Beranda blog Halaman 57

Subang Waspada, Sesar Balibis Melintas di Kecamatan Cipunegara

Sesar Balibis Subang potensi gempa

Subang – Kabupaten Subang tidak hanya dilintasi Sesar Lembang di wilayah selatan, tetapi juga Sesar Balibis yang dikenal sebagai sesar terpanjang di Pulau Jawa. Fakta ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, kepada RRI, Rabu (3/9/2025).

Sesar Balibis terbentang dari timur hingga barat Pulau Jawa dan melintas di Kecamatan Cipunegara, Subang. Patahan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu gempa bumi.

“Kalau di Subang, Sesar Balibis ini berada di sekitar Kecamatan Cipunegara,” jelas Enda. Ia menambahkan, jalur sesar tersebut juga melintasi selatan Indramayu, barat Subang, Purwakarta, Cirebon, Karawang, Depok, hingga Jakarta.

Untuk meminimalkan risiko bencana, BPBD Kabupaten Subang terus melakukan langkah antisipasi. Upaya yang ditempuh antara lain melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan.

“Selain dengan KIE dan sosialisasi terhadap masyarakat, kami juga memiliki Desa Tangguh Bencana atau Destana,” kata Enda. Desa tersebut ditempatkan di wilayah rawan, termasuk Kecamatan Cipunegara.

Masyarakat yang tinggal di jalur Sesar Balibis diminta meningkatkan kewaspadaan. Mereka diimbau mengikuti jalur evakuasi yang sudah dipetakan agar dapat segera menyelamatkan diri jika gempa terjadi.

“Kami juga sudah memetakan jalur evakuasi, agar masyarakat dapat segera mengungsi ke tempat yang aman saat bencana terjadi,” tandasnya.

Bupati Subang Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Demo, Serukan Kondusivitas Daerah

Shalat ghaib Subang untuk korban demo

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi melaksanakan shalat ghaib di Masjid Al-Musabaqoh Kabupaten Subang, Selasa (02/09).

Shalat ghaib tersebut ditujukan bagi tujuh orang yang gugur dalam demonstrasi. Sebelum ibadah dimulai, Kang Rey menyampaikan doa bersama digelar agar Kabupaten Subang tetap aman dan kondusif.

“Doa bersama dan shalat ghaib untuk keluarga kita, rekan kita yang gugur kemarin ketika aksi tanggal 28-31 Agustus. Ini menjadi pengingat bagi kita semua dan bekal bagi kita,” ujar Kang Rey.

Bupati Subang itu berharap daerahnya tetap terjaga dari gangguan. Ia menegaskan, tidak boleh ada pihak yang mencoba mengganggu ketertiban masyarakat.

“Terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Subang yang sudah betul-betul bersama kompak menjaga keamanan situasi di Kabupaten Subang sehingga hingga hari ini Kabupaten Subang masih sangat kondusif,” lanjutnya.

Kang Rey juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa, driver ojek online, serta pihak lain yang melakukan aksi dengan tertib. Menurutnya, hal ini menunjukkan kedewasaan masyarakat Subang.

Ia menilai pelaksanaan demonstrasi di Subang bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Ini menjadi contoh bagi daerah lain, menyampaikan pendapat itu boleh tapi dilakukan dengan tenteram. Kalau terjadi kerusuhan di Kabupaten Subang, yang rugi bukan hanya saya atau Forkopimda, tapi elemen masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Kang Rey menjelaskan bahwa Polres Subang berhasil mengamankan 129 pelajar yang diduga hendak membuat kericuhan saat aksi. “Malam tadi Forkopimda mengamankan 129 orang yang didominasi pelajar SMA, anak-anak kita. Jadi bukan mahasiswa yang berdemo, tapi oknum pelajar yang mencoba membuat chaos ketika demo berlangsung,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kritik, saran, maupun aspirasi masyarakat. “Kita sangat terbuka pada aspirasi dan alhamdulillah kemarin sudah berlangsung damai sampai hari ini Kabupaten Subang aman, kondusif,” tegasnya.

Kang Rey menambahkan, dirinya percaya mahasiswa, driver ojek online, dan masyarakat tidak mungkin bertindak anarkis kecuali jika ada pihak luar yang mencoba menyusupi aksi.

Shalat ghaib dan doa bersama dipimpin Ustaz Yadi Suban ZA. Kegiatan ini juga diikuti Anggota DPRD Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Subang, Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, camat, serta driver ojek online.

DPRD Subang Apresiasi Aksi Mahasiswa dan Siap Kawal Aspirasi

DPRD Subang kawal aspirasi mahasiswa

Subang – Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana, bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD lainnya memberikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Subang (ABM) di depan kantor DPRD Subang, Senin (1/9/2025).

Victor menegaskan bahwa DPRD Subang akan mendukung serta mengawal aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Alhamdulillah hari ini, hari Senin, tanggal 1 September 2025, kami telah kedatangan dari BEM Mahasiswa. Mereka menyampaikan aspirasi, tuntutan-tuntutan. Kami menyikapinya akan memversamai, akan mengawal apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa. Alhamdulillah, hari ini aksinya berjalan dengan baik dan kondusif,” kata Victor kepada awak media.

Pada kesempatan itu, Victor juga menandatangani berita acara kesepakatan untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.
“Ada lima tuntutan yang disampaikan, dan kami sepakat untuk meneruskannya ke pusat,” ujarnya.

Victor menambahkan, DPRD Subang akan selalu membuka ruang dialog dengan mahasiswa maupun masyarakat agar aspirasi rakyat dapat tersalurkan dengan baik.

Adapun lima tuntutan hasil konsolidasi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Subang, yaitu:

  1. Mengaji ulang penyesuaian tunjangan DPR serta memperluas transparansi publik agar kebijakan dan anggaran berpihak pada rakyat.
  2. Mewujudkan proses legislasi inklusif dan terbuka terkait RUU Polri, RUU KUHAP, dan RUU TNI dengan melibatkan publik, civil society, dan ahli hukum.
  3. Menghormati aspirasi rakyat dengan merespons cepat unjuk rasa melalui dialog dan perbaikan nyata, bukan sekadar pernyataan permintaan maaf.
  4. Menuntut sanksi bagi anggota DPR yang dianggap tidak patut dan memicu kemarahan publik.
  5. Mendorong pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta regulasi lain yang mengutamakan kepentingan masyarakat.

Aksi mahasiswa tersebut berlangsung tertib dan kondusif dengan penjagaan ketat aparat TNI/Polri. Tidak ada aksi bakar ban, vandalisme, maupun tindakan anarkis lainnya.

Antisipasi Unjuk Rasa, Dinas Pendidikan Subang Terapkan Belajar Daring Sementara

Belajar daring Subang unjuk rasa

SUBANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Subang mengambil langkah cepat menghadapi rencana unjuk rasa pada Senin, 1 September 2025. Seluruh sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, diminta melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah secara daring.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kepolisian Resor Subang Nomor: B/975/VIII/PAM.3.2/2025/Res tertanggal 30 Agustus 2025. Isinya meminta dukungan pihak sekolah untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama aksi berlangsung.

“Peserta didik dari SD hingga SMP belajar dari rumah secara daring. Guru tetap memberikan tugas dan materi pembelajaran secara online agar proses pendidikan tetap berjalan,” bunyi imbauan yang diterima para orang tua siswa.

Contohnya, surat yang diterima orang tua siswa MTsN 1 Subang menegaskan, tenaga pendidik tetap wajib mengajar dengan sistem daring. Sementara guru dan tenaga kependidikan (tendik) laki-laki dipersilakan hadir ke sekolah dengan ketentuan berpakaian bebas.

Ada pula kelonggaran bagi guru yang tinggal jauh dari sekolah, agar tidak terkendala mobilitas di tengah situasi yang berpotensi ramai. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko sekaligus memastikan proses belajar tetap berjalan.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan belajar dari rumah ini hanya bersifat sementara. Penyesuaian akan dilakukan sesuai dengan perkembangan situasi keamanan di Subang. Prioritas utama tetap sama: keselamatan peserta didik dan kelancaran pembelajaran.

Subang Siaga Satu: TNI, Polri, dan Pemkab Kompak Amankan Unjuk Rasa

Apel Gabungan Subang Siaga 1

SUBANG – Minggu (31/8), Pemerintah Kabupaten Subang bersama TNI dan Polri menggelar apel gabungan dalam rangka sistem pengamanan unjuk rasa sekaligus penetapan Siaga 1 Sistem Pengamanan Markas (Sispam Mako). Suasananya tegas, rapi, dan penuh makna.

Apel yang dipimpin Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, dihadiri unsur Forkopimda. Hadir di barisan depan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Dandim 0605/Subang Letkol CZI Asep Saepudin, Kajari Subang Bambang Winarno, hingga perwakilan Lanud Suryadarma, Satpol PP, BPBD, dan instansi lainnya.

Kapolres menegaskan, apel siaga ini bukan sekadar seremoni. “Kita antisipasi dini jangan sampai kejadian di kota-kota lain dalam 3 hari terakhir ini terjadi di Subang,” ujarnya. Ia menekankan tujuan apel adalah menyusun rencana kontinjensi, membagi tugas terstruktur, dan memastikan personel paham tanggung jawab di lapangan.

Dalam strategi pengamanan, Kapolres mengingatkan sistem tiga ring. Ring 1 mengamankan objek utama seperti Polres, Pemda, dan DPRD. Ring 2 mengawal jalur akses menuju lokasi, sementara Ring 3 menjaga jalur luar guna mengantisipasi pergerakan massa susulan. “Seluruh tindakan personil harus sesuai prosedur, profesional, serta mengedepankan pendekatan humanis,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dandim 0605/Subang menekankan pentingnya sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Sinergi kita adalah kunci agar Subang tetap aman dan terkendali di tengah dinamika situasi nasional,” ungkapnya.

Menariknya, di tengah suasana siaga ini, sejumlah ulama dan organisasi masyarakat justru memilih jalan sejuk: menggelar doa bersama di Alun-alun Subang dan Wisma Karya. Sebuah pesan bahwa kondusivitas bisa dijaga bukan hanya dengan aparat, tetapi juga dengan doa dan kebersamaan.

Gerakan Pangan Murah Subang: 240 Ton Beras, Minyak dan Gula Tersedia Serentak di 30 Kecamatan

Gerakan Pangan Murah Subang 2025

SUBANG – Sabtu (30/08/2025) jadi hari istimewa bagi warga Subang. Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 30 kecamatan sekaligus. Acara ini bukan sekadar lokal, tapi terhubung dengan 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia lewat konferensi video—seolah pasar rakyat menjelma raksasa digital.

Dipusatkan di Kecamatan Subang, kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan pangan, memastikan harga terjangkau, dan tentu saja menekan inflasi. Angka distribusinya bikin melongo: 240 ton beras, 3.600 liter minyak goreng, dan 7,5 ton gula disalurkan ke masyarakat.

Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni—akrab disapa Kang Asep—tak lupa menyampaikan rasa terima kasih. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah merespons dan menindaklanjuti kegiatan pangan murah ini,” ujarnya.

Kang Asep menekankan bahwa tujuan utama program ini sederhana namun vital: harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau. Ia juga menyebut gerakan ini sebagai solusi dari masalah klasik—stok pangan ada, tapi sulit dijangkau warga. “Inilah jawabannya melalui operasi pasar besar-besaran seluruh kecamatan se-Indonesia. Alhamdulillah, Subang secara serentak di 30 kecamatan menyelenggarakan gerakan pangan murah sehingga dapat lebih menjangkau masyarakat,” jelasnya.

Dengan terjaminnya ketahanan pangan, harapannya kesejahteraan warga pun ikut terdongkrak. Apalagi kegiatan ini juga dihadiri pejabat penting seperti Dandim 0605 Subang, Kapolres Subang, perwakilan Kajari Subang, dan para kepala OPD terkait. Singkatnya, pemerintah turun tangan, masyarakat tersenyum, dan dapur tetap ngebul tanpa bikin kantong bolong.

Bupati Reynaldi: Subang Aman, Aspirasi Silakan Asal Santun

Bupati Subang Reynaldi kondusifitas unjuk rasa

SUBANG – Ada yang berbeda dari pernyataan Bupati Subang, Reynaldi, Minggu (31/8/2025). Dengan nada penuh keyakinan, ia menyebut Subang sebagai kabupaten yang aman, terkendali, dan kondusif. Kuncinya? Sinergi apik Forkopimda plus dukungan masyarakat yang sama-sama cinta Subang.

Meski begitu, Reynaldi tetap mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah. “Kalau pun ada unjuk rasa, silakan sampaikan aspirasi dengan cara baik dan santun. Jangan meniru daerah lain yang merusak fasilitas umum,” ujarnya mengimbau dengan tegas tapi ramah.

Ia mengingatkan, kerugian akibat aksi anarkis bukan hanya ditanggung pemerintah. “Bukan saya sebagai Bupati, bukan Pak Kapolres, bukan Pak Dandim, tetapi seluruh masyarakat Kabupaten Subang yang merasakan dampaknya. Jadi ayo, kita jaga Subang ini bersama. Saya percaya Forkopimda solid, kita berkolaborasi. In Syaa Allah Subang tetap tenang dan kondusif,” katanya kepada RRI Subang.

Reynaldi juga mengajak masyarakat menunjukkan ke daerah lain bahwa aspirasi bisa disampaikan dengan elegan. “Tidak perlu membakar, tidak perlu membuat kericuhan. Yang rugi ya masyarakat sendiri,” pesannya, sambil menekankan pentingnya kesantunan dalam berdemokrasi.

Sebagai penutup, ia menegaskan kesiapan Forkopimda Subang untuk melayani masyarakat. “Kami dari Pemkab, Polres, hingga Kodim 0605/Subang, akan melayani dengan sepenuh hati masyarakat yang menyampaikan aspirasi,” pungkasnya penuh keyakinan.

Subang Siaga Satu: TNI, Polri, dan Pemkab Kompak Hadapi Unjuk Rasa

Apel Gabungan TNI Polri Subang Siaga 1

Subang – Suasana Minggu pagi (31/8/2025) di Lapangan Apel Mako Polres Subang terasa berbeda. Bukan sekadar apel biasa, melainkan apel gabungan super kompak antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Subang. Misinya? Persiapan pengamanan unjuk rasa plus penetapan Siaga 1 Sistem Pengamanan Markas (Sispam Mako).

Dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., acara ini jadi magnet perhatian. Hadir pula tokoh-tokoh penting Forkopimda Subang: Bupati Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Dandim 0605/Subang Letkol CZI Asep Saepudin, Kajari Dr. Bambang Winarno, serta perwakilan Lanud Suryadarma, Satpol PP, BPBD, dan sederet instansi lain. Lengkap bak reuni besar aparat.

Ratusan personel dari berbagai pasukan ikut bergabung. Ada Subdenpom Subang, Brimob, Apintel TNI-Polri, sampai Dishub dan Dinkes. Kalau ini diibaratkan tim sepak bola, maka Subang sedang menurunkan “starting eleven” plus cadangan penuh.

Dalam amanatnya, Kapolres Subang mengingatkan apel ini bukan sekadar seremoni. “Kita harus menunjukkan kesiapan memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat. Tujuan apel ini adalah untuk menyusun rencana kontinjensi, membagi tugas secara terstruktur, serta menjamin seluruh personel memahami tanggung jawabnya di lapangan,” tegasnya penuh semangat.

Beliau juga mengingatkan strategi “tiga ring”. Ring 1 mengawal objek utama massa seperti Polres, Pemda, dan DPRD. Ring 2 menjaga akses menuju lokasi, sementara Ring 3 bertugas di jalur luar untuk antisipasi pergerakan tambahan. Intinya: semua terkendali, semua aman, tapi tetap humanis.

Tak mau kalah, Bupati Subang pun menyuntikkan semangat. “Kabupaten Subang masih kondusif, dan itu harus kita pertahankan bersama. Mari kita jaga masyarakat kita dengan tenang, sesuai aturan, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Pesannya sederhana tapi menohok: jangan mudah terpancing provokasi.

Dandim 0605/Subang juga ikut angkat bicara. Baginya, kekompakan TNI, Polri, dan Pemda adalah benteng utama. “Sinergi kita adalah kunci agar Subang tetap aman dan terkendali di tengah dinamika situasi nasional,” tegasnya.

Apel yang berlangsung tertib ini akhirnya menutup Minggu dengan rasa lega. Semua unsur Forkopimda sepakat: stabilitas Subang harga mati. Dan ya, kehangatan sinergi ini seakan mengirim pesan jelas—jika masyarakat tenang, aparat pun siap menjaga dengan penuh tanggung jawab.

Bupati Subang Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Affan Kurniawan, Korban Tragedi Unjuk Rasa Jakarta

Bupati Subang belasungkawa Affan Kurniawan

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online asal Subang yang menjadi korban dalam tragedi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Dalam pernyataannya, Bupati mendoakan agar almarhum diterima iman Islamnya, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Atas nama pribadi, dan seluruh aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, saya mengucapkan turut berbela sungkawa, atas meninggalnya almarhum Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima iman Islamnya, ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan perlindungan,” ujar Bupati.

Selain doa dan belasungkawa, Bupati Reynaldy juga mengajak masyarakat Subang menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat kekeluargaan dalam menghadapi dinamika yang berkembang di tingkat nasional.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Subang, mari kita jaga kondusivitas dan keamanan di Subang. Saya percaya masyarakat Subang, mampu menjaga ketenteraman dengan semangat kekeluargaan. Mari kita jaga agar Subang tetap aman, nyaman, dan masyarakat bisa hidup dengan bahagia,” tegasnya.

Kebakaran Lapas Kelas IIA Subang, 666 Warga Binaan Dipastikan Aman

Kebakaran Lapas Subang 2025

Subang – Kebakaran melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang pada Jumat (29/8/2025) malam. Api bermula dari ruang keamanan jaga di area perkantoran dan merambat hingga ke bagian belakang Gereja Immanuel yang berdempetan dengan lapas tersebut.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali, memastikan tidak ada korban jiwa. Seluruh warga binaan, termasuk titipan kejaksaan dan pengadilan, berjumlah 666 orang, dipastikan aman dan dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah tidak ada korban, karena titik api berada di ruang keamanan jaga yang terpisah dari blok hunian. Jumlah warga binaan sebanyak 666 orang seluruhnya lengkap,” ujar Kepala Lapas Subang, Asep Sutandar, di lokasi kejadian.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Aparat kepolisian bersama TNI turut melakukan pengamanan ketat, sehingga situasi berhasil terkendali dan kondisi lapas tetap aman.

Kusnali menjelaskan, meski ruang keamanan jaga mengalami kerusakan cukup parah dan bagian belakang Gereja Immanuel ikut terdampak, fasilitas kantor lain serta blok hunian tetap aman.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Saat ini dilakukan sterilisasi di lokasi,” tegasnya.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, juga menegaskan seluruh warga binaan dalam kondisi sehat dan tidak ada yang melarikan diri.

“Alhamdulillah, seluruh warga binaan sehat, aman, dan tidak ada yang lepas. Api berada di ruang keamanan jaga yang terpisah dari blok hunian,” jelasnya.

Sebanyak 50 personel polisi dan TNI disiagakan untuk menjaga area sekitar lapas. Tim Inafis Polres Subang tengah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Akibat peristiwa ini, ruang keamanan jaga rusak parah, sementara bagian belakang Gereja Immanuel mengalami dampak ringan tanpa kerusakan besar.

Recent Posts