Beranda blog Halaman 20

Polemik Revisi UMSK Jabar 2026: Buruh Menolak Cap “Pembangkang Politik”

Revisi UMSK Jabar 2026

Awal tahun 2026 di Jawa Barat dibuka dengan ketegangan hubungan industrial yang belum mereda. Revisi Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026 justru memicu gelombang protes baru dari kalangan serikat pekerja yang merasa dipojokkan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Barat, Suparno, menilai revisi tersebut tak menyentuh substansi kesejahteraan yang diharapkan. Alih-alih solusi konkret, kritik buruh terhadap kebijakan ini malah dibalas dengan narasi yang menyudutkan, seolah-olah gerakan mereka adalah manuver untuk merongrong kewibawaan gubernur terpilih.

“Kritik kami jelas. Fokus kami UMP, UMK, dan UMSK. Bukan menyerang pribadi, bukan menyerang politik,” tegas Suparno, Kamis (1/1/2026).

Pihak buruh mencatat adanya pemangkasan drastis dalam regulasi baru tersebut. Dari 486 sektor yang direkomendasikan oleh 19 kabupaten/kota, hanya 49 sektor yang diakomodasi dalam Kepgub Nomor 561.7/Kep.876-Kesra/2025. Bahkan, rekomendasi UMSK dari tujuh daerah dilaporkan hilang sepenuhnya dari daftar.

Situasi ini semakin ironis ketika dikaitkan dengan janji manis masa kampanye. Suparno, yang mengaku pernah duduk sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan gubernur saat ini (KDM), meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia merasa aspirasi pekerja kini diabaikan justru setelah kemenangan politik diraih.

“Tidak mau ketemu pimpinan-pimpinan buruh. Tidak mau mendengarkan masukan dari buruh. Ini kekecewaan saya sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan,” ungkapnya.

Ketimpangan antara janji kampanye dan realitas kebijakan ini dinilai sebagai pemicu utama “bara konflik” yang terus menyala. Narasi loyalitas yang didengungkan elit politik dianggap tidak relevan ketika hak normatif pekerja yang diatur undang-undang justru terabaikan.

Sebagai langkah akhir karena jalan buntu di tingkat provinsi, serikat buruh kini mengalihkan fokus perjuangan ke pemerintah pusat. Data lengkap terkait pemangkasan sektor dan daerah yang dirugikan telah diserahkan langsung ke pihak Istana Negara untuk ditindaklanjuti.

5 Destinasi Wisata Modern di Subang: Pilihan Mewah & Instagramable Tahun Baru 2026

Wisata Modern Subang 2026

Subang kini tak hanya dikenal dengan wisata alam konvensional. Kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat destinasi modern yang memadukan kemewahan dan estetika visual, menjadikannya magnet utama bagi wisatawan di momen Tahun Baru 2026.

Dari bangunan bergaya Eropa hingga fasilitas glamping kelas atas, Subang menawarkan pengalaman liburan yang berbeda. Berikut adalah deretan lokasi populer yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.

1. Florawisata D’Castello: Pesona Kastil Lintas Benua

Florawisata D’Castello tetap mempertahankan posisinya sebagai ikon wisata modern paling tersohor di Subang. Daya tarik utamanya terletak pada bangunan kastil megah yang menggabungkan arsitektur khas Turki dan Belanda.

Memasuki tahun 2026, destinasi ini semakin memanjakan pengunjung dengan inovasi baru. Wahana Rainbow Slide dan taman bunga indoor kini hadir melengkapi pengalaman visual yang memukau bagi para pemburu foto.

2. The Ranch Ciater: Berkuda di Atas Awan

Menawarkan sensasi “berkuda di atas awan”, The Ranch Ciater menjadi destinasi favorit keluarga. Lokasinya yang strategis di Ciater menyuguhkan udara sejuk dengan pemandangan pegunungan yang asri.

Tak hanya aktivitas berkuda, area kafenya dirancang dengan konsep modern menggunakan dinding kaca besar. Spot ini menjadi tempat ideal untuk menyesap cokelat panas sembari menanti momen pergantian tahun.

3. Asstro Highlands Ciater: Glamping Estetik di Kebun Teh

Bagi pencari kemewahan di tengah alam, Asstro Highlands Ciater adalah jawabannya. Destinasi ini merupakan kombinasi unik antara restoran populer Asep Strawberry dengan fasilitas glamping dan off-road yang modern.

Keindahan tempat ini kian terpancar saat malam hari. Area kebun tehnya dihiasi jembatan kayu estetik dan lampu dekoratif cantik, menciptakan suasana romantis yang tak terlupakan.

4. Sari Ater Hot Spring Resort: Relaksasi Kelas Dunia

Sebagai pelopor wisata di kawasan ini, Sari Ater terus berinovasi menjadi resor pemandian air panas kelas dunia. Kehangatan air alami yang menenangkan menjadi pilihan tepat untuk melepas penat setelah perayaan tahun baru.

5. Miracle Signature Hills: Kemah Mewah Kekinian

Melengkapi deretan wisata modern, Miracle Signature Hills hadir dengan konsep glamping mewah. Destinasi ini menawarkan kenyamanan menginap setara hotel berbintang namun dengan nuansa alam terbuka yang segar dan privat.

BMKG juga mengingatkan wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun. Pastikan persiapan liburan Anda matang demi pengalaman yang aman dan berkesan di Subang.

Pedagang Pasar Minggu Terminal Subang Mendesak Bupati Tangani Sampah Menumpuk

pedagang Pasar Minggu Terminal Subang

Subang, Jawa Barat – Para pedagang di Pasar Minggu Terminal Subang kembali menyerukan agar pemerintah kabupaten segera menanggulangi tumpukan sampah di lokasi TPS Terminal yang belum diangkut secara maksimal oleh dinas terkait.

Sejak beberapa waktu lalu, gundukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terminal terus membesar tanpa ada penanganan signifikan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Pedagang mengatakan limbah yang menumpuk bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga mengganggu aktivitas jual-beli di pasar.

Mereka berharap Bupati Subang segera turun tangan dan memberi instruksi tegas untuk membersihkan TPS secara berkala.

Keluhan yang sama sebelumnya juga sempat muncul beberapa bulan terakhir, saat pedagang menyoroti bahwa sampah yang terus menumpuk semakin menghambat kegiatan ekonomi di pasar.

Permintaan ini menjadi sorotan setelah para pelaku usaha kecil merasa dampaknya makin nyata terhadap kenyamanan pembeli dan penataan lingkungan pasar.

Liburan Tahun Baru 2026, Serunya Camping Rasa Bali di Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang

Wisata Camping Kampung Ikan Lembah Tanjung

Momen pergantian tahun 2026 menjadi waktu istimewa bagi para pelancong yang memadati kawasan Subang Selatan. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Kampung Ikan Lembah Tanjung di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pada Kamis (1/1/2026), lokasi ini dipenuhi wisatawan yang mencari udara sejuk dan panorama alam hijau. Banyak pengunjung bahkan telah tiba sejak sehari sebelumnya untuk menikmati malam pergantian tahun dengan berkemah di alam terbuka.

Muhamad Raffa Firdaus (26), seorang wisatawan asal Jakarta, mengungkapkan kekagumannya terhadap keasrian lokasi ini. Menurutnya, pengalaman bermalam di sini menawarkan ketenangan yang sulit didapatkan di ibu kota.

“Keindahan pemandangan alamnya yang asri dan sejuk dengan perbukitan dan hamparan sawah yang hijau, membuat semua orang dari berbagai daerah penasaran untuk berwisata kesana, apalagi suasana di malam, dan pagi hari sejuk banget,” ujar Raffa, Kamis (1/1/2026).

Raffa datang bersama orang tua dan adik-adiknya. Baginya, suasana malam di pegunungan ditemani suara alam memberikan kesan mendalam bagi liburan keluarganya.

“Semalam saya camping disini bersama keluarga, suasana malam tahun baru di pegunungan dengan udara sejuk, gemericik suara air sungai semakin menambah kehangatan malam tahun baru bersama keluarga,” tambahnya.

Kegiatan malam tahun baru di sana pun tak kalah seru. Wisatawan bisa memancing, membuat api unggun, hingga menikmati hiburan musik langsung.

“Malam tahun baru kita disini bisa mancing, langsung bakar ikan sendiri, api unggun, dan ada live musik juga jadi asyik dan berkesan baget tahun baru sekarang,” tutur Raffa.

Paginya, pengunjung disuguhkan aktivitas air yang menyegarkan. Mulai dari river tubing hingga terapi ikan tersedia untuk dinikmati.

“Tadi pagi sempat nikmati River Tubing juga, terapi di kolam ikan Koi, adik saya bisa berenang kolam yang dipenuhi Ikan Koi, dan bermain air di sungai yang sangat jernih bening banget airnya airnya, seperti air mineral,” ungkapnya.

Soal perut, wisatawan dimanjakan dengan kuliner lokal yang menggugah selera. “Kita juga bisa menikmati aneka kuliner mulai dari sate Maranggi, ikan bakar, dan aneka kuliner khas Sunda lainnya,” imbuh Raffa.

Hal senada disampaikan Cindy Auliani, wisatawan asal Pandeglang. Ia dan keluarganya memilih bersantai di tepi sungai yang menawarkan nuansa unik bak Pulau Dewata.

“Semalam saya bersama suami dan anak-anak Camping disini, sambil merayakan tahun baru, selain pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk, yang paling asik kita yang camping pada ngumpul di tepi sungai sambil makan,” kata Cindy.

Keunikan tempat ini terletak pada penataan sungainya. Bebatuan besar dan pohon kelapa kecil berbalut kain poleng menciptakan atmosfer khas Bali di tanah Pasundan.

“Camping di tepi sungai di Kampung Ikan ini serasa berada di pinggir pantai di Bali, disini banyak pohon kepala kecil ditepi sungai di selimuti kain poleng semakin menambah keindahan pemandangan di Camping tepi sungai sehingga nuansanya semakin terasa kaya bersantai dipantai di Pulau Dewata,” jelasnya.

Bagi yang ingin berkemah, pengelola menyediakan fasilitas lengkap tanpa perlu repot membawa peralatan sendiri. Cindy menyebutkan paket yang ia ambil cukup terjangkau.

“Dengan biaya Rp 700.000 untuk tenda isi 4 orang, Fasilitas camping sangat lengkap, wisatawan tak perlu repot-repot bawa tenda, karena sudah disediakan oleh pengelola wisata,” ucapnya.

Selain berkemah, kawasan seluas satu hektar ini juga menawarkan sarana edukasi dan rekreasi air yang beragam, mulai dari danau pemancingan hingga air terjun mini.

“Ada pula danau pemancing, saluran irigasi berisi ikan, sungai alami maupun buatan, serta bendungan dan air terjun mini yang dapat dinikmati oleh semua usia. Untuk bersantai, tersedia aula dan gazebo yang nyaman di berbagai sudut area,” tambah Cindy.

Kenyamanan pengunjung pun terjamin dengan fasilitas pendukung yang memadai, menjadikan pengalaman liburan semakin berkesan dan edukatif bagi anak-anak.

“Dengan suasana alam yang asri, berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, belajar budi daya ikan, dan menjelajahi kawasan sekitar menjadi momen berharga yang tak terlupakan. Fasilitas pendukung seperti musala, kamar mandi dengan shower dan toilet duduk, serta lapangan luas semakin melengkapi kenyamanan selama berkemah,” pungkasnya.

Kehadiran Kampung Ikan Lembah Tanjung semakin memperkaya pilihan wisata alam di Subang. Perpaduan kesejukan pegunungan, kejernihan sungai, dan fasilitas lengkap menjadikannya destinasi ideal untuk melepas penat bersama keluarga.

Pemkab Subang Gelar Istighotsah dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2026

istighotsah dan doa bersama Subang

Pemerintah Kabupaten Subang menggelar istighotsah dan doa bersama menjelang pergantian tahun. Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Subang, Rabu, 31 Desember 2025.

Acara ini dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi. Unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir.

Sekitar 8.000 guru ngaji, guru diniyah, dan guru madrasah mengikuti rangkaian doa dan zikir. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama menjelang Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah mengajak masyarakat mengawali tahun dengan doa dan penguatan spiritual.

Dalam sambutannya, Bupati Subang menegaskan pentingnya doa sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menyebut semangat “Ngabret” harus dibarengi nilai kejujuran dan kebersamaan.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan moral.

Rangkaian acara diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, dan istighotsah. Suasana semakin khidmat dengan penampilan seni rampak bedug.

Selain doa bersama, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sosial pemerintah daerah.

Istighotsah dan doa bersama berlangsung tertib dan khusyuk. Kegiatan tersebut menjadi penanda spiritual menyambut Tahun Baru 2026 di Kabupaten Subang.

Meta deskripsi:

Tag berita:

Polres Subang Tangkap Lima Pelaku Pengeroyokan Berujung Kematian

pengeroyokan Subang berujung kematian

Polres Subang meringkus lima orang pelaku pengeroyokan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia. Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima polisi.

Peristiwa tersebut terjadi pada 28 Desember 2025 sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasi kejadian berada di pertigaan Jalan Sompi, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang.

Korban berinisial E.A.G sempat mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 30 Desember 2025.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers pada 31 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Patriatama Polres Subang.

Pihak kepolisian memaparkan kronologi awal kejadian. Pengeroyokan bermula saat korban dan seorang saksi yang berboncengan sepeda motor menyalip rombongan pelaku.

Aksi salip tersebut memicu emosi para pelaku. Mereka kemudian mengejar korban dan melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian dan helm milik korban serta sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

Selain itu, enam unit sepeda motor milik para pelaku turut disita. Barang bukti tersebut digunakan untuk mendukung proses penyidikan.

Kelima pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP.

Ancaman hukuman maksimal yang dikenakan mencapai 12 tahun penjara. Polisi menegaskan proses penyidikan masih terus berlanjut.

Meta deskripsi:

Tag berita:

Kaleidoskop Subang 2025: Dinamika Hukum, Politik, hingga Olahraga Daerah

kaleidoskop Subang 2025

Sepanjang 2025, Kabupaten Subang diwarnai sejumlah peristiwa penting yang menyita perhatian publik. Isu hukum, pergantian kepemimpinan, penertiban wilayah, hingga perubahan di dunia olahraga menjadi catatan utama.

Awal tahun dibuka dengan pengungkapan kasus narkotika berskala besar. Pada 23 Januari 2025, Polres Subang menyita 5,14 kilogram sabu, salah satu pengungkapan terbesar di Jawa Barat pada periode tersebut.

Dua tersangka berinisial U.P (38) dan Y.S.H (42) diamankan bersama barang bukti. Polisi juga menyita telepon genggam serta satu unit mobil Honda Brio yang diduga terkait jaringan peredaran.

Proses hukum kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Kejaksaan Negeri Subang menerima berkas perkara untuk diteliti sebelum masuk ke proses persidangan.

Di bidang politik, momen penting terjadi pada 20 Februari 2025. Reynaldy Putra Andita BR dan Agus Masykur Rosyadi resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2025–2030.

Pelantikan berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Usai dilantik, keduanya menyampaikan visi dan misi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang.

Dalam pidato perdananya, Reynaldy menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pimpinan daerah sebelumnya. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kesinambungan pembangunan.

Memasuki pertengahan tahun, perhatian publik tertuju pada penertiban bangunan liar. Penataan dilakukan di sepanjang jalur wisata Ciater–Jalancagak, dimulai 26 Mei 2025.

Penertiban berlangsung bertahap hingga Agustus. Satpol PP bersama instansi terkait menurunkan alat berat untuk membongkar kios dan lapak yang melanggar aturan.

Sejumlah pedagang memilih membongkar bangunan secara mandiri. Kebijakan ini memicu respons beragam dari masyarakat sekitar kawasan wisata.

Dari sektor olahraga, perubahan besar terjadi pada klub kebanggaan daerah. Persikas Subang resmi diakuisisi dan berganti nama menjadi Sumsel United.

Keputusan itu diambil dalam Kongres Biasa PSSI 2025. Langkah tersebut dilakukan karena keterbatasan finansial klub untuk bertahan di kompetisi Liga 2.

Manajemen memastikan Persikas tetap eksis di Subang. Klub akan melanjutkan kiprah di Liga 4 dengan format dan manajemen baru.

Rangkaian peristiwa ini membentuk potret Subang sepanjang 2025. Dinamika tersebut mencerminkan perubahan dan tantangan di berbagai sektor kehidupan daerah.

Meta deskripsi:

Tag berita:

Masjid Jami Hidayatullah Subang: Oase 24 Jam di Jalur Pantura untuk Pemudik Nataru

Masjid Jami Hidayatullah Subang

Hiruk-pikuk arus lalu lintas di Jalan Pantura Ciwaringin, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tak pernah surut selama musim liburan. Di tengah kepadatan tersebut, Masjid Jami Hidayatullah hadir sebagai tempat singgah yang menyambut para pelintas tanpa henti.

Sepanjang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masjid ini membuka pintunya lebar-lebar selama 24 jam penuh. Tak sekadar tempat ibadah, area ini bertransformasi menjadi titik istirahat vital bagi ratusan pemudik yang kelelahan melintasi jalur pantai utara.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Hidayatullah, Ustaz Abdul Ghofur, menegaskan bahwa kebijakan buka kunci non-stop ini adalah bentuk pelayanan umat. Pihaknya memahami betul kondisi fisik para musafir yang membutuhkan jeda sejenak sebelum melanjutkan perjalanan jauh.

“Kami membuka masjid ini 24 jam agar pemudik tidak kesulitan mencari tempat istirahat. Masjid harus hadir memberi kemudahan, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh,” ungkap Abdul Ghofur saat ditemui di lokasi, Selasa (30/12/2025).

Fasilitas yang disiapkan pun terbilang lengkap dan dipikirkan secara matang demi kenyamanan bersama. Pengelola menyediakan ruang istirahat yang bersih untuk sekadar melepas penat, salat, ataupun berbaring sejenak, lengkap dengan akses ke kantin terdekat.

Abdul Ghofur menjelaskan, tata letak fasilitas sanitasi juga diatur sedemikian rupa agar aktivitas pemudik tidak mengganggu kekhusyukan ibadah warga lokal. Pemisahan area ini menjadi solusi taktis dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Toilet umum dan toilet jemaah ini letaknya terpisah, sehingga tidak akan mengganggu jemaah yang sedang beribadah,” jelasnya.

Selain fasilitas fisik, aspek sosial juga menjadi perhatian pengurus masjid dalam melayani musafir. Meski logistik harian tidak selalu tersedia, ada momen-momen khusus di mana pihak masjid berbagi rezeki dengan para pelintas.

“Selain itu, meski tidak setiap hari menyediakan makanan dan minuman, pada momen tertentu seperti Jumat Berkah, pengurus masjid menyiapkan makanan ringan bagi jamaah dan musafir,” tambah Abdul Ghofur.

Kehadiran Masjid Jami Hidayatullah yang beroperasi penuh ini menjadi bukti nyata fungsi sosial rumah ibadah. Di saat pemudik membutuhkan rasa aman dan nyaman di tengah lelahnya perjalanan, masjid ini berdiri sebagai oase yang menyejukkan.

Frasa Kunci Utama:

Meta Deskripsi:

Tempuh Ratusan Kilometer, 8 Santri Bekasi Jalan Kaki Menuju Rumah KDM di Subang

Santri jalan kaki Bekasi Subang

Aksi heroik sekelompok santri yang berjalan kaki menyusuri jalan raya provinsi di Kabupaten Bekasi mendadak viral di media sosial, Sabtu (27/12/2025). Mereka tampak membawa perbekalan seadanya, menyusuri aspal panas demi sebuah misi khusus ke Kabupaten Subang.

Rombongan tersebut diketahui merupakan delapan santri dari Pondok Pesantren Daaru Da’wah Annahdliyah, yang berlokasi di Pulomas, Sindang Jaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Perjalanan panjang bertajuk “Rihlah” ini dimulai sejak Jumat sore (26/12/2025) setelah waktu Asar.

Pengasuh Pondok Pesantren, Kiyai H. Ali Mukti Al-Baedhowi, membenarkan aksi anak didiknya tersebut. Ia menjelaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan sebuah ikhtiar silaturahmi menuju kediaman tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Lembur Pakuan, Subang.

“Rihlah jalan kaki santri Daaru Da’wah ini dalam rangka Santri Mapah Mapag menuju kediaman KDM dilembur pakuan Subang – Jawa Barat dalam rangka silaturahmi kepada KDM. Dilepas hari Jumat, 26 Desember 2025 ba’da Asar, diperkirakan perjalanannya hingga seminggu sampai ke Lokasi,” ujar Kiyai Ali Mukti saat dikonfirmasi awak media.

Misi utama kedelapan santri ini membawa pesan moral dan harapan besar bagi dunia pendidikan pesantren. Selain mendoakan, mereka diamanatkan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada KDM terkait perhatian terhadap lembaga pendidikan berbasis agama.

“Sebanyak 8 santri yang di tugaskan setibanya di kediaman KDM, Santri akan menyampaikan salam takzim dari pengasuh pesantren dan santri, maksud dari tujuannya untuk silaturahmi, mendoakan, serta menyampaikan harapan santri pesantren kepada KDM terhadap kepemimpinan dan perhatiannya kepada pendidikan pesantren,” tambah sang Kiyai.

Aksi jalan kaki atau rihlah ini dimaknai sebagai perjalanan spiritual untuk melatih ketahanan mental dan fisik para santri. Publik kini menanti kedatangan para pejuang ilmu ini di gerbang Lembur Pakuan setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih satu pekan.

IGD Penuh, Bupati Kang Rey Sulap Ruang Tunggu Jadi Ruang Perawatan Darurat

Bupati Subang Sidak RSUD

Kabar membludaknya pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang direspons cepat oleh orang nomor satu di Kabupaten Subang. Bupati Reynaldy Putra Andita Budi Raemi melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi pada Sabtu (27/12/2025).

Pria yang akrab disapa Kang Rey ini tiba di rumah sakit untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah lonjakan pasien. Situasi darurat ini memaksa pihak RSUD mengambil langkah taktis dengan mengalihfungsikan ruang tunggu menjadi area IGD sementara.

Dalam tinjauannya, Bupati Reynaldy memantau satu per satu proses penanganan medis yang sedang berlangsung. Ia ingin memastikan setiap pasien mendapatkan hak layanannya meskipun kapasitas ruangan sedang dalam kondisi kritis.

Langkah turun ke lapangan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan upaya mencari jalan keluar praktis. Kang Rey menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci dalam situasi seperti ini.

“Kami turun ke lapangan untuk mencari solusi konkret agar penanganan di IGD bisa lebih akseleratif,” ujar Kang Rey di sela peninjauan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi manajemen RSUD untuk terus melakukan pembenahan internal. Pemerintah daerah menuntut adanya pelayanan yang lebih responsif dan adaptif dalam menghadapi dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat.

Recent Posts