suarasubang.com – Kabupaten Subang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui aksi penghijauan.
Dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Subang dan didukung oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penanaman pohon kembali dilakukan di Bukit Pamoyanan sebagai bagian dari upaya pelestarian alam dan pengurangan emisi karbon.
Penghijauan di Bukit Pamoyanan: Mendukung Pengendalian Iklim
Penanaman pohon ini merupakan rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, dilaksanakan untuk menghadapi musim penghujan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem.
Pj Bupati Subang menegaskan bahwa inisiatif ini adalah langkah penting dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
“Kami bersama Forkopimda memulai gerakan ini sebagai bentuk kontribusi dalam menurunkan emisi global dan memperbaiki iklim. Jenis pohon yang ditanam pun dipilih dengan cermat, disesuaikan dengan kondisi dan kontur Bukit Pamoyanan,” ujarnya.
Bukit Pamoyanan, yang terletak di Kabupaten Subang, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam.
Dengan penanaman pohon yang intensif, area ini tidak hanya akan membantu menjaga lingkungan, tetapi juga diharapkan menjadi ikon wisata hijau yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Penanaman Pohon Subang: Membangun Kesadaran Kolektif
Gerakan penghijauan yang dilaksanakan Pemda Subang juga bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Pj Bupati Subang mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam program penanaman pohon demi menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Subang untuk bersama-sama terlibat dalam penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam memberikan kontribusi besar bagi kelangsungan bumi kita,†tambahnya.
Wisata Hijau di Bukit Pamoyanan: Potensi Ekonomi dan Lingkungan
Selain aspek lingkungan, Pemda Subang juga melihat potensi ekonomi dari gerakan penanaman pohon ini.
Dengan keindahan alam yang masih asri, Bukit Pamoyanan berpotensi menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
“Bukit Pamoyanan memiliki pesona alam yang luar biasa. Kami berharap, melalui penghijauan ini, bukit ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Subang, dengan pengelolaan yang baik dan mendukung prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan,†jelas Pj Bupati Subang.
Langkah Menuju Subang yang Lebih Hijau dan Lestari
Penanaman pohon di Subang bukan hanya sebuah gerakan sementara, melainkan komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan berbagai pihak, Subang diharapkan bisa menjadi kabupaten yang ramah lingkungan dan bebas dari ancaman perubahan iklim.
Penanaman pohon Subang merupakan langkah nyata dalam menjaga alam sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Subang sebagai wilayah yang peduli terhadap lingkungan.
Mari Bersama Menjaga Alam: Penanaman Pohon untuk Masa Depan Subang
Dengan gerakan penghijauan yang terus digalakkan, Pemda Subang berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam. Menanam pohon adalah salah satu cara termudah namun memiliki dampak besar untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan penanaman pohon di Subang, mari kita wujudkan masa depan yang lebih hijau dan sejuk untuk generasi mendatang.
suarasubang.com – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Bandung – Subang, tepatnya di Kampung Pasirkareumbi, Subang, Kamis, 17 Oktober 2024, pukul 07.50 WIB. Peristiwa ini melibatkan dua truk besar, beberapa kendaraan, dan becak, mengakibatkan dua korban tewas dan delapan orang terluka.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Subang, AKP Sudirianto, kecelakaan bermula ketika truk Hino dump bermuatan tanah dan batu yang dikemudikan oleh Ahmad kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun. Truk tersebut kemudian menabrak beberapa kendaraan, termasuk motor, truk lain, becak, serta sebuah sedan yang berada di dalam bengkel ban.
Truk tersebut kemudian terguling dan menghantam kendaraan Suzuki APV serta pick-up yang melaju dari arah Subang ke Bandung. Akibat kecelakaan ini, dua korban jiwa tercatat: pengayuh becak Roni Gunawan dan seorang pejalan kaki bernama Rivan Mulya Setiawan. Delapan korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat.
Kasus ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian Subang untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab utama kecelakaan, yang diduga karena rem blong.
suarasubang.com – Dalam upaya mendukung pemerintah untuk mewujudkan zero stunting, PT DAHANA melaksanakan program penyuluhan stunting serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
Acara ini merupakan bagian dari Pekan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) DAHANA 2024, dalam rangka merayakan HUT perusahaan ke-58, yang diadakan di Bale DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2024.
Ketua Umum Tatali Wargi DAHANA, Arum Manggarsari, menekankan bahwa pengentasan stunting merupakan langkah penting bagi kemajuan masyarakat.
Menurutnya, masalah stunting menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas masyarakat karena berdampak pada kesehatan jangka panjang serta keterlambatan perkembangan kognitif anak-anak yang terkena stunting.
“Stunting merupakan akar dari lambatnya produktivitas dan kesehatan jangka panjang yang buruk. Kita harus menyelesaikan masalah ini secara kolaboratif agar Indonesia bisa mencapai tujuan Indonesia Emas 2045,†jelas Arum.
Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2022, angka stunting di Indonesia masih berada di angka 21,6%, sementara pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 14% pada tahun 2024. Penyebab utama stunting adalah kurangnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang baik sejak usia 6 bulan.
Ketua TJSL DAHANA, Eman Suherman, menambahkan bahwa DAHANA memprioritaskan pengentasan stunting dalam program TJSL perusahaan. Perusahaan ini secara aktif melakukan kampanye dan penyuluhan stunting serta memberikan makanan tambahan kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, stunting memiliki dampak besar terhadap biaya kesehatan di masa depan serta berisiko memperpanjang kesenjangan ekonomi akibat rendahnya daya saing individu yang terkena stunting.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan Subang sebagai wilayah prioritas dalam mewujudkan zero stunting. Kami berharap semakin banyak perusahaan dan institusi yang tergerak untuk berkolaborasi mengatasi masalah ini,†ujar Eman.
Dalam pelaksanaan program ini, DAHANA bekerja sama dengan Puskesmas UPTD Cibogo Subang dan kader Posyandu di wilayah sekitar. Selain kegiatan penyuluhan, DAHANA juga mengadakan kegiatan senam prolanis untuk masyarakat dan donor darah dengan bekerja sama dengan PMI Subang.
PT DAHANA menunjukkan komitmen kuatnya untuk berkontribusi dalam pengentasan stunting, terutama di wilayah Subang, guna membantu pemerintah mencapai target nasional penurunan angka stunting.
Kunjungan Kerja Pj. Bupati Subang Tinjau Proyek Infrastruktur di Subang Selatan – Suarasubang. Subang, 15 Oktober 2024 – Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd., melakukan kunjungan kerja ke wilayah Subang Selatan untuk memantau langsung proyek rekonstruksi dan peningkatan infrastruktur jalan. Fokus utama kunjungan ini adalah ruas jalan Cikadu – Nyomot Serangpanjang, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Subang.
Dalam kunjungannya, Pj. Bupati Subang juga meninjau beberapa proyek strategis lainnya, termasuk rekonstruksi jalan Cirangkong – Cimenteng di Kecamatan Cijambe, peningkatan jalan hotmix Cimeuhmal – Rancamanggung di Kecamatan Tanjungsiang, serta proyek peningkatan jalan Gardusayang – Mayang di Kecamatan Cisalak.
Proyek Strategis Infrastruktur Jalan di Subang
Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Subang, Agung, menyampaikan bahwa proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan meliputi:
Rekonstruksi jalan Cikadu – Nyomot Serangpanjang: sepanjang 2,7 km.
Rekonstruksi jalan Cirangkong – Cimenteng: sepanjang 36 m dan 28 m.
Peningkatan jalan hotmix Cimeuhmal – Rancamanggung: sepanjang 200 m telah selesai, dengan rencana lanjutan sekitar 320 m.
Proyek peningkatan jalan Gardusayang – Mayang: sepanjang 725 m.
Komitmen Pembangunan Infrastruktur 2024
Dalam keterangannya, Pj. Bupati Subang menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan proyek strategis tahun 2024 berjalan sesuai target. “Kami ingin memastikan semua proyek infrastruktur, termasuk sekolah, jembatan, dan irigasi, dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran,” ujar Pj. Bupati.
Sebelumnya, Pj. Bupati juga telah meninjau perbaikan jembatan di Cijambe yang rusak akibat banjir, serta perkembangan proyek di Blanakan. Kunjungan kali ini juga mencakup wilayah Kecamatan Sagalaherang, Serangpanjang, Cijambe, Cisalak, dan Tanjungsiang.
Harapan untuk Peningkatan Akses Transportasi
Pj. Bupati Subang memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Subang atas penyelesaian proyek-proyek jalan hotmix. Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung transportasi pangan antar desa ke pasar-pasar di Subang. Ia juga mengharapkan kerja sama dari masyarakat dalam menjaga jalan-jalan yang sudah dibangun agar tetap berfungsi optimal.
“Kami berharap pada masa mendatang, jalan-jalan yang belum diperbaiki bisa segera ditangani, sehingga kualitas jalan kabupaten di seluruh Subang bisa merata,” pungkasnya.
Selain infrastruktur jalan, Pj. Bupati Subang juga memantau kondisi sarana dan prasarana di beberapa Sekolah Dasar (SD), serta meninjau jembatan Cipeles dan Cibeureum di Kecamatan Tanjungsiang.\
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur yang akan meningkatkan kualitas akses transportasi dan layanan publik di Subang. Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur demi kemajuan daerah.
suarasubang.com – Kehadiran truk besar di Kabupaten Subang semakin meresahkan warga. Jalur utama yang sering dilalui truk proyek, khususnya di daerah Pantura dan wilayah Pasirkareumbi, mengalami peningkatan lalu lintas kendaraan berat.
Aktivitas ini tidak hanya menyebabkan kemacetan tetapi juga sering menimbulkan kecelakaan yang merugikan masyarakat setempat. Warga menyampaikan kekhawatiran terkait kerusakan jalan yang semakin parah, peningkatan polusi, serta ancaman keselamatan bagi pengguna jalan lain.
Kecelakaan yang Menjadi Sorotan
Beberapa kecelakaan tragis yang melibatkan truk besar terjadi dalam tiga bulan terakhir di Subang. Kecelakaan ini sering kali disebabkan oleh truk yang membawa muatan berlebih atau mengalami masalah teknis, seperti rem blong, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Salah satu kecelakaan besar yang baru-baru ini terjadi di Pasirkareumbi melibatkan dua truk besar yang mengalami tabrakan, sehingga memperparah kemacetan di daerah tersebut.
Selain itu, pada 28 September 2024, terjadi kecelakaan truk pasir di Jalan Pasirkareumbi, Subang, yang melibatkan truk bermuatan pasir dengan mobil bak terbuka.
Truk tersebut kehilangan kendali dan menabrak mobil bak yang sedang melintas. Insiden ini menyebabkan lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan signifikan karena jalan utama terganggu.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun insiden tersebut menunjukkan bahaya lalu lintas akibat kendaraan berat yang beroperasi di area padat penduduk.
Beberapa waktu lalu di daerah Cijambe, kecelakaan beruntun yang melibatkan truk dan delapan kendaraan lainnya juga terjadi. Dalam insiden ini, sebuah truk pengangkut galon menabrak beberapa kendaraan di depannya, yang mengakibatkan satu orang meninggal dan beberapa lainnya terluka.
Kecelakaan yang berkaitan dengan proyek Patimban juga menjadi perhatian, mengingat banyaknya aktivitas truk besar di wilayah tersebut yang kerap kali menyebabkan kecelakaan.
Keluhan Warga dan Dampak Lingkungan
Masyarakat Subang mengeluhkan dampak lingkungan akibat aktivitas truk besar, termasuk debu, kebisingan, dan kerusakan jalan.
Kerusakan infrastruktur akibat beban berat truk berdampak langsung pada pengguna jalan lain yang harus menghadapi lubang dan jalan yang tidak rata.
Selain itu, warga yang tinggal di sepanjang jalur truk merasa khawatir akan keselamatan mereka, khususnya bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.
Teddy Supriadi, warga yang tinggal di kawasan Sompi mengaku geram dengan melimpahnya truk proyek di jalan-jalan utama kota Subang.
“Truk-truk ini mengular di jalan, bikin macet dan jalan jadi nggak kelihatan. Selain jalannya berbondong-bondong, kadang ugal-ugalan, pokoknya membahayakan!“ keluhnya.
Lain lagi dengan Yuyum Rusmiati, warga Tegal Kelapa yang memprotes truk proyek yang sering parkir sembarangan.
“Truk-truk ini sering parkir seenaknya. Kadang-kadang bisa 3-5 mobil. Sangat mengganggu sekali,†ujarnya.
Solusi yang Diharapkan
Warga mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan mitigasi, seperti perbaikan jalan yang rusak, pembatasan waktu operasi truk, serta pengawasan lebih ketat terhadap muatan dan kondisi kendaraan truk.
Dengan solusi yang efektif, diharapkan aktivitas truk besar di Subang dapat tetap mendukung pembangunan ekonomi tanpa membahayakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat setempat.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak negatif truk besar, sehingga jalan-jalan di Subang bisa menjadi lebih aman dan ramah bagi semua pengguna jalan.
Subang kerap mengalami beberapa kecelakaan besar yang melibatkan truk dan kendaraan berat di jalur-jalur utama, terutama di area turunan di kawasan Subang, sekitar Pantura dan wilayah Patimban.
Kondisi ini menggarisbawahi kebutuhan akan mitigasi risiko kecelakaan akibat truk besar, terutama di jalan-jalan sempit seperti Pasirkareumbi.
Tingginya intensitas lalu lintas truk di Subang, khususnya pada jalan-jalan yang digunakan oleh kendaraan berat dari dan menuju proyek, telah menambah risiko kecelakaan di daerah ini.
suarasubang.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk besar yang mengangkut material batu kerikil terjadi di Jalan Ahmad Yani, Subang, pagi ini, Kamis (17/10/2024). Insiden ini juga mengakibatkan tabrakan dengan empat kendaraan kecil lainnya.
Menurut saksi mata, kondisi jalan yang padat selama jam sibuk pagi hari kemungkinan menjadi salah satu penyebab kecelakaan tersebut.
Namun, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan kronologi pasti dan penyebab utama dari kecelakaan yang melibatkan truk besar terguling di Subang ini.
Proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung secara intensif, melibatkan petugas kepolisian, pemadam kebakaran, serta dinas terkait. Petugas telah mengarahkan lalu lintas ke jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi akibat kecelakaan ini.
Bagi pengguna jalan diimbau untuk menghindari area Jalan Ahmad Yani dan mencari rute alternatif hingga proses evakuasi selesai.
Photo: GPI Subang (ist)
Truk Besar Jadi Masalah di Subang, Ancam Keselamatan dan Kemacetan Lalu Lintas
Kehadiran truk besar di wilayah Subang semakin menjadi perhatian masyarakat. Truk-truk yang mengangkut material berat seperti batu, pasir, dan bahan konstruksi sering kali terlihat melintas di jalan-jalan utama, terutama di daerah Pasirkareumbi dan Jalan Ahmad Yani.
Meskipun penting untuk mendukung proyek-proyek pembangunan, keberadaan truk besar ini juga menimbulkan sejumlah masalah yang berdampak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk besar kerap terjadi di Subang. Seperti kecelakaan terbaru yang melibatkan dua truk pengangkut material batu yang terguling di Jalan Ahmad Yani.
Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan, tetapi juga berisiko tinggi bagi pengguna jalan lainnya. Banyak kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong, beban berlebih, atau pengemudi yang lelah akibat perjalanan panjang.
Truk besar dengan muatan berlebih sering kali memperparah kondisi jalan di Subang. Jalan raya yang seharusnya bisa digunakan dengan aman oleh semua jenis kendaraan malah cepat rusak akibat beban berat yang dibawa oleh truk-truk tersebut.
Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan kecil yang harus berbagi jalur dengan truk-truk besar ini.
Dari pantauan kami, Subang mengalami kemacetan yang cukup signifikan, terutama di sekitar titik-titik pembangunan atau lokasi dengan aktivitas bongkar muat truk.
Kemacetan ini sering kali diperparah oleh keberadaan truk besar yang membutuhkan ruang lebih banyak saat bermanuver. Di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, kemacetan bisa berlangsung lebih lama akibat lambatnya pergerakan truk yang membawa beban berat.
Truk besar yang melintas di jalanan Subang juga menimbulkan polusi udara dan kebisingan. Mesin yang beroperasi dengan tenaga besar menghasilkan emisi lebih tinggi, yang berdampak buruk pada kualitas udara di sekitar jalan utama.
Selain itu, suara mesin dan bunyi klakson truk yang berlebihan dapat mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut.
Sebagian kalangan masyarakat mulai bersuara supaya pihak terkait kehadiran truk-truk besar ini.
Irna, ibu rumah tangga asal Dangdeur misalnya mengaku trauma dan panik saat hendak berkendara.
“Beberapa kali truk yang berseliweran ini membahayakan dan membuat kemacetan saat setiap saya keluar rumah antar jemput anak sekolah,” keluhnya.
Ia meminta pihak berwenang di Subang memberlakukan jam-jam tertentu untuk operasional truk besar dan mengalihkan rute truk ke jalan-jalan yang lebih sedikit dilalui kendaraan lain.
Selain itu, sebagian kalangan masyarakat juga berharap adanya patroli rutin untuk memeriksa kelayakan kendaraan juga dilakukan demi memastikan bahwa truk-truk yang melintas dalam kondisi prima dan tidak melebihi kapasitas muatan.
Sousi yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Edukasi kepada pengemudi truk mengenai pentingnya menjaga kecepatan dan beban muatan yang sesuai standar juga sangat penting.
Dengan sinergi antara pemerintah, pihak pengelola angkutan, dan masyarakat, diharapkan permasalahan truk besar di Subang dapat diminimalisir untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
GIGABYTE Memperkenalkan Motherboard AORUS Z890 dengan Inovasi AI- Suarasubang.com. GIGABYTE merek komputer terkemuka di dunia, dengan bangga mengumumkan peluncuran motherboard seri AORUS Z890. Seri AORUS Z890 menghadirkan D5 Bionic Corsa, teknologi inovatif yang mengintegrasikan AI untuk meningkatkan kinerja melalui optimalisasi Software, hardware, dan firmware. Bersama dengan peningkatan fitur-fitur yang mudah digunakan, seri AORUS Z890 merupakan platform yang paling kuat dan cerdas untuk prosesor Intel® Core™ Ultra terbaru.
Inti dari seri AORUS Z890 adalah D5 Bionic Corsa, sebuah teknologi yang ditingkatkan dengan AI untuk memori DDR5. Rangkaian revolusioner ini meningkatkan kinerja memori DDR5 ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya di 9500+ MT/s melalui integrasi Software, hardware, dan firmware secara mulus. AI Snatch Engine secara cerdas menyimpulkan konfigurasi memori DDR5 XMP dan CPU terbaik, meningkatkan kecepatan hingga 20%.
Dengan XMP AI BOOST dan CPU AI BOOST, pengguna dapat mencapai performa overclocking kelas dunia hanya dengan satu klik. Di sisi hardware, AI-Driven PCB Design menggunakan simulasi AI untuk meminimalisir pantulan sinyal hingga 28,2%, memastikan integritas sinyal untuk performa terbaik di berbagai lapisan. Desain VRM yang kokoh, dikombinasikan dengan teknologi DDR Wind Blade, mengurangi Suhu hingga 10°C untuk meningkatkan efisiensi termal.
Di sisi firmware, HyperTune BIOS mengintegrasikan optimasi berbasis AI untuk menyempurnakan Memory Reference Code (MRC), memastikan kinerja tinggi yang berkelanjutan untuk para penggemar game dan multitasking.
Seri AORUS Z890 menghadirkan inovasi ramah pengguna untuk menyederhanakan proses pembangunan dan peningkatan. Dengan WIFI EZ-PLUG, pengguna dapat memasang antena Wi-Fi hanya dalam satu detik, sehingga proses instalasi menjadi lebih mudah. Jajaran produk ini juga mencakup PCIe EZ-Latch Plus untuk memudahkan pelepasan kartu grafis, M.2 EZ-Latch Plus, dan M.2 EZ-Latch Click untuk pemasangan M.2 SSD dan heatsink tanpa alat. sebagai tambahan serbaguna,
Pekan TJSL DAHANA 2024 Hari Kedua mempertemukan perwakilan anak usia dini se-Kabupaten Subang – Suarasubang.com. Pekan TJSL DAHANA 2024 Hari Kedua mempertemukan perwakilan anak usia dini se-Kabupaten Subang untuk berlomba menggambar, kreasi seni, dan tahfidz. Kegiatan kolaborasi antara DAHANA dan HIMPAUDI Subang tersebut dilaksanakan di Bale DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Supervisor TJSL DAHANA Enok Elia menuturkan, kegiatan perlombaan untuk anak pra-sekolah merupakan persembahan DAHANA kepada masyarakat sekitar, agar anak-anak dapat memiliki kepercayaan diri dalam meraih mimpi, serta berkontribusi untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045, kami menggelar perlombaan yang mempertemukan anak usia dini, agar mereka terlatih untuk percaya diri bersaing dan berlomba dalam kebaikan. Selamat kepada para pemenang, dan yang belum mendapatkan rezeki menang, jangan berkecil hati, karena akan selalu ada kesempatan-kesempatan lainnya,†ujar Enok.
Dalam perlombaan menggambar, peserta dibagi ke dalam dua kelompok dengan masing-masing memiliki enam juara. Di Kelompok A, Allana dari SPS Al-Afif berhasil mencatatkan namanya sebagai Iuara I, diikuti oleh Nafisa Nur Anggraeni dari PAUD Bina Insan sebagai Juara II dan Nazifa Okta dari SPS Miftahul Hidayah sebagai Juara III. Harapan I oleh Alesha Kinara Putri dari RA Nurul Jannah, Harapan II oleh Dedari Adya Insani dari RA Uswatun Hasanah, dan Harapan III oleh Zardan dari RA AT-Taufiq.
Di Kelompok B, Adkilla Afsheen dari TK Islam Mutiara Annur berhasil menjuarai lomba menggambar, dilanjutkan oleh Aisha dari SPS Miftahul Hidayah sebagai Juara II dan Elita dari RA Nur Hidayah sebagai Juara III. Sementara Harapan I diraih oleh Selvi dari SPS Bina Insan, Harapan II Rayhan dari RA AT-Taufiq, dan Harapan III oleh Mahrez dari KB Hidayatuddin.
Pada perlombaan Kreasi Seni, Juara I dimenangkan oleh SPS Miftahul Hidayah, Juara II oleh SPS Bina Insan, dan Juara III oleh TK Nurul Iman. Sementara, Harapan I diraih oleh TK Tunas Harapan diikuti oleh SPS Al Qodar sebagai Harapan II, dan PAUD Hidayah Thuddin sebagai Harapan III.
Sementara pada Lomba Tahfidz Kelompok A berhasil dimenangkan oleh Najwa Humaira Asmoro dari Uswatun Hasanah sebagai Juara I, Fani dari RA Al Jasmiyah sebagai Juara II, dan Aluna dari KB Hasanah sebagai Juara III. DI kelompok B, Fahad dari KB Nurul Hikmah berhasil menjadi Juara I, Silvia dari RA Al Jasmiyah sebagai Juara II, dan Asyha dari Nurul Jannah sebagai Juara III.
Penyerahan hadiah diberikan secara langsung oleh Ketua Umum Tatali Wargi DAHANA Arum Manggarsari kepada pemenang lomba Tari Kreasi, sementara lomba Tahfidz diserahkan oleh Pjs. Sekretaris Perusahaan Erwin Cipta, dan lomba Menggambar diserahkan oleh Ketua TJSL Eman Suherman.
“Sekali lagi selamat kepada para pemenang. Kami juga memohon doa kepada anak-anak serta para pendamping, semoga di HUT DAHANA ke 58, dan di masa yang akan datang, DAHANA dapat terus semakin maju berkembang,†harap Enok.
Informasi: Juli Jajuli Senior Manajer Legal & Komunikasi Perusahaan PT DAHANA Email : julijajuli@dahana.id Mobile: 082111546999
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Subang – Suarasubang.com. Mulai 1 Oktober 2024, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami penyesuaian. Penurunan harga terjadi pada berbagai produk BBM non-subsidi dari Pertamina, Shell, Vivo, dan BP AKR. Perubahan ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen, khususnya yang menggunakan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax dan jenis BBM lainnya.
Penyesuaian Harga BBM Pertamina: Turun Signifikan pada Produk Non-Subsidi
Berdasarkan informasi dari laman resmi MyPertamina, harga BBM non-subsidi di Pertamina mengalami penurunan di seluruh produk unggulannya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah harga Pertamax (RON 92) yang turun menjadi Rp12.100 per liter dari sebelumnya Rp12.950 per liter. Produk Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi.
Selain itu, Pertamina memperkenalkan produk ramah lingkungan, Pertamax Green 95, yang kini dijual seharga Rp12.700 per liter, turun dari bulan sebelumnya. Pengguna kendaraan diesel pun merasakan dampak positif dari penyesuaian harga ini. Produk Dexlite turun menjadi Rp12.700 per liter dari harga sebelumnya Rp14.050 per liter, sementara Pertamina Dex dipatok seharga Rp13.150 per liter, turun dari Rp14.550 per liter bulan sebelumnya.
Harga-harga ini berlaku di wilayah DKI Jakarta dan beberapa daerah lain yang memberlakukan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%. Penurunan harga BBM non-subsidi Pertamina diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengurangi pengeluaran bahan bakar kendaraan, khususnya bagi pengguna produk-produk berkualitas tinggi.
Harga BBM di Shell: Penurunan Harga Signifikan di Seluruh Produk
Penyesuaian harga juga terjadi di SPBU Shell. Harga produk Shell Super (RON 92), setara dengan Pertamax dari Pertamina, turun cukup signifikan sebesar Rp1.160 per liter menjadi Rp12.290 per liter dari harga sebelumnya Rp13.450 per liter. Penurunan ini memberikan keuntungan bagi pengguna Shell yang membutuhkan BBM beroktan 92.
Selain itu, Shell V-Power (RON 95), yang dikenal sebagai BBM berkualitas tinggi, kini dijual seharga Rp13.070 per liter, turun dari Rp14.280 per liter pada bulan lalu. Produk unggulan lain seperti Shell V-Power Nitro+ (RON 98) juga mengalami penurunan harga menjadi Rp13.260 per liter. Untuk kendaraan diesel, Shell menawarkan Shell V-Power Diesel yang kini dipatok seharga Rp13.250 per liter, turun dari Rp14.660 per liter.
Penurunan harga ini menunjukkan komitmen Shell dalam memberikan solusi bahan bakar berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, sehingga semakin menarik bagi pengguna kendaraan yang mengutamakan performa mesin.
Harga BBM di BP AKR: Produk Berkualitas dengan Harga Lebih Terjangkau
SPBU BP AKR juga melakukan penyesuaian harga pada semua produk BBM mereka. Produk BP 92 (RON 92), yang setara dengan Pertamax dan Shell Super, kini dijual dengan harga Rp12.290 per liter, turun dari bulan sebelumnya yang seharga Rp13.450 per liter.
Pengguna yang membutuhkan BBM beroktan lebih tinggi bisa memilih BP Ultimate (RON 95), yang kini dipatok seharga Rp13.070 per liter, turun dari Rp14.280 per liter. Selain itu, BP Ultimate Diesel (CN 53), yang menjadi pilihan favorit pengguna kendaraan diesel, kini tersedia dengan harga Rp13.250 per liter, turun dari Rp14.660 per liter.
Dengan penyesuaian ini, BP AKR terus berusaha menghadirkan produk BBM berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, memberikan nilai tambah bagi para pelanggannya di seluruh Indonesia.
Harga BBM di SPBU Vivo: Stabil dengan Penyesuaian Kecil
SPBU Vivo juga turut menyesuaikan harga BBM di bulan Oktober 2024. Revvo 90 yang setara dengan Pertalite, dijual seharga Rp11.995 per liter, sedikit naik dari sebelumnya Rp11.950 per liter. Sementara itu, Revvo 92 yang setara dengan Pertamax, turun menjadi Rp12.190 per liter dari harga bulan lalu yang Rp13.450 per liter.
Produk unggulan Vivo, Revvo 95, kini tersedia dengan harga Rp12.950 per liter, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp14.200 per liter. Dengan penyesuaian ini, Vivo menawarkan pilihan BBM berkualitas tinggi dengan harga yang lebih kompetitif di pasaran.
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU per Oktober 2024
Berikut adalah daftar lengkap harga BBM di beberapa SPBU besar seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan BP AKR per Oktober 2024:
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp13.250 per liter
Pertamina
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.100 per liter
Pertamax Green (RON 95): Rp12.700 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.250 per liter
Bio Solar (Diesel CN48): Rp6.800 per liter
Dexlite (Diesel CN51): Rp12.700 per liter
Pertamina Dex (Diesel CN53): Rp13.150 per liter
Shell
Shell Super (RON 92): Rp12.290 per liter
Shell V-Power (RON 95): Rp13.070 per liter
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp13.260 per liter
Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.250 per liter
Vivo
Revvo 90 (RON 90): Rp11.995 per liter
Revvo 92 (RON 92): Rp12.190 per liter
Revvo 95 (RON 95): Rp12.950 per liter
BP AKR
BP 92 (RON 92): Rp12.290 per liter
BP Ultimate (RON 95): Rp13.070 per liter
Penurunan harga BBM di bulan Oktober 2024 memberikan angin segar bagi para pengguna kendaraan, terutama yang menggunakan produk BBM non-subsidi. Pertamina, Shell, Vivo, dan BP AKR menawarkan berbagai pilihan bahan bakar berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Penurunan ini diharapkan bisa mengurangi beban biaya bahan bakar dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan berbagai pilihan BBM berkualitas, konsumen dapat lebih mudah menyesuaikan jenis bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka, baik untuk performa tinggi maupun efisiensi bahan bakar.
Alan Sahroni Sukses Ekspor Serat Daun Nanas ke Mancanegara – Suarasubang.com. Alan Sahroni, pengusaha muda dari Subang, Jawa Barat, telah membuktikan bahwa limbah daun nanas bisa diubah menjadi produk tekstil yang bernilai tinggi. Melalui inovasi dan kerja kerasnya, ia berhasil menembus pasar internasional dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dengan dukungan Program YESS, Alan terus mengembangkan usahanya dan berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian milenial di Indonesia. Potensi besar dari serat daun nanas ini diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga bisa memberikan manfaat lebih luas bagi petani dan masyarakat.
Pengusaha Muda yang Sukses Mengubah Limbah Daun Nanas Menjadi Produk Ekspor
Alan Sahroni, seorang pengusaha muda dari Kampung Cijoged, Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah menciptakan gebrakan di dunia bisnis dengan mengolah limbah daun nanas menjadi serat tekstil berkualitas tinggi. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2013 ini kini berkembang pesat, bahkan telah menembus pasar internasional seperti Jepang, Singapura, Malaysia, dan Jerman. Berkat inovasinya, serat daun nanas yang biasanya dibuang sebagai limbah kini menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Awal Mula Bisnis Serat Daun Nanas
Alan memulai usaha ini dari keprihatinannya melihat daun nanas yang melimpah di daerahnya hanya dibuang begitu saja sebagai limbah pertanian. Berbekal pengetahuan dan keberanian untuk berinovasi, ia mulai mengolah daun nanas menjadi serat yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil. Tidak hanya menciptakan produk bernilai tinggi, usaha ini juga ramah lingkungan karena mengurangi jumlah limbah pertanian yang terbuang.
Sejak awal usahanya, Alan menyadari potensi besar dari daun nanas yang selama ini tidak banyak dimanfaatkan. Nanas sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Subang, dengan lahan pertanian nanas yang luas mencapai sekitar 3.000 hektare. Dari satu hektare lahan nanas, bisa dihasilkan 10-15 ton daun nanas setiap kali panen. Potensi inilah yang dilihat Alan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, mengingat jumlah bahan baku yang melimpah.
Sumber mediaindonesia
Proses Produksi Serat Daun Nanas
Dalam proses produksinya, Alan mengambil daun nanas langsung dari petani setempat. Setelah itu, dilakukan penyortiran untuk memisahkan daun berdasarkan panjang dan kualitasnya. Daun yang layak kemudian diolah menggunakan mesin decorticator, sebuah alat khusus yang dirancang untuk memisahkan serat daun nanas dari daging daunnya. Alan menjelaskan bahwa daging daun nanas yang terpisah dalam proses ini tidak terbuang sia-sia, melainkan digunakan sebagai bahan pupuk organik yang nantinya bisa digunakan kembali oleh petani untuk menyuburkan tanah.
Setelah serat dipisahkan, tahap selanjutnya adalah pencucian untuk menghilangkan kotoran dan warna hijau alami dari daun. Pencucian ini dilakukan secara manual menggunakan air biasa. Setelah dicuci, serat dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari hingga benar-benar kering. Proses pengeringan ini sangat tergantung pada kondisi cuaca, jika cuaca cerah, pengeringan bisa berlangsung lebih cepat.
Setelah kering, serat-serat tersebut disisir untuk memisahkan sisa daun yang masih menempel dan membuat serat lebih halus. Proses ini juga membantu meningkatkan kualitas serat, sehingga lebih rapi dan siap untuk dipintal menjadi benang. Alan juga menjelaskan bahwa serat yang sudah disisir ini kemudian dipintal secara manual menjadi benang dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi khusus agar lebih efisien.
Dengan menggunakan ATBM, benang yang dihasilkan dari serat daun nanas kemudian ditenun menjadi kain. Kain yang dihasilkan pun bervariasi, mulai dari kain lebar untuk berbagai kebutuhan tekstil hingga kerajinan tangan seperti tas, rompi, hingga lampu hias. Proses ini juga menghasilkan produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Tantangan dan Kesuksesan dalam Ekspor
Pada tahun 2021, Alan berhasil mengekspor 1,2 ton serat daun nanas ke Singapura. Ekspor ini merupakan salah satu prestasi besar dalam usahanya, meskipun Alan menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kapasitas produksinya. Salah satu kendala utama yang dihadapinya adalah keterbatasan mesin produksi, yang membuatnya hanya mampu memproduksi 200-300 kilogram serat per bulan, jauh di bawah permintaan pasar yang mencapai 1 ton per bulan.
Meski demikian, Alan tetap optimis dengan prospek bisnisnya. Dengan potensi bahan baku yang melimpah dari perkebunan nanas di Subang, ia terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya. Selain Singapura, ia juga pernah mengekspor serat daun nanas ke Jepang, Malaysia, dan Jerman. Meskipun pasar internasional sangat menjanjikan, Alan juga tetap memprioritaskan pasar lokal dengan menjual berbagai produk kerajinan tangan yang terbuat dari serat daun nanas.
Untuk pasar lokal, Alan mengirimkan produknya ke beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Meskipun pesanan dari pasar lokal tidak sebesar permintaan ekspor, namun tetap memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan usahanya. Alan mengaku bahwa produk serat daun nanas yang dijual di pasar lokal biasanya berupa kerajinan tangan seperti kain, tas, dan produk dekoratif lainnya.
Harga dan Potensi Ekonomi Serat Daun Nanas
Alan menjelaskan bahwa harga serat daun nanas bervariasi tergantung pada bentuk dan tingkat pengolahannya. Untuk serat daun nanas yang belum disisir, ia menjual seharga Rp 200 ribu per kilogram, sedangkan serat yang sudah disisir dijual dengan harga Rp 215 ribu per kilogram. Selain itu, ia juga menjual benang yang terbuat dari serat daun nanas dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per gulungan kecil. Untuk kain yang dihasilkan dari tenunan serat daun nanas, harganya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per meter, tergantung pada lebar dan jenis kainnya.
Meskipun bisnisnya masih menghadapi berbagai tantangan, Alan melihat potensi ekonomi dari serat daun nanas sangat besar. Selain itu, usahanya juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu pekerja di usaha Alan, Imas Fitriani, mengaku sangat terbantu dengan adanya produksi serat daun nanas ini. “Alhamdulillah, bisa sedikit menambah penghasilan saya. Awalnya saya diberikan pelatihan, sekarang saya bisa bekerja di sini,” ungkap Imas.
Dukungan Program YESS dan Peran dalam Pengembangan Pertanian Milenial
Kesuksesan Alan tidak lepas dari dukungan Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), sebuah inisiatif kerja sama antara International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan enterpreneurship di kalangan petani muda dan memajukan sektor pertanian di Indonesia melalui sistem klaster agribisnis.
Melalui program YESS, Alan mendapatkan bimbingan dan dukungan untuk mengembangkan usahanya dalam klaster bisnis nanas. Klaster ini mencakup seluruh rantai nilai dari budidaya nanas hingga pengolahan limbah daun nanas menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan adanya dukungan ini, Alan mampu meningkatkan skala usahanya dan memperluas jangkauan pasarnya, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, juga mengapresiasi peran Alan dalam memajukan sektor pertanian Indonesia. “Sekarang ini kita membutuhkan anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi tinggi untuk memajukan pertanian di Indonesia. Pertanian modern harus dikelola oleh generasi milenial yang berorientasi ekspor, dan Alan adalah salah satu contoh sukses,” jelas Dedi.
Harapan ke Depan untuk Industri Serat Daun Nanas
Ke depan, Alan berharap dapat terus meningkatkan kapasitas produksinya dan memperluas jangkauan pasar ekspor. Ia juga berencana untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk baru dari serat daun nanas, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat sekitar melalui pelatihan dan pembukaan lapangan pekerjaan.
Usaha Alan Sahroni menjadi inspirasi bagi banyak petani muda di Indonesia. Dengan memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini tidak banyak dimanfaatkan, Alan berhasil menciptakan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Inovasinya dalam mengolah serat daun nanas menjadi tekstil telah membuka peluang besar bagi Indonesia untuk bersaing di pasar internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.