Beranda blog Halaman 52

Saba Desa di Tanjungsiang, Pemkab Subang Pastikan Pembangunan Merata Hingga Perbatasan

Saba Desa Subang

SUBANG – Jumat (11/9), Kecamatan Tanjungsiang mendadak jadi pusat perhatian. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi hadir dalam program Saba Desa, menyapa warga di sepuluh desa sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan.

Dua pemimpin yang akrab disapa Kang Rey dan Kang Akur ini menegaskan bahwa pembangunan Subang tidak boleh berhenti di tengah jalan. Infrastruktur harus merata, bahkan hingga ke Tanjungsiang, kecamatan paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.

“Perbatasan dan infrastruktur yang bagus akan memberi daya dukung bagi berbagai sektor di Kabupaten Subang mulai dari pariwisata, distribusi komoditas unggulan Subang, hingga peningkatan perekonomian daerah,” ujar Kang Rey, menekankan pentingnya wajah perbatasan yang harus dibangun dengan “cantik.”

Tak sekadar berkunjung, Pemkab Subang juga membawa layanan publik lebih dekat kepada masyarakat. Mulai dari layanan Bapenda, Disdukcapil, Gerakan Pangan Murah, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga perpustakaan keliling—semua hadir langsung di tengah warga Tanjungsiang.

Momen kebersamaan semakin lengkap dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Desa Cimeuhmal. Tak ketinggalan, suasana hangat terjalin lewat senam bersama yang diikuti Kang Rey, Kang Akur, Ketua TP PKK Subang Ega Anjani Reynaldy, Wakil Ketua TP PKK Ega Agustine Rosyadi, dan Anggota Komisi I DPR RI Elita Budiati.

Acara ditutup meriah dengan pertandingan sepak bola persahabatan. Kesebelasan Pemkab Subang yang dipimpin Kang Rey berhadapan dengan Forkopimcam Tanjungsiang. Tawa, semangat, dan keringat bercampur jadi satu, menandai eratnya ikatan pemerintah dan masyarakat.

Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para asisten daerah, staf ahli, kepala OPD, camat, hingga masyarakat Tanjungsiang yang memadati lokasi. Saba Desa kali ini tak hanya soal pembangunan, tapi juga tentang kebersamaan yang makin menguatkan Subang dari utara hingga ke ujung selatan.

Antrean Panjang SKCK di Subang, Imbas Euforia P3K Paruh Waktu

antrean SKCK Subang

SUBANG – Suasana di Polres Subang mendadak mirip antrean konser idola K-Pop. Bedanya, yang diburu bukan tiket konser, melainkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian alias SKCK. Dari dalam kantor hingga ke luar ruangan, masyarakat rela berjemur demi secarik surat sakti itu.

“Saya sudah ngantri dari sebelum buka loket tapi sampai sekarang masih belum kelar,” keluh seorang warga yang tampak kepayahan menunggu. Keluhan itu dibenarkan warga lain. Bukan karena pelayanan lambat, melainkan karena jumlah pemohon yang membludak.

Lalu, apa pemicunya? Rupanya, ribuan tenaga honorer di Kabupaten Subang baru saja mendapat kabar gembira. Pada Rabu (10/09/2025), pengumuman resmi menyatakan mereka lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu formasi 2024. Total ada 5.954 formasi: 2.085 guru, 563 tenaga kesehatan, dan 3.306 tenaga teknis.

Kabar itu tentu membuat suasana gegap gempita. Namun, setiap kebahagiaan memang punya konsekuensi. Salah satunya adalah kewajiban mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH). Dan, salah satu syarat utama untuk melengkapi DRH adalah SKCK. Jadilah Polres Subang banjir antrean bak lautan manusia.

Pengumuman tersebut mengacu pada surat resmi bernomor 800.11.1/2137/BKPSDM tentang Formasi P3K Paruh Waktu di lingkungan Pemda Kabupaten Subang tahun 2025. Setelah dinyatakan lolos, para pegawai wajib mengisi dan melengkapi DRH sesuai ketentuan yang tersedia di akun Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN).

Kepala BKPSDM Kabupaten Subang pun sigap mengingatkan melalui pesan grup OPD. Intinya jelas: baca pengumuman dengan teliti, patuhi jadwal, dan jangan termakan isu liar. Apalagi, BKN sudah memberi batas waktu pengisian DRH P3K Paruh Waktu hanya sampai 15 September 2025.

Singkatnya, antrean panjang SKCK ini bukan sekadar soal administrasi, tapi refleksi dari sebuah momentum besar: ribuan honorer yang akhirnya mendapat titik terang sebagai P3K. Meski harus berpanas-panas di Polres, senyum harapan tetap terjaga.

Jalan Rusak di Subang, Pengendara Serasa Naik Perahu Ombak

jalan rusak Subang

SUBANG – Bayangkan lewat jalan tapi rasanya seperti naik kapal di tengah badai. Begitulah kesan warga saat melintasi akses penghubung dari Jl. Pramuka Kelurahan Sukamelang menuju Terminal Subang Kota. Sepanjang satu kilometer, jalan ini lebih mirip arena uji suspensi kendaraan daripada jalur transportasi umum. Lubang-lubang kecil hingga sebesar baskom berjejer, siap menggoyang siapa pun yang lewat.

Tak hanya ke terminal, jalur menuju Perumahan Puri Subang Asri yang sering jadi jalan pintas ke Jl. Palabuan juga bernasib sama. Hampir seluruh badan jalan berlubang, membuat motor dan mobil tampak “menari” tidak karuan. Warga hanya bisa pasrah sambil mengeluh, tapi tetap harus lewat karena tidak ada pilihan lain.

“Mudah-mudahan ya, Pak Bupatinya kan sangat care dan responsif. Mudah-mudahan secepatnya jalan ini juga diperbaiki di anggaran perubahan,” kata Ipiet, seorang pengendara setia jalur tersebut, Minggu (14/9). Harapan yang sederhana, tapi teramat penting bagi kenyamanan ribuan pengguna jalan.

Menurut Ipiet, kondisi rusak ini bukan hal baru. Beberapa titik memang pernah ditambal seadanya dengan batu dan pasir. Namun begitu hujan turun, lubang-lubang kembali menganga seperti mulut ikan paus kelaparan. “Kalo kecelakaan tunggal sepertinya jarang, tapi enggak nyaman aja. Apalagi ini kan akses vital juga, banyak yang lewat sini termasuk pejabat,” tambahnya.

Drama jalan bolong ini tidak berhenti di situ. Akses jalan di samping Terminal Subang sebelah timur pun bernasib serupa. Jalur menuju Pasar Baru yang harusnya jadi penggerak roda ekonomi malah dihiasi lubang-lubang besar nan dalam. Bisa dibilang, mobilitas warga Subang diuji kesabarannya setiap hari.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Karena ini bukan sekadar jalan ke terminal, tapi juga jalur vital menuju perumahan dan pusat aktivitas ekonomi. Singkatnya, kalau jalan mulus, ekonomi ikut lancar. Kalau jalan rusak, ya… pengendara terus bergoyang bak naik perahu di laut lepas.

Lazismu Jabar dan Subang Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Lazismu Subang sinergi pemberdayaan masyarakat

Subang — Konsolidasi Lazismu dengan berbagai Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) internal Muhammadiyah, serta mitra eksternal, dinilai penting untuk memperkuat persyarikatan dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Upaya ini dilakukan melalui penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif dan inovatif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak sosial lebih luas sekaligus mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat akar rumput melalui program nyata. Kunjungan silaturahmi Lazismu Jabar dengan Lazismu Subang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga, membangun sinergi, serta meningkatkan brand awareness di mata publik.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran PDM Subang, antara lain Sekretaris PDM Kasja, Wakil Ketua PDM bidang Lazismu Sadi, Dewan Pengawas Syariah Ridwan Asshiddiqi, serta Badan Pengurus Lazismu Subang Ahmad Toib. Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I BP Lazismu Jabar, Wati Setia, menyebutkan bahwa kegiatan konsolidasi juga bertujuan memperkuat semangat internal Lazismu daerah dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.

Wakil Ketua BP Lazismu Jabar, Rasyid Hudori, turut memberikan materi tentang kelembagaan Lazismu, mulai dari struktur organisasi, fungsi lembaga amil zakat nasional, hingga peran strategisnya dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan visi Lazismu sebagai lembaga filantropi terpercaya di bawah Muhammadiyah.

Sekretaris PDM Subang, Kasja, berharap Lazismu Subang terus berkembang dengan menghadirkan inovasi baru yang efisien dalam penghimpunan ZIS serta pemanfaatannya secara produktif. Sementara itu, Wakil Ketua PDM bidang Lazismu, H. Sadi, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan layanan dengan mendirikan Kantor Layanan (KL) Lazismu di tingkat kecamatan maupun sekolah.

Ridwan Asshiddiqi dari DPS Lazismu Subang menegaskan bahwa tujuan utama program Lazismu adalah mendorong mustahik agar kelak dapat menjadi muzaki. Harapan ini sejalan dengan visi pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yang terus digalakkan.

Dalam kesempatan itu, Badan Pengurus Lazismu Subang Ahmad Toib bersama Sekretaris PDM juga menyerahkan santunan berupa sembako kepada puluhan mustahik. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Lazismu Subang dalam memperluas manfaat ZIS. Ke depan, diharapkan semakin banyak donatur menitipkan zakat, infak, dan sedekah sehingga jumlah penerima manfaat bisa menjangkau ribuan warga Subang secara merata.

Jambore Satlinmas Subang 2025, Perkuat Kekompakan dan Kesiapsiagaan Linmas

Jambore Satlinmas Subang 2025

Subang – Ratusan anggota Satlinmas dari Kabupaten Subang mengikuti Jambore Satlinmas 2025 yang berlangsung di Lembah Ciater Resort selama dua hari, 11-12 September 2025. Sebanyak 150 peserta dari 30 kecamatan ambil bagian dalam kegiatan bertema “Kita Wujudkan Satlinmas yang Handal, Profesional, dan Humanis serta Mampu Berperan Aktif dalam Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, serta Perlindungan Masyarakat di Kabupaten Subang”.

Berbagai agenda dilaksanakan, mulai dari lomba keterampilan pemadaman, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga uji wawasan terkait menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kegiatan ini bertujuan mempererat kekompakan sekaligus meningkatkan keterampilan anggota Linmas menghadapi situasi darurat.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau Kang Rey, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pembukaan. Ia menekankan pentingnya peran Satlinmas dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat.
“Ini ajang silaturahmi anggota Satlinmas sekaligus untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan, baik individu maupun kelompok, sehingga anggota Satlinmas semakin berperan aktif dalam menjaga ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kang Rey, Satlinmas memiliki peran strategis dalam perlindungan masyarakat, termasuk menghadapi potensi bencana alam maupun non-alam. “Satlinmas memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan perlindungan masyarakat, termasuk menghadapi bencana alam maupun non alam. Karena itu peningkatan keterampilan diperlukan agar siap siaga dan tangguh dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Selain peningkatan kapasitas, Kang Rey memastikan pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan Satlinmas. Ia bersama Gubernur Jawa Barat mendorong pekerja informal, termasuk Satlinmas, agar masuk program BPJS Ketenagakerjaan. “Saya dan Gubernur punya program agar pekerja non formal bisa dicover BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Linmas. Karena bapak bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. Ulah nepikeun bapak ngajaga desa, anak pamajikan ripuh,” jelasnya.

Kang Rey juga mengapresiasi kontribusi Satlinmas yang menjaga kondusivitas Subang. Ia berharap anggota Linmas bisa menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. “Bapak kan unggal dinten aya di lapangan di tengah masyarakat. Abdi henteu hoyong ngadangu aya masyarakat teu dibantu Linmas pikeun lapor. Abdi hoyong Linmas oge aktif membantu masyarakat, termasuk orang tua yang sakit atau rumah yang mau rubuh,” pesannya.

Acara pembukaan Jambore Satlinmas turut dihadiri Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Ciater, serta seluruh peserta.

Polres Subang Gagalkan Peredaran 37,98 Gram Sabu di Jalancagak

Polres Subang ungkap peredaran sabu

Subang – Satuan Reserse Narkoba Polres Subang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Pengungkapan dilakukan pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 15.30 WIB di pinggir Jalan Desa Sarireja.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, melalui Kasat Res Narkoba Polres Subang, AKP Wanda Ervam Liton Dachi, menyampaikan bahwa petugas mengamankan dua pria berinisial J (22), warga Kota Bandung, dan S (22), warga Kabupaten Garut. Keduanya ditangkap saat mengendarai sepeda motor Honda Beat abu-abu bernomor polisi D 2726 AES.

“Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti, berupa satu kantong plastik hitam berisi satu plastik klip ukuran sedang yang berisi narkotika jenis sabu. Dua paket sabu berukuran sedang yang dililit lakban hitam, 14 paket sabu berukuran kecil yang dililit lakban hitam, dan satu mikrotube berisi sabu,” ujar AKP Wanda Ervam.

Pengembangan kasus kemudian dilakukan di rumah J di kawasan Bandung Kulon, Kota Bandung. Dari lokasi itu, polisi kembali menemukan tujuh paket sabu kecil dililit lakban merah dan enam paket sabu kecil dililit lakban putih.

“Seluruh barang bukti tersebut, disimpan dalam dus charger handphone. Total narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan, mencapai 37,98 gram,” terangnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sabu tersebut diduga untuk diedarkan atas perintah seseorang berinisial Dr (DPO) melalui media sosial Instagram. “Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti, telah dibawa ke Mapolres Subang untuk proses hukum lebih lanjut, sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tuturnya.

Kasat Narkoba menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran sabu ini hingga ke tingkat pemasok.

Grand Final Mojang Jajaka Subang 2025 Tampilkan Pesona dan Potensi Pemuda

Mojang Jajaka Subang 2025

Subang – Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Subang 2025 berlangsung meriah di Aula Oman Syahroni, Pemda Subang, Jumat (12/9/2025). Sebanyak 30 peserta, terdiri dari 15 pasang putra-putri terbaik Subang, bersaing setelah melalui rangkaian seleksi sejak Juli 2025.

Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Subang, Didin Nugraha, S.An, menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan fisik. Aspek kecerdasan, akhlak, wawasan budaya, hingga kemampuan finalis sebagai duta budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif turut menjadi tolok ukur utama.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat generasi muda yang tampil dalam ajang tersebut. Ia menekankan bahwa Mojang Jajaka bukan sekadar kontes bakat, melainkan wadah untuk menguji kecerdasan, kepribadian, serta kepedulian pemuda terhadap budaya dan pembangunan daerah.

Menurut Kang Rey, para finalis adalah cerminan potensi besar yang dimiliki pemuda Subang. “Kabupaten Subang sedang bergerak menuju visi besar Subang Ngabret, percepatan pembangunan di berbagai bidang. Peran pemuda, termasuk Mojang Jajaka, sangat penting untuk mendukung misi tersebut,” tegasnya.

Ia berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan, menjaga integritas, serta menumbuhkan kerendahan hati bagi para finalis. “Siapapun yang terpilih menjadi Mojang Jajaka Subang 2025, ingatlah bahwa gelar ini adalah amanah untuk membawa nama baik daerah,” pesannya.

Kang Rey juga mengaitkan ajang ini dengan prestasi Subang di tingkat nasional. “Alhamdulillah, kemarin Subang menerima penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dari Kompas TV. Semoga anak-anak muda Subang semakin berperan aktif, dan pemerintah akan terus hadir untuk mendukung kreativitas mereka,” tutupnya.

Hasil Grand Final menetapkan Naura Aisya Salsabila sebagai Mojang Pinilih dan Muhammad Fachri Indarto sebagai Jajaka Pinilih. Mojang Wakil I diraih Mega Melinda dan Jajaka Wakil I jatuh kepada Muhammad Haikal Harliman. Sementara itu, Mojang Wakil II dimenangkan Maisya Aulia dan Jajaka Wakil II diberikan kepada Alzidane Fachrul Rizaldy.

Dewan juri pada malam puncak terdiri dari Ketua TP PKK Subang, Ega Anjani; Wakil Ketua TP PKK, Ega Agustine Rosyadi; Ketua DWP Subang, Hj. Siti Nuraeni Nuroni; Ketua PHRI Subang, Ratna Bambang; anggota DPRD Subang, Zennieta Frara; serta Jajaka Pinilih Jawa Barat, Arief Muhaemin.

Suara Misterius Usai Ledakan di Pamulang Bikin Warga Penasaran

suara misterius usai ledakan Pamulang

Subang – Warga Jalan Talas 2, RT 03/01, Kelurahan Pondok Cabe Hilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dikejutkan oleh suara aneh pada Jumat (12/9/2025). Suara menyerupai dengungan mesin itu masih terdengar meski aliran listrik di kawasan sudah dipadamkan.

Ketua RT setempat, Masturo (51), mengaku mendengar suara tersebut saat mendampingi aparat kepolisian memeriksa lokasi.
“Masih bunyi dengung seperti mesin. Tidak keras tapi kedengeran,” ujarnya.

Masturo mengaku bingung karena suara tidak berhenti meskipun jaringan listrik diputus sejak pagi.
“Kalau memang itu dari mesin, kenapa masih hidup? Sementara listrik sudah mati,” katanya heran.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, menegaskan pihaknya masih menyelidiki asal suara misterius itu. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga turun langsung untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Ya kami masih mengidentifikasi hal tersebut,” ucap Kapolres.

Sebagai langkah antisipasi, polisi mengevakuasi warga dalam radius 10 meter dari lokasi ledakan. Proses evakuasi melibatkan aparat TNI, camat, serta perangkat RT/RW setempat.
“Parameter kita amankan semaksimal mungkin. Kami dibantu oleh pak Camat, Ketua RW, dan TNI untuk menghimbau masyarakat agar tidak dulu beraktivitas,” tambahnya.

Pihak berwenang memastikan penyelidikan dan pengamanan akan dilakukan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Daftar Rumah Rp 166 Juta di Subang, Cek Pilihannya

rumah murah Rp 166 juta Subang

Subang – Rumah dengan harga terjangkau masih bisa ditemukan di Subang, Jawa Barat. Berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) per Kamis, 11 September 2025, ada beberapa pilihan rumah dengan harga Rp 166 juta. Berikut daftarnya:

Santuy Residence

Dibangun oleh Samiaji Pratama Putri, anggota Apersi. Rumah berharga Rp 166 juta ini memiliki luas bangunan 30 m² dan lahan 60 m², dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Material bangunan menggunakan atap baja ringan dan genteng beton, dinding batako plester aci, lantai keramik, serta fondasi batu kali.

Top Putra Residence 3

Dikembangkan oleh Top Putra Propertindo yang juga anggota Apersi. Rumah ini memiliki spesifikasi sama, yaitu bangunan 30 m² di atas lahan 60 m² dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Atap menggunakan genteng press dan rangka baja ringan. Dinding batako diaci dan dicat, lantai keramik 40×40, serta fondasi batu kali.

Bumi Gemilang Asri 2 Tahap 3

Berlokasi di Kalijati, Subang, perumahan ini dibangun oleh Mugi Mukti Mughni dari Apersi. Harga rumah Rp 166 juta dengan bangunan 30 m² di atas tanah 60 m². Tersedia 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan dilengkapi atap genteng beton, dinding batako press, lantai keramik, dan fondasi batu kali.

Panembong Residence

Proyek dari Bale Panembong Lestari yang tergabung dalam Asprumnas. Rumah ini berharga Rp 166 juta dengan bangunan 33 m² dan lahan 66 m². Memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Atap menggunakan genteng Jatiwangi dengan rangka baja, dinding bata ringan, lantai keramik, dan fondasi batu kali.

Sari Bougenville Residence

Dibangun oleh Sugih Amanah Group, anggota Apersi. Harga rumah Rp 166 juta dengan luas bangunan 36 m² dan lahan 60–96 m². Dilengkapi 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan memakai atap baja ringan, dinding bata ringan/hebel, lantai keramik, dan fondasi beton bertulang.

Itulah daftar perumahan di Subang yang menawarkan rumah seharga Rp 166 juta. Dengan beragam pilihan, calon pembeli bisa menyesuaikan kebutuhan dan lokasi yang diinginkan.

Bupati Subang Raih Penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif

Bupati Subang penghargaan ekonomi kreatif

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, menerima penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif pada acara peringatan HUT ke-14 Kompas TV. Perayaan yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa Hotel & Convention Centre, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025), mengusung tema “Menyatukan Perbedaan dengan Harmoni dalam Harmones14.” Tema ini mencerminkan semangat persatuan dan keberagaman dalam perjalanan Kompas TV serta bangsa Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, kepada Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey.

Raihan ini diberikan atas keberhasilan Kabupaten Subang dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Subang, pemerintah daerah telah menyediakan berbagai wadah untuk menyalurkan sekaligus membina pelaku ekonomi kreatif.

Beberapa di antaranya adalah Subang Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Subang, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Subang. Keberadaan wadah tersebut berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta memperluas jangkauan pasar produk-produk unggulan daerah.

Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan semangat pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif semakin meningkat. Pemerintah Kabupaten Subang juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan para pelaku ekonomi kreatif demi memajukan roda perekonomian daerah.

Recent Posts