Beranda blog Halaman 60

Subang Jadi Arena Duel Raksasa Mobil Listrik Dunia

Subang pusat otomotif listrik Indonesia

Subang – Bayangkan hamparan lahan luas di Subang, Jawa Barat, yang dulu hanya sepi ditemani angin sawah, kini berubah jadi panggung pertarungan para titan otomotif. Deru mesin konstruksi tak lagi sekadar bising, tapi seperti tabuhan genderang perang: tanda lahirnya era baru industri mobil listrik Indonesia.

Tak main-main, dua raksasa dunia BYD Auto dari Tiongkok dan VinFast dari Vietnam sedang adu cepat membangun pabrik canggih di tanah Sunda. Pemerintah pun tampak sumringah. Lewat Kementerian Perindustrian, mereka menegaskan: ini buah manis dari insentif pajak yang bikin investor asing makin betah menanam modal.

Direktur ILMATAP Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, di Jakarta pada Senin (25/8/2025) bahkan menyebut, “Dua perusahaan melakukan kerja sama perakitan dengan assembler lokal. Dua perusahaan melakukan perluasan kapasitas produksi. Dan dua perusahaan membangun pabrik baru, PT BYD Auto Indonesia dan PT VinFast Automobile Indonesia.” Nama-nama beken lain pun ikut nimbrung: Citroen, Aion, Maxus, VW, Geely, Xpeng, hingga Great Wall Motor (GWM).

Kalau ditotal, suntikan modal yang masuk bikin kaget: Rp15 triliun! Tak hanya angka besar, tapi juga janji kapasitas produksi nasional yang bakal melompat jadi 305 ribu unit mobil listrik per tahun. Benar-benar angka yang bisa bikin keringat Subang berubah jadi setrum masa depan.

Nah, di arena ini, BYD Auto tampil sebagai juragan dengan kantong paling tebal. Mereka menggelontorkan Rp11,2 triliun untuk membangun pabrik di kawasan Smartpolitan Subang. Per Mei 2025, progres pembangunan sudah 45 persen. Targetnya? Pabrik berkapasitas 150 ribu unit per tahun itu rampung akhir 2025 dan ngebut beroperasi penuh awal 2026.

VinFast tentu tak mau terlihat pelan. Perusahaan asal Vietnam itu sudah melaju lebih jauh, dengan progres pembangunan mencapai 77 persen per 18 Agustus 2025. Meski kapasitasnya “hanya” 50 ribu unit per tahun, pabrik ini siap melayani pasar Indonesia dan kawasan sekitarnya. Kalau BYD adalah gajah perkasa, VinFast ibarat kuda pacu yang melesat duluan.

Subang kini bukan hanya dikenal dengan nanas madu, tapi juga sedang didapuk jadi jantung otomotif listrik Indonesia. Tinggal tunggu waktu, kapan deru mesin di pabrik-pabrik baru ini berubah jadi deru roda mobil listrik yang meluncur di jalan raya.

Pemkab Subang Anggarkan Rp5 Miliar untuk Rumah Singgah di Bandung

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menganggarkan Rp5,05 miliar untuk membeli bangunan yang akan dijadikan rumah singgah di Kota Bandung.

Kepala Dinkes Subang, dr Maxi, S.H, M.H.Kes menjelaskan anggaran tersebut masuk dalam perubahan APBD 2025. “Kini sedang berproses, karena pembelian oleh pemerintah, maka harus dilakukan appraisal. Appraiser dari independen dan pihak pemilik bangunan agar hasil appraisal tidak sepihak,” ucapnya, Selasa (26/8/2025).

Setelah appraisal selesai, tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) akan menentukan apakah bangunan tersebut layak dibeli. Jika disetujui, pembayaran akan dilakukan oleh Dinkes Subang.

Menurut dr Maxi, rumah singgah ini akan sangat membantu warga Subang yang berobat di Bandung. “Rumah singgah yang sebelumnya sistem sewa saja tiap tahunnya melayani 1.700 pasien,” jelasnya.

Bangunan baru tersebut diproyeksikan memiliki fasilitas lebih lengkap. “Yang baru nanti di lantai 1 ada empat kamar, tapi lantai 2 terdapat ruangan lebar seperti aula yang bisa disekat jadi 10-12 ruangan. Jadi daya tampungnya akan lebih banyak, dan kondisinya lebih layak,” ujarnya.

Selain fasilitas kamar, pasien dan penunggu juga akan mendapatkan makanan bergizi. “Pak Bupati Subang menginstruksikan tiap satu pasien dan satu penunggu dapat makanan bergizi siap saji,” tambahnya.

Fasilitas lain yang akan tersedia adalah ambulans baru untuk antar jemput pasien di rumah sakit. Ambulans ini menggantikan kendaraan lama agar lebih nyaman dan aman.

“Hadirnya rumah singgah yang baru tentunya sangat membantu masyarakat Subang terutama mengurangi biaya menginap dan membangkitkan semangat karena sesama dari daerah Subang,” kata dr Maxi.

Ia menegaskan pembangunan rumah singgah ini juga menjadi wujud kepedulian Bupati Subang Reynaldy Putra Andita. “Bapak Bupati Subang sangat peduli dengan warganya,” pungkasnya.

Hari Pelanggan Nasional, Tirta Rangga Subang Beri Diskon 50% Pasang Baru dan Sambung Kembali

promo Tirta Rangga Subang 2025

Subang – Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional sekaligus memperingati HUT ke-45, Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang memberikan promo spesial berupa potongan harga hingga 50 persen untuk biaya pasang baru dan penyambungan kembali.

Melalui program ini, biaya pasang baru yang semula Rp1.500.000 menjadi Rp750.000. Sementara itu, biaya penyambungan kembali turun dari Rp150.000 menjadi Rp75.000. Promo ini berlaku khusus untuk jaringan existing dan hanya dibuka pada bulan September serta Desember 2025.

Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, menegaskan promo tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memudahkan masyarakat mengakses air bersih dengan harga terjangkau. “Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kami ingin lebih banyak warga Subang bisa menikmati layanan Tirta Rangga dengan biaya yang lebih ringan,” ungkapnya.

Program ini sekaligus menjadi langkah Tirta Rangga Subang dalam memperluas jaringan layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan.

Ketua Bhayangkari Jabar Kunjungi Polres Subang, Dorong Peran Aktif dalam Kemanusiaan

Bhayangkari Jabar kunjungan Polres Subang

Subang – Polres Subang menerima kunjungan kerja Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Ny. Diana Rudi Setiawan, beserta rombongan. Kehadiran mereka disambut langsung Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Subang, Ny. Renny Dony Eko Wicaksono.

Turut hadir Wakapolres Subang Kompol Endar Supriyatna beserta istri, para pejabat utama Polres Subang, Polwan, ASN, pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Subang, Warakawuri, kader Posyandu, serta perwakilan anak yatim. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 300 orang.

Kunjungan dimulai dengan peninjauan fasilitas SPPG Polres Subang, lalu berlanjut ke TK Kemala Bhayangkari 14 Subang. Di sana, Ny. Diana berinteraksi dengan anak-anak, menyerahkan tali asih, dan berfoto bersama. Rombongan kemudian menuju Posyandu Kemala 15 Subang untuk menyerahkan vitamin dan bingkisan bagi anak-anak posyandu.

Usai agenda tersebut, kegiatan dilanjutkan di Mapolres Subang dengan pemeriksaan administrasi Bhayangkari, panen P21, serta peninjauan produk-produk UMKM binaan Bhayangkari.

Acara kemudian berlanjut di Aula Sawala Ageng Laska Subang dengan kegiatan tatap muka. Ketua Bhayangkari Cabang Subang, Ny. Renny Dony Eko Wicaksono, menyampaikan laporan sekaligus ucapan selamat datang dan permohonan maaf atas segala kekurangan. Ia juga menegaskan komitmen Bhayangkari Subang untuk terus berperan aktif dalam membantu masyarakat. “Mohon maaf, jika dalam penyambutannya dari Kami, namun kami tetap berkomitmen, untuk membantu masyarakat, dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ny. Diana Rudi Setiawan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta kinerja Bhayangkari Subang. Ia menekankan pentingnya semangat, kekompakan, dan peran aktif Bhayangkari dalam mendukung tugas suami, menjaga kesehatan keluarga, mengembangkan keterampilan, serta bijak menggunakan media sosial. “Saya tekankan, pentingnya semangat, kekompakan, dan peran aktif Bhayangkari dalam mendukung tugas suami, menjaga kesehatan keluarga, mengembangkan keterampilan, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan agar Bhayangkari terus berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. “Bhayangkari hari terus berkontribusi, dalam berbagai kegiatan kemanusian, yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

DPRD Subang Sahkan Perubahan APBD 2025, PAD Naik Rp143,5 Miliar

Perubahan APBD Subang 2025

SUBANG – DPRD Kabupaten Subang resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di ruang rapat DPRD Subang, Senin (25/8/2025).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurrlachman, S.H., dengan agenda penyampaian laporan Badan Anggaran, persetujuan penetapan keputusan DPRD, pendapat akhir Bupati, serta penjelasan awal mengenai KUA-PPAS 2026.

Dalam laporan Badan Anggaran, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Subang tercatat mengalami kenaikan signifikan. Sebelum perubahan, PAD berada di angka Rp816,34 miliar. Setelah perubahan, PAD naik menjadi Rp959,94 miliar atau bertambah Rp143,59 miliar.

Usai pembahasan, Bupati Subang, Kang Reynaldi bersama Ketua DPRD menandatangani berita acara persetujuan penetapan Raperda Perubahan APBD 2025.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada DPRD dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pembahasan. “Terima kasih kepada seluruh anggota DPRD yang telah bekerja keras membahas rancangan Perubahan APBD tahun 2025,” ujarnya.

Ia menegaskan perubahan ini disusun untuk menyesuaikan dinamika pembangunan dan kebutuhan prioritas masyarakat. “Perubahan APBD ini merupakan upaya bersama untuk menyesuaikan kondisi keuangan daerah dengan tuntutan pembangunan,” tegasnya.

Kang Rey juga optimistis dokumen tersebut sudah selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Saya yakin apa yang dituangkan dalam Perubahan APBD 2025 sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat Subang,” ungkapnya.

Ia berharap hasil persetujuan segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. “Semoga penetapan Perubahan APBD ini dapat segera diundangkan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Rapat paripurna turut dihadiri anggota DPRD Subang, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, camat, dan tamu undangan lainnya.

Pemkab Subang Usulkan Belanja Modal Rp448 Miliar untuk Infrastruktur 2026

belanja modal Subang 2026

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati, Agus Masykur Rosyadi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang pada Senin (25/08) di Ruang Rapat Paripurna DPRD. Agenda rapat diawali dengan Persetujuan Penetapan Keputusan DPRD mengenai Perubahan APBD 2025, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Penjelasan Bupati atas Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Agus Masykur membacakan Nota Pengantar Rancangan KUA dan PPAS 2026 mewakili Bupati.

Agus Masykur, yang akrab disapa Kang Akur, menegaskan bahwa penyusunan KUA dan PPAS 2026 disusun agar pembangunan Subang selaras dengan kebijakan nasional maupun Provinsi Jawa Barat. “Penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari siklus perencanaan dan penganggaran daerah yang berpedoman pada RKPD Tahun 2026, serta memperhatikan arah kebijakan pembangunan Nasional maupun Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kang Akur menyampaikan proyeksi pendapatan daerah Subang pada 2026 diperkirakan mencapai Rp3,044 triliun. Angka tersebut naik Rp138 miliar dibandingkan APBD Murni 2025.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Subang dalam memperkuat infrastruktur. Belanja modal diusulkan sebesar Rp448 miliar, naik Rp167 miliar atau 37,42 persen dibandingkan APBD Murni 2025. Dari jumlah itu, Rp350 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan. “Belanja modal dalam Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun 2026 dianggarkan sebesar Rp448 miliar, naik Rp167 miliar atau 37,42 persen dibandingkan APBD Murni 2025. Dari jumlah itu, Rp350 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Subang, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, serta sejumlah tamu undangan.

Pemkab Subang Kaji Usulan Penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan

penghapusan PBB Subang

Subang – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang masih mengkaji Surat Edaran Gubernur Jawa Barat mengenai penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal itu ditegaskan Bupati Reynaldy Putra Andita usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Subang di ruang rapat DPRD, Senin (25/8/2025).

Surat edaran bernomor 6700/KU.03.02/BAPENDA yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi pada 15 Agustus 2025, menghimbau bupati dan wali kota se-Jawa Barat untuk memberikan kebijakan penghapusan tunggakan pokok serta denda PBB-P2 Buku 1 hingga 5 bagi wajib pajak orang pribadi, khususnya tahun pajak 2024 dan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Reynaldy menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru. Kajian sedang dilakukan agar keputusan yang diambil benar-benar memberi manfaat. “Terkait hal tersebut, kita lagi mengkaji, In Syaa Allah, kalau hasil kajiannya bagus, kita akan tindak lanjuti. Prinsipnya Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara target pembangunan daerah dan keringanan bagi masyarakat harus dijaga. “Jika memang harus dilakukan penghapusan, kita harus kaji mulai dari mana, sehingga target-target Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, tetap dapat terlaksana. Kita harus memaksimalkan yang menjadi potensi, dan apa yang bisa menjadi keringanan masyarakat. Dua-duanya harus seimbang,” ujarnya.

Bupati menekankan, kebijakan yang diambil tidak boleh menimbulkan gejolak. Pemerintah daerah harus tetap mendapat manfaat tanpa merugikan masyarakat. “Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, harus tetap menguntungkan bagi pemerintah, tapi tidak merugikan masyarakat. Kita tidak ingin terjadi gejolak di Kabupaten Subang, sehingga kebijakan harus sesuai dengan koridor dan batasan yang ada,” pungkasnya.

Tiga Sesar Baru di Subang: Ancaman Tersembunyi di Balik Sungai Cipunagara

Sesar lokal Subang

Subang – Jangan salah, ternyata pemicu gempa di Subang tidak cuma Sesar Lembang dan Baribis yang sudah terkenal lebih dulu. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sesar lokal yang siap bikin kening berkerut: namanya Sesar Baribis Cipunagara, dengan panjang membentang sekitar 147 kilometer!

“Ditemukan tanda-tanda Sesar Baribis lokal di Subang yang dinamakan Sesar Baribis Cipunagara sepanjang 147 kilometer,” jelas Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Subang, Jajang Abdul Muhaimin, Minggu (24/8/2025).

Sesar anyar ini ditemukan pada Mei 2024 oleh tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah lembaga lain. Awalnya, mereka hanya fokus ke Sesar Baribis utama. Eh, ternyata dapat bonus temuan sesar baru di sepanjang Sungai Cipunagara, mulai dari hulu di Bukit Tunggul hingga muara di Patimban.

Tidak berhenti di situ, Jajang juga menyebut ada dua sesar lokal lain di selatan Subang: Sesar Sagalaherang dan Sesar Ciater. Walau masih butuh penelitian lebih lanjut, keberadaan tiga sesar lokal ini jelas menambah daftar potensi sumber gempa di Subang.

“Untuk risiko bencananya itu susah diprediksi kalau gempa bumi. Tapi, dibandingkan sesar lokal, kita lebih mewaspadai dampak pergerakan dari Sesar Baribis utama yang membentang dari timur ke barat. Gempa bumi yang terjadi di Bekasi kemarin juga dari Sesar Baribis itu,” lanjut Jajang.

Tak hanya itu, kabar kurang sedap juga datang dari arah Sesar Lembang. Para ahli menyebut pergerakan sesar yang melewati Jatinangor hingga Padalarang kini makin aktif, dan efeknya bisa menjalar ke Subang bagian selatan.

Dengan kondisi ini, Jajang pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Bagaimanapun, gempa bumi memang tidak bisa ditebak kapan datangnya, tapi kesiapsiagaan bisa jadi tameng pertama untuk menyelamatkan diri.

PKL Ciater-Cagak Direlokasi: Digeser, Bukan Digusur!

Relokasi PKL Ciater Subang

Subang – Ada kabar baru dari jalur wisata Ciater-Cagak, Kabupaten Subang. Sebanyak 234 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa meramaikan jalan itu bakal direlokasi. Tapi tenang, ini bukan kisah horor penggusuran. Satpol PP Jawa Barat memastikan, mereka hanya akan “digeser” ke tempat baru, bukan “digusur” tanpa arah.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Jabar, Gatot Sambas, menjelaskan bahwa langkah ini sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Sesuai arahan Pak Gubernur, mereka akan ditempatkan di tempat lain. Jadi digeser, bukan digusur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2025).

Yang lebih menarik, pihak PTPN sudah sepakat untuk menyediakan lahan baru bagi ratusan PKL ini. Jadi, para pedagang tidak perlu bingung mencari tempat. “Nanti pihak PTPN yang akan menyediakan lahannya, kita sudah sepakat,” kata Gatot.

Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Subang juga menyiapkan dana tunggu. Jadi, ketika para PKL harus jeda berjualan, mereka tetap bisa bernafas lega. “Ada dana tunggu sementara untuk mereka. Nanti mereka akan dikumpulkan oleh Bupati Subang, dananya langsung akan diserahkan Pak Bupati,” tambahnya.

Relokasi ini sebenarnya bukan ujug-ujug. PTPN sebelumnya sudah melayangkan peringatan, bahkan Surat Peringatan 3 (SP3) sudah keluar sejak Juni lalu. Artinya, seharusnya para pedagang memang sudah siap-siap hengkang dari lokasi tersebut. “Bahkan terakhir SP 3 keluar bulan Juni, artinya mereka seharusnya sudah tidak ada di sana,” pungkas Gatot.

Gubernur Dedi Mulyadi sendiri menegaskan, tujuan dari penataan ini adalah mengembalikan fungsi kawasan wisata agar bisa dinikmati semua orang. “Karena itu tempat usaha, dan tempat usaha itu kan menutupi seluruh areal yang itu menjadi hak umum,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Dengan begitu, jalur Ciater-Cagak diharapkan kembali menampilkan pesonanya. Bukan lagi sebagai “lorong PKL” penuh bangunan liar, melainkan sebagai jalur wisata yang rapi, indah, dan ramah bagi siapa saja yang melintas.

Sekda Subang dan DPR RI Bahas Agenda Prioritas APBN 2026

Agenda Prioritas APBN 2026 Subang

Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) dengan agenda Sosialisasi Agenda Prioritas APBN 2026. Acara ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Kang Asep Nuroni menekankan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi demi membangun Kabupaten Subang yang lebih baik. Ia juga menilai kehadiran Anggota DPR RI Komisi I Dapil Jabar IX, Elita Budiati, S.K.M., M.Si., dengan karakter tegas dan kompetitif, mampu mendorong kemajuan Subang.

“Beliau mencetak sejarah untuk Kabupaten Subang,” ujar Kang Asep.

Pertemuan ini, lanjutnya, menjadi ruang berdiskusi, menyampaikan aspirasi, sekaligus menyinkronkan Agenda Prioritas APBN 2026 dengan arah pembangunan daerah. “Kami berharap motivasi dan arahannya,” tambahnya.

Sementara itu, Elita Budiati menegaskan bahwa agenda ini merupakan forum formal DPR RI bersama stakeholder dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa prioritas APBN 2026 pada sektor ketahanan pangan di Subang diarahkan untuk mengonsolidasikan areal pertanian seluas 550 ribu hektare dengan nilai Rp164,4 triliun.

Menurutnya, pembangunan di Subang harus selalu selaras dengan perencanaan Pemerintah Pusat. “Bagaimana caranya hari ini kita membangun Subang ke depan,” jelas Elita.

Lebih lanjut, ia merinci delapan Agenda Prioritas APBN 2026, yaitu:

  1. Wujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.
  2. Memperkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa.
  3. Membangun generasi unggul melalui Makan Bergizi Gratis (MBG).
  4. Mewujudkan pendidikan bermutu.
  5. Menghadirkan kesehatan berkualitas yang adil dan merata.
  6. Menghidupkan perekonomian rakyat melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  7. Memperkuat pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa.
  8. Mempercepat investasi dan perdagangan global.

Menutup pemaparannya, Elita berharap pertemuan ini dapat menampung aspirasi dan melahirkan formula tepat guna membangun Subang ke depan. “Semoga pertemuan ini menjadikan kekeluargaan kita semakin solid,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para Asda lingkup Setda Subang, Kepala OPD, Kabag Setda, serta para camat se-Kabupaten Subang.

Recent Posts