Waroeng Steak and Shake Tasikmalaya merupakan salah satu restoran keluarga yang cocok untuk acara makan bersama. Tempat ini juga merupakan restoran steak halal dengan outlet terbanyak di Indonesia, sehingga telah menjual banyak porsi dalam sehari.
Lokasi resto berada di Jalan BKR nomor 228, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Melansir akun Instagram @waroengsteak, cabang di Tasikmalaya telah beroperasi sejak Maret 2022.
Biasanya steak menjadi hidangan yang populer sebagai menu makan malam. Potongan daging sapi atau daging ayam dengan saus tertentu membuat rasanya semakin enak, terutama bila disajikan dengan hotplate.
Untuk Anda yang penasaran ingin berkunjung ke Waroeng Steak and Shake, simak poin-poin berikut.
Di tempat ini, Anda bisa menemukan steak dan milkshake dengan harga yang terjangkau serta rasa yang tidak mengecewakan. Kondisi tempat yang sangat luas membuat restoran ini cocok untuk acara makan bersama keluarga atau berkelompok.
Paket Steak and Shake Harga Murah
Mulai dari Rp 15 ribu, pengunjung sudah bisa mencicipi hidangan Waroeng Steak and Shake Tasikmalaya. Ada chicken barbeque grill, daging ayam dengan saus spesial, potongan kentang, dan butiran jagung, irisan wortel, dan kacang polong. Hidangan tersaji dengan hotplate sehingga tetap panas saat datang.
Untuk penggemar sirloin, restoran ini menyediakan sirloin steak dengan saus barbeque. Dengan harga Rp 49 ribu saja, Anda sudah bisa mendapatkan sirloin steak dengan segelas milkshake coklat atau stroberi.
Harga kemungkinan bisa berubah sewaktu-waktu, dan tingkat kematangan steak bisa berbeda. Jika tidak terlalu suka steak, pihak resto juga menyediakan paket nasi kotak atau rice box dengan irisan daging sesuai menu yang dipilih.
Soal kapasitas resto, Waroeng Steak and Shake Tasikmalaya memiliki area parkir dan bangunan yang sangat luas. Area parkirnya saja bisa menampung sekitar 20 mobil dan 30 motor, sehingga pengunjung bisa lebih leluasa.
Untuk tempat duduknya, semua menggunakan kursi namun bisa pilih area indoor ataupun outdoor. Di pintu masuk, sudah ada panduan singkat mengenai tata cara pesan agar pengunjung tidak kebingungan.
Menariknya, area outdoor di bagian belakang resto sangat kece karena lebih estetik dengan tanaman hijau. Cocok untuk nongkrong di malam hari, karena lampu-lampu dekorasi dapat mempercantik area outdoor tersebut. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Pada KTT ASEAN ke-43 yang baru-baru ini digelar, peristiwa menarik terjadi ketika seorang jurnalis asing, Patsy Widakuswara, melontarkan pertanyaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan berteriak.
Rekaman suara momen ini menjadi viral di media sosial, menimbulkan banyak perbincangan di berbagai platform.
Patsy Widakuswara, seorang jurnalis asing asal Amerika Serikat, sebelumnya pernah dipecat karena pertanyaan kontroversial yang diajukan terkait pemerintahan Trump. Namun, kini sang jurnalis kembali mencuat karena berteriak kepada Jokowi saat meliput KTT ASEAN.
Rekaman suara insiden ini diunggah oleh akun Instagram VOA Indonesia pada Kamis (7/9/2023). Dalam rekaman tersebut, terdengar beberapa orang yang terlibat dalam percekcokan tersebut. Meski begitu, identitas semua sosok di balik rekaman tersebut masih menjadi misteri.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang diduga sebagai petugas keamanan Indonesia mengancam untuk tidak membuka pintu. “Kalau dia nggak minggir, pintu nggak kita buka,” ucap si petugas keamanan. Ancaman ini kemudian dibalas dengan ancaman menggunakan Bahasa Inggris.
Seorang wanita dalam rekaman tersebut mengancam bahwa Patsy harus berada dalam ruangan tersebut jika ingin Wapres Amerika Serikat, Kamala Harris, masuk ke dalamnya. Sayangnya, rekaman suara ini tidak ditampilkan secara keseluruhan. Tetapi Patsy menyatakan bahwa keamanan Indonesia tidak akan diizinkan masuk ke dalam ruangan “sampai kiamat”.
Namun, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani, menyebut bahwa insiden tersebut telah ditangani di tempat, dan Patsy akhirnya mendapatkan izin untuk kembali ke ruangan.
Patsy Widakuswara sendiri memberikan penjelasan terkait tindakannya berteriak saat bertanya kepada narasumber. Menurutnya, sebagai seorang jurnalis, penting untuk tidak tunduk kepada pemegang kekuasaan. Pertanyaannya juga dilontarkan sebelum pertemuan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, menjelaskan niatnya untuk mendapatkan jawaban yang tegas.
Patsy Widakuswara memiliki latar belakang yang impresif dalam dunia jurnalistik. Ia memulai karirnya sebagai seorang jurnalis di usia 19 tahun, menjadi pembawa acara di radio M97 FM Prambors Group Jakarta. Kemudian, ia melanjutkan karirnya di televisi swasta Indonesia.
Patsy adalah alumni Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional. Ia juga meraih beasiswa Chevening Scholarship di Goldsmiths College, University of London, dan berhasil meraih gelar Master dalam bidang TV Journalism.
Pada tahun 2003, Patsy pindah ke Washington DC dan bergabung dengan Voice of America (VOA). Di VOA, ia menjabat sebagai Senior TV Producer yang bertanggung jawab atas produksi berita.
Patsy juga pernah menjadi Koresponden Gedung Putih VOA sejak 2018. Namun, pada tahun 2021, ia dipecat oleh Direktur VOA setelah mengajukan pertanyaan kontroversial kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, yang berujung pada pembebastugasan dari jabatannya.
Insiden Patsy yang berteriak kepada Presiden Jokowi di KTT ASEAN menjadi sorotan, mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak. Kemudian, menimbulkan juga perdebatan tentang etika dalam meliput acara resmi. (R8/HR Online/Editor Jujang)
harapanrakyat.com,- Peluang Ridwan Kamil untuk menjadi Cawapres pendamping Prabowo Subianto tampak semakin nyata.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya, termasuk soal rekomendasi kelembagaan dan potensi overlapping kekuatan politik di wilayah tertentu.
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik, ada dua kendala besar yang harus diatasi oleh RK jika ia ingin mencapai posisi Cawapres Prabowo. Pertama, rekomendasi dari Partai Golkar, yang menjadi tantangan utama mengingat Airlangga Hartarto juga dipertimbangkan untuk posisi yang sama.
“Sandungan kedua tak lain adalah Airlangga Hartarto. Ridwan Kamil harus melangkahi Ketum Golkar untuk bisa menjadi Cawapres Prabowo,†ungkapnya.
Namun, Adi juga menyoroti kemungkinan lain, yakni kerjasama dengan PDI Perjuangan. Menurutnya, mantan Gubernur Jawa Barat itu lebih mudah dan tidak akan tersandung jika memilih menjadi Cawapres Ganjar.
Dia menambahkan bahwa jika PDI Perjuangan serius menginginkannya, maka RK bisa menjalin kerjasama dengan partai tersebut tanpa perlu rekomendasi partai lain. Namun, semua ini masih dalam tahap spekulasi.
Adi juga menunjukkan bahwa kekuatan politik Prabowo Subianto dan Partai Gerindra di Jawa Barat menjadi faktor penting. Jika RK menjadi Cawapres Prabowo, akan ada potensi overlapping kekuatan politik di wilayah ini. Namun, di wilayah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, kekuatan politik Prabowo belum tentu sekuat di Jawa Barat.
“Saya bilang rugi besar Prabowo melepas Cak Imin dan PKB yang mempunyai basis kekuatan NU besar di Jawa Timur. Elektabilitas Prabowo sempat naik ketika ada Cak Imin dan PKB jadi pintu masuk ke NU,†pungkasnya.
Dengan demikian, perjalanan Ridwan Kamil menuju posisi Cawapres Prabowo Subianto tidak hanya tentang kemungkinan. Tetapi juga harus mempertimbangkan dinamika politik yang kompleks, rekomendasi partai, dan potensi overlapping kekuatan di berbagai wilayah. Semua mata tertuju pada bagaimana RK akan mengatasi tantangan ini dalam perjalanannya menuju Pilpres 2024. (R8/HR Online/Editor Jujang)
ROCKOMOTIF, Jakarta – Visi dan misi Pemerintah Indonesia untuk menjadikan kawasan Mandalika sebagai destinasi sport tourism disambut baik oleh beberapa pihak, salah satunya komunitas motor The Prediksi.
Klub yang beranggotakan para public figure dan dikomandoi oleh Andre Taulany, telah merencanakan untuk melakukan kegiatan touring ke Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Saat menghadiri talkshow MotoGP Mandalika Hub di Jakarta pada Minggu (10/9/2023), public figure yang kini dikenal sebagai komedian mengungkapkan bahwa ia bersama komunitas motor The Prediksi bakal merencanakan perjalanan menuju Mandalika guna mendukung program pemerintah.
“Jadi setiap kami touring ke suatu daerah, itu biasanya setelahnya bakalan ramai. Oleh karena itu, nanti kami akan merencanakan untuk touring ke Mandalika bersama teman-teman yang lain,” ungkap Andre Taulany, saat jadi pembicara dalam talkshow MotoGP Mandalika GP Hub di Jakarta, Minggu (10/9/2023).
Rencana komunitas motor The Prediksi untuk bertolak menuju Mandalika tersebut sejalan dengan visi dan misi yang tengah dijalankan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
“ITDC berkomitmen dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism melalui berbagai program, insentif dan investasi dalam pengembangan infrastruktur kawasan dan olahraga, untuk meningkatkan kapasitas kawasan menjadi tuan rumah acara-acara olahraga internasional lainnya,” ujar Ari Respati, selaku Direktur Utama ITDC.
Adapun beberapa tempat yang pernah disambangi oleh komunitas motor The Prediksi dalam beberapa waktu belakangan antara lain adalah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jogjakarta, Bali bahkan mereka juga pernah bertolak ke Amerika Serikat untuk menikmati berkendara menggunakan motor gede di Negeri Paman Sam tersebut.
Adapun beberapa public figure yang menjadi anggota dari klub tersebut antara lain adalah Andre Taulany, Tora Sudiro, Ferry Maryadi, Vincent Romies, Desta, Ronal Surapradja, Surya Insomnia, Soleh Solihun, Ananda Omesh, Wendi Cagur, Stevi Item, dan Imam Darto, serta Gading Marten.
harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Lingkungan Parunglesang, RT 5 RW 8, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.38 WIB. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api mudah merembet ke bagian lainnya.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar Aam Amijaya mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi diduga akibat tungku yang masih menyala.
“Informasi dari pak Cecep, anak pemilik rumah ini bahwa ibunya biasa memasak menggunakan tungku, jadi ada kemungkinan selesai memasak api tidak padam secara sempurna,” kata Aam Amijaya, Selasa (12/9/2023).
Ia menjelaskan, saat kejadian kondisi rumah sedang kosong karena ditinggalkan oleh pemiliknya, sehingga tidak terdapat korban jiwa.
“Saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah, sehingga alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka,” jelasnya.
Sementara itu, untuk melakukan penanganan ada sebanyak tiga unit mobil Damkar yang diterjunkan ke lokasi.
Sulitnya akses menuju lokasi menjadi kebdala petugas Pemadam Kebakaran Kota Banjar, dalam melakukan penanganan.
“Penanganan sekitar satu jam dengan menerjunkan tiga unit mobil. Akses ke lokasi jalannya sempit kita tidak bisa terburu-buru untuk menjangkau lokasi,” pungkasnya.
Atas peristiwa itu, pemilik rumah semi permanen tersebut mengalami kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah. (Sandi/R8/HR Online/Editor Jujang)
harapanrakyat.com,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Jawa Barat, melakukan pemusnahan ribuan butir heximer dan puluhan jenis barang bukti hasil kejahatan (Barbuk) yang telah berkekuatan hukum (inkrach).
Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan tahun 2023 yang telah memiliki kekuatan hukum tetap tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Banjar, Selasa (12/9/2023).
Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Irwan Setiawan Wahyuhadi, melalui Kasi Pengelola Barang Bukti dan Rampasan, Randika Prabu Raharja, mengatakan, puluhan barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti tindak pidana umum.
Barang bukti tersebut di antaranya berkaitan dengan perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dan pasal 351 KUHPidana.
Adapun jumlah barang bukti yang dimusnahkan yaitu sebanyak 41 barbuk dari 15 jenis perkara pidana dengan tersangka dalam kasus tersebut sebanyak 15 orang.
“Jumlahnya ada 41 barang bukti yang kami musnahkan di antaranya heximer, tramadol dan barang bukti tindak pidana yang lain,” kata Randika kepada wartawan usai acara di Banjar.
Lanjutnya menyebutkan, adapun barang bukti heximer itu 8028 butir, tramadol 141 butir, ganja seberat 92,34 gram, Sabu 1,22 gram, obat lorazepam 7 butir dan barang bukti lainnya sebanyak 72 buah.
Pulihan barang bukti tersebut pihaknya musnahkan dengan cara dibakar. Untuk heximer dan obat-obatan terlarang dilarutkan ke dalam air. Sebagian lagi dipotong menggunakan mesin pemotong.
“Untuk yang kami potong itu barang bukti baseball. Pemusnahan barang bukti ini juga disaksikan oleh Kepolisian Polres Banjar dan instansi pemerintah,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor Jujang)
ROCKOMOTIF, Jakarta – Sebagai pemain skuter listrik di Indonesia, PT Terang Dunia Internusa (TDI) resmi melakukan ekspansi United E-Motor ke Malaysia.
Dalam kerjasama tersebut, PT TDI resmi menggandeng Artroniq Berhard yang bertindak sebagai distributor utama skuter listrik asal Indonesia untuk pasar negeri Jiran.
Adapun penandatanganan ekspansi United E-Motor tersebut dilakukan pada Senin (11/9/2023) serta disaksikan langusng oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Jerry Sambuaga selaku Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, dan perwakilan dari Chairman ASEAN Tourism, Trade and Economoic Council (ATEC) sekaligus Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah.
Menanggapi kolaborasi tersebut, Direktur PT TDI, Henry Mulyadi menilai bahwa kerjasama ini sangat baik untuk citra industri motor listrik dalam negeri di mata dunia.
“Ekspansi United E-Motor ke Malaysia dapat memberi dampak positif bahwa industri kendaraan listrik dalam negeri memiliki potensi yang besar untuk berkembang di mancanegara. Diharapkan produk motor listrik Indonesia dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan kualitasnya dapat diakui dengan baik,†ungkapnya.
Di samping itu, melalui kinerja tersebut, dari sisi HIPPINDO, menilai bahwa hal ini merupakan sebuah langkah di mana nama Indonesia akan kembali berjaya dalam hal industri retail terlebih produk yang diniagakan adalah skuter listrik sejalan dengan visi dan misi dunia untuk menuju Net Zero Carbon pada masa mendatang.
“Dengan ekspansi United E-Motor akan membawa nama negara Indonesia dan produk buatan Indonesia semakin terkenal di kancah dunia, ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan HIPPINDO akan konsisten membawa merek lokal ke mancanegara,” tambah Budi.
Potensi ritel dan produk lokal Indonesia ke pasar global masih terbuka lebar, pemerintah pun giat mendukung para pelaku usaha untuk melakukan ekspansi dengan berbagai perjanjian, baik bilateral maupun multilateral. Dengan kerjasama yang telah terjalin, diharapkan produk United E-Motor dapat masuk ke pasar ASEAN melalui pabrik yang ada di Indonesia dan Malaysia.
Bupati Subang, H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi melaksanakan Briefing Staff lingkup Setda yang bertempat di ruang rapat Bupati II. Senin, (11/09).
Adapun fokus bahasan pada pertemuan briefing staf tersebut diantaranya mengenai persiapan kehadiran Tim Verifikasi Penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2023, dan juga optimalisasi program-program pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi beberapa hal tersebut Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menyampaikan Agar terus dilakukan evaluasi terkait sembilan program jawara yang masih dapat diupayakan disisa kepemimpinan Jimat-Akur.
Ia juga menambahkan bahwa selama kepemimpinan Jimat-Akur telah berupaya membangun tatanan pemerintah dengan pola sinergitas ASN dalam mewujudkan Subang jawara.
Bupati Subang H. Ruhumat menyampaikan tanggapannya bahwa kinerja yang baik dan maksimal dalam mewujudkan Subang Jawara bertujuan agar hasil dari pembangunan di Subang dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Subang
"Saya memiliki tujuan yg sama, ending hasil yang cukup maksimal dirasakan oleh rakyat kita," Tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa akhir dari kepemimpinan Jimat-Akur harus selaras dengan target yang direncanakan, supaya hasil kerja keras ini bisa dirasakan masyarakat.
Ia juga menyampaikan agar pelaksanaan Tim Verifikasi Penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2023 dipersiapkan sebaik mungkin.
Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Daerah Kab. Subang, Asisten Daerah I, II dan III, Para Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Para Camat seluruh Kabupaten Subang dan seluruh Kabag Lingkup Setda Subang.
harapanrakyat.com,- Merajut keberagaman agama di Ciamis, Jawa Barat, melalui sikap toleransi antar umat sudah terjalin sangat baik sejak dulu. Hal itu berkat kerjasama yang solid dan adanya kesatuan sikap, serta selalu berkomunikasi.
Udara sejuk Kelenteng Hok Tek Bio di Lingkungan Lebak, Kelurahan/Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyambut tim harapanrakyat.com, Jumat (28/7/2023). Padahal di luar udara sangat panas.
Ketua Majelis Konghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Ciamis Andi Senjaya, menyambut kedatangan harapanrakyat.com di Kelenteng Hok Tek Bio.
Siang itu Andi tidak sendirian, ia bersama JS Widipriatno, rohaniawan yang melayani umat Konghucu di Priangan Timur.
Kelenteng Hok Tek Bio sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Awalnya kelenteng tempat peribadatan umat Konghucu ini dibangun di lokasi yang sekarang menjadi Gedung Puspita. Lokasinya di Jalan Nasional III, Kabupaten Ciamis.
Kelenteng Hok Tek Bio baru pindah ke Jalan Ampera II, Lingkungan Lebak, Kecamatan Ciamis tahun 1943 atas bantuan penguasa Jepang bernama Fukuyama. Sedangkan menurut cerita sejarah, berdirinya Klenteng Hok Tek Bio ini tercatat tahun 1867.
Kampung Lebak sendiri diresmikan sebagai Kampung Kerukunan oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya pada 21 April 2022 lalu. Di kampung ini terdapat 4 rumah ibadah agama berbeda yang berdekatan.
Selain Kelenteng Hok Tek Bio, di sebelahnya terdapat Gereja Santo Yohanes, tempat ibadah umat Katolik. Sementara di belakang klenteng hanya terpisah satu bangunan terdapat Masjid Al Mujahidin.
Tak jauh dari Kelenteng Hok Tek Bio terdapat Li Tang yang juga merupakan tempat ibadah umat Konghucu. Warga Ciamis mengenalnya dengan bangunan MAKIN.
Merajut Keberagaman Agama di Ciamis Wujud Bhineka Tunggal Ika
Klenteng Hok Tek Bio. Foto: Ndu
Meskipun Kelenteng Hok Tek Bio berdiri pertama kali, namun tidak pernah ada pertentangan dari umat Konghucu ketika rumah ibadah lain mau didirikan di wilayah Kampung Lebak.
Buat warga yang beragama Konghucu tidak ada istilah menentang atau merasa terganggu dan tersaingi. Mereka justru bahagia apabila di satu tempat berdiri berbagai macam tempat ibadah. Artinya Bhineka Tunggal Ika itu benar-benar tercipta, terwujud.
“Religius orang-orang Kabupaten Ciamis ini betul-betul mendarah daging menjiwa. Jadi ketika gereja berdiri, masjid berdiri, ya kami happy-happy aja,†ungkap JS Widipriatno, yang juga penyuluh Kemenag Provinsi Jawa Barat dan bertugas di Priangan Timur.
Karena itulah, hubungan dengan umat beragama di Kampung Lebak terjalin sangat baik. Bahkan setiap tahun pada bulan 7 tahun Imlek, umat Konghucu di Ciamis mengadakan sembahyang King Hoo Ping, atau orang menyebutnya sembahyang rebutan.
Sembahyang rebutan merupakan ritual umat Konghucu untuk menyembahyangi para pendahulu yang tidak didoakan oleh keluarganya. Juga menyembahyangi saudara, teman dan kerabat yang sudah meninggal, tidak terbatas hanya orang Konghucu saja,
Sementara untuk yang masih hidup, keberagaman agama di Ciamis antara umat Konghucu di Kampung Lebak berbagi sembako tidak kurang dari 600 paket setiap tahunnya.
Kampung Kerukunan Bukan Slogan
Ketua MAKIN Kabupaten Ciamis Andi Senjaya menyebutkan, berdasarkan data MAKIN, terdapat 119 orang di Kabupaten Ciamis yang menganut agama Konghucu.
Keberagaman agama di Ciamis membuat warganya selalu hidup berdampingan dengan umat agama lain. Begitu juga di Kampung Lebak yang telah resmi sebagai Kampung Kerukunan.
“Bangunan Li Tang (bangunan MAKIN) kita dengan tetangga baik-baik saja, rukun-rukun saja. Makanya tahun kemarin Bapak Bupati Ciamis telah launching wilayah ini menjadi Kampung Kerukunan, Kampung Pancasila. Karena memang benar-benar rukun. Bukan sebatas slogan,†imbuh Andi Senjaya.
Ketua RW 012 Kampung Lebak, Asep menyebutkan, saat ini jumlah penduduk Kampung Lebak ada 107 KK. Kebanyakan muslim, sisanya ada Konghucu, Katolik, dan Kristen. Dari dulu kehidupan masyarakatnya rukun.
Asep yang ditemui sebelum salat Jumat itu mengaku sedang menyiapkan sajian Jumat Berkah. “Biasanya kalau nggak habis ya kita bagikan juga ke tetangga. Gak lihat agamanya, kalau lebih kita bagikan ke siapa saja,†terangnya.
Salah satu kegiatan untuk menjalin kerukunan di Kampung Lebak adalah Senam Kerukunan setiap dua bulan sekali.
Keberagaman agama di Ciamis setidaknya 70 warga Kampung Lebak berbaur dan senam bersama di halaman Gereja Santo Yohanes. “Tidak lihat agamanya apa, muslim dan nonmuslim ikut senam semua,†kata Asep.
Warga Beda Agama Hidup Rukun
Kerukunan di Kampung Lebak Ciamis juga dirasakan oleh Eroh (60), yang rumahnya bersebelahan dengan Li Tang, tempat ibadah umat Konghucu.
Eroh menuturkan, kehidupan sehari-hari di Kampung Lebak sama seperti kampung lainnya. Meskipun beragama Islam, namun ia menjalin hubungan baik dengan tetangga-tetangganya yang berbeda agama.
“Aman-aman saja, gak gimana-gimana, gak ada beda dengan yang lain, akur semua,†ungkapnya, Selasa (29/8/2023).
Sementara itu Margareta Novi (50), salah satu jemaat Gereja Santo Yohanes mengatakan, banyak kegiatan di Kampung Lebak yang melibatkan warga dari berbagai agama.
“Selain senam kerukunan, kita sering sama-sama bersih-bersih. Mulai dari halaman masjid, gereja, sampai ke kelenteng juga,†katanya.
Perempuan yang akrab dipanggil Ci Ovi ini menuturkan, setelah acara bersih-bersih, warga biasanya makan bersama di jalan sekitar Kampung Lebak. Terutama menjelang bulan Ramadhan.
Kemudian, menjelang Idul Fitri, umat Katolik membuat paket ketupat dan opor dengan wadah menggunakan pipiti (wadah dari anyaman bambu) untuk dibagikan ke warga.
Saat ditanya apakah pernah ada konflik antara warga di Kampung Lebak, Ci Ovi pun menegaskan bahwa sesuai dengan namanya, Kampung Kerukunan, warganya pun hidup rukun, tidak pernah ada yang bertengkar.
Keberagaman Agama Turun Temurun di Kampung Susuru
Jalan menuju Kampung Susuru, sebuah kampung di Ciamis yang kental dengan keberagaman agama. Foto: Dadang/GR.
Selain ke Kampung Kerukunan di Kecamatan Ciamis, tim harapanrakyat.com juga mengunjungi Kampung Susuru di Kecamatan Kertajaya.
Masyarakat di kampung ini memiliki keberagaman agama turun temurun sejak dulu. Warganya ada yang memeluk agama Islam, Katolik, Protestan dan Sunda Wiwitan (penghayat kepercayaan).
Meski beda agama dan keyakinan, namun hal itu menjadi energi yang menyatukan masyarakat setempat. Tidak hanya itu, untuk urusan gotong royong masyarakat Dusun Susuru juga sangatlah tinggi.
Mereka menjunjung tinggi nilai kepedulian antar sesama, dan toleransi antar umat beragama. Sehingga terciptanya lingkungan yang harmonis.
Tiba di Kampung Susuru, tim harapanrakyat.com langsung menemui Pimpinan Gereja Katolik Santo Simon, Paulus Anang Suryana.
Sambil menikmati minuman kopi khas Panawangan, Kabupaten Ciamis yang disajikan, kebetulan udara di Kampung Susuru cukup dingin, kami pun berbincang santai seputar keberagaman agama di Kampung Susuru.
Untuk sebuah kerukunan antar umat beragama, kata Paulus, di Dusun Susuru ini tidak perlu dibina lagi. Karena kerukunan itu sudah ada dari dulu secara turun temurun.
“Soal kerukunan antar umat beragama di Susuru itu sudah ada di hati kita. Manusia diciptakan dari sumber yang sama. Masalah ajaran dan akidah, itu tergantung dari keyakinan masing-masing,†katanya, Sabtu (29/7/2023).
Kerukunan Umat Beragama Bukan Hasil Binaan
Salah satu bentuk kerukunan di Kampung Susuru terlihat ketika hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Natal. Masyarakat tetap menjaga dan menghormati.
“Kalau hari Lebaran kami sowan ke warga muslim. Begitu juga ketika saya merayakan Natal, biasanya saya mengundang seluruh unsur masyarakat, baik dari kecamatan dan desa. Jadi kita tidak membeda-bedakan,†terangnya.
Kerukunan umat beragama di Dusun Susuru ini bukan hasil dari suatu pembinaan, melainkan hasil kesadaran bersama yang sudah ada sejak dahulu secara turun temurun.
Paulus menyebutkan, umat Kristen Katolik di Dusun Susuru ini ada 109 orang dengan satu Gereja. Jumlah jemaat sebanyak itu, pihaknya masih merasa cukup untuk tidak menambah tempat ibadah lagi.
Usai berbincang cukup panjang dengan Pimpinan Gereja Katolik Santo Simon, tim harapanrakyat.com pun berpamitan. Namun tidak langsung pulang, karena sudah janjian pula dengan Ais Pangaping Bale Adat Sunda Wiwitan yang ada di Kampung Susuru, yaitu Suhia Sukmana.
Tiba di Bale Adat Sunda Wiwitan, Suhia Sukmana langsung menyambut ramah. Kemudian kami pun berbincang seputar Sunda Wiwitan dan Dusun Susuru sebagai salah satu Kampung Kerukunan Beragama di Kabupaten Ciamis.
Hidup Rukun Sudah Kewajiban
Suhia mengatakan, kerukunan umat beragama memang seharusnya ada di tengah masyarakat, agar bisa damai dan tentram dalam kehidupan sehari-hari.
Karena manusia punya rasa dan pikiran. Kalau sudah punya itu pasti akan tumbuh cinta, rasa, dan kedamaian dalam hidup.
“Ajaran disini selain menggali ajaran agama, juga tentang ajaran kemanusiaan. Ciri manusia itu punya welas asih, tata krama, budi basa, budidaya. Kalau tidak punya itu berarti manusia sudah ingkar dari kemanusiaannya, sudah memakai akhlak di luar kemanusiaan,†ucapnya.
Maka dari itu, akur dan rukun sudah menjadi kewajiban. “Budaya sopan santun, gotong royong, ramah-tamah, dan tata krama merupakan budaya bangsa Indonesia,†tambah Suhia Sukmana mengakhiri perbincangan kami.
Masih menyusuri Kampung Susuru, tim harapanrakyat.com selanjutnya berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ikhlas, dan bertemu langsung dengan H Kurdi sebagai pimpinan ponpes tersebut.
Dalam perbincangan seputar keberagaman agama di Ciamis, H Kurdi mengatakan bahwa kerukunan masyarakat Susuru terjalin sangat baik sejak lama. Hanya saja dulu masyarakat di Susuru mayoritas muslim.
“Meskipun ada Islam, ada Katolik dan lainnya, kita hidup bernegara dan berbangsa. Kita harus menjalin kerukunan umat antar beragama,†katanya.
Menjaga Kondusifitas dengan Sikap Toleransi
Perwakilan Katolik dari FKUB Ciamis, Romo Gatot mengatakan, pada dasarnya hal-hal tentang moderasi, kerukunan umat beragama itu sudah pemerintah upayakan dan suarakan melalui Kementerian Agama.
Menurut Romo Gatot yang juga pengurus Gereja Santo Yohanes Ciamis, bahwa namanya kerukunan, perjumpaan antar tetangga, antar agama itu adalah hal yang baik.
“Harapannya apa yang kami lakukan di Ciamis ini bisa menginspirasi daerah lain. Supaya persaudaraan, khususnya dalam perbedaan yang menjadi ciri khas Indonesia bisa dilakukan di tempat-tempat lain,†tutur Romo Gatot.
Ditemui terpisah, Pengurus MUI Kabupaten Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi menegaskan, toleransi antar umat beragama di Ciamis sangat baik. Hal tersebut berkat kerjasama yang solid dan adanya kesatuan sikap. Pada intinya selalu berkomunikasi.
“Dalam konsep Islam itu adalah silaturahmi. Kalau agama lain itu proses komunikasi. Komunikasi dan silaturahmi dipadukan jadi satu kesatuan. Dalam Islam juga harus menjaga ittihad dan wehda, artinya menjaga kesatuan dan persatuan,†terangnya.
Menjaga kesinambungan hubungan sosial yang baik dengan sesama umat beragama yang ada di Kabupaten Ciamis, salah satu wadahnya adalah FKUB dan MUI.
Dalam berkomunikasi pun tidak menyentuh nilai-nilai akidah dan tidak saling menyinggung keyakinan masing-masing. Mereka menjalankan ibadah dengan tenang.
Hal itu tercipata karena antar umat beragama di Ciamis memiliki satu kesamaan dalam menjaga kondusifitas dengan sikap toleransi.
Ang Icep panggilan akrab Fadlil Yani Ainusyamsi, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis ini berpesan agar sesama umat beragama tetap menjaga kedamaian.
Perbedaan Anugerah dari Tuhan
Ketua DPRD Ciamis H. Nanang Permana, MH., menegaskan, Kampung Kerukunan di Kabupaten Ciamis sudah berjalan lama. Bahkan menjadi salah satu fakta sejarah tentang adanya kerukunan umat beragama.
Kehidupan yang rukun ini bukan hasil rekayasa. Toleransi antar masyarakat juga bukan karena ideologi. Meski secara formal berkaitan dengan Pancasila.
Kerukunan ini berjalan secara alami, masyarakatnya sadar bahwa perbedaan merupakan anugerah dari Tuhan.
“Konon kabarnya masyarakat tidak bisa hidup berdampingan lantaran berbeda agama. Nah, di Ciamis kita tunjukkan tentang adanya kehidupan yang rukun di masyarakat meski berbeda-beda keyakinan,†katanya.
“Kemudian saya berharap, jangan coba-coba ada tangan lain yang memperkeruh air yang sudah bening ini,†tandas Nanang.
Sementara itu, terkait keberagaman agama di Ciamis dalam sudut pandang akademi, keberadaan masyarakat seperti di Kampung Susuru dan Kampung Kerukunan yang ada di wilayah perkotaan, merupakan cermin bahwa di Ciamis ini masyarakat secara umum mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap keberagaman.
Keberagaman Faktor Penentu Kekokohan Masyarakat
Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Galuh Ciamis, Prof. Dr. Dadi, M.Si., terkait dengan keberagaman agama di Ciamis.
Menurutnya, semua itu adalah sumber daya yang tidak ternilai dan harus terpupuk dipertahankan. Agar kedepan menjadi contoh tentang bagaimana membina kerukunan antar umat beragama.
“Tentu saja kita harus mengapresiasi dan berharap pemerintah mampu menjaga keberagaman ini, begitu juga masyarakatnya,†katanya, Senin (14/8/2023).
Kemudian, dalam kontek lain sesuai dengan keilmuannya yaitu ekologi, keberagaman menjadi salah satu faktor penentu kekokohan.
“Kita tahu jika di lingkungan alam kita semakin beragam, maka ekosistem menjadi semakin kokoh. Kalau dalam dunia kemasyarakatan menghargai keberagaman lebih tinggi, memberikan keleluasaan berpendapat, kebebasan memilih. Maka kekokohan masyarakat kita dijamin tinggi,†jelas Dadi.
Data Umat Beragama di Ciamis
Jumlah penduduk Kabupaten Ciamis berdasarkan agama dan keyakinan tercatat sebagai berikut:
Kemudian, jumlah tempat peribadatan di Kabupaten Ciamis berdasarkan data BPS sebagai berikut:
Data tersebut berdasarkan yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis tahun 2022. (Tim HR/R3/HR-Online/Editor: Eva)
harapanrakyat.com,- BKSDA Kabupaten Ciamis bersama Pemdes Cikupa dan masyarakat melakukan patroli di lokasi kejadian turunnya Macan Tutul, Senin (11/9/23).
Rendi, petugas BKSDA Resort Margasatwa Gunung Sawal mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi adanya macan tutul. Bahkan memangsa seekor anjing dan ayam milik warga di Sindangwangi Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung.
Rendi menyebutkan, hasil survei pihaknya di lokasi kejadian menemukan yang diduga bekas cakaran Macan tutul.