Beranda blog Halaman 479

Penanganan Pencemaran Lingkungan di Bekasi Jadi Prioritas

Ilustrasi-Pencemaran-Lingkungan.jpg

harapanrakyat.com – Penanganan pencemaran lingkungan dan kekeringan akan menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi. Dalam upaya ini, Pemprov Jabar akan fokus pada beberapa aspek kunci. Termasuk pengelolaan limbah domestik, limbah industri, dan ketersediaan air bersih.

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, penanganan pencemaran lingkungan di sungai-sungai Bekasi masih menghadapi kendala klasik. Salah satunya adalah sulitnya menemukan pelaku pencemaran di kalangan industri.

Bey menuturkan, kebanyakan industri yang menjadi pelaku pencemaran lingkungan berlokasi di luar wilayah Bekasi. Sehingga, kata ia, pihaknya sulit secara hukum untuk mengumpulkan barang bukti yang cukup.

Baca Juga : Bey Machmudin Pastikan Penyaluran Air Bersih di Bekasi Lancar

Bey mengungkapkan, Pemprov Jabar akan mengambil langkah tegas dengan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri sumber limbah pencemaran lingkungan ini. Kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, kepolisian, dan TNI akan dijalin untuk mencari solusi terbaik.

Selain pencemaran lingkungan, penanganan kekeringan juga menjadi fokus utama Pemprov Jabar di Bekasi. Bey mencatat bahwa pasokan air bersih akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan warga Bekasi. Lebih dari 5 juta liter air bersih telah didistribusikan Pemprov Jabar untuk warga Bekasi, dan komitmen untuk menambahnya terus ada.

“Suplai air secara keseluruhan di Bekasi sudah mencapai 5 juta liter air, dan kami terus memantau kondisinya,” kata Bey dalam keterangan resminya, Sabtu (7/10/2023).

Untuk mencegah krisis air bersih selama musim kemarau mendatang, kata Bey, Pemprov Jabar telah mempersiapkan infrastruktur penunjang. Termasuk perencanaan pembangunan bendungan, embung-embung, dan sumur resapan.

Baca Juga : Pj Gubernur Jawa Barat Dorong Pengolahan Sampah di Sekolah

Bey mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal drainase, selama musim kemarau ini.

“Penanganan pencemaran lingkungan dan kekeringan di Kabupaten Bekasi menjadi prioritas Pemprov Jabar. Pemerintah siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini demi kesejahteraan masyarakat Bekasi,” ungkapnya. (Ecep/R13/HR Online)

Sri Sultan HB X Resmi Membuka Ajang Kustomfest 2023

kustomfest-2023_1-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Yogyakarta – Lebaran kustom alias Kustomfest 2023 resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu (7/10/2023).

Ajang Kustomfest sendiri merupakan pestanya modifikator kustom kulture dan builder terbesar di Indonesia yang memasuki gelaran ke 12 kalinya pada tahun ini.

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kustomfest yang konsisten terus diadakan selama 12 tahun berturut-turut.

“Kustomfest tetap setia dengan komitmen di awal kelahirannya sebagai sebuah ruang saklar sekaligus bentuk kolaborasi nyata pergerakan kustom kulture yang mengusung identitas karya terbaik. Ini merupakan bentuk konsistensi dan kerja keras, serta dukungan semua pihak,” ucap Sri Sultan dalam seremoni pembukaan Kustomfest di Yogyakarta, Sabtu (10/7/2023).

sri sultan hb x kustomfest 2023

Baca juga: Beli Tiket Kustomfest Bisa Menang Mobil Kustom Keren

Sri Sultan juga menambahkan jika pemilihan tema Retro Future pada Kustomfest 2023 ini diibaratkan sebagai sebuah roda kendaraan yang esensinya saling membutuhkan.

Seperti tahun sebelumnya, di Kustomfest kali ini juga mengundang tamu dari luar negeri. Nama-nama seperti Mooneyes, Hiro “Wildman” Ishii, Natqq, Winston Yeh – Rough Crafts, Kaichiroh Kurosu – Cherrys Company, Masayuki Sugihara – Luck MC, Yuichi Yoshizawa – CW Zon, Toshiyuki “Cheetah” Osawa.

Selain akan menjadi ajang pertemuan akbar para automotive enthusiast dari dalam dan luar negeri, ekspresi para builder dan painter di skena kustom kulture, unjuk gigi para UMKM dan jenama lokal, Kustomfest 2023 menjadi wahana promosi para produsen otomotif dan apparel terkemuka.

Hal ini sesuai dengan spirit Kustomfest untuk selalu membawa perubahan yang mempunya dampak besar bagi tumbuhnya industri kreatif hingga ke mancanegara.

Baca juga: Flattrack Slide on Sunday di Kustomfest 2022 Didukung Produsen Aftermarket Lokal

kustomfest 2023

Beberapa rangkaian acara di Kustomfest 2023 antara lain Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Kustom Journey, Kustom Paint Exhibition, Von Dutch Wizard Lamp Paint Contest, Kuroboshi Airbrush / Spray Paint Kontest, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint Kontest, Diecast Kontest, Kustom Bicycle Show, RC Show Off Body Contest, BMX Kontest, Pin Up Contest dan juga balapan Flat Track.

Menurut Lulut Wahyudi, Director Kustomfest menjelaskan jika tema Retro Future tahun ini di angkat sebagai sebuah cerminan dari sejarah panjang produk produk otomotif terkategori dalam berbagai era yang lazim disebut vintage, prewar, classic, retro.

“Pada saat sebuah kendaraan dibuat baik desainer, produsen sampai pembeli tidak pernah berpikir produk tersebut akan menjadi sebuah produk vintage, klasik, retro dan sebagainya di masa yang akan datang. Kita tahu bahwa yang membedakan dari setiap era tersebut adalah muncul karya yang dihasilkan oleh pelaku kustom kulture,” ujar Lulut.

Baca juga: Kustomfest 2022 Siapkan Lucky Draw Chopper Electric Bike untuk yang Beruntung

kustomfest 2023

Lulut menambahkan jika hal ini juga mengajak untuk berpikir, melihat mencermati bahwa kendaraan atau produk yang saat ini mungkin terlihat biasa saja tetapi di masa depan bisa jadi sesuatu yang langka dan menjadi produk buruan kolektor.

Jangan lewatkan juga aksi band papan atas seperti Deadsquad, Kelompok Penerbang Roket, The SIGIT, Jangar dan The Hydrant akan menjadi beberapa penampil untuk menghibur para pengunjung sambil menikmati sajian kuliner dan aktivitas outdoor.

Bey Machmudin Pastikan Penyaluran Air Bersih di Bekasi Lancar

SIdak-Penyaluran-Air-Bersih.jpg

harapanrakyat.com – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melakukan inspeksi mendadak penyaluran air bersih ke Kantor Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (6/10/2023).

Saat berada di Kantor Kecamatan Babelan, Bey melihat adanya upaya pemerintah sempat untuk terus melakukan aktivitas penyaluran air bersih kepada masyarakat.

“Memang kekeringan yang terjadi saat ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tapi tadi saya melihat ada mobil tangki air yang siap membagikan (air bersih) ke desa-desa yang ada di sini,” kata Bey.

Baca Juga : Pj Gubernur Jawa Barat Dorong Pengolahan Sampah di Sekolah

Bey mengatakan, mobil tangki peyaluran air bersih tersebut memiliki kapasitas 8.000 liter. Ini berarti, kata Bey, akan ada 8.000 liter air bersih yang terdistribusikan ke 200 kepala keluarga. Masing-masing keluarga mendapatkan bagian 40 liter air bersih.

Bey menambahkan, persoalan kekeringan dan air bersih memang sedang menjadi fokus perhatian Pemprov Jabar saat ini untuk Kabupaten Bekasi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Bey mengatakan, Pemprov Jabar akan mendistribusikan tidak kurang dari 5 juta liter air bersih kepada masyarakat Kabupaten Bekasi. Ia mengharapkan penyaluran air bersih itu dapat memenuhi kebutuhan warga.

“Bisa jadi jumlah tersebut akan terus bertambah, dan kami akan terus pantau,” ujar Bey.

Sementara itu, untuk mencegah kejadian serupa terjadi di tahun mendatang Pemprov Jabar akan melakukan pembangunan infrastruktur. Pembangunan itu mulai dari pembangunan bendungan, embung-embung hingga sumur serapan.

Baca Juga : BMKG Prediksi Musim Hujan Awal November Ini, Bagaimana dengan El Nino?

Akan tetapi, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut bersama menjaga lingkungan selama musim kemarau berlangsung, terutama saluran air. Hal ini agar saat musim hujan datang, saluran air tersebut tidak tersumbat yang dapat mengakibatkan banjir.

“Untuk infrastruktur itu pasti ada, kalau bendungan perlu waktu. (Ada pula) Sumur resapan, embung-embung, ini sudah kami prioritaskan untuk di Bekasi ini. Untuk saat ini, kami memantau penyaluran air bersih kepada warga,” kata Bey. (Revi/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Pj Gubernur Jawa Barat Dorong Pengolahan Sampah di Sekolah

Pengolahan-Sampah-di-Sekolah.jpg

harapanrakyat.com – Sejalan dengan upaya mengurangi sampah dari hulu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, memastikan agar kegiatan pengolahan sampah dapat diajarkan dari tingkat sekolah.

Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (6/10/2023), Bey menegaskan, para siswa harus memahami pentingnya pengolahan sampah di sekolah. Pemilahan dan pengolahan sampah itu baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

“Jadi setiap siswa harus bisa memilah walaupun baru memilah saja yang organik dan anorganik,” ujar Bey.

Baca Juga : Pemprov Jabar Tambah Kuota Buangan Sampah Bandung Raya

Salah satu siswa kelas 11, Reysal Maulana Ramadhan menceritakan, ia sudah menerapkan kegiatan pemilahan sampah dengan baik. Ia memisahkan dan mengumpulkan sampah botol plastik dan menyerahkannya ke bank sampah.

Selain itu, Bey juga memeriksa kondisi tempat pembuangan sampah di area sekolah. Bey ingin memastikan siswa telah memilah sampah. Hal itu sejalan dengan kegiatan pemisahan sampah saat proses pengangkutan.

“Jangan sampai siswa-siswa di sini sudah memilah, tapi di truk sampahnya disatukan lagi. Kan percuma juga. Tetapi ternyata mereka sudah memisahkan juga antara sampah organik dan anorganik,” katanya.

Pastikan Pengolahan Sampah di Sekolah, Bey Tinjau Kondisi Ruang Kelas

Selain fokus pada pengolahan sampah, Bey juga peduli terhadap kondisi sekolah. Bey menemukan sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan dan tidak bisa terpakai.

“Saya melihat kegiatan belajar di sekolah ini dan ternyata harusnya mereka mempunyai 36 kelas. Ternyata hanya bisa menggunakan 31 kelas dan satu kelas menggunakan laboratorium. Empat kelas mengalami kerusakan,” tuturnya.

Baca Juga : Masalah Sampah Pasar Tradisional Jadi Perhatian Pemkot Bandung

Dalam mengatasi masalah ini, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, berkomitmen untuk segera menindaklanjuti bersama jajarannya. “Ini saya akan segera bicarakan mudah-mudahan akan segera kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Pj Gubernur Bey Machmudin memastikan, pendidikan tentang pengolahan sampah di sekolah adalah langkah yang penting menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, upayanya untuk memperbaiki kondisi sekolah juga merupakan investasi dalam masa depan pendidikan di Jawa Barat. (Ecep/R13/HR Online)

Gubernur Jawa Barat Pertama Soetardjo Kartohadikoesoemo, Ini Profilnya

Gubernur-Jabar.jpg

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat pertama, Soetardjo Kartohadikoesoemo atau Soetardjo Kartaningprang merupakan anggota Volksraad yang pernah mengajukan petisi kepada Ratu Belanda.

Petisi yang dikenal dengan nama Petisi Soetardjo itu berisi tuntutan agar Hindia Belanda dapat mengelolah negerinya sendiri tanpa campur tangan orang-orang Belanda.

Tak cuma itu, petisi ini juga memperjuangkan kedudukan yang setara bagi kaum Bumiputera karena dianggap sebagai bagian dari wilayah yang membentuk Kerajaan Belanda.

Perjuangan itu Soetardjo lakukan ketika ia masih menjadi anggota Volksraad yang merupakan Dewan Rakyat hasil bentukan Belanda.

Selain pernah menjadi anggota Volksraad, Soetardjo juga menjadi Gubernur Jawa Barat yang ketika Indonesia merdeka.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini profil Soetardjo Kartohadikoesoemo, anggota Volksraad yang menjadi Gubernur Jawa Barat.

Profil Soetardjo Kartohadikoesoemo Gubernur Jawa Barat Pertama

Ayu Widowati Johannes, dalam buku berjudul “Pilkada: Mencari Pemimpin Daerah” (2020), Soetardjo Kartohadikoesoemo lahir di Blora, Jawa Tengah 22 Oktober 1892. Ia meninggal di Jakarta, 20 Desember 1976. Soetardjo Kartohadikoesoemo meninggal dalam usia 84 tahun.

Baca Juga: Sejarah Stasiun Kereta Padalarang, Pernah Dibom saat Invasi Jepang

Ayahnya bernama K. NG. Kartoredjo, seorang Wedana Bancar, Kabupaten Tuban yang merupakan keturunan keluarga pemerintahan di Madura.

Ibunya bernama Mas Ayu Kartoredjo dan merupakan keturunan pemerintahan di Banteng. Mungkin karena inilah Soetardjo mendapatkan pendidikan yang terbilang jarang waktu itu.

Soetardjo mendapatkan pendidikan formal pertamanya di ELS (Europeesche Lagere School), sekolah dengan bahasa pengantar berupa Bahasa Belanda.

ELS ini biasanya hanya diperuntukkan bagi keturunan Eropa, Timur Asing, atau pribumi dari tokoh terkemuka. Sehingga tidak semua orang bisa bebas masuk ke sekolah ini. Hanya mereka yang memiliki kedudukan tinggi saja yang dapat memperoleh pendidikan di sekolah ini.

Sejumlah Jabatan Birokrasi Soetardjo Kartohadikoesoemo

Selepas menyelesaikan pendidikannya di ELS, Gubernur Jawa Barat pertama itu kemudian melanjutkan pendidikannya di Opleidingsschool voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) Magelang. Ini merupakan sekolah pendidikan pribumi khusus Pegawai Negeri Sipil.

Mereka yang masuk ke sekolah ini merupakan calon-calon pegawai Bumiputera pada zaman Belanda. Selepas lulus dari sekolah tersebut, para pegawai itu akan dipekerjakan sebagai pamong praja di Pemerintahan Belanda.

Pekerjaan pertamanya sebagai birokrat pada tahun 1911, ketika menjadi juru tulis di Rembang. Tak hanya itu, ia juga menjadi juru tulis Jaksa dan juru tulis mantra kabupaten. Soetardjo juga pernah menjabat sebagai asisten wedana pada tahun 1913.

Baca Juga: Sah! Inilah Sosok Pj Sekda Jabar yang Baru, Bey: Orangnya Baik

Tercatat bahwa Soetardjo pernah mengemban jabatan-jabatan birokrasi lainnya seperti menjadi jaksa hingga wedana di Rembang.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai patih ketika di Gresik, dan menjadi salah satu pelopor dalam pembentukan pembentukan Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumiputera (PPBB).

Menjadi Anggota Volksraad

Gubernur Jawa Barat pertama, Soetardjo Kartohadikoesoemo sendiri sebenarnya dikenal sebagai salah satu anggota Volksraad atau Dewan Rakyat. Ia terpilih ketika Sidang I Volksraad pada bulan Juni 1931 yang berlangsung di Batavia.

Ia menjadi salah satu perwakilan dari PPBB dan kemudian terpilih menjadi anggota College van Gedelegeerde Volksraad (Badan Pekerja Dewan Rakyat).

Volksraad sebenarnya merupakan Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda bentukan Gubernur Jenderal J.P. van Limburg Stirum, bersama Thomas Bastiaan Pleyte pada 16 Desember 1918.

Ketika awal pembentukannya Dewan Rakyat atau Volksraad ini memiliki sekitar 38 anggota dengan. 15 diantaranya berasal dari pribumi. Beberapa anggota lainnya berasal dari kalangan Belanda dan Timur Asing.

Mantan Gubernur Jawa Barat ini memang dikenal sebagai salah satu anggota Volksraad yang progresif. Ia aktif memperjuangkan hak-hak kaum Bumiputera. Salah satu perjuangannya yang terkenal yaitu Petisi Soetardjo.

Baca Juga: Gubernur Jabar Ingatkan Media Jangan Defensif dengan Disrupsi Digital

Usulkan Petisi ke Pemerintah Hindia Belanda

Sartono Kartodirdjo dalam buku berjudul “Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional” (2015), pada 15 Juli 1936, Seoetardjo Kartohadikoesoemo selaku wakil PPBB dalam Dewan Rakyat/Volksraad, mengajukan usul petisi kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Ia mengusulkan agar diselenggarakan suatu konferensi Kerajaan Belanda yang membahas status politik Hindia Belanda dalam 10 tahun mendatang. Yaitu status otonomi dalam batasan artikel 1 dari UUD Negeri Belanda.

Petisi inilah yang dikemudian hari disesali oleh Kerajaan Belanda. Karena pada tahun 1945 Indonesia resmi lepas dari Belanda.

Pemikiran Soetardjo tentang petisi tersebut memang terbilang cukup berani dan radikal. Bahkan, Sam Ratulangi sempat kaget ketika membaca hasil dari petisi gagasan Soetardjo tersebut.

Tak hanya aktif dalam menyuarakan petisi itu, Soetardjo juga pernah mendukung usulan Thamrin mengenai istilah Nederlands Indisch dan Inlander. Diganti menjadi nasionalis Indonesia, Indonesisch dan Indonesier.

Ditunjuk Menjadi Gubernur Jawa Barat

Selain karirnya di Volksraad, ketika Indonesia merdeka Soetardjo Kartohadikoesoemo menjadi salah satu gubernur yang ditunjuk untuk memimpin salah satu provinsi waktu itu.

Jabatan yang Soetardjo emban waktu itu adalah Gubernur Jabar dan berkedudukan di Bandung. Namun, jabatan ini ia emban tidak lama akibat adanya konflik dan pertempuran Bandung Lautan Api.

Mengutip buku berjudul “Gubernur Pertama di Indonesia” (2017), berlatar belakang budaya Jawa, Soetardjo Kartohadikoesoemo yang ditunjuk untuk memimpin Jawa Barat. Secara umum masyarakat Sunda menerimanya.

Soetardjo memberikan instruksi kepada masyarakat Jawa Barat dan menekankan bahwa apapun yang mereka lakukan adalah atas nama Kemerdekaan Indonesia. Dari sinilah Soetardjo memiliki peran yang penting di Jawa Barat selama masa-masa revolusi.

Meskipun memimpin salah satu wilayah penting di Indonesia, Soetardjo sendiri memegang kendali dari Jakarta. Untuk membantu mengatur jalannya pemerintahan di Jawa Barat, ia dibantuk oleh beberapa tokoh berpengalaman.

Salah satu contohnya adalah Raden Puradiredja yang diangkat menjadi Residen Priangan. Selain itu, ada juga Oto Iskandar Dinata yang berkedudukan sebagai Menteri Negara dan Menteri Urusan Keamanan.

Oto Iskandar Dinata lah yang membantu Soetardjo dalam hal menyangkut permasalahan yang timbul di daerah, terutama di Kota Bandung.

Berkaitan dengan masalah keamanan daerah ini, ia dibantu oleh Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Jenderal Kartasasmita dengan Kolonel Abdul Haris Nasution.

Selain itu, terdapat pula Angkatan Pemuda Indonesia, Laskar Wanita Indonesia, Barisan Banteng Republik Indonesia, Barisan Merah Putih. Kemudian Pasukan Beruang Merah, Angkatan Muda Kota Besar Bandung, dan Angkatan Muda Kereta Api.

Pindah ke Yogyakarta atas Perintah Presiden Soekarno

Soetardjo memang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pertama ini hanya dalam waktu cukup singkat. Namun, komitmennya sebagai seorang kepala daerah tidak diragukan lagi. Apalagi ia memimpin Jawa Barat saat kondisi sedang genting-gentingnya.

Kepindahannya dari Jawa Barat ke pusat pemerintahan yang pindah ke Yogyakarta bukanlah tanpa sebab. Ia diminta langsung oleh Presiden Soekarno waktu itu.

Untuk mempersiapkan kepindahannya, Soetardjo kemudian menunjuk calon penggantinya. Ia menunjuk Ardiwinangun yang waktu itu menjabat sebagai Residen Priangan.

Soetardjo menilai Ardiwinangun orang yang tepat untuk memimpin Jawa Barat waktu itu. Setelah ia tidak menjadi gubernur lagi, Soetardjo menjadi penasihat presiden. Di Yogyakarta ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung.

Soetardjo sendiri kemudian wafat di Jakarta pada tanggal 20 Desember 1976 saat usianya 84 tahun. Ia kemudian dimakamkan di Astana Bibis Luhur, Surakarta.

Memang mantan Gubernur Jawa Barat pertama ini merupakan salah satu tokoh yang berkecimpung dalam dunia birokrasi Belanda. Namun, tak perlu meragukan lagi perjuangannya untuk mengangkat hak dan kedudukan Bumiputera. Hal itu terbukti sejak zaman pendudukan Belanda hingga Indonesia merdeka. (Azi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Tanaman Akar Wangi Garut, Simbol Budaya yang Kini Mendunia

Tanaman-Akar-Wangi-Garut.jpg

Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki salah satu produk unggulan yang kini mendunia, yaitu Tanaman Akar Wangi. Tak hanya menghasilkan aroma wewangian kualitas tinggi, tanaman ini juga menjadi bahan pembuatan kerajinan.

Tanaman ini memiliki keunikan karena merupakan anggota keluarga tanaman padi dan serai. Daunnya memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan bentuk yang memanjang dan sempit.

Ciri Khas Tanaman Akar Wangi Garut

Salah satu ciri khas Akar Wangi adalah aroma wangi yang terpancar dari akarnya, sehingga menjadikan bahan utama yang berguna untuk parfum atau pewangi. Proses ekstraksi minyak dari akar wangi dan penyulingan akarnya menghasilkan produk berupa penyedap makanan, wangi aroma terapi, dan bahan kosmetik.

Wewangian Kualitas Tinggi dan Simbol Budaya

Keistimewaan Tanaman Akar Wangi Garut juga terletak pada nilai ekonomisnya. Minyak yang berasal dari ekstraksi ini memiliki kualitas tinggi dan diminati pasar dalam dan luar negeri. 

Baca Juga: Keunikan Kampung Adat Pulo Garut, Wisata Kultural yang Mengesankan

Petani atau pembudidaya menjual minyak ekstrak ini kepada industri sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan vital.

Namun, tak hanya dalam aspek ekonomi, Akar Wangi juga memegang peranan penting sebagai simbol budaya di Garut. Tanaman ini menjadi bagian dalam berbagai ritual adat dan upacara seperti pernikahan atau pemakaman. 

Keberadaannya turut memperkaya kehidupan masyarakat dan menghidupkan nilai-nilai tradisional yang terpatri dalam kebudayaan setempat.

Bahan Kerajinan dan Peluang UMKM Lokal

Tak kalah menarik, Tanaman Akar Wangi Garut juga menjadi bahan utama bagi berbagai produk kerajinan. 

Tas, anyaman, dan pernak-pernik unik dihasilkan dari tanaman ini, memancarkan pesona kreativitas Garut ke mancanegara. Produk kerajinan ini bukan hanya mencerminkan keindahan alam Garut, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Hitung Mundur Masa Jabatan Bupati Garut Rudy Gunawan, Siap Calonkan Diri Jadi Gubernur Jabar?

Akar Wangi bukan sekadar tanaman, melainkan juga simbol kemakmuran, keindahan, dan kearifan lokal yang dapat membanggakan kita semua.

Dengan segala daya tariknya, Tanaman Akar Wangi Garut telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menciptakan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar internasional. Menjaga kelestarian dan memanfaatkan secara bijak menjadikan potensi tanaman ini sebagai kebanggaan yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Nasi TO Putra Tawang Tasikmalaya, Tutug Oncom Legend Sejak 1990

Nasi-TO-Putra-Tawang-Tasikmalaya.jpg

Nasi TO Putra Tawang adalah salah satu warung nasi tutug oncom yang paling terkenal di Tasikmalaya. Terletak di Jalan Galunggung No. 69, Tawangsari, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi warung ini mudah diakses.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 13.00 WIB. Menu utama yang disajikan adalah nasi tutug oncom, nasi yang diolah dengan bumbu khas oncom. Karena menggunakan oncom yang berkualitas, rasanya gurih dan tidak berbau.

Keunggulan Nasi TO Putra Tawang Tasikmalaya

Anda bisa menyantap nasi tutug oncom di warung ini dengan berbagai macam lauk pauk, seperti tempe, tahu, telur, dan ikan asin. Jika penasaran ingin mencoba Nasi TO Putra Tawang, simak poin-poin berikut.

Baca Juga: Tempat Makan Buat Rombongan di Tasikmalaya, Bisa Datang Tanpa Reservasi

Tempat Makan Sederhana dan Nyaman

Suasana di warung Nasi TO Putra Tawang sangat sederhana. Warung ini hanya memiliki beberapa meja yang terbuat dari kayu dan kursi dari plastik. Namun, suasana di warung ini tetap nyaman dan bersih.

Warung ini juga memiliki area parkir yang luas, sehingga pengunjung bisa menyimpan kendaraan dengan leluasa dan aman. Pelayanan di warung ini sangat ramah dan cepat dalam melayani pelanggan, serta menjaga kebersihan warung.

Warung Nasi TO Legend Sejak 1990

Nasi TO Putra Tawang Tasikmalaya
Nasi TO Putra Tawang. Foto: Ist/Net

Salah satu alasan mengapa warung Nasi TO Putra Tawang Tasikmalaya selalu ramai adalah karena sudah ada sejak tahun 1990-an, sehingga punya banyak langganan.

Satu porsi nasi tutug oncom sudah termasuk sambal terasi, sambal ijo, irisan timun, dan leunca. Nasinya begitu pulen dan oncomnya gurih, pantas saja banyak pelanggan yang selalu kembali ke sini.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Hits di Tasikmalaya yang Wajib Anda Coba

Selain itu, tahu dan tempe goreng yang mereka sajikan terbilang sangat enak. Kedua makanan pendamping ini cocok disantap bersama nasi tutug oncom, apalagi ditambah segelas teh hangat di pagi hari.

Warung Nasi TO Putra Tawang menjadi rekomendasi menu sarapan dengan nasi tutug oncom yang wajib Anda coba.

Salah satu kekurangan warung ini adalah tempat duduknya yang terbatas dan sering ramai di siang hari. Jika Anda datang terlalu siang, kemungkinan tidak akan kebagian karena nasi tutug oncom mereka sudah habis terjual.

Oleh karena itu, pastikan Anda datang di pagi hari agar bisa merasakan kelezatan dari masakan Nasi TO Putra Tawang Tasikmalaya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Beli Tiket Kustomfest Bisa Menang Mobil Kustom Keren

lucky-draw-kustomfest2-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Yogyakarta – Seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang modifikasi Kustomfest selalu menyuguhkan hadiah Lucky Draw yang menarik. Tahun ini, hanya dengan membeli tiket masuk ke Kustomfest bisa berkesempatan mengikuti undian Lucky Draw berhadiah mobil kustom keren.

Satu unit mobil kustom Pickup flat deck hasil rancang bangun proyek kolaborasi akan menjadi Lucky Draw tahun ini dan bisa dibawa pulang dengan menebus tiket masuk sebesar Rp 100 ribu. Ajang Kustomfest 2023 kali ini akan digelar pada 7 dan 8 Oktober 2023 bertempat di Jogja Expo Center (JEC).

Menebarkan semangat berkarya tanpa batas serta menyatukan keahlian dari berbagai elemen UMKM otomotif, Lucky Draw KUSTOMFEST 2023 ‘Retro Future’ dibangun oleh Retro Classic Cycles.

Baca juga: Kustomfest 2022 Siapkan Lucky Draw Chopper Electric Bike untuk yang Beruntung

lucky draw kustomfest 2023

Mengambil basis sebuah mobil sedan legendaris, mereka merekayasa bodi belakang untuk dipotong menjadi model pickup flat deck yang melambangkan kebebasan, terkesan liar namun multifungsi.

Menurut Lulut Wahyudi owner Retro Classic Cycles sekaligus Director Kustomfest, pemilihan konsep mobil kustom pickup flat deck ini merupakan bentuk representatif dari anak kustom yang harus menjadi pekerja keras dalam membuat sebuah karya terbaik. Bukan sekadar karya namun harus punya karakter tersendiri dan memperhatikan aspek fungsinya, seperti untuk mengangkut motor kustom ataupun sepeda low rider.

“Setelah membuat “The Cakil” pada 2014 lalu kami tidak pernah membuat Lucky Draw dalam sebuah bentuk sebuah mobil lagi, kini setelah hampir 10 tahun kami mempersembahkan sebuah mobil pickup Flat Deck khas working class anak kustom dengan nama “Gagak Rimang” sebuah mobil yang simple, berkarakter tapi terlihat gahar,” ujar Lulut.

Baca juga: Flattrack Slide on Sunday di Kustomfest 2022 Didukung Produsen Aftermarket Lokal

lucky draw kustomfest 2023

Mobil kustom ini merupakan mobil sedan Toyota Crown 1982 yang disulap menjadi pickup flat deck, dengan warna bodi hitam doff. Modifikasi yang dilakukan tidak sekedar memotong bodi dan mengubahnya menjadi bak belakang, tapi juga sasisnya ikut mendapat revisi.

Di mana sektor kaki-kaki masih mempertahankan suspensi original, hanya ukuran roda diperbesar menggunakan velg 18 inci di depan, dan belakang dibalut ban dengan profile tipis untuk mendapatkan fitment yang proposional.

“Pastikan ada di lokasi acara sampai dengan penghujung acara karena bisa jadi kamu yang bisa membawa mobil kustom ini” pungkas Lulut.

Bawaslu Kota Banjar Ajak Pelajar Ikut Aktif Awasi Pemilu

pelajar-awasi-pemilu.jpeg

harapanrakyat.com,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar, Jawa Barat, mengajak pelajar yang juga pemilih pemula berpartisipasi aktif untuk mensukseskan pemilu tahun 2024. Salah satunya dengan terlibat aktif dalam pengawasan.

Ketua Bawaslu Kota Banjar Rudi Ilham Ginanjar menyampaikan hal itu saat edukasi partisipasi siswa pemilih pemula terkait pengawas pemilu umum. Kegiatan itu dilaksanakan di SMAN 2 Banjar belum lama ini.

Rudi Ilham mengatakan, semua pihak menurutnya memiliki peran penting dalam dalam mensukseskan pemilu. Salah satunya yaitu peran partisipasi siswa yang notabene merupakan pemilih pemula.

Bawaslu Banjar mendorong agar para pelajar nantinya bisa berperan aktif dalam membantu pengawas pemilu untuk turut serta dalam pengawasan dan pencegahan.

Dalam sosialisasi tersebut, Bawaslu juga memberikan edukasi berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran kampanye dan kampanye yang baik dalam pemilu.

“Kami edukasi mendorong keterlibatan para siswa dalam pengawasan partisipatif. Tujuannya supaya para siswa bisa berperan aktif dalam membantu pengawasan pemilu,” kata Rudi Ilham kepada wartawan, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga: Meski Kemarau, Air Sumur di Kampung Siluman Kota Banjar Tak Pernah Surut

Selain pelajar atau pemilih pemula, ke depan pihaknya akan menyasar pada segmen lain seperti santri, Linmas dan forum RT RW untuk bersama-sama berpartisipasi melakukan pengawasan Pemilu.

Bawaslu juga tengah fokus melakukan pengawasan terkait alat peraga sosialisasi (APS) yang tidak sesuai dan mengandung unsur kampanye.

“Selain pemilih pemula ke depan kita juga akan menyasar pada segmen yang lain untuk berpartisipasi untuk mensukseskan pemilu,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Bupati Herdiat Resmikan Jembatan Sindsu Penghubung Dua Kecamatan di Ciamis

jembatan-sindsu.jpeg

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meresmikan Jembatan Sindsu atau Sindanghayu Sukasari, Jumat (6/10/2023). Jembatan tersebut menghubungkan dua desa di dua kecamatan yakni Desa Cisadap Kecamatan Ciamis dan Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, dengan selesainya Jembatan Sindsu tersebut dapat memudahkan akses masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan akses pendidikan masyarakat pun lebih mudah.

“Alhamdulillah, bersyukur dan merasa senang sekali sekarang Jembatan Sindsu ini sayar resmikan. Semoga jembatan ini bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Herdiat.

Herdiat menilai, akses jalan Cisadap yang menuju Jembatan Sindsu kurang baik. Untuk itu, Herdiat berencana akses jalan Cisadap dusun puncak asih akan menjadi perioritas pembangunan jalan pada tahun 2024.

Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya, Bupati Ciamis Ikuti Tradisi Merlawu di Situs Gandoang

“Saya akui akibat Pandemi Covid-19, APBD Ciamis dipangkas kurang lebih Rp 1 triliun untuk penanganan Covid. Akibatnya mengganggu kepada pembangunan infrastruktur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herdiat pun menyampaikan pembangunan infrastuktur jalan kabupaten yang dilakukan oleh pemerintah daerah sudah mencapai 90 persen. Maka dari itu, untuk jalan yang kurang baik di Dusun Puncakasih Desa Cisadap akan diperbaiki pada tahun 2024 nanti.

“Kebetulan hari ini saya bersama kepala Dinas PUPRP Ciamis. Kalau pun saya berakhir pada tahun 2024 nanti saya sudah titipkan pembangunan jalan ini kepada kepala dinasnya,” pungkasnya. (Fahmi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Recent Posts