Beranda blog Halaman 40

Pemprov Jabar Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pengembangan Patimban Industrial Estate di Subang

Patimban Industrial Estate Subang

Subang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Patimban Industrial Estate, kawasan industri strategis yang berlokasi di sebelah Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang. Kawasan ini dikembangkan oleh PT Wahana Mitra Semesta dan PT Griya Idola, dengan akses langsung ke jalan tol utama yang diyakini mampu mempercepat pertumbuhan industri dan ekonomi kawasan.

Langkah dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Jawa Barat dan pihak pengembang. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Kepala Dinas PMPTSP Jabar Dedi Taufik, yang juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperkuat kolaborasi investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif di Subang.

“Perjanjian ini bukan sekadar membuka akses bagi investor, tetapi juga menjadi langkah bersama untuk memberikan dampak positif bagi warga dan pembangunan ekonomi lokal,” ujar Hengky Sidartawan, Direktur Utama PT Griya Idola.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku industri. Bentuk dukungan tersebut meliputi percepatan proses perizinan, keringanan pajak dan retribusi daerah, serta penyediaan infrastruktur untuk menarik lebih banyak investor. Pemerintah juga akan menggelar promosi investasi melalui forum bisnis, business matching, dan kampanye digital guna memperluas peluang kolaborasi dengan mitra strategis, baik domestik maupun global.

Fokus pada Penguatan SDM Lokal

Selain mendorong investasi, Pemprov Jabar juga menaruh perhatian besar pada aspek ketenagakerjaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Subang dinilai memiliki potensi tenaga kerja yang tinggi dengan ribuan lulusan baru setiap tahun dan tingkat upah minimum yang kompetitif.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah mempercepat program vokasi dan link and match dengan SMK agar tenaga kerja lokal siap terserap industri. Di sisi lain, program kemitraan dengan UMKM lokal turut dicanangkan guna memperkuat rantai pasok dan meningkatkan partisipasi ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kawasan Patimban Industrial Estate dapat menjadi motor penyerap tenaga kerja lokal dan memberi manfaat nyata bagi warga Subang. Dengan dukungan penuh dari Pemprov Jabar, kami siap berkontribusi membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Hengky.

Pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan, fasilitas umum, dan sarana pendukung industri di sekitar kawasan. Selain itu, Pemprov Jabar menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

“Kami ingin Patimban menjadi kawasan industri modern yang tetap ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.

Kawasan Strategis Berbasis Green Industry

Patimban Industrial Estate merupakan kawasan industri terintegrasi seluas 1.200 hektare, yang menyediakan fasilitas kavling industri, pergudangan, ruko, dan pusat logistik modern. Bersebelahan langsung dengan Pelabuhan Patimban, kawasan ini memiliki posisi strategis untuk kegiatan ekspor-impor dengan biaya distribusi yang lebih efisien.

Selain unggul dari sisi konektivitas, kawasan ini juga mengusung konsep green industry dengan penerapan Renewable Energy Certificate (REC) dan pemanfaatan energi surya ramah lingkungan. Dengan dukungan penuh pemerintah dan infrastruktur modern yang siap, Patimban Industrial Estate diharapkan menjadi pusat manufaktur dan logistik otomotif nasional, sekaligus pilar penting dalam penguatan ekonomi Jawa Barat dan Indonesia.

Polres Subang Latih Relawan Keamanan Pangan Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pelatihan relawan keamanan pangan Subang

Subang — Polres Subang menggelar Pelatihan Relawan Keamanan Pangan Siap Saji sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di Aula Patriatama Polres Subang pada Jumat, 10 Oktober 2025, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.

Pelatihan ini diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Subang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kepala SPPG Polres Subang, perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari, serta 40 relawan SPPG Polres Subang.

Dalam sambutannya, Kapolres Dony Eko Wicaksono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, namun merupakan wujud nyata dukungan Polres Subang terhadap program Presiden terkait penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Pelatihan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh makanan yang disalurkan aman, higienis, dan layak konsumsi,” ujarnya.

Kapolres menegaskan bahwa setiap makanan yang diproduksi melalui Program SPPG wajib melalui proses rapid test keamanan pangan. Ia juga berpesan agar para relawan menjalankan tugas dengan hati dan penuh tanggung jawab, karena mereka merupakan perpanjangan tangan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pelatihan bagi relawan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. “Relawan wajib memiliki pemahaman dan sertifikasi keamanan pangan sebelum terjun ke lapangan. Semua tahapan mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan hingga penyajian harus dilakukan sesuai prosedur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Polres Subang menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan program. Ia mengingatkan seluruh relawan untuk selalu mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) pada setiap tahap produksi makanan siap saji.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber Dinas Kesehatan yang mencakup berbagai topik penting, seperti keamanan pangan olahan siap saji, kebijakan pangan, cemaran dan penyakit bawaan pangan, tahapan produksi, higiene perorangan penjajah pangan, serta sanitasi makanan dan lingkungan kerja.

Melalui pelatihan ini, para relawan diharapkan menjadi pelaksana yang kompeten dalam menjaga mutu dan keamanan pangan bagi masyarakat. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Subang dapat berjalan dengan aman, higienis, dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

TNI dan Warga Gandasari Gotong Royong Bangun Madrasah Diniyah di Subang

Karya bakti TNI Subang

Subang — Babinsa Desa Gandasari, Koramil 0508/Purwadadi, Serda Wiska Hs bersama masyarakat bergotong royong membangun Sekolah Madrasah Diniyiah (MD) di Dusun Bugel RT 01 RW 01, Desa Gandasari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Kegiatan karya bakti ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah binaannya. Serda Wiska turut terlibat langsung dalam pengangkutan bahan material dan pengecoran pondasi bangunan bersama warga.

“Melalui karya bakti ini, kita harapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan desa,” ujar Serda Wiska Hs di sela kegiatan.

Ia menambahkan, keberadaan sekolah Madrasah ini diharapkan menjadi sarana pendidikan agama yang bermanfaat bagi generasi muda Desa Gandasari. “Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, TNI siap membantu demi kemajuan pendidikan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu tokoh agama Dusun Bugel, Ustadz Emuh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Babinsa yang ikut turun tangan membantu pembangunan madrasah. “Kami mewakili warga Dusun Bugel merasa senang atas kehadiran Babinsa yang terjun langsung membantu kami. Ini membuat kami semakin semangat untuk menyelesaikan pembangunan sekolah Madrasah Diniyiah ini,” ungkapnya.

Kegiatan karya bakti ini menjadi momen penting yang meneguhkan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kebersamaan dan sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat adalah kunci mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kebersamaan ini menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dengan rakyat, TNI lahir dari rakyat berjuang untuk rakyat,” pungkas Serda Wiska.

Bupati Subang Imbau Pelaku Usaha Gunakan Kendaraan Berplat Subang

Kendaraan berplat Subang

Subang — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP, mengimbau seluruh pelaku usaha di Kabupaten Subang untuk menggunakan kendaraan bermotor dengan plat nomor Subang. Imbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 000.1.7.1/1283/Bapenda tertanggal 24 September 2025.

Dalam surat yang ditujukan kepada pimpinan badan hukum dan badan usaha se-Kabupaten Subang itu, Bupati Reynaldy menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mempercepat pemeliharaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, trotoar, penerangan jalan, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Kami menghimbau agar seluruh kendaraan operasional, baik milik perusahaan maupun hasil kerja sama dengan mitra usaha, terdaftar dengan plat nomor Kabupaten Subang,” tulis Bupati dalam surat tersebut.

Lebih lanjut, Bupati Reynaldy menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar pajak kendaraan yang dibayarkan pelaku usaha dapat langsung berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan daerah. Dengan demikian, pajak kendaraan yang masuk ke kas daerah akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Subang dan kesejahteraan masyarakat.

Imbauan tersebut juga mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari industri manufaktur, jasa, perdagangan, distribusi barang, transportasi, pariwisata, perhotelan, pertanian, perkebunan, perikanan, konstruksi, properti, perbankan, hingga energi dan pengembangan usaha lainnya.

Bupati Reynaldy optimistis, partisipasi aktif para pelaku usaha dalam mendukung kebijakan ini akan memperkuat sinergi pembangunan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Subang.

“Kami percaya, pelaku usaha yang menggunakan kendaraan berplat Subang akan memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Subang Bergerak Serentak di Hari Kebersihan Dunia: Dari Jumsih Jadi Budaya Baru

Gerakan Jumat Bersih Subang

Subang — Aksi kebersihan lingkungan dalam rangka World Cleanup Day Indonesia 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Subang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati tentang Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) yang telah berjalan sejak Mei 2025. Kini, Jumsih bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan telah tumbuh menjadi budaya baru bagi masyarakat Subang.

Setiap Jumat, para ASN dan warga bergotong royong membersihkan lingkungan kantor serta area sekitar. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat yang terus menjaga konsistensi gerakan kebersihan ini.

“Terima kasih kepada seluruh SKPD, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, yang terus mengingatkan kita, agar kebersihan menjadi kebiasaan, menjadi kebiasaan kita menuju Subang yang lestari, bersih, dan sehat,” ujar Agus Masykur.

Wabup menegaskan bahwa perilaku hidup bersih harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. “Kalau kita sudah terbiasa hidup sehat dan bersih, maka pandangan sampah di depan mata akan jadi refleksi, untuk segera kita bersihkan. Itu tandanya, budaya bersih sudah tumbuh,” imbuhnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan seluruh unsur vertikal yang mendukung kegiatan kebersihan ini hingga terlaksana serentak di seluruh kecamatan.

“Gong kegiatan hari ini, memang di halaman Pemda, tapi semangatnya juga melonjak sampai ke seluruh kecamatan. Semua bergerak bersama. Kalau persoalan sampah bisa diselesaikan di tingkat paling bawah, maka masalah besar seperti TPA akan jauh lebih ringan penanganannya,” tambahnya.

Agus Masykur menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. “Mulai dari rumah, sekolah, pasar, tempat kerja, hingga fasilitas umum, semua harus dimulai dari pemilahan. Itu kunci keberhasilan,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Hari Kebersihan Sedunia bukan hanya agenda tahunan, tetapi gerakan moral dan sosial menuju Subang yang bersih dan hijau.

“Mulailah dari diri kita sendiri, dari rumah dan lingkungan terdekat. Dengan semangat Subang Ngabret, mari kita bersama melangkah cepat, bekerja nyata, dan membangun Subang yang unggul, maju, dan kompetitif, menuju Subang Bersih, Subang Sejahtera, dan Berkelanjutan,” tandas Wabup.

Diskominfo Subang Gelar Aksi Bersih-Bersih Pujasera di Hari World Cleanup Day

World Cleanup Day Subang 2025

Subang – Dalam semangat memperingati World Cleanup Day 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Subang turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di area publik. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Aksi serentak ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, melalui apel gabungan di halaman Kantor Bupati Subang pada Jumat (10/10/2025). Dalam pembagian tugas, Diskominfo Subang mendapat tanggung jawab membersihkan area Pujasera Subang, salah satu pusat kuliner dan keramaian favorit warga.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Subang, dr. Dwinan Marchiawati, MARS, dan diikuti seluruh jajaran pegawai. Mereka bersama-sama memungut sampah, merapikan area publik, serta memastikan lingkungan Pujasera tampak bersih dan nyaman.

Menurut Dwinan, partisipasi Diskominfo Subang ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap gerakan kebersihan lingkungan.
“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan di ruang publik demi terciptanya lingkungan Subang yang nyaman dan sehat,” ujarnya.

Dwinan berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Semoga aksi ini dapat menjadi contoh bagi seluruh elemen dan masyarakat untuk menjadikan gerakan kebersihan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian,” pungkasnya.

Subang Anugerahkan Desa Wisata Terbaik 2025, Kang Rey: “Wisata Milik Rakyat, Bukan Investor”

Anugerah Desa Wisata Subang 2025

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi menghadiri Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kabupaten Subang Tahun 2025 di Hotel Laska Subang, Rabu (8/10/2025).

Sebanyak 15 desa wisata berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Setelah melalui proses seleksi dan visitasi selama dua minggu, delapan desa wisata terpilih menerima penghargaan dari dewan juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, birokrat, dan praktisi pariwisata.

Dewan juri diketuai oleh Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par dari Universitas Pendidikan Indonesia, dengan anggota Dr. Mohamad Zaini Alif (Budayawan ISBI Bandung), Irma Yuliawantini, S.STP., M.AP (Disparbud Provinsi Jawa Barat), dan Asep Hidayat Mustopa (Praktisi Rumah Hanjeli Indonesia, Sukabumi).

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si, menjelaskan bahwa ADWI Subang bukan sekadar ajang penilaian, tetapi juga wadah kolaborasi antar pelaku wisata untuk memperkuat promosi desa wisata hingga tingkat nasional.
“Dari 27 desa wisata yang mendaftar, diseleksi menjadi 15, lalu tersisa 8 yang mendapat anugerah. Ke depan hasil ADWI Subang akan kami usulkan ke tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya ADWI yang menjadi simbol semangat gotong royong dalam membangun pariwisata berkelanjutan.
“Momen ini bukan sekadar penghargaan, tapi cermin kerja keras kita bersama dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan. Mari kita kembangkan potensi wisata Subang lewat desa wisata sebagai kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Kang Rey.

Ia menegaskan bahwa Subang tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian dan industri, tetapi juga harus tampil sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
“Selain terkenal pertaniannya, industrinya, Subang juga harus semakin dikenal karena pariwisatanya yang luar biasa,” tegasnya.

Kang Rey mengakui masih banyak pekerjaan rumah, terutama soal infrastruktur menuju kawasan wisata. Ia memastikan pemerintah daerah terus memperbaiki akses secara bertahap.
“Subang punya potensi wisata luar biasa, tapi memang belum semuanya mendapat sentuhan terbaik. Pelan-pelan kita benahi. Akses Kumpay–Kasomalang dan Kasomalang–Cibuluh sudah kita buka. Ini bukti nyata komitmen kita membangun akses wisata yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa desa wisata adalah wajah sejati Kabupaten Subang karena mencerminkan keindahan alam, kearifan lokal, dan keramahan masyarakat.
“Wisata di Subang harus menjadi motor ekonomi rakyat. Wisata bukan milik investor, tapi milik masyarakat Subang sepenuhnya,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Kang Rey juga mengungkapkan komitmen Pemkab Subang untuk terus berinovasi memperkenalkan potensi wisata daerah, salah satunya melalui Subangfest yang rutin digelar setiap akhir bulan.
“Satu hari Subangfest saja bisa menggerakkan ekonomi ratusan juta rupiah. Ini cara kami menarik orang datang ke Subang dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan kepada para pemenang:

  • Juara 1: Desa Wisata Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang
  • Juara 2: Desa Wisata Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang
  • Juara 3: Desa Wisata Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak

Kategori penghargaan khusus:

  1. Ekonomi Terngabret: Desa Wisata Bunihayu, Kecamatan Jalancagak
  2. Sosial Budaya Terngabret: Desa Wisata Dayeuh Kolot, Kecamatan Sagalaherang
  3. Inovasi Terngabret: Desa Wisata Sidajaya, Kecamatan Cipunagara
  4. Lingkungan Terngabret: Desa Wisata Sukasari, Kecamatan Dawuan
  5. Desa Wisata Terfavorit/Terngabret: Desa Wisata Sanca, Kecamatan Ciater

Sebagai bentuk apresiasi pribadi, Kang Rey memberikan hadiah tambahan sebesar Rp5 juta kepada tiga desa wisata terbaik dan Rp2 juta untuk masing-masing pemenang kategori khusus.
“Ini bentuk kecil dukungan saya agar semangat teman-teman pengelola wisata tetap menyala,” ujarnya sambil menyerahkan hadiah.

Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Subang, para kepala OPD, camat, kepala desa, dan pelaku wisata dari berbagai wilayah.

Petani Subang Belajar Adaptasi Iklim Lewat Sekolah Lapang BMKG

Sekolah Lapang Iklim BMKG Subang

Subang – Perubahan iklim kini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian. Cuaca ekstrem dapat menurunkan hasil panen dan kualitas produk, yang akhirnya mengancam ketahanan pangan nasional. Di tengah dampak pemanasan global, kemampuan petani beradaptasi menjadi kunci penting agar pertanian tetap bertahan dan produktif.

Sebagai langkah nyata, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional di Desa Situsari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Kegiatan berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 dan diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serta kelompok tani sekitar.

Peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai pengamatan agroekosistem, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman iklim di lingkungan mereka. BMKG juga membagikan kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BMKG dalam membantu petani memahami dinamika cuaca dan iklim. “Pertanian di Indonesia sangat sensitif terhadap variabilitas iklim. Karena itu, penting bagi petani untuk memahami dan memanfaatkan informasi iklim agar dapat mengelola lahan secara lebih adaptif dan produktif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Subang memiliki potensi pertanian besar karena kondisi iklimnya yang mendukung. “Iklim yang baik adalah sumber daya yang harus kita kelola dengan bijak. Dengan memahami informasi cuaca dan iklim, petani bisa meminimalkan risiko gagal panen serta meningkatkan hasil pertanian yang berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan praktik di SLI tidak hanya berisi teori, tetapi juga pengamatan langsung di lahan sawah. Peserta belajar mengenali pertumbuhan padi, mendeteksi potensi gangguan organisme pengganggu tanaman, serta menganalisis faktor lingkungan yang memengaruhi hasil panen. Pembelajaran dilakukan bertahap, mulai dari pengamatan hingga pengambilan keputusan pengelolaan lahan.

Data iklim juga menjadi bagian penting. Peserta menggunakan Automatic Weather Station (AWS) dan data dari stasiun BMKG terdekat untuk memahami hubungan antara kondisi iklim dan pertumbuhan tanaman. Kombinasi antara data ilmiah dan observasi lapangan membantu petani menentukan waktu tanam, varietas, serta komoditas unggulan yang sesuai dengan kondisi wilayah mereka.

Dengan pendekatan ini, literasi iklim petani meningkat, membuat mereka lebih siap menghadapi perubahan iklim jangka panjang. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada kelompok tani lain agar manfaatnya semakin luas.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan panen bersama yang dihadiri oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan, serta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas adaptasi petani terhadap perubahan iklim.

Cemburu Membutakan, Pria di Subang Aniaya Mantan Istri hingga Luka Serius di Leher

Penganiayaan mantan istri di Subang

Subang – Aksi brutal terjadi di Subang. Seorang pria berinisial KS (28) nekat menganiaya mantan istrinya, Safitri (22), hingga mengalami luka serius di leher. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (25/9/2025) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Compreng–Pusak, Dusun Sukaseneng, Kecamatan Compreng, Subang.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, korban saat itu tengah melintas sendirian menggunakan sepeda motor. Tanpa disangka, pelaku yang sudah menunggu di lokasi langsung memepet kendaraan korban hingga terjatuh.

“Korban yang terluka parah sempat diselamatkan warga sekitar. Sementara pelaku melarikan diri dan menghilang selama satu hari penuh. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Compreng pada Jumat (26/9/2025) pukul 10.00 WIB,” kata Hendra, Selasa (7/10/2025).

Setelah menjatuhkan korban, pelaku menyerang dengan senjata tajam dan melukai bagian leher korban. Beruntung, warga yang melintas segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas medis terdekat.

Tim Resmob Satreskrim Polres Subang bersama Unit Reskrim Polsek Compreng segera melakukan penyelidikan intensif.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap di Kampung Kertasmaya, Desa Kertasmaya, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (27/9/2025) pukul 09.25 WIB,” ujar Hendra.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang berlumuran darah dan sepeda motor korban yang rusak akibat insiden tersebut.

Hendra menjelaskan, aksi KS tergolong penganiayaan berat.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya diduga kuat karena rasa cemburu dan masalah pribadi setelah perceraian. Kami masih mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam aksi pelaku,” katanya.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka robek cukup dalam di leher.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat, dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara,” ujar Hendra menegaskan.

VinFast Siap Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal di Pabrik Subang

VinFast Subang serap tenaga kerja

Subang – Pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik VinFast di Subang, Jawa Barat, dipastikan membawa angin segar bagi para pencari kerja. Perusahaan otomotif asal Vietnam ini menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar pada tahap pertama operasional pabriknya.

Bagi masyarakat Subang dan sekitarnya, ini kabar baik. Pasalnya, VinFast Indonesia telah menyiapkan rekrutmen awal untuk pekerja lokal yang akan mengisi berbagai posisi di pabrik tersebut.

“Pada perencanaan awal, nanti di tahap pertama kita mungkin menyerap tenaga kerja antara 900 hingga 1.000 orang pada fase satu,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, kepada GridOto di Vietnam (24/09).

Kariyanto menambahkan, para pekerja ini akan mulai beraktivitas menjelang dimulainya produksi percobaan (trial production) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

“Dan tentu kita harapkan jumlahnya akan terus berkembang dan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” harapnya.

Optimisme ini sejalan dengan visi besar VinFast untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain membuka lapangan kerja langsung, keberadaan pabrik juga diyakini akan memunculkan efek berganda bagi sektor lain.

“Kami yakin dengan pabrik itu akan memberikan multiplier effect yang sangat besar, tidak hanya kepada kami, direct employee, tapi juga kepada indirect dengan supplier dan lain sebagainya,” jelas Kariyanto.

Dengan semangat inovasi dan komitmen terhadap kontribusi sosial, VinFast berharap pabrik Subang menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia — sekaligus membuka peluang kerja luas bagi masyarakat.

Recent Posts