Beranda blog Halaman 1694

Proyek Lapang Bintang Rp 10 Miliar Baru Tahap Pertama

IMG-20211220-WA0014.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Selama 180 hari kalender pembangunan Lapang Bintang Subang, atau disebut Sport Center baru saja selesai dikerjakan tahap pertama.

Pembangunan tersebut rencana akan dilaksanakan tiga tahap pengerjaan. Hal itu diungkapkan oleh Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK) PUPR Kabupaten Subang, Diki Gunawan, Senin (20/12/ 2021).

Menurut Diki Gunawan, pembangun Sport Center baru saja dikerjakan tahap pertama sudah beres 100 persen sesuai kontrak, yang dikerjakan oleh PT Prima Sina SH Cahaya dari DED Hibah dengan total biaya Rp 25 miliar yang berasal dari APBD Povinsi Jawa Barat.

“Sekarang sudah 100% untuk tahap pertama sementara pembangunan ini rencana akan dibangun tiga tahap dan Anggaran dari Pemerintah Provinsi begitu,” jelas Diki.

Dia juga mengungkapkan jika sejauh pengawasannya dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan lapang bintang, kata Diki sudah sesuai dengan yang tertera dalam kontrak. Hingga saat ini belum ditemukan ada penyimpangan atau apapun.

“Sekarang baru 10 miliar lah, total itu yah, dengan perencanaan dan pengawasan, kalau pekerjaanya sekitar 9,8M. Itu kan ada jogung treck, musola satu unit, toilet satu unit food cort dua unit, parkir, palaza untuk PKL,” imbuhnya.

Adapun kelanjutan pekerjaan Diki memastikan akan dilanjutkan pada tahun 2022.

Sementara itu Bupati Subang, H. Ruhimat dalam beberapa kesempatan menyebut jika dengan rampungnya pekerjaan lapang bintang pada tahap pertama ini bisa menjadi tempat alternatif bagi masyarakat Subang untuk berrekreasi ataupun olahraga.

“Yang terpenting perawatannya, kerapihan dan kebersihannya tetap terjaga, sehingga memberikan kenyamanan dan kemanan bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu Ruhimat juga berharap dengan lapang bintang yang baru bisa memotivasi masyarakat untuk melakukan olahraga, dan meningkatkan roda perekonomian, terutama bagi pedagang kecil atau PKL di sekitar Lapang Bintang.

Mahasiswa HMI Subang Kritisi Tiga Tahun Kepemimpinan Jimat-Akur, Banyak Janji Tidak Terealisasi

IMG-20211220-WA0012.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang menggeruduk Gedung DPRD dan Gedung Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Senin (20/12/2021).

Kedatangan mereka ke gedung kantor tersebut, untuk mempertanyakan realisasi janji-janji politik kepemimpinan Jimat-Akur yang pada tanggal 19 Desember tahun lalu diucapkan pada saat di lantik.

Salah satu janji politik yakni mendorong Pemerintah Daerah Kabupatem Subang terkait transparasi anggaran, dari mulai APBD, DPA, RAB dan laporan-laporan keuangan seluas luasnya.

Mahasiswa menuntut keseriusan pemerintah daerah dalam penanggulangan segala bentuk bencana, kemudian dalam pemerataan infrastruktur, baik fisik maupun non fisik.

“Dan mendorong untuk lebih tegas dalam menindak lanjuti tempat tempat yang dijadikan sebagai penyumbang terbesar untuk PAD, untuk lebih mempioritaskan dalam membuka atau menyediakan lapangan kerja bagi laki-laki, juga mendorong terhadap Dinas Kesehatan untuk tegas dalam melaksanakan tugas kesehatan,” kata Ketua Umum HMI Cabang Subang, Adam Hasyim.

Dia menegaskan bahwa kedatanggannya ke Gedung DPRD dan Gedung Pemerintah daerah kabupaten Subang meminta dan mendorong terkait kinerja Bupati dan Wakil Bupati Subang selama 3 tahun.

“Ya kami mendorong agar pemerintah daerah agar transparasi anggaran, mulai dari APBD DPA, RAB dan laporan laporan keungan, menuntut keseriusan dalam penanggulangan bencana, menentut keseriusan dalam pemerataan infrastruktur baik fisik maupun non fisik, menindak lanjuti tempat tempat yang di jadikan penyumbang terbesar untuk PAD l, mendorong untuk mempioritaskan dalam membukan atau menyedoakan lapangan kerja untuk kaum laki-laki. Juga mendorong terhadap dinas kesehatan untuk tegas dapam melaksanakan tugas tugas kesehatan,’” kata Adam.

Lebih lanjut Adam menjelaskan bahwa kedatangannya juga salah satu bentuk kecintaan,pengabdian untuk peduli terhadap pemerintah kabupaten Subang, yang telah menjalankan roda pemerintahan selam kurun waktu 3 tahun.

“Kami Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Subang setelah menimbang dan memutuskan berdasarkan UUD Republik Indonesia 1945 yang terkandung dalam nilai nilai Pancasila sila ke 4,” imbuhnya.

Sementara itu dalam aksi yang dilakukan HMI Cabang Subang didua tempat tersebut dalam memberikan aspirasinya mengalami hambatan, karena didua tempat tersebut tidak ada yang menemui kedatangan mereka. Sehingga aksi itu dihiasi dengan aksi kerusuhan antara mahasiswa dengan pihak kepolisiian sektor Polres Subang beserta Satpol PP Kabupaten Subang.

Forkopimda Subang Monitoring Pilkades Serentak

MONITORING-PILKADES.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi bersama Forkopimda Kabupaten Subang melaksanakan monitoring lapangan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades serentak ke Kecamatan Pagaden, Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Legonkulon. Minggu (19/12/2021).

Pilkades serentak di Kabupaten Subang sendiri dilaksanakan di 58 Desa yang tersebar di 25 Kecamatan dengan jumlah calon sebanyak 200 orang terdiri dari 183 laki-laki dan 17 orang perempuan. Jumlah TPS sebanyak 666 TPS dengan jumlah hak pilih terdaftar dalam DPT sebanyak 256.904 orang.

Monitoring diawalai ke TPS 14 Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden, kemudian ke TPS 03 Desa Rancahilir Kecamatan Pamanukan, TPS 03 Desa Bobos dan TPS 01 Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon.

Dalam monitoring tersebut, Kang Akur didampingi Kapolres Subang AKBP Sumarni, Dandim 0605 Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto, Ketua DPRD Subang H. Narca Sukanda dan perwakilan Forkopimda lainnya meninjau bagaimana kondisi pelaksanaan pemungutan suara di beberapa TPS terutama terkait penerapan protocol kesehatan yang dijalankan disetiap TPS mengingat dalam Pilkades tahun 2021 masih dalam masa pandemic covid-19.

Kang Akur bersama Forkopimda merasa bangga dan apresiasi kepada para petugas TPS yang benar-benar menjalankan protocol kesehatan dan antusiasme masyarakat dari TPS yang dikunjungi mampir semuanya angka partisipasi untuk mencoblos terbilang sangat tinggi sekitar 80% ke atas.

Pencoblosan dilaksanakan dari pukul 07.00 – 13.00 WIB dilanjutkan perhitungan suara dari pukul 14.00 – 18.00 WIB sehingga malamnya sudah bisa dapat diketahui laporan para kepala desa pemenang.
Kang Akur dan Forkopimda juga pada monitoring tersebut menyampaikan harapan pelaksanaan Pilkades Serentak kabupaten Subang tahun 2021 dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, tertib dan kondusif.

Turut hadir pula pada monitoring tersebut staf ahli sekaligus Plt. Kasatpoldam, Asda I, Kalak BPBD, Kadishub, Kadispemdes, para Camat dan unsur Muspika yang dilakukan monitoring.

Kang Akur Tinjau Vaksinasi Serempak di Pagaden

IMG-20211219-WA0027.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi meninjau kegiatan Vaksinasi bagi masyarakat di kantor Desa Neglasari Kecamatan Pagaden. Sabtu (18/12/2021).

Kasie Kesos Kecamatan Pagaden, Candra melaporkan bahwa di Kecamatan Pagaden dilaksanakan kegitan vaksinasi serempak di 5 desa dalam rangka percepatan target cakupan vaksinasi bagi masyarakat.

Vaksin yang disediakan sekitar 100-150 dosis setiap desa untuk vaksin kepada masyarakat tahap 1 dan tahap 2.

Kang Akur sapaan Wakil Bupati Subang Agus Masykur turut mengapresiasi kegiatan Vaksinasi yang diadakan oleh Kecamatan Pagaden dan Puskesmas yang dilaksanakan di 5 desa yang ada di Kecamatan Pagaden secara serentak.

Kegiatan tersebut sangat membantu program Pemerintah untuk percepatan target capaian vaksinasi masyarakat untuk mencapai Herd Immunity masyarakat.

Dihadapan para peserta vaksinasi yang hadir untuk menunggu giliran disuntik vaksin, Kang Akur berharap kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

“Kepada masyarakat yang belum di vaksin untuk segera di vaksin untuk meningkatkan imunitas,” ajak Kang Akur.

Banyak negara lain yang mengalami pandemi Covid-19 gelombang ke 3 dengan hadirnya varian baru yaitu omicron, hal tersebut dikarenakan vaksinasi warganya rendah, sehingga diharapkan warga Indonesia khususnya Subang untuk segera di vaksin sehingga masyarakat sehat dan terhindar dari gelombang 3 pandemi Covid-19 tersebut.

DKKB Gelar Pameran Lukisan di Jakarta

IMG-20211218-WA0038.jpg

MEDIAJABAR.COM, BOGOR – Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) resmi membuka “Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang” selama enam hari dimulai sejak 17 Desember 2021 hingga 22 Desember mendatang di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.

Pameran yang menghadirkan tujuh perupa Bogor antara lain, Achmad Syahri, Dara Sinta, Denok Retno Indah, Marwan, Putra Gara, Tomy Faisal Alim, dan Yaqub Elka itu menampilkan berbagai lukisan kontemporer hingga futuristik masa depan.

Ketua DKKB, Putra Gara menggatakan, pegelaran Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang diharapkan menjadi ruang kreatif untuk seniman Bogor untuk terus berkarya dan bukan saja hanya ruang coba-coba.

“Kita berharap, kegiatan ini bukan ajang coba-coba pagelaran seni rupa semata, tapi juga harus menjadi semangat berkarya bagi seniman Bogor,” ungkap dia.

Ketua Balai Budaya, Syahnagra mengatakan terus mendorong para seniman di Bogor untuk menampilkan karya di Balai Budaya. Pihaknya mengaku bahagia atas pagelaran Kabogoh Bogor Herang.

“Meski diselenggarakan dalam keadaan pandemi Covid-19, tapi semangat kita jangan pernah turun. Pandemi harus menjadi semangat untuk para seniman untuk bertumbuh dan bertukar gagasan lewat pameran lukisan,” ujar dia.

Sementara, pelukis senior Mas Padhik mengajak seluruh perupa agar terus berkarya. Dia mengatakan lukisan setiap seniman nantinya punya jalannya masing-masing, tanpa harus berhenti melukis.

“Jadi tantangan kita saat ini adalah, terlalu banyak memikirkan apa yang hendak kita lukis. Sementara teman-teman ototitak terus melukis tanpa memikirkan tiori, ini yang membuat kita terus tertinggal,” sebut dia.

Olehnya dia mengajak para pelukis untuk tetap berada pada jalurnya, tidak memiliki profesi ganda yang akan membuat para pelukis stagnan dan tertinggal karena punya dua tanggung jawab.

Dalam pembukaan pameran itu, tampil pula pemusik etnik, Ki Ahok – dari Komite Budaya DKKB. Selain itu terlihat pula sejumlah sastrawa seperti Nanang R. Supriyatin, Eddy Pramduane dan sastrawan Pilo Poly yang datang sebagai undangan. (Rif)

Pandemi Covid-19, Pendapatan ZIS Kabupaten Tasikmalaya Naik 82 Persen

6c248df32e9efacd20197e0e97f9eec0.jpg

KBRN, Tasikmalaya : Meski ditengah Pandemi Covid-19, jumlah Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS)  yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya, terus mengalami peningkatan.

Ketua Badan Amil BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya KH. Acep Thohir Fuad menyebutkan, pada tahun 2020 ZIS yang dihimpun mencapai Rp. 8,9 Miliar. Jumlah ini naik di tahun 2021, menjadi Rp.11,2 Miliar.

Peningkatan raihan ZIS ini, kata Acep, hasil kerja keras BAZNAS, dan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ), didukung relawan atau sahabat BAZNAS di 39 kecamatan.

“Mereka berperan besar dalam mengawal program-program Baznas di tingkat kecamatan maupun desa, baik berkaitan dengan penghimpunan, maupun pendistribusian dan pendayagunaan ZIS.Selain dari kesungguhan para amil zakat di Baznas, UPZ termasuk kegigihan sahabat Baznas, ” kata KH. Acep kepada RRI, Senin (20/12/2021).

Ia menambahkan, peningkatan ini juga di dukung penuh pemerintah daerah, yang tentunya memberi manfaat besar terhadap peningkatan gairah masyarakat untuk berzakat maupun berinfak dan bersedekah melalui Baznas.

“Ini kerja keras semua pihak, termasuk keterlibatan dan dukungan pemerintah terhadap kami,” tambahnya.

Acep mengatakan, peningkatan jumlah ZIS yang terhimpun tentu akan berdampak luas terhadap peningkatan jumlah penerima manfaat, atau mustahik yang disantuni atau diberdayakan.

“Tentunya akan berdampak dan manfaat luas,” pungkasnya.

Terkait Jalan Rusak di Subang Bupati Juga Minta Maaf

Screenshot_20211219-182208_Instagram.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Tak lama setelah gubernur Ridwan Kamil memohon maaf terkait kerusakan jalan provinsi di Subang, Bupati Subang H. Ruhimat juga menyampaikan permohonan maafnya atas banyaknya ruas jalan yang rusak di Subang. Hal itu disampaikan Bupati melalui akun instagram miliknya, Minggu siang (19/12/2021).

“Wargi Subang. Saya tau betul keinginan warga terkait perbaikan insfrastruktur di Subang, tapi mohon bersabar, 2021 merupakan tahun yang sangat sulit, dimana anggaran yang seharusnya digunakan sebagai biaya perbaikan dan pembangunan insfrastruktur, terkena refocusing untuk digunakan demi kemanusiaan, yaitu untuk mengatasi pandemi covid19. Saat ini, kita sedang menunggu anggaran tahun 2022, untuk siap kembali membangun Subang ” tulisnya di instagram @haji_ruhimat.

Sementara itu terkait kerusakan jalan milik provinsi, Bupati mengaku sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Provinsi. Dirinya minta masyarakat bersabar dan mengerti.

“Terkait jalan Provinsi, Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR telah berkomunikasi dengan Provinsi, saya harap warga dapat mengerti. Sekali lagi saya mohon maaf,” pungkasnya.

Anggota DPR: E-voting Tak Punya Payung Hukum

55fb7dcb01ad38bbcb144b21f6997766.jpg

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim menegaskan, pemilihan elektronik atau “e-voting” di Pemilu 2024 tidak diatur dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu. 

“Selama UU Pemilu tidak direvisi, maka tidak ada dasar hukum yang bisa menjadi payung hukum penggunaan ‘e-voting’ dalam Pemilu 2024,” tegasnya kepada wartawan, Senin (20/12/2021). 

Hal itu ditegaskan Luqman untuk menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra yang menolak menggunakan e-voting dalam Pemilu 2024 nanti. 

“Jika Ketua KPU menyampaikan tidak mau menggunakan ‘e-voting’ pada Pemilu 2024, maka memang sudah seharusnya,” tegas Luqman lagi. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, dalam UU Pemilu, pengaturan mengenai pemungutan suara secara manual sangat terperinci. 

Misalkan menurut dia, pasal 341 ayat (1) UU nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur tentang perlengkapan pemungutan suara terdiri dari kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat untuk mencoblos pilihan dan tempat pemungutan suara.

“KPU sebagai lembaga pelaksana undang-undang, tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar undang-undang,” ujarnya. 

“Ketua KPU pasti paham soal ini, sehingga bilang tidak mau menggunakan ‘e-voting’ pada Pemilu 2024,” lanjut dia.

Meski demikian, Luqman menekankan, penggunaan teknologi informasi dalam Pemilu dan Pilkada, harus menjadi salah satu bagian penting dari perubahan sistem Pemilu Indonesia di masa depan. 

“Perubahan sistem pemilu adalah bagian dari reformasi sistem politik dan demokrasi yang harus terus kita perjuangkan agar pilihan sistem demokrasi sungguh-sungguh mampu menghasilkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, rakyat yang makmur dan  berdaulat serta hukum yang berkepastian dan berkeadilan,” tukasnya.

80 Peserta Ikuti Lomba Vlog Kesejarahan Disdikbud Subang, Berikut Jawaranya

lomba-vlog-sejarah-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Seksi Sejarah dan Nilai Tradisi, bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang menggelar acara Penganugerahan pemenang lomba vlog Kesejarahan Subang 2021 dan Launching Buku Inventarisasi Kesejarahan pada Jumat (17/12/2021) di Gedung Kebudayaan Ranggawulung Subang.

Dalam sambutannya Kabid kebudayaan Disdikbud Subang M. Khadar mengungkapkan lomba vlog ini diikuti lebih dari 80 peserta umum dan pelajar. Sebelumnya, juga telah dilakukan seminar kesejarahan lokal Subang.

Sementara itu tim penyusun buku Kesejarahan Subang yang diwakili oleh Anggi Agustian Junaedi berharap pembahasan sejarah dapat berlanjut ketahap selanjutnya yang lebih mendalam.

Kepala Disdikbud Subang Tatang Komara mengucapkan apresiasi kepada penyelenggara atas digelarnya acara tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada 80 peserta yang ikut memeriahkan lomba vlog Kesejarahan Subang tersebut.

Pemenang lomba kategori pelajar :

1. Tim Vlog Gedung Buleud SMAN 1 Jalancagak

2. Ekskul Jurnalistik SMAN 1 Purwadadi

3. SMKN 1 Cipunagara

4. Tim Sukses SMAN 1 Jalancagak

5. XI MIPA dua Smanza, SMAN 1 Jalancagak

6. Rovita Puspa Zakhira, SMAN 1 Jalancagak

Pemenang lomba vlog Kesejarahan Kategori umum yaitu:

1. Moda Projek

2. Emzy Ardiwinata

3. D and D Art Vision

4. Penggiat Budaya

5. Naufal Agung Firmansyah

6. Wephorian Foto dan Film

Ini Alasan 270 Kades Se Kab Bandung Menggelar Bimtek di Bali

edfaed1ed71b0f6d3662ad754db2bcf6.jpg

KBRN, Bandung : Keberangkatan 270 orang Kepala Desa se Kab Bandung untuk mengikuti Bimtek di Bali, hingga kini masih menyisakan tanya di benak masyarakat.

Platform media sosial di Kab Bandung pun dipenuhi beragam komentar masyarakat, terkait urgensi acara itu harus dilaksanakan di pulau Dewata.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab Bandung, Tata Irawan pun memaparkan alasan mengapa Bimtek bagi 270 Kepala Desa itu harus digelar di Bali.

” Kenapa harus di Bali ?, seperti diketahui, Bali khususnya Kab Badung saat ini sedang terpuruk karena memang persoalan pariwisata (akibat Pandemi). Kita sebagai rekan pemerintah tentu saja harus membantu dan saling menolong,” papar Tata Irawan, membuka alasannya seperti video yang dikirimkannya ke RRI, Senin (20/12/2021). 

” Ketika diinformasikan Badung sedang minus (ekonominya), maka kita berangkat ke Bali. Dan mudah-mudahan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Bali ini bisa menolong,” lanjutnya.

Di sisi lain menurut Tata, PAD Kab Bandung sendiri disaat yang bersamaan sedang dalam kondisi baik. Hal itu ditandai dengan adanya penambahan Anggaran Dana Perimbangan Desa atau ADPD, sebesar Rp.94 juta lebih untuk tiap Desa.

Tata Irawan juga menjelaskan, kalau saat ini banyak warga asal Kab Bandung yang sedang bekerja atau mencari penghidupan di Pulau Dewata Bali, sehingga diharapkan kunjungan tersebut bisa membantu ekonomi mereka.

Tata juga memastikan, banyak hal yang bisa dipelajari dan ditiru oleh para Kepala Desa saat Bimtek dan selama mereka berada di Bali.

” Banyak yang harus kita tiru dari sana. Banyak desa-desa yang bagus, yang lebih baik yang lebih canggih, dan ini harapannya bisa diterapkan di Kab Bandung,” imbuhnya.

” Dengan adanya kegiatan studi banding atau Bimtek ke Bali ini, para Kepala Desa akan semakin terbuka, bagaimana mereka mengembangkan desanya terutama terkait dengan kepariwisataan, yang notabene di Bandung banyak akses-akses atau sumber-sumber kepariwisataan yang bisa dikembangkan di daerahnya masing-masing,” lanjut Tata.

Pada akhirnya, Tata Irawan pun memastikan, di balik perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat Kab Bandung saat ini, pihaknya sudah memikirkan untung ruginya kunjungan 270 Kades ke Bali tersebut.

” Ya mungkin berbeda pendapat boleh, tapi tidak berlebihan. Karena kita juga sudah memikirkan untung dan ruginya terkait kita melaksanakan Bimtek di Bali ini,” pungkas Kepala DPMD Kab Bandung, Tata Irawan meyakinkan.

Recent Posts