Beranda blog Halaman 3

Tinjau Koperasi di Subang, Wakapanglima TNI: Jangan Saingi Pedagang Kecil

Kunjungan Wakapanglima TNI di Subang

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Selasa (20/1/2026). Kehadiran Jenderal bintang empat ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik bangunan koperasi yang menjadi bagian dari program strategis nasional. Inisiatif ini merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot ekonomi kerakyatan serta mewujudkan swasembada pangan di daerah.

Selain mengecek lokasi secara langsung, rombongan juga memantau progres pembangunan di Desa Jati, Kecamatan Compreng, melalui sambungan konferensi video. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh titik pengerjaan berjalan sesuai standar dan jadwal yang telah ditentukan.

Dalam arahannya, Jenderal Tandyo memberikan catatan penting mengenai operasional koperasi ke depannya. Ia mewanti-wanti agar keberadaan fasilitas baru ini tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil atau UMKM di sekitarnya.

“Jangan menyaingi yang sudah berjualan. Harus diajak kolaborasi,” tegas Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan instruksi.

Ia berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi mitra strategis yang melayani kebutuhan masyarakat sekaligus merangkul pelaku usaha lokal. Dengan pola kolaborasi, ekosistem ekonomi di Subang diharapkan tumbuh semakin kuat tanpa ada pihak yang merasa tersingkirkan.

Material Tambang Langka, Komisi III DPRD Subang Serap Aspirasi Forum Arus Bawah

Audiensi DPRD Subang kelangkaan tambang

Subang – Kelangkaan material tambang yang melanda Kabupaten Subang memantik respons serius dari wakil rakyat. Komisi III DPRD Kabupaten Subang langsung menggelar audiensi terbuka bersama Forum Arus Bawah di Ruang Rapat DPRD, Selasa (20/1/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait sulitnya mendapatkan pasokan material proyek di lapangan. Massa dari Forum Arus Bawah mendesak adanya solusi konkret agar aktivitas pembangunan, baik proyek pemerintah maupun swasta, tidak terhambat akibat krisis bahan baku ini.

Dalam audiensi tersebut, Komisi III DPRD Subang menampung seluruh keluhan yang disampaikan. Forum diskusi berjalan dinamis dengan fokus utama mencari jalan keluar agar distribusi material tambang kembali lancar tanpa menabrak regulasi yang berlaku.

Langkah cepat DPRD ini diharapkan mampu mengurai benang kusut persoalan tambang di Subang. Sinergi antara legislatif dan elemen masyarakat menjadi kunci untuk memastikan roda pembangunan daerah tetap berputar di tengah tantangan ketersediaan material.

Jejak Uang Palsu Pasuruan Berujung di Subang, Polisi Bongkar Rumah Produksi Lintas Provinsi

Sindikat uang palsu Pasuruan Subang

Suarasubang.com – Aksi coba-coba WH (31) membelanjakan uang palsu di sebuah warung di Desa Winong, Kabupaten Pasuruan, menjadi awal petaka bagi sindikatnya. Unit Reskrim Polsek Gempol yang bergerak cepat tak hanya meringkus pelaku, tetapi juga berhasil membongkar jaringan kakap hingga ke sarangnya di Subang, Jawa Barat.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, dalam keterangannya pada Selasa (20/1/2026), mengungkapkan bahwa penangkapan WH membuka kotak pandora jaringan ini. Pengembangan kasus segera dilakukan hingga polisi berhasil menciduk MF (35) dan RG, dua pemasok utama yang beroperasi di wilayah Jawa Timur.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan uang palsu karena ini sangat merugikan masyarakat kecil dan stabilitas nilai mata uang kita,” tegas AKBP Harto mengapresiasi kinerja anggotanya.

Pengejaran petugas akhirnya bermuara di sebuah lokasi di Kabupaten Subang. Di sana, polisi menggerebek rumah produksi dan menangkap LSH (53), pria yang berperan sebagai otak sekaligus pencetak uang palsu. Barang bukti berupa laptop, mesin printer khusus, hingga puluhan lembar uang palsu siap edar pecahan seratus ribu rupiah berhasil diamankan.

Kepada penyidik, LSH mengaku telah menjalankan bisnis haram tersebut selama delapan bulan. Uang palsu hasil cetakannya diketahui telah didistribusikan ke berbagai wilayah, mulai dari Pasuruan, Jombang, Bandung, hingga menyeberang ke Lombok.

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan ekonomi. Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran uang palsu demi menjaga keamanan transaksi masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Akal Bulus Oknum LSM Subang Terhenti, 13 Kades Sempat Jadi Sapi Perah

OTT oknum LSM Subang

Subang – Petualangan oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial TY berakhir di balik jeruji besi. Ia tak berkutik saat diringkus Satreskrim Polres Subang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Desa Pamanukan Hilir, Minggu (11/1/2026).

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (15/1/2026), Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari keresahan para kepala desa. TY tertangkap basah saat sedang menerima uang “koordinasi” dari dua kades, lengkap dengan barang bukti uang tunai Rp2.500.000 di tangan.

Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik namun meresahkan. Komplotan ini awalnya mengirimkan surat somasi meminta data penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan aset desa, seolah-olah sedang menjalankan fungsi pengawasan.

Ujung-ujungnya, mereka mengintimidasi para kades dengan ancaman akan memviralkan atau melaporkan dugaan penyimpangan ke aparat penegak hukum. “Pelaku meminta uang dengan ancaman akan melaporkan dan mempublikasikan dugaan penyimpangan anggaran desa apabila permintaannya tidak dipenuhi,” jelas Kapolres.

Berdasarkan penyelidikan, aksi premanisme berkedok LSM ini ternyata cukup masif. TY, yang bergerak atas suruhan oknum ketua LSM berinisial WY (kini buron), diduga telah memeras sedikitnya 13 kepala desa di wilayah Kecamatan Pamanukan dan Sukasari dengan total uang terkumpul mencapai Rp8.750.000.

Polisi kini tengah memburu WY yang menjadi otak di balik skenario pemerasan tersebut. Penindakan tegas ini menjadi sinyal keras dari Polres Subang bahwa tidak ada ruang bagi praktik premanisme yang mengganggu jalannya pemerintahan desa.

Kejutan Awal Tahun, Kapolres Subang Berangkatkan Tiga Personel Umroh ke Tanah Suci

Hadiah umroh personel Polres Subang

Subang – Suasana apel pagi di Mapolres Subang pada Senin (19/1/2026) mendadak penuh haru dan kebahagiaan. Tanpa disangka-sangka, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., memberikan hadiah istimewa berupa paket ibadah umroh gratis kepada tiga orang personelnya.

Ketiga anggota yang beruntung tersebut terpilih setelah berhasil menjawab tantangan langsung dari Kapolres. Mereka mampu menjelaskan dengan lugas berbagai program kerja unggulan yang telah dijalankan selama masa kepemimpinan AKBP Dony di Subang.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa hadiah ini bukan sekadar apresiasi kinerja, melainkan upaya institusi dalam memuliakan anggotanya. Ia berharap kesempatan beribadah ke Tanah Suci ini dapat membawa dampak positif bagi mental dan spiritual para abdi negara.

“Pemberian reward ini tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi personel Polres Subang agar semakin semangat dalam menjalani tugas sebagai abdi negara,” ujar AKBP Dony di hadapan peserta apel.

Melihat respons positif anggotanya, Kapolres berencana menjadikan program ini sebagai agenda rutin dalam pertemuan-pertemuan mendatang. Langkah ini diambil untuk memacu semangat seluruh personel sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam tubuh Polri yang Presisi.

Harga Pangan di Pasar Baru Subang Bergejolak, Cabai Merah Tembus Rp40.000

Harga sayur Pasar Baru Subang

Memasuki pekan ketiga Januari, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Baru Subang terpantau mengalami fluktuasi cukup tajam. Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Subang mencatat kenaikan signifikan pada komoditas sayuran dan bumbu dapur per Senin (19/1/2026).

Pemicu utama gejolak harga ini disinyalir akibat faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi panen petani serta adanya kendala di sektor logistik. Akibatnya, pasokan ke pasar tersendat sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.

Lonjakan paling drastis terjadi pada cabai merah besar yang harganya meroket hingga 67 persen. Pedagang yang sebelumnya menjual di kisaran Rp24.000 per kilogram, kini membanderol komoditas pedas tersebut seharga Rp40.000 per kilogram.

Kelompok bawang pun tak luput dari kenaikan. Bawang merah kini dihargai Rp40.000 per kilogram, naik 25 persen dari harga semula Rp32.000. Setali tiga uang, harga bawang putih super juga ikut terkerek naik menyentuh angka yang sama.

Tak hanya bumbu dapur, sayuran hijau juga mengalami penyesuaian harga yang memberatkan konsumen. Buncis tercatat naik 50 persen dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan sawi hijau merangkak naik dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.

Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dapur. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi agar harga kebutuhan pokok tidak terus melambung di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Sedia Payung! Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabar Sepekan Ini

Cuaca Jawa Barat sepekan

Warga Jawa Barat diimbau untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Tatar Pasundan akan didominasi hujan dalam sepekan ke depan, mulai 19 hingga 25 Januari 2026.

Berdasarkan analisis terbaru, dinamika atmosfer saat ini menunjukkan aktivitas signifikan yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini memicu peningkatan potensi awan konvektif yang berdampak langsung pada curah hujan di berbagai daerah.

BMKG mencatat bahwa hujan yang turun tidak hanya berintensitas sedang, tetapi juga berpotensi sangat lebat. Masyarakat diminta mewaspadai fenomena ini karena kerap disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat terjadi tiba-tiba.

Meski demikian, karakteristik hujan kali ini diprediksi terjadi pada skala lokal dengan durasi yang relatif singkat. Pola cuaca seperti ini sering kali muncul tidak merata, namun tetap membawa risiko hidrometeorologi yang patut diantisipasi.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. Persiapan dini seperti membawa payung atau jas hujan menjadi langkah bijak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas harian di tengah musim penghujan.

Impian Puluhan Tahun Terwujud, Ibu Armah Terima Kunci Rumah Baru dari Kapolres Subang

Bedah rumah Polres Subang

Penantian panjang Ibu Armah untuk memiliki hunian yang layak akhirnya berbuah manis. Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., secara langsung menyerahkan kunci rumah hasil program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran, Sabtu (17/1/2026).

Suasana haru menyelimuti lokasi saat rombongan kepolisian tiba untuk meresmikan hunian tersebut. Program sosial ini merupakan bukti konkret kehadiran Polri dalam membantu masyarakat prasejahtera sekaligus mendukung kesejahteraan warga di pelosok desa.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Subang serta jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolres memastikan rumah Ibu Armah kini tak hanya kokoh, tetapi juga lengkap dengan perabotan. Langkah ini diambil agar penerima manfaat bisa langsung menempati rumah tanpa beban tambahan.

Ibu Armah tak kuasa menahan air mata bahagia saat melihat kondisi tempat tinggalnya yang berubah total. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian yang diberikan oleh institusi kepolisian kepadanya.

“Alhamdulillah, tak pernah bermimpi sama sekali, bisa punya rumah sebagus ini. Terima kasih Pak Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono yang sudah membantu merenovasi rumah emak jadi lebih layak huni sampe sebagus ini,” ungkap Ibu Armah dengan suara bergetar.

Turut hadir dalam momen spesial tersebut Kapolsek Pabuaran, Camat Pabuaran, Kepala Desa Kadawung, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi lintas sektoral ini menunjukkan kuatnya gotong royong dalam menuntaskan persoalan sosial di lingkungan warga.

Polres Subang menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan program humanis semacam ini. Semangat Presisi yang diusung Polri diharapkan dapat terus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh lapisan masyarakat yang paling membutuhka

Kopi Subang Mendunia! 96 Ton Robusta Resmi Diekspor ke Aljazair

Ekspor kopi Subang ke Aljazair

Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah perdagangan internasional. Sebanyak 96 ton kopi asal Kampung Leuwinutug, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, resmi dilepas untuk memenuhi permintaan pasar Aljazair, Minggu (18/01/2026).

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, yang memimpin langsung pelepasan lima kontainer tersebut, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai keberhasilan petani Subang menembus pasar global adalah kemenangan bagi seluruh bangsa.

“Terima kasih kepada semua yang sudah secara langsung maupun tidak langsung menjadikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Bukan hanya Subang yang bangga, tapi ini menjadi kebanggaan nasional,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ferry langsung menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan modal bagi GLB. Langkah ini dinilai vital agar koperasi dapat terus memperluas cakupan ekspornya.

Lebih jauh, Menkop menegaskan bahwa penguatan koperasi adalah upaya menerjemahkan visi ekonomi konstitusional yang diusung Presiden Prabowo.

“Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan,” tambah Ferry.

Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, mengungkapkan bahwa koperasinya kini menjadi motor penggerak ekonomi bagi 450 anggota dengan luas lahan garapan mencapai 1.589 hektare. Rekam jejak ekspor mereka pun terbilang fantastis.

Dalam rentang tahun 2024–2025 saja, GLB tercatat telah mengirimkan 964,2 ton kopi ke enam negara. Total nilai transaksi dari aktivitas perdagangan lintas negara tersebut menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp77,6 miliar (US$ 4,6 juta).

Disiplin K3 Teruji, PJO Dahana Site Indexim Coalindo Sabet Penghargaan Keselamatan Kerja

PJO Dahana Site Indexim Coalindo

Kabar membanggakan datang dari site project PT Dahana di Kaliorang, Kutai Timur. Penanggung Jawab Operasional (PJO) Dahana Site Indexim Coalindo, Harry Ratianto, sukses menyabet sertifikat apresiasi Komite Keselamatan Pertambangan (KKP) Tahun 2025 dari PT Indexim Coalindo, Kamis (15/01/2026).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dijalankan dengan disiplin tinggi di lapangan. Direktur Operasi Dahana, Abdul Haris Atbaro, menilai capaian ini sebagai buah dari kerja keras tim yang tak pernah menawar soal keselamatan.

Abdul Haris mengingatkan bahwa prestasi ini justru harus menjadi pemicu untuk semakin waspada, bukan alasan untuk berpuas diri.

“Terima kasih atas kerja keras rekan-rekan di site Indexim Coalindo. Semoga apresiasi yang diberikan tidak membuat kita mengendurkan kepatuhan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan dan impelementasi K3, melainkan semakin semangat mengetatkan kedisiplinan di lapangan,” ujar Abdul Haris.

Senada dengan hal tersebut, GM Tambang Umum Dahana, Teja Sukmara, memandang penghargaan ini sebagai validasi atas komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan aman. Ia berharap keberhasilan tim Indexim bisa menular ke lokasi proyek lainnya.

“Apresiasi kami atas dedikasi, komitmen, dan konsistensi dalam mendukung penerapan serta peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pertambangan. Konsistensi ini sangat penting dalam mewujudkan operasional aman, dan pencapaian ini dapat terus dipertahankan, menginspirasi, dan menjadi contoh positif bagi rekan-rekan site project lainnya,” ungkap Teja.

Harry Ratianto sendiri menanggapi apresiasi ini dengan rendah hati. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi solid antara dukungan manajemen pusat dan eksekusi tim di lapangan.

“Terima kasih pada manajemen Dahana yang telah mendukung kami baik melalui sistem yang sangat baik, maupun arahan-arahan yang sangat diperlukan di lapangan dan juga kepada rekan-rekan di site project, serta kepada Indexim Coalindo yang telah memberikan kepercayaannya kepada kami,” pungkas Harry.

Recent Posts