Beranda blog Halaman 160

Polres Subang Bagi-Bagi Beras untuk Pengendara Tertib, Begini Alasannya!

Polres Subang Bagi-Bagi Beras untuk Pengendara Tertib, Begini Alasannya!
foto: tribratanews.jabar.polri.go.id

Subang – Polres Subang terus menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2025 sebagai langkah meningkatkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat. Berbeda dari razia pada umumnya, kali ini Satlantas Polres Subang tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib.

Dalam operasi yang berlangsung pada Selasa, 12 Februari 2025, para pengendara yang memenuhi kriteria disiplin berlalu lintas mendapatkan hadiah berupa beras seberat 5 kg. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak orang untuk mematuhi aturan di jalan raya demi keselamatan bersama.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasatlantas Polres Subang AKP Sudirianto, menjelaskan bahwa pengendara yang tertib dipilih sebagai “agent of change.” Mereka diharapkan menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya, terutama pengendara sepeda motor, agar lebih disiplin dalam berkendara.

Kriteria penerima apresiasi ini cukup jelas. Pengendara harus memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM, mengenakan helm berstandar SNI, serta tidak menggunakan knalpot brong. Dengan demikian, hanya mereka yang benar-benar patuh terhadap aturan yang berhak mendapatkan hadiah tersebut.

“Sebagai bentuk penghargaan, kami membagikan 50 karung beras, masing-masing seberat 5 kg, kepada pengendara yang taat aturan lalu lintas. Totalnya, selama operasi ini berlangsung, kami telah menyiapkan 250 karung beras,” ujar AKP Sudirianto.

Satlantas Polres Subang optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak positif. Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan semakin banyak pengendara yang termotivasi untuk menaati peraturan lalu lintas, sehingga tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik.

Operasi Keselamatan Lodaya 2025 akan terus berlangsung secara berkelanjutan. Dengan inovasi seperti ini, Polres Subang ingin membangun budaya tertib berlalu lintas yang tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga apresiasi bagi mereka yang berperan dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

DAHANA Perkuat Komitmen Anti-Penyuapan melalui Audit Surveillance SMAP

DAHANA Perkuat Komitmen Anti-Penyuapan melalui Audit Surveillance SMAP

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan sistem manajemen anti-penyuapan (SMAP) dengan menggelar Opening Meeting Audit Surveillance Tahap 1.

Acara ini berlangsung secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung di Smart Room Kampus DAHANA, Subang, serta melalui platform Zoom, pada Rabu, 12 Februari 2025.

Proses audit ini dipimpin oleh Team Leader Auditor dari Sucofindo, Syah Rizal M Akmal. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa audit akan berlangsung selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat. Fokus utama audit mencakup evaluasi sistem, dokumentasi, serta implementasi SMAP di lingkungan PT DAHANA.

“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan opening meeting audit surveillance SMAP ISO 37001:2016. Kami akan melakukan audit selama tiga hari hingga Jumat. Ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan audit di PT DAHANA. Kami dari Sucofindo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Syah Rizal M Akmal.

Tim auditor akan memastikan bahwa penerapan SMAP di PT DAHANA telah sesuai dengan standar yang berlaku. Evaluasi mencakup aspek informasi, dokumentasi, implementasi, serta pemeliharaan sistem agar tetap konsisten dan efektif. Mengingat ini adalah audit keenam, diharapkan hasilnya mampu membawa peningkatan signifikan dalam penerapan sistem manajemen anti-penyuapan di perusahaan.

“Tahun ini, SMAP di PT DAHANA telah memasuki tahun kelima dengan enam kali audit. Kami berharap audit keenam ini dapat terus meningkatkan kualitas penerapan SMAP di perusahaan,” tambah Syah Rizal M Akmal.

Menjelang audit, seluruh unit kerja di PT DAHANA telah dipersiapkan dengan dokumen pendukung untuk memastikan kelancaran proses audit. Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting dalam menegaskan bahwa SMAP telah dijalankan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Dalam kesempatan yang sama, Erwin Cipta, perwakilan dari Fungsi Kepatuhan Anti-Penyuapan (FKAP) DAHANA, menegaskan bahwa audit ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan kepatuhan terhadap regulasi anti-penyuapan. Audit ini juga menjadi momentum evaluasi bagi perusahaan agar dapat terus memperkuat sistem kepatuhan di masa depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Syah Rizal M Akmal sebagai team leader dan Ibu Nirmala sebagai auditor dari Sucofindo. Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan opening meeting SMAP di PT DAHANA secara hybrid. Audit ini adalah wujud komitmen kami terhadap integritas dan kepatuhan terhadap SMAP,” ungkap Erwin Cipta.

Dengan pelaksanaan audit ini, PT DAHANA diharapkan semakin memperkuat efektivitas sistem manajemen anti-penyuapan dalam operasionalnya. Langkah strategis ini memastikan perusahaan tetap menjalankan tata kelola yang transparan dan berintegritas sesuai dengan standar ISO 37001:2016.

VinFast Bangun Pabrik di Subang Senilai Rp 3,2 Triliun, Produksi Mobil Listrik Mulai 2025

VinFast Bangun Pabrik di Subang Senilai Rp 3,2 Triliun, Produksi Mobil Listrik Mulai 2025
Ilustrasi pabrik VinFast. Foto: Dok. VinFast

Subang – Raksasa otomotif asal Vietnam, VinFast, semakin serius menggarap pasar Indonesia. Perusahaan ini menargetkan akhir 2025 sebagai waktu mulai beroperasinya pabrik perakitan mobil listrik mereka di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dengan investasi fantastis senilai USD 200 juta atau setara Rp 3,2 triliun, pabrik ini akan menjadi pusat produksi mobil setir kanan yang khusus menyasar pasar domestik.

VinFast sebelumnya telah menetapkan rencana investasi jangka panjang di Indonesia dengan total dana mencapai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,6 triliun.

Pabrik yang berdiri di atas lahan lebih dari 100 hektare ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 50 ribu unit mobil per tahun serta membuka lapangan kerja bagi 1.000 hingga 3.000 tenaga kerja lokal.

Tak sekadar pabrik perakitan, fasilitas ini akan menjadi basis utama produksi mobil VinFast untuk model setir kanan. Dengan berbagai fasilitas utama seperti Body Shop, General Assembly Shop, Paint Shop, serta area pengujian, pabrik ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya Indonesia mencapai target netralitas karbon.

Pemilihan Subang sebagai lokasi pabrik bukan tanpa alasan. Wilayah ini semakin berkembang menjadi kawasan industri strategis, terutama karena kedekatannya dengan Pelabuhan Patimban yang memudahkan akses logistik.

Ditambah lagi, keberadaan jalan tol Cipali semakin memperkuat posisi Subang sebagai pusat industri baru yang menjanjikan.

Jika sesuai rencana, pabrik VinFast di Indonesia akan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2025. Model-model e-SUV seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 akan menjadi produk andalan yang diproduksi di fasilitas ini.

Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mendukung ambisi Indonesia dalam mencapai target 600 ribu unit mobil listrik pada tahun 2030.

“Ini akan berkontribusi terhadap ambisi Indonesia 600 ribu mobil listrik pada 2030,” ujar Nguyen Duc Thanh, Senior Advisor Vingroup Chairman dan CEO Vgreen Global Charging Station Jsc, dalam acara groundbreaking pabrik VinFast di Subang, Juli 2024 lalu.

Sekolah Lansia PRISMA Resmi Diresmikan, Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di Subang

Sekolah Lansia PRISMA Resmi Diresmikan, Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di Subang

Subang – Sekolah Lansia PRISMA kini resmi hadir di Kabupaten Subang, membawa harapan baru bagi para lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan produktif. Peresmian ini terlaksana berkat kolaborasi antara PWRI & LLI Kabupaten Subang dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Provinsi Jawa Barat. Acara berlangsung di Aula Pemda Subang pada Selasa (11/02/2025) dan dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Subang, Drs. Mochamad Ade Afriandi, MT.

Ketua PWRI Subang, Drs. Suarna Murdias, M.Pd., menegaskan bahwa Sekolah Lansia PRISMA akan beroperasi secara mandiri meskipun tetap berada di bawah naungan IRL Jawa Barat. Saat ini, sekolah telah merekrut 79 siswa yang akan mengikuti program berbasis Standar 1, 2, dan 3.

Menjawab Tantangan Sosial untuk Lansia

Bendahara IRL Jawa Barat, Sansan Syahdriana, menyampaikan bahwa PRISMA menjadi sekolah lansia ke-107 yang diresmikan di Indonesia. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi solusi atas maraknya kasus penelantaran lansia yang sering viral di media sosial.

“PRISMA bertujuan mencetak lansia yang cerdas, sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan penuh demi keberlanjutan program ini.

Dukungan Penuh dari Pemkab Subang

Pj. Bupati Subang, Kang Ade, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWRI dan LLI dalam menghadirkan Sekolah Lansia PRISMA. Ia berharap para lansia tetap semangat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin lansia di Subang tetap produktif dan menjadi bagian dari masyarakat yang aktif. Mereka adalah instrumen penting dalam kehidupan kita,” ungkapnya.

Kang Ade juga menegaskan bahwa sekolah lansia merupakan bukti bahwa bertambahnya usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkarya. Ia berkomitmen untuk terus mendukung program ini agar Subang tidak hanya menjadi kota ramah lansia, tetapi juga tempat di mana lansia merasa bahagia.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan penyerahan Surat Keputusan Pendirian Sekolah dan pengalungan nametag kepada pihak pengelola oleh Kang Ade. Dengan semangat baru ini, PRISMA siap menjadi wadah bagi lansia untuk terus berkembang dan menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Pj Bupati Subang Tinjau Pergeseran Tanah di Cibalandong Jaya, Solusi Relokasi Jadi Opsi

Pj Bupati Subang Tinjau Pergeseran Tanah di Cibalandong Jaya, Solusi Relokasi Jadi Opsi

Subang – Penjabat (Pj) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, M.T., turun langsung meninjau lokasi pergeseran tanah di Desa Cibalandong Jaya, Kecamatan Cibogo, pada Selasa (11/02/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dampak bencana serta merancang solusi terbaik bagi warga terdampak.

Fenomena pergeseran tanah ini terjadi di Dusun Cibalandong RT 10/04, mengakibatkan kerusakan pada delapan rumah serta ruas jalan sepanjang 10 meter. Sementara di RW 003, sebanyak 11 rumah dan satu mushola turut terdampak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.

Pj Bupati Subang Tinjau Pergeseran Tanah di Cibalandong Jaya, Solusi Relokasi Jadi Opsi

Dalam keterangannya, Pj Bupati yang akrab disapa Kang Ade menjelaskan bahwa pergerakan tanah ini merupakan dampak dari pembangunan Bendungan Sadawarna. “Wilayah yang sebelumnya stabil kini mengalami pergeseran akibat perubahan struktur tanah,” ungkapnya.

Pj Bupati Subang Tinjau Pergeseran Tanah di Cibalandong Jaya, Solusi Relokasi Jadi Opsi

Menghadapi situasi ini, Kang Ade menegaskan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Desa, Kecamatan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah taktis dan terpadu diperlukan untuk menangani permasalahan ini dalam waktu singkat.

“Tindakan yang akan kita ambil, apakah relokasi atau penyediaan tempat tinggal baru bagi warga, harus dibahas secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Pj Bupati Subang Tinjau Pergeseran Tanah di Cibalandong Jaya, Solusi Relokasi Jadi Opsi

Ia juga menekankan perlunya belajar dari daerah lain yang telah menghadapi kejadian serupa agar solusi yang diterapkan lebih efektif. “Kita harus mencari pendekatan yang tepat dengan melihat bagaimana daerah lain menyelesaikan kasus ini, sehingga warga dapat segera mendapatkan kepastian dan perlindungan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peninjauan ini Kepala Pelaksana BPBD Subang, Camat Cibogo, serta unsur Forkopimcam dan Kepala Desa Cibalandong Jaya.

Mencari Solusi Pendidikan: Disdikbud Subang Gelar Silaturahmi dengan Ratusan Kepala Sekolah

Mencari Solusi Pendidikan: Disdikbud Subang Gelar Silaturahmi dengan Ratusan Kepala Sekolah

SUBANG – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menggelar silaturahmi dengan 206 Kepala Satuan Pendidikan (KSP).

Acara ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang pada Selasa (11/02/2025) dan menjadi ajang strategis untuk membahas tantangan serta solusi dalam dunia pendidikan.

Kepala Disdikbud Subang, Nunung Suryani, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan kebijakan serta menjalankan program strategis.Ia berharap forum ini dapat menjadi ruang diskusi terbuka untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah di Kabupaten Subang.

Dalam sambutannya, Nunung juga menyoroti peran penting pendidikan dalam menghadapi era industri yang terus berkembang. Menurutnya, sekolah harus mampu mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi, sekaligus memastikan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan. Untuk itu, ia meminta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang turut serta dalam sosialisasi pencegahan perundungan di sekolah.

Acara ini semakin dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu langsung oleh Kepala Disdikbud Subang. Para kepala sekolah diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, serta mengajukan solusi demi peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menjawab tantangan dunia pendidikan, terutama dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri di Kabupaten Subang.

Silaturahmi ini tidak hanya memperkuat koordinasi antara pemerintah dan sekolah, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.

Pj. Bupati Subang Ajak Lulusan Ambil Peran di Era Industri: Pendidikan Harus Beradaptasi!

Pj. Bupati Subang Ajak Lulusan Ambil Peran di Era Industri: Pendidikan Harus Beradaptasi!

Subang – Dalam upaya memperkuat sinergi antara pendidikan dan dunia industri, Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT., mengadakan silaturahmi dengan 206 Kepala Satuan Pendidikan dari berbagai jenjang. Mereka berasal dari SLB, SMP, SMA/SMK, hingga MA.

Acara ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang pada Selasa (11/02/2025) dan menjadi wadah diskusi untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan pendidikan di Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Dra. Nunung Suryani, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan kebijakan serta menjalankan program pendidikan strategis.

Ia juga menyoroti peran pendidikan dalam menyikapi perkembangan industri agar mampu mencetak lulusan yang kompetitif tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, seperti pencegahan perundungan di sekolah.

Untuk itu, ia mengajak Ketua TP PKK Kabupaten Subang untuk turut berperan dalam sosialisasi anti-perundungan di lingkungan sekolah.

Dalam diskusi ini, Kang Ade – sapaan akrab Pj. Bupati Subang – mengapresiasi kehadiran para kepala satuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa problematika pendidikan harus ditindaklanjuti secara serius agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, Subang sebagai daerah yang berkembang pesat dengan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) harus memastikan ekosistem Sumber Daya Alam (SDA) tetap terjaga melalui pendidikan yang maju dan adaptif.

“Pendidikan adalah kunci. Jika kita mengabaikan kualitas pendidikan, dampaknya akan besar bagi daerah ini,” ujar Kang Ade.

Ia menekankan bahwa industrialisasi yang semakin pesat di Subang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Lulusan dari berbagai jenjang pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran sesuai dengan kompetensinya.

Tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah lonjakan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi yang akan masuk ke Subang.

Oleh karena itu, Kang Ade berharap siswa dan lulusan di daerah ini dipersiapkan secara maksimal agar mampu bersaing dengan angkatan kerja yang memiliki sertifikasi dan pengalaman.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para kepala satuan pendidikan untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan terkait kondisi pendidikan di lapangan.

Sesi diskusi yang dipandu langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Subang diharapkan menghasilkan solusi inovatif dan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan persiapan yang matang, pendidikan di Kabupaten Subang diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pendidikan yang berorientasi pada penguatan SDM unggul menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika industri di masa depan.

Dua Pemuda Mencurigakan di Jalur Pantura Diamankan Polisi

Dua Pemuda Mencurigakan di Jalur Pantura Diamankan Polisi
dok. Humas Polsek Pamanukan

SUBANG – Dua pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan di Jalur Pantura Sukasari, Kabupaten Subang, diamankan warga dan petugas kepolisian pada Minggu (9/2/2025) malam. Mereka kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau saat bolak-balik di sekitar Desa Mandalawangi.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin, menyatakan bahwa pengamanan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB di depan Puskesmas Mandalawangi.

“Dua pemuda ini terlihat mondar-mandir tanpa tujuan jelas. Kami khawatir mereka hendak melakukan tindakan kriminal seperti begal atau tawuran,” ungkap Kapolsek Udin.

Saat dimintai keterangan, jawaban mereka tidak masuk akal. Mereka mengaku ingin menemui seseorang, namun nama yang disebutkan tidak ada di daerah tersebut. Setelah digeledah oleh kepala desa dan warga, ditemukan sebilah pisau di salah satu pinggang pemuda tersebut.

Mengetahui hal tersebut, warga segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Pamanukan. Polisi pun mengamankan kedua pemuda berinisial DS dan RS, beserta senjata tajam dan sepeda motor yang mereka gunakan.

“Saat ini kami masih mendalami motif dan tujuan mereka membawa sajam di malam hari,” tambah Kapolsek Udin.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kejahatan jalanan di Jalur Pantura dan segera melapor ke pihak kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Kerja sama dan kewaspadaan masyarakat sangat membantu dalam menjaga keamanan lingkungan,” pungkasnya.

Polisi Tangkap Pencuri Rel Kereta Api di Subang

Polisi Tangkap Pencuri Rel Kereta Api di Subang
dok. Humas Polsek Pagaden

SUBANG – Dua pria pelaku pencurian rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon berhasil diringkus oleh unit Reskrim Polsek Pagaden, Polres Subang. Penangkapan ini dilakukan pada Senin (10/02/25) setelah pihak PT KAI melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Pagaden Kompol Dede Suherman, menjelaskan bahwa pelaku yang diamankan adalah AH (36) asal Kamarung, Pagaden Subang, dan RS (39) asal Susukan, Kabupaten Cirebon. Keduanya tertangkap di area Jalur Kereta Api KM 123+6, tak jauh dari Stasiun Pagaden Baru.

“Para pelaku beraksi pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB dengan memotong dua batang rel sepanjang empat meter menjadi enam bagian menggunakan gergaji besi. Saat mereka kembali beraksi Senin dini hari pukul 02.00 WIB, tim Reskrim Polsek Pagaden berhasil mengamankan mereka,” ujar Kapolsek Dede Suherman.

Selain kedua pelaku yang tertangkap, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Menurut pengakuan RS, ia sudah pernah melakukan pencurian serupa di jalur lintasan yang sama dua bulan sebelumnya.

“Aksi ini sangat membahayakan keselamatan transportasi kereta api yang melintas,” tegas Kapolsek.

Barang bukti berupa enam potongan rel telah diamankan, dan kedua pelaku kini ditahan di Polsek Pagaden untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kapolsek juga mengapresiasi kerja sama petugas Stasiun Pagaden Baru dalam membantu pengungkapan kasus ini.

Hary Irmawan: Nahkoda Baru DAHANA yang Siap Membawa Perubahan

Hary Irmawan: Nahkoda Baru DAHANA yang Siap Membawa Perubahan

Subang – Dari kerasnya dunia pertambangan hingga puncak kepemimpinan di PT DAHANA, perjalanan karier Hary Irmawan adalah bukti kepiawaian dan dedikasi seorang teknokrat sejati.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri tambang terbuka, baik di sektor logam maupun batubara, Hary kini dipercaya memimpin salah satu perusahaan bahan peledak terbesar di Indonesia.

Lulusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah menorehkan kiprah di berbagai negara, seperti Vietnam, Papua Nugini, Botswana, Australia, Eritrea, dan Malaysia. Keahliannya tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga strategi bisnis dan manajerial, menjadikannya sosok yang lengkap dalam mengelola industri berbasis eksplorasi dan ekstraksi.

Dari Tambang ke Industri Bahan Peledak

Karier gemilang Hary di dunia pertambangan membawanya menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Teknik Tambang di beberapa perusahaan besar, seperti PT Tambang Tondano Nusajaya dan PT Gorontalo Minerals. Dalam setiap peran yang diemban, ia dikenal sebagai pemimpin yang mampu menggabungkan keahlian teknis dengan manajemen sumber daya manusia dan operasional yang efektif.

Kepercayaan besar pun datang pada 16 Desember 2024, ketika Hary resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT DAHANA. Perusahaan pelat merah ini memiliki peran vital dalam sektor pertambangan, konstruksi, dan pertahanan nasional. Dengan latar belakangnya yang solid, Hary diharapkan dapat membawa DAHANA ke tingkat yang lebih inovatif dan kompetitif di kancah global.

Tantangan dan Strategi Kepemimpinan

Memimpin DAHANA bukanlah tugas mudah. Industri bahan peledak menghadapi persaingan global yang ketat, tuntutan efisiensi produksi, serta regulasi lingkungan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Hary menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam strategi kepemimpinannya. Fokusnya tertuju pada pengembangan bahan peledak yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan efisiensi operasional demi memenuhi kebutuhan industri pertambangan dan pertahanan.

Selain itu, pendekatan berbasis teknologi dan data menjadi andalan Hary dalam meningkatkan produktivitas. Saat menjabat sebagai Chief Operating Officer di PT Gorontalo Minerals, ia berhasil mengoptimalkan operasional tambang dengan menerapkan sistem berbasis analitik. Hal ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang insinyur andal, tetapi juga pemimpin visioner yang memahami dinamika bisnis modern.

Membangun Sinergi dan Keberlanjutan

Sebagai pemain utama di industri bahan peledak, DAHANA memiliki peran strategis dalam mendukung pertahanan dan energi nasional. Hary berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan berbagai sektor, memastikan bahwa DAHANA tidak hanya unggul di dalam negeri tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Keberlanjutan (sustainability) juga menjadi salah satu prioritasnya. Dalam industri bahan peledak dan pertambangan, isu lingkungan sering kali menjadi sorotan. Oleh karena itu, Hary mendorong inovasi dalam pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan serta penerapan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan di tingkat global.

Membawa DAHANA ke Era Baru

Dengan pengalaman luas, visi strategis, dan komitmen terhadap inovasi, Hary Irmawan siap membawa DAHANA memasuki era baru yang lebih kompetitif. Tantangan besar menanti, mulai dari efisiensi produksi hingga penguatan daya saing di level internasional. Namun, dengan kepemimpinan yang adaptif dan berbasis data, optimisme tinggi menyertai langkahnya.

“Kami berkomitmen untuk menjaga DAHANA dalam jalur kemajuan, menjadikannya industri bahan peledak yang unggul, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah global,” tegas Hary.

Ke depan, kepemimpinannya akan menjadi kunci dalam menjawab tantangan industri, membawa inovasi, dan memastikan bahwa DAHANA tetap menjadi nama besar dalam industri bahan peledak dunia.

Recent Posts