Beranda blog Halaman 248

Dalam Sepekan Kawanan Monyet Masuk Pemukiman Warga di Rajadesa Ciamis

Monyet.jpg

harapanrakyat.com,- Dalam sepekan terakhir ini, kawanan monyet masuk pemukiman warga di Dusun Sirnasari, Desa/Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kawanan monyet yang berkeliaran itu membuat warga resah.

Mamah Komalasari, salah seorang warga Dusun Sirnasari, RT 03/08, Desa/Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, mengatakan, pada hari Minggu (7/1/2024), dirinya mendengar suara teriakan tetangganya karena ada monyet liar di depan rumahnya.

Menurut Mamah, sudah satu minggu ini kawanan monyet berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk. Namun, ia tidak mengetahui dari mana asalnya kawanan monyet itu.

Karena takut mencelakai, warga setempat pun telah melakukan berbagai upaya untuk menangkap dan melumpuhkan binatang tersebut. Akan tetapi tidak membuahkan hasil, sehingga warga melaporkan ke Pos WMK Rancah, Kabupaten Ciamis, untuk mengevakuasinya.

Baca Juga: Petugas Damkar Evakuasi Sarang Tawon di Rumah Warga Tanjungsari Ciamis

Petugas Pos WMK Rancah Amankan Kawanan Monyet yang Masuk Pemukiman

Petugas Pos WMK Rancah Kabupaten Ciamis, Mugni, membenarkan adanya laporan dari salah seorang warga Rajadesa yang minta bantuan untuk mengevakuasi monyet yang berkeliaran sekitar pemukiman penduduk.

Mendapat laporan tersebut, petugas Pos WMK Rancah merespon dan langsung menuju ke tempat berkeliarannya binatang monyet untuk melakukan evakuasi.

“Evakuasi yang pertama tidak membuahkan hasil karena terganggu oleh banyaknya warga yang menonton. Sehingga kawanan monyet malah kabur ke wilayah perkebunan,” kata Mugni.

Namun, tidak lama kemudian kawanan monyet kembali masuk pemukiman penduduk. Bahkan hingga masuk ke salah satu rumah warga, dan mengacak-ngacak perabotan dan makanan yang ada dalam rumah.

Mugni menjelaskan, setelah melakukan evakuasi yang kedua kalinya, petugas pun berhasil mengamankan satu ekor monyet dengan selamat.

Berhubung monyet yang masuk pemukiman warga ada beberapa ekor, maka masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada.

Sebab, menurut Mugni, tidak menutup kemungkinan kalau bintang tersebut merasa terusik, sehingga menyerang dan mencelakai manusia.

“Ya, tidak menutup kemungkinan selain kembali masuk ke dalam rumah, kawanan monyet juga bisa mencelakai. Apabila kawanan monyet kembali ke pemukiman, lebih baik warga melaporkannya ke Pos WMK Rancah untuk mengevakuasinya,” pungkas Mugni. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Menikmati Surabi Legendaris di Bawah Flyover Pintusinga Kota Banjar

Sorabi.jpeg

harapanrakyat.com,- Belum lengkap rasanya jika menikmati malam tidak ditemani dengan makanan surabi legendaris di bawah Flyover Pintusinga Kota Banjar, Jawa Barat.

Makanan tradisional khas Indonesia yang satu ini terbuat dari bahan utama tepung beras, kemudian dibakar diatas tungku. Di Jawa Barat, jajanan tradisional ini terkenal dengan nama sorabi atau surabi.

Jika mendengar Surabi Pintusinga, tentunya sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Kota Banjar. Bahkan ada juga orang yang menyebutnya “Surabi Lion Door”.

Kuliner Surabi Legendaris di Bawah Flyover Pintusinga Kota Banjar

Tempat kuliner di Kota Banjar ini lokasinya berada di samping Kantor Subdenpom III 2/4, Lingkungan Pintusinga, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, tepatnya di bawah flyover.

Penjual surabi legendaris, Saepudin mengaku sudah belasan tahun berjualan di tempat tersebut. Sampai saat ini ia masih konsisten berjualan.

“Alhamdulillah, saya berjualan sorabi sudah belasan tahun, dari tahun 2007 sampai sekarang,” kata Saepudin, Minggu (7/1/2024).

Setiap hari Saepudin bersama istrinya berjualan mulai dari pukul 17.00 sampai 01.00 WIB. Ada beberapa macam surabi yang ia jual. Mulai dari surabi polos, surabi toping oncom, sampai surabi toping telur. Selain itu, ada juga aneka gorengan sebagai pelengkap makan surabi, dan kopi seduh.

Sedangkan mengenai harga, tentunya sangat terjangkau, mulai dari Rp 1.500 sampai dengan Rp 5.000 untuk surabi toping telur.

Dalam sekali berjualan Saepudin bisa menghabiskan tiga ember adonan, itu sama dengan 15 kilogram untuk membuat serabi.

“Karena ini bahan utamanya kan dari tepung beras. Alhamdulillah, sampai sekarang masih konsisten,” ungkapnya.

Baca Juga: Lezatnya Batagor Mang Asep di Banjar, Istimewa Pakai Tangkar dan Kikil

Pelanggan dari Berbagai Kalangan

Lebih lanjut Saepudin mengatakan, selain dari kalangan masyarakat biasa, pejabat pun seringkali mampir untuk sekadar menikmati kuliner surabi legendaris ini.

“Kalau zaman dulu sering datang ke sini pejabat seperti mantan Walikota dan Wakil Wali Kota Banjar,” kata Saepudin.

Sementara itu, Elin Marlina salah seorang pembeli mengaku kalau dirinya sering jajan surabi legendaris di bawah Flyover Pintusinga Kota Banjar ini.

“Kalau lapar malam-malam biasanya saya jajan serabi di sini bareng teman. Makannya juga langsung di sini saja, sambil liat kereta api lewat,” kata Elin, karena memang lokasinya berdekatan dengan rel kereta api.

Menurut Elin, surabi legendaris buatan Saepudin ini rasanya enak, berbeda dengan surabi lainnya. Karena itulah ia selalu memilih jajan di tempatnya Saepudin. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Produsen Kerupuk di Cipaku Ciamis Berhenti Sementara Dampak dari Harga Bahan Baku Melejit

Produsen-Kerupuk-di-Cipaku-Ciamis-Berhenti-Sementara-Dampak-dari-Harga-Bahan-Baku-Melejit.jpg

harapanrakyat.com,- Imbas dari harga bahan baku yang terus naik, membuat produsen kerupuk di wilayah Kecamatan Cipaku, Ciamis, Jawa Barat, terpaksa untuk sementara waktu berhenti berproduksi.

Salah satu produsen kerupuk yang menghentikan produksi sementara adalah Herdiana, warga Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku.

Ia mengatakan, mahalnya harga tepung tapioka yang merupakan bahan baku kerupuk, membuatnya terpaksa sementara waktu berhenti berproduksi.

Pasalnya, jika ia memaksakan untuk memproduksi, maka biaya dan hasil produksi tidak seimbang.

“Maka bukannya beruntung, akan tetapi malah buntung,” kata Herdiana, produsen kerupuk asal Cipaku kepada harapanrakyat.com, Minggu (7/1/2024).

Herdiana menyebutkan, kenaikan harga tepung tapioka terjadi sejak tahun baru 2024. Padahal jauh sebelumnya, harga terbilang normal kisaran Rp 800.000/kuintal.

Namun sejak tahun baru, harga bahan baku kerupuk ini mulai merangkak naik. Bahkan kenaikan harganya mencapai Rp 1.320.000/kuintal.

“Karena belum bisa menaikkan harga kerupuk, maka untuk sementara waktu tidak berproduksi. Sebab jika harga kerupuk dinaikkan memang sulit,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, produsen kerupuk di Cipaku, Ciamis yang sebagai home industri merasa keberatan jika harga melejit seperti saat ini.

“Ya, saya hanya bisa berharap pemerintah dapat menstabilkan harga-harga bahan pembuatan kerupuk,” ucapnya.

Menurutnya, berhenti berproduksi tidak hanya berdampak terhadap usahanya semata. Akan tetapi juga berdampak terhadap para pekerja yang setiap harinya diberdayakan. 

“Mahalnya harga tepung tapioka dan belum bisa berproduksi kembali, maka para pekerja atau ibu-ibu menjadi nganggur tak dapat penghasilan,” pungkasnya. (Dji/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Mobil Pengangkut Getah PTPN VIII di Ciamis Dirusak dan Dicuri OTK

Mobil-Pengangkut-Getah-PTPN-VIII-di-Ciamis-Dirusak-dan-Dicuri-OTK.jpg

harapanrakyat.com,- Sebuah mobil truk pengangkut getah karet milik PTPN VIII Batulawang dirusak orang tak dikenal (OTK). Selain ban depan digembosi, aki mobil truk juga raib dibawa pergi.

Kejadian itu terjadi di Dusun Neglasari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (7/1/2024).

Kepala ADM PTPN VIII Batulawang, Oki Ferdinal, membenarkan kejadian pengrusakan dan pencurian tersebut.

“Iya mobil truk milik PTPN VIII digembosi ban depan bagian kiri. Selain itu, OTK juga mencuri dua buah aki di mobil,” katanya saat melihat kondisi mobil di wilayah Desa Kutawaringin, Minggu (7/1/2024).

Kronologi Pengrusakan dan Pencurian Mobil Pengangkut Getah Milik PTPN VIII

Oki mengaku, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Ya karena ini sudah termasuk pengrusakan dan pencurian. Maka kami akan membuat laporan polisi,” terangnya.

Lanjutnya menuturkan, sebelum kejadian tersebut, sempat ada beberapa orang yang menghadang sopir truk pengangkut getah. Ia menduga bahwa yang menghadang mobil milik PTPN VIII Batulawang adalah penggugat lahan pasir kolotok.

“Informasi yang saya terima, mobil milik PTPN ini tadi siang ada yang memberhentikan, lalu menahannya. Tapi setelah itu, entah siapa yang menggembosi ban serta mencuri akinya,” tutur Oki.

Sebelum kejadian peristiwa pengrusakan dan pencurian mobil pengangkut getah, massa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Pasir Kolotok Bersatu (HMPKB) menggugat pihak PTPN VIII Batulawang terkait lahan HGU-nya.

HMPKB menuntut pemerintah untuk membebaskan lahan pasir kolotok, yang saat ini PTPN VIII Batulawang masih menguasai masa Hak Guna Usaha (HGU).

Tuntutan massa HMPKB tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan sudah beberapa kali terlihat mengajukan permohonan baik, ke Bupati Ciamis dan juga BPN Ciamis serta Jawa Barat.

Menurut versi HMPKB, ada kelebihan lahan milik pemerintah yang tidak masuk HGU, namun selama puluhan tahun masih digarap oleh pihak PTPN VIII Batulawang.

Perseteruan antara pihak PTPN VIII Batulawang dengan HMPKB pun terus berlanjut. Sebab, masing-masing dari kedua belah pihak bersikukuh.

Pihak PTPN VIII  tetap  mempertahankan lahan pasir kolotok, lantaran adanya perpanjangan HGU. Sementara HMPKB bersikukuh, meminta kelebihan lahan yang dianggap tidak pernah tersentuh oleh HGU PTPN VIII Batulawang.

Selain itu, HMPKB juga sempat melakukan pelaporan ke Polda Jabar, terkait dugaan adanya pemalsuan dokumen HGU oleh PTPN VIII Batulawang.

Bahkan pihak penyidik Polda Jabar, juga sempat datang ke lokasi pasir kolotok yang berada di wilayah Desa Kutawaringin. (Suherman/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Tebing Setinggi 17 Meter di Tasikmalaya Longsor, Tutup Jalan antar Desa

Longsor-Tutup-Jalan-Antar-Desa.jpg

harapanrakyat.com,- Tebing setinggi 17 meter di Kampung Kukulan, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya longsor hingga menutup jalan desa, Sabtu (6/1/24) malam. 

Selain menutup akses jalan desa, longsor di lokasi tersebut membuat aktivitas warga sekitar sempat terganggu. 

Sementara itu, tidak lama dari peristiwa petugas gabungan dari BPBD, Tagana, Polisi, TNI dan warga sekitar langsung mengevakuasi tanah. Bahkan, mereka berjuang hingga 7 jam lamanya hingga jalan benar-benar normal. 

Camat Cigalontang Dedi Herniawan mengatakan, akibat longsor tersebut akses jalan dua desa di kecamatannya sempat terhambat. 

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Setelah proses evakuasi selama 7 jam, sekarang sudah normal dan kendaraan sudah bisa lewat lagi,” katanya. 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, apalagi di musim hujan. 

“Wilayah kita memang daerah rawan longsor, karena itu saya harap semua waspada dari berbagai ancaman bencana alam,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

DPUPRP Ciamis Terjunkan Alat Berat Bersihkan Material Longsor di Pamarican

Alat-Berat.jpg

harapanrakyat.com,- Dinas PUPRP Kabupaten Ciamis menurunkan alat berat untuk mengevakuasi longsoran tebing yang menutup jalan penghubung Desa Margajaya-Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Minggu (7/1/24). 

Berdasarkan informasi, ada 4 titik lokasi longsor yang berada di Desa Sidamulih. Karena itu, Pemdes setempat terpaksa meminta bantuan ke Pemkab Ciamis untuk evakuasi material longsor. 

Kades Sidamulih Hadli mengatakan, longsor yang terjadi di wilayahnya tersebut memutus akses jalan perekonomian masyarakat. 

“Alhamdulillah alat berat sudah turun. Semoga jalur penghubung ini bisa kembali normal seperti sedia kala,” katanya.

Dari 4 titik lokasi longsor, lanjutnya, lokasi yang paling parah berada di Nagarahayu kelok 8 Dusun Malabar. Sementara satu lokasi lagi yang parah berada di wilayah Babacek. 

Pantauan di lapangan, Pemdes bersama petugas dari DPUPRP, BPBD, RCS serta Babinsa tampak bahu-membahu membersihkan longsoran yang menutup akses jalan tersebut. (Suherman/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Praktisi Hukum Garut Sarankan Gakkumdu Rujuk UU ITE dan KUHP untuk Proses Oknum Satpol PP Dukung Gibran

Praktisi-Hukum-Garut-Sarankan-Gakkumdu-Rujuk-UU-ITE-dan-KUHP-untuk-Proses-Oknum-Satpol-PP-Dukung-Gibran.jpg

harapanrakyat.com,- Asep Muhidin seorang praktisi hukum menganggap, Gakkumdu dan Bawaslu Garut, Jawa Barat bisa menerapkan Undang – Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP, dalam menangani kasus oknum Satpol PP deklarasi dukung Gibran.

Hal itu ia nyatakan, karena jika Undang – undang pemilu tak kuat memberi sanksi yang bukan ASN, ITA dan KUHP bisa jadi rujukan karena mereka sudah membuat gaduh seantero negeri tentang netralitas pegawai Pemerintah.

Dalam menjerat kasus 13 oknum Satpol PP Garut yang melakukan deklarasi kepada Cawapres Gibran Rakabuming Raka, Bawaslu telah menjadwalkan pembahasan bersama Gakkumdu, yang akan digelar pada Senin (8/1/2024) besok.

Jika mengacu pada pasal 283 Undang – undang pemilu tidak ada sanksi hukuman kepada non ASN, sehingga sentra Gakkumdu bisa merujuk Undang – Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP, karena para oknum Satpol PP dianggap telah membuat gaduh.

“Menyampaikan dukungan terhadap Cawapres, itu sudah mempersiapkan secara matang. Karena apa, foto Gibran yang diangkat yang tidak ada menjadi ada, itu tandanya sudah dipersiapkan, sudah ada mens rea kesengajaan dan niat. Jadi selain pada pasal 521, pasal 283 agar diterapkan KUHP dan undang – undang ITE, karena sudah membuat gaduh,” kata Asep Muhidin, praktisi hukum, Minggu (7/1/2024) saat dihubungi.

Ia menganggap semua warga negara sama di mata hukum, sehingga jangan hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas.

“Agar bisa memperlihatkan hukum ini tidak tumpul ke atas tajam ke bawah, contoh ketika ada masyarakat biasa yang melanggar undang – undang, hampir 50 persen tidak tahu persoalan hukum, nah ini Satpol PP adalah aparat penegak hukum peraturan Daerah, kalau mereka tidak tahu ada larangan, itu adalah pernyataan yang dungu untuk oknum Satpol PP,” tambahnya.

Baca juga: Update Terbaru Kasus Oknum Satpol PP Garut Deklarasi Dukung Cawapres Gibran

Gakkumdu Garut Jangan Memaksakan Undang-undang

Jika Gakkumdu memaksakan Undang – undang pemilu terhadap 13 oknum Satpol PP, tentu akan lemah, karena mereka bukan ASN. Akan tetapi Asep memandang, Gakkumdu bisa menggunakan Undang – undang ITE dan KUHP tentang perbuatan gaduh.

“Bawaslu jangan memaksakan pasal 280, kan ada KUHP dan Undang – undang ITE. Karena sudah membuat gaduh bahkan direspon istana. Perlu akal sehat bahwa sentra Gakkumdu yang merupakan gabungan dari polisi, kejaksaan dan Bawaslu bisa membuktikan hukum ini bisa dijalankan. Gampang kan untuk melihat mens rea nya itu sudah ada, niatnya sudah ada mempersiapkan, jika sulit mencari mens rea membuat gaduh itu tidak logis,” tutupnya. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)

Wisata Kiara Artha Park, Air Mancur Menari di Tengah Kota Bandung

Wisata-Kiara-Artha-Park-Bandung.jpg

Kiara Artha Park, kawasan terpadu seluas lebih dari 2.9 hektar, menjadi destinasi wisata ikonik di Kota Bandung, Jawa Barat yang memadukan konsep hunian, bisnis, komersial, dan wisata. Terletak di tengah kota, taman kota ini melengkapi ragam taman tematik lain yang telah ada di Bandung. 

Mulai beroperasi sejak 17 Agustus 2019, taman ini telah menarik minat warga Bandung dan wisatawan umum. Harga tiket masuk ke wisata terpadu ini sangat terjangkau, hanya Rp10.000. 

Menariknya, tiket masuk tersebut bisa kita tukarkan dengan minuman ringan saat hendak pulang. Bagi anak usia 6 tahun kebawah, tiket masuk gratis! Adapun jam operasional taman ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam.

Baca Juga: Kampung Gajah Wonderland Bandung, Wisata yang Terbengkalai

Pesona Wisata Kiara Artha Park Bandung

Salah satu atraksi utamanya adalah Dancing Fountain atau Air Mancur Menari yang memukau, di mana air mancur bergerak seirama dengan lantunan musik yang dimainkan.

Atraksi ini juga dapat dinikmati pada malam hari, mempesona dengan permainan lampu warna-warni yang menambah daya tarik.

Wisata Edukatif untuk Anak

Taman Asia Afrika, bentuk angka delapan yang mengenang Konferensi Asia Afrika tahun 1955, merupakan daya tarik lainnya di wisata Kiara Artha Park.

Patung-patung setengah badan para inisiator konferensi semuanya  ada di taman ini, memberikan nuansa edukasi dan rekreasi yang menarik. 

Ada pula Kampoeng Korea, tempat untuk merasakan suasana Korea melalui arsitektur, kuliner, dan budayanya.

Baca Juga: Wahoo Waterworld Bandung, Nikmati Seluncuran Beragam

Tidak ketinggalan, Taman Lampion atau Festival of Light menjadi daya tarik unik dengan lampion-lampion cantik berbagai bentuk dan warna yang memukau pengunjung pada malam hari.

Fasilitas yang tersedia di objek wisata Kiara Artha Park juga memadai, termasuk area parkir luas, mushola, area kuliner, arena bersepeda, area bermain anak, kereta keliling, dan jogging track.

Lokasi Strategis dengan Akses Mudah

Kiara Artha Park memiliki lokasi strategis di Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, berada di pusat kota Bandung. Akses ke taman ini dapat dilakukan dari berbagai arah, memudahkan wisatawan dalam menikmati pesona Kiara Artha Park. 

Dengan berbagai atraksi dan fasilitas yang menarik, Kiara Artha Park menjadi destinasi wisata menarik bagi warga Bandung dan wisatawan umum. Segera rencanakan kunjungan Anda dan rasakan pengalaman luar biasa bersama keluarga. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Susi Air Buka Rute Baru, Bandung Pangandaran Hanya 45 Menit

Susi-Air-Buka-Rute-Baru-Bandung-Pangandaran-Hanya-45-Menit.jpg

harapanrakyat.com,- Maskapai Susi Air membuka rute penerbangan baru, yaitu Jakarta – Bandung – Pangandaran dan sebaliknya.

Rute penerbangan baru ini akan memudahkan warga Jawa Barat untuk berpergian ke Pangandaran, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata pantai yang populer.

Pesawat Susi Air akan berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta pada pukul 08.10 WIB dan tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada pukul 08.45 WIB.

Dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, pesawat akan berangkat ke Bandara Nusawiru Pangandaran pada pukul 09.15 WIB dan tiba di Pangandaran pada pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Ini Beberapa Jalur Alternatif Menuju Pantai Pangandaran, Cocok untuk Hindari Macet

Waktu tempuh dari Bandung ke Pangandaran hanya 45 menit. Hal ini tentu akan menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pangandaran, yang selama ini membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama melalui jalur darat atau laut.

Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana menyambut baik pembukaan rute penerbangan baru ini. Ia berharap, pembukaan rute baru ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

“Dengan dibukanya rute baru ini, maka aksesibilitas ke Pangandaran menjadi lebih mudah. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap pariwisata Pangandaran,” kata Agus.

Agus juga berharap, pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dan promosi yang lebih gencar untuk menarik wisatawan ke Pangandaran. Ia juga berharap, pihak maskapai Susi Air dapat menambah frekuensi penerbangannya. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Diguyur Hujan Deras, Rumah Edoh di Ciamis Ambruk

Rumah-Edoh-di-Ciamis-Ambruk.jpg

harapanrakyat.com,- Diguyur hujan deras, rumah milik Edoh di Desa Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ambruk, Sabtu (6/1/2024).

Kejadian ambruknya rumah milik Edoh warga Dusun Cakungsari RT 14, RW 03, Desa Pasirlawang tersebut membuat pemilik rumah mengalami kerugian hingga 5 juta rupiah.

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Nurholis mengatakan, beruntung saat kejadian tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kejadiannya kemarin Sabtu (6/1/2024) sore, dimana saat kejadian kondisi cuaca di wilayah Purwadadi tengah diguyur hujan deras,” terangnya, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga: Bejat, Dua Orang Kakek di Ciamis Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

Nurholis mengatakan, pagi tadi warga sekitar dibantu oleh Tagana dan Relawan Ciamis Selatan (RCS) membantu korban membersihkan puing-puing dinding yang berserakan.

“Sejak pagi tadi kami bersama relawan dan masyarakat membantu korban untuk membersihkan puing-puing tembok yang kemarin ambruk. Alhamdulillah siang ini semuanya sudah beres terevakuasi,” katanya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts