Beranda blog Halaman 186

DAHANA Buka Lowongan Kerja! Peluang Emas Berkarir di Industri Strategis

DAHANA Buka Lowongan Kerja! Peluang Emas Berkarir di Industri Strategis

Subang – PT DAHANA, perusahaan terkemuka di industri bahan peledak komersial dan pertahanan, kembali membuka lowongan kerja melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2025. Ini adalah kesempatan emas bagi talenta terbaik yang ingin bergabung dan berkembang di sektor strategis nasional.

Menurut Mohamad Nur Sodiq, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM DAHANA, rekrutmen ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaring SDM unggul yang siap berkontribusi dalam pengembangan industri bahan peledak di Indonesia.

“Kami mencari individu dengan semangat tinggi, kompetensi unggul, dan dedikasi untuk tumbuh bersama DAHANA menghadapi tantangan industri,” ujar Sodiq di Kampus DAHANA, Subang, 7 Maret 2025.

Pendaftaran dan Syarat Rekrutmen

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform Rekrutmen Bersama BUMN 2025. Periode pembuatan akun berlangsung 7-16 Maret 2025. Calon pelamar dapat mendaftar melalui laman resmi https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id, melihat daftar posisi yang tersedia, serta mengunggah dokumen pendukung.

Program ini terbuka bagi lulusan baru maupun tenaga berpengalaman. DAHANA mencari kandidat yang memiliki kemampuan analitis, kepemimpinan, serta inovasi untuk mendukung berbagai proyek strategis perusahaan.

Kesempatan Karir dan Pengembangan SDM

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, DAHANA menawarkan lingkungan kerja yang kompetitif, peluang pengembangan karir, serta pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kompetensi karyawan. Program ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kami juga mendukung kesetaraan dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Bergabunglah dan jadilah bagian dari inovasi industri bahan peledak, serta kontribusi DAHANA dalam rantai pasok dunia,” tambah Sodiq.

DAHANA Buka Lowongan Kerja! Peluang Emas Berkarir di Industri Strategis

Jangan lewatkan peluang emas ini! Segera daftar dan raih masa depan cemerlang bersama DAHANA.

Bupati Subang Kang Rey Berkomitmen: Pungli Harus Hilang, Rumah Singgah Harus Terwujud

Bupati Subang Kang Rey Berkomitmen: Pungli Harus Hilang, Rumah Singgah Harus Terwujud

Subang – Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, menegaskan komitmennya dalam memberantas pungutan liar (pungli) di Kabupaten Subang. Hal ini ia sampaikan saat menerima audiensi dari Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jabar pada Kamis (6/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, dua isu utama menjadi sorotan, yakni maraknya praktik percaloan tenaga kerja serta kebutuhan rumah singgah bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit.

Pungli di Dunia Kerja, Masalah Serius yang Harus Ditindak

Ketua FMP Jabar, Asep Sumarna Toha atau Abah Betmen, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sembilan perusahaan di Subang yang diduga terlibat praktik pungli. Dugaan ini melibatkan oknum masyarakat maupun pihak perusahaan.

“Kami berharap Bupati Subang yang baru dapat segera menertibkan praktik percaloan tenaga kerja yang merugikan banyak pihak,” ujar Abah Betmen.

Menanggapi hal ini, Kang Rey menegaskan bahwa pemberantasan pungli adalah salah satu prioritas utamanya dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan. Bahkan, hal ini juga menjadi agenda strategis di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Ini bukan hanya prioritas saya sebagai Bupati, tetapi juga Gubernur Jawa Barat,” kata Kang Rey.

Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Daerah telah menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberantas pungli. Kang Rey juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menindak tegas praktik ilegal ini.

“Pungli itu bukan untuk dinegosiasikan. Tidak ada kompromi! Dalam beberapa hari ke depan, saya ingin memastikan praktik ini benar-benar hilang,” tegasnya.

Rumah Singgah Pasien, Solusi untuk Warga yang Membutuhkan

Selain isu pungli, audiensi juga membahas pentingnya rumah singgah bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Abah Betmen menekankan bahwa fasilitas ini sangat dibutuhkan, mengingat terbatasnya jumlah rumah sakit di Kabupaten Subang.

“Kami berharap ada dukungan dari BUMN untuk mewujudkan rumah singgah melalui program CSR,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kang Rey menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah singgah. Ia berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran dari efisiensi birokrasi demi program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ada anggaran yang bisa dialihkan untuk hal ini. Saya akan pastikan program yang benar-benar dibutuhkan rakyat bisa terwujud,” ungkapnya.

Komitmen Tegas: Subang Bersih dari Pungli

Kang Rey menegaskan bahwa ia tidak akan memberi toleransi terhadap pungli yang merugikan masyarakat kecil. Ia juga berjanji akan bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan Kabupaten Subang terbebas dari pungli.

“Kalau masih ada pungli, kita akan bongkar! Kita sikat sampai ke akarnya!” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada ampun bagi siapapun yang mengambil keuntungan dari masyarakat kecil.

“Tidak ada maaf dari Reynaldi bagi mereka yang menindas rakyat kecil. Saya ingin Subang bersih dari pungli!” pungkasnya.

Audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat terkait, termasuk Kadisnaker Subang, Kadinkes Subang, Kasatpol PP Subang, Kabag Hukum Setda Subang, serta perwakilan BP4D dan FMP Jabar.

Bupati Subang Tepati Janji, Jalan Rusak Mulai Diperbaiki dengan Pengawalan Ketat

Bupati Subang Tepati Janji, Jalan Rusak Mulai Diperbaiki dengan Pengawalan Ketat
Foto: jabar.tribunnews.com

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy, menepati janjinya untuk memperbaiki jalan rusak di pusat kota. Awal pekan ini, proses pengaspalan mulai dilakukan oleh Dinas PUPR Subang di beberapa titik utama.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (4/3/2025), perbaikan jalan berlangsung di ruas sepanjang 3,7 km, mencakup Jalan A Yani Malandang, Jalan Brigjen Katamso, dan area depan SD Cadika. Proses ini mendapat pengawalan ketat dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang guna memastikan kelancaran lalu lintas.

Pengawalan Ketat untuk Kelancaran Perbaikan

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasat Lantas AKP Sudirianto, menyampaikan bahwa pengaspalan ini telah dimulai sejak Senin dan terus berlanjut hingga saat ini. Satlantas, bersama Dishub dan PUPR Subang, turut melakukan pengaturan lalu lintas serta penjagaan selama proses perbaikan berlangsung.

“Perbaikan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Subang setelah meninjau kondisi jalan pada Minggu sore. Beliau segera mengarahkan dinas terkait untuk mengambil tindakan di awal pekan ini,” ujar AKP Sudirianto.

Pengaturan Lalu Lintas untuk Mencegah Kemacetan

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sistem buka-tutup jalan diterapkan selama proses pengaspalan. Langkah ini diambil agar tidak mengganggu mobilitas warga sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi petunjuk petugas di lapangan dan bersabar selama perbaikan berlangsung. Kami akan terus memantau situasi untuk memastikan lalu lintas tetap lancar dan aman,” tambahnya.

Waspada Berkendara di Musim Hujan

Selain pengaturan lalu lintas, AKP Sudirianto juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berkendara di musim hujan. Jalanan yang licin dan potensi pohon tumbang menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Sebelum bepergian, pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Periksa rem, lampu, ban, dan kelengkapan surat-surat agar perjalanan tetap aman,” pesannya.

Dengan adanya langkah cepat dari Bupati Subang dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan perbaikan jalan ini dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan.

Kadinkes Subang Bantu Remaja Pejuang Kanker di Tambakdahan

Kadinkes Subang Bantu Remaja Pejuang Kanker di Tambakdahan
Foto: lampuhijau.co.id

Subang – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang, dr. Maxi, S.H., M.H.Kes. Pada Kamis (06/03/2025), ia memberikan bantuan kepada Wito (12), seorang remaja asal Dusun Gondangsari, Desa/Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, yang diduga mengidap kanker sinus maxillary atau kanker pada tulang pelipis kanan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita BR, yang menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Kadinkes Subang bersama tim turun langsung untuk menjenguk serta menyerahkan bantuan kepada keluarga Wito. Bantuan tersebut diterima oleh ayah Wito, Suparto, sementara sang anak tengah menjalani pemeriksaan di RSUD Subang.

“Kami datang untuk memberikan dukungan dan memastikan Wito mendapatkan penanganan terbaik. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan di RSUD Subang.

“Jika hasilnya menunjukkan bahwa ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, maka kami siap membantu prosesnya,” ujar dr. Maxi, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Subang.

Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban keluarga Wito dalam menghadapi perjuangan melawan penyakitnya.

Bupati Subang Siaga 24 Jam Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Bupati Subang Siaga 24 Jam Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Foto: tintahijau.com

SUBANG – Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi setiap tahun, Bupati Subang Reynaldi Putra Andita menegaskan kesiapsiagaannya selama 24 jam penuh. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Ruang Tangguh BPBD Subang pada Kamis (6/3).

Rakor ini bertujuan menyusun strategi mitigasi serta memperkuat koordinasi lintas instansi. Hadir dalam pertemuan tersebut Kalak BPBD Subang Udin Jazudin, Asda II Setda Subang H. Hidayat, Kabag Ops Polres Subang Kompol Asep Rahman, Kasdim 0605/Subang Mayor Inf Rochmani Nurbiatoro, serta Anggota DPRD Subang Teguh Fujianto.

Sinergi Antarinstansi dalam Penanganan Bencana

Kalak BPBD Subang, Udin Jazudin, menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapan personel dengan pelatihan serta sertifikasi dari Basarnas. Hal ini bertujuan memastikan standar operasi optimal dalam penanganan bencana.

“Personel kami sudah memiliki sertifikasi dari Basarnas dan siap bertindak sesuai standar operasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kecepatan respons BPBD tak lepas dari sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri. Kabag Ops Polres Subang, Kompol Asep Rahman, turut memastikan bahwa jajarannya siap turun ke lapangan kapan pun terjadi bencana.

“Aspek regulasi terkait SK siaga darurat juga harus diperhatikan agar semua langkah tanggap darurat berjalan efektif,” tambah Asda II Setda Subang, H. Hidayat.

Dari perspektif militer, Kasdim 0605/Subang Mayor Inf Rochmani Nurbiatoro mengungkapkan bahwa tren kejadian bencana terus meningkat, sehingga perlu langkah strategis yang lebih sigap. Sementara itu, Anggota DPRD Subang, Teguh Fujianto, menyoroti pentingnya pembangunan sodetan di wilayah Pamanukan untuk mengurangi risiko banjir.

Bupati Kang Rey: Fokus pada Mitigasi dan Respons Cepat

Bupati Subang Kang Rey menegaskan bahwa masalah banjir menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak.

“Ketika ada bencana, saya ingin langsung turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Kang Rey siap siaga 24 jam dan bisa dihubungi BPBD kapan saja. Ia juga menargetkan bahwa setelah dua tahun pembangunan infrastruktur, fokus utama selanjutnya adalah menangani banjir di Pamanukan.

Upaya Konkret dalam Pengelolaan Bencana

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Kang Rey mengajak warga untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah guna mengurangi potensi banjir. Selain itu, ia menargetkan pembangunan empat titik layanan terintegrasi yang melibatkan BPBD, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat.

“Saya ingin satu sistem yang terintegrasi agar pemerintah bisa lebih cepat dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

Dengan strategi yang terarah dan sinergi kuat antarinstansi, diharapkan penanganan bencana di Subang semakin efektif. Kang Rey optimis bahwa dengan mitigasi yang baik, kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan akan terus meningkat.

DAHANA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi

DAHANA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi
Foto: jabarprov.go.id

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir di Bekasi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DAHANA, Eman Suherman, kepada Helen, Kasubid Penyimpanan dan Logistik BNPB Kota Bekasi, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM DAHANA, Mohamad Nur Sodiq, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia juga mengajak seluruh karyawan DAHANA untuk turut serta dalam membantu dan mendoakan korban banjir di Bekasi.

“Di bulan suci Ramadhan ini, kita diajak untuk bersabar dan memperkuat semangat gotong royong. Kami mengajak seluruh insan DAHANA untuk membantu semampunya dan mendoakan saudara-saudari kita yang sedang menghadapi musibah ini,” ujar Sodiq di Jakarta.

Bantuan ini direncanakan akan didistribusikan ke warga terdampak di Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Sodiq berharap, bantuan ini dapat meringankan beban para korban, terutama di tengah ibadah Ramadhan.

Sebagai perusahaan BUMN, DAHANA berkomitmen untuk selalu hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi mereka yang terdampak, serta menjadi penyemangat agar mereka bisa bangkit dari bencana ini,” tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa banjir di Bekasi terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu. Curah hujan ekstrem di Katulampa mencapai 232 mm, sedangkan di wilayah Bekasi berkisar antara 94 mm hingga 141 mm per hari.

Banjir yang melanda 25 kelurahan di 12 kecamatan ini telah berdampak pada sekitar 61.233 jiwa dari 18.738 kepala keluarga (KK). Selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah serta mengganggu operasional fasilitas umum, termasuk rumah sakit yang harus mengevakuasi pasien.

Helen, mewakili BNPB Kota Bekasi, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh DAHANA. Ia menekankan bahwa luasnya wilayah terdampak memerlukan sinergi dari berbagai pihak untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan korban banjir.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PT DAHANA. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang saat ini tengah menghadapi masa sulit akibat banjir,” ungkap Helen.

Frasa Kunci Utama: Bantuan korban banjir Bekasi, DAHANA peduli bencana, banjir Bekasi 2025, kepedulian perusahaan BUMN, solidaritas di bulan Ramadhan

Bupati Subang Dukung Penuh Jabar Istimewa: Sinergi Demi Kemajuan Jawa Barat

Bupati Subang Dukung Penuh Jabar Istimewa: Sinergi Demi Kemajuan Jawa Barat

suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar pengarahan strategis dalam kegiatan Sinergi Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat dengan TNI, Polri, Kejaksaan, serta pemerintahan kabupaten dan kota. Acara ini berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Perkantoran Pemda Karawang, Selasa (4/3/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi lintas sektor guna membangun sinergi yang lebih solid demi mewujudkan Jawa Barat yang maju dan berdaya saing. Dalam arahannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendekatan fleksibel dalam mengelola pemerintahan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Gaya Kepemimpinan Baru: Rapat Tanpa Formalitas

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengungkapkan komitmennya untuk lebih sering turun ke lapangan. Ia lebih memilih diskusi langsung dengan masyarakat dibandingkan menggelar rapat formal yang kaku.

“Saya mengganti pola rapat dengan ngobrol, tapi tetap menghasilkan solusi,” ujarnya.

Transformasi Pengelolaan Tenaga Kerja

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti perubahan dalam sistem pengelolaan tenaga kerja. Ia menginstruksikan setiap desa memiliki operator yang bertugas menginput data tenaga kerja berdasarkan pendidikan dan keahlian. Dengan sistem ini, perusahaan dapat langsung mengakses data yang tersedia tanpa prosedur yang berbelit-belit.

Bansos Tanpa Politisasi & THR Tanpa Paksaan

Gubernur juga mengkritisi praktik pemberian bantuan sosial yang sering dipolitisasi. Ia menyarankan agar bantuan disalurkan langsung ke rumah penerima, sebagaimana tradisi leluhur Sunda saat berbagi menjelang lebaran.

“Mengumpulkan warga untuk menerima bantuan hanya jadi ajang pamer. Contohlah leluhur kita, makanan diantar langsung ke rumah yang membutuhkan,” tegasnya.

Terkait permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukan oleh ormas atau LSM kepada perusahaan secara paksa, Dedi meminta pemerintah daerah menindak tegas praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan telah membayar pajak, dan pajak itu harus kembali ke masyarakat dalam bentuk program yang bermanfaat.

“Perusahaan sudah bayar pajak. Dana itu harus dikembalikan kepada masyarakat tanpa ada pemerasan,” tandasnya.

Komitmen untuk Pemerintahan yang Transparan

Di penghujung arahannya, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya transparansi dalam pemerintahan. Ia meminta setiap kepala daerah untuk terbuka kepada rakyat mengenai proyek pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan penyediaan air bersih.

“Tuntaskan kebutuhan masyarakat. Air bersih, pendidikan, infrastruktur, semua harus jelas dan transparan,” katanya.

Bupati Subang Siap Wujudkan Jabar Istimewa

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyambut baik arahan dari Gubernur Jawa Barat. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung program Jabar Istimewa melalui sinergi program Subang Ngabret dalam lima tahun ke depan. Reynaldy juga optimis bahwa program ini akan mendorong pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Subang.

Dalam acara ini, Bupati Subang didampingi Ketua DPRD Subang, Kapolres Subang, Dandim 0605/Subang, Kadisnakertrans, Kadisdikbud, serta Kepala Kemenag Subang. Dengan sinergi yang semakin erat, Jawa Barat diharapkan semakin maju dan inklusif bagi seluruh warganya.

Frasa kunci utama: Jabar Istimewa, sinergi pemerintah daerah, tenaga kerja desa, bansos tanpa politisasi, pemerintahan transparan

Bupati Subang Kang Rey Hadiri Peluncuran Indikator MCP 2025 Secara Virtual

Bupati Subang Kang Rey Hadiri Peluncuran Indikator MCP 2025 Secara Virtual
Foto: indometro.id

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, mengikuti secara virtual peluncuran Indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK RI tahun 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati II, Kantor Bupati Subang, pada Rabu (5/3).

Sang Made Mahendra Jaya, Inspektur Jenderal Kemendagri, menegaskan bahwa pemerintah telah menerapkan MCP sejak 2018 sebagai wujud sinergi antara KPK, BPKP, dan Kemendagri. Tujuan utamanya adalah memperkuat tata kelola pemerintahan daerah agar lebih transparan dan akuntabel, sekaligus mempercepat terciptanya ekosistem pencegahan korupsi.

Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan antara skor MCP dengan realitas di lapangan. “Jangan sampai skor MCP tinggi, tapi kenyataan di lapangan berbeda,” ujarnya.

Delapan Area Intervensi MCP

MCP bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui delapan area intervensi utama. Area tersebut meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, pengawasan APIP, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, serta optimalisasi pajak daerah. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan korupsi.

Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Raden Suhartono, menegaskan dukungannya terhadap MCP. “Program ini selaras dengan harapan kami dalam pengawasan daerah,” tegasnya.

Tantangan dan Perbaikan MCP 2025

Deputi KPK RI Bidang Koordinasi dan Supervisi, Didik Agung Widjanarko, mengungkapkan bahwa capaian MCP nasional pada 2024 berada di angka 76. Dari delapan area intervensi, pengadaan barang dan jasa menjadi sektor dengan skor terendah.

Tim perancang menyusun MCP 2025 dengan mempertimbangkan evaluasi dari tahun sebelumnya. Penyusunan indikator melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta akademisi untuk menginventarisasi potensi kerawanan korupsi di 16 sasaran utama dengan 3 aspek dan 111 indikator.

Pencegahan Korupsi: Antara Preventif dan Represif

Pimpinan KPK RI, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pencegahan korupsi yang paling efektif adalah melalui penindakan. Menurutnya, banyak orang menganggap pendekatan preventif remeh, padahal tindakan represif justru memberi efek jera lebih besar.

“Pencegahan sering dianggap sepele karena sifatnya preventif, bukan represif. Namun, jika sudah masuk tahap represif, dampaknya akan lebih luas,” ujarnya.

Ia juga berharap MCP tidak hanya menjadi alat monitoring, tetapi juga menjadi instrumen kontrol administratif, surveilans geografis, dan penguatan sistem pencegahan di semua area strategis.

Para pejabat KPK, BPKP, dan Kemendagri yang hadir menutup acara peluncuran Indikator MCP 2025 dengan seremoni simbolis berupa peniupan peluit.

Bupati Subang Gunakan Media Sosial untuk Serap Aspirasi Warga

Bupati Subang Gunakan Media Sosial untuk Serap Aspirasi Warga

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, berkomitmen membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah memanfaatkan media sosial sebagai sarana interaktif untuk menampung aspirasi warga.

Melalui siaran langsung di akun media sosial pribadinya, Kang Rey—sapaan akrabnya—akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Strategi ini mengikuti jejak kepemimpinan Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, yang dikenal aktif menyapa warga dan menyampaikan program pembangunan melalui platform digital.

Dalam pertemuan dengan para kepala desa dan lurah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Subang, Kang Rey menegaskan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam pemerintahan. Acara yang digelar di Pendopo Bupati Subang pada Senin (3/3/2025) ini juga menjadi momen silaturahmi dalam rangka buka puasa bersama di bulan Ramadhan.

“Saya akan live di media sosial untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat. Ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka,” ujar Kang Rey.

Tak hanya mendengar aspirasi, Kang Rey juga menegaskan dukungannya kepada para kepala desa dan lurah di Kabupaten Subang. Selain mengalokasikan kenaikan biaya operasional bagi pemerintah desa, ia berjanji akan selalu berkolaborasi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Saya akan menjadi pelindung bagi seluruh kepala desa, menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Tiga Remaja di Subang Diamankan Polisi Saat Hendak Perang Sarung

Tiga Remaja di Subang Diamankan Polisi Saat Hendak Perang Sarung
Foto: Humas Polsek Binong

Subang – Pihak kepolisian mengamankan tiga remaja di Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, setelah mereka kedapatan hendak melakukan perang sarung. Selain itu, polisi juga menyita sarung yang telah dimodifikasi serta empat unit kendaraan bermotor yang mereka gunakan untuk kegiatan tersebut.

Aksi ini terungkap setelah warga resah dan melaporkan adanya sekelompok anak di bawah umur yang berkumpul di Blok Tanggul, Desa Cicadas. Kapolsek Binong, AKP Asep Musa Dinata, S.I.P, M.M, menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/3/2025) sekitar pukul 01.00 WIB dan mulai mengarah pada aksi tawuran.

“Tindakan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Jika tidak dicegah, bisa menimbulkan korban, apalagi jika ada yang membawa senjata tajam,” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap perang sarung dan aksi tawuran yang merusak ketertiban masyarakat. AKP Asep Musa juga mengimbau para remaja untuk lebih bijak dalam beraktivitas dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, seperti perang sarung, balap liar, dan tawuran.

Sebagai langkah pencegahan selama bulan Ramadan, Polsek Binong akan meningkatkan patroli sahur setiap hari guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Recent Posts