Beranda blog Halaman 169

Warga Subang Geger dengan Sertifikat Laut, Nama Dicatut Tanpa Izin

Warga Subang Geger dengan Sertifikat Laut, Nama Dicatut Tanpa Izin

Subang – Polemik penerbitan sertifikat hak milik (SHM) di wilayah perairan laut kembali mencuat, kali ini terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sekitar 460 hektare wilayah laut di Cirewang, Desa Pangarengan, Kecamatan Legonkulon, dikabarkan telah bersertifikat SHM. Sertifikat ini diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Subang melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) tahun 2021.

Yang mengejutkan, ratusan nama warga dicatut dalam proses penerbitan sertifikat tersebut. Ironisnya, sebagian besar warga tidak mengetahui bahwa nama mereka digunakan, apalagi memiliki lahan di kawasan tersebut. Aktivis lingkungan, Asep Sumarna Toha, menduga pencatutan nama dilakukan untuk mendukung rencana reklamasi laut yang diduga melibatkan kelompok atau perusahaan tertentu.

Sejumlah warga dan nelayan yang menggantungkan hidup dari laut di Cirewang menolak rencana reklamasi. Mereka khawatir reklamasi akan menghancurkan sumber penghidupan mereka. “Dulu ini laut, sekarang dangkal. Ada alat berat untuk tambak, tapi warga demo, akhirnya berhenti,” kata Jakaria, seorang nelayan setempat.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar terkait prosedur penerbitan SHM di perairan laut. Dari situs resmi ATR/BPN, area SHM di laut Cirewang terlihat jelas. Kepala Kantor ATR/BPN Subang pada tahun 2021, yang menerbitkan sertifikat tersebut, kini menjabat sebagai Kepala Kantor ATR/BPN Tangerang. Modus yang sama diduga terjadi di perairan laut Tangerang.

Warga yang namanya dicatut merasa kaget dan bingung. “Saya baru tahu nama saya ada di sertifikat itu. Tidak pernah ada yang mendata atau menghubungi saya,” ujar Yati, salah satu warga yang dicatut namanya. Hal serupa diungkapkan Taryana, warga lain yang mengaku tidak pernah memberikan KTP atau KK terkait program ini.

Asep Sumarna Toha menyebut ada 307 bidang SHM di perairan laut Cirewang dengan luas total 460 hektare. Ia menduga sertifikat tersebut dikuasai mafia tanah. Pada tahun 2023, ATR/BPN Jawa Barat akhirnya membatalkan seluruh sertifikat TORA di wilayah ini karena cacat hukum dan prosedur. Namun, hingga kini sertifikat tersebut belum ditarik, meninggalkan ketidakpastian bagi warga.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi perhatian serius Kementerian ATR/BPN. Warga dan aktivis mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan dan mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Rayakan Imlek 2025 di Flora Wisata D’Castello dengan Barongsai dan Angpao Gratis

Rayakan Imlek 2025 di Flora Wisata D’Castello dengan Barongsai dan Angpao Gratis

Subang – Menjelang Tahun Baru Imlek 2025, Flora Wisata D’Castello siap menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung. Destinasi wisata yang terletak di Ciater ini menawarkan hiburan khas Imlek, termasuk pertunjukan barongsai yang digelar pada Rabu, 29 Januari 2025.

Menurut Guntara, Kepala Marketing Flora Wisata D’Castello, pengunjung dapat menikmati tiga kali pertunjukan barongsai tanpa biaya tambahan selain tiket masuk.

“Pertunjukan pertama dimulai pukul 08.00 WIB, menyambut tamu di area pintu masuk. Selanjutnya, pertunjukan kedua pada pukul 11.30 WIB, saat pengunjung dari luar kota mulai memadati lokasi. Pertunjukan terakhir akan digelar pukul 15.30 WIB,” jelasnya.

Selain barongsai, tim kreatif D’Castello juga akan membagikan angpao serta berbagai hadiah menarik, mulai dari uang tunai hingga cokelat. “Kami juga menyiapkan tantangan seru dan permainan kecil untuk pengunjung. Siapa yang berhasil menang, bisa membawa pulang hadiah,” tambah Guntara.

Menariknya, perayaan kali ini tidak akan memengaruhi harga tiket. Baik hari kerja maupun akhir pekan, harga tiket tetap Rp40.000 per orang. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang ingin menikmati suasana Imlek tanpa khawatir biaya tambahan.

D’Castello juga memiliki fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung, termasuk lahan parkir yang sangat luas. “Parkir kami bisa menampung hingga 130 bus besar, 500 mobil, dan 300 motor. Selain itu, akses dari pintu tol Subang ke lokasi dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam tanpa terjebak macet,” jelas Guntara.

Flora Wisata D’Castello menjanjikan perayaan Imlek yang seru dan meriah, lengkap dengan hiburan khas budaya Tionghoa, hadiah menarik, dan fasilitas yang nyaman. Pastikan Anda dan keluarga tidak melewatkan kesempatan ini untuk menikmati momen istimewa di salah satu destinasi wisata unggulan Subang

Pj. Bupati Subang Tinjau SDN Purnama Alam yang Ruang Kelasnya Ambruk

Pj. Bupati Subang Tinjau SDN Purnama Alam yang Ruang Kelasnya Ambruk

Subang – Pj. Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT, melakukan kunjungan langsung ke SDN Purnama Alam di Desa Mekarwangi, Kecamatan Pagaden Barat, Selasa (28/1/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi ruang kelas yang ambruk serta memastikan langkah-langkah penanganan yang tepat.

Pj. Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BPBD, perwakilan Dinas PUPR, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan fasilitas pendidikan.

Ruang Kelas Ambruk Sejak Lama

Kepala SDN Purnama Alam, Sumiati, S.Pd., mengungkapkan bahwa ruang kelas yang ambruk itu sudah tidak digunakan selama empat tahun terakhir. Meski demikian, kejadian ini tetap mengejutkan, mengingat insiden tersebut terjadi dini hari pada Minggu lalu.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem pengaturan jadwal pagi dan siang, serta penggabungan kelas,” jelas Sumiati, S.Pd., saat mendampingi kunjungan Pj. Bupati.

Perbaikan Akan Diprioritaskan

Menanggapi kondisi ini, Pj. Bupati Subang menyatakan keprihatinannya, terutama karena cuaca yang tidak menentu meningkatkan risiko bahaya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan perbaikan ruang kelas tersebut pada tahun 2025 melalui alokasi anggaran khusus.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Ruang belajar yang aman adalah hak setiap siswa,” ujar Kang Ade.

Langkah Cepat untuk Keamanan Siswa

Selain berencana memperbaiki, Pj. Bupati juga memerintahkan BPBD untuk segera membersihkan area ruang kelas yang ambruk. Tujuannya adalah mencegah potensi bahaya bagi siswa dan guru.

“Pastikan area ini aman. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan bebas dari risiko,” tegasnya.

Beliau juga meminta pihak sekolah memasang garis pembatas untuk melarang anak-anak mendekati lokasi bangunan yang berisiko. Langkah ini diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Komitmen untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Kunjungan Pj. Bupati Subang ke SDN Purnama Alam menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak. Dengan perhatian dan tindakan yang cepat, diharapkan proses perbaikan dapat segera terlaksana, sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman.

Pj. Bupati Subang Tinjau TPS Pujasera, Tegaskan Komitmen Optimalisasi Pengelolaan Sampah

Pj. Bupati Subang Tinjau TPS Pujasera, Tegaskan Komitmen Optimalisasi Pengelolaan Sampah

Subang – Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kabupaten Subang. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pujasera pada Selasa, 28 Januari 2025.

Dalam peninjauan tersebut, Kang Ade, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan memastikan pelayanan publik berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. “Sebagai Pj. Bupati Subang, saya memiliki tanggung jawab memastikan pelayanan publik, termasuk pengelolaan sampah, berjalan optimal,” ujar Kang Ade.

Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui media sosial terkait perlunya perbaikan pengelolaan sampah di TPS Pujasera. “Saya melihat laporan masyarakat di media sosial. Pengelolaan sampah memang menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Kang Ade.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan semua elemen masyarakat. “Penanganan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Kesadaran bersama menjadi kunci untuk mengatasi persoalan ini,” tambahnya.

Solusi Jangka Panjang untuk Subang Bebas Sampah

Kang Ade juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang merumuskan langkah strategis untuk menangani permasalahan sampah, baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Laporan dari Kadis LH dan PUPR sudah kami terima. Solusi berkelanjutan sangat diperlukan agar persoalan sampah tidak berulang,” jelasnya.

Pentingnya data akurat juga menjadi perhatian khusus. Data terkait volume sampah, kata Kang Ade, sangat diperlukan untuk menentukan frekuensi pengangkutan dan kebutuhan armada pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ajakan untuk Berperan Aktif

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran, Kang Ade mengajak masyarakat Subang untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Ia mendorong pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk berkolaborasi dengan warga dalam mengelola sampah. “Masyarakat perlu diajak berpikir bersama untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi persoalan sampah,” tuturnya.

Melalui kunjungan ini, Kang Ade berharap pengelolaan sampah di Subang dapat lebih terarah dan optimal. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Penanganan Sampah, Tanggung Jawab Bersama

Kehadiran Pj. Bupati Subang di TPS Pujasera menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah. Penanganan yang terintegrasi, didukung kesadaran masyarakat, menjadi kunci menuju Subang yang bebas dari permasalahan sampah.

Dengan upaya ini, harapannya, Kabupaten Subang dapat menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Misteri Tragis di Subang: Kematian Toikin, Pemuda Disabilitas yang Menggemparkan

Kematian Toikin, Pemuda Disabilitas yang Menggemparkan

Subang kembali diguncang oleh kasus pembunuhan keji yang menimpa seorang pemuda disabilitas bernama Toikin (22). Pada Sabtu malam (25/1/2025), jasadnya ditemukan tergeletak di pematang sawah, Dusun Cemara, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan menyita perhatian masyarakat.

Kondisi Korban yang Mengerikan

Toikin ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh penuh luka tusuk yang jumlahnya mencapai 27 berdasarkan hasil visum. Ketika ditemukan, korban mengenakan celana panjang putih dan kaos hitam yang telah berlumuran darah. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pisau tanpa gagang yang diduga menjadi alat kejahatan pelaku.

Hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu mengungkap luka tusuk di berbagai bagian tubuh korban, termasuk kepala, punggung, dan pergelangan tangan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Toikin menjadi korban pembunuhan sadis.

Sosok Korban yang Pendiam dan Tak Punya Musuh

Toikin dikenal sebagai pemuda pendiam yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir. Ia mengalami kesulitan berjalan dan berbicara, sehingga kecil kemungkinan ia terlibat dalam konflik atau perkelahian. “Toikin anak baik, tidak pernah ada masalah dengan siapa pun,” ujar Away, pamannya, penuh haru.

Keluarga korban sangat terpukul dengan kepergian tragis ini. Mereka berharap polisi segera mengungkap siapa pelaku di balik kejahatan keji tersebut.

Jejak Terakhir dan Penyelidikan Polisi

Sebelum ditemukan tewas, Toikin sempat terlihat berjalan bersama dua orang, seorang pria dan wanita, menurut saksi mata. Polisi juga menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan korban di area sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga kini, pelaku dan motif pembunuhan masih menjadi misteri.

Polisi mengungkapkan bahwa ponsel korban tidak ditemukan di lokasi, diduga diambil oleh pelaku. Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan. Satreskrim Polres Subang terus menggali informasi dari saksi dan barang bukti untuk mengungkap kasus ini.

Keluarga dan Masyarakat Menuntut Keadilan

Keluarga korban tidak hanya merasakan duka mendalam tetapi juga menyimpan harapan besar agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami ingin keadilan ditegakkan. Pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegas Armanto, kakak korban.

Masyarakat Subang pun turut mengecam pembunuhan ini. Banyak yang berharap kasus ini bisa segera diungkap untuk menghindari keresahan lebih lanjut di tengah warga.

Kasus yang Menggemparkan Subang

Tragedi yang menimpa Toikin bukan hanya kisah pilu bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi kaum disabilitas. Kepergiannya yang penuh misteri menyisakan luka mendalam dan tuntutan keadilan yang menggema di seluruh Subang.

Hingga kini, polisi masih berupaya keras menyelidiki kasus ini. Semua pihak berharap agar pelaku segera tertangkap dan keadilan ditegakkan untuk Toikin dan keluarganya. Tragedi ini menjadi bukti bahwa kekerasan terhadap siapa pun, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, harus dilawan bersama.

Radja Nainggolan Ditangkap Polisi: Dugaan Penyelundupan Kokain di Belgia

Radja Nainggolan Ditangkap Polisi: Dugaan Penyelundupan Kokain di Belgia

Subang – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola. Radja Nainggolan, pesepak bola keturunan Indonesia yang pernah membela Bhayangkara Presisi Indonesia FC, ditangkap pihak kepolisian di Brussels, Belgia, pada Senin (27/1/2025) pagi. Ia diduga terlibat dalam kasus penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui pelabuhan Antwerp.

Dugaan Penyelundupan Narkoba

Penangkapan Nainggolan merupakan bagian dari penyelidikan besar terkait impor kokain dari Amerika Selatan. Kantor Kejaksaan Brussels menyatakan bahwa total 30 penggeledahan dilakukan di Antwerp dan Brussels untuk mendalami jaringan narkoba ini. Dalam penggeledahan tersebut, pihak berwenang juga menyita mobil milik Nainggolan sebagai barang bukti.

“Penyelidikan menyangkut dugaan impor kokain dari Amerika Selatan ke Eropa melalui pelabuhan Antwerp, serta distribusinya di Belgia. Kami memastikan bahwa pesepak bola RN telah kehilangan kebebasannya dalam konteks kasus ini,” jelas pernyataan resmi dari Kejaksaan Brussels.

Keterkaitan dengan Lingkungan Narkoba

Radja Nainggolan sebelumnya sempat dikaitkan dengan aktivitas penyelundupan narkoba. Salah satu mitra bisnisnya di perusahaan jet pribadi diketahui pernah dihukum karena menggunakan private jet untuk menyelundupkan narkoba bagi organisasi teroris. Selain itu, ia kerap terlihat di kehidupan malam Antwerp bersama individu yang memiliki koneksi dengan dunia narkoba.

Karier Sepak Bola Nainggolan

Nainggolan yang baru saja bergabung dengan klub Divisi Dua Belgia, KSC Lokeren-Temse, bahkan sempat bermain pada Sabtu (25/1) sebelum penangkapannya. Sebelumnya, ia memiliki karier cemerlang di berbagai klub Eropa, termasuk AS Roma, Inter Milan, dan Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Di Liga Italia, ia pernah meraih gelar juara bersama Inter Milan pada musim 2020/2021.

Dengan 582 penampilan dan 67 gol sepanjang kariernya, Nainggolan dikenal sebagai pemain dengan gaya bermain agresif di lapangan. Namun, kasus hukum ini mencoreng reputasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Pernyataan Pengacara

Hingga kini, pengacara Nainggolan, Omar Souidi, belum memberikan tanggapan resmi. Souidi dilaporkan sedang menuju kantor polisi untuk mendampingi kliennya selama proses interogasi berlangsung.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif, dan pihak berwenang menegaskan bahwa informasi lebih lanjut akan diumumkan sesuai perkembangan. Prinsip praduga tidak bersalah tetap menjadi landasan hingga fakta yang lebih jelas terungkap

Pungli di Subang: Dari Lowongan Kerja hingga Pembuatan KTP

Pungli di Subang: Dari Lowongan Kerja hingga Pembuatan KTP

Subang – Praktik pungutan liar (pungli) masih menjadi masalah serius di berbagai sektor di Subang. Hal ini diungkap oleh Bupati Subang terpilih, Reynaldy Putra Andita, yang menyebutkan beberapa fakta mengejutkan terkait pungli di wilayah tersebut.

Pungli pada Lowongan Kerja di Pabrik

Menurut Reynaldy, pungli paling parah terjadi saat seseorang ingin bekerja sebagai buruh di pabrik. Biaya pungutan untuk pria mencapai angka fantastis, yaitu hingga Rp25 juta, sedangkan untuk wanita berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Masuk pabrik di Subang dipungut Rp25 juta untuk cowok,” ungkap Reynaldy dalam tayangan video di KDM Channel pada Senin (27 Januari 2025). Praktik ini menunjukkan ketidakadilan besar bagi masyarakat yang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan.

Biaya Pungli dalam Pembuatan KTP

Tidak hanya di sektor pekerjaan, pungli juga merambah ke administrasi kependudukan. Reynaldy mengungkapkan bahwa warga yang hendak membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dikenakan pungutan liar dengan kisaran biaya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

“Mau bikin KTP harus bayar Rp100 ribu, Rp150 ribu,” ujar Reynaldy, yang langsung mendapat respons terkejut dari Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.

Pungli di Lokasi Wisata

Praktik pungli juga tidak luput terjadi di tempat wisata di Subang, terutama dalam urusan parkir. Hal ini menambah daftar panjang persoalan yang merugikan masyarakat Subang, baik dari segi ekonomi maupun keadilan sosial.

Harapan Perubahan

Fakta-fakta ini menjadi perhatian serius bagi pemimpin daerah, terutama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Praktik pungli yang merajalela tidak hanya mencoreng nama baik Subang, tetapi juga menghambat perkembangan daerah secara keseluruhan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas pungli di berbagai sektor. Hal ini penting untuk memastikan pelayanan publik yang bersih dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

6 Air Terjun yang Wajib Dikunjungi di Subang

Tempat Wisata yang Ideal untuk Keluarga

Subang, Jawa Barat, menyimpan banyak keindahan alam yang luar biasa. Dengan hutan yang lebat dan hamparan sawah yang luas, daerah ini menjadi surga bagi para pencinta wisata alam. Salah satu daya tarik utamanya adalah deretan air terjun memukau yang cocok untuk melepas penat dan menikmati suasana asri. Berikut rekomendasi air terjun terbaik di Subang yang wajib Anda kunjungi.

1. Curug Cileat

Sebagai air terjun tertinggi di Subang, Curug Cileat menyajikan pemandangan yang luar biasa. Lokasinya yang tersembunyi di tengah hutan membuatnya tetap asri. Untuk mencapainya, Anda harus menyusuri sungai dan melintasi hutan, memberikan pengalaman petualangan yang tak terlupakan. Keindahan alami ini cocok untuk Anda yang mencari ketenangan sekaligus tantangan.

2. Curug Koleangkak

Dikenal juga sebagai Curug Biru, air terjun ini memikat dengan airnya yang berwarna biru muda. Dengan ketinggian sekitar enam meter, kolamnya aman untuk berenang dan bermain air. Suasananya yang tenang dan rindang juga menjadikannya tempat favorit bagi mereka yang ingin berkemah atau menikmati ketenangan alam.

3. Curug Bentang

Berada di kawasan Ciater, Curug Bentang menawarkan perjalanan unik sebelum sampai di lokasi. Pengunjung akan melewati Puncak Eurad, Perkebunan Tambaksari, hingga Kampung Banceuy di Desa Sanca. Selain keindahan air terjun, Anda juga bisa mencoba wahana off-road atau motoadventure di sekitar lokasi, menambah keseruan petualangan.

4. Curug Sadim

Curug Sadim adalah tempat yang sempurna untuk piknik bersama keluarga. Aliran airnya yang tidak terlalu deras dan kolam dangkal menjadikannya aman untuk anak-anak bermain air. Dengan ketinggian sekitar 10 meter, suasananya yang sejuk dan tiket masuk yang terjangkau menjadikan Curug Sadim pilihan ideal untuk wisata keluarga.

5. Curug Cijalu

Curug Cijalu, yang terletak di Kecamatan Kiarapedes, memiliki ketinggian mencapai 70 meter. Dikelilingi oleh hutan lebat, air terjun ini menawarkan suasana damai bagi para pencinta alam. Nama “Cijalu” berasal dari bahasa Sunda yang mengandung kisah menarik tentang seorang pendekar. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga bisa berkemah di camping ground yang tersedia.

6. Curug Cibareubeuy

Air terjun setinggi 40 meter ini menawarkan pengalaman lebih dari sekadar keindahan. Curug Cibareubeuy dilengkapi dengan kolam alami yang cocok untuk berendam. Anda juga dapat mengunjungi empat situs purbakala di sekitarnya atau menyaksikan proses pembuatan gula aren yang dilakukan oleh perajin lokal. Keunikan ini menjadikan Curug Cibareubeuy salah satu destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Manjakan Diri dengan Keindahan Alam Subang

Setiap air terjun di Subang menawarkan keunikan tersendiri. Mulai dari suasana yang tenang hingga petualangan menantang, semuanya bisa Anda temukan di sini. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam agar pesona curug-curug ini tetap terjaga.

Antisipasi Libur Panjang, Satlantas Polres Subang Siaga di Titik Kemacetan

Satlantas Polres Subang Siaga di Titik Kemacetan

Momen libur panjang selalu menjadi tantangan bagi lalu lintas, terutama di kawasan wisata. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang menurunkan 10 personel yang bertugas mengurai kepadatan di titik-titik rawan, Senin, 27 Januari 2025.

Kasat Lantas Polres Subang, AKP Sudirianto, mengungkapkan bahwa dua lokasi utama yang menjadi fokus adalah pertigaan Sari Ater dan D’Castello. Kedua titik ini diketahui sering mengalami lonjakan volume kendaraan, terutama dari arah Subang menuju Lembang maupun sebaliknya.

“Kami melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Hal ini menjadi prioritas kami agar masyarakat tetap nyaman saat berlibur,” ujar AKP Sudirianto.

Kemacetan di Kawasan Wisata

Berdasarkan laporan di lapangan, arus lalu lintas pada hari itu terpantau ramai lancar sejak pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Meski demikian, kepadatan sempat terjadi di kawasan wisata Asstro Highlands Ciater sekitar pukul 13.00 WIB. Panjang antrean kendaraan dilaporkan mencapai 1 kilometer.

Menghadapi situasi tersebut, Satlantas Polres Subang segera berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cimahi dan Polsek Subang. Upaya ini berhasil mengurai kemacetan, terutama di titik-titik strategis seperti depan Tangkuban Parahu, pertigaan Cikole, dan area keluar-masuk RM Grafika Cikole.

“Pada pukul 21.00 WIB, kendaraan dari Subang menuju Lembang sudah kembali normal tanpa antrean,” jelasnya.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Kasatlantas Polres Subang juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan. Selain itu, memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian menjadi hal yang sangat penting.

“Periksa kondisi kendaraan untuk mencegah masalah seperti mogok atau ban kempes. Jika merasa lelah atau mengantuk, istirahatlah di tempat yang tersedia, seperti rumah makan,” tambahnya.

Dengan kesiapan personel dan koordinasi yang solid, Satlantas Polres Subang menunjukkan komitmen menjaga kelancaran arus lalu lintas selama libur panjang. Masyarakat diharapkan turut mendukung upaya ini dengan menjaga keselamatan berkendara dan menaati peraturan lalu lintas.

Polsek Pagaden Subang Sita 151 Botol Miras dalam Razia Menjelang Libur Panjang

Polsek Pagaden Subang Sita 151 Botol Miras dalam Razia Menjelang Libur Panjang

SUBANG – Menjelang libur panjang, jajaran Polsek Pagaden, Polres Subang, Jawa Barat, berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dari kios yang diduga menjual tanpa izin.

Operasi razia ini berlangsung pada Sabtu (25/1/2025), sebagai langkah untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Pagaden.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Pagaden, Kompol Dede Suherman, menegaskan bahwa razia ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat.

“Kami segera mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan miras ilegal dan mengamankan ratusan botol miras,” jelas Dede, Senin (27/1/2025).

Dalam razia tersebut, petugas menyita total 151 botol minuman keras dari berbagai jenis. Barang bukti yang diamankan meliputi 142 botol ciu, 2 botol kawa-kawa, 2 botol Anggur Merah Gold, 1 botol AO besar, dan 4 botol anggur kolesom kecil. Seluruh barang tersebut dijual tanpa izin resmi.

Kompol Dede Suherman menegaskan komitmen Polsek Pagaden untuk memberantas peredaran miras, narkoba, dan obat-obatan tanpa izin di wilayahnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas penjualan miras di lingkungan mereka. Hal ini penting agar dapat segera kami tindak,” ujar Dede.

Ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya miras yang kerap menjadi pemicu utama tindak kriminal. “Kami akan menindak tegas siapa pun yang melanggar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Kapolsek Pagaden berharap masyarakat turut aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing dengan tidak terlibat dalam peredaran atau konsumsi miras, narkoba, maupun obat-obatan terlarang. Dengan kolaborasi yang solid, kondisi aman dan nyaman di wilayah hukum Polsek Pagaden diharapkan dapat terwujud.

Recent Posts