Beranda blog Halaman 158

Euforia Bobotoh Subang: Birukan GOR Gotong Royong dan Nobar di 31 Titik

Euforia Bobotoh Subang: Birukan GOR Gotong Royong dan Nobar di 31 Titik
Dok. Istimewa

SUBANG – Semangat Bobotoh Subang untuk mendukung Persib Bandung tak pernah surut. Ribuan pendukung setia Maung Bandung kembali membirukan GOR Gotong Royong dalam aksi spektakuler yang menggema hingga ke layar televisi nasional. Antusiasme ini tak hanya tampak saat laga panas melawan Persija Jakarta, tetapi juga dalam momen penentuan juara Liga 1 yang diselenggarakan di 31 titik nobar resmi.

Konvoi dan Nobar: Bobotoh Penuhi GOR Gotong Royong

Sejak siang, ribuan Bobotoh sudah berkumpul di Alun-alun Pemkab Subang, bersiap melakukan konvoi panjang menuju GOR Gotong Royong. Diiringi chant kebanggaan dan aksi pyro show yang memukau, suasana semakin membara. Acara ini semakin meriah dengan adanya kuis berhadiah dan nyanyian penuh semangat yang menggema di sepanjang nobar.

Laga klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga pada Minggu (16/2) berlangsung penuh drama. Persib sempat tertinggal 2-0 di babak pertama, membuat Bobotoh di Subang sempat terpukul.

Namun, dukungan tak surut. Mereka terus menyanyikan lagu penyemangat hingga akhirnya Maung Bandung mampu bangkit dan menyamakan kedudukan 2-2. Hasil ini membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen, sementara Persija mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang.

Nobar di 31 Titik: Dukungan Maksimal dari Pemkab Subang

Dukungan terhadap Persib semakin meluas ketika Pemkab Subang menginisiasi nobar di 31 titik berbeda, termasuk di seluruh alun-alun kecamatan.

Pj. Bupati Subang, Imran, menegaskan bahwa ini adalah bentuk apresiasi terhadap kecintaan masyarakat Subang terhadap Persib. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan momen bersejarah ini, berharap Persib mampu membawa pulang trofi Liga 1 yang telah dinantikan selama satu dekade.

“Kami pastikan seluruh masyarakat Subang bisa ikut merasakan atmosfer perjuangan Persib. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi kebanggaan bagi Jawa Barat,” ujar Imran.

Persib Bandung akhirnya sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Liga 1 setelah mengalahkan Madura United di leg kedua final. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi Bobotoh yang telah menantikan gelar juara selama 10 tahun.

Euforia kemenangan terasa hingga ke pelosok Subang, membuktikan bahwa Persib bukan sekadar klub, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Bentrok Usai Laga Panas Persija vs Persib: Belasan Suporter Terluka, Puluhan Diamankan

Bentrok Usai Laga Panas Persija vs Persib: Belasan Suporter Terluka, Puluhan Diamankan
Dok. Detik

Subang– Laga klasik antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/2/2025), berakhir dengan ketegangan di dalam dan luar lapangan. Meski pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2, insiden kericuhan antar-suporter mencoreng atmosfer sepak bola nasional.

Duel Sengit di Lapangan, Drama Berlanjut di Luar Stadion

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Persija unggul lebih dulu lewat gol Gustavo Almeida pada menit ke-33, disusul tendangan Firza Andika enam menit kemudian. Namun, Persib tak tinggal diam. Di babak kedua, Nick Kuipers memperkecil ketertinggalan pada menit ke-52, sebelum akhirnya David Da Silva menyamakan kedudukan di menit ke-70 dengan tendangan cungkil yang spektakuler.

Sayangnya, atmosfer panas di lapangan merembet ke luar stadion. Kerusuhan pecah saat suporter mulai meninggalkan tribun. Beberapa oknum diduga memprovokasi, menyebabkan pengejaran terhadap individu yang disangka pendukung tim lawan.

Suporter Terluka, Puluhan Diamankan

Bentrok antar-suporter tak terhindarkan. Beberapa orang mengalami luka, terutama di bagian wajah, akibat pukulan dan tendangan. Korban yang terluka langsung mendapat perawatan dari tim medis dan beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Polisi bergerak cepat meredam situasi. Sebanyak 37 orang diamankan, terdiri dari 22 suporter Persib dan 15 suporter Persija. Mereka diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi usai pertandingan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.

Peringatan Keras untuk Suporter

Bentrok yang terjadi setelah laga ini menambah daftar panjang rivalitas panas antara kedua klub yang kerap berujung pada kekerasan. Pihak kepolisian dan panitia pertandingan menegaskan bahwa tindakan anarkis tidak akan ditoleransi. Diharapkan seluruh suporter bisa lebih dewasa dalam mendukung tim kebanggaan mereka tanpa harus mencoreng nama baik sepak bola Indonesia.

Persija dan Persib Sama Kuat, Suporter Harus Dewasa

Laga antara Persija dan Persib selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, rivalitas ini seharusnya menjadi ajang unjuk kualitas, bukan ajang balas dendam di tribun atau jalanan.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim tetap bersaing ketat di klasemen Liga 1 2024-2025, tetapi yang lebih penting, semoga insiden ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk menjaga sportivitas dan kedewasaan dalam mendukung klub masing-masing.

Muda dan Sukses! Inovasi Pemuda Subang Bangun Agrowisata Cerdas Berbasis Teknologi

Muda dan Sukses! Inovasi Pemuda Subang Bangun Agrowisata Cerdas Berbasis Teknologi
Foto: www.tribunnews.com

Subang – Adimas Muhammad Wibisana, pemuda asal Subang, Jawa Barat, sukses membuktikan bahwa bertani bisa menjadi bidang yang menjanjikan bagi generasi muda.

Lewat rumah kaca berteknologi canggih yang ia kelola, Wibisana tidak hanya menghasilkan blewah berkualitas tinggi, tetapi juga menarik wisatawan untuk merasakan pengalaman bertani secara langsung.

“Banyak yang menganggap pertanian itu kotor dan sulit, padahal dengan teknologi, kita bisa tetap dekat dengan alam tanpa kehilangan efisiensi,” ungkap Wibisana.

Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan hibah Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (YESS), program yang didanai oleh IFAD dan Kementerian Pertanian.

Program ini bertujuan menciptakan peluang bagi anak muda pedesaan agar tetap berkarya di sektor pertanian, mengingat banyak generasi muda yang lebih memilih migrasi ke kota atau luar negeri demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Pertanian masih menjadi sumber pendapatan utama bagi sepertiga dari 270 juta penduduk Indonesia, meskipun kontribusinya terhadap PDB mengalami penurunan selama 15 tahun terakhir.

Melalui program YESS, diharapkan 32.500 anak muda mendapatkan pekerjaan di sektor pertanian, 33.500 petani muda dan wirausahawan pedesaan meningkatkan keuntungan mereka, serta 50.600 anak muda memperoleh pekerjaan di perusahaan baru pada tahun 2025.

Sejak diluncurkan, program ini telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 30.000 pemuda pedesaan, meningkatkan literasi keuangan mereka, serta menyediakan lebih dari 1.400 hibah kompetitif bagi mereka yang memiliki proposal bisnis menjanjikan tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap modal.

Bagi Wibisana, hibah YESS adalah titik balik. Berawal sebagai penjual alat kesehatan, ia mulai bertani di tengah pandemi COVID-19. Dengan dukungan dana tersebut, ia berhasil menerapkan teknologi pertanian pintar di lahan seluas 1,3 hektar.\

Selain blewah, ia juga menanam pisang cavendish serta berbagai buah dan sayuran lainnya. Teknologi Internet of Things (IoT) yang ia gunakan membantu meningkatkan efisiensi irigasi, memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup pada waktu yang tepat.

Setiap bulan, pertaniannya menghasilkan hingga dua ton produk segar. Kesuksesan ini membangkitkan minat banyak pihak terhadap pertanian pintar, mendorong Wibisana untuk mendirikan pusat edukasi agribisnis bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah proyek percontohan. Jika berhasil, kami akan memperluas rumah kaca dan mencari lebih banyak investor untuk mengembangkan bisnis ini,” tegasnya.

Semangatnya menginspirasi banyak anak muda, terutama Gen-Z, bahwa pertanian bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan dengan pendekatan inovatif dan teknologi yang tepat.

Mencegah Bullying di Sekolah: TP-PKK Subang Gaungkan Gerakan Anti-Bullying di SMAN 1 Jalancagak

Mencegah Bullying di Sekolah: TP-PKK Subang Gaungkan Gerakan Anti-Bullying di SMAN 1 Jalancagak

Subang – Suban, 13 Februari 2025 – SMAN 1 Jalancagak kedatangan tamu istimewa dalam rangka sosialisasi anti-bullying. PJ Ketua TP-PKK Kabupaten Subang, Ny. Wiendha Winstar Afriandi, memimpin langsung kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “NYAKOLA” (Nyaah Ka Budak Sakola), sebuah inisiatif dalam program PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) yang digagas oleh Pokja 1 TP-PKK Kabupaten Subang tahun 2025.

Dalam pemaparannya, Ny. Wiendha menegaskan bahwa bullying adalah masalah serius yang dapat berdampak jangka panjang, baik secara mental maupun emosional.

Ia mengajak para siswa untuk lebih mengenali diri sendiri dan lingkungannya, serta berani berbicara kepada orang tua, guru, atau teman jika mengalami perlakuan yang tidak pantas.

Menurutnya, langkah pertama dalam memberantas bullying adalah dengan membangun keberanian untuk bersuara dan saling mendukung.

Tak hanya mendengarkan paparan, para siswa juga diajak berpartisipasi dalam kuis interaktif yang dipandu oleh Duta KORPRI Kabupaten Subang, Raden Sulaeman dan Handini Rakhma.

Kegiatan ini bertujuan menguji pemahaman mereka tentang bullying dengan cara yang lebih menyenangkan dan komunikatif. Hangga Dwi Lesmana dari TP-PKK turut serta memberikan pengarahan melalui diskusi yang mengajak siswa berpikir kritis tentang dampak bullying di lingkungan sekolah.

Acara ini juga dihadiri oleh PLT Kepala SMAN 1 Jalancagak, Hj. Siti Mirah Saribanon, S.Pd, M.T., yang memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap gerakan anti-bullying ini.

Turut hadir pula perwakilan UPT P5A Kecamatan Jalancagak, jajaran Wakil Kepala Sekolah, serta para guru yang ikut serta dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Melalui sosialisasi ini, TP-PKK Kabupaten Subang berharap dapat menanamkan kesadaran mendalam kepada para siswa bahwa bullying bukan hanya merugikan korban, tetapi juga berdampak pada keharmonisan lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan komunitas, diharapkan kasus bullying dapat ditekan dan dihilangkan secara bertahap.

Pelajar Garang Bawa Celurit Raksasa di Subang, Loyo Saat Diamankan Polisi

Pelajar Garang Bawa Celurit Raksasa di Subang, Loyo Saat Diamankan Polisi
Foto: Dok. Humas Polsek Patokbeusi

SUBANG – Aksi nekat lima pelajar di Subang berakhir antiklimaks. Sempat gagah berani menenteng celurit raksasa saat konvoi, mereka langsung loyo begitu diamankan polisi. Kelima remaja tersebut diringkus Jajaran Unit Reskrim Polsek Patokbeusi pada Sabtu (15/2/2024) dini hari ketika hendak melakukan tawuran di kawasan jalur Pantura Subang.

Ditangkap Saat Konvoi Membawa Senjata Tajam

Penangkapan ini bermula dari laporan warga yang melihat sekelompok remaja mengendarai motor sambil membawa senjata tajam di sekitar Pantura Patokbeusi pada pukul 03.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua kendaraan berisi lima pelajar yang berstatus siswa SMP dan SMK.

Kapolsek Patokbeusi Kompol Anton Indra Gunawan menjelaskan bahwa saat diamankan, para pelajar ini kedapatan membawa celurit sepanjang 1,5 meter serta satu anak panah. Barang bukti tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa mereka memang berniat melakukan aksi tawuran.

Terlibat Tawuran yang Viral di Media Sosial

Lebih lanjut, kelima pelajar ini mengakui keterlibatan mereka dalam tawuran di siang bolong yang sempat viral beberapa hari sebelumnya di kawasan Pantura Patokbeusi (Janem). Bahkan, salah satu dari mereka terlihat garang saat mengacungkan celurit di jalan sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.

“Kelima pelajar yang kami amankan ini mengaku ikut serta dalam tawuran beberapa hari lalu. Salah satunya terlihat sangat berani menenteng celurit di tengah jalan,” ujar Kompol Anton.

Pembinaan dan Peringatan untuk Orang Tua

Setelah diamankan, para pelajar tersebut diberikan pembinaan serta diwajibkan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Orang tua mereka juga dipanggil agar lebih ketat dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya.

“Kami mengimbau para orang tua untuk tidak membiarkan anak-anaknya keluyuran di malam hari, apalagi sambil membawa senjata tajam. Jangan sampai menyesal di kemudian hari,” tambahnya.

Polisi Tingkatkan Patroli untuk Cegah Kejahatan Jalanan

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Patokbeusi berkomitmen untuk meningkatkan patroli, baik siang maupun malam, guna mencegah tawuran pelajar, aksi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tindak kriminal lainnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian agar bisa ditindak dengan cepat,” pungkasnya.

PJU Banyak yang Mati, Pj. Bupati Subang Turun Langsung Perintahkan Perbaikan!

PJU Banyak yang Mati, Pj. Bupati Subang Turun Langsung Perintahkan Perbaikan!
Foto: www.tintahijau.com

SUBANG – Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Subang menjadi sorotan setelah banyak lampu yang tidak berfungsi. Demi memastikan keselamatan masyarakat, Penjabat (Pj.) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT, turun langsung meninjau kondisi PJU serta water barrier di beberapa titik strategis pada Sabtu malam, 15 Februari 2025.

Dalam inspeksi ini, Ade didampingi pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) dan menyambangi sejumlah lokasi penting, termasuk Jalan Ranggawulung, Wisma Karya, Lampu Satu, Pertigaan Alun-Alun Subang, Rumah Dinas Wakil Bupati, hingga Gerbang Keluar Pemda Subang.

Ade menegaskan bahwa keberadaan PJU sangat vital dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Lampu jalan yang optimal dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan pengendara dan pejalan kaki.

Selain itu, water barrier yang tertata dengan baik berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas agar lebih tertib dan aman.

Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa titik yang membutuhkan perbaikan dan optimalisasi. Ade segera memerintahkan Dishub untuk mengambil langkah cepat dalam menangani masalah ini.

Upaya perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta kenyamanan warga Subang dalam beraktivitas di jalan raya.

Pemeliharaan fasilitas umum seperti PJU dan water barrier, menurut Ade, adalah tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Evaluasi berkala dan perbaikan yang tepat waktu menjadi kunci agar infrastruktur lalu lintas di Subang tetap berfungsi secara optimal dan aman bagi semua pengguna jalan.

Blusukan Bermotor, Pj Bupati Subang Tembus Pelosok Demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Blusukan Bermotor, Pj Bupati Subang Tembus Pelosok Demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

SUBANG – Demi memastikan pelayanan publik merata hingga ke pelosok, Penjabat (Pj) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, M.T., turun langsung ke lapangan dengan mengendarai sepeda motor. Pada Jumat (14/02/2025), ia menempuh perjalanan panjang ke wilayah terpencil di bagian utara Kabupaten Subang.

Dari rumah dinasnya di pusat kota, Kang Ade—sapaan akrabnya—memulai perjalanan menyusuri jalan-jalan yang menantang demi melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan semangat blusukan, ia ingin memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil juga mendapatkan pelayanan yang layak.

Kunjungan ini dimulai dari Kantor Kecamatan Cikaum, berlanjut ke Kantor Desa Sukamandijaya, lalu ke Kecamatan Ciasem dan Desa Lengensari-Blanakan. Perjalanan semakin menantang saat rombongan melintasi Bendung Pangaritan di Lengensari sebelum singgah di Kantor Damkar Pamanukan. Tak berhenti di situ, Kang Ade terus melaju ke Kecamatan Legonkulon hingga akhirnya mencapai titik terakhir di Kampung Cirewang, Desa Pangarengan.

Rute yang ditempuh mencapai sekitar 40 kilometer dengan kondisi jalan yang masih membutuhkan banyak perbaikan. Meski demikian, perjalanan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga memberi perhatian penuh pada daerah yang sulit diakses.

“Hari ini kita menyusuri dari Cikaum hingga Legonkulon, khususnya di Kampung Cirewang, untuk memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Kang Ade saat ditemui di lokasi.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan, terutama terkait infrastruktur. Di area pertanian Lengensari-Blanakan, ia mencatat bahwa lahan pertanian yang kerap tergenang air memerlukan solusi agar produktivitas tetap optimal. Menurutnya, sektor pertanian harus tetap berjalan dengan baik agar masyarakat dapat melakukan tanam-panen minimal dua kali setahun.

Di Kampung Cirewang, Kang Ade menyoroti sulitnya akses jalan yang berdampak pada anak-anak yang harus berjuang lebih untuk bisa bersekolah.

“Perjalanan ke sekolah masih penuh tantangan bagi anak-anak di sini. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua DWP Kabupaten Subang, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala DPMPTSP, serta sejumlah Kepala OPD lainnya. Turun langsung ke lapangan menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Meski harus menempuh perjalanan jauh dengan rute yang tidak mudah, blusukan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap warga Subang, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya atas pelayanan publik yang optimal.

Disdukcapil Subang Hadirkan Layanan Online “Anti Ribet”, Urus Dokumen Kini Makin Mudah!

Disdukcapil Subang Hadirkan Layanan Online "Anti Ribet", Urus Dokumen Kini Makin Mudah!
Foto: Istimewa (Sekretaris Disdukcapil Subang)

Subang – Kabar gembira bagi warga Subang! Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang tengah mengembangkan layanan berbasis online dengan tagline “Anti Ribet”. Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan proses administrasi kependudukan yang berbelit, mahal, dan memakan waktu lama.

Solusi Praktis Lewat Kemitraan dengan Desa dan Rumah Sakit

Sekretaris Disdukcapil Subang, Achmad Fauzi, mengungkapkan bahwa layanan ini diinisiasi untuk memangkas birokrasi yang dinilai rumit oleh masyarakat. Dengan menggandeng pemerintah desa dan rumah sakit atau klinik bersalin, Disdukcapil berusaha menghadirkan akses pelayanan yang lebih dekat dan efisien.

“Banyak masyarakat mengeluhkan proses yang panjang, biaya tinggi, dan lokasi kantor yang jauh. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan desa melalui petugas registrasi desa serta rumah sakit untuk mempermudah layanan,” ujar Fauzi dalam wawancara pada Jumat, 14 Februari 2025.

Dua Jalur Pelayanan: Datang Langsung atau Online

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), pembuatan dokumen kependudukan di Subang kini memiliki dua metode utama:

  1. Pelayanan langsung di kantor Disdukcapil
  2. Layanan online melalui desa yang telah bermitra

Namun, karena desa belum memiliki petugas registrasi khusus, Disdukcapil memberdayakan Kasi Pemerintahan Desa untuk membantu pengurusan dokumen kependudukan.

“Masyarakat bisa memilih untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil atau mengurusnya secara online melalui desa. Kami melibatkan Kasi Pemerintahan karena sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam pelayanan publik,” jelas Fauzi.

Inspirasi “Anti Ribet” dan Uji Coba di 10 Desa

Pemilihan tagline “Anti Ribet” bukan tanpa alasan. Fauzi mengungkapkan bahwa konsep ini terinspirasi dari strategi promosi layanan kredit tanpa syarat yang mudah diingat masyarakat. Dengan pendekatan serupa, Disdukcapil ingin menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan kini lebih simpel dan cepat.

Saat ini, program ini masih dalam tahap uji coba di 10 desa, termasuk Desa Curug Agung, serta beberapa rumah sakit seperti HAMORI Subang. Tahap selanjutnya, Disdukcapil berencana memperluas jangkauan ke enam UPTD sebelum akhirnya diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Subang.

“Kami mulai dengan 10 desa dan akan bertahap hingga seluruh wilayah Subang bisa mengakses layanan online ini,” tambah Fauzi.

Dua Layanan Andalan: Sipeduli Cerdas dan Sipeduli Balita

Dalam program “Anti Ribet”, Disdukcapil menawarkan dua jenis layanan utama:

  • Sipeduli Cerdas, layanan berbasis kerja sama dengan desa.
  • Sipeduli Balita, layanan penerbitan akta kelahiran langsung saat bayi lahir di rumah sakit yang telah bermitra.

Fauzi menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya dilakukan dengan rumah sakit di Subang, tetapi juga di luar daerah. Salah satunya adalah RS Bakti Husada di Purwakarta, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang. Hal ini bertujuan agar warga perbatasan tidak perlu melakukan perjalanan jauh hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.

“Banyak warga Subang yang melahirkan di rumah sakit luar daerah. Dengan kerja sama ini, mereka bisa langsung mendapatkan akta kelahiran anak tanpa harus repot bolak-balik ke Disdukcapil,” kata Fauzi.

Komitmen Disdukcapil: Pelayanan Mudah, Cepat, dan Bebas Biaya

Melalui inovasi ini, Disdukcapil Subang menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan tanpa biaya tambahan bagi masyarakat. Dengan adanya layanan online “Anti Ribet”, diharapkan tidak ada lagi keluhan tentang proses administrasi yang rumit. Kini, warga Subang bisa mengurus dokumen kependudukan dengan lebih praktis dan efisien.

Terjerat Pinjol, Dua Petani di Subang Nekat Merampok Nasabah Bank

Terjerat Pinjol, Dua Petani di Subang Nekat Merampok Nasabah Bank
Foto: investor.id (Elan Suherlan)

SUBANG – Terlilit utang pinjaman online (pinjol) membuat dua petani di Subang, Jawa Barat, nekat melakukan aksi perampokan. Tim Unit Reskrim Polsek Jalan Cagak berhasil membekuk kedua pelaku yang membidik seorang nasabah bank dan menggondol uang puluhan juta rupiah.

Kedua pelaku berinisial AN (46) dan AL (43), merupakan warga Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Subang. Mereka merampok korban, Delin Damayati (32), yang baru saja menarik uang Rp 80 juta dari bank. Saat korban berhenti di sebuah warung nasi timbel di Jabong Tengah, Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, pelaku langsung beraksi dan menggasak uang yang disimpan dalam jok motor.

“Modus pelaku adalah membuntuti nasabah yang baru keluar dari bank dengan membawa uang tunai. Begitu korban lengah, mereka langsung mengambil uangnya,” ungkap Kapolsek Jalan Cagak, Kompol Acep Hasbullah, pada Jumat (14/2/2025).

Aksi mereka terekam CCTV dan dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap kedua pelaku di kediaman masing-masing. Namun, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Saat diperiksa, AN mengaku terpaksa melakukan perampokan karena desakan utang pinjol yang harus segera dibayar. “Saya sehari-hari petani sayuran, tapi karena butuh uang mendesak dan diajak teman, saya akhirnya ikut. Ini pertama kalinya saya melakukan kejahatan,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 4 juta, dua unit sepeda motor, serta sejumlah barang lainnya. Kini, AN dan AL harus menghadapi konsekuensi hukum. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Samsat Subang Gencar Razia Pajak Kendaraan, Ratusan Pengendara Terjaring

Samsat Subang Gencar Razia Pajak Kendaraan, Ratusan Pengendara Terjaring
Foto: jabartrust.com

Subang – Tingginya angka kendaraan yang belum memperpanjang pajak di Kabupaten Subang mendorong Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (Samsat) Subang menggelar razia pajak kendaraan bermotor pada 11-13 Februari 2025. Razia ini dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk Sembung, Subang Kota, Rawabadak, dan Pagaden.

Dari total sekitar 435.000 kendaraan bermotor di Subang, tercatat 132.000 unit masuk kategori kendaraan tidak mendaftar ulang (KTMDU). Untuk menekan angka tersebut, Samsat Subang bekerja sama dengan Dispenda Kabupaten Subang, Polres Subang, Jasa Raharja, dan Polisi Militer dalam pelaksanaan razia ini.

Edukasi dan Kemudahan Pembayaran di Lokasi

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Subang, Lovita Adriana Rosa, menegaskan bahwa razia ini bertujuan tidak hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan.

“Dalam razia ini, pengendara yang terjaring dapat langsung melakukan pembayaran pajak di lokasi pemeriksaan,” ujar Lovita pada Rabu (12/2/2025).

Ia juga menekankan bahwa pajak kendaraan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat, termasuk pembangunan daerah melalui Opsen pajak kendaraan. Untuk mempermudah masyarakat, Samsat Subang turut mensosialisasikan e-Samsat, layanan pembayaran pajak digital yang bisa diakses melalui aplikasi Sambara di Sapawarga, Signal, toko daring, dan BumDes.

Ratusan Kendaraan Terjaring, Puluhan Juta Rupiah Terkumpul

Dalam dua hari pelaksanaan razia, ratusan kendaraan terjaring karena belum membayar pajak.

“Sebanyak 410 kendaraan kami periksa masa berlaku pajaknya. Dari jumlah tersebut, 183 kendaraan kedapatan menunggak pajak, sementara 110 pemilik kendaraan langsung membayar di tempat dengan total nilai mencapai lebih dari Rp42 juta,” jelas Lovita.

Ia juga mengakui bahwa berbagai alasan menjadi penyebab keterlambatan pembayaran pajak kendaraan, seperti BPKB masih di leasing, kelupaan, kendala ekonomi, hingga keterbatasan waktu.

Harapan Samsat Subang: Kepatuhan Pajak Meningkat

Dengan adanya razia ini, Samsat Subang berharap tingkat kepatuhan wajib pajak semakin meningkat.

“Target kami adalah seluruh kendaraan yang menunggak pajak bisa teridentifikasi, dan kami mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam membayar pajak kendaraannya tepat waktu,” tutup Lovita.

Recent Posts