Beranda blog Halaman 63

Subang Raih Public Service Award di Bandung Marketing Week 2025

Subang Public Service Award 2025

Subang – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berhasil meraih penghargaan kategori Public Service Award pada ajang Bandung Marketing Week 2025. Acara tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Kamis (21/08/2025), dan dibuka langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP.

Penghargaan ini diberikan atas dua inovasi unggulan. Pertama, aplikasi SiPanda (Sistem Informasi Pendapatan Daerah) yang dikembangkan Bapenda Subang. Aplikasi ini mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka melalui satu layanan terpadu berbasis digital. Kedua, inovasi Diskominfo Subang dengan SiMali (Sistem Informasi Manajemen Aplikasi) yang berfungsi menata dan mengintegrasikan seluruh aplikasi di Kabupaten Subang.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Subang, dr. Dwinan Marchiawati, MARS, dan Plt. Kepala Bapenda Subang, H. Dadang Darmawan. Keduanya menyebut capaian ini sebagai bukti komitmen Subang dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital.

Kedua aplikasi tersebut sebelumnya juga menorehkan prestasi dengan masuk dalam Top 25 Krenovasi Jawa Barat (KIJB) 2023, pencapaian pertama kalinya Kabupaten Subang masuk jajaran 25 besar inovasi terbaik tingkat provinsi.

Kepala Biro Perekonomian DPMPTSP Jawa Barat, Budi Kurnia, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa Jawa Barat terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi di sektor industri. Ia menekankan pentingnya inovasi untuk menghadapi tantangan pembangunan. “Pemprov berkomitmen akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menghadirkan karya inovasi yang berdampak nyata untuk masyarakat Jawa Barat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang menegaskan bahwa daerahnya kini fokus menata arah industrialisasi. Namun, ia tetap berkomitmen mempertahankan areal pertanian sebagai penopang peran Subang sebagai lumbung padi nasional.

Bupati juga menyoroti potensi besar pariwisata Subang yang mencakup laut, dataran, hingga pegunungan. Hadirnya destinasi unggulan seperti Lembur Pakuan disebut sebagai modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Ini menjadi pondasi yang besar bagi masyarakat agar kedepannya semuanya bisa jauh lebih baik,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Bupati Subang berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Saya berharap pelayanannya bisa lebih maksimal lagi, sehingga bisa menjadi pijakan untuk melangkah ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Rakor Keormasan Subang Dorong Peran Ormas dalam Pembangunan Ekonomi

Rakor Keormasan Subang 2025

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Keormasan di Aula Pemda Subang, Rabu (20/08/2025). Kegiatan ini digelar Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI melalui Badan Kesbangpol Kabupaten Subang dengan tema “Peningkatan Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional”.

Sebanyak 20 organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Subang hadir dalam rakor tersebut. PJ Tim Kerja Pemberdayaan dan Kemitraan Ormas Ditjen Ormas, Abdul Ghofur, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 menjadi dasar hukum bagi pembentukan dan aktivitas ormas di Indonesia. Menurutnya, aturan itu menjamin kebebasan berserikat sekaligus mendorong kontribusi ormas terhadap pembangunan bangsa.

Abdul Ghofur menambahkan, salah satu poin Asta Cita Presiden adalah memperkuat pertahanan dan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. “Diperlukan partisipasi seluruh stakeholder untuk menjaga iklim ekonomi yang kondusif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peran ormas penting untuk mendukung pelaku usaha dan menciptakan iklim investasi yang sehat, terutama karena Subang kini menjadi pintu masuk global investasi Indonesia.

Wabup Subang dalam arahannya mengungkapkan bahwa sejak 2016 hingga April 2025 tercatat 416 organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Subang. Angka ini menunjukkan besarnya potensi ormas dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam menciptakan iklim yang damai dan produktif.

“Oleh karena itu perlu ada pembinaan, pengawasan, serta penguatan peran ormas agar benar-benar menjadi mitra pemerintah dan masyarakat,” tegas Kang Akur, sapaan akrab Wabup.

Ia berharap rakor melahirkan strategi nyata untuk memperkuat kontribusi ormas dalam pembangunan, khususnya menciptakan iklim investasi yang sehat di Subang. “Kami mendorong bagaimana investasi itu mudah dan ramah. Siapapun yang ingin berinvestasi di Subang tidak boleh ada hambatan,” tambahnya.

Keynote speech disampaikan Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, Budi Arwan, S.STP., M.Si. Ia menekankan bahwa rakor menjadi ajang penyamaan pemahaman, sinkronisasi program, serta perencanaan langkah bersama dalam pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan ormas.

“Dalam konteks ini, ormas adalah bagian dari civil society dengan tiga pilar yang telah ditentukan,” jelasnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa peran ormas tidak dapat dipisahkan dari pembangunan bangsa. “Peran swasta itu besar mendorong pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Winardi, M.Si. (Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin), Hirzi S. Kom., M.TI. (BKPM), AKP Tedi Triyono, S.Pd. (Kasat Intelkam Polres Subang), dan Ani Caharani, ST., MT. (Kabag Administrasi Pembangunan Setda Subang).

Turut hadir pula pejabat BKPM, Analis Kebijakan Media Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri, Asda I Setda Subang, Kepala Bakesbangpol, Kasat Intel Polres Subang, serta tamu undangan lainnya.

Survei Litbang Kompas: Mayoritas Warga Jabar Nilai Lapangan Kerja Jadi Masalah Paling Mendesak

Survei Litbang Kompas warga Jabar lapangan kerja

Suarasubang – Hasil survei Litbang Kompas mengungkap persoalan yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Sebanyak 44,8 persen responden menilai lapangan pekerjaan sebagai masalah paling krusial di Jabar.

Masalah berikutnya yang disoroti masyarakat adalah perbaikan jalan (30,8 persen), kondisi ekonomi dan harga bahan pokok (27,9 persen), serta pemerataan dan bantuan pendidikan, termasuk zonasi sekolah (21,2 persen). Sementara itu, 18,2 persen responden menyoroti persoalan sampah dan pengelolaannya.

Persoalan lain yang dinilai mendesak meliputi keamanan dan kriminalitas, termasuk geng motor (12,1 persen), pelayanan dan fasilitas kesehatan (13 persen), penanggulangan bencana banjir (4,9 persen), pelayanan masyarakat (4,6 persen), pengentasan kemiskinan dan transportasi (masing-masing 3,8 persen), serta pemberantasan korupsi dan ketersediaan air bersih (masing-masing 3,1 persen).

Ketidakpuasan pada Penanganan Lapangan Kerja

Peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti, menyebut masyarakat belum puas terhadap kinerja Pemprov Jabar dalam menangani persoalan lapangan kerja.

“Soal lapangan kerja paling kentara. Masyarakat merasa lapangan kerja sangat sempit dan berharap segera diselesaikan. Tingkat kepuasan sangat rendah,” ujarnya saat diwawancarai via Zoom, Jumat (15/8/2025).

Berdasarkan survei, 67,2 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Dedi-Erwan dalam mengatasi masalah pengangguran. Hanya 31,4 persen yang merasa puas. Selain itu, 60,4 persen responden juga tidak puas dengan penanganan persoalan kemiskinan.

Kepuasan pada Layanan Publik dan Pariwisata

Di sisi lain, kepuasan publik terbilang tinggi pada beberapa aspek. Sebanyak 66,1 persen responden puas dengan ketersediaan pelayanan publik, 65,7 persen puas dengan kecepatan pelayanan publik, serta 66 persen merasa puas dengan pengembangan pariwisata dan infrastruktur penunjangnya.

Metode Penelitian

Survei dilakukan Litbang Kompas melalui wawancara tatap muka pada 1–5 Juli 2025. Sebanyak 400 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Jawa Barat. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki margin of error +/- 4,9 persen. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).

Subang Percepat Infrastruktur dan Luncurkan Program Sosial Hingga Digital

Subang percepatan infrastruktur dan program sosial

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmennya dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan Subang ‘Leucir’ atau mulus. Di awal kepemimpinan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, program unggulan Subang Ngawangun Bareng Rakyat (Ngabret) mengalokasikan anggaran Rp250 miliar. Dana ini digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 80 kilometer.

Tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp350 miliar dengan target 90 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap leucir.

“Tahun ini, kita berhasil merelokasi Rp143 miliar dari pagu perangkat daerah untuk percepatan perbaikan jalan kabupaten. Sehingga pada tahun 2025 anggaran perbaikan jalan meningkat menjadi Rp250 miliar,” ungkap Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, pada peringatan HUT ke-80 RI, Minggu kemarin.

Selain infrastruktur, Pemkab Subang juga menyoroti keberhasilan program sosial, salah satunya Nyaah Ka Indung. Program ini memberi dampak positif bagi ribuan lansia di Subang.

“Selama empat bulan pelaksanaannya, program Nyaah Ka Indung telah memberikan manfaat bagi 1.032 orang lansia yang tersebar di 245 desa dan 8 kelurahan di 30 kecamatan, dengan total bantuan senilai Rp825.600.000,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Pemkab Subang juga meresmikan Subang Smart Digital. Langkah ini menjadi terobosan menuju tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang lebih cepat, transparan, dan melayani.

“Semua capaian ini tentu belum sempurna, masih banyak PR yang menanti. Perjalanan membangun daerah ibarat menapaki sebuah jalan panjang yang tak selalu lurus dan mulus, tetapi penuh tantangan, tanjakan, dan tikungan yang harus kita lalui bersama,” tandasnya.

Tanggul SS Cigugur Jebol, Warga Subang Gotong Royong Bersama TNI dan BPBD

Tanggul SS Cigugur Jebol

Subang – Subang kembali diuji oleh alam. Selasa (19/8/2025), tanggul saluran sekunder (SS) Cigugur jebol. Dampaknya? Sawah di tiga desa terdampak: Desa Cigugur, Cigugur Kaler, dan Desa Rangdu, Kecamatan Pusakajaya, terendam air. Para petani pun dibuat cemas karena lahan yang jadi sumber penghidupan mereka terancam gagal panen.

Namun, seperti pepatah lama “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” masyarakat tidak tinggal diam. Warga setempat bahu-membahu bersama pemerintah daerah, BPBD Subang, serta anggota Koramil 0511/Pusakanagara untuk memperbaiki tanggul secara darurat. Suasana gotong royong ini seolah mengingatkan kita pada kekuatan asli bangsa: kerja sama tanpa pamrih.

Lettu Inf Herawan, Danramil 0511/Pusakanagara yang mewakili Dandim 0605/Subang—yang akrab dijuluki RAJA OBOS—menjelaskan bahwa perbaikan ini bersifat sementara. “Jadi kami bersama warga masyarakat giat gotong royong ini bersipat sementara agar jebolnya tanggul tidak meluas, sambil menunggu perbaikan secara permanen dari pihak pemerintah,” tuturnya.

Harapannya, perbaikan permanen segera dilakukan agar sawah warga kembali aman. Di sisi lain, Herawan menekankan pentingnya peran Babinsa. “Partisipasi aktif anggota Koramil dan masyarakat ini mencerminkan nilai-nilai tradisional gotong royong yang masih terpelihara dalam masyarakat, serta upaya bersama dalam menghadapi tantangan dan menjaga lingkungan,” katanya.

Lebih jauh, ia juga mengapresiasi dedikasi para Babinsa yang selalu hadir, siang dan malam, untuk mendampingi masyarakat binaannya. Mulai dari membantu di lapangan, memberikan solusi, hingga menjaga komunikasi erat dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Peristiwa ini tak hanya soal tanggul yang jebol. Ia juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, masyarakat, dan pemerintah masih terjaga dengan baik. Gotong royong bukan hanya warisan, tapi juga senjata ampuh menghadapi bencana.

Bupati Subang Hadiri Takziah Ibunda Anggota Paskibraka, Tegaskan Kepatuhan Aturan Truk

Bupati Subang hadiri takziah kecelakaan truk

Subang – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Subang. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., menghadiri takziah ke rumah duka almarhumah Heni Rohaeni (51), ibunda dari anggota Paskibraka Kabupaten Subang, Rafi Maulana Yusup (17). Takziah berlangsung di Kampung Jayasari, RT 10/06, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Selasa (19/08/2025).

Almarhumah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di sekitar flyover Cilameri, Jalan Raya Sembung Pagaden-Subang. Saat itu, ia hendak menjemput sang anak usai bertugas sebagai pengibar bendera pusaka di Alun-alun Subang.

Dalam suasana duka, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga.

“Turut berbelasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Untuk kesekian kalinya ada masyarakat kita yang tertabrak truk. Saya sangat menyesalkan ini,” ungkapnya.

Bupati menegaskan duka ini bukan hanya dirasakan keluarga almarhumah, tetapi juga masyarakat Subang, khususnya jajaran Paskibraka yang baru saja mengukir kebanggaan pada Hari Kemerdekaan.

“Semoga keluarganya tetap tabah dan semoga almarhumah diterima di sisi-Nya serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Kang Rey juga menyoroti kasus serupa yang berulang akibat pelanggaran jam operasional truk barang. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2025 tentang pembatasan jam operasional dumtruk.

“Taati aturan saya, taati Perbup saya. Ini terjadi hari Senin, truk besar tidak boleh lewat sebelum jam sembilan malam. Inikan perusahaan yang bandel, nakal, tidak mengindahkan peraturan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta perusahaan yang bersangkutan bertanggung jawab penuh kepada keluarga korban, khususnya kepada Rafi yang telah membawa nama baik Subang sebagai anggota Paskibraka.

“Saya minta semuanya ditanggung oleh perusahaan,” tandasnya.

Bupati juga menyampaikan rasa haru karena Rafi tidak sempat bertemu ibunda tercinta setelah menunaikan tugasnya.

“Harus menelan kenyataan yang perih, ibunya mau jemput dia di hotel, ternyata dia tidak bisa bertemu untuk terakhir kalinya,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Kang Rey menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Ini jadi pembelajaran untuk semua perusahaan di Kabupaten Subang. Taati aturan saya. Kita punya Perbup pembatasan jam, tolong taati itu,” tegasnya.

PT Dahana Gelar Bazar Kuliner UMKM Gratis Meriahkan HUT RI ke-80

Bazar kuliner UMKM PT Dahana

Subang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Dahana menggelar Bazar Kuliner UMKM Mitra Binaan. Kegiatan yang diselenggarakan usai upacara bendera ini berlangsung meriah dengan partisipasi jajaran Direksi serta seluruh karyawan Dahana dari kantor Subang dan Jakarta pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak insan Dahana untuk bangga menggunakan produk dalam negeri, termasuk kuliner karya UMKM binaan perusahaan.

Bazar kuliner UMKM PT Dahana

“Kami sangat bangga melihat semangat para mitra binaan dalam menghadirkan produk berkualitas. Makanannya enak, sehat, dan dibuat dengan penuh kreativitas. Harapan kami, UMKM kuliner binaan Dahana dapat terus naik kelas, berkembang lebih luas, serta berdaya saing di pasar nasional bahkan internasional,” ujar Hary Irmawan.

Usai upacara, Direktur Utama bersama jajaran direksi dan karyawan berkeliling meninjau stand bazar, menyapa pelaku UMKM, serta memberikan apresiasi langsung. Kehadiran insan Dahana diharapkan mampu memberi motivasi lebih bagi UMKM dalam mengembangkan produk dan memperluas pasar.

Sebanyak 13 UMKM mitra binaan PT Dahana yang bergerak di bidang kuliner turut serta dalam bazar ini. Produk yang disajikan beragam, mulai dari kuliner khas daerah, jajanan tradisional, hingga makanan dan minuman kekinian hasil karya masyarakat Subang.

Bazar kuliner ini digelar secara gratis sebagai bentuk dukungan nyata PT Dahana terhadap UMKM. Selain menjadi ajang promosi produk, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan komunitas sekitar.

Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Dahana, Neni Sumarni, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM bukan hanya sebatas pembinaan, melainkan juga penciptaan ruang-ruang ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan terselenggaranya bazar kuliner ini, PT Dahana menegaskan komitmennya dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Perusahaan berharap keberlanjutan kemitraan dengan UMKM dapat membawa manfaat jangka panjang, menciptakan akses ekonomi yang lebih merata, serta mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Subang Ngabret di 80 Tahun Merdeka: Cerdas dalam Ilmu, Kuat dalam Raga

Subang Ngabret 80 Tahun Merdeka

Subang – Delapan puluh tahun sudah Indonesia berdiri tegak sebagai bangsa merdeka. Sepanjang perjalanan ini, kita melewati babak penuh drama: mempertahankan kemerdekaan, membangun negeri, hingga berjibaku dengan tantangan era digital. Dan kini, di usia yang makin matang, semangat kemajuan tetap harus menyala—dari kota besar sampai ke pelosok daerah.

Salah satu yang tampil percaya diri adalah Kabupaten Subang. Dengan jargon segar “Subang Ngabret”, daerah ini seakan menginjak gas penuh. “Ngabret” dalam bahasa Sunda artinya melaju cepat—dan Subang bertekad bukan sekadar ikut arus, tapi menyalip di jalur terdepan.

Mari kita intip, apa saja bensin yang bikin Subang ngebut?

Cerdas dalam Ilmu: Bukan Sekadar Pintar di Kertas

Subang sadar, kemajuan tanpa otak encer hanya tinggal slogan. Pendidikan pun dipacu habis-habisan: dari pemerataan akses sekolah, peningkatan kualitas guru, hingga pemanfaatan teknologi di ruang kelas.

Targetnya bukan cuma melahirkan juara matematika atau ranking kelas. Pendidikan di Subang diarahkan untuk mencetak anak-anak yang pintar sekaligus berkarakter, punya keterampilan hidup, dan sadar kebangsaan. Program literasi, pembinaan prestasi, dan inovasi pembelajaran menjadi menu sehari-hari.

Singkatnya, murid Subang diharapkan tak hanya cerdas di atas kertas, tapi juga tangguh menghadapi dunia nyata.

Kuat dalam Raga: Olahraga Bukan Sekadar Keringat

Kalau otak sudah diasah, tubuh pun jangan dilupakan. Subang percaya, generasi masa depan harus sehat, bugar, dan disiplin. Karena itu, olahraga jadi andalan.

Kompetisi antarsekolah, pembinaan atlet muda, hingga fasilitas olahraga dari desa sampai kabupaten terus digencarkan. Olahraga bukan cuma soal medali, tapi juga latihan mental: kerja keras, sportivitas, dan daya juang.

Bayangkan, anak-anak Subang tumbuh bukan hanya dengan otak encer, tapi juga otot kencang. Paket lengkap calon pemimpin masa depan!

Kemerdekaan yang Hidup: Bukan Hanya Pidato dan Upacara

Subang membuktikan, semangat “ngabret” bukan slogan tempelan di baliho. Warga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas olahraga kompak membangun ekosistem untuk lahirnya generasi emas.

Kemerdekaan, bagi Subang, berarti tanggung jawab. Bukan sekadar tiup terompet di hari besar, melainkan kerja nyata setiap hari. Arah tujuan jelas: ikut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Melaju Bersama Menuju Masa Depan

Kini, di usia kemerdekaan ke-80, Subang memilih jalur cepat. Dengan pendidikan berkualitas dan budaya olahraga yang kuat, Subang menunjukkan: kemajuan daerah adalah bahan bakar kemajuan bangsa.

“Subang Ngabret di 80 Tahun Merdeka: Cerdas dalam Ilmu, Kuat dalam Raga” bukan sekadar judul artikel, tapi juga sebuah janji. Janji bahwa kemerdekaan ini bukan hanya untuk hari ini, melainkan bekal menuju Indonesia yang lebih gemilang.

Dr. Deni Mudian, M.Pd, dan Arif Fajar Prasetiyo, M.Pd, Dosen FKIP Universitas Subang

Menhub Periksa PT INKA Usai Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Subang

Menhub periksa PT INKA kecelakaan KA Subang

Subang – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya akan memeriksa PT Industri Kereta Api (INKA) menyusul kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Subang pada Jumat (1/8/2025), yang menyebabkan enam gerbong anjlok dari rel.

“Terkait kecelakaan di Subang, saya meminta kepada pak Dirjen KA untuk melihat lebih dalam sampai melakukan pemeriksaan kepada pembuat gerbong, PT INKA,” kata Dudy, Senin (18/8/2025).

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan guna memastikan kelayakan gerbong dan menelusuri proses produksi, apakah ada kesalahan prosedur yang berpotensi memicu kecelakaan. Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum merilis hasil investigasi resmi.

“Pemeriksaan INKA dilakukan untuk memastikan apakah dalam pembuatan gerbong itu sudah baik dan benar,” tambah Dudy.

Selain itu, Kemenhub membentuk tim audit independen untuk mengevaluasi penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Penanganan pascainsiden tidak hanya difokuskan pada perbaikan jalur, tetapi juga pada evaluasi sistem deteksi dini dan peningkatan standar pemeliharaan prasarana kereta api.

“Pemulihan fisik saja tidak cukup. Pemerintah akan memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan standar pemeliharaan prasarana perkeretaapian,” tegas Menhub.

Dudy menekankan, insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengembangan sistem perkeretaapian nasional.
“Kami tidak hanya berkomitmen untuk memperbaiki, tetapi juga untuk mencegah. Keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aspek penyelenggaraan transportasi,” pungkasnya.

Gubernur Jabar Soroti Sawah Hilang dalam Pembangunan Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang

Pabrik mobil listrik BYD Subang

Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengawasi ketat pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang. Ia memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana, namun menyoroti hilangnya sawah akibat pembangunan.

Dedi menegaskan, meskipun proyek terus berproses hingga tahap akhir, lahan sawah yang hilang harus mendapat perhatian serius. “Kalau pembangunan kan terus, tahun depan produksi. Hari ini tinggal, tapi pembangunannya berjalan,” kata Dedi usai upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu (17/8/2025), melansir Kompas.com.

Menurutnya, BYD tetap wajib memenuhi rekomendasi teknis terkait lahan yang sebelumnya merupakan sawah. “Rekomendasi teknis tentang adanya, sebenarnya judulnya sawah gitu loh. Tapi sawahnya udah nggak ada, kan di kita biasa tuh. Judulnya hutan lindung, hutannya nggak ada gitu loh. Tetapi walaupun sawahnya nggak ada, rekomendasi teknisnya harus dibuat,” ujarnya.

Pembangunan pabrik BYD di Subang diproyeksikan menjadi salah satu pilar industri kendaraan listrik di Indonesia. Meski begitu, Dedi mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan industri dan keberlanjutan lingkungan.

Recent Posts