Beranda blog Halaman 172

Samsung Galaxy S25 Ultra: Pengalaman Smartphone Generasi Terbaru

Samsung luncurkan Galaxy S25 Ultra

Samsung kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin industri smartphone dengan merilis Samsung Galaxy S25 Ultra. Peluncuran ini berlangsung dalam acara Galaxy Unpacked di San Jose, California, pada 25 Januari 2025. Ponsel ini dirancang untuk memberikan pengalaman smartphone yang lebih bertenaga dengan teknologi dan fitur unggulan. Simak spesifikasi dan harga Samsung Galaxy S25 Ultra berikut.

Desain dan Layar Galaxy S25 Ultra

Galaxy S25 Ultra hadir dengan layar 6,9 inci Quad HD+ Dynamic AMOLED 2X. Resolusi layar mencapai 3.120 x 1.440 piksel, dilengkapi refresh rate adaptif 1-120Hz, dan kecerahan hingga 2.600 nits. Teknologi Vision Booster dan Adaptive Color Tone memberikan pengalaman visual optimal di segala kondisi.

Selain itu, layar ini dilindungi Gorilla Armor generasi kedua yang lebih tahan terhadap goresan dan benturan.

Performa Tingkat Tinggi

Samsung Galaxy S25 Ultra ditenagai oleh prosesor Snapdragon 8 Elite untuk Galaxy dan GPU Adreno 740. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, performa perangkat ini meningkat signifikan:

  • NPU lebih cepat 40%
  • CPU lebih cepat 37%
  • GPU lebih cepat 30%

Dengan kemampuan AI yang lebih canggih, pengalaman multitasking dan gaming menjadi lebih mulus.

Kamera Revolusioner

Galaxy S25 Ultra menawarkan konfigurasi kamera yang luar biasa:

  • Kamera utama 200MP
  • Kamera ultra-wide 50MP dengan sudut 120°
  • Dua kamera telefoto (10MP dan 50MP periskop) dengan kemampuan Space Zoom hingga 100x

Fitur seperti Nightography untuk foto malam yang lebih terang, Audio Eraser, dan Samsung Log membuat pengalaman fotografi lebih profesional.

Harga Samsung Galaxy S25 Ultra di Indonesia

Samsung Galaxy S25 Ultra tersedia dalam beberapa varian dengan harga sebagai berikut:

  • 12GB/256GB: Rp 22.999.000
  • 12GB/512GB: Rp 24.999.000
  • 12GB/1TB: Rp 28.999.000

Promo Pre-order Galaxy S25 Ultra

Samsung menawarkan berbagai keuntungan menarik selama masa pre-order mulai 23 Januari hingga 13 Februari 2025:

  • Free Memory Upgrade: Dari 256GB ke 512GB
  • Trade-In Cashback: Hingga Rp 2,5 juta
  • Bank Partner Cashback: Hingga Rp 1,5 juta

Varian Galaxy S25+ dan Model Standar

Selain Galaxy S25 Ultra, Samsung juga merilis Galaxy S25+ dan model standar. Meskipun memiliki spesifikasi lebih rendah, kedua varian ini tetap menawarkan performa dan fitur premium yang ideal untuk berbagai kebutuhan dan segmen harga.

Dengan spesifikasi unggulan, harga kompetitif, dan promo menarik, Samsung Galaxy S25 Ultra menjadi pilihan terbaik bagi penggemar teknologi canggih. Segera pre-order untuk menikmati pengalaman smartphone generasi terbaru dari Samsung!

Pj. Bupati Subang Kang Ade Pimpin Rapat Internal dengan Kepala OPD dan Camat

SUBANG – Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., atau Kang Ade, memimpin rapat internal bersama Kepala Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Subang. Rapat ini digelar pada Kamis (23/01/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang.

Rapat dimulai dengan sesi perkenalan dari para Kepala OPD, Camat, dan Kepala Bagian di lingkungan Setda Subang. Sesi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kondusif dalam mendukung program kerja di bawah kepemimpinan Kang Ade.

Dalam arahannya, Kang Ade mengungkapkan perjalanan kariernya yang mempertemukannya kembali dengan tanah kelahirannya.

“Saya sempat mengikuti Open Bidding di Subang pada 2021, tetapi takdir baru mempertemukan saya kembali sebagai Pj. Bupati pada 2025,” ujarnya.

Kang Ade menekankan pentingnya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku, termasuk memperhatikan Peraturan Daerah (Perda). Ia menegaskan, Perda yang mengandung sanksi harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Hal ini penting agar perangkat dinas dan camat dapat memastikan masyarakat memahami aturan tersebut.

Ia juga memberikan arahan utama untuk efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kang Ade meminta agar program-program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat menjadi fokus utama. Kebijakan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50%.

“Penghematan ini harus dialokasikan pada kebutuhan mendesak yang benar-benar penting bagi masyarakat,” tegas Kang Ade.

Selain efisiensi anggaran, Kang Ade menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, tepat, dan bebas pungli. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia juga mengingatkan agar menjaga stabilitas menjelang transisi kepemimpinan ke Bupati definitif.

Di akhir arahannya, Kang Ade mengajak seluruh Kepala OPD dan Camat untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, dan keterbukaan. Ia berharap hubungan kerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Subang tidak terlalu kaku dan protokoler.

“Intinya, saya ingin kita semua kompak, bekerja sama, dan saling mendukung untuk kemajuan Subang,” tutup Kang Ade.

Kisruh Tambang Ilegal di Subang: Konflik, Penegakan Hukum, dan Dampaknya

Kisruh Tambang Ilegal di Subang

Subang menjadi sorotan karena polemik tambang ilegal yang melibatkan banyak pihak. Aktivitas tambang ilegal ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga memicu konflik sosial. Pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mencari solusi yang adil.

Polres Subang Tindak Tegas Tambang Ilegal

Polres Subang telah mengambil langkah hukum administratif untuk menertibkan tambang ilegal. Penegakan hukum ini dilakukan demi melindungi proyek strategis nasional yang terganggu oleh aktivitas ilegal tersebut. Kapolres Subang menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan hukum ditegakkan secara adil.

Dedi Mulyadi: Tambang Ilegal dan Jaringan Obat Terlarang

Politisi Dedi Mulyadi menyoroti keterkaitan tambang ilegal dengan jaringan peredaran obat terlarang. Ia mengungkap bahwa beberapa pelaku tambang berasal dari daerah yang dikenal sebagai pusat distribusi narkoba. Pernyataan ini memicu perhatian publik terhadap masalah yang lebih luas.

176 Titik Tambang Ilegal di Jawa Barat

Selain di Subang, sebanyak 176 titik tambang ilegal ditemukan di berbagai wilayah Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah berupaya menertibkan tambang-tambang ini. Langkah ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah eksploitasi sumber daya secara ilegal.

Buruh Tambang Protes ke DPRD Subang

Penutupan tambang ilegal membawa dampak langsung pada para buruh tambang. Mereka menggelar protes di depan DPRD Subang, menyuarakan keluhan atas kehilangan pekerjaan. Para buruh mendesak pemerintah daerah mencari solusi agar kesejahteraan mereka tetap terjamin.

Pentingnya Solusi Berkelanjutan

Masalah tambang ilegal di Subang membutuhkan pendekatan holistik. Penegakan hukum harus diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Pemerintah juga perlu memastikan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan untuk mencegah konflik serupa di masa depan.

Desa Wantilan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Inovatif

Desa Wantilan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Inovatif

Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, kini diakui sebagai desa percontohan pengelolaan sampah berinovasi. Langkah kreatif yang dijalankan tidak hanya menghasilkan lingkungan bersih, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru.

Pada Selasa (21/1/2025), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengunjungi tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wantilan. Tito mengapresiasi pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat setempat.

“Saya melihat terobosan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga tidak ada penumpukan sampah. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses ini,” ujar Tito.

Dampak Ekonomi Positif

Inovasi pengelolaan sampah di Desa Wantilan berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Sampah organik diolah menjadi maggot dan pakan ternak, sementara sampah plastik didaur ulang menjadi produk UMKM bernilai jual tinggi.

“Sampah organik bahkan diolah menjadi pakan ternak yang bisa dijual. Plastik yang didaur ulang di sini menghasilkan produk-produk kreatif UMKM,” imbuh Tito.

Selain pengolahan sampah, desa ini juga mengelola tanaman jagung serta memiliki peternakan ayam dan kambing, yang memperkuat ekonomi warga setempat.

Inspirasi bagi Desa Lain

Dengan keberhasilannya, Desa Wantilan berpotensi menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Tito menekankan bahwa pendekatan seperti ini dapat mencegah urbanisasi berlebihan, sebab masyarakat dapat bekerja dengan nyaman di desanya sendiri.

“Ini membuat masyarakat tidak perlu berbondong-bondong pindah ke kota. Mereka tetap di desa, rezeki desa rasa kota,” tutupnya.

Pendekatan pengelolaan sampah yang diterapkan di Desa Wantilan menunjukkan bahwa inovasi yang melibatkan masyarakat tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Dua Pria Subang Tertangkap Bawa 5 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Dua Pria Subang Tertangkap Bawa 5 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Subang – Upaya peredaran narkoba dalam kemasan unik kembali terungkap di Kabupaten Subang. Dua pria berinisial UP (38) dan YS (42) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Subang setelah kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 5,14 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh.

Penangkapan ini dilakukan pada Selasa (14/1/2025) di pinggir jalan masuk Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Subang. Polisi mengamankan pelaku setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait pengiriman narkoba di wilayah tersebut.

Proses Penyelidikan Selama Dua Pekan

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini memakan waktu 14 hari sebelum akhirnya polisi berhasil menangkap kedua pelaku.

“Keduanya menggunakan kendaraan putih bernopol T 1306 UE. Di dalamnya ditemukan lima bungkus teh berisi sabu seberat 5,14 kilogram,” ungkap Ariek di Mapolres Subang, Kamis (23/1/2025).

Barang haram tersebut disimpan di lantai mobil bagian depan dan dimasukkan ke dalam tas jinjing. UP dan YS mengaku mengambil sabu tersebut dari Jakarta atas perintah seorang yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Peredaran Narkoba Luas

Polisi menduga narkoba ini direncanakan untuk diedarkan di wilayah Subang, Purwakarta, dan Karawang. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka dijanjikan upah Rp 5 juta per kilogram sabu yang berhasil diedarkan.

Ariek menambahkan, “Dengan penangkapan ini, kami telah menyelamatkan sekitar 250.000 jiwa dari bahaya narkoba.” Ia juga menyebut bahwa ini merupakan pengungkapan kasus terbesar yang dilakukan Satresnarkoba Polres Subang.

Sanksi Berat Menanti Pelaku

Selain narkoba, polisi turut menyita empat alat komunikasi dan satu unit kendaraan roda empat. Kini, UP dan YS beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Subang untuk proses hukum lebih lanjut.

Keduanya dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau pidana mati serta denda hingga Rp 10 miliar.

Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polres Subang dalam memberantas peredaran narkoba. Aparat terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain yang terlibat.

Momentum Bersejarah: Serah Terima Jabatan Pj. Bupati Subang

Subang – Aula Oman Sahroni menjadi saksi momen penting serah terima jabatan Pj. Bupati Subang pada Rabu, 22 Januari 2025. Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., resmi menerima tanggung jawab sebagai Pj. Bupati Subang dari pendahulunya, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Forkopimda, OPD, serta tokoh masyarakat setempat.

Serah Terima Jabatan Pj. Bupati Subang

Peninggalan Prestasi dan Dedikasi

Acara dimulai dengan laporan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Imran atas kontribusinya selama menjabat. “Walaupun hanya satu tahun satu bulan, beliau telah mencetak banyak prestasi, baik di tingkat pusat maupun Provinsi Jawa Barat,” ujar Asep.

Dr. Imran, yang kini menjabat sebagai Dirjen Perumahan dan Perdesaan (PKP), juga memberikan pesan inspiratif kepada penerusnya. “Subang memiliki potensi besar. Dengan kolaborasi dan inovasi, saya yakin Kang Ade dapat membawa Subang semakin maju.”

Komitmen Baru dari Kang Ade

Dalam sambutannya, Kang Ade, sapaan akrab Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sebagai putra asli Subang, Kang Ade berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh Dr. Imran, khususnya dalam pembangunan berbasis desa.

“Saya berharap penugasan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan semua pihak, terutama Forkopimda, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kang Ade.

Serah Terima dan Penghargaan

Acara ini diwarnai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, serta penyerahan buku memori jabatan kepada Kang Ade. Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Wiendha Winstar Afriandi, juga menerima buku memori dari pendahulunya, Ny. Rosnelly Imran, disertai penghargaan atas dedikasi luar biasa selama masa jabatan.

Pesan dan Harapan

Dr. Imran memanfaatkan momen ini untuk menjelaskan beberapa isu penting, termasuk tambang ilegal dan pengadaan proyek. Ia menegaskan bahwa selama menjabat, dirinya selalu berpegang teguh pada aturan. “Saya lebih takut kepada aturan dibandingkan opini orang. Semua keputusan saya didasarkan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.”

Mengakhiri sambutannya, Dr. Imran berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dijaga.

“Doakan saya dalam tugas baru sebagai Dirjen PKP. Subang akan selalu ada di hati saya,” tutupnya.

Acara berakhir dengan pesan harapan dari Kang Ade untuk membangun Subang yang lebih maju, inklusif, dan inovatif melalui semangat kebersamaan.

Sadar Risiko, DAHANA Latih Karyawan Pertolongan Pertama

DAHANA Latih Karyawan Pertolongan Pertama

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, PT DAHANA (Persero) menyelenggarakan In House Training (IHT) Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan. Kegiatan yang berlangsung pada 21, 23, dan 30 Januari 2025 ini digelar di Classroom DAHANA, Subang, Jawa Barat. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan karyawan dalam menangani situasi darurat, terutama kecelakaan kerja, demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan tanggap risiko.

Komitmen DAHANA dalam Budaya Kerja Aman

Dalam pembukaan acara, Teja Sukmara, Pjs VP EMC DAHANA, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional. Ia menyebutkan bahwa pertolongan pertama adalah langkah awal yang sangat penting dalam menyelamatkan nyawa.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap karyawan dapat bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang lebih aman di DAHANA,” ujar Teja Sukmara.

Materi dan Simulasi yang Membangun Kepercayaan Diri

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman dari PMI Kabupaten Subang. Sesi pertama dibawakan oleh Asep Sugandi, SE, Pengurus Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ia memberikan pengantar tentang pertolongan pertama, mencakup Sistem Pelayanan Gawat Darurat, peran pelaku pertolongan, hingga penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) dan peralatan pertolongan pertama.

Sesi berikutnya dipandu oleh dr. H. Mugia Nugraha, MM, Pengurus Bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat. Peserta belajar konsep Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar, termasuk teknik resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, hingga stabilisasi pasien sebelum mendapat penanganan medis lanjutan.

Yang menarik, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan langsung berbagai teknik penyelamatan melalui simulasi. Hal ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi situasi darurat.

Antusiasme Karyawan Menguatkan Misi Keselamatan

Kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan Subang ini disambut dengan antusias. Para peserta terlihat sangat aktif dalam setiap sesi, mulai dari diskusi materi hingga simulasi praktik.

“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis karyawan tetapi juga mencerminkan dedikasi DAHANA dalam membangun lingkungan kerja yang responsif terhadap risiko kecelakaan. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya bermanfaat di tempat kerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Teja.

Dengan pelatihan ini, DAHANA menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat budaya kerja yang aman, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya tanggap darurat. Karyawan yang dilatih dengan baik diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga keselamatan kerja, baik untuk diri mereka sendiri maupun rekan-rekan kerja lainnya.

Komitmen DAHANA Perangi Korupsi: Menuju Tata Kelola Perusahaan yang Bersih dan Transparan

View PT DAHANA Subang tampak atas

PT DAHANA, sebagai salah satu perusahaan strategis di sektor bahan peledak terpadu dan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus memperkokoh komitmennya dalam memberantas korupsi. Melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), DAHANA menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan berintegritas.

Kerjasama dengan KPK untuk Pencegahan Korupsi

Sebagai langkah nyata, DAHANA menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan sosialisasi tentang gratifikasi dan pencegahan korupsi. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada seluruh karyawan mengenai pentingnya menolak gratifikasi yang dapat memengaruhi objektivitas dalam pengambilan keputusan.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM DAHANA, Mohamad Nur Sodiq, menegaskan pentingnya langkah ini.

“Sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan transparansi di seluruh proses bisnis kami. Selain itu, ini adalah wujud dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo di lingkungan BUMN, yang menekankan pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujar Sodiq dalam acara yang digelar di Subang pada 20 Januari.

Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP): Garda Depan Pemberantasan Korupsi

DAHANA telah membentuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memerangi korupsi. FKAP berperan sebagai unit pengendali dalam pencegahan suap dan gratifikasi, sehingga proses Good Corporate Governance dapat berjalan sesuai prinsip integritas dan transparansi.

Selain itu, DAHANA aktif memperbarui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai standar internasional. Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh karyawan akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas.

Peningkatan Kompetensi dan Pengawasan Internal

Sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi, DAHANA secara rutin menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman karyawan tentang GCG. Pengawasan internal yang ketat juga diterapkan untuk memastikan seluruh kegiatan bisnis berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kolaborasi dengan Mitra Bisnis

Upaya pencegahan korupsi DAHANA tidak hanya terbatas pada internal perusahaan. Perusahaan memastikan semua mitra bisnis memahami dan mematuhi kebijakan anti korupsi yang telah diterapkan. Pendekatan ini menciptakan rantai pasokan yang bebas korupsi, mendukung terciptanya proses bisnis yang adil dan bertanggung jawab.

Membangun Budaya Kerja Bersih untuk Masa Depan

Melalui penerapan GCG dan SMAP, DAHANA terus memperkuat budaya kerja yang bebas dari korupsi. Dengan komitmen tinggi, perusahaan berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus berada di garis depan pemberantasan korupsi, menjadikan integritas sebagai identitas perusahaan,” pungkas Mohamad Nur Sodiq.

Makan Sehat Gratis untuk Anak di Kabupaten Subang

Makan Sehat Gratis untuk Anak di Kabupaten Subang

Makan Sehat Gratis untuk Anak di Kabupaten Subang – SUARASUBANG, Bayangkan ini: anak-anak Sekolah Dasar di duduk rapi di meja kelas, senyum lebar di wajah mereka saat menikmati hidangan bergizi. Itulah suasana yang terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengamati Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini kini juga menjangkau berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Subang

Cerita di Balik Program MBG

Pratikno berbagi pandangannya tentang pentingnya kebiasaan makan sehat untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Kami melihat antusiasme anak-anak terhadap makanan yang disediakan,” katanya. Hidangan yang diberikan termasuk nasi, ayam masak, tahu goreng, sayuran, dan pisang. Semua dirancang untuk memberikan nutrisi seimbang.

“Ada karbohidrat, protein, dan sayuran—jadi kualitasnya sangat baik,” tambahnya dengan senyum puas.

Langkah Besar di Tahun Baru

Pada 6 Januari, pemerintah resmi meluncurkan Program MBG secara nasional. Program ini kini didukung oleh lebih dari 190 dapur khusus yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Setiap dapur bekerja keras untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan gratis bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Di Kabupaten Subang, program ini telah diterapkan di beberapa Sekolah Dasar. Para guru dan orang tua menyambut positif inisiatif ini, menganggapnya sebagai langkah besar dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak di daerah.

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun (sekitar US$4,35 miliar) untuk menjalankan program ini. Dana besar ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup.

Mengapa Program Ini Penting?

Kebiasaan makan sehat sejak dini memiliki dampak besar pada masa depan anak. Bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga ekonomi. Dengan tubuh yang sehat, generasi muda Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi individu produktif yang mampu bersaing di pasar kerja.

Di Kabupaten Subang, program ini memberikan dampak nyata pada anak-anak Sekolah Dasar, membantu mereka tetap fokus belajar dan lebih aktif dalam kegiatan sekolah. Program MBG tidak hanya sekadar membagikan makanan gratis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun bangsa yang lebih kuat dan sehat.

Inspirasi dari Dapur ke Sekolah

Setiap hari, para pekerja di dapur khusus bangun pagi untuk memulai persiapan. Nasi dimasak hingga pulen, ayam dibumbui dengan sempurna, dan sayuran dipastikan segar. Semangat mereka terlihat dalam setiap kotak makanan yang dikirim ke sekolah-sekolah, termasuk di wilayah Subang.

Anak-anak pun menyambut paket ini dengan gembira. “Makanannya enak dan membuat saya semangat belajar,” kata salah satu siswa Sekolah Dasar di Subang.

Ayo Dukung Hidup Sehat!

Program MBG adalah langkah nyata pemerintah dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas. Cerita ini mengajarkan kita pentingnya kerja sama untuk menghadirkan perubahan besar, terutama di daerah seperti Kabupaten Subang. Jadi, yuk, kita dukung program ini dan mulai membangun kebiasaan makan sehat dari sekarang!

Dengan gizi yang baik, masa depan cerah bukan lagi impian.

DAHANA Tegaskan Komitmen Menang di Persaingan Usaha pada Rapat Kerja Tahunan 2025

DAHANA Tegaskan Komitmen Menang di Persaingan Usaha pada Rapat Kerja Tahunan 2025

Bali, 10 Januari 2025 – PT DAHANA menegaskan komitmennya untuk memenangkan persaingan usaha dalam Rapat Kerja Tahunan 2025. Memasuki hari kedua, acara ini menghadirkan Ahmad Kharis, seorang profesional di Industri pertambangan yang juga sebagai Wakil Ketua Aspindo sebagai pembicara utama dengan tema “DAHANA Moving Forward”. Dalam forum strategis ini, Ahmad Kharis menyampaikan pandangannya tentang potensi besar DAHANA di tengah ketatnya kompetisi industri pertambangan.

“DAHANA memiliki modal besar untuk terus menjadi kiblat bahan peledak di Indonesia. Keunggulan finansial, kekuatan insan DAHANA, dan inovasi dalam green energy menjadi fondasi utama perusahaan untuk menghadapi tantangan industri,” ujar Ahmad Kharis di hadapan seluruh peserta Raker yang berlangsung di Bali.

Sebagai perusahaan anggota holding DEFEND ID, DAHANA dikenal atas dedikasinya terhadap keberlanjutan. Salah satu bukti konkret adalah pembangunan Kantor Manajemen Pusat bersertifikat green building di Subang, serta inisiatif penggunaan bahan peledak hijau dengan memanfaatkan oli bekas dalam operasional pertambangan. Langkah ini menunjukkan kepedulian DAHANA terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

Dalam pesannya, Ahmad Kharis menekankan pentingnya kolaborasi lintas divisi untuk menciptakan performa terbaik, baik secara individu maupun tim. “Setiap insan DAHANA harus berlomba-lomba dalam kebaikan, menunjukkan performa terbaiknya, dan mengoptimalkan potensi. Kolaborasi adalah kunci untuk membawa DAHANA menuju keberhasilan,” tegasnya.

Tidak hanya mengandalkan tim di lapangan, Ahmad Kharis juga mendorong seluruh unit pendukung di kantor Jakarta dan Subang untuk memberikan kontribusi maksimal. “DAHANA maju dan berkembang terus, pantang mundur. Dengan semangat ini, kita akan membawa performa terbaik perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sebagai pemimpin di industri bahan peledak untuk sektor komersial dan pertahanan, DAHANA berpegang teguh pada core values AKHLAK: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi landasan setiap langkah perusahaan dalam melayani sektor pertambangan, kuari & konstruksi, minyak & gas, serta kebutuhan militer.

Melalui Raker 2025, DAHANA memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri bahan peledak sekaligus mengokohkan visi keberlanjutan. Dengan kolaborasi insan DAHANA, langkah strategis, dan inovasi hijau, perusahaan siap menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan.

Informasi:
Juli Jajuli
Senior Manajer Legal & Komunikasi Perusahaan
PT DAHANA
Email : julijajuli@dahana.id
Mobile: 082111546999

Recent Posts