Beranda blog Halaman 1697

Kehilangan Gelar Juara Umum Peparnas, Jabar Tak Patah Arang, Ketua NPCI; Kita Balas di Sumut

ff1612f476e221bf85704eafd538a87e.jpg

KBRN, Jayapura: Kontingen tuan rumah Papua, memimpin klasmen perolehan medali Peparnas XVI, sekaligus merebut gelar juara umum yang dipegang Jawa Barat.

Papua mengantongi 116 medali emas, 69 perak dan 74 perunggu. Jawa Barat berada di posisi kedua atau runner-up, hanya tertinggal 6 medali emas. Jabar mengumpulkan 110 medali emas,  81 perak dan 75 perunggu. Sementara di tempat ke tiga, Jawa Tengah dengan 85 medali emas, 52 perak dan 56 perunggu.

Ketua NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar mengatakan, meski kehilangan gelar juara umum Peparnas, dirinya mengapresiasi perjuangan yang sudah dilakukan kontingen Jawa Barat dalam ajang pesta olahraga Paralympik nasional ini. 

Baca juga: Kantongi 14 Emas, Bulutangkis Peparnas Jabar Juara Umum

“Saya salut dan bangga kepada atlet Jawa Barat yang sudah berjuang, fokus meraih prestasi di tanah Papua ini. Target juara umum jadi runner-up,  memohon maaf kepada masyarakat Jawa Barat, pak Gubernur, kita meleset dari target,”ucapnya di Jayapura, Sabtu (13/11/2021).

Ia juga bangga, talenta dan prestasi atlet second line yang dimiliki Jawa Barat, kini banyak bermunculan. 

“Insyaallah kedepannya NPCI akan bangkit dan mencapai juara umum kembali (Peparnas XVII). Kekalahan ini akan saya balas di Sumatera Utara,”janji dia.

Ia juga mengaku sedikit kecewa dengan gagalnya Jabar mempertahankan juara umum Peparnas. Meski begitu, kondisi dan kendala teknis yang terjadi di lapangan, membuat Jabar harus rela berada di posisi runner-up.

“Sudah berupaya maksimal, perasaan kecewa tetapi melihat kenyataannya itu tidak kecewa. Kenyataannya ya memang ada non teknis yang tidak bisa saya ucapkan disini, kita ucapkan selanjutnya untuk bahan evaluasi bersama yang intinya saya tidak mau mencederai yang disabilitas,”jelas dia.

Baca juga :Komisi V DPRD Jabar Kawal Pembinaan Atlet NPCI

Jawa Barat sendiri sudah melakukan protes keras terhadap kendala non teknis yang terjadi di lapangan. Ditegaskan Supriatna, Jabar sudah mengingatkan jangan sampai ada atlet non disabilitas masuk di olahraga disabilitas.

“Itu kami catat dan berikan masukan, saya yakin, kita lihat pemanggilan pelatnas bukan juara emas yang dipanggil tapi juara kedua, jadi Jabar yang akan dipanggil ke pelatnas,”pungkas dia.

Api Masih Menyala di Kilang Minyak Cilacap

ace4ca0402242d203322fa25b27daa80.jpeg

KBRN, Jakarta: Api terlihat kembali menyala di Kilang Pertamina Internasional Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (14/11/2021) pagi. Warga yang bermukim di dekat tangki terbakar mulai mengungsi.

Api yang membakar area kilang 36 T 102 Kilang Pertamina Internasional unit 4 Cilacap kembali berkobar. Api masih terlihat cukup besar membumbung tinggi ke udara.

Api kembali berkobar di tangki yang menyimpan BBM jenis pertalite tersebut setelah sebelumnya sempat padam selama beberapa jam. Kobaran api kembali muncul diduga akibat busa atau foam yang digunakan untuk memadamkan api kembali terbakar.

Hingga kini api masih membakar tangki yang berisi 31.000 kiloliter BBM jenis pertalite tersebut. Sementara itu, warga yang bermukim di dekat tangki yang terbakar sempat mengungsi di sejumlah titik.

Salah satunya di Kelurahan Lomanis yang sekaligus dijadikan posko untuk menampung warga yang rumahnya hanya berjarak 20 meter dari lokasi tangki yang terbakar. Setidaknya terdapat 3 RW yang warganya karena rumah mereka dikosongkan.

Hingga kini warga berjaga-jaga di sekitar pemukiman guna memantau kondisi pasca berkobarnya kembali api. Kebakaran yang terjadi di area 26 t 102 yang menyimpan bbm jenis pertalite ini terjadi pada Sabtu (13/11/2021) malam. 

Saat kejadian diketahui hujan deras di sertai sambaran petir. Pemadaman terhadap tangki yang terbakar masih di lakukan oleh tim pemadam dari pertamina.

Ga Punya Akhlak, Bayi Baru Lahir Dibuang di Pasar Banjaran

31c472526738dc4260235f0c310273c0.jpg

KBRN, Banjaran : Sesosok mayat bayi laki-laki, Sabtu (13/11/2021) petang sekitar pukul 18.15 Wib, ditemukan tergeletak di tumpukan sampah di lorong antar los di pasar Banjaran Kabupaten Bandung.

Kepada RRI, Sunar (62), salah seorang pedagang sayuran menuturkan, penemuan mayat bayi itu, bermula saat seorang anak kecil yang hendak buang air kecil, melihat sosok seperti mayat bayi di tumpukan sampah yang ada diantara toko plastik dan toko keringan yang sudah tutup di los Amarta pasar Banjaran.

Merasa kaget, ia pun berteriak dan melaporkan apa yang dilihatnya kepada beberapa pedagang yang masih berjualan.

Baca juga: Kehilangan Gelar Juara Umum Peparnas, Jabar Tak Patah Arang, Ketua NPCI; Kita Balas di Sumut

Setelah diperiksa, ternyata betul itu adalah sesosok mayat bayi laki-laki dengan wajah yang masih tertutup plasenta dan tali ari-ari atau tali pusar yang masih menempel dan terlihat masih segar. Besar kemungkinan, bayi tersebut baru saja dilahirkan dan langsung dibuang.

Warga pasar pun kemudian melaporkan penemuan mayat bayi tersebut ke Polsek Banjaran yang berada tidak jauh dari pasar Banjaran.

Kapolsek Banjaran Kompol Catur Hari Santosa melalui Kanit Reskrim Ipda Ageung Suhara menjelaskan, mendapat laporan tersebut, petugas pun segera melakukan cek TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi.

Baca juga: Minyak Goreng Masih Tinggi, Pemkot Bandung Segera Operasi Pasar

Setelah diidentifikasi oleh tim Inafis dari Polresta Bandung, selanjutnya mayat bayi laki-laki malang tersebut dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilalukan visum luar dan dalam, pemulasaraan serta pemakaman.

Ipda Ageung Suhara menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang tega membuang bayi tidak berdosa tersebut.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya Banjaran untuk melaporkan kepada pihak berwajib, jika menemukan ada ibu hamil atau yang baru melahirkan dan terlihat mencurigakan.

Kebakaran Rumah Terjadi di Tangerang

f07808d6902cbeae441df1acdeedd0bf.jpg

KBRN, Jakarta: Kebakaran melanda rumah warga di Jalan Karyawan I, Karang Tengah, Tangerang, Minggu (14/11/2021) dini hari.

“Api disertai kepulan asap pertama kali terlihat oleh warga dari bangunan tersebut sekitar pukul 01.50 WIB,” tulis akun Instagram Merekam Tangerang yang dilihat RRI.co.id, Minggu (14/11/2021).

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Petugas dari BPBD Kota Tangerang  melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

Pihak BPBD Tangerang menurunkan sebanyak 3 unit mobil pemadam sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengendalikan kebakaran agar tak semakin membesar. (foto: Instagram BPBD Kota Tangerang)

Perkuat Personil Kebencanaan, JQR dan Basarnas Kolaborasi Dalam Pelatihan Teknik Pertolongan

ee2602f11aaee29b18d15129c770af01.jpg

KBRN, Bandung : Perkuat respons aduan kebencanaan, Jabar Quick Response (JQR) berkolaborasi dengan Direktorat Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Implementasi dari kolaborasi tersebut, JQR dan Basarnas melaksanakan pelatihan teknis pencarian dan pertolongan di permukaan air melalui program SAR Community tanggal 11-13 November 2021.

Sebanyak 25 peserta akan dilatih oleh tim terbaik dari Basarnas Kansar Bandung, dengan materi pertolongan di permukaan air.

Peserta pelatihan berasal dari anggota JQR, BB 1% West Java Chapter dan organisasi potensi lokal, yang dilepas oleh Ketua Umum JQR Bambang Trenggono, pada Kamis (11/11/2021) lalu.

Ketua Umum JQR Bambang Trenggono menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, JQR harus terdepan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometrologi yang terjadi di wiliayah Jawa Barat.

Kecepatan merespon musibah kebencanaan harus didukung oleh kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Masyarakat yang tertimpa kemalangan harus segera mendapatkan bantuan. Caranya adalah melaui kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini bersama Basarnas Kansar Bandung dan BB 1% West Java Chapter,” ujar Bambang, melalui keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Sabtu (13/11/2021).

Bambang berharap, melalui pelatihan ini anggota JQR memiliki bekal untuk mendukung kegiatan JQR di bidang kemanusiaan. Tambah Bambang, Basarnas merupakan institusi terbaik untuk memberikan materi pelatihan bagi tim respons kebencanaan JQR.

“Walau telah melakukan banyak terjun ke lokasi kebencanaan, tim disaster JQR  harus memiliki kemampuan yang tersertifikasi dari Basarnas, dan itu bukan hal yang mudah, butuh proses pembelajaran baik materi maupun aplikasi di lapangan, kita ciptakan sumber daya manusia yang profesional dan memadai dalam menghadapi bencana,” katanya. 

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansah menyambut baik semangat JQR dalam mengikuti kegiatan SAR Community.

Dirinya berharap, selepas mengikuti kegiatan ini, anggota JQR bisa bekerjasama baik dalam pembinaan potensi dan operasi SAR.

“Pembinaan SAR Community ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di Wilayah Jawa Barat dan kesiapsiagaan Basarnas Bandung dalam pelaksanaan operasi SAR, bentuk pelatihan nya sharing pengetahuan dan keterampilan di banjir, arus deras dan danau,”ucapnya.

Basarnas dan JQR berkolaborasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi terjadinya musibah. Sebab, situasi Jabar hari adalah provinsi yang memiliki potensi bencana terbanyak.

“Tentunya dengan semakin banyaknya potensi dan personil yang memiliki keterampilan SAR dan mitigasi kebencanaan semakin memperingan tugas dari institusi seperti Basarnas dan BPBD, kami tidak bisa bekerja sendiri harus ada sinergitas,”kata Deden.

Vice President Bikers Brotherhood 1% MC West Java Chapter Adi Ochun Fitriadi menceritakan, bersama dengan JQR telah bersama saling mendukung dalam program kemanusiaan. Salah satunya adalah kebencanaan sehingga sangat mendukung pelatihan yang difasilitasi oleh JQR dan Basarnas.

“Kita sering terjun ke operasi SAR permukaan air namun dengan pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan kami untuk menolong korban dan membantu Basarnas di lapangan, yang ikut latihan berasal dari prospect hingga life member BB 1 %,” pungkasnya.

Sudirman; Semuanya Serahkan Kepada Allah SWT

7def74ffe469b6c92661a64134e6d0a1.jpg

KBRN, Subang: Jelang berakhirnya masa jabatan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) Sudirman mengakui tidak beban sedikit pun yang mengganggunya. Meski saat ini beredar isu miring mengenai dirinya dan organisasi yang dipimpinnya.

“”Meski saat ini di luar orang-orang membuat isu, dan fitnah yang ditujukan ke diri saya sendiri, dan organisasi yang saya pimpin ini. Tetapi saya buktikan sebagai pemimpin mereka, hadir disini dengan wawasan  jauh kedepan,”ucap Sudirman disela Rakornas dan Rakornis Muaythai Indonesia di Subang Sabtu, (13/11/2021).

Baca juga: Muaythai Indonesia Bakal Jadi Cabor Kuda Hitam Mandiri

Ia pun meminta, penggantinya nanti adalah kader terbaik dan mumpuni dan membuat kejayaan bagi Muaythai Indonesia.

“Saya ikhlas, jika semua dewan guru kita dan semua pengprov sudah tidak menghendaki saya. Namun yang saya inginkan, pengganti saya itu, adalah kader yang sudah saya buat, dan saya ciptakan,”pinta Sudirman.

Ketika disinggung jika dirinya kembali dipilih untuk memegang tampuk pimpinan PB Muaythai Indonesia, Sudirman mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

“Wallahu a’lam bish-shawabi, dan Tawakallah. Jawaban saya hanya Allah yang Maha Tahu, kita serahkan semuanya. Kemajuan dan kejayaan Muaythai Indonesia ke para Dewan Guru dan seluruh pengprov MI, yang saat ini, sedang mengikuti Rakernas dan Rakornis PB. MI di Subang, Jawa Barat ini,” ujar Sudirman.

Sumur Resapan di Trotoar Bikin Genangan Cepat Surut

74db2ec27d756e4f378cd5fe43376553.jpeg

KBRN, Jakarta: Sebuah video pembangunan proyek sumur resapan yang ditempatkan pada trotoar jalan Jakarta viral di media sosial. Seseorang dalam video tersebut mempertanyakan efektifitas penempatan sumur itu, mengingat dalam pandangannya trotoar jauh lebih tinggi daripada jalan yang ada.

Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria menjawab hal tersebut. Menurutnya sejauh ini keberadaan sumur resapan cukup efektif membuat genangan lebih cepat surut.

“Sejauh ini kalau teman-teman lihat hasil sumur resapan kan cukup efektif terjadi genangan cepat surut,” jawab Riza di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Riza menjelaskan pihaknya tidak menempatkan sumur resapan di seluruh trotoar Jakarta, tapi hanya di beberapa titik saja. Seperti salah satu contohnya yang ada di kawasan Gandaria Selatan.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tali air di sekitar sumur resapan itu. Sehingga ketika genangan muncul, air mengalir melalui jalur tersebut meskipun mulut sumur tertutup. 

Ia menegaskan tak ada masalah dalam penempatan sumur resapan tersebut. Sebab pengecekan sudah dilakukan yang hasilnya daerah tersebut memerlukan sumur resapan, disamping adanya keterbatasan tempat.

“Jadi tidak masalah, sudah dicek SDA karena keterbatasan tempat jadi di cari tempat yang baik, ternyata dimungkinkan karena emang di situ dibutuhkan resapan air. Jadi kalau mau liat contohnya ada di Gandaria Selatan,” paparnya.

Penangkapan WNA Tiongkok Kasus Pinjaman Online

2c9d76b5f515b9eb99616c872c0131e0.jpeg

KBRN, Jakarta: Polisi menahan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial WJS diduga menjadi otak pinjaman online (pinjol) ilegal diduga memiliki sejumlah peran penting.

WJS diduga sebagai pendiri Koperasi Simpan Pinjam Inovasi Milik Bersama (KSP-IMB).

Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama demi kepentingan penyidikan.

Selain WJS, Polisi juga mengamankan 13 orang lainnya. Para pelaku diamankan sejak Kamis (11/11/2021) malam.

“Jadi, WJS ini dia berperan sebagai ini kan kita sebelumnya ada mengamankan beberapa orang juga,” kata Kepala Sub Direktorat Dittipideksus Bareskrim Polri Komisaris Andir Sudarmadi saat dikonfirmasi, Jumat (12/11/2021).

Berdasarkan keterangan tersangka sebelumnya dari pihak perusahaan transfer dana mengarah kepada WJS alias Jon.

Kemudian WJS melakukan rekrutmen terhadap orang untuk karyawan KSP IMB, dia juga mencari pinjol-pinjol ilegal yang ada untuk menjadi mitra dari KSP IMB. 

“Nah, kalau pasal kita akan kenakan pasal berlapis terhadap jaringan ini, bicara jaringan berarti bicara menyeluruh, dalam artian mulai dari desk collection ya kemudian ada naik lagi ke perusahaan pinjol nya yang WJS ini , kemudian naik lagi ke perusahaan transfer dana itu kita kenakan pasal berlapis,” ungkapnya.

Pasal yang disangkakan ialah pasal 311 KUHP, pasal-pasal dlm UU ITE, pasal 45b Jo pasal 29 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 dan atau pasal 45 ayat 3 Jo pasal 27 ayat 3 dan atau pasal 45 ayat 4 Jo pasal 27 ayat 4 dan atau pasal 1 ayat 1 Jo pasal 35 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. 

Kemudian pasal 115 Jo pasal 65 ayat 2 UU nomor 7 th 2014 tentang perdagangan, kemudian dilapis juga dengan pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU nomor 88 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Selain itu, ditambahkan pasal 82 UU nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana karena pihak kepolisian juga mendapatkan data perusahaan transfer dananya, serta pasal 3, 4, 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU. 

“Ancaman hukumannya Paling lama 20 tahun denda paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya. (DNS)

Jawab Tantangan Pembangunan di Tengah Pandemi, Pemkab Bogor Luncurkan 199 Inovasi

IMG-20211112-WA0003.jpg

MEDIAJABAR.COM, BOGOR – Guna menjawab tantangan pembangunan di tengah pandemi covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah meluncurkan 199 inovasi, sampai dengan tahun 2020.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan di masa pandemi covid-19, yang terdiri dari 128 inovasi kesesuaian covid-19 dan 71 inovasi non covid-19, diantaranya yang merupakan inovasi non digital adalah sebanyak 115, dan inovasi digital sebanyak 84 inovasi.

Pemkab Bogor sendiri berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi inovasi tingkat nasional antara lain Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri selama dua tahun berturut-turut dan sebagai kabupaten terinovatif yang menjadi best practice bagi daerah lain di Indonesia dalam hal inovasi.

“Tahun ini, kita ikut kembali dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA) yang akan diselenggarakan pada akhir bulan November. Sampai hari ini proses validasi inovasi oleh Kementerian Dalam Negeri masih berlangsung dengan nilai sementara 92,07 dan Kabupaten Bogor berada di peringkat pertama,” kata Bupati Bogor, Ade Yasim.

Untuk itu dalam rangka mendukung penguatan inovasi daerah,telah diterbitkan beberapa kebijakan yaitu, Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 4 tahun 2019 tentang RPJMD Kabupaten Bogor tahun 2018-2023, Peraturan Bupati Bogor Nomor 116 tahun 2020 tentang Inovasi Daerah, SK Bupati tentang Tim Koordinasi SIDA Nomor 050.3/324/kpts/per-uu/2019, SK Bupati Bogor tentang Pembentukan Tim Pengelola Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor Nomor 050/258/kpts/bappedalitbang/2020.

“Kami berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation dan one village, one innovation,” tandas Ade.

Besarnya komitmen dan perhatian Pemkab Bogor terhadap inovasi, tahun ini juga memulai kerjasama sekolah pascasarjana dengan Universitas Padjadjaran, dengan memberikan kesempatan kepada ASN Pemkab Bogor untuk melanjutkan pendidikan pada program Magister Inovasi Regional, untuk mewujudkan smart ASN sebagai human capital yang handal, profesional, inovatif, yang mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. (Rif)

APBD-P Ditolak, HMI Subang Sebut Pemda dan DPRD Gagal

IMG_20211111_151611.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Subang gelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Subang serta Kantor Bupati Subang, Kamis (11/11/2021).

Dalam aksi unjuk rasa dari HMI Subang tersebut, bertujuan untuk mengawal terus kinerja dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang untuk mensejahterakan masyarakat.

Hasyim Adam selaku ketua HMI Subang mengatakan, unjuk rasa kali ini menuntut dari program-program Pemkab Subang yang sudah berjalan selama tiga tahun dibawah kepemimpinan Bupati Ruhimat.

Bukan hanya Pemkab Subang, kinerja dari DPRD Subang yang juga masih belum maksimal.

“Tuntutannya adalah yang pertama berkaitan dengan program dari prioritas pembangunan Kabupaten Subang yang kami pertanyakan saat ini. Saya menilai tidak maksimal,” ucap Hasyim di saat aksi

Hal tersebut diyakinkan para HMI dengan APBD perubahan yang diajukan Pemkab Subang kepada Pemerintah Provinsi Jabar ditolak mentah-mentah.

“Itu terbukti APBD P Perubahan tahun 2021 ditolak Pemprov Jabar, artinya menjadi kegagalan dari Pemkab Subang dan DPRD Subang,” katanya.

Bukan hanya itu, salah satu tuntutan dari HMI tersebut seperti penanganan bencana yang berada di daerah utara Kabupaten Subang yang setiap tahunnya menjadi langganan bencana banjir.

“Kami juga menuntut kepada Pemerintah Subang agar serius menangani pembangunan daerah di Kabupaten Subang salah satunya bencana banjir yang secara tiap tahunnya menjadi langganan bencana khusunya di wilayah pantura,” ujar Hasyim.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini juga sempat memanas dengan HMI yang berusaha masuk ke dalam Kantor DPRD Subang namun aksi tersebut ditahan oleh pihak keamanan.

Sementara itu, aksi dari HMI Cabang Subang pun kecewa karena tuntutannya tidak direspon oleh pihak Pemerintah Kabupaten Subang serta perwakilan dari DPRD Subang.

Recent Posts