Beranda blog Halaman 62

Polres Subang Ungkap 20 Kasus Narkoba, 23 Tersangka Diamankan

Polres Subang ungkap kasus narkoba

Subang – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Subang dalam memberantas peredaran narkoba kembali dibuktikan dengan terungkapnya 20 kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang periode Juni hingga Agustus 2025. Capaian ini disampaikan dalam konferensi pers di Aula Patriatama Polres Subang, Jumat (22/8/2025), yang dipimpin langsung Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.

Turut hadir Wakapolres, Kasat Narkoba, Kasi Propam, Kasi Humas, dan jajaran terkait, sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menanggulangi masalah narkoba yang kian meresahkan masyarakat.

Selama tiga bulan terakhir, Satres Narkoba Polres Subang berhasil menangani berbagai kasus narkotika, mulai dari sabu, ganja, tembakau sintetis, hingga sediaan farmasi ilegal. Dari 20 laporan polisi yang ditindaklanjuti, 23 tersangka pria dari beragam latar belakang profesi berhasil diamankan, mulai dari mahasiswa, wiraswasta, PNS, hingga pengangguran.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Narkoba telah merusak berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak akan pernah berhenti untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Subang,” tegas AKBP Dony.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain:

  • 177 gram sabu
  • 317,87 gram ganja
  • 60,5 gram tembakau sintetis
  • 6.712 butir obat-obatan terlarang
  • Timbangan digital, ponsel, kendaraan, serta uang tunai hasil penjualan narkoba

Para pelaku diketahui menggunakan berbagai modus, seperti sistem peta (meninggalkan barang di titik tertentu), Cash On Delivery (COD), hingga transaksi langsung. Wilayah Kecamatan Subang dan Patokbeusi menjadi lokasi terbanyak pengungkapan kasus.

Para tersangka dijerat dengan pasal berat sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman mulai dari minimal 4 tahun penjara hingga hukuman mati, serta denda miliaran rupiah.

Kapolres Subang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta masyarakat sangat penting. Mari kita jaga keluarga, lingkungan, dan Subang yang kita cintai ini dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Cemburu Buta Berujung Maut, Polisi Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi di Subang

Pembunuhan pegawai koperasi Subang mantan pacar

Subang – Kasus asmara kembali berubah jadi tragedi berdarah. Seorang pemuda bernama Bagira Sinurat (27) tega menghabisi nyawa mantan pacarnya, Anggia Tinus Situmorang (28), yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai koperasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah kontrakan korban. Dengan pisau yang dibawanya, Bagira menusuk dada kanan Anggia hingga menembus paru-paru dan jantung. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Anggia tak tertolong.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menuturkan bahwa rasa cemburu buta menjadi pemicu aksi kejam ini. “Pelaku mendatangi rumah korban, kemudian langsung menusuk korban hingga meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Motif cemburu muncul karena korban diketahui masih berkomunikasi dengan kekasihnya yang merupakan mantan pacar. Emosi pelaku pun meledak hingga berakhir pada aksi pembunuhan.

Tak butuh waktu lama, polisi bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Bagira berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya di wilayah Bekasi. Kini, ia harus menghadapi jeratan hukum berat.

Atas perbuatannya, Bagira dikenakan pasal pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal menanti: hukuman mati.

KSU ANAS Gandeng Banyak Pihak, Subang Bersiap Jadi Sentra Smart Farming

Smart farming Subang KSU ANAS

Subang – Minggu, 24 Agustus 2025, Kabupaten Subang akan jadi panggung penting bagi dunia pertanian modern. Koperasi KSU ANAS bersiap menandatangani kerjasama dagang dan koordinasi dengan sejumlah mitra strategis demi memperkuat konsep smart farming di wilayah ini.

Acara yang digelar bersama Dinas DKUPP Subang ini akan melibatkan Paguyuban Kelompok Tani Rancaleguk, PT Haman Abadi Sejahtera, PT Hexa Dimensi Indonesia (HDI), Persatuan Advokat dan Pekerja Seni Indonesia, hingga PT Produsen Pupuk Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini disebut bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata membangun ekosistem pertanian berkelanjutan berbasis teknologi.

Tak hanya koperasi dan perusahaan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Subang juga akan memaparkan kebijakan terbaru di sektor peternakan. Sebab, Subang dikenal punya potensi besar dalam pengembangan pertanian dan peternakan terpadu.

Drone Pertanian Jadi Sorotan
Salah satu magnet acara ini adalah kehadiran PT Hexa Dimensi Indonesia (HDI) dengan teknologi drone agriculture. Perangkat canggih ini digadang-gadang bisa mengatasi persoalan klasik petani: keterbatasan tenaga kerja, waktu yang terbuang, dan distribusi pupuk serta pestisida yang sering tak merata.

“Drone agriculture bukan hanya alat semprot modern, tapi solusi menyeluruh bagi efisiensi waktu, penghematan biaya, dan peningkatan hasil panen. Melalui kerjasama ini, kami berharap para petani di Subang dapat merasakan langsung manfaat smart farming untuk kesejahteraan mereka,” kata Wakil Direktur HDI, Sahpri Rhizka.

Ia juga menegaskan, petani tidak akan dibiarkan bingung dengan teknologi baru. Pendampingan teknis akan diberikan agar para petani benar-benar paham cara mengoperasikan drone dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Dampak Ekonomi dan Harapan Warga
Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah wajah pertanian di Subang. Petani bukan lagi sekadar konsumen teknologi, melainkan aktor utama dalam transformasi digital pertanian. Sinergi antara koperasi, perusahaan pupuk, kelompok tani, hingga pekerja seni diyakini bisa menciptakan gerakan ekonomi yang lebih luas.

Bagi Subang, penandatanganan kerjasama ini bisa menjadi tonggak baru untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra pertanian modern di Jawa Barat. Modernisasi berbasis smart farming bukan hanya soal hasil panen, tapi juga peluang lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Subang Raih Public Service Award di Bandung Marketing Week 2025

Subang raih Public Service Award Bandung Marketing Week 2025

Suarasubang.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., hadir sekaligus membuka ajang Bandung Marketing Week 2025 yang digelar di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Kamis (21/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang berhasil meraih Public Service Award melalui inovasi yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Penghargaan yang diraih meliputi:

  • Inovasi Bapenda Subang dengan aplikasi SiPanda (Sistem Informasi Pendapatan Daerah), yang memudahkan masyarakat dalam pemenuhan kewajiban pajak melalui satu aplikasi terpadu.
  • Inovasi Diskominfo Subang dengan aplikasi SiMali (Sistem Informasi Manajemen Aplikasi), yang menjadi sistem penataan manajerial terintegrasi dengan seluruh aplikasi di Kabupaten Subang.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Diskominfo Subang, dr. Dwinan Marchiawati, serta Plt. Kepala Bapenda Subang, Asep Saeful Hidayat.

Bupati Reynaldy dalam sambutannya mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut sebelumnya juga berhasil masuk dalam Top 25 Krenovasi Jawa Barat (KIJB) 2023, pencapaian pertama bagi Kabupaten Subang menembus 25 besar inovasi terbaik di tingkat provinsi.

Lebih jauh, Reynaldy menegaskan bahwa Kabupaten Subang kini tengah fokus menata arah industrialisasi, namun tetap berkomitmen mempertahankan lahan pertanian sebagai penopang utama Subang sebagai lumbung padi nasional.

“Selain itu, potensi pariwisata Subang sangat besar dengan kekayaan alam yang mencakup laut, dataran, dan pegunungan. Seluruh potensi ini menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dengan hadirnya destinasi wisata unggulan seperti Lembur Pakuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penghargaan yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya berharap pelayanannya bisa lebih maksimal lagi, sehingga bisa menjadi pijakan untuk melangkah ke depan lebih baik lagi,” pungkas Reynaldy.

H. Adik Turun Blusukan, Serap Aspirasi Warga Pantura Subang

H. Adik DPRD Subang blusukan

Subang – Suasana akrab terasa saat Anggota DPRD Kabupaten Subang, H. Adik, turun langsung menyapa warga di daerah pemilihannya. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Subang ini memilih jalur blusukan, berkeliling menemui konstituen di Dapil 4 yang mencakup Kecamatan Ciasem, Blanakan, hingga Pusakanagara.

Dalam kunjungannya, H. Adik tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga sebagai pendengar. Ia berbincang santai sekaligus menyimak keluhan masyarakat. Warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur, ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah Pantura Subang.

“Sebagai pelayan rakyat, saya harus selalu hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan setiap persoalan mereka. Semua aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pemerintah agar bisa segera direalisasikan,” ujar H. Adik.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Menurutnya, langkah ini adalah wujud tanggung jawab sebagai wakil rakyat yang dipilih untuk memperjuangkan kepentingan konstituen.

Kasus DBD di Subang Menurun, Kunci Utamanya Ada pada 3M Plus

Penurunan kasus DBD Subang 2025

Subang – Kabar baik datang dari Kabupaten Subang. Sejak Juli hingga Agustus 2025, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terlihat menurun. Tren positif ini bukan kebetulan, melainkan buah kerja keras Dinas Kesehatan Subang bersama 30 puskesmas yang tak kenal lelah mengedukasi masyarakat soal pentingnya gerakan 3M Plus.

Kadinkes Subang, dr Maxi, menjelaskan bahwa upaya pengasapan atau fogging sebenarnya kurang efektif. “Kalau dengan fogging itu, gak begitu efektif, karena fogging itu, hanya membunuh nyamuk dewasa. Dalam jangka waktu 10 sampai dengan 14 hari itu, nyamuk lebih dari yang sebelumnya. Jika ingin bertahan lama yaitu dengan 3M Plus, dan itu yang diterapkan jajarannya kepada masyarakat,” ujarnya kepada RRI, Jumat (22/8/2025).

Tim kesehatan pun konsisten mengajak warga membersihkan lingkungan dari potensi sarang nyamuk. Mulai dari bak mandi, genangan air, hingga tempat-tempat tersembunyi yang jadi lokasi favorit nyamuk berkembang biak. “Selalu dengan 3M Plus, kita ajak masyarakat, untuk membasmi sarang-sarang nyamuk. Karena vektornya kan nyamuk, baik itu DBD maupun chikungunya,” tegas dr Maxi.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, harapan besar pun menggantung. Subang ditargetkan bisa terus menekan angka DBD agar tidak kembali melonjak seperti puncaknya di Mei–Juni lalu. “Semoga saja, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memberantas sarang nyamuk aedes aegypti dengan 3M Plus, tentunya kasus DBD di Kabupaten Subang bisa kita tekan, dan terbukti ada penurunan kasus DBD sejak Juli kemarin,” pungkasnya.

Subang Dorong Perluasan Kepesertaan JKN-KIS, Target UHC Jadi Fokus

JKN-KIS Subang UHC 2025

Subang – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, memimpin Forum Komunikasi Bersama Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Subang. Forum ini membahas monitoring, evaluasi, serta kebijakan terkait penyelenggaraan Program JKN-KIS di Kabupaten Subang. Kegiatan digelar Kamis (21/8/2025) di Hotel Laska Subang, dihadiri jajaran Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan Cabang Sumedang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, melaporkan bahwa forum ini dilaksanakan minimal sekali setahun, sesuai SK Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Nomor 59 Tahun 2025. “Forum ini menjadi wadah koordinasi, dan evaluasi bersama dalam rangka memperkuat strategi rekrutmen, perluasan cakupan, dan peningkatan keaktifan peserta JKN-KIS,” ungkapnya.

Saat ini, kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Subang telah mencapai 97,45 persen, dengan tingkat keaktifan 70,47 persen. Menurut Sekda, target Universal Health Coverage (UHC) Prioritas baru dapat dicapai apabila kepesertaan minimal berada di angka 98 persen dengan keaktifan peserta 80 persen.

Wakil Bupati Subang menegaskan bahwa kesehatan masih menjadi isu utama masyarakat, selain infrastruktur jalan. Ia menilai masih ada kendala terkait kepesertaan dan iuran yang sering dikeluhkan warga. “Kita masih harus berupaya keras memperluas kepesertaan, sekaligus meningkatkan keaktifan peserta. Forum ini adalah wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, agar target UHC di Subang dapat tercapai,” ujarnya.

Agus Masykur juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memahami filosofi gotong royong pada program JKN-KIS. Menurutnya, iuran bukan sekadar hitungan untung-rugi individu, tetapi bentuk solidaritas sosial untuk menjamin pelayanan kesehatan merata. “Iuran itu, jangan dilihat dari sisi dipakai atau tidak dipakai. Tetapi sebagai bentuk tolong-menolong, agar ketika ada yang sakit, mereka mendapat layanan yang layak,” jelasnya.

Selain itu, ia mendorong sektor swasta, BUMD, dan perusahaan di Subang untuk ikut memperluas cakupan kepesertaan. “Kita butuh sinergi semua pihak, dari pemerintah, BPJS, hingga dunia usaha, untuk memastikan masyarakat Subang tidak terbebani biaya kesehatan,” tegasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang, Jayadi, menambahkan bahwa peningkatan mutu layanan dan pemerataan fasilitas kesehatan perlu terus diperkuat. Optimalisasi teknologi seperti antrean online juga menjadi solusi untuk mempermudah pelayanan peserta JKN-KIS. Ia menekankan bahwa capaian UHC di Subang masih membutuhkan penguatan, terutama dalam meningkatkan keaktifan peserta dan menekan tunggakan iuran.

“Berbagai inovasi telah dijalankan BPJS, mulai dari layanan BPJS Keliling, Kader JKN, program PESIAR, hingga telekolekting, sebagai upaya mendekatkan pelayanan, sekaligus menekan angka tunggakan,” jelas Jayadi.

Polres Subang Gelar Upacara Hari Juang Polri 2025 dengan Khidmat

Upacara Hari Juang Polri 2025 Polres Subang

Subang – Langit Subang pagi itu terasa teduh ketika Lapangan Apel Mako Polres Subang jadi saksi khidmatnya peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025, Kamis (21/8/2025). Upacara berjalan lancar, aman, dan penuh makna.

Wakapolres Subang Kompol Endar Supriyatna didapuk sebagai Inspektur Upacara. Di barisan hadir para pejabat utama dan perwira Polres Subang, Kapolsek jajaran, hingga seluruh personel yang tegap berdiri dengan seragam kebanggaan.

Rangkaian upacara dimulai dari penyambutan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, hingga lantunan Mars Polri yang membakar semangat. Setelah itu, hadirin diajak mengheningkan cipta, mendengarkan sejarah singkat Hari Juang Polri, pembacaan Proklamasi Polisi, lalu bersama-sama menyanyikan lagu Andika Bhayangkari dan Himne Polri. Sebagai penutup, doa dilantunkan khusyuk sebelum Komandan Upacara memberikan laporan akhir.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar upacara seremonial. “Peringatan ini, sebagai momentum dalam memperkuat semangat juang dan dedikasi seluruh jajaran Polres Subang, dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat,” ujarnya singkat namun tegas.

Kadinkes Subang Bawa Kabar Hangat, Jenguk Dua Warga Sakit di Sagalaherang

Kadinkes Subang jenguk warga sakit Sagalaherang

Subang – Ada yang adem sekaligus hangat di Sagalaherang, Subang, Kamis (21/8/2025). Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang, dr Maxi, S.H., M.H.Kes, turun langsung menyapa warganya yang sedang sakit. Bukan sekadar jenguk, tapi juga bawa bingkisan bantuan penuh makna.

Dua warga yang beruntung disambangi adalah Eka Nurlestari (35) yang berjuang melawan autoimun, serta Agus (70) yang sudah lama bergelut dengan maag akibat gangguan cemas. Satu tinggal di Kampung Mande, satunya lagi di Kampung Saluyu—dua titik berbeda, tapi nasib sama: butuh perhatian.

“Yang satu sakit autoimun dan satunya sakit maag yang sudah lama karena gangguan cemas. Untuk Pak Agus, BPJS Kesehatan aktif, tapi Ibu Eka tidak aktif BPJS Kesehatannya,” jelas dr Maxi, yang juga Ketua IDI Cabang Subang.

Tapi tenang dulu, cerita ini tidak berhenti di situ. Kadinkes bersama Puskesmas Sagalaherang langsung gerak cepat. Eka bakal diajukan sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Artinya, iuran bulanannya bakal ditanggung Pemda Subang. Jadi, sakitnya Eka tidak bertambah pusing oleh urusan biaya.

“Kami berharap dua warga tersebut selalu semangat agar sembuh. Semoga bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban warga yang sakit berikut keluarganya,” pungkas dr Maxi dengan nada penuh harapan.

Sementara itu, Eka dan Agus sama-sama tersenyum meski sakit masih melekat. Ucapan syukur tak terucap singkat, “Terima kasih banyak Pak Dokter atas bantuannya,” kata Eka tulus. Sebuah ucapan sederhana, tapi terasa seperti doa panjang.


Isu Lahan Pabrik BYD dan VinFast di Subang, Begini Penjelasannya

Lahan Pabrik BYD VinFast Subang

Subang – Sebagian lahan pabrik BYD dan VinFast di Subang, Jawa Barat, disebut-sebut berdiri di atas lahan pertanian. Pemerintah menegaskan bahwa lahan yang dialihkan harus diganti minimal tiga kali lipat untuk menjamin keberlangsungan lahan pertanian.

Isu tumpang tindih lahan ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pekan lalu. Dalam pertemuan itu, salah satu agenda pembahasan adalah investasi dua pabrikan otomotif asal Tiongkok dan Vietnam tersebut di Subang.

“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa di Subang akan dibangun pabrik mobil, dengan nilai investasi Rp 33 triliun. Kebetulan, sebagian lahan yang direncanakan merupakan lahan persawahan. Kami akan menyelesaikan kendala ini bersama supaya investasi tetap berjalan dan lapangan kerja terbuka.

“Namun, jika terjadi alih fungsi lahan pertanian, kami menegaskan bahwa lahan tersebut harus diganti minimal tiga kali lipat dari luas lahan yang dialihkan agar petani tetap memiliki lahan pengganti yang layak,” ujar Amran dilansir dari Antara.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menegaskan bahwa pabrik BYD dan VinFast tidak bermasalah karena sudah berdiri di kawasan industri. “Kalau mereka sudah memiliki status kawasan industri, artinya mereka sudah tidak punya masalah lagi,” terang Agus.

Dengan penjelasan ini, pemerintah memastikan investasi besar tersebut tetap berjalan, sembari memastikan regulasi terkait lahan pertanian tetap diperhatikan.


Recent Posts