hingga Rp26 miliar, sedangkan pinjaman perseorangan lancar atau dibayar dalam 30 hari, sebesar Rp23 miliar.

Hal ini menunjukkan masih banyak generasi muda yang masuk dalam kategori Gen Z dan milenial dinilai belum lancar dalam melakukan pembayaran di dalam penggunaan  layanan keuangan fintech lending.

Sebagai Fintech Lending platform, Indodana telah memberikan akses kepada masyarakat underbanked dalam mengakses produk keuangan lebih luas sejak didirikan dan telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Mei 2020, melalui layanan kredit online dan PayLater.

Saat ini, Indodana telah memiliki lebih dari 20.000 merchant/outlet rekanan offline maupun online yang tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Dengan rekanan yang bisa dijangkau luas tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan untuk mendapatkan berbagai keperluan seperti gadget & electronic, fashion & lifestyle, furniture, travel & digital, groceries dan marketplace untuk memenuhi kebutuhan. 

GameHers Inisiasi Perayaan Keberadaan Tokoh Perempuan Esports Tanah Air

Foto1.GameHersInisiasiPerayaanKeberadaanTokohPerempuanEsportsTanahAir_copy_800x450.jpg

review1st.com – UniPin sebagai perusahaan penyedia layanan hiburan digital terkemuka di Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung setiap gerakan dan kampanye kesetaraan gender, terutama di bidang esports.

Pada 12 Agustus kemarin, UniPin bekerja sama dengan Samsung Odyssey dan Circle Luna Nera dalam menggelar acara bertajuk GameHers di NARA Senopati, Jakarta Selatan.

GameHers Inisiasi Perayaan Keberadaan Tokoh Perempuan Esports Tanah Air

Tak bisa dipungkiri, esports dan gaming adalah industri yang didominasi oleh laki-laki. Pada gelaran GameHers ini, UniPin, Samsung Odyssey, dan Luna Nera mengundang perempuan-perempuan yang aktif di industri esports untuk sesi sharing dan berkoneksi, merayakan keberadaan mereka sebagai perempuan dalam esports.

Hadir dalam gelaran ini adalah Debora Imanuella selaku pendiri dari Luna Nera dan SVP UniPin Global Esports & Community, Ivan Adiwibowo selaku Product Manager dari PT Samsung Electronics Indonesia, juga tokoh-tokoh perempuan berpengaruh di dunia digital di Indonesia seperti Shinta ‘Shintabubu’ Witoyo selaku pemilik dari Bubu.com dan founder Esports Morph Team, Revie Sylviana selaku Global Partnerships Meta Southeast Asia, Yosephine Andjani selaku Esports Ecosystem Manager MOONTON Indonesia, Elvarica Noviyanti selaku Country Manager Tencent Game (Ragnarok), Diana Sutrisno selaku Board Member dari IESF, dan Anisa Rahim sebagai Brand Ambassador dari ONIC Esports.

GameHers adalah sebuah inisiatif untuk mendobrak batasan dan membuat sebuah ruang aman bagi perempuan untuk berkumpul dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang membuat pengaruh besar bagi seluruh perempuan di industri ini.

GameHers bukan sebatas makan siang biasa; kegiatan ini akan berlanjut pada kegiatan selanjutnya di Oktober mendatang.

Debora Imanuella menjelaskan bahwa dirinya bersama UniPin dan Luna Nera mendukung penuh kegiatan-kegiatan emansipasi wanita di bidang esports, salah satunya melalui GameHers.

“Ini adalah gerakan permulaan sebelum kegiatan-kegiatan lainnya, di mana kita akan mengumpulkan seluruh gamers perempuan dan komunitasnya untuk saling berbagi, bertukar ide, dan berkolaborasi dalam menghasilkan sebuah karya yang berdampak,” ujarnya. 

Veronica Huang dari TikTok Live Indonesia juga antusias menanggapi gelaran acara ini yang bertujuan agar para gamers perempuan dapat saling dukung, tidak hanya in-game saja, tetapi dalam banyak hal lainnya.

“Aku merasa gaming scene itu memang butuh sosok perempuan. Menanggapi itu, di tahun ini, TikTok lebih berkomitmen lagi mendukung perempuan-perempuan di gaming scene salah satunya dengan menmbuat tagar yang digunakan secara global yaitu #WomenInGaming.

Ini adalah Intelectual Property (IP) terbesar kami setelah tagar #GamingOnTikTok yang kami keluarkan tahun lalu,” ujar Veronica.

Mila Likumahua selaku Marketing Communication Manager PT Samsung Electronics Indonesia juga menyatakan dukungannya untuk para perempuan di ekosistem gaming dan esports untuk terus maju dan meraih pencapaian yang luar biasa.

“Gamers seringkali diasosiasikan dengan gender laki-laki. Namun, kali ini, kami dari Samsung Odyssey ingin memberikan dukungan penuh untuk para perempuan bisa mendapatkan pengakuan yang sama di industri ini; agar sama-sama kita bisa berprestasi dan meraih pencapaian-pencapaian hebat tanpa batasan dan diskriminasi,” tutup Mila.

Kelas Pintar Kampanyekan #StudyLifeBalance, Bantu Siswa Meraih Mimpi

SAVE_20230822_142630_copy_800x533.jpg

review1st.com – Study-life balance adalah konsep penting yang mengacu pada mencari keseimbangan antara waktu yang dihabiskan untuk belajar atau akademis dengan waktu untuk kegiatan pribadi, keluarga, dan rekreasi. Dalam konteks anak, study-life balance membantu menjaga kesejahteraan emosional dan mental mereka.

“Keseimbangan antara kehidupan belajar dan kehidupan pribadi itu penting. Karena menjadi seorang siswa bukanlah status melainkan sebuah fase.

Kelas Pintar Kampanyekan #StudyLifeBalance, Bantu Siswa Meraih Mimpi

Fase di mana anak-anak memerlukan kebebasan untuk menjelajahi kehidupan dan menemukan apa yang mereka sukai baik di dalam maupun di luar sekolah,” jelas Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar saat membuka media Talkshow dengan tema Study Life Balance.

Namun faktanya, jumlah waktu yang harus dihabiskan para siswa untuk belajar di sekolah dan di rumah menjadi masalah, mereka menjadi lelah dan juga memerlukan lebih banyak waktu untuk menjelajahi apa yang mereka sukai di luar aspek akademis.

“Anak-anak yang mengalami tekanan berlebihan dalam belajar tanpa cukup waktu untuk beristirahat dan bermain, mungkin mengalami kelelahan fisik dan mental.

Keseimbangan yang buruk tersebut dapat berdampak pada stres, kecemasan, penurunan motivasi dalam belajar, hingga depresi,” terang Caesilia Ika W, S.Psi., M.Psi – Psikolog Pendidikan – Konselor Anak dan Remaja. 

Di sisi lain, orang tua dan guru kadang-kadang tidak dapat memberikan anak-anak cukup kebebasan dan peluang untuk menjelajahi potensi-potensi lain karena mereka khawatir bahwa waktu yang dihabiskan anak-anak untuk belajar masih belum cukup untuk membuat mereka unggul dalam hidup.

Untuk itu, penting bagi anak untuk bisa belajar dengan efektif dan efisien, sehingga mereka tidak harus menghabiskan seluruh waktu mereka hanya untuk belajar. 

“Ketika anak-anak dapat berhasil dalam studi mereka, maka orang tua dan guru akan membiarkan mereka menjelajahi kehidupan dengan bebas, pada saat itu dapat dikatakan bahwa mereka mencapai keseimbangan antara kehidupan belajar dan pribadi,” ucap Ellenduani Aprila – Head Of Marketing Communication Kelas Pintar. 

Menurut wanita yang akrab disapa Duan ini, tugas penyedia solusi berbasis teknologi seperti Kelas Pintar adalah bagaimana membantu siswa untuk bisa belajar secara efektif dan efisien, sehingga bisa meminimalisir kelelahan dikarenakan waktu belajar yang berlebih. 

“Kami di Kelas Pintar terus berinovasi, salah satunya adalah dengan menghadirkan antarmuka baru yang didesain untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” terang Duan.

Dengan pembaruan antarmuka, Kelas Pintar berharap bisa membuat proses pembelajaran di Kelas Pintar menjadi lebih efektif dan efisian, baik secara upaya maupun waktu.

“Selanjutnya adalah bagaimana kami membawa “kesenangan” para siswa ke dalam aktivitas di Kelas Pintar. Salah satunya adalah dengan meluncurkan point system, dalam upaya mendekatkan para siswa pada impian yang ingin mereka capai melalui perjalanan akademis yang lancar atau tanpa hambatan,” ujar Duan.

Point system sendiri pada prinsipnya merupakan sebuah bentuk apresiasi Kelas Pintar kepada para siswa yang melakukan perjalanan akademisnya dengan Kelas Pintar. Para siswa akan mendapatkan poin untuk setiap aktivitas yang mereka lakukan.

Selanjutnya, poin tersebut akan terlihat dalam leaderboard, dimana siswa yang berada pada posisi tertinggi di setiap bulannya akan mendapatkan hadiah untuk membantu mengeksplorasi potensinya.

“Hadiah yang kami siapkan cukup beragam, mulai dari yang terkait dengan hobi, cita-cita, hingga pengalaman hidup.

Jadi, jika ada siswa yang bermimpi jadi YouTuber, Gamers, Beauty Blogger dan lain sebagainya, dapat terfasilitasi oleh Kelas Pintar. Dan puncaknya adalah paket liburan GRATIS di penghujung tahun ajaran,” pungkas Duan.

Sebagai informasi, Kelas Pintar juga akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan #StudyLifeBalance dan mengedukasi para siswa maupun stake holder terkait akan pentingnya kesimbangan antara kehidupan belajar dengan kehidupan pribadi.

Kandang Ayam di Ciamis Hangus Terbakar, Pemilik Rugi Ratusan Juta

kandang-ayam-terbakar.jpeg

harapanrakyat.com,- Sebuah kandang ayam dua tingkat milik Dani Mulyana (30) di Dusun Desa, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat hangus terbakar, Selasa (22/8/2023). Akibatnya pemilik kandang ayam mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta.

Petugas Damkar Ciamis Yayan mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran kandang ayam milik Dani Mulyana pada pukul 13.50 WIB. Kemudian anggota Damkar Ciamis langsung berangkat dan tiba di lokasi pukul 14.10 WIB.

Yayan menjelaskan kebakaran itu berawal dari mertua dari pemilik kandang ayam sedang melakukan sterilisasi kandang dari bakteri. Cara pengasapan atau fooging di dalam kandang, karena rencananya pada pekan depan akan diisi ayam.

“Namun pada saat pengasapan berlangsung mertua si pemilik kandang pergi sementara, karena akan salat Dzuhur. Namun, karena bahan yang mudah terbakar sehingga menimbulkan api dan membakar sebagian kandang,” jelasnya.

Api pun semakin membesar, kemudian istri pemilik kandang menghubungi UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan pemadaman terhadap kandang tersebut.

Baca Juga: Damkar Ciamis Berhasil Evakuasi Kukang di Pemukiman Warga

“Kemudian kami merespon laporan tersebut. Anggota langsung bergegas dan langsung melakukan evakuasi pemadaman kandang ayam,” ucapnya.

Pada pukul 15.00 WIB api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Yayan menambahkan, terkait penyebab kebakaran diduga karena pengasapan atau fooging.

“Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pemilik kandang harus mengalami kerugian material yang ditaksir sekitar Rp 150 juta,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Polres Pangandaran Ungkap 4 Kasus Narkoba, Salah Satu Pelaku Edarkan Ratusan Hexymer-Tramadol 

Kasus-Narkoba-di-Pangandaran.jpg

harapanrakyat.com,- Satuan Reserse Narkoba Polres Pangandaran mengungkap 4 kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Dua kasus di antaranya merupakan penyalahgunaan obat sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar. Sedangkan dua kasus lainnya adalah penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kapolres Pangandaran AKBP Imara Utama mengatakan, salah satu TKP kasus narkoba berada di Desa Cikembulan dengan tersangka inisial ARR (22) lulusan SLTA.

“Tersangka diduga melakukan penyalahgunaan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar untuk mengedarkan dan menjual obat,” kata AKBP Imara Utama saat press release di halaman kantor Polres Pangandaran, Selasa (22/8/2023).

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa 182 butir Hexymer dan Tramadol. Kepada tersangka diterapkan pasal 196 jo 197 UU RI 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukumannya pidana penjara 10 sampai 15 tahun,” katanya.

Baca Juga: Syok! Pesepeda Temukan Mayat di Pinggir Jalan Batu Hiu Pangandaran

Sementara kasus kedua terjadi di Desa Wonoharjo. Tersangka inisial RM diduga mengedarkan Hexymer dan Tramadol.

“Tersangka inisial RM dengan barang bukti 88 butir Hexymer. Modus mengedar dan menjual farmasi obat jenis Hexymer dan Tramadol. Ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara,” jelas AKB Imara Utama.

Kasus ketiga merupakan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Cikembulan, Sidamulih. Dari tangan tersangka inisial BAS, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 paket sabu 0,42 gram yang dibungkus plastik.

Selanjutnya kasus keempat, tersangka inisial FZ ditangkap di Desa Pananjung dengan barang bukti sabu seberat 1,13 gram beserta alat hisap bong.

“Modus menyimpan menguasai serta mengedarkan narkoba jenis sabu atau penyalahgunaan narkoba jenis sabu, pasal yang diterapkan pasal 114 ayat 1 Jo 112  ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 4 sampai 20 tahun pidana penjara,” jelas AKBP Imara Utama.

Antisipasi Kasus Narkoba di Pangandaran

AKBP Imara mengatakan, sebagai antisipasi pihaknya rutin melakukan patroli ke penginapan dan sejumlah tempat wisata. Selain itu, pihaknya juga monitor terus perkembangan informasi dari masyarakat.

“Antisipasi wisata yang seharusnya menjadi tempat yang aman nyaman jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap AKBP Imara Utama. 

Masih dikatakan AKBP Imara Utama, sementara saat ini belum ada indikasi keterlibatan nelayan Pangandaran terhadap penyelundupan narkoba. Namun, pihaknya terus monitoring dan kerjasama dengan kelompok nelayan dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi.

“Kita bekerjasama dengan kelompok-kelompok nelayan dan masyarakat untuk selalu memberikan pemahaman terkait bahayanya Narkoba dalam kehidupan kita,” pungkasnya.

Sementara Kasat Narkoba AKP Juntar Hutasoit mengatakan, sejak dirinya bertugas di Pangandaran, dari bulan September sampai Desember 2022 sebanyak 5 kasus narkoba sudah ditangani.

Sementara dari Januari 2023 sampai Agustus 2023, Polres Pangandaran menangani 25 kasus narkoba. Total kasus narkoba yang ditangani hingga Agustus 2023 sebanyak 30 kasus.

“Dan 21 kasus sudah kita limpahkan ke Kejaksaan, paling banyak kasus sabu, ganja dan obat keras tertentu,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Syok! Pesepeda Temukan Mayat di Pinggir Jalan Batu Hiu Pangandaran

Mayat-di-Pinggir-Jalan-Lintas-Pantai-Pangandaran.jpeg

harapanrakyat.com,- Seorang pesepeda menemukan mayat di pinggir jalan lintas pantai Batu Hiu Pangandaran, tepatnya di Dusun Budiasih, RT 1, RW 19, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (22/8/2023) sekitar pukul 05.45 WIB.

Merasa syok menemukan mayat di pinggir jalan lintas Batu Hiu Pangandaran, pesepeda tersebut lantas melapor ke Polres Pangandaran.

Baca Juga: Pastikan Pulih Kembali, Bupati Pangandaran Tunggui Korban Kecelakaan di Rumah Sakit

Anggota Polres Pangandaran Brigadir Polisi Feri Anshori mengatakan, korban bernama Aep Saepudin, warga Kalapatiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Korban yang berusia 29 tahun tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tubuh miring ke arah pantai.

Feri mengaku pihaknya mendapat laporan penemuan mayat pada pukul 06.00 WIB. Anggota kepolisian dari Polres Pangandaran langsung menuju TKP.

“Anggota langsung cek ke TKP, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujar Brigadir Feri Ridwan Anshori kepada harapanrakyat.com.

Menurut Feri, korban ditemukan di rumput pinggir pantai. Sementara motor Jupiter MX tanpa plat nomor yang dikendarainya berada 4 meter dari lokasi korban ditemukan.

“Kondisi motornya juga sudah rusak pada bagian stang depan,” jelas Feri.

Feri menduga Aep tidak sengaja menabrak tumpukan batu di samping jalan hingga terpental jauh.

“Dugaan kami, korban kecelakaan tunggal. Kemungkinan korban hilang kendali saat mengendarai motor dari Batu Hiu menuju Pangandaran,” katanya.

Namun, lanjut Feri, pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban oleng saat mengendarai sepeda motor.

“Sementara jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Pandega untuk visum, kami pun sudah menghubungi pihak keluarga,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Penjualan Mobil Listrik Wuling Masih Mendominasi GIIAS 2023

rockomotif-penjualan-mobil-listrik-wuling.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Sepanjang pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, penjualan mobil listrik Wuling Air EV masih menjadi tumpuan jenama asal Tiongkok.

Dari laporan yang dirilis oleh mereka, sepanjang 11 hari penyelenggaraan kehadiran Air EV masih menjadi primadona pengunjung yang ingin beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik.

Terkait keseluruhan, brand ini sukses mengeluarkan sebanyak 1.771 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), serta mereka juga mencatat 1.619 pengunjung telah melakukan test drive line up yang dihadirkan pada pameran GIIAS.

“Keikutsertaan Wuling dalam GIIAS 2023 kali ini berjalan dengan baik dan mencatatkan pencapaian yang baik. Kami berterima kasih atas antusiasme pengunjung booth Wuling yang telah menyaksikan, mencoba lini produk, dan melakukan transaksi selama pameran berlangsung. Pencapaian yang diraih Wuling ini menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan tahun lalu. Kami terus berkomitmen untuk berinovasi menghadirkan layanan dan produk untuk kehidupan yang lebih baik sejalan dengan semangat ‘Drive For A Better Life’,” terang Dian Asmahani selaku Brand and Marketing Director Wuling Motors.

Penjualan mobil listrik Wuling berhasil mendominasi sepanjang gelaran GIIAS, di mana 50 persen dari SPK yang didapat semuanya kepincut Air EV. Adapun untuk varian yang diminati oleh konsumen adalah Long Range, kemudian model anyar Air EV Lite berhasil memikat 143 SPK dan diikuti oleh Confero sebesar 20 persen, serta Alvez dengan kontribusi 17 persen.

Selain memperoleh angka pemesanan yang baik, kehadiran lini produk Wuling di GIIAS 2023 turut mendapat atensi dari pengunjung yang penasaran dengan pengalaman berkendaranya. Antusiasme ini dapat dilihat dari angka aktivitas test drive yang dilakukan selama pameran yang mencapai 1.619 pengunjung di area yang sudah disediakan. Lini produk yang paling banyak dicoba adalah Air ev dengan jumlah 1.053 pengunjung, diikuti oleh Alvez dengan 380 pengunjung, dan seri Almaz dengan total 186 pengunjung.

Menjadi magnet di booth Wuling, Air ev merupakan kendaraan listrik berdimensi compact yang hadir sebagai solusi mobilitas ramah lingkungan dengan memadukan aspek easy to use, easy home charging, dan easy to own. Pada ajang GIIAS tahun ini, Wuling melengkapi kedua varian yang sebelumnya sudah ada, Long Range dan Standard Range, dengan tambahan satu varian paling terjangkau, yakni Air ev Lite. Tipe ini resmi dipasarkan mulai 14 Agustus 2023 dengan harga Rp206.000.000 (OTR Jakarta) dan mendapat insentif PPN dari pemerintah menjadi Rp188,9 juta.

Secara khusus di GIIAS 2023, Wuling untuk pertama kalinya membuka tampilan eksterior dan interior dari SUV terbarunya, New Almaz RS. Selain penampilan perdananya, Wuling juga telah membuka periode pre-book yang dimulai dari 10 Agustus 2023 sampai dengan awal kuartal keempat tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah berkunjung ke booth Wuling dan melakukan pemesanan produk Wuling selama GIIAS 2023. Sampai bertemu lagi di ajang GIIAS 2024 mendatang,” tutup Dian Asmahani.

AMSI Gelar IDC 2023 Bahas Soal AI

IDC-2023.jpeg

harapanrakyat.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) memulai perhelatan tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) dan AMSI Awards 2023 di Bandung, Jawa Barat pada 22-23 Agustus 2023. 

IDC 2023 ini mengambil tema ‘Artificial Intelligence for Business Transformation: Tantangan Etik, Inovasi, Produktivitas, dan Daya Saing di berbagai Sektor’. Kegiatan ini menghadirkan lima sesi diskusi dan master class dalam dua hari pelaksanaan IDC 2023. 

IDC dan AMSI Awards 2023 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan AMSI didukung Internews dan USAID MEDIA. 

Baca Juga : AMSI Desak Publisher Right Segera Disahkan, Ini Alasannya!

IDC 2023 dibuka Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut, Sekjen AMSI Wahyu Dhyatmika, USAID Mission Director Jeffrey P Cohen, dan Plt Asisten Umum Setda Pemprov Jabar Berli Hamdani mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Konferensi ini memberikan wawasan dan strategi yang bermanfaat untuk bernavigasi di lanskap digital, melawan misinformasi, dan memperkuat media untuk mendorong perubahan positif,” kata Direktur USAID Indonesia Jeffrey P. Cohen.

“Mari kita terus bekerja sama untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi, menjaga kebebasan pers, dan membangun masyarakat yang lebih akuntabel dan transparan,” Jeffrey Cohen menambahkan.

Berikan Sambutan di IDC 2023, Wamen Kominfo Jelaskan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan, tema pada IDC 2023 ini cukup menarik, yakni mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan dampaknya untuk transformasi di bidang bisnis.

Namun, kata Nezar, ada satu hal yang lebih menarik lagi yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu bagaimana dampak AI untuk kehidupan industri media.

“AI ini selain memberikan dampak positif juga dapat berpotensi memberikan sejumlah kecemasan tentang efek negatifnya. Inilah (efek negatif) yang harus kita antisipasi kedepannya,” ucap Nezar.

Nezar menjelaskan, dampak pemanfaatan AI pada jurnalisme saat ini belum terlihat secara signifikan, meskipun penggunaan AI di kegiatan jurnalisme semakin terlihat. Dalam beberapa tahun ke depan, kata Nezar, publik akan menikmati karya media hasil dari AI atau campuran AI.

“Tren penggunaan AI oleh industri jurnalisme di antaranya pengenalan gambar untuk penandaan otomatis. Kemudian menyusun ringkasan, penulisan informasi verbal menjadi teks, pengelolaan distribusi tugas konten sosial media. Selain itu memberikan personalisasi konten meningkatkan engagement,” ucapnya.

Baca Juga : AMSI Pertanyakan Perkembangan Regulasi Publisher Rights di Indonesia

Meski demikian, lanjut Nezar, terdapat pula beberapa isu kontemporer pada pemanfaatan AI ini. Salah satunya AI berpotensi menimbulkan kesalahan analisis yang mengakibatkan misinformasi.

“Saya kira AI ini punya dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif. Pemerintah saat ini melakukan monitoring penggunaan AI. Selain mencermati sisi positif AI, pemerintah juga mengantisipasi risiko sisi negatifnya melalui regulasi,” ucapnya.

Bahas Peluang dan Tantangan Munculnya AI

Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menuturkan, pada IDC 2023 kali ini membicarakan kecerdasan buatan atau AI. Dalam IDC tahun 2023 ini, akan pula membahas mengenai peluang dan tantangan dengan kemunculan AI ini.

AI kata Wens, pemanfaatannya dapat di berbagai bidang, termasuk di bidang jurnalisme. Sebab saat ini, banyak platform baru yang saat ini terus bermunculan.

“Itulah yang mendasari AMSI terus mendorong publisher right sebelum kehilangan relevansinya. Sebab relasinya masih kuat dan bisnis mereka adalah bisnis kita. Kita cermati AI ini apa keuntungannya dan apa kelemahannya,” ungkap Wenseslaus saat memberikan sambutannya di IDC 2023. (Ecep/R13/HR Online)

Terkait Adanya Kawanan Monyet Masuk ke Permukiman Warga, Ini Kata BKSDA Ciamis 

Terkait-Adanya-Kawanan-Monyet-Masuk-ke-Permukiman-Warga-Ini-Kata-BKSDA-Ciamis.jpg

harapanrakyat.com,- Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis, Jawa Barat, menyebut bahwa sejauh ini belum mendapatkan laporan terkait adanya kawanan monyet yang masuk ke permukiman warga. 

Sebelumnya, gerombolan monyet tersebut masuk permukiman warga di Dusun Sukadana, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

“Belum ada laporan kepada kami,” kata Staf BKSDA, Asep Wawan, Selasa (22/8/2023).

Menurut Asep, biasanya jika ada kawanan monyet yang masuk ke permukiman dan meresahkan warga, pemerintah desa langsung melakukan laporan. Kemudian juga membuat permohonan untuk penanganan hewan tersebut.

Baca Juga: Kawanan Monyet Serbu Permukiman Bikin Warga Sirnajaya Ciamis Resah

Akan tetapi, saat ini Pemerintah Desa Sukawening belum melakukan pelaporan, terkait kejadian tersebut kepada BKSDA Ciamis. 

“Silahkan kepada desa terkait agar dapat membuat laporan dengan membuat surat permohonan untuk penanganan. Biasanya nanti kami akan kerja sama dengan pihak ketiga, untuk melakukan penjarangan,” tuturnya.

Lanjut Asep menambahkan, kejadian kawanan monyet yang masuk ke perkebunan warga memang sudah beberapa kali terjadi.

BKSDA Kabupaten Ciamis biasanya langsung melakukan penanganan terhadap hewan-hewan tersebut, dengan penjarangan.  

“Kalau ada permohonan dari warga, tentunya nanti akan kami lakukan penanganan,” pungkasnya.

Baca Juga: Lapar, Kawanan Monyet Turun dari Gunung Sawal Ciamis

Diberitakan HR Online sebelumya, sejumlah warga di Dusun Sukadana, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dibuat resah, karena kemunculan kawanan monyet yang masuk permukiman warga.

Kawanan monyet tersebut merusak bahkan juga menjarah perkebunan warga setempat. Tidak hanya itu, monyet-monyet tersebut kerap mendatangi rumah warga untuk mencari makan.

Warga pun resah dan khawatir kalau nanti monyet tersebut bisa menyerang kepada warga. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Recent Posts