Beranda blog Halaman 1561

Kolaborasi Telkomsel dengan BNI dan MCAS Group, Perkuat Transformasi Ekosistem Digital

wp-1656406261732.jpg

review1st.com â€“ Telkomsel terus memperkuat perannya sebagai leading digital telco dengan mengoptimalkan aset ekosistem digital yang dimiliki untuk mendukung transformasi digital di lintas sektor industri.

Hal tersebut kini diwujudkan Telkomsel dengan menjalin kolaborasi bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT M Cash Integrasi Tbk(MCAS Group) dalam memperkuat ekosistem digital di sektor perbankan melalui inisiatif kerja sama pemanfaatan solusi digital dalam mendukung BNI Go Global.

Kolaborasi yang terjalin antara Telkomsel, Bank BNI, dan MCAS Group tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Jakarta, (27/6).

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, “Kolaborasi bersama BNI dan MCAS Group sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai connectivity enabler dalam menghadirkan solusi digital inovatif di berbagai sektor termasuk perbankan yang lebih berdampak pada kemajuan dan penguatan ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Telkomsel akan senantiasa mengoptimalkan seluruh aset ekosistem digital yang dimiliki dalam menghadirkan berbagai solusi digital yang dibutuhkan untuk mengakselerasi transformasi digital BNI.

Mulai dari digitalisasi pelayanan pelanggan, akses terintegrasi, hingga pemanfaatan big data akan mampu meningkatkan kapabilitas digital BNI dan #MelesatPasti guna menjadi salah satu Bank BUMN yang go global.”

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, “Perseroan Telkomsel dan MCAS Group memiliki tujuan sama dalam transformasi digital dalam proses bisnis termasuk customer on-boardingin-app customer engagement, modernisasi tranksaksi dan layanan, hingga pemanfaatan big data.

“Oleh karena itu, perseroan berharap kerjasama ini akan terus berjalan untuk memperluas ekosistem digital di Indonesia.

“BNI sebagai bank yang memiliki visi menjadi Lembaga Keuangan yang unggul dalam Layanan dan Kinerja secara berkelanjutan, juga terus melakukan inovasi dan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan Nasabah khususnya dalam transaksi finansial.

“BNI akan terus melakukan kolaborasi strategis bersama mitra bisnis dalam wujud upaya akselerasi transformasi digital serta pencapaian bisnis bagi BNI dan mitra bisnis.”

Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), Martin Suharlie menyampaikan “Kami bangga dapat turut berkolaborasi dengan kedua perusahaan terkemuka di Indonesia yaitu BNI dan Telkomsel.

“Sebagai digital enabler, kami selalu memastikan untuk mengiringi setiap inisiasi kerja sama dengan dukungan infrastruktur digital yang massive dan terdepan dari MCAS Group.

“Kami sepenuhnya yakin dapat mendukung transformasi digital dalam proses modernisasi bisnis BNI dan Telkomsel.

“Berbagai inisiatif yang kami lakukan baik dengan BNI dan Telkomsel tentunya memberikan mutual benefit. Dengan kapabilitas infrastruktur digital yang kami kembangkan dan didukung oleh tim IT yang kuat, ke depannya kami akan terus melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan sinergi yang semakin handal dengan banyak pihak.”

“Melalui kerja sama ini, BNI dan Telkomsel akan semakin tangguh dan terintegrasi dengan dukungan MCAS Group sebagai sebagai penyedia sistem distribusi digital yang memastikan pendistribusian cross-products & services antara BNI dan Telkomsel dapat berjalan dengan lancar, salah satunya adalah penjualan kartu perdana Telkomsel oleh Agen46 BNI.

“Selain itu, MCAS Group juga memberdayakan ekosistem digitalnya untuk bersinergi dengan BNI melalui kerjasama sharing biller, layanan drop point logistik melalui Agen46 BNI, utilisasi IP Bumi Langit pada kartu uang elektronik TapCash dan kedepannya membuka aksesbilitas Sistem Ganti Baterai EV Volta yang berkelanjutan,” tambah Martin.

Dalam kolaborasi ini, Telkomsel akan memperkuat kapabilitas Bank BNI khususnya mencakup di bidang account management business, banking and financial account management, dan corporate account management.

Telkomsel juga akan mengoptimalkan ekosistem dan layanan Telkomsel Enterprise untuk membantu BNI mengakselerasi transformasi digital dalam proses customer on-boarding, in-app customer engagement, modernisasi transaksi dan layanan, hingga pemanfaatan big data.

Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel yang terus berupaya membuka peluang lebih luas bagi sektor perbankan untuk dapat berkembang hingga berdaya saing global melalui pemanfaatan teknologi solusi digital terdepan Telkomsel.

Selain itu, tujuan kolaborasi ini tak terbatas hanya pada peningkatan ekosistem digital BNI, melainkan juga Telkomsel dan MCAS Group.

Untuk tahap awal kolaborasi, Telkomsel bersama BNI dan MCAS Group akan fokus dalam meningkatkan solusi perusahaan digital melalui peningkatan project yang sedang berjalan dan mengoptimalkan berbagai peluang pengembangan terbarukan.

Adapun beberapa kolaborasi Telkomsel yang sudah dan sedang berjalan bersama BNI saat ini meliputi solusi layanan Mobile EDC & EDC Android, konektivitas BNI Agen46, dan Compact Enterprise.

Kemudian untuk berbagai peluang baru yang akan dioptimalkan di antaranya Direct Peering, Fraud Prevention (SIM Swap dan SIM Recycle), Customer Engagement Platform (CEP) Solution, Video API, Header Enrichment, Network Prioritization (GBR), Omni Channel dan Digital Games partnership.

“Kami berharap, kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi Telkomsel untuk bergerak bersama-sama dengan para pemangku kepentingan lainnya dalam mengakselerasi negeri menuju kedaulatan digital di sektor perbankan.

“Semoga melalui kolaborasi ini, akan semakin terbuka berbagai peluang yang dapat mendorong inovasi layanan kepada masyarakat dan mampu mengoptimalkan berbagai potensi untuk dikembangkan dalam memperkuat ekosistem digital sektor perbankan Tanah Air,” pungkas Hendri.

KemenPPPA Kunjungi Korban Kekerasan Seksual Anak di Subang, Pastikan Korban Dapat Pendampingan

IMG-20220628-WA0001.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Menindaklanjuti kasus kekerasan seksual terhadap anak inisial E (16) yang diduga dilakukan oleh gurunya, pengasuh pondok pesantren inisial KHD (45) di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang Jawa Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan kunjungan layanan penjangkauan korban.

Kunjungan untuk memastikan kondisi korban, memastikan pendampingan layanan pemenuhan hak korban, antara lain layanan psikologis, pemenuhan hak pendidikannya, kondisi orangtua dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Asisten Deputi Pelayanan Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus, KemenPPPA, Robert Parlindungan Sitinjak dalam kunjungannya menegaskan penanganan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi perhatian serius KemenPPPA karena merupakan salah satu program prioritas yang harus dituntaskan 2020 – 2024.

“KemenPPPA terus mengawal seluruh kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak yang masih terus terjadi. Kami ingin memastikan, penegakan hukum seluruh kasus berjalan baik dan ada pendampingan psikologis terhadap korban anak,” kata Robert, saat kunjungannya ke rumah keluarga korban E, Minggu, (26/06/2022).

Turut hadir Kapolres Subang AKBP Sumarni; Kanit PPA Satreskrim Polres Subang Aipda Pol. Nenden Nurpatimah; Kabid PA pada DP2KBP3a Kab Subang Upit Nurhayati; Kepala UPTD PPA Kecamatan Kalijati Entin Suartini; dan didampingi oleh Ketua RT setempat.

Kasus kekerasan seksual terhadap korban E telah mendapat penanganan dari Polres Subang, setelah mendapat laporan dari ibu korban. Korban mendapat kekerasan seksual persetubuhan oleh terduga pelaku KHD saat menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Kelakuan tercela pelaku diketahui oleh ibu korban, karena curiga dengan korban setelah membaca catatan harian korban. Awal mula kejadian di bulan Desember 2021 ketika korban mulai bersekolah dijemput bapaknya tiba-tiba memeluk bapaknya sambil nangis minta pindah sekolah. Saat itu, orang tuanya tidak merasa curiga ada apa-apa. Pada Januari korban masuk pondok lagi seperti biasa dan kembali lagi ke rumah pas libur lebaran pada tanggal 1 Mei 2022 dan tanpa sengaja ibu korban menemukan catatan harian korban dari dalam tasnya. Setelah dibaca isinya sangat mengejutkan keluarga dan setelah selesai membaca, ibu korban baru paham kenapa korban minta pindah sekolah. Bertepatan hari itu adalah hari lebaran, ibu korban berusaha menunda dulu laporan, karena tidak mau merusak momen kebahagiaan lebaran keluarga. Pada 10 Mei 2022, ibu korban datang ke UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Kecamatan Kalijati untuk melaporkannya. UPTD koordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Subang terkait kasus yang dilaporkan dan sekaligus memastikan proses hukum pelaku.

Kapolres Subang menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta pemberian motivasi oleh jajaran Kementerian PPPA kepada korban, apalagi memastikan UPTD PPA Kec. Kalijati bersama OPD terkait, memberikan layanan pemenuhan hak pendidikannya.

“Kita sama sama mengutuk keras tindakan pelaku dan tidak akan mentolerir perbuatan pelaku terhadap korban. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bersama untuk kita selalu memberikan perlindungan kepada anak anak kita dan mempersiapkan mereka sebagai generasi emas penerus kepemimpinan bangsa Indonesia nantinya,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Robert mengatakan KemenPPPA mengapresiasi Polres Subang yang cepat merespon pengaduan pihak keluarga serta menangkap pelaku dan UPTD PPA Kecamatan Kalijati dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Subang, yang melakukan pendampingan terhadap kasus ini.

Lebih lanjut Robert mengatakan korban saat ini berada di rumah orang tua. Kondisi korban dapat berkomunikasi dengan baik. UPTD PPA Kecamatan Kalijati bersama psikolog telah melakukan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga.

Robert meminta orang tua yang mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan seksual agar melaporkan kepada pihak yang berwajib. Orang tua perlu memahami bahwa dengan melaporkan tindak kekerasan seksual yang dialami oleh anaknya, maka akan ada bantuan dari berbagai pihak untuk memastikan anak tersebut dipenuhi hak-haknya.

“Kalau tidak lapor, hal ini bisa mengakibatkan hal buruk lainnya, maka keberanian ini yang harus sama-sama didorong, sehingga siapapun yang melihat, mendengar bahkan mengalami sendiri untuk berani melapor,” kata Robert.

Tim SAPA 129 KemenPPPA akan terus berkoordinasi dengan UPTD PPA Kecamatan Kalijati dan Dinas P2KBP3A Kabupaten Subang untuk memastikan pendampingan terhadap korban berjalan baik, baik secara hukum dan pendampingan psikologis untuk pemulihan psikis dan mental korban.

Robert mendorong aparat penegak hukum dapat memberikan sanksi hukuman kepada pelaku berdasarkan UU yang berlaku. Penegakan hukum sangat perlu agar menimbulkan efek jera bagi pelaku dan siapapun sehingga kasus serupa tidak berulang, dengan menjatuhkan sanksi pidana maksimal terhadap pelaku disertai membayar denda dan restitusi ganti kerugian kepada korban oleh pelaku, apabila perbuatan pelaku terbukti melakukan persetubuhan sebagaimana dimaksud, yang dapat diancam pasal-pasal berlapis yaitu Pasal 76D UU 35 tahun 2014 jo Pasal 81 ayat (1), (2), (3), (6) UU 17 tahun 2016 jo Penetapan Perpu 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 23/2002 Perlindungan Anak, menjadi Undang-Undang; jo Pasal 64 KUHP. Pelaku dikenakan pemberatan pidana, karena Pelaku adalah pengasuh/guru pesantren korban, maka pidananya maksimal 20 tahun penjara ditambah denda paling banyak Rp 5 miliar

Selain hukuman diatas, pelaku ditambah lagi hukuman pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku, setelah terpidana selesai menjalani hukuman penjaranya paling lama 20 tahun.

Selain itu, sesuai UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), korban dalam upaya pemulihan berhak mengajukan biaya restitusi yang akan dibayarkan oleh pelaku, yang penilaian besaran biayanya dilakukan oleh LPSK. Apabila harta kekayaan pelaku yang disita tidak mencukupi untuk membayar biaya restitusi maka pelaku dikenai pidana penjara pengganti yang tidak melebihi ancaman pidana pokoknya dan negara memberikan kompensasi sejumlah restitusi yang kurang bayar kepada korban, sesuai dengan putusan pengadilan.

Tersangka sudah ditahan di rutan Polres Subang. SPDP tanggal 9 Juni 2022 sudah diberitahukan penyidikannya ke Kejaksaan Negeri Subang, untuk selanjutnya diteliti berkas perkara penyidikannya oleh Jaksa Penuntut Umum, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Subang untuk disidangkan.

Lini Masa, 1 Dekade KOTASUBANG.com

kotasubang-01.jpg

Sebenarnya ceritanya jauh dari 10 tahun yang lalu. Berawal dari kegelisahan saya ketika berselancar di dunia maya. Dalam setiap pencarian kata Subang di mesin pencari ketika itu, seringkali yang banyak muncul adalah hal-hal negatif tentang Subang. Prostitusi, korupsi, atau kecelakaan mewarnai pemberitaan-pemberitaan tentang Subang saat itu. Sangat jarang media mainstream nasional yang mengulas tentang potensi Subang. Media lokal pun ketika itu belum seramai sekarang. Website resmi Pemkab pun ketika itu seperti tidak ada yang mengurus.

Dari sana lah saya kemudian mulai berfikir untuk menyajikan sisi lain Subang melalui dunia maya. Bahwa banyak hal lain yang juga menarik untuk diangkat tentang Subang dan perlu disampaikan kepada masyarakat luas. Kota tercinta ini harus dikenal karena potensinya bukan karena prostitusi dan kasus korupsinya.

Mulailah saya ketika itu membuat blog, sekitar tahun 2009. Blog terakhir saya adalah tatarsubang.blogspot.com, masih bisa dibuka hingga saat ini. Isinya lebih banyak terkait wisata dan budaya. Blog inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal KOTASUBANG.com. Hingga sekitar tahun 2013 ada sahabat yang berbaik hati memberikan domain dan hosting secara gratis kepada saya. Namanya Musthari pemilik kedai Paste, pionir kedai kopi saat itu sebelum kedai-kedai kopi menjamur seperti saat ini. Lalu jadilah KOTASUBANG.com, semua artikel yang ada di blog saya ketika itu kemudian dipindahkan ke website baru.

Sebelumnya, sejak 26 Juni 2012 saya membuat akun twitter dengan nama @kotasubang, kontennya tentu saja berbagi informasi terutama hal positif tentang Subang. Ketika itu twitter sangat efektif sebagai media komunikasi. Melalui akun tersebut bahkan bisa langsung direspon cepat oleh wakil gubernur, gubernur hingga menteri ketika menyampaikan berbagai urusan penting terkait Subang ketika itu. Dari sinilah nama KOTASUBANG.com kemudian juga dipilih menjadi nama domain. Dan tanggal pertama menulis status di twitter inilah yang kemudian dijadikan tanggal lahir KOTASUBANG.com. Meskipun pada awal kemunculannya banyak yang mengkritisi nama KOTASUBANG.com, namun nyatanya nama ini bertahan hingga saat ini.

Sejak saat itu KOTASUBANG.com terus berupaya menyajikan sudut pandang lain tentang Subang, lebih banyak membahas terkait wisata, budaya, sejarah dan berbagai potensi lainnya yang dimiliki Kabupaten Subang. Berbagai penjuru Kabupaten Subang telah kita jejaki mulai dari ujung muara Cilamaya yang sungainya bau dan menghitam hingga situ Talun Talagasari, dari muara kali Sewo Patimban hingga danau sakral Cipabeasan di Bukanagara. Dari Cimayasari perbatasan Purwakarta yang banyak terdapat lubang-lubang raksasa bekas galian pasir hingga Sanghyang Tikoro sungai Cipunagara perbatasan Sumedang. Di mana di antara tempat-tempat tersebut terdapat berbagai potensi dan hal menarik yang bisa diceritakan yang tentunya membuat kami lebih memahami Subang.

Selanjutnya KOTASUBANG.com kemudian banyak berpartisipasi bersama gerakan-gerakan komunitas sosial budaya. Medio 2014 kami memulai ekspedisi pencarian sang maestro Toleat, alat musik yang diakui sebagai alat musik khas Subang. Hingga kemudian kami menemukan tempat perisirahatan terkahir sang maestro yang ternyata kondisi kehidupannya terbilang memprihatinkan diakhir hayatnya. Dari sini, Pemkab Subang kemudian mengelar Rekor MURI Toleat.

Tahun 2015 – 2016 kami concern berbartisipasi pada gerakan sosial budaya yang mengangkat sejarah Kabupaten Subang. Diantaranya menggelar diskusi-diskusi untuk menjadikan corak pada artefak bejana perunggu untuk menjadi motif batik khas Subang. Bejana perunggu sendiri menjadi artefak penting yang menggambarkan betapa tingginya peradaban Subang pada masa prasejarah. Dari gerakan ini kemudian lahirlah Perda Batik Khas Subang, salah satu Perda tentang budaya yang pernah dibuat DPRD Subang.

Tahun 2016 – 2017 KOTASUBANG.com banyak terlibat dalam gerakan sosial kemasyarakatan. Bersama para akademisi, peneliti, serikat buruh dan masyarakat terlibat dalam penelitian dampak industrialisasi di Subang dan diskusi-diskusi terkait kesiapan Subang dalam menghadapi Industrialisasi dan dibangunnya Pelabuhan Patimban. Dari berbagai diskusi, gerakan ini kemudian mendorong untuk dibuatnya Perda Ketenagakerjaan. Dari gerakan ini kemudian lahir buku Manifesto Perubahan #Subangbaru.

Tahun 2018 KOTASUBANG.com mulai mengoptimalkan multimedia untuk liputan pariwisata bersama tim konten kreator Emzy Ardiwinata, Wisnu Setia Ramdani, Rully Ramadhan, Andre, Saeful Anwar dan Sandy Hallymansyah. Kami mulai membuat liputan potensi keindahan pelosok Subang. Potensi wisata pertama yang kami liput adalah bukit Pamoyanan. Hasilnya luar biasa. Dari hasil liputan itu, bukit Pamoyanan tiba-tiba booming. Hal ini kemudian sedikit banyak memicu munculnya lokasi-lokasi wisata baru yang berbasis di desa di berbagai pelosok Kabupaten Subang.

Tahun 2019 KOTASUBANG.com mulai concern untuk memunculkan potensi Ekonomi Kreatif di Kabupaten Subang. Dari berbagai pelosok Subang ternyata banyak tersimpan generasi kreatif Subang yang harus diperkenalkan lebih luas. Tahun itu juga bahkan kami mempersembahkan sebuah lagu karya kolaborasi untuk hari jadi Kabupaten Subang berjudul Subang Kita Semua.

Dapat ditelusuri, KOTASUBANG.com juga kemudian menjadi semacam referensi dari berbagai pihak yang melakukan penelitian tentang Subang. Bukan hanya di dalam negeri, namun ternyata hingga ke mancanegara. Bukan hanya KOTASUBANG.com yang menyadur artikel dari Belanda dan ternyata juga sebaliknya dapat ditelusuri ada pula media Belanda yang menyadur dari KOTASUBANG.com.

Tahun 2021 lalu bahkan KOTASUBANG.com dihubungi oleh peneliti dari Belgia yang meminta bantuan untuk memberikan informasi terkait artefak bejana perunggu. Selama beberapa bulan kami sering berkomunikasi membahas Bejana Perunggu, yang katanya hanya ada 20 buah di dunia. Jika peneliti luar negeri saja intens untuk mencari informasi terkait benda peninggalan sejarah itu, maka pastilah artefak itu memiliki arti yang sangat penting untuk Subang.

Hingga saat ini KOTASUBANG.com terus concern untuk mengangkat keindahan alam, budaya, sejarah dan potensi kabupaten Subang lainnya, karena inilah kekayaan Subang yang harus orang ketahui. Kami melihat citra Subang itu menjadi buruk karena oknum-oknum pejabat korup. Namun nama Subang harum oleh karya maestro Toleat yang bahkan miris diakhir hayatnya harus mengamen dari pasar ke pasar. Nama Subang harum oleh ratusan seniman Sisingaan yang mengenalkan Subang hingga ke mancanegara. Nama Subang harum oleh penabuh gembyung, genjring, sinden-sinden kahot, dan ribuan seniman lainnya.

Nama Subang harum oleh sahabat-sahabat kreatif pengrajin replika robot di Ciasem, pengrajin seeng dan golok di Tanjungsiang, musisi yang tampil hingga ke mancanegara, petani muda dari Pabuaran yang mengajarkan petani di perbatasan negara dan banyak lagi talenta-talenta lainnya yang harus diangkat melalui media.

KOTASUBANG.com akan terus berkembang. Saat ini exposure media sosial KOTASUBANG.com baik Instagram, Twitter, Youtube dan Facebook telah menjangkau jutaan pemirsanya. Jangkauan halaman Facebook Kota Subang misalnya, bulan ini sudah hampir mencapai 10 juta orang. Hal ini tentunya sebuah kepercayaan yang harus balas dengan karya yang lebih berkualitas.

Terimakasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang memahami kami dan percaya dan mohon maaf atas segala ketidaksempurnaan. Terimakasih juga kepada semua orang-orang baik dibelakang layar KOTASUBANG.com, yang tidak bisa disebutkan di sini.

Doakan kami agar tetap konsisten mengenalkan potensi dan membangun citra baik tentang Subang serta menebarkan energi positif….

-Budiana Yusuf-

Wow! Permintaan Hunian Sewa di Mamikos Melonjak Drastis

wp-1656403083773.jpg

review1st.com â€“ Mamikos, aplikasi pencari kos no.1 di Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan sewa kamar lebih dari 125% pada kuartal – I 2022.

Terdapat lebih dari 5 juta chat yang masuk melalui platform Mamikos dengan 7 juta pencari kos setiap bulannya.

Mamikos saat ini menawarkan 3 juta kamar dengan menggandeng lebih dari 200 ribu pemilik kos atau Mitra Mamikos yang tersebar di lebih dari 150 kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kondisi pandemi yang berangsur-angsur membaik, dimana bisnis dan sekolah perlahan-lahan mulai dibuka kembali serta kebutuhan hunian sewa yang selalu bertumbuh turut berkontribusi positif terhadap kinerja bisnis Mamikos.

“Mamikos terus melakukan berbagai upaya agar geliat bisnis kos dapat berkembang dengan berfokus pada solusi kemudahan dan kenyamanan baik bagi pemilik maupun penyewa kos.

“Kami juga melihat tren hunian sewa di luar kota-kota besar mengalami peningkatan dan rencananya Mamikos akan menggaet lebih banyak lagi Mitra Mamikos yang berada di kota-kota tersebut,” jelas Maria Regina Anggit, Co-founder dan CEO Mamikos.

Solusi kemudahan dan kenyamanan bagi penyewa kos oleh Mamikos diwujudkan melalui 3 pilihan kos, yakni kos Singgahsini dan Apik yang merupakan kos yang dikelola oleh Mamikos dengan standar eksklusif yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan terjamin seperti, listing info dan harga serta foto pasti sama, perjanjian sewa yang jelas, fasilitas penunjang yakni wifi dan air, serta kelengkapan fasilitas kamar dan umum.

Hal tersebut karena mengikuti standar kelola Mamikos dan dikontrol langsung oleh tim Mamikos. Layanan Kos Singgahsini dan Apik tersedia 600 properti, dengan 10.000 kamar yang berada di Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, dan Malang.

Sangat mudah bagi penyewa dalam menemukan kos Singgahsini atau Apik. Penyewa cukup login akun pencari kos, kemudian pilih kos berlogo Singgahsini atau Apik yang diinginkan.

Kedua adalah kos Andalan yang tersebar di seluruh kota di Indonesia dengan berbagai tipe kamar kos mulai dari putra, putri, campur, hingga pasutri.

Semua pilihan tersedia untuk memanjakan dan memenuhi kebutuhan berbagai tipe calon penyewa kos. Berbeda dengan kos Singgasihsini dan Apik, kos Andalan dikelola langsung oleh Mitra Mamikos namun Mamikos bersama Mitra memastikan bahwa informasi yang diberikan atas listingan adalah valid, lengkap serta selalu diperbaharui.

Saat ini, jumlah kos di Mamikos berjumlah 200.000 properti, 3.000.000 kamar, terdapat di 150 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Untuk proses pengajuan sewa dan pembayaraan pun terjamin aman melalui platform Mamikos. Penyewa pun mendapat fleksibilitas untuk mengganti detail sewa atau mengajukan pegembalian dana apabila ada perubahan mendadak atau kos tidak sesuai dengan foto yang akan di bantu prosesnya dan ditinjau oleh tim Mamikos.

Terakhir adalah kos pilihan yaitu kos yang menampilkan kos selain Singgahsini dan Apik yang selalu diperbaharui.

Tidak hanya itu saja, berbagai fitur yang memudahkan pencarian kosan juga dihadirkan oleh Mamikos seperti booking langsung, virtual tour, serta kemudahan pembayaran secara cashless.

Mamikos telah menyediakan sistem pembayaran dengan berbagai metode pembayaran mulai dari transfer bank, kartu kredit hingga e-wallet. Penyewa dapat langsung membayar tanpa harus menghubungi si pemilik kos.

Di sisi lain, para Mitra Mamikos juga dapat memanfaatkan berbagai layanan dari Mamikos sehingga dapat menjangkau lebih banyak pencari kos serta menaikkan tingkat okupansi bisnis properti mereka melalui layanan MamiAds, GoldPlus, Singgahsini, Apik dan Elite.

Kemudahan dalam pengelolaan kos juga dihadirkan dengan tampilan dashboard terbaru dengan pemetaan fitur-fitur yang lebih user friendly. Terbukti dengan adanya peningkatan okupansi yang signifikan.

“Di tahun ini, Mamikos menyuarakan kampanye #EnaknyaNgekos untuk mengkomunikasikan solusi kemudahan bagi para pemilik kos dalam mengelola dan penyewa kos dalam mencari kos.

“Kami harap lewat berbagai upaya yang dilakukan, dapat berdampak positif bagi pemilik dan penyewa kos. Selain itu, Mamikos juga turut mendukung pemilik kos lainnya untuk go digital sehingga dapat menggaet lebih banyak lagi penyewa kos serta memudahkan pengelolaan kos lewat pemanfaatan teknologi,” tutup Anggit.

739 Orang Dapat SK P3K Guru Tahap Dua di Subang

penyerahan-SK-pppk-guru-subang.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyerahkan Petikan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Jabatan Fungsional Guru Tahap 2 Formasi Tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, di Aula Pemda Subang pada Senin (27/6/2022).

Kepala BKPSDM Subang Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si mengungkapkan penerima SK P3K Jabatan Fungsional Guru Tahap 2 Formasi Tahun 2021 berjumlah 739 orang dengan rincian guru SMP 528 orang, dan guru SD 211 orang, yang tersebar di 6 titik lokasi, 5 lokasi lainnya adalah Aula Puri Kitri Cadika, BKPSDM, Gedung PGRI Subang, SMKN 1 Subang, dan SMPN 1 Subang.

“Subang termasuk yang terbanyak di Jawa Barat, sebagai perhatian pak Bupati, pak Wakil dan pimpinan Pemkab Subang kepada tenaga guru. Kami bekerja setiap minggunya agar semua proses penerimaan hingga penyerahan SK dapat terlaksana sebaik-baiknya, dan rampung sebelum bulan Juli.” katanya.

Cecep pun kembali menegaskan seluruh proses penerimaan tidak dipungut biaya. Sesuai dengan amanat Bupati Subang untuk rotasi mutasi dan promosi Zero Rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Tatang Komara, S.Pd., M.Si. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan untuk pengangkatan P3K guru formasi 2021 demi pembangunan SDM di Kabupaten Subang.

“Tidak semua kepala daerah berani mengambil resiko, dan Subang pun bukan Kabupaten terkaya di Jawa Barat, namun dibalik itu kebutuhan guru sangat tinggi. 1700 lebih (P3K) sudah diangkat tahun ini. Mudah-mudahan kebaikan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dibalas oleh Tuhan. Mari kita P3K juga harus berpihak pada pemerintah. Teruslah berinovasi, tanpa inovasi kita akan terlindas oleh zaman,” ujar Tatang penuh haru dan semangat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Bupati Subang tentang pengangkatan PPPK fungsional guru formasi tahun 2021 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, yang dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada 4 orang perwakilan PPPK formasi tahun 2021, serta penandatanganan perjanjian kerja antara Pemda Subang dengan PPPK formasi 2021 yang diwakili oleh Endah Wulansari, S.Pd., Cecep Jaenurdin, S.Ag., Cucu Rukoyah, S.Pd., Karnita, S.Pd.

Dalam sambutannya Bupati Subang yang akrab disapa Kang Jimat mengucapkan selamat kepada 739 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang telah menerima SK. Dirinya pun mengamanahkan pembangunan SDM Kabupaten Subang demi masa depan Subang yang lebih baik.

“Saya tidak akan mendetail mengenai apa yang harus bapak / ibu lakukan di tupoksinya masing-masing, mohom yang tadi disampaikan oleh kepala BKPSDM dan Kepala Disdikbud Subang, diingat dan dipahami. Anggaran yang terbatas dialokasikan untuk saudara-saudara demi membangun moral bangsa. Saya ingin saudara-saudari menjadi guru dan mendorong agar anak-anak didik dapat berkreasi, selain itu, mohon dapat mengedukasi masyarakat, berinovasi dan menciptakan solusi untuk kebaikan bersama,” katanya.

​​Turut hadir dalam penyerahan SK tersebut Sekretaris Daerah, Para Asisten Daerah, Kepala BKPSDM, Kepala Disdikbud, para staf ahli, kepala BP4D, kepala BKAD, Pimpinan & perwakilan BJB Cabang Subang, dan para penerima SK P3K Guru baik secara langsung maupun hybrid.

Terbanyak di Jabar, Pemkab Subang Sudah Berikan SK Kepada 1700 P3K Guru

IMG-20220628-WA0027.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Bupati Subang H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyerahkan Petikan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Jabatan Fungsional Guru Tahap 2 Formasi Tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, di Aula Pemda Subang Senin 27 Juni 2022.

Kepala BKPSDM Subang Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si mengungkapkan penerima SK P3K Jabatan Fungsional Guru Tahap 2 Formasi Tahun 2021 berjumlah 739 orang dengan rincian guru SMP 528 orang, dan guru SD 211 orang, yang tersebar di 6 titik lokasi, 5 lokasi lainnya adalah Aula Puri Kitri Cadika, BKPSDM, Gedung PGRI Subang, SMKN 1 Subang, dan SMPN 1 Subang.

“Subang termasuk yang terbanyak di Jawa Barat, sebagai perhatian pak Bupati, pak Wakil dan pimpinan Pemkab Subang kepada tenaga guru. Kami bekerja setiap minggunya agar semua proses penerimaan hingga penyerahan SK dapat terlaksana sebaik-baiknya, dan rampung sebelum bulan Juli.”

Cecep pun kembali menegaskan seluruh proses penerimaan tidak dipungut biaya. Sesuai dengan amanat Bupati Subang untuk rotasi mutasi dan promosi Zero Rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Tatang Komara, S.Pd., M.Si. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan untuk pengangkatan P3K guru formasi 2021 demi pembangunan SDM di Kabupaten Subang.

“Tidak semua kepala daerah berani mengambil resiko, dan Subang pun bukan Kabupaten terkaya di Jawa Barat, namun dibalik itu kebutuhan guru sangat tinggi. 1700 lebih (P3K) sudah diangkat tahun ini. Mudah-mudahan kebaikan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dibalas oleh Tuhan. Mari kita P3K juga harus berpihak pada pemerintah. Teruslah berinovasi, tanpa inovasi kita akan terlindas oleh zaman.” Ujar Tatang penuh haru dan semangat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Bupati Subang tentang pengangkatan PPPK fungsional guru formasi tahun 2021 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, yang dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada 4 orang perwakilan PPPK formasi tahun 2021, serta penandatanganan perjanjian kerja antara Pemda Subang dengan PPPK formasi 2021 yang diwakili oleh Endah Wulansari, S.Pd., Cecep Jaenurdin, S.Ag., Cucu Rukoyah, S.Pd., Karnita, S.Pd.

Dalam sambutannya Bupati Subang yang akrab disapa Kang Jimat mengucapkan selamat kepada 739 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang telah menerima SK. Dirinya pun mengamanahkan pembangunan SDM Kabupaten Subang demi masa depan Subang yang lebih baik.

“Saya tidak akan mendetail mengenai apa yang harus bapak / ibu lakukan di tupoksinya masing-masing, mohom yang tadi disampaikan oleh kepala BKPSDM dan Kepala Disdikbud Subang, diingat dan dipahami. Anggaran yang terbatas dialokasikan untuk saudara-saudara demi membangun moral bangsa. Saya ingin saudara-saudari menjadi guru dan mendorong agar anak-anak didik dapat berkreasi, selain itu, mohon dapat mengedukasi masyarakat, berinovasi dan menciptakan solusi untuk kebaikan bersama.

Turut hadir dalam penyerahan SK tersebut Sekretaris Daerah, Para Asisten Daerah, Kepala BKPSDM, Kepala Disdikbud, para staf ahli, kepala BP4D, kepala BKAD, Pimpinan & perwakilan BJB Cabang Subang, dan para penerima SK P3K Guru baik secara langsung maupun hybrid.

Wisata Subang Populer, D’Castello Milik Dewi Persik

d-Castello.jpg

MEDIAJABAR.COM – Salah satu objek wisata di Kabupaten Subang D’Castello yang berada di bagian selatan saat ini kian populer.

Tempat wisata yang menurut informasi salah satu pemiliknya adalah pedangdut Dewi Persik tersebut menawarkan suasana alam Subang yang menawan.

Lokasi wisata D’Castello yang tidak jauh dari pemandian air panas Sari Ater Subang tersebut berada di pinggir jalan Kecamatan Ciater.

Objek wisata tersebut memiliki areal parkir yang luas dan berbagai macam spot foto ciamik.

Untuk konsep wisata yang ditawarkan oleh D’Castello adalah menghadirkan aura negeri dongeng, saat pengunjung masuk ke dalam.

Di areal objek wisata terdapat bangunan kastel warna-warni yang memadukan arsitektur ala Belanda dan Turki. Tentunya ini akan menjadi spot foto yang bagus.

Selain itu, objek wisata milik Dewi Persik di Subang ini menawarkan panorama alam Subang Selatan yang mempesona dan enak di lihat mata.

Wisata yang baru dibuka ini saat ini menjadi salah satu tempat wisata populer di Subang.

Banyak wisatawan lokal dan luar daerah Subang yang berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata D’Castello.

Apalagi saat ini musim liburan, D’Castello selalu banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Bagi yang akan berkunjung ke D’Catello, tenang saja objek wisata di Kecamatan Ciater, Subang ini memiliki areal parkir yang luas.

Selain itu banyak aneka jajanan yang bisa dibeli oleh para pengunjung.

Mitsubishi Pasarkan L300 Bermesin Euro 4, Masih Aman Minum Biosolar

l300-euro-4-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Regulasi mengenai mesin diesel yang harus memenuhi standar emisi Euro 4 dipenuhi oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Setelah Pajero Sport dan kemudian menyusul Triton dengan mesin berstandar Euro 4, kini MMKSI resmi memasarkan kendaraan niaga andalannya, Colt L300 dengan spesifikasi Euro 4.

Secara spesifikasi mesin, untuk Colt L300 terbaru ini memang sudah berstandar Euro 4, dengan adanya penyesuaian pada sektor jantung pacunya. New Colt L300 ini mengusung mesin diesel baru 2.268 cc dengan model 4N14 – DOHC 4 Cylinder Inline, Direct Injection, Inter Cooler Common Rail Turbocharger, yang menghasilkan tenaga 99,25 Ps/ 3.500 RPM dan torsi 200 Nm/ 1.000-3.500 RPM. Tenaga yang dihasilkan diklaim 40% lebih besar dari model sebelumnya untuk mendukung muatan lebih banyak dan dengan tenaga tarikan yang lebih besar.

“Sejak bulan April 2022 pemerintah berlakukan Euro 4 untuk semua kendaraan mesin diesel ini tentunya semua merek menyesuaikan spesifikasi kendaraan yang dijual di Indonesia. Kami bertahap menyesuaikan line up diesel dengan spesifikasi Euro 4, mulai dari Pajero Sport dan terakhir Triton. Kini dengan L300 melengkapi kendaraan Mitsubishi dengan spesifikasi Euro 4,” ujar Irwan Kuncoro, Diretor of Sales and Marketing Division PT MMKSI saat peluncuran secara online, Selasa (28/6/2022).

l300 euro 4

Masih bisa minum Biosolar

Penjualan model L300 memang sudah lama menjadi jagoan pick-up andalan usaha konsumen beberapa generasi, yang dibuktikan dengan posisi pemimpin pasar dengan pangsa pasar lebih dari 63%, dan total populasi di Indonesia saat ini lebih dari 660.000 unit. Lantas apakah dengan perubahan ke Euro 4 ini akan menurunkan potensi pembeli di Indonesia dan bagaimana dengan ketersediaan solar berkualitas seperti Pertamina Dex di pelosok Indonesia?

“Penyesuaan yang dominan ada di mesin, titiknya pada pembakaran dan gas buang. Manfaat yang optimal dari mesin euro4 harus didukung oleh bahan bakar diesel yang sesuai yaitu dengan spesifikasi cetane 51 dan sulfur 50 ppm,” jelas Irwan lebih lanjut.

Baca juga: MMKSI Berhasil Jadi Penopang Penjualan Mitsubishi Secara Global

Menurut MMKSI, konsumen L300 dengan spesifikasi Euro 4 ini tidak perlu khawatir jika memang belum tersedia Pertamina Dex di wilayahnya. Generasi terbaru L300 ini diklaim masih aman untuk meminum solar biasa atau Biosolar jika memang terpaksa, dengan catatan harus lebih sering dibersihkan dan perawatannya juga harus ekstra.

“Maka bagaimana jika konsumen tidak punya pilihan dan hanya punya biosolar, tidak perlu khawatir, bahan bakar yang tidak tepat tidak akan langsung merusak mesin, tapi perlu perawatan yang rutin,” tambahnya.

“Jika konsumen tidak punya bahan bakar yang sesuai, kami sarankan agar mereka tetap melakukan perawatan dengan rutin melakukan penggantian fuel filter di dealer resmi. Ditekankan juga tidak ada resiko kendaraan mati dan mogok mendadak jika meggunakan bahan bakar yang tidak direkomendasikan,” ujar Eiichiro Hamazaki, Director of After Sales Division PT MMKSI menambahkan.

l300 euro 4

Pihak MMKSI juga menjamin garansi kendaraan tidak gugur ketika konsumen menggunakan bahan bakar Biosolar, hanya saja keuntungan dengan spesifikasi Euro 4 ini menjadi tidak terasa oleh konsumen.

Baca juga: Regulasi Euro4, Mitsubishi Sudah Siap Tapi Harga Naik

“New L300 dilengkapi dengan mesin 4n14 yang Euro 4, menghasilkan emisi yang ramah lingkungan dan efisiensi yang lebih irit. Selain memastikan performa terbaik, torsi lebih besar dan bertenaga, untuk hasilkan gas buang standar Euro 4 maka suara mesin jadi lebih senyap maka direkomendasikan bahan bakar euro 4,” beber Guntur Harling, General Manager Product Strategy Division PT MMKSI.

Hamazaki pun memastikan jika terjadi kerusakan akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi Euro 4 maka yang tidak berlaku hanya suku cadang yang rusak saja, tidak menggugurkan garansi kendaraan secara keseluruhan.

“Ini banyak yang bertanya soal ini, jadi saya perlu jelaskan. Mobil ini punya garansi 2 tahun atau 50.000 kilometer mana yang lebih dulu tercapai. Namun perlu ditekankan kalau ada kerusakan part karena bahan bakar yang tidak sesuai maka garansi akan gugur hanya untuk part-part yang teridentifikasi rusak, tidak gugurkan garansi kendaraan secara keseluruhan,” tutur Hamazaki.

Mitsubishi New Colt L300 ini tersedia dalam dua pilihan sasis, yaitu pickup flat deck dan cab chassis. Terkait harga on the road, untuk picku flat deck dibanderol Rp218,650 juta dan cab chassis Rp213,650 juta.

“Selama masa peluncuran ini, kami akan berikan program pembiayaan yang menarik dan program tambahan yang menyesuaikan di masing-masing area,” tutup Irwan.

Masuk Segmen Premium, RSV Hadirkan Model Baru FFC21

rockomotif-rsv-ffc21-01.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Model baru RSV FFC21 akhirnya resmi diperkenalkan oleh RSV Helmet untuk memenuhi kebutuhan bikers.

Kehadiran produk baru RSV FFC21 ini telah melewati berbagai pengembangan untuk membuat kualitas helm ini menjadi lebih baik lagi. Sebagai salah satu keunggulannya, pada model ini RSV Helmet menggunakan bahan dasar carbon composite dan fiber composite.

Helm full face yang dilengkapi dengan beragam fitur, dihadirkan untuk memenuhi keinginan konsumen yang menginginkan sebuah produk dengan materaial yang berkualitas serta menghadirkan kenyamanan dan keamanan dalam penggunaannya.

Meski menghadirkan produk dengan kualias yang tidak main-main, namun RSV FFC21 ini tetap dibanderol dengan harga yang kompetitif dari sisi bikers.

Richard Ryan, Executive Director RSV Helmet Indonesia mengatakan bahwa selama hampir 4 tahun RSV Helmet terus melakukan research dan development product, akhirnya hari ini (26/6) RSV Helmet memperkenalkan helm terbaru yaitu RSV FFC21.

“Tidak hanya sekedar untuk masuk ke market premium, kami sadar betul bahwa sertifikasi FIM menjadi satu hal yang sangat harus kami dapatkan kedepannya, dan FFC21 ini  menjadi langkah awal untuk development menuju sertifikasi FIM, di mana RSV helmet memang mempunyai target tahun 2025 dapat dipakai di MotoGP,“ ujar Richard Ryan, Executive Director RSV Helmet Indonesia.

Secara material, RSV FFC21 ditawarkan kepada konsumen dengan dua pilihan bahan material yaitu Carbon Composite dan Fiber Composite. Untuk keamanan, helm ini menggunakan sistem penguncian Double-D Ring, Expanded Polystyrene/Styrofoam (EPS) dengan Multidensity dan ditawarkan dengan dua pilihan shell serta telah memiliki sertifikasi SNI, DOT dan ECE 22.05.

Resmi diluncurkan, RSV FFC21 sasar segmen premium
Resmi diluncurkan, RSV FFC21 sasar segmen premium

Di sisi kenyamanan, helm RSV FFC21 dilengkapi dengan 4 ventilasi udara yang terbagi di depan dan 2 arah pada bagian mulut, atas kiri dan kanan, dan juga pada bagian belakang. Untuk bagian dalam, helm ini memiliki jenis kain fabric dan mudah dilepas oleh pengguna.

Selain itu, helm ini yang hadir dengan menunjang kebutuhan standar keselamatan berkendara khususnya pengguna sepeda motor di jalan raya. Model baru ini juga turut dilengkapi visor berbahan Polycarbonate Antiscratch dan fitur Flat shape, tearoff ready serta side visor lock.

Sementara untuk model RSV FFC21 Carbon Composite akan mendapatkan pinlock Antifog dan dua visor, yaitu clear dan darksmoke di setiap penjualannya. Demi menambah kenyamanan untuk penggunanya, model baru ini juga telah dilengkapi dengan slot intercom yang bisa menunjang komunikasi saat berkendara.

Secara spesifikasi, RSV FFC21 Carbon Composite ini dibekali dengan bobot ±1.400 gram  dengan 6 ukuran, yakni XS, SM, LG, XL dan XXL. Sedangkan RSV FFC21 Fiber dengan bobot ±1.500 gram memiliki 6 ukuran, yakni XS, SM, LG, XL dan XXL.

Helm ini resmi dijual dengan harga retail Rp 3.499.000,00 untuk berbahan Carbon Composite. Sementara helm berbahan Fiber Composite dijual mulai Rp 1.699.000,00 warna solid dan Rp 1.799.000,00 untuk varian motif Ryujin dan Poison Red.

Sementara untuk mendapatkannya, model dengan bahan Carbon Composite saat ini dijual dengan terbatas dan konsumen bisa melakukan pre-order. Sementara untuk model berbahan fiber composite sudah bisa didapatkan sejak peluncuran.

Kedua jenis helm ini bisa dibeli atau pre-order oleh konsumen melalui sejumlah jaringan flagship store RSV Helmet, di official store RSV Helmet yang hadir di sejumlah marketplace ternama di Indonesia, dan juga bisa di-order di 2 distributor RSV Helmet yaitu 11helmet dan Jagoanhelm.

Alasan Ini yang Membuat IMI Melarang Balap Motor di Sirkuit Ancol

rockomotif-sirkuit-formula-e-ancol.jpg

ROCKOMOTIF, Jakarta – Keberadaan sirkuit Formula E Ancol memang menjadi daya tarik bagi kalangan motorsport Indonesia. Akan tetapi, Sekertaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (Sekjen IMI), Ahmad Sahroni, melarang adanya kegiatan balap motor di lokasi tersebut.

Dalam informasi yang disampaikan oleh Ahmad Sahroni tekait penggunaan Sirkuit Formula E Ancol untuk balap motor, rupanya hal tersebut tidak sesuai jika mengacu pada regulasi yang diterbitkan oleh Federation Internationale de l’Automobile (FIA).

Sebagaimana informasi sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, ingin menggunakan Sirkuit Formula E Ancol ini sebagai fasilitas untuk pembalap liar dalam beraksi di lintasan lurus.

Mendapati keinginan tersebut, Sekjen IMI, langsung menyoroti bahwa lintasan ini tidak sesuai dengan regulasi jika digunakan untuk balap motor lantaran standarisasi yang diberikan diperuntukkan untuk balap mobil.

“Niat Kapolda saya rasa bagus, namun di dunia motorsport, regulasi balap apalagi yang mengenai keselamatan wajib dipatuhi. Nah dalam hal ini, kalau IMI yang punya aturan maka tidak perlu pinjam, pasti akan kita kasih langsung. Namun karena sirkuit ini sudah dibangun atas standar FIA dengan mengikuti rules FIA untuk Formula E, maka kami harus sesuai dengan aturan,” ujar Sahroni dalam keterangannya.

Selanjutnya Sahroni menjelaskan, bahwa Sirkuit Formula E Ancol sudah distandarisasi oleh FIA sebagai sirkuit balap mobil saja, sehingga memang tidak aman untuk keselamatan bila digunakan untuk balap motor, apalagi ajang amatir.

“Selain itu, yang harus kita utamakan juga aspek keselamatannya, di mana sirkuit ini sudah distandarisasi FIA untuk balapan mobil saja. Di sepanjang lintasan semua dibatasi oleh pagar beton, tidak ada area kosong, sehingga bila terjadi kecelakaan akan sangat berbahaya bagi pebalap motor. Siapa yang mau bertanggung jawab bila jatuh korban karena jelas kelalaian kita memilih lintasan yang tepat? Selain itu, selain faktor keselamatan, ada faktor potensi hukuman FIA juga yang kita harus pikirkan,” sambungnya.

Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa IMI akan berupaya memperbanyak event motorsport khususnya bagi warga yang sesuai dengan regulasi dan kaidah balap yang berlaku.

“IMI dan pengelola JIEC juga tengah menyiapkan event-event balap yang sesuai dengan regulasi sirkuit. Ada beberapa turnamen balap mobil yang akan dilakukan di JIEC selain ajang Formula E. Intinya JIEC akan terus hidup sepanjang tahun meramaikan ajang Motorsport Indonesia” demikian Sahroni.

Recent Posts