Beranda blog Halaman 220

Begini Respon Awal Pj Bupati Subang Atasi Inflasi Daerah

suarasubang.com – Penjabat (Pj) Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd, memimpin peninjauan di Pasar Murah yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Pagaden pada Senin, 26 Februari 2024.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya tingkat inflasi di Subang, khususnya pada bulan Januari yang mencapai 4,89%.

Sebelum memeriksa operasi pasar, Dr. Imran menyempatkan diri untuk bertemu dengan murid-murid TK Anggrek Dharma Wanita yang berada di lokasi tersebut.

Dalam penjelasannya, Dr. Imran menyampaikan keheranannya terkait fakta bahwa meskipun Subang dikenal sebagai sentra produksi beras nomor 3 di Jawa Barat, namun beras medium dari Subang tidak cukup tersedia di pasar.

Selain itu, beras premium yang tersedia di toko-toko besar memiliki harga yang jauh di atas standar.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Subang mengimplementasikan strategi operasi pasar dan intervensi pasar.

Operasi pasar dilakukan untuk memahami jalur distribusi dan harga barang kebutuhan pokok, sementara intervensi pasar melibatkan bazar pangan murah yang melibatkan UMKM, minimarket, dan Bulog.

Harga beras dan minyak goreng dalam bazar ini diposisikan di bawah harga pasar konvensional.

Dr. Imran menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang akan terus melakukan pemantauan harian terhadap harga kebutuhan pokok.

Operasi pasar dan intervensi pasar akan dilakukan secara rutin hingga tercapai stabilitas harga yang diinginkan. Dalam kerangka ini, tindakan tegas akan diambil terhadap distributor atau agen yang terlibat dalam praktik tidak sah.

Itu dia langkah-langkah konkret yang diambil oleh Pj. Bupati Subang untuk menanggulangi inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pemda Subang Mulai Operasi Pasar dan Intervensi untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok

suarasubang.com – Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si.,MA.Cd, mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok melalui peninjauan Operasi Pasar di Lapang Kecamatan Binong pada Senin, 26 Februari 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Imran tidak hanya meninjau, tetapi juga terlibat aktif dalam Bazar yang melibatkan UMKM, minimarket, dan Bulog. Harga beras dan minyak goreng yang ditawarkan dalam bazaar ini terpantau di bawah harga pasar biasa.

BULOG Kabupaten Subang turut berkontribusi dengan menyediakan berbagai produk, termasuk Beras SPHP 5kg seharga Rp. 52.500,- (Rp. 10.500 per Liter) dan Minyak Goreng Minusa 1L seharga Rp. 14.000,-.

Produk lain seperti Beras Setra Ramos 5kg, Minyak Goreng Dvina, Gula Pasir VIT, dan Tepung Terigu juga tersedia dengan harga yang kompetitif.

Dr. Imran menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk terus memantau harga kebutuhan pokok setiap harinya.

Operasi pasar dan intervensi pasar akan dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan dasar bagi seluruh masyarakat.

Sebagai bagian dari agenda, Dr. Imran memberikan pengarahan kepada kepala desa dan jajaran perangkat Desa Binong.

Inisiatif ini mencerminkan peran proaktif Pemerintah Kabupaten Subang dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pasokan kebutuhan pokok.

Pj Bupati Subang Apresiasi Pasar Murah di Desa Tanjungrasa

suarasubang.com – Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si.,MA.Cd, menunjukkan apresiasinya terhadap Pasar Murah yang diadakan di Kantor Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tambakdahan pada Senin, 26 Februari 2024.

Dalam kunjungannya, Dr. Imran tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap harga bahan pokok yang ditawarkan dalam bazaar tersebut.

Melibatkan UMKM dan Bulog, bazzar ini menarik perhatian dengan harga bahan pokok yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pasar reguler.

BULOG Kabupaten Subang ikut serta dengan menyediakan produk seperti Beras SPHP 5kg seharga Rp. 52.500,- dan Minyak Goreng Minusa 1L seharga Rp. 14.000,-.

Dr. Imran menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk terus memantau harga kebutuhan pokok, menjalankan operasi pasar, dan melakukan intervensi pasar secara rutin demi menjaga stabilitas harga.

Selain itu, Dr. Imran memberikan pengarahan kepada kepala desa dan perangkat Desa Tanjungrasa. Ia mengapresiasi kelancaran jalannya pasar murah di desa tersebut, termasuk penyediaan bangku-bangku bagi masyarakat yang antri.

Dr. Imran juga berharap agar standar seperti ini dapat diadopsi dalam pelaksanaan pasar murah di masa mendatang.

Dalam konteks pemilu, Dr. Imran menekankan pentingnya pemantauan kondusifitas pasca pemilu hingga pengumuman hasil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Ia juga mengajak perangkat desa untuk menginisiasi penanaman tanaman bumbu dapur seperti cabai menggunakan media tanam polibag di pekarangan rumah masyarakat.

Segini Gaji dan Tugas Komeng di DPD RI Jika Lolos

suarasubang.com – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) adalah lembaga legislatif dengan anggotanya berasal dari setiap provinsi.

Nah, Komeng adalah sosok selebritis viral yang digadang-gadang bakal jadi anggota DPD RI. Lalu berapa sih rincian mengenai gaji dan tunjangan yang diterima oleh Komen saat menjadi nggota DPD RI.

1. Gaji Pokok

Gaji pokok anggota DPD ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2008. Berikut rincian gaji pokok:

– Ketua DPD: Rp 5.040.000

– Wakil Ketua DPD: Rp 4.620.000

– Anggota DPD: Rp 4.200.000

2. Tunjangan

Selain gaji pokok, anggota DPD menerima sejumlah tunjangan yang meliputi:

Tunjangan Melekat

– Tunjangan suami/istri: Rp 420.000 (10% dari gaji pokok)

– Tunjangan anak: Rp 84.000 per anak (maksimal dua anak, 2% dari gaji pokok)

– Tunjangan jabatan anggota: Rp 9.700.000

– Tunjangan beras: Rp 30.090 per jiwa (maksimal empat jiwa)

– Tunjangan PPh Pasal 21: Rp 2.699.813

– Uang sidang/paket: Rp 2.000.000

Tunjangan Lain

– Tunjangan kehormatan: Rp 5.580.000

– Tunjangan komunikasi: Rp 15.554.000

– Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran: Rp 3.750.000

– Bantuan listrik dan telepon: Rp 7.700.000

Tunjangan Biaya Perjalanan

– Uang harian daerah tingkat I: Rp 5.000.000 per hari

– Uang harian daerah tingkat II: Rp 4.000.000 per hari

– Uang representasi daerah tingkat I: Rp 4.000.000 per hari

– Uang representasi daerah tingkat II: Rp 4.000.000 per hari

Anggota DPD juga memperoleh anggaran untuk pemeliharaan rumah dinas dan perlengkapan rumah.

Fungsi dan Tugas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI memegang peran sentral dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Fungsi utama DPD adalah menjadi perwakilan daerah yang mewakili kepentingan dan aspirasi daerah dalam proses perumusan dan pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

DPD menjadi tempat bagi perwakilan daerah untuk aktif berpartisipasi dalam proses legislasi dan mengawasi kebijakan pemerintah

Tugas DPD mencakup beberapa aspek krusial. Pertama, DPD bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan otonomi daerah, khususnya dalam pelaksanaan undang-undang yang terkait dengan daerah.

DPD juga memiliki peran dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan nasional yang memiliki dampak pada daerah.

Selain itu, DPD memiliki tanggung jawab dalam memberikan usulan, pertimbangan, dan pendapat terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

DPD juga memiliki hak untuk memberikan pendapat atau usulan perubahan terhadap RUU yang dianggap berdampak signifikan bagi daerah.

Wewenang DPD mencakup sejumlah hal penting. DPD berhak mengajukan inisiatif RUU yang terkait dengan otonomi daerah, pemberdayaan masyarakat, dan kepentingan daerah lainnya.

Selain itu, DPD memiliki kewenangan untuk memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap RUU yang memiliki dampak signifikan terhadap daerah.

DPD juga berwenang untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah yang terkait dengan daerah, baik yang diajukan oleh anggota DPD maupun oleh pemerintah.

DPD juga memiliki hak memberikan pertimbangan terhadap RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berdampak pada daerah.

Dedi Mulyadi Upayakan Perbaikan Jembatan Purwakarta-Subang

suarasubang.com – Jembatan penghubung antara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang yang rusak selama enam tahun terakhir akhirnya mendapat perhatian serius dari Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Belum lama ini, KDM merespons laporan masyarakat tentang kerusakan jembatan tersebut dengan turun langsung ke lokasi bersama sejumlah pihak dan warga setempat.

Menurut Kades Cijunti Rohata Hardiana, jembatan ini mengalami kerusakan sejak enam tahun yang lalu dan belum pernah diperbaiki sejak KDM berhenti menjabat sebagai bupati.

Kerusakan ini menyebabkan warga dan kendaraan yang melewati jembatan harus bergantian dan ekstra hati-hati.

Seperti dikutip dari tribunews, KDM, selaku tokoh masyarakat di Purwakarta, tidak hanya turun langsung ke lapangan tetapi juga meminta bantuan dari sahabatnya, pengusaha Saepul Bahri Binzein, untuk menghitung biaya perbaikan.

Hasil perhitungan menunjukkan biaya proyek mencapai Rp 1,4 miliar, namun, karena dilakukan secara sosial tanpa keuntungan, biaya tersebut dapat dikurangi menjadi sekitar Rp 1 miliar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proyek sosial ini, Binzein menyatakan kesiapannya untuk membebaskan sejumlah biaya tanpa mengambil keuntungan.

Proyek perbaikan jembatan diestimasi dapat selesai dalam waktu dua bulan dengan pembuatan sayap sebagai penahan air.

Meskipun seharusnya proyek ini dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena menghubungkan dua kabupaten, KDM memastikan bahwa proyek ini tidak akan melibatkan anggaran pemerintah dan seluruh biaya akan ditanggung secara pribadi.

“Uangnya dari saya, tidak usah melibatkan anggaran dari pemerintah. Pekerjaan kita mulai hari Minggu dan mudah-mudahan selesai pas dua bulan, pas ulang tahun saya tanggal 12 April,” ujar Dedi Mulyadi, yang berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagaimana masalah seharusnya ditangani tanpa berlarut-larut oleh negara.

Yusril Ihza Mahendra: Hak Angket Tak Bisa Batalkan Hasil Pilpres


suarasubang.com – Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa hak angket yang diajukan oleh sejumlah pihak terkait dugaan kecurangan dalam Pilpres 2024 tidak akan memiliki dampak yang cukup untuk membatalkan hasil Pilpres 2024.

Berikut beberapa poin penting dari pernyataan Yusril:

  • Hak angket DPR hanya berwenang untuk menyelidiki kinerja penyelenggara negara, bukan untuk membatalkan hasil pemilu.
  • Hasil pemilu hanya dapat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) melalui mekanisme perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).
  • Penggunaan hak angket untuk membatalkan hasil Pilpres 2024 dapat menimbulkan kekacauan dan ketidakpastian politik.
  • Pihak yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2024 diimbau untuk menempuh jalur hukum yang sah melalui MK.

Bagaimana menurut kalian? Apakah hak angket adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan sengketa Pilpres 2024?

Mari kita jaga demokrasi Indonesia dengan mengikuti proses hukum yang sah dan damai.

Kelangkaan Pupuk di Subang Jadi Dilema Bagi Petani

suarasubang.com – Hampir setiap musim tanam, kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi dilema bagi para petani di Subang.

Pupuk murah yang seharusnya tersedia untuk mereka malah hilang di pasaran, memaksa petani membeli pupuk nonsubsidi yang jauh lebih mahal.

Saat permintaan pupuk meningkat sementara pasokan tetap, harga seharusnya stabil. Namun, terdapat kebocoran dan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi, mengakibatkan petani harus membeli pupuk nonsubsidi dengan harga berkali-kali lipat dari pupuk subsidi.

Biaya produksi yang tinggi merugikan petani, dan mahalnya harga pupuk bisa mengakibatkan berkurangnya produktivitas hasil panen.

Ini menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, mempengaruhi harga gabah dan beras di pasaran.

Sejumlah usulan reformasi kebijakan pupuk bersubsidi mencuat, termasuk mengubah skema subsidi menjadi bantuan tunai langsung kepada petani.

Pengusutan tuntas terhadap dugaan penyelewengan distribusi pupuk juga dianggap sebagai langkah konkret yang harus segera dilakukan.

Dengan tingginya harga beras dan dampaknya pada rakyat, reformasi total pada kebijakan pupuk bersubsidi menjadi sangat penting.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan anggaran negara benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan bantuan sarana produksi pertanian.

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Menghantui Petani Subang

Petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Seperti dikutip dari investor.id, keluhan ini khususnya datang dari wilayah Subang Selatan, terutama di Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang.

Pupuk bersubsidi yang sulit didapatkan menyulitkan petani dalam memupuk lahan persawahan mereka.

Jumlah pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah juga semakin dibatasi, memaksa petani untuk mencari cara alternatif.

Salah seorang petani, Dedi Suhardi (55) dari Desa Sagalaherang Kaler, menyatakan bahwa pada tahun 2024 mereka menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Situasi ini memberikan beban tambahan karena harga pupuk non-subsidi lebih tinggi dan pembelian dibatasi.

Sebelum adanya pembatasan, petani biasanya mendapatkan jatah hingga enam kuintal pupuk per hektare, tetapi sekarang terbatas hanya dua kuintal.

Dedi menyebutkan bahwa hal ini berdampak signifikan pada hasil tanaman, dengan penghasilan yang turun drastis.

Dedi juga tidak mengetahui secara pasti mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi ini dan berharap agar situasi segera normal kembali.

Para petani berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan pelayanan terbaik, dengan pemenuhan pupuk bersubsidi tanpa adanya pembatasan pembelian.

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi para petani di Subang, yang berharap agar pasokan pupuk kembali normal dan harga stabil untuk meringankan beban mereka dalam mengelola lahan pertanian.

Tudingan Terhadap Kecurangan Distribusi Pupuk

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto sempat mengungkapkan keprihatinan serius terkait kecurangan dalam distribusi pupuk bersubsidi, yang menurutnya menjadi penyebab utama kesulitan petani dalam mendapatkan pupuk.

Dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, 31 Januari 2024 lalu Prabowo menuding adanya permainan dan ketidakefisiensi dalam penyaluran pupuk subsidi.

Menurutnya, hal ini menjadi hambatan besar bagi petani yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk yang sangat dibutuhkan.

Ia menilai perlunya penanganan serius terhadap masalah pangan di Tanah Air. Ia khususnya menyoroti petani di Pulau Jawa yang, menurutnya, perlu dibantu melalui intensifikasi.

“Dalam administrasi dan pelaksanaannya, terdapat permainan dalam distribusi pupuk bersubsidi yang membuat petani kesulitan mendapatkannya,” ungkap Prabowo.

Ia menambahkan, “Kita harus menyederhanakan semua proses ini agar efisien. Jangan biarkan terlalu banyak pihak di tengah yang memanfaatkannya, karena akhirnya, kita berpotensi menghadapi krisis pangan.”

Prabowo memandang bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam membantu petani melalui ketersediaan benih, pupuk, dan pestisida.

Namun, ia memberikan catatan bahwa adanya oknum yang memanipulasi distribusi pupuk bersubsidi menjadi kendala serius dalam pasokan pupuk kepada petani.

Ungkapan Prabowo Subianto mencerminkan perhatian mendalam terhadap situasi petani dan kebutuhan mendesak untuk merumuskan solusi efektif guna mengatasi kelangkaan pupuk di Indonesia.

DPR RI Soroti Kelangkaan Pupuk Subsidi

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet pun mengungkapkan keprihatinannya terkait kelangkaan pupuk subsidi dan meminta pemerintah untuk meningkatkan anggaran pupuk subsidi.

Dalam pernyataan tertulis, Slamet menyoroti ketidakseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan ini.

Slamet dengan tegas mengkritik alokasi anggaran pupuk subsidi yang dinilainya tidak mencukupi.

Anggaran sebesar Rp26 triliun pada 2024, menurutnya, hanya memenuhi sepertiga dari total kuota pupuk subsidi nasional yang mencapai Rp70 triliun. Dalam pandangannya, anggaran yang terbatas ini tidak efisien untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi.

Menurut Slamet, pemerintah cenderung lebih fokus pada proyek-proyek strategis nasional seperti Ibu Kota Negara (IKN), kereta cepat, dan mobil listrik daripada memprioritaskan kebutuhan petani.

Ia menekankan perlunya peningkatan anggaran pupuk subsidi menjadi Rp70 triliun agar kebutuhan petani terpenuhi.

Terlepas dari permasalahan dan penyelesainnya di level atas, saat ini petani di Subang tengah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Lantas, apakah ada oknum yang melakukan kecurangan dalam distribusi pupuk bersubsidi?

Persikas Subang Berburu Pemain untuk Musim Baru Liga 3 2023-2024

suarasubang.com – Dalam persiapan menghadapi putaran nasional Liga 3 2023-2024, Persikas Subang, yang berhasil menjadi runner-up Liga 3 Jabar 2023 seri 1, sedang aktif mencari pemain baru.

Dikutip dari skor.id, pelatih tim, Dindin Wahyudin, berbicara tentang rencana timnya untuk menambah kekuatan dan menjaga harapan promosi ke Liga 2.

Menurut Din Gultom, akrab disapa pelatih, proses pemanggilan pemain baru akan dimulai awal Maret.

Sebelumnya, tim memberikan kesempatan kepada pemain trial dengan menggelar seleksi selama tiga hari di Stadion Persikas pada 27-29 Februari 2024.

Langkah ini diambil untuk memastikan Persikas Subang siap menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Sebagai bagian dari persiapan, manajemen Persikas telah melakukan pertemuan dengan Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran, pada 20 Februari 2024.

Ini mencerminkan seriusnya Persikas dalam menghadapi putaran nasional Liga 3. Klub ini berharap memperoleh dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.

Bersama Persikasi dan empat tim lainnya, Persikas Subang akan bersaing di putaran nasional Liga 3 2023-2024.

Ambisi utama adalah meraih tiket promosi ke Liga 2. Tim-tim tersebut berasal dari jalur Liga 3 Jabar 2023, dan dua tim lainnya diambil dari babak regional musim lalu.

Dengan dimulainya proses seleksi pemain baru, Persikas Subang menunjukkan tekadnya untuk menjadi lebih kuat di musim baru.

Para penggemar dan pemain tentu menantikan perjalanan seru tim ini dalam menghadapi Liga 3 Nasional 2023-2024. Semoga, dengan persiapan yang matang, Persikas Subang dapat meraih prestasi gemilang di kompetisi ini.

Pj. Bupati Subang Tinjau Lokasi Longsor di Tanjungwangi

suarasubang.com – Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.cd, melakukan peninjauan langsung ke lokasi longsor di Kp. Balenyengked-Tanjungwangi pada Minggu, 25 Februari 2024. Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kalak BPBD Subang, dan Kepala Desa Tanjungwangi.

Lokasi longsor terjadi di Kp. Balenyengked Rt 33/10 Desa Tanjungwangi, memicu respons cepat Pj. Bupati Subang.

Dalam kunjungannya, Pj. Bupati Subang memberikan bantuan berupa alat kebutuhan dasar kepada Ahmad Jaelani, Ketua RT, untuk distribusi kepada keluarga Ambi yang terdampak.

Pj. Bupati Subang, Dr. Imran, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Langkah preventif ini diambil sebagai upaya pencegahan dampak lebih lanjut akibat cuaca ekstrem.

Selain meninjau lokasi longsor, Pj. Bupati Subang juga memeriksa beberapa titik termasuk luapan air di Tanjungwangi Kecamatan Tanjungwangi.

Tindakan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat dan upaya mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Kegiatan peninjauan dan bantuan darurat ini mencerminkan respons tanggap Pj. Bupati Subang terhadap kondisi darurat serta komitmen untuk melindungi warganya dari potensi risiko bencana alam.

Bayi Ibu Viral yang Lahir di BRI Subang Bernama Febrian Saputra Brimola

suarasubang.com – BRI Subang menjadi saksi dari peristiwa unik kelahiran Febrian Saputra Brimola, yang viral.

Sebuah kejadian unik dan mengharukan di mana seorang ibu, Ririn Anggraeni, melahirkan di kantor BRI Subang Kota pada Senin, 19 Februari 2024 sempat menjadi viral di media sosial.

Cerita dimulai ketika Ririn, yang tengah hamil tua, datang ke Unit BRI Subang Kota untuk mengambil uang. Dalam keadaan antre di bagian costumer, tanpa diduga, perutnya mulai terasa mules dan akhirnya pecah ketuban.

Kejadian mendebarkan ini memicu kepanikan, tetapi berkat bantuan dua karyawan BRI dan dua nasabah lainnya, Ririn berhasil melahirkan dengan selamat.

Febrian Saputra Brimola pun lahir sebagai bayi laki-laki dengan berat tiga kilogram.

Keberhasilan kelahiran Febrian di Unit BRI Subang Kota menciptakan sensasi positif di media sosial dan menjadi viral.

Bahkan, Regional Operation Head BRI RO Bandung, Barkah Mulyatno, bersama Branch Manager BRI Subang, Laily Arif Yuniansyah, ikut membantu mulai dari hingga pulang ke rumah.

BRI Subang tidak hanya memberikan perlengkapan bayi kepada keluarga, tetapi juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses persalinan, termasuk Gisela Pasha Fahira dan Jenal Mutakin, karyawan Unit BRI Subang Kota.

Sebagai tindak lanjut, BRI Subang memberikan tanda terima kasih dan bantuan kepada keluarga, termasuk pekerjaan yang layak bagi ayah bayi, Soni Sanjaya.

Branch Manager BRI Subang, Laily Arif Yuniansyah, berharap kelahiran Febrian Saputra Brimola membawa berkah bagi keluarga dan menjadi inspirasi untuk kesuksesan di masa depan.

Dengan peristiwa unik ini, BRI Subang berhasil menunjukkan responsifitasnya terhadap nasabah dan kepeduliannya terhadap momen-momen istimewa dalam kehidupan mereka.

Nama Febrian Saputra Brimola akan selalu terkait erat dengan kebaikan dan perhatian dari BRI Subang. Sebuah cerita kelahiran yang tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan jejak positif bagi citra BRI Subang di mata masyarakat.

Recent Posts