Beranda blog Halaman 3

Peringatan Nuzulul Quran, PT Dahana Gelar Program Dahana Peduli Marbot

Dahana Peduli Marbot

PT Dahana menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Quran sekaligus Buka Puasa Bersama di Auditorium Kampus Dahana, Subang. Melalui program Dahana Peduli Marbot, perusahaan memberikan apresiasi khusus kepada 100 penjaga masjid di wilayah Kabupaten Subang. Acara yang berlangsung pada Jumat (6/3) ini bertepatan dengan hari ke-16 Ramadhan 1447 H.

Apresiasi untuk 100 Penjaga Masjid di Subang

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Harmoni Ramadhan 1447. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang menyambut perayaan 6 Dekade atau 60 tahun berdirinya PT Dahana. Mohamad Nur Sodiq, selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Dahana, menyerahkan apresiasi secara langsung kepada perwakilan marbot.

Dalam sambutannya, Nur Sodiq menyampaikan bahwa marbot memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat. Namun, peran besar mereka sering kali luput dari perhatian publik. Oleh karena itu, perusahaan hadir membawa program Dahana Peduli Marbot sebagai bentuk rasa takzim dan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka.

Wujud Syukur Menjelang 6 Dekade Dahana

Peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai amanah dan kepedulian sosial. Perusahaan ingin berbagi kebahagiaan dengan para penjaga masjid yang menjadi garda terdepan pelayanan umat. Hal ini merupakan wujud syukur atas pencapaian bisnis yang telah mencapai usia 60 tahun.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis Dahana tidak lepas dari doa-doa tulus mereka,” ujar Mohamad Nur Sodiq. Selain pemberian santunan kepada marbot, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran anak-anak yatim. Mereka berasal dari Yayasan Al Muzakki dan Nurul Quran melalui program DAHSYAT atau Dahana Sayang Anak Yatim.

Komitmen Sosial dan Program Mudik Gratis

Para tamu undangan juga mendapatkan siraman rohani yang inspiratif dari Ust. Aji Fauziana Ridwan. Hingga pertengahan Ramadhan, PT Dahana secara konsisten telah menjalankan berbagai aksi sosial bagi masyarakat. Aksi tersebut mulai dari Tarhib Ramadhan, pembagian takjil secara gratis, hingga pelaksanaan kajian rutin karyawan.

Selanjutnya, perusahaan telah menyiapkan distribusi 1.500 paket bingkisan lebaran untuk kaum dhuafa. Dahana juga akan menyelenggarakan program Mudik Gratis untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman. Nur Sodiq memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar perusahaan semakin maju dan terus berkontribusi positif bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Lembur Pakuan, Lorong Sejarah Rekaan Dedi Mulyadi yang Kini Menjadi Destinasi Wisata

Lembur Pakuan Subang Buatan Dedi Mulyadi

suarasubang.com – Pernah nggak sih, di tengah kejenuhan rutinitas sehari-hari, kalian tiba-tiba merasa sangat rindu dengan suasana kampung halaman? Rindu wangi tanah sehabis hujan, suara gesekan daun bambu, dan hangatnya tegur sapa tetangga tanpa terhalang layar gadget. Ironisnya, di zaman yang serba cepat dan modern ini, identitas asli kita sebagai urang Sunda pelan-pelan seolah tergerus oleh beton-beton kota dan gaya hidup urban. Ada rasa kehilangan yang diam-diam menyelinap di hati kita, kan?

Berawal dari keresahan itulah Lembur Pakuan yang berlokasi di Sukasari, Dawuan, Subang ini hadir. Dirancang dan dibangun dengan penuh dedikasi oleh Kang Dedi Mulyadi—yang kini mengemban amanah sebagai Gubernur Jawa Barat—tempat ini pada awalnya sama sekali tidak didesain untuk menjadi “pabrik cuan” pariwisata. Niat awalnya sangat luhur dan emosional: membangun sebuah ekosistem pelestarian untuk mengingatkan kembali masyarakat pada sejarah, filosofi, dan tata cara hidup peradaban orang Sunda baheula.

Namun, pesona keaslian rupanya memiliki daya tariknya sendiri. Kerinduan masyarakat akan akar budayanya membuat tempat yang awalnya berstatus ruang kontemplasi budaya ini, meledak menjadi destinasi wisata favorit.

Buat kita yang sehari-hari mumet dengan kemacetan jalanan atau pusing dikejar deadline pekerjaan, datang ke Lembur Pakuan itu rasanya seperti pulang ke rumah nenek. Saya yakin kalian yang pernah ke sana juga merasakannya. Begitu menginjakkan kaki, melihat deretan rumah panggung beratap ijuk, lumbung padi (leuit), dan mencium aroma kayu bakar dari dapur tradisional, rasanya ada beban di pundak yang tiba-tiba luruh. Duduk di teras rumah sambil makan nasi liwet dan ikan asin—meski sederhana—jauh lebih menenangkan jiwa daripada nongkrong di kafe mahal manapun. Rasanya benar-benar healing yang paripurna.

Meski begitu, sebagai sebuah fenomena yang sedang naik daun, Lembur Pakuan tentu punya kelebihan dan kekurangannya sendiri yang bisa kita rasakan:

Kelebihan:

  • Museum Hidup yang Estetik: Arsitektur dan tata ruangnya sangat detail dan otentik. Ini adalah tempat edukasi visual terbaik untuk mengenalkan anak cucu kita pada bentuk asli peradaban Sunda.
  • Suasana Alam yang Asri: Penataan lanskap yang menyatu dengan alam memberikan ketenangan yang sulit didapatkan di perkotaan.
  • Pemberdayaan Lokal: Menghidupkan kembali ekonomi warga sekitar melalui produk budaya dan kuliner tradisional.

Kekurangan:

  • Kapasitas saat Akhir Pekan: Karena saking viralnya, jika kalian datang di akhir pekan atau hari libur nasional, bersiaplah kehilangan suasana “hening”-nya. Keramaian yang membludak kadang membuat vibes magis dan ketenangan kampung ini sedikit luntur.
  • Tantangan Komersialisasi: Ada kekhawatiran halus bahwa semakin ramai tempat ini, batas antara pelestarian budaya sakral dan komersialisasi pariwisata massal bisa semakin kabur.

Nah, bicara soal itu, saya penasaran dengan pendapat kalian. Menurut Akang Teteh pembaca SuaraSubang, wajar nggak sih kalau sebuah kampung adat atau ruang budaya akhirnya pelan-pelan bergeser wujud menjadi tempat wisata yang komersil? Apakah itu cara terbaik untuk mempertahankan budaya agar tetap relevan, atau justru bisa mengikis nilai sakralnya?

Coba bagikan pandangan kalian, atau ceritakan pengalaman berkesan kalian saat main ke Lembur Pakuan di kolom komentar! Mari kita diskusikan bareng-bareng. 👇

Sebagai penutup perjalanan kita menyusuri lorong waktu di Lembur Pakuan, terimalah pantun ini:

Jalan-jalan ke Pasar Subang,

Beli nanas manis rasanya.

Biar zaman makin berkembang,

Budaya Sunda tetap di dada!

Safari Ramadan Subang: Bupati Komitmen Bangun RS di Utara dan Selatan

Safari Ramadan Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, kembali melaksanakan agenda Safari Ramadan Subang di Masjid Jami Al-Falah, Desa Kasomalang Kulon, pada Jumat (06/03/2026). Dalam kunjungannya kali ini, beliau didampingi oleh Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Penempatan frasa kunci di awal kalimat ini bertujuan agar mesin pencari dan pembaca segera memahami topik utama artikel.

Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Daerah

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan dua rumah sakit baru di wilayah utara dan selatan Kabupaten Subang. Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat di pelosok tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk mendapatkan layanan medis. Selain itu, Bupati menegaskan bahwa pemerataan fasilitas kesehatan merupakan prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.

Beliau memohon doa restu agar cita-cita membangun rumah sakit di wilayah Pantura dan wilayah selatan dapat segera terwujud. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi kendala geografis yang selama ini dihadapi warga. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat koordinasi agar proyek infrastruktur kesehatan ini berjalan sesuai rencana.

Program Sosial dan Pendidikan Pro-Rakyat

Pemerintah daerah juga memperkuat kepedulian sosial melalui program “nyaah ka indung” yang telah menjangkau 1.032 lansia. Program pendampingan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memperhatikan kesejahteraan warga senior di Subang. Selanjutnya, di sektor pendidikan, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 86 ribu set seragam sekolah gratis secara bertahap.

Bantuan seragam tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua. Dengan adanya dukungan fasilitas pendidikan yang memadai, diharapkan kualitas sumber daya manusia di Subang akan semakin kompetitif. Setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara adil dan merata.

Transformasi Pelayanan Publik dan Keluhan Warga

Inovasi pelayanan publik juga terus dilakukan dengan mendekatkan akses administrasi kependudukan ke tingkat kecamatan. Saat ini, warga Subang sudah dapat mengurus KTP di kantor kecamatan masing-masing tanpa harus datang ke pusat kota. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.

Selain itu, pemerintah daerah memanfaatkan media sosial melalui tagar #LaporKangRey sebagai saluran pengaduan yang responsif. Ribuan laporan dari masyarakat telah diterima dan sebagian besar berhasil ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 24 jam. Respons cepat ini menunjukkan dedikasi pemerintah dalam membangun birokrasi yang dekat dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

SUBANG NGABRET! Tolak Miras, Ratusan Pelajar Gelar Deklarasi di Hadapan Wakil Bupati

suarasubang.com – Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan, sebanyak 300 pelajar dan mahasiswa dari 45 sekolah serta perguruan tinggi se-Kabupaten Subang bersatu menggemakan “Deklarasi Subang Tanpa Miras”.

Ikrar bersejarah ini disuarakan secara lantang dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., bertempat di Masjid Jami Nurul Amal (Islamic Centre Subang), Minggu (8/3) pagi.

Melalui deklarasi tersebut, para pemuda Kabupaten Subang menyatakan sikap tegas untuk menolak segala bentuk peredaran dan konsumsi minuman keras (miras).

Mereka menyadari bahwa miras dapat merusak akal, mental, dan masa depan generasi bangsa. Para peserta juga berkomitmen penuh untuk bersinergi menjaga lingkungan pendidikan dan pergaulan di Subang agar tetap bersih, aman, dan religius, sejalan dengan semangat Subang NGABRET (Ngawangun Bareng Rakyat).

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas inisiatif gerakan kaum muda ini.

“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi keberanian dan ketegasan pelajar serta mahasiswa Subang hari ini. Deklarasi anti-miras ini bukan sekadar seremonial di bulan Ramadhan, melainkan komitmen nyata generasi penerus untuk menjauhi perilaku destruktif.

“Masa depan Subang yang bermartabat ada di tangan para pemuda yang sehat akal, tangguh mentalnya, dan mulia akhlaknya. Pemkab akan selalu hadir mendukung gerakan positif semacam ini,” tegas Agus Masykur Rosyadi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, guna membekali generasi muda agar siap menyongsong masa depan, Wakil Bupati juga menitipkan pesan inspiratif tentang bagaimana cara memulai sebuah perubahan.

Beliau menekankan lima langkah penting, yaitu senantiasa memahami tujuan hidup dengan jelas, menguraikan tahapannya menjadi langkah-langkah yang lebih konkret, dan terus memvisualisasikan mimpi tersebut guna memacu motivasi.

Selain itu, para pemuda juga didorong untuk selalu melakukan yang terbaik (do the best) dalam setiap usaha, serta senantiasa menanamkan afirmasi positif pada diri sendiri demi menjaga optimisme dan semangat pantang menyerah.

Momentum deklarasi ini merupakan bagian dari acara puncak Pesantren Ramadhan Subang 2026 yang mengusung tema “Re-Create Your Life”. Acara akbar ini diinisiasi oleh Yayasan Excellent yang berkolaborasi dengan komunitas Teman Karib, bertujuan untuk memfasilitasi Generasi Z (Genzi) agar berani menata kembali arah hidup mereka ke jalan yang lebih baik.

Acara ini juga diisi oleh pemateri-pemateri kompeten di bidangnya. Sesi pertama menghadirkan Rizky Yudo Atmaja, S.Kom., M.A. yang mengajak peserta untuk “Berhenti Sejenak: Mengenali Diri dan Arah Hidup”. Sesi kedua dilanjutkan oleh Kang Firman RNI, M.Pd., Kons., CHt. dengan materi “Refresh Your Capacity: Menata Nilai, Tujuan, dan Langkah Nyata”, serta ditutup dengan keteduhan tausiyah dari Ust. M. Yusuf Hadikusuma.

Ketua Yayasan Excellent, Wayan Sohib, memastikan bahwa energi positif dari acara ini tidak akan berhenti hanya dalam satu hari penyelenggaraan.

“Deklarasi hari ini adalah pemantik kesadaran. Ke depannya, kolaborasi Yayasan Excellent dan Teman Karib akan terus berlanjut ke dalam program pembinaan kepemudaan yang komprehensif. Kami telah menyiapkan kelas mentoring Al-Qur’an dan berbagai program peningkatan kapasitas diri berkelanjutan. Kami ingin memastikan semangat “Re-Create Your Life” dan komitmen menjauhi miras ini terus menyala dan terimplementasi di kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Wayan.

Kesuksesan Pesantren Ramadhan dan Deklarasi Subang Tanpa Miras ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor. Acara ini didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB), Asyifa Peduli, Yakesma, PT Dahana, Bank BSI, Baznas Kabupaten Subang, Klinik Bidan Titin, Cahaya Raudhoh, LTQ Shohibul Qur’an, Kanbera, Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK), Rabbani, serta Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK).

Melalui sinergi kuat antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan pemuda, Subang optimis melangkah “NGABRET” menuju daerah yang lebih maju, produktif, dan bebas dari bahaya minuman keras.

PT SHSJ Salurkan Paket Sembako untuk Warga Cibogo Jelang Lebaran

paket sembako PT SHSJ

PT Subang Harapan Sejahtera Jaya (SHSJ) menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan paket sembako PT SHSJ kepada warga Desa Padaasih. Kegiatan ini berlangsung menjelang perayaan Idul Fitri sebagai bentuk dukungan perusahaan bagi masyarakat di sekitar area operasional. Penggunaan kata kunci di awal paragraf bertujuan agar pembaca dan mesin pencari segera memahami fokus utama artikel.

Sebanyak 230 paket bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT SHSJ, Yogi Permana, di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Penyerahan bantuan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis dengan warga setempat. Melalui aksi sosial ini, manajemen berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tujuan CSR dan Silaturahmi Perusahaan

Yogi Permana menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Selain memberikan bantuan materi, agenda tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak perusahaan dan warga. Pihak manajemen menyadari bahwa dukungan masyarakat sekitar sangat krusial bagi keberlangsungan operasional mereka.

Oleh karena itu, perusahaan berharap bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat dalam menyambut hari kemenangan. Struktur kalimat yang bervariasi dan penggunaan kata transisi seperti “oleh karena itu” sangat disarankan untuk menjaga alur teks tetap halus. Hal ini mencegah pembaca merasa bosan karena gaya penulisan yang monoton.

Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan Lokal

PT SHSJ beroperasi dengan fokus pada pengolahan limbah industri B3 dan non-B3 menggunakan konsep ekonomi sirkular. Perusahaan tidak hanya berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem lingkungan, tetapi juga berupaya meningkatkan taraf hidup warga di Kampung Segrang. Kehadiran infrastruktur pengolahan limbah ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Selain program sosial, manajemen memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari wilayah Subang. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa keberadaan industri memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar. Sinergi yang kuat antara perusahaan dan warga diharapkan terus membawa kesejahteraan jangka panjang di wilayah Kecamatan Cibogo dan sekitarnya.

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Subang Lewat Patroli Siber

tawuran remaja di Subang

Jajaran Polsek Pagaden berhasil mencegah pecahnya aksi tawuran remaja di Subang yang direncanakan berlangsung selama bulan suci Ramadhan. Keberhasilan ini berawal dari kejelian petugas dalam memantau aktivitas mencurigakan di media sosial (medsos). Melalui patroli siber yang intensif, pihak kepolisian mampu mengidentifikasi ancaman keamanan sebelum konflik fisik terjadi di lapangan.

Kronologi Pelacakan Melalui Media Sosial

Aksi provokatif tersebut bermula ketika sekelompok remaja di Kecamatan Pagaden mengunggah foto-foto menantang di akun Instagram. Dalam unggahan tersebut, mereka memamerkan berbagai senjata tajam seperti celurit berukuran panjang dan klewang untuk memicu kemarahan kelompok lain. Oleh karena itu, jajaran Polsek Pagaden segera melakukan pelacakan terhadap pemilik akun guna mencegah terjadinya bentrokan fisik yang dapat merugikan warga sekitar.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, melalui Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, menegaskan bahwa patroli siber merupakan langkah preventif yang krusial. Setelah identitas dan lokasi para pelaku teridentifikasi, petugas langsung mendatangi rumah mereka satu per satu secara door to door. Selain itu, tindakan cepat ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merasa resah akibat konten provokatif tersebut di ruang digital.

Penyitaan Senjata Tajam dan Langkah Pembinaan

Dalam penggeledahan tersebut, polisi sukses menyita enam buah senjata tajam jenis celurit raksasa dengan panjang mencapai 1 hingga 2 meter. Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Pagaden untuk proses lebih lanjut. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui pembinaan kepada para remaja yang terlibat.

Selanjutnya, petugas mengumpulkan para remaja tersebut di rumah kepala dusun setempat untuk diberikan pengarahan. Proses pembinaan ini disaksikan langsung oleh kepala desa, tokoh masyarakat, serta orang tua masing-masing pelaku. Sebagai bentuk komitmen, mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polisi juga memberikan imbauan keras kepada para orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Hal ini sangat penting mengingat ruang digital belakangan ini kerap menjadi arena pemicu konflik tawuran yang membahayakan nyawa. Dengan pengawasan yang lebih ketat dari lingkungan keluarga, diharapkan potensi kenakalan remaja di wilayah Subang dapat ditekan secara signifikan.

Rencana Pembangunan Mall di Subang: Bupati Ajukan Syarat Ketat bagi Pengembang

pembangunan mall di Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menegaskan bahwa rencana pembangunan mall di Subang harus segera terealisasi. Beliau menyampaikan komitmen tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD pada Jumat (06/03/2026). Bersama Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, pemerintah daerah kini berupaya mempercantik wajah kota melalui rencana penataan kawasan perkotaan yang sedang dikaji.

Kolaborasi Strategis dan Syarat Relokasi

Pemerintah Kabupaten Subang terus mendorong PT Subang Sejahtera agar proyek besar ini dapat terwujud dalam waktu dekat. Kang Rey menyatakan bahwa lahan untuk area tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan milik daerah. Meskipun mendukung penuh rencana tersebut, beliau menetapkan syarat krusial bagi pihak pengembang sebelum konstruksi dimulai.

Pihak pengembang wajib menyediakan lokasi relokasi bagi seluruh pedagang di Pasar Pujasera sebelum pembangunan mall dilakukan. Kebijakan ini mencakup pedagang basah, elektronik, hingga penjaja kuliner agar aktivitas ekonomi mereka tetap terpusat. Dengan demikian, keberadaan pusat perbelanjaan baru tidak akan merugikan pelaku usaha lokal yang sudah ada sejak lama.

Kepastian Modal dan Tenaga Kerja Lokal

Selain masalah relokasi, aspek finansial menjadi syarat mutlak dalam kesepakatan pembangunan ini. Pengembang harus memiliki modal yang jelas dan dilarang keras menjaminkan aset Pemerintah Daerah sebagai jaminan modal. Syarat lainnya adalah kewajiban penyerapan tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Subang, baik pada tahap pembangunan maupun operasional.

Bupati memberikan ketentuan tersebut agar proyek yang dinanti masyarakat tidak justru merugikan daerah di masa depan. Oleh karena itu, pengembang perlu memastikan bahwa setiap kebijakan perusahaan sejalan dengan kepentingan warga Subang. Melalui pengawasan yang ketat, pemerintah optimis bahwa transformasi ekonomi ini akan berjalan dengan aman dan lancar.

Penataan Kota dan Masa Depan Subang

Saat ini, tata kota Subang sedang dikaji secara mendalam dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penataan ini bertujuan untuk menata kawasan perkotaan agar menjadi lebih modern serta tertata dengan rapi. Sebagai hasilnya, pembangunan infrastruktur seperti mall diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah di kancah nasional.

Sebagai penutup, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta harus tetap mengedepankan asas kemanfaatan bagi publik. Bupati berharap kehadiran mall ini mampu menjadi lokomotif baru bagi pertumbuhan ekonomi di Subang. Dengan demikian, kemajuan infrastruktur akan tetap berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

LKPJ Bupati Subang 2025: Capaian Kinerja dan Visi Pembangunan Maju

LKPJ Bupati Subang 2025

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, secara resmi telah menyampaikan LKPJ Bupati Subang 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD pada Jumat (6/3/2026). Agenda tahunan ini bertujuan untuk melaporkan progres pembangunan daerah kepada para wakil rakyat. Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, memimpin langsung jalannya rapat tersebut dengan didampingi oleh jajaran wakil ketua.

Delapan Misi Strategis untuk Subang Unggul

Pemerintah daerah saat ini memfokuskan arah pembangunan pada 8 misi strategis yang mencakup 30 indikator kinerja. Visi utama yang ingin diwujudkan adalah Kabupaten Subang yang unggul, maju, dan kompetitif. Hal tersebut didasarkan pada amanat Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025-2029.

Selanjutnya, Bupati menjelaskan bahwa capaian indikator kinerja utama tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif. Keberhasilan ini menjadi fondasi yang sangat kuat untuk mengejar target pembangunan jangka menengah di masa depan. Melalui bingkai karya nyata, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, dan religius.

Prestasi Nasional dan Sinergi Lintas Sektoral

Selain capaian indikator teknis, Kabupaten Subang juga berhasil meraih 12 penghargaan bergengsi di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Prestasi gemilang ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antara pihak pemerintah, DPRD, serta seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Bupati Reynaldy memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Meskipun telah meraih banyak prestasi, pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi mendalam terhadap beberapa sektor. Langkah ini diambil agar perbaikan kinerja pada tahun mendatang dapat berjalan secara lebih maksimal dan tepat sasaran. Bupati juga menegaskan bahwa setiap catatan evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan penting untuk kebijakan di masa depan.

Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang. Jajaran Forkopimda serta para Kepala OPD dan Camat juga turut hadir memberikan dukungan penuh atas jalannya rapat tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam menjalankan roda pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Secara keseluruhan, laporan pertanggungjawaban ini menunjukkan bahwa Subang berada pada jalur pembangunan yang benar. Dengan sinergi yang terus diperkuat, pemerintah optimis dapat mewujudkan seluruh target yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Kapolres Subang Bantu Nenek Ahmi Renovasi Rumah di Pagaden Barat

Aksi nyata Kapolres Subang bantu Nenek Ahmi menjadi bukti kepedulian Polri terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu). Nenek Ahmi merupakan seorang lansia berusia 70 tahun yang tinggal di Kampung Sumur Kananga, Desa Pangsor, Kabupaten Subang. Meskipun beliau mengalami keterbatasan penglihatan akibat katarak, Nenek Ahmi kini dapat merasakan harapan baru setelah huniannya mulai diperbaiki oleh jajaran kepolisian.

Transformasi Hunian Menjadi Lebih Layak

Selama puluhan tahun, mantan buruh tani ini harus tinggal di gubuk kayu yang sudah lapuk dan nyaris roboh. Namun, nasib baik akhirnya berpihak kepada beliau melalui program renovasi yang diinisiasi langsung oleh AKBP Dony Eko Wicaksono. Kapolres Subang bantu Nenek Ahmi dengan meletakkan batu pertama pembangunan rumah permanen yang lebih kokoh dan bermartabat bagi masa tuanya.

Selain itu, proses pembangunan ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat karena hanya membutuhkan waktu lima hari untuk mengubah struktur bangunan. Reruntuhan kayu lama kini telah dibongkar sepenuhnya dan digantikan dengan dinding semen yang kuat. Oleh karena itu, hunian tersebut kini sering disebut sebagai ‘istana’ kecil yang mampu mengembalikan kenyamanan bagi sang pemilik rumah.

Sinergi dan Kepedulian Sosial Polri

Pemanfaatan struktur bangunan permanen ini bertujuan untuk menjamin keamanan jangka panjang bagi lansia seperti Nenek Ahmi. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menjaga keamanan, melainkan juga memberikan solusi nyata bagi masalah sosial masyarakat. Dengan adanya rumah yang layak, martabat warga di usia senja dapat tetap terjaga dengan baik.

Kepedulian ini sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara sesama manusia merupakan penerang sejati di tengah kegelapan. Segenap personel kepolisian dan warga sekitar turut bahu-membahu dalam menyelesaikan pembangunan rumah tersebut agar dapat segera dihuni. Melalui langkah inspiratif ini, diharapkan akan ada lebih banyak pihak yang tergerak untuk membantu sesama yang membutuhkan di wilayah Subang.

Urus KTP Subang Gratis di Tingkat Kecamatan Kini Lebih Mudah

Urus KTP Subang gratis kini bukan lagi sekadar impian bagi warga di seluruh pelosok Kabupaten Subang. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR atau yang akrab disapa Kang Rey, secara resmi menginstruksikan agar seluruh dokumen kependudukan dapat diproses di tingkat kecamatan. Kebijakan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang sudah berjalan sejak Desember 2025.

Layanan Adminduk Kini Menjangkau Pelosok

Kang Rey menyampaikan pengumuman penting ini dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Jamie Al-Muttaqien, Desa Mulyasari, Kecamatan Binong. Menurut beliau, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kantor Disdukcapil di pusat kabupaten hanya untuk membuat KTP. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengembalikan semua pengurusan dokumen kependudukan fungsinya ke kantor kecamatan masing-masing.

Langkah tersebut diambil guna memangkas birokrasi dan memudahkan mobilitas warga desa. Selain itu, optimalisasi layanan PATEN diharapkan mampu memberikan kepastian waktu bagi setiap pemohon. Dengan demikian, warga dapat menghemat waktu serta tenaga dalam mengurus hak-hak administratif mereka sebagai penduduk Subang.

Peringatan Keras Terhadap Praktik Pungli

Pemerintah daerah tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menjamin bahwa seluruh proses urus KTP Subang gratis 100 persen. Bupati memberikan peringatan yang sangat keras kepada oknum-oknum yang masih mencoba memungut biaya tidak resmi atau pungli. Beliau menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan sepeser pun dalam setiap pelayanan administrasi kependudukan.

Masyarakat pun harus bersikap kritis dan berani melapor jika menemukan indikasi praktik ilegal tersebut. “Ingat! Kalau masih ada yang meminta uang, entah itu 50, 100, atau 200 ribu, segera laporkan ke saya,” tegas Kang Rey di hadapan para jamaah. Pihak pemerintah sendiri mengaku telah menindak tegas sejumlah oknum yang terbukti melakukan pelanggaran serupa berdasarkan laporan masyarakat sebelumnya.

Program Seragam Gratis dan Komitmen Sosial

Selain fokus pada administrasi, Bupati juga memaparkan keberhasilan program sosial lainnya di Kabupaten Subang. Hingga saat ini, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 95.000 seragam gratis bagi siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Program unggulan ini merupakan bukti nyata dari kepedulian pemerintah terhadap beban ekonomi keluarga di bidang pendidikan.

Selanjutnya, Kang Rey memohon doa serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar pendapatan daerah terus mengalami peningkatan. Jika anggaran daerah semakin kuat, maka berbagai program pro-rakyat lainnya dapat terus digulirkan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi fondasi utama dalam membangun Subang yang lebih sejahtera dan bebas dari praktik korupsi di tingkat akar rumput.

Recent Posts