Beranda blog Halaman 49

Bupati Subang Apresiasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan dan KUR

Bupati Subang program perumahan

Subang – Bupati Subang Reynaldy menyampaikan apresiasi terhadap Program Penguatan Ekosistem Perumahan dan Sosialisasi KUR Perumahan. Menurutnya, program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait target pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri peluncuran program yang diikuti 27 kepala daerah se-Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Kamis (18/9/2025).

Jawa Barat sendiri meluncurkan program ini dengan tajuk “Imah Merenah Hirup Tumaninah” yang berarti rumah tidak hanya sekadar bangunan, melainkan sumber kehidupan dan peningkatan kualitas hidup. Program tersebut mengacu pada empat indikator utama: meningkatkan kelayakan huni rumah, menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas hidup, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Rencananya, di Jawa Barat sendiri akan menggenjot pembangunan 100 ribu rumah subsidi dengan model padat karya, gotong royong, dan pemberdayaan UMKM,” terang Reynaldy.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini menegaskan, Pemkab Subang siap mendukung suksesnya program 3 juta rumah yang dicanangkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.

“Kami sangat membutuhkan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Subang,” pungkas Rey.

Polres Subang Guyub Lewat Olahraga Bareng

Olahraga Bersama Polres Subang

Jumat pagi, Mapolres Subang mendadak riuh oleh semangat yang berbeda. Bukan suara sirine atau deru kendaraan dinas, melainkan teriakan semangat dari ratusan personel yang ikut olahraga bersama dipimpin langsung Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, (19/9).

Agenda ini bukan sekadar olahraga rutin. Tujuannya jelas: menjaga kebugaran fisik, mempererat kebersamaan, dan memperkuat sinergi di tubuh kepolisian Subang. Dari jalan santai, lanjut ke pertandingan voli dan tenis, hingga makan bareng, semuanya dikemas penuh keakraban.

Kapolres Dony sendiri tak hanya ikut bergerak, tapi juga memberi arahan kepada para Kapolsek. Ia menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan personel. “Olahraga bersama ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan kekompakan seluruh personel Polres Subang,” tegasnya.

Hari itu, energi kebersamaan benar-benar terasa. Olahraga bareng menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga fisik tetap prima sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di tubuh Polres Subang.

UMKM Subang Gaspol, Dari Lokal Menuju Global

UMKM Subang Ngabret 2025

Subang hari itu mendadak ramai dan penuh warna. Sabtu, 20 September 2025, Graha Hajjah Masayu Zubaidah di Kecamatan Pagaden disulap jadi panggung besar untuk para pelaku usaha kecil. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Subang menggelar Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2025 dengan tema bikin penasaran: “Dari Lokal untuk Global: UMKM Subang Ngabret Sejahtera Digaet”.

Bayangkan saja, lebih dari 500 nasabah PNM Mekaar hadir, ditambah 20 tenant UMKM binaan. Mereka bukan cuma datang untuk duduk manis, tapi ikut dalam pelatihan, expo, sampai UMKM show. Intinya, ini ajang pemanasan biar UMKM Subang makin pede bersaing di era digital dan berani go internasional.

Acara makin seru dengan isi yang beragam. Ada sosialisasi manfaat BRILife, Tabungan Emas Pegadaian, materi kesehatan dari Hamori, sampai tips menghadapi Revolusi 5.0 yang disampaikan PLUT. Tidak ketinggalan, peserta juga praktik langsung bikin review usaha lewat media sosial. Ya, biar produknya nggak cuma laku di kampung sendiri, tapi juga nongol di timeline dunia.

Pembukaan berlangsung khidmat tapi tetap meriah. Dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, doa bersama, lalu disusul penampilan Tarian Sisingaan khas Subang. Hadir pula tokoh penting: Kepala Cabang PNM Subang Panji Sasmoyo, Kepala Direktorat Pengawasan LJK2 OJK Jawa Barat Indra Safian, Bupati Subang Reynaldi, dan Wakil Bupati Agus Maskyur.

Di hadapan ribuan pasang mata, Panji Sasmoyo mengungkap data yang bikin angkat alis. “PNM Subang saat ini membina lebih dari 100 ribu nasabah di Kabupaten Subang, dan totalnya bersama Purwakarta mencapai 178 ribu nasabah,” ujarnya.

Ia juga membeberkan bahwa hingga kini PNM Subang sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp491 miliar. Ada 42 kantor layanan unit, 7 kantor layanan unit utama, dan didukung 650 AO Mekaar yang mendampingi 9.697 kelompok. “Ini bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan dan mengembangkan usaha UMKM di Subang dan Purwakarta,” tambahnya.

Panji menegaskan bahwa PKU Akbar bukan sekadar agenda seremonial. “Selain menyalurkan pembiayaan, kami fokus pada peningkatan kemampuan dan kompetensi pelaku UMKM. Kegiatan PKU Akbar ini menjadi bukti nyata dukungan PNM, pemerintah, dan holding BUMN untuk membantu nasabah membangun usahanya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Suasana makin hangat saat plakat diberikan kepada tamu VIP, lalu ada penyerahan simbolis Tabungan Emas Pegadaian, sampai reward umroh untuk nasabah Mekaar. Setelah itu, pejabat dan undangan keliling stand UMKM, sambil cicip-cicip produk lokal yang menggoda.

Sebagai penutup, panggung kembali riuh. UMKM show, kunjungan ke stand, hiburan organ tunggal, dan tentu saja pengundian doorprize jadi menu terakhir. Malam itu, UMKM Subang bukan cuma tampil gaya, tapi juga membuktikan: siap ngabret ke level global.

Pemkab Subang Siapkan Tiga Langkah Jadikan PLUT Sentra UMKM

PLUT Subang sentra UMKM

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang menyiapkan tiga langkah strategis untuk menjadikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai sentra UMKM daerah. Langkah ini merupakan jawaban atas masukan dari Komisi VII DPR RI yang menyoroti minimnya produk UMKM di PLUT Subang.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menjelaskan bahwa langkah pertama adalah mengubah status PLUT dari UPTD menjadi BULD. “Yang menjadi pertanyaan dari Komisi VII DPR RI, kenapa di PLUT Kabupaten Subang ini, ga nampak banyak produk-produk UMKM. Alasan itu, karena status PLUT masih UPTD, sehingga tidak boleh berjualan, atau berusaha. Namun itu akan dilakukan Pemkab Subang, untuk merubah status UPTD menjadi BULD, agar PLUT bisa menjadi sentra produk semua UMKM yang ada,” ujarnya kepada RRI Subang, Kamis (18/9/2025).

Langkah kedua, kata Agus, adalah menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan travel serta PO bus pariwisata. Upaya ini bertujuan menarik wisatawan agar singgah ke PLUT untuk membeli oleh-oleh khas Subang. “Kedepan, yang kami pikirkan juga terkait, dengan kerja sama dengan sejumlah agen atau perusahaan travel, atau PO bus pariwisata, untuk menggaet para wisatawan yang membeli oleh-oleh khas Subang,” ungkapnya.

Sementara itu, langkah ketiga adalah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Dengan begitu, kendaraan dari Tol Cipali menuju destinasi wisata seperti Ciater atau Lembang dapat diarahkan melewati PLUT Subang. “Langkah terakhir yang akan kami lakukan, yakni dengan melakukan rekayasa lalu lintas, agar semua kendaraan yang keluarga masuk Tol Cipali bisa melintas didepan PLUT kita ini,” tegas Agus.

Ia berharap, ketiga langkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi PLUT sebagai pusat UMKM, tetapi juga mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Subang dari sektor UMKM.

Bupati Subang Lantik ASN dan Serahkan SK PPPK Tahap II

Pelantikan ASN dan PPPK Subang 2025

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP, melantik serta mengambil sumpah/janji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II serta SK CPNS menjadi PNS. Acara berlangsung di Kantor BKPSDM Kabupaten Subang, Rabu (17/09/2025).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak sembilan orang PPPK resmi menerima SK pengangkatan, sementara satu orang CPNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diangkat penuh menjadi PNS.

Pelantikan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur, demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan, menjadi ASN bukan hanya sekadar status, melainkan amanah besar. “Menjadi ASN bukan sekadar mendapatkan status, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab. ASN hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, tugas utama ASN adalah memastikan setiap kebijakan, program, dan layanan benar-benar berpihak pada masyarakat. Kang Rey juga mengajak para ASN yang baru dilantik untuk menunjukkan loyalitas, komitmen, serta mendukung program strategis daerah.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM Subang, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

ASN Subang Raih Lulusan Terbaik PKP 2025 dengan Proyek SIPAM

ASN Subang lulusan terbaik PKP 2025

SUBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Subang. H. Iman Mutaqien Nopiana, SE., M.AP, Kasi Trantib Kecamatan Cikaum, berhasil meraih predikat lulusan terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 yang digelar Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).

Iman menjadi satu-satunya peserta dari Pemkab Subang yang meraih nilai tertinggi, mengungguli 48 peserta lain dari berbagai instansi, termasuk Pemerintah Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Nias, Kabupaten Belitung, UIN Raden Intan Lampung, hingga Kementerian Perindustrian RI.

PKP merupakan program wajib bagi ASN yang menduduki jabatan struktural Eselon IV/a dan IV/b. Selama empat bulan, Iman mengikuti pendidikan intensif. Lebih membanggakan lagi, keikutsertaannya tidak membebani APBD Subang karena dibiayai secara mandiri usai menerima surat pemanggilan dari LAN RI melalui BKPSDM serta surat perintah dari Sekretaris Daerah Kabupaten Subang.

Dalam pelatihan ini, Iman mengusung proyek perubahan berjudul “Sistem Pengawasan Jam Malam (SIPAM)”. Program tersebut merespons Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 51/PA.03/DISDIK dan Surat Edaran Bupati Subang Nomor 400.3.1.03/Disdikbud tentang penerapan jam malam bagi pelajar.

SIPAM hadir untuk menjawab keresahan orang tua terkait masih banyaknya pelajar yang berkeliaran hingga larut malam. “SIPAM adalah wujud kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Kami ingin memastikan anak-anak fokus pada pendidikan dan terhindar dari hal-hal negatif,” ungkap Iman.

Meski sudah berjalan sejak Agustus 2025, peluncuran simbolis SIPAM dilakukan awal September dengan melibatkan Muspika Cikaum, Polsek, Koramil 0508 Puwadadi, Ketua PGRI, para kepala sekolah, Linmas desa, Karang Taruna, hingga instansi vertikal lainnya. Patroli gabungan dilakukan setiap malam setelah pukul 21.00 WIB di titik rawan tempat pelajar biasa berkumpul, seperti warung kopi, minimarket, dan area publik.

Penghargaan lulusan terbaik diserahkan langsung oleh Kepala Pusjar SKTAN LAN RI pada penutupan PKP Angkatan II Tahun 2025, Kamis, 18 September 2025, di Gedung Serba Guna Pusjar SKTAN LAN RI, Jatinangor, Sumedang.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi ASN Subang untuk terus berinovasi, sekaligus bukti bahwa ASN daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Kodim 0605/Subang Kawal Optimasi Lahan Non Rawa untuk Swasembada Pangan

Optimasi lahan non rawa Subang

SUBANG – Kodim 0605/Subang berkomitmen penuh mengawal program optimasi lahan non rawa seluas 5.374 hektare di Kabupaten Subang. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat swasembada pangan dan ketahanan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, melalui Pasi Ter Kodim 0605/Subang, Lettu (Inf) Ganjar Andriana Belo. “Komitmen kami TNI-AD, sudah menjadi perintah, atau komando langsung bapak Panglima TNI, bapak KASAD, bapak Aster AD, bapak Pangdam III Siliwangi, hingga pak Dandim 0605/Subang. Kami pasti mengawal dan mendampingi jalannya optimasi lahan non rawa ini, agar berjalan sukses,” ujarnya kepada RRI Subang, Rabu (17/9/2025).

Untuk mendukung program ini, seluruh Babinsa dilibatkan sebagai ujung tombak TNI-AD di lapangan. Mereka bertugas mendampingi petani sekaligus memastikan kelancaran pembangunan proyek penunjang seperti lining dan jalan usaha tani yang dilaksanakan oleh kelompok tani maupun Dinas Pertanian.

“Hambatan itu bisa berbentuk gangguan dari oknum-oknum tertentu yang ingin mengerecoki jalannya pembangunan tersebut, dan TNI-AD melalui Babinsa-nya akan hadir untuk mengawal,” tegasnya.

Lettu Ganjar menambahkan, Kodim 0605/Subang siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program optimasi lahan non rawa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai garda terdepan, kami siap melaksanakan pengawalan dan pendampingan optimasi lahan non rawa, agar sukses dan tanpa hambatan apapun,” tandasnya.

Ketua DPRD Subang Ultimatum DLH Bersihkan Sampah TPS Jalitri

Sampah TPS Jalitri Subang

SUBANG – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalitri, Subang, menuai keluhan warga. Bau menyengat dan belatung yang memenuhi lokasi membuat Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, turun tangan langsung pada Kamis, 18 September 2025.

Dalam kunjungan itu, Victor didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Subang, Hendra Boeng Purnawan, serta Kabid Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, Irwan Wibawa. Ia menegaskan, masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kita bersepakat, dalam dua hari ke depan sampah di Jalitri harus clear dan clean. Jangan sampai menumpuk lagi,” tegas Victor.

Untuk mencegah masalah terulang, Victor meminta DLH menyiagakan lebih banyak armada. “Saya tidak mau tahu, setelah ini harus standby 10 armada supaya sampah tidak menumpuk lagi,” ujarnya.

Meski begitu, Victor mengakui adanya sejumlah kendala. Armada yang tersedia terbatas, sebagian kendaraan mengalami kerusakan, dan akses menuju TPA Jalupang cukup sulit.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Sampah DLH Subang, Irwan Wibawa. Menurutnya, kebutuhan ideal armada di Subang mencapai 80 unit, namun saat ini baru tersedia 26 unit.

Irwan juga menjelaskan bahwa di Kecamatan Subang terdapat empat TPS, yaitu Jalitri, Sidodadi, Terminal, dan Pujasera. Dari empat lokasi itu, TPS Terminal menghasilkan sampah paling banyak, sekitar 15 ton per hari. Sedangkan TPS Jalitri menampung hingga 10 dump truk dengan kapasitas 5–6 ton per truk setiap harinya.

Victor menegaskan DPRD Subang akan terus mengawal penanganan sampah. Tujuannya agar Subang terbebas dari kesan kumuh dan masyarakat bisa hidup lebih sehat serta nyaman.

DPRD Subang Didesak Bangun Monumen untuk Bupati Pertama dan Kedua

monumen Bupati pertama Subang

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang didesak segera membangun monumen atau memberikan penghargaan kepada Bupati Subang pertama, Danta, dan kedua, Acu Samsudin.

Desakan ini disampaikan Ketua LESBUMI PCNU Kabupaten Subang, Agus Eko Muchamad Solihin, kepada anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono, pada Senin (15/9/2025) di ruang Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang.

“Sudah sejak lama, Pemerintah Kabupaten Subang seperti abai terhadap jasa-jasa yang telah ditorehkan oleh mantan Bupati Danta dan Acu,” ujar Eko.

Menurutnya, seharusnya Pemkab Subang memberikan penghargaan layak bagi kedua mantan Bupati tersebut. “Mantan Bupati yang lain sudah diberikan penghargaan, sementara Bupati pertama, saat dilakukan pemekaran Kabupaten Karawang menjadi Karawang Timur, serta yang ‘menggondol’ menjadi Kabupaten Subang, tidak diberi penghargaan,” ucap Eko.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono, menyatakan siap menindaklanjuti desakan LESBUMI PCNU. “Kami akan lakukan komunikasi dengan para pihak terkait hal ini,” ucap Beni.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian LESBUMI PCNU Subang. “Memang banyak jasa beliau atas Kabupaten Subang ini, mudah-mudahan segera terrealisasi,” harap Beni.

PLB Dahana, Solusi Penyimpanan Bahan Peledak Aman dan Efisien

PLB Dahana penyimpanan bahan peledak

Subang – PT Dahana memperkenalkan layanan Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada pengunjung Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IICGE) 2025. Fasilitas ini hadir sebagai solusi bagi perusahaan migas yang membutuhkan penyimpanan bahan peledak secara aman, efisien, dan sesuai regulasi.

Muty S. Desrini, Senior Manager Pemasaran & Operasional Sektor Minyak dan Gas PT Dahana, menjelaskan bahwa PLB Dahana mampu menjawab tantangan logistik bahan peledak, termasuk kepastian hukum. “PLB Dahana dirancang mengikuti aturan kepabeanan yang jelas sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 272/PMK.04/2015. Dengan begitu, pelanggan dapat merasa tenang karena semua aspek legal dan teknis sudah terpenuhi. Hingga saat ini, perusahaan Geothermal di Indonesia 90% memanfaatkan PLB Dahana,” ujarnya.

Berlokasi di kawasan Energetic Material Center (EMC) Subang, Jawa Barat, PLB Dahana berada di pusat pengembangan bahan peledak terbesar di Asia Tenggara. EMC yang dilengkapi fasilitas produksi modern menjadikan PLB Dahana bagian dari ekosistem solid untuk mendukung industri pertambangan, geothermal, dan konstruksi.

Letak PLB yang strategis di kawasan ekonomi Rebana juga menjadi nilai tambah. Dengan akses ke Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan Tol Cipali, PLB Dahana mampu memangkas biaya transportasi bahan peledak ke berbagai wilayah di Indonesia. Efisiensi ini membantu konsumen menjaga daya saing biaya operasional.

“Selain efisiensi biaya, PLB Dahana juga membantu pelanggan dalam memonitor bahan peledak berupa inventory management system serta CCTV. Stok bisa dipantau secara real-time. DAHANA ingin memberikan kepastian dan kenyamanan kepada pelanggan,” tambah Muty.

Berbagai keunggulan yang ditawarkan PLB Dahana mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan penyimpanan bahan peledak terbaik, aman, dan terpercaya.

Recent Posts