Beranda blog Halaman 56

Kapolsek Pagaden Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung Hibrida

Kapolsek Pagaden tanam jagung hibrida Subang

SUBANG – Kreatif dan inspiratif! Kapolsek Pagaden Polres Subang, AKP Ikin Sodikin, S.H., punya cara unik menunjukkan kepedulian terhadap ketahanan pangan. Tanah darat kosong di Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, diubahnya menjadi lahan produktif jagung hibrida seluas dua hektar.

Kegiatan yang digelar Jumat (5/9/2025) ini bukan sekadar menanam, tapi juga menularkan semangat gotong royong. Bersama Kepala Desa Sumbersari dan Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Kapolsek dan jajaran Polsek Pagaden turun langsung ke lapangan menanam jagung.

Menurut AKP Ikin, langkah ini merupakan arahan dari Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono. “Kami memanfaatkan lahan darat kosong untuk ditanami jagung dalam rangka ketahanan pangan,” ujarnya. Selain menjaga ketersediaan pangan lokal, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan tidak produktif.

Masyarakat sekitar menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menilai aksi Kapolsek Pagaden bukan hanya membantu menyediakan pangan, tapi juga mempererat hubungan antara polisi dan warga. “Polsek Pagaden menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Dengan langkah ini, harapan pun tumbuh: lahan yang tadinya terbengkalai kini menjadi sumber produktivitas, sekaligus simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

Patimban Mendesak Tanggul Laut: Warga Khawatir Rumah Tenggelam

Pembangunan tanggul laut Patimban Subang

SUBANG – Ombak tinggi yang tak henti-henti menghantam pesisir Patimban, Subang, kian membuat warga cemas. Permukiman, jalan, hingga fasilitas umum di pesisir rusak parah akibat abrasi. Situasi ini membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Patimban angkat suara, mendesak pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat segera membangun tanggul laut.

Kepala Desa Patimban, Ibnu Al Mahdi, menegaskan bahwa kondisi sudah sangat kritis. “Pembangunan tanggul laut bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tapi ini menyangkut kelangsungan hidup warga pesisir,” ujar pria yang akrab disapa Kang Inu, Jumat (5/9/2025). Ia menambahkan, tanpa siring penahan abrasi, bibir pantai terus mendekati rumah warga, bahkan mengancam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Trungtum.

Kang Inu menekankan bahwa perbaikan infrastruktur rusak serta penanganan bencana harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, solusi konkret dari pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat pesisir bisa tetap hidup aman dan mempertahankan mata pencaharian.

Kekhawatiran serupa datang dari Rinto, warga Dusun Trungtum. Ia menyebut, abrasi semakin parah sejak pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban. “Gelombang tinggi sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan dan masih terus berlangsung. Kami khawatir jika tidak ada tindakan segera, rumah dan jalan kami akan tenggelam,” tuturnya.

Warga pun mendukung penuh langkah Pemdes untuk meminta bantuan pemerintah pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Harapannya, tanggul laut dapat segera dibangun sebagai perlindungan permanen dari abrasi yang terus menggerus kehidupan pesisir Patimban.

Babinsa Kalijati Tanamkan Wawasan Kebangsaan di SDN Sukamulya

Wawasan kebangsaan Babinsa Subang

Subang – Dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air sejak dini, Babinsa Koramil 0503/Kalijati Kodim 0605/Subang, Serda Peri, memberikan materi Wawasan Kebangsaan sekaligus bimbingan belajar kepada siswa-siswi SDN Sukamulya, Desa Banggalamulya, Kecamatan Kalijati, pada Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dan disiplin kepada generasi muda, khususnya pelajar sekolah dasar. Dengan pendekatan sederhana dan interaktif, Serda Peri mengajarkan pentingnya menjaga persatuan serta menghormati simbol-simbol negara.

Serda Peri menegaskan bahwa pembentukan karakter bangsa harus dimulai dari pendidikan dasar.
“Anak-anak, adalah generasi penerus bangsa. Sejak dini mereka harus dibekali nilai kebangsaan, disiplin, dan semangat gotong-royong,” ujar Serda Peri.

Selain memberikan materi kebangsaan, kegiatan juga diisi dengan bimbingan belajar. Hal ini menjadi wujud kepedulian Babinsa dalam mendukung program pendidikan sekaligus mendorong siswa agar lebih giat belajar.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SDN Sukamulya, tidak hanya semakin rajin belajar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tandasnya.

PT Dahana Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Subang

PT Dahana tanam mangrove Subang

Subang – PT Dahana kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Blok Kampung Empang, Dusun Mulyasari, Desa Anggarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, pada Selasa, 2 September 2025.

Acara penanaman ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, Sekretaris Perusahaan Erwin Cipta Mulyana, GM K3LH Sudirjo Heru, serta jajaran manajemen lainnya. Program tersebut menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Pantai Utara Subang.

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti nyata komitmen perusahaan.
“Bagi kami di PT Dahana, hari ini adalah hari istimewa. Kehadiran kami untuk kedua kalinya di Anggarsari menunjukkan bahwa kepedulian Dahana terhadap lingkungan bukanlah sesaat, melainkan upaya berkelanjutan. Kami melihat semangat yang sama dari masyarakat di sini untuk menjaga alamnya,” ujar Hary.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan industri berteknologi tinggi, Dahana memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kemajuan industri tetap sejalan dengan kelestarian alam.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.

Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir. Mangrove melindungi daratan dari abrasi, menjadi habitat biota laut, mendukung kehidupan nelayan, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida yang membantu melawan dampak perubahan iklim.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan akan lebih efektif jika dilakukan bersama.

Camat Sukasari, Drs. AET Rudiatna, S.Ip., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah PT Dahana. Menurutnya, program TJSL perusahaan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Atas nama warga, kami berterima kasih kepada PT Dahana. Semoga bibit mangrove yang ditanam hari ini tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ungkap Rudiatna.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga mencakup observasi lingkungan, penandatanganan deklarasi dukungan Sustainable Development Goals (SDGs), serta diskusi bersama warga mengenai pengelolaan ekosistem pesisir. Dahana berharap program ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk aktif menjaga kelestarian alam.

Desi Diana, Eks TKW yang Jadi Guru Bahasa Asing dan Perajin Makrame di Subang

Desi Diana mantan TKI Subang guru bahasa asing dan pengrajin makrame

SUBANG – Dari Taiwan kembali ke tanah kelahiran, Desi Diana, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Compreng, membuktikan bahwa pulang kampung bukan berarti berhenti berkarya. Justru, dari desa kecil di Jatireja, ia membuka jalan baru: mengajarkan bahasa asing sekaligus merintis usaha kerajinan makrame berbahan serat daun nanas.

Perjalanan Desi cukup unik. Ia pernah enam tahun bekerja di Taiwan, meski latar belakang pendidikannya adalah bidan. Dari pengalaman itulah ia menguasai Bahasa Mandarin dan Inggris. “Alhamdulillah saya menguasai Bahasa Mandarin dan Inggris sebagai bekal bekerja di luar negeri,” ujarnya kepada Jabarpress.com saat kegiatan Visit Media Pertamina EP Zona 7 Subang, Kamis (4/9/2025).

Ketekunan Desi berawal ketika ia bergabung dengan Sekolah Kreatif Anak dan Remaja (SEKAR) Purna Migran Indonesia Berdaya Bersama Subang atau Sekar Purnama Subang, kelompok binaan Pertamina EP. Awalnya ia ikut belajar membuat pot dari limbah popok bayi, hingga akhirnya seorang perwakilan Pertamina bertanya soal keahliannya. “Saya bilang, saya bisa bahasa Mandarin dan Inggris. Pihak Pertamina menyarankan agar saya membagikan keahlian itu. Saya pun lalu mulai membuka pengajaran bahasa asing di tahun 2024,” kisahnya.

Kini, kursus yang ia kelola semakin berkembang. Bersama sejumlah mantan pekerja migran lain, Desi mengajarkan tiga bahasa sekaligus: Inggris, Mandarin, dan Jepang. Animo masyarakat cukup tinggi, terutama karena banyak warga setempat bekerja sebagai PMI. “Saya juga kebetulan mengajarkan bahasa Mandarin ini di sekolah, peminatnya banyak, sampai 30-an orang,” ungkapnya.

Tak berhenti di kelas bahasa, Desi bersama rekannya di Sekar Purnama juga melahirkan inovasi kerajinan makrame berbahan serat daun nanas. Produk mereka bervariasi, mulai dari tas rajut besar, dompet, hingga tas handphone. Brand yang mereka usung, “Pelita” atau Pemuda Literasi, semakin dikenal publik. “Selain makrame serat daun nanas, kita juga mengembangkan makrame tali benang. Saat ini ada lima pelatih makrame, produknya kita pasarkan online maupun langsung,” katanya.

Head of Comrel & CID PT Pertamina EP Zona 7 Regional 2 Jawa, Wazirul Luthfi, menegaskan dukungan perusahaan terhadap program pemberdayaan masyarakat. Melalui tanggung jawab sosial (CSR), Pertamina EP Subang telah menjalankan tujuh program, salah satunya Purnama Subang yang fokus pada peningkatan kualitas hidup mantan pekerja migran di Compreng.

Kisah Desi menjadi bukti nyata bahwa pengalaman bekerja di luar negeri bisa berubah menjadi modal emas di tanah air. Dari PMI menjadi pengajar bahasa asing dan perajin makrame, Desi menunjukkan bahwa semangat berbagi ilmu dan berdaya tak pernah berhenti di perantauan.

Polres Subang All Out Dukung Tovan di ONE Championship

Dukungan Polres Subang untuk Tovan Nopian di ONE Championship

SUBANG – Ada kabar hangat dari Subang yang bikin dada ikut berdegup. Seorang putera terbaik daerah, Tovan Nopian, siap naik ring menghadapi lawan tangguh di ajang ONE Championship yang akan digelar di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat (5/9/2025).

Dukungan pun mengalir deras, salah satunya dari Polres Subang. Waka Polres Kompol Endar Supriatna, mewakili Kapolres AKBP Dony Eko Wicaksono, menyampaikan doa dan semangat penuh untuk Tovan. Dengan nada mantap, beliau berkata, “In Syaa Alloh Tovan menang besok, pokoknya kami dukung. Tovan yang merupakan putera terbaik Kabupaten Subang, akan bertanding di kejuaraan tertinggi seni bela diri muaythai di dunia internasional.”

Lawan yang akan dihadapi bukan kaleng-kaleng: Kushei Yushida, petarung muaythai asal Jepang. Tapi keyakinan tetap mengalir. Menurut Kompol Endar, kunci kemenangan ada pada ketenangan, semangat juang, dan strategi cerdas. “Fokus pada pertandingan, jangan pernah meremehkan lawan, hadapi serangan dengan tenang, jangan lengah, dan junjung tinggi nilai sportifitas,” tegasnya penuh energi.

Tovan sendiri bukan pemain baru di gelanggang tarung. Dengan jam terbang yang sudah teruji, ia dipercaya mampu mendikte lawan. Jika berhasil menang, dampaknya bukan main: nama Subang, Jawa Barat, bahkan Indonesia akan harum di pentas dunia. “Buktikan bahwa kita bisa, Indonesia bisa, Jawa Barat bisa, dan Subang juga bisa bertanding di ONE Championship, dan kita bisa menang,” pungkas Kompol Endar, penuh optimisme.

Satu hal yang pasti, Jumat ini Subang akan menahan napas, menanti sang putera daerah mengangkat tangan sebagai pemenang.

PUPR Subang Genjot Perbaikan Jalan di 271 Lokasi Tahun 2025

Perbaikan jalan Subang 2025

Subang – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Subang terus mempercepat pembangunan infrastruktur sesuai arahan Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, melalui tagline “Ngabret”.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan ruas jalan di seluruh kecamatan. Kepala Bidang Jalan PUPR Subang, Ahmad Amin, menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 271 titik perbaikan jalan yang dilaksanakan bertahap.

“271 lokasi kegiatan tersebar di seluruh kecamatan, secara bertahap akan dilaksanakan di tahun 2025 ini,” kata Ahmad Amin.

Di Kecamatan Cikaum, ada 10 ruas jalan yang mendapat prioritas dengan total anggaran Rp7,5 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2025.

“Iya, untuk di Kecamatan Cikaum ada 10 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar, tahun ini siap leucir,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan setiap pembangunan infrastruktur harus melalui tahapan sesuai aturan. Prosesnya meliputi perencanaan, pengadaan atau lelang, hingga pelaksanaan. Saat ini, sebagian proyek sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam proses Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Untuk pelaksanaan pekerjaan kan ada prosesnya. Sumber anggaran murni sebagian sudah mulai dikerjakan, sebagian dalam proses penayangan di ULP, menyusul persiapan anggaran perubahan yang akan segera direalisasikan. Semoga semua bisa mendukung program Pak Bupati,” tambahnya.

Adapun 10 ruas jalan di Kecamatan Cikaum yang akan diperbaiki meliputi:

  • Peningkatan Ruas Jalan Cikaum Barat – Tanjungsari Barat, Desa Cikaum Barat.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Tanjungsari – Cikaum Barat, Desa Tanjungsari Barat.
  • Peningkatan Jalan Kaligambir – Pangadungan, Dusun Kaligambir RT 23 RW 07, Desa Sindangsari.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Sindangsari – Pagon, Desa Sindangsari.
  • Peningkatan Jalan Mekarwangi – Cikaum Timur.
  • Peningkatan Jalan Cikaum Barat – Tanjungsari.
  • Peningkatan Jalan Kabupaten Tanjungsari – Cikaum Barat, Desa Cikaum Barat.
  • Peningkatan Jalan Kawunganten – Pangadungan.
  • Peningkatan Jalan Kalijati Timur – Kawunganten.
  • Peningkatan Jalan Sindangsari – Kawunganten.

Dengan proyek tersebut, pemerintah daerah berharap infrastruktur jalan di Subang semakin baik dan mendukung aktivitas masyarakat.

Lonjakan Kasus DBD dan Chikungunya di Ciasem, Warga Diminta Waspada

DBD, chikungunya, Kasus DBD dan chikungunya di Ciasem Subang

Subang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya di Kecamatan Ciasem, Subang, meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Warga diminta lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan agar penyebaran penyakit bisa ditekan.

Kepala Puskesmas Ciasem, dr. Iwan Hernawan, menyebutkan bahwa puluhan warga sudah terinfeksi sejak awal tahun. “Pada Februari dan Mei 2025, masing-masing ada sekitar 15 orang warga yang terkena DBD dan chikungunya. Sementara di bulan-bulan lainnya, rata-rata ada lima kasus per bulan,” jelas dr. Iwan, Rabu (3/9/2025).

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Puskesmas Ciasem mendorong masyarakat aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. “3M itu adalah Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi dan penampungan air,” ujarnya.

Lebih lanjut, langkah tambahan dalam program “Plus” dapat berupa penggunaan obat antinyamuk atau memelihara ikan pemakan jentik, seperti ikan cupang dan ikan gapi, di penampungan air. Cara ini terbukti dapat menekan populasi nyamuk karena jentik dimangsa ikan.

Mengenai fogging, dr. Iwan menegaskan metode ini tidak sepenuhnya efektif. “Fogging tidak mematikan jentik nyamuk yang ada di dalam air. Meskipun begitu, kami tetap menyediakan obat fogging jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh warga,” pungkasnya.

Bupati Subang Tinjau Pelabuhan Patimban: Siapkan Subang Jadi Pusat Industrialisasi

Pelabuhan Patimban Subang

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban untuk melihat progres pembangunan Pelabuhan Patimban sekaligus memastikan kesiapan ekspor-impor. Kehadiran pelabuhan strategis ini digadang-gadang menjadi instrumen utama transformasi ekonomi Kabupaten Subang menuju zona industri.

Dalam kunjungan yang didampingi Sekretaris Daerah Asep Nuroni dan sejumlah kepala OPD, Bupati diterima oleh Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Capt. Guntur Fitrah Phahensa, beserta jajarannya.

Patimban sebagai Motor Ekonomi Baru

Bupati menegaskan bahwa Pelabuhan Patimban akan mempermudah industri di Subang dalam melakukan ekspor-impor, sekaligus menjadikan daerah ini destinasi investasi baru.
“Subang saat ini sedang berada di zona peralihan, di mana nantinya Pelabuhan Patimban akan mempermudah industri-industri di Kabupaten Subang untuk ekspor-impor, sehingga Subang bisa menjadi salah satu tujuan industri bagi investor,” ujarnya.

Bupati menargetkan pada tahun 2029, Pelabuhan Patimban dapat beroperasi maksimal. Saat ini, pengiriman kontainer sudah mulai berjalan dan ke depan akan terus ditingkatkan.

Investor Global Mulai Melirik

Beberapa perusahaan besar dunia seperti BYD dan Vinfast disebut sudah tertarik berinvestasi di Subang. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi investor dengan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Kami mendukung penuh setiap tahapan investasi, mensupport terus tanpa pandang bulu, karena pada prinsipnya kami menerima investor untuk kesejahteraan masyarakat Subang,” tegasnya.

Dukungan Masyarakat Jadi Kunci

Bupati juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan transformasi industri. Menurutnya, kehadiran pelabuhan dan kawasan industri harus berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal.
“Tidak mudah bagi sebuah daerah memiliki pelabuhan dan kawasan industri selengkap Subang. Kombinasi pelabuhan strategis, kawasan industri, dan potensi pertanian yang tetap terjaga harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi pemerintah, investor, dan masyarakat, Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Subang, sekaligus membuka peluang kerja luas bagi generasi muda daerah.

PT Dahana Tanam 1.000 Mangrove di Pantura Subang, Teguhkan Komitmen Hijau

SUBANG – PT Dahana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Subang. Aksi hijau ini berlangsung di Blok Kampung Empang, Dusun Mulyasari, Desa Anggarsari, Kecamatan Sukasari, pada Selasa (2/9/2025).

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, hadir langsung bersama jajaran manajemen, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan nelayan. “Bagi kami di PT Dahana, hari ini adalah hari istimewa. Kehadiran kami untuk kedua kalinya di Anggarsari menunjukkan bahwa kepedulian Dahana terhadap lingkungan bukanlah sesaat, melainkan upaya berkelanjutan. Kami melihat semangat yang sama dari masyarakat di sini untuk menjaga alamnya,” ujarnya.

Sebagai perusahaan industri berteknologi tinggi di bidang bahan peledak, Hary menegaskan Dahana memiliki tanggung jawab moral agar kemajuan industri tetap sejalan dengan kelestarian alam. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan. Inilah komitmen hijau Dahana,” tambahnya.

Mangrove: Benteng Pesisir dan Penyerap Karbon

Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami dari abrasi, habitat biota laut, sekaligus penyerap karbon. Menurut KLHK, hutan mangrove Indonesia mampu menyerap 3,14 miliar ton karbon, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan cadangan karbon biru terbesar di dunia.

Kolaborasi Multipihak

Kegiatan ini melibatkan masyarakat Dusun Mulyasari, perangkat Desa Anggarsari, serta pemerintah Kecamatan Sukasari. Camat Sukasari, Drs. AET Rudiatna, mengapresiasi langkah Dahana. “Atas nama warga, kami berterima kasih kepada PT Dahana. Semoga bibit mangrove yang ditanam hari ini tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain penanaman, dilakukan observasi lingkungan, deklarasi dukungan SDGs, dan diskusi strategi pengelolaan pesisir berbasis partisipasi masyarakat. Program ini sejalan dengan SDG’s poin 13, 14, dan 15.

Dampak Ekonomi untuk Nelayan

Mangrove diyakini meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Buah mangrove bahkan sudah dimanfaatkan menjadi sirup, dodol, hingga keripik, yang menambah sumber penghasilan warga pesisir.

Edukasi Generasi Muda dan Resonansi Publik

Penanaman juga melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari edukasi lingkungan. GM K3LH PT Dahana, Sudirjo Heru, menegaskan pentingnya pewarisan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Kegiatan ini pun menuai respon positif di media sosial, dengan banyak warganet mengapresiasi langkah hijau Dahana.

Harapan ke Depan

Hary Irmawan berharap lebih banyak pihak ikut serta dalam gerakan rehabilitasi mangrove. “Kalau ribuan perusahaan di Indonesia melakukan hal yang sama, kita akan menciptakan sabuk hijau pesisir yang kuat dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

Recent Posts