Beranda blog Halaman 55

Kapolres Subang Tekankan Profesionalisme dan Apresiasi Kinerja Personel

Kapolres Subang apresiasi personel

Subang – Polres Subang menggelar apel jam pimpinan yang dipimpin Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., di Lapangan Apel Polres Subang, Senin (8/9/2025). Sebanyak 280 personel mengikuti apel ini, terdiri dari Pejabat Utama (PJU), perwira, kapolsek, hingga anggota Polres Subang.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kesehatan anggota. Ia menginstruksikan Kasi Propam serta jajaran PJU untuk memperhatikan kondisi personel yang sakit agar tetap terpantau dengan baik.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel dalam mengamankan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Saat itu, Polres Subang berhasil mengamankan 129 pelajar dan mahasiswa yang terlibat.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan jajaran untuk lebih aktif melakukan sosialisasi ke SMA dan SMK terkait wawasan kebangsaan serta cinta tanah air. Sat Binmas diminta segera menyusun rencana kegiatan guna memperkuat program tersebut.

Selain itu, Kapolres menekankan persiapan menyambut kunjungan DPR RI dan Ketua MKD yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Ia menugaskan Kabag SDM bersama Wakapolres untuk menyiapkan rangkaian kegiatan, serta Kasat Intel berkoordinasi dengan Forkopimda.

Kapolres turut mengapresiasi dukungan personel terhadap tiga program pemerintah terkait SPPG (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pemerintah), penanaman, dan penjualan. Menurutnya, keterlibatan anggota Polri dan ASN menjadi bukti kedekatan Polri dengan masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap profesional dalam menjalankan tugas, baik saat patroli malam, penanganan kasus bersenjata api, maupun pengamanan aksi unjuk rasa. Kapolres menegaskan, setiap tindakan harus dilakukan tegas namun terukur sesuai prosedur.

Di akhir arahannya, Kapolres mengajak personel menjaga soliditas dan kekompakan. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan loyalitas seluruh anggota. Kapolres berharap agar Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian.

Bupati Subang Apresiasi Aksi Damai dan Kondusif di Subang

Bupati Subang apresiasi aksi damai

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian aksi unjuk rasa di Kabupaten Subang.

Hal itu ia sampaikan pada Apel Gabungan ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, 8 September 2025, di Halaman Kantor Bupati Subang. Menurutnya, suasana kondusif tercipta berkat sinergi Forkopimda, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, Subang bisa tetap aman, tertib, dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga daerah kita,” ujar Kang Rey.

Bupati menekankan pentingnya dialog, musyawarah, dan sikap saling menghormati dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai, aksi yang berlangsung di Subang menjadi contoh bahwa pendapat bisa disuarakan dengan santun tanpa merugikan masyarakat.

“Menyampaikan pendapat boleh, tapi harus dengan cara yang damai. Kalau sampai terjadi kerusuhan, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan apresiasi khusus kepada driver ojek online, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang berunjuk rasa dengan tertib serta dewasa.

“Terima kasih kepada ojol, mahasiswa, dan ormas yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Ini bukti masyarakat Subang lebih memilih damai,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Bupati mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersamaan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kita sangat terbuka terhadap aspirasi. Mari terus jaga Subang agar tetap kondusif, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

VinFast Bangun Pabrik EV di Subang, Siap Produksi 50 Ribu Unit per Tahun

VinFast bangun pabrik mobil listrik Subang

SUBANG – Menjelang berakhirnya insentif impor mobil listrik utuh (CBU) pada 2026, produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, mulai pasang gas di Indonesia. Bukan sekadar wacana, perusahaan ini tengah menyiapkan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, dengan target produksi awal 50.000 unit per tahun.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan bahwa pabrik tersebut akan memiliki desain fleksibel agar bisa diperluas sesuai kebutuhan pasar. “Kami menargetkan SOP teknis pabrik Subang pada akhir 2025. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Dari Impor CBU ke Produksi Lokal

Sejak masuk ke Indonesia, VinFast memanfaatkan insentif impor CBU, termasuk pembebasan PPnBM. Strategi ini efektif memperkenalkan lini mobil listrik mereka, seperti VF 3, serta model baru VF 6 dan VF 7. Kariyanto menyebut penjualannya sesuai ekspektasi dan unit yang diimpor sudah terdistribusi lewat jaringan diler nasional.

Strategi Pasar: Inovasi Skema Kepemilikan

Memasuki era produksi lokal, VinFast tak ingin sekadar menjual mobil. Mereka menawarkan tiga strategi jitu untuk menjaga daya saing harga sekaligus kenyamanan pelanggan:

  • Program Berlangganan Baterai: pelanggan membeli mobil tanpa harus langsung membayar penuh baterai, sehingga biaya awal lebih ringan.
  • Jaminan Nilai Jual Kembali: VinFast menjamin buyback hingga 90% dalam 6 bulan pertama, atau 70% setelah 3 tahun.
  • Gratis Isi Daya hingga 2028: pelanggan bebas mengisi di jaringan V-GREEN sampai 1 Maret 2028.

“Kami ingin memastikan pelanggan merasakan nilai kompetitif dan kenyamanan kepemilikan jangka panjang,” kata Kariyanto.

Pasar EV Indonesia Kian Matang

Data menunjukkan tren positif. Per Juli 2025, pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia sudah menembus 9,6%, naik dari 5% pada 2024 dan hanya 1% di 2022. VinFast melihat peluang emas untuk mengamankan pasokan stabil dan memperkuat kandungan lokal setelah insentif impor usai.

Investasi Besar untuk Transisi Energi

Dengan investasi senilai Rp1,85 triliun, pabrik di Subang diproyeksikan menjadi basis utama VinFast di Indonesia. Perusahaan juga menyiapkan rencana jangka panjang, mulai dari pengembangan infrastruktur pengisian daya, kemitraan lokal, hingga inovasi kepemilikan kendaraan.

VinFast optimistis mampu menjadi pemain kunci dalam transisi energi otomotif Indonesia, sekaligus menjawab tantangan mobilitas ramah lingkungan di masa depan.

FMP Jabar Bedah Rumah ke-28 di Subang, Danramil Ciasem Hadiri Peletakan Batu Pertama

Bedah rumah FMP Jabar Subang

SUBANG – Suasana hangat terasa di Dusun Jurutilu, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, pada Sabtu (6/9/2025). Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat kembali melaksanakan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kali ini, giliran rumah milik Mak Kasih yang menjadi penerima manfaat.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-17 Media Peduli Rakyat. Tak main-main, program bedah rumah yang dijalankan FMP Jabar sudah mencapai unit ke-28, tersebar di berbagai desa se-Kabupaten Subang.

Peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh sejumlah aparatur pemerintah. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Ciasem Didi Supandi yang mewakili Camat, Kapolsek Ciasem AKP Endang Kurnia, Danramil 0506 Ciasem Lettu Inf Amin yang hadir mewakili Dandim 0605 Subang, Sekdes Sukamandijaya Supyan mewakili Kepala Desa, serta Kepala Dusun Jurutilu Jojo. Peletakan terakhir dilakukan oleh Ketua Umum FMP Jabar, Abah Betmen.

Dalam sambutannya, Lettu Inf Amin menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diwujudkan FMP Jabar. “Alhamdulillah atas kepedulian yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Peduli Jawa Barat. Program ini meringankan kesulitan masyarakat di Kecamatan Ciasem. Mudah-mudahan kegiatan positif ini terus berjalan, dan rekan-rekan selalu diberikan kekuatan serta kesehatan untuk tetap konsisten berjuang,” ujarnya.

Selain unsur Muspika dan pemerintah desa, kegiatan ini juga dihadiri para tokoh masyarakat, puluhan anggota FMP Jabar, serta wartawan Media Peduli Rakyat. Kehadiran mereka menambah semangat gotong royong untuk mewujudkan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

Dengan semangat kebersamaan, FMP Jabar terus meneguhkan komitmen: bahwa kepedulian sosial bisa menjadi pondasi untuk kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sejahtera.

Hutan Sakral Subang Terancam: Warga Kehilangan Air, Hutan Disulap Jadi Kebun Kopi

Hutan tutupan Subang Kuningan

Suarasubang.com – Ada keresahan besar di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Hutan tutupan seluas 290 hektar yang dulu dijaga dengan penuh hormat kini berubah wajah. Dari kawasan sakral penyangga kehidupan, hutan itu kini disulap jadi kebun kopi, dikelola pihak luar, sementara warga lokal hanya bisa menatap tanpa kuasa.

Tokoh masyarakat setempat, Iyan Mukdiana, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Dulu warga menjaga hutan itu dengan penuh hormat. Sekarang, hutan sakral kami berubah jadi kebun kopi milik orang luar. Ketika air menghilang, siapa yang peduli?” ujarnya, Minggu (7/8/2025), di Padepokan Cipta Wening, Subang.

Ironisnya, perubahan fungsi hutan ini berdampak langsung pada kehidupan warga. Saat kemarau tiba, sekitar 70 persen masyarakat kesulitan air bersih. Padahal, hutan itu selama ini menjadi sumber utama air dan dijaga secara adat sebagai warisan leluhur.

Tak berhenti di situ, indikasi pembangunan permanen di kawasan hutan—bahkan hingga dua lantai—menambah kekhawatiran. Kang Iyan juga menyoroti dugaan praktik jual beli Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dianggap merusak fungsi lindung hutan.

Organisasi lingkungan Gema Jabar Hejo pun angkat bicara. Nanang, Sekretaris Gema Jabar Hejo Kuningan, menyebut kasus ini sebagai cermin lemahnya tata kelola hutan. “Kalau hutan lindung bisa disulap jadi kebun kopi dan dibangun gudang permanen, ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini gejala dari kerusakan sistemik. Pemerintah daerah dan Perhutani harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Mereka mendesak moratorium seluruh aktivitas non-konservasi di kawasan hutan lindung, audit independen terhadap semua PKS, serta evaluasi bangunan permanen yang sudah berdiri.

Meski gelisah, Kang Iyan tetap optimis. Ia mendorong perhutanan sosial berbasis komunitas lokal. Menurutnya, masyarakat bisa menanam bambu, aren, dan herbal sebagai solusi ramah lingkungan. Selain menjaga air, ini juga membuka peluang usaha berbasis hasil hutan nonkayu.

Ia menambahkan, pemerintah perlu hadir mendampingi masyarakat melalui pelatihan ekonomi hijau, ekowisata, dan agroforestri berkelanjutan. “Hutan ini bisa menghasilkan, tapi jangan sampai hanya untuk segelintir orang dari luar. Kami ingin hutan ini tetap lestari, air tetap mengalir, dan warga lokal bisa hidup mandiri,” ujarnya penuh harap.

Kini, warga Subang dan para pegiat lingkungan menunggu langkah konkret dari pemerintah Kabupaten Kuningan, Perhutani, dan pihak terkait. Mereka menuntut keadilan ekologis dan penghormatan atas kearifan lokal yang selama ini menjadi penjaga hutan.

“Hutan ini bukan sekadar hamparan pohon. Ia adalah ibu bagi kehidupan kami,” pungkas Kang Iyan, dengan suara yang mengandung doa dan peringatan.

Klinik Khitan Robottan Hadirkan Khitan Modern Ramah Anak dengan Promo Menarik

Klinik Khitan Robottan Subang

SUBANG – Bagi banyak anak, kata “khitan” kadang terdengar menyeramkan. Tapi, Klinik Khitan Robottan hadir untuk mengubah cerita itu. Dengan metode modern yang ramah anak, cepat, dan minim trauma, Robottan siap bikin momen khitan jadi pengalaman positif.

Owner Klinik Khitan Robottan, dr. Iman Teguh Badruzzaman, menjelaskan bahwa khitan seringkali menegangkan, baik untuk anak maupun orang tua. “Di Klinik Khitan Robottan, kami menghadirkan metode modern yang ramah anak, minim rasa sakit, dan tetap sesuai dengan standar medis terbaik,” ujar dr. Iman.

Tak perlu khawatir soal keamanan. Prosedur khitan di Robottan ditangani langsung oleh dokter berpengalaman dengan standar medis ketat. Proses jadi lebih cepat, steril, dan risiko infeksi bisa ditekan. Menariknya lagi, setiap anak yang selesai dikhitan akan mendapat hadiah spesial, supaya senyum tetap terjaga.

Bukan hanya di klinik, Robottan juga membuka layanan Khitan Massal untuk sekolah, instansi, hingga komunitas dengan biaya ramah di kantong. Bagi keluarga yang ingin lebih praktis, tersedia juga layanan Home Care—khitan langsung di rumah pasien dengan standar medis yang tetap terjaga.

Kabar baiknya, September 2025 ini ada promo diskon 10% untuk semua paket khitan, plus paket khusus hanya Rp1.000.000. Jadi, bukan hanya nyaman dan aman, tapi juga hemat di dompet.

Klinik Khitan Robottan beralamat di Jl. Pejuang 45 No. 88, Kelurahan Karanganyar, Subang. Buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Untuk info jadwal, promo terbaru, atau pendaftaran, cukup hubungi 0822-2424-2425 atau langsung datang ke klinik.

PRNU Subang Resmi Dilantik, Sekda Asep Nuroni Ajak Sinergi Wujudkan Subang Religius

Pelantikan PRNU Subang 2025–2030

SUBANG – Ada suasana hangat sekaligus khidmat di Pendopo Dharmo Diharjo (Subagio), Kelurahan Soklat, Subang, pada Sabtu, 6 September 2025. Hari itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, hadir dalam pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Subang dan Unit Pengelola Zakat, Infaq, Shadaqah NU (UPZISNU) untuk masa khidmat 2025–2030.

Tak main-main, yang melantik langsung adalah Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi, dengan dasar Surat Keputusan PCNU. Hadir pula jajaran penting seperti Camat Subang, Lurah Soklat, Forkopimcam, hingga barisan PCNU Subang. Benar-benar lengkap, seperti acara hajatan yang tidak boleh dilewatkan.

Dalam sambutannya, H. Asep Nuroni tidak pelit ucapan selamat. Ia menegaskan betapa pentingnya NU bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Subang: masyarakat adil, sejahtera, demokratis, dan tentu saja religius.

Menurutnya, NU punya peran strategis, bukan hanya di bidang agama, tapi juga sosial dan budaya. “Saya berharap pengurus ranting Nahdlatul Ulama yang baru dapat membawa NU semakin maju, berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, serta mendukung visi misi Kabupaten Subang,” ujar H. Asep Nuroni dengan penuh semangat.

Kang Asep—begitu beliau akrab disapa—juga mengingatkan bahwa PRNU yang baru dilantik harus jadi pilar penting bagi Subang. Ia mengajak semua pihak untuk kerja sama dan gotong royong, terutama lewat penguatan pendidikan dan dakwah. Tujuannya jelas: mencetak SDM cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan tangguh secara spiritual.

Dengan begitu, Subang diharapkan melesat jadi daerah unggul, maju, kompetitif, sekaligus religius. Nah, PRNU yang baru dilantik inilah yang akan jadi “mesin penggerak” menuju cita-cita besar itu.

Pajak Progresif Kendaraan di Jabar, Berlaku Per NIK Bukan Per KK

Pajak progresif kendaraan Jawa Barat

Punya kendaraan lebih dari satu di rumah? Jangan buru-buru panik soal pajak progresif. Ternyata, aturan bisa berbeda di tiap daerah. Di Jawa Barat, kabar baiknya, pajak progresif tidak serta-merta berlaku untuk semua kendaraan dalam satu keluarga.

Sekretaris Bapenda Jawa Barat, Mohamad Deni Zakaria, menjelaskan bahwa aturan pajak progresif di provinsi ini dihitung berdasarkan nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama. “Misal dalam satu rumah ada 3 orang, kemudian tiga-tiganya memiliki kendaraan atas nama masing-masing, maka ketiganya tak kena pajak progresif, karena dalam Perda diatur demikian,” ujar Deni kepada Kompas.com.

Namun, jangan salah, aturan di daerah lain bisa berbeda. Ada yang menetapkan pajak progresif berdasarkan kartu keluarga (KK). Artinya, meski kendaraan dimiliki anak, istri, dan suami, tetap dihitung sebagai kendaraan pertama, kedua, dan ketiga. Nah, di sinilah letak perbedaan antarwilayah.

Bagaimana dengan Jawa Tengah? Kepala Bidang PKB Bapenda Jateng, Danang Wicaksono, menegaskan hal serupa dengan Jabar. Pajak progresif di Jateng dihitung per KTP, bukan per KK. “Masyarakat perlu tahu ini, agar tak kena pajak progresif, jadi kendaraan kedua dan seterusnya bisa diatasnamakan ke anggota keluarga berbeda-beda, itu tidak masalah karena memang aturannya demikian,” jelas Danang.

Tujuan dari pajak progresif ini tetap sama: mengendalikan jumlah kendaraan bermotor di suatu daerah. Jadi, masyarakat di Jabar dan Jateng boleh sedikit lega. Asal kepemilikan kendaraan diatur per nama dan NIK, pajak progresif tak jadi momok menakutkan.

Utara Subang Krisis Air, Sumur Bor Jadi Andalan

Krisis air bersih Subang utara

Subang bagian utara lagi-lagi masuk sorotan. Meski hujan masih turun di tengah musim kemarau, warga di kawasan Pantura tetap kelimpungan mencari air bersih. Alih-alih segar, air di sana malah bercampur dengan rasa payau khas laut.

“Permintaan dari Pantura (Pantai Utara) Subang susah air minum karena payau (tercampur) air laut,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, Jumat 5 September 2025. Kalimat ini seakan menjadi alarm betapa peliknya situasi.

Setiap musim kemarau, cerita lama selalu terulang: warga antre, tangki air datang, dan BPBD menjadi penolong darurat. Tahun lalu pun begitu, warga tak segan melapor dan meminta suplai air lewat truk tangki. Praktis, air jadi barang mewah sementara.

Karena itulah, solusi permanen sedang digali. Bukan kiasan, tapi benar-benar digali dalam bentuk sumur bor. Udin menegaskan, proyek sumur bor bukan wacana semata. Tahap pertama sudah kelar pada 2024 dengan 10 titik, berkat tangan dingin Kodim 0605/Subang.

Masuk ke tahun 2025, tahap kedua dijalankan. Targetnya 10 titik, tapi baru 5 titik yang dikerjakan oleh Pusterad. Sisanya? Masih menunggu giliran untuk dituntaskan. “Tahap kedua tahun 2025 ada 10 titik. Yang mengerjakan Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) baru 5 titik,” jelas Udin.

Meski begitu, BPBD Subang belum bisa merinci wilayah mana saja yang benar-benar rawan krisis air. Data soal lokasi sumur yang sudah atau akan dibangun juga masih kabur. Warga pun hanya bisa berharap, sumur-sumur itu segera lahir dan menjadi penyelamat di tanah kering Pantura.

VinFast Siapkan Pabrik EV di Subang, Produksi Mulai Akhir 2025

Pabrik VinFast EV Subang mulai produksi 2025

SUBANG – Menyambut berakhirnya insentif impor mobil listrik utuh (CBU) pada 2026, VinFast mempercepat komitmen produksi lokal. Pabrikan asal Vietnam itu tengah menyiapkan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan pabrik Subang dirancang fleksibel untuk ekspansi di masa depan. “Kami menargetkan SOP teknis di pabrik Subang pada akhir 2025. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi awal 50.000 kendaraan per tahun, dengan potensi peningkatan sesuai kebutuhan pasar,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).

Sebelumnya, VinFast memanfaatkan insentif impor CBU, termasuk pembebasan PPnBM, untuk mendorong penetrasi pasar. Model VF 3, VF 6, dan VF 7 menjadi andalan distribusi lewat jaringan diler, dan menurut Kariyanto, penjualannya berjalan sesuai ekspektasi.

Memasuki era produksi lokal, VinFast menyiapkan strategi agar harga tetap kompetitif. Di antaranya program berlangganan baterai, resale value guarantee (RVG), serta fasilitas pengisian gratis. Skema berlangganan baterai, yang diluncurkan 1 Agustus lalu, memungkinkan konsumen membeli kendaraan tanpa membayar penuh baterai di awal, sekaligus menjaga nilai jual kembali.

Selain itu, VinFast menjamin pembelian kembali mobil hingga 90% dari nilai setelah enam bulan, atau 70% setelah tiga tahun. Tidak kalah menarik, pelanggan juga mendapat fasilitas pengisian gratis di jaringan V-GREEN hingga 1 Maret 2028. “Kami ingin memastikan pelanggan merasakan nilai kompetitif dan kenyamanan dalam kepemilikan jangka panjang,” tambah Kariyanto.

Tren pasar EV di Indonesia pun mendukung optimisme ini. Pangsa mobil listrik berbasis baterai (BEV) per Juli 2025 telah mencapai 9,6% (year-to-date), naik dari 5% di 2024 dan hanya 1% di 2022. Kariyanto menilai pertumbuhan tersebut sebagai bukti kesiapan konsumen beralih ke EV.

VinFast menegaskan akan terus mendukung transisi kendaraan listrik di Indonesia melalui investasi jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur pengisian daya, kemitraan strategis, hingga inovasi model kepemilikan.

Recent Posts