Beranda blog Halaman 156

Subang Ngabret! Sambutan Meriah Warga untuk Pemimpin Baru

SUBANG – Antusiasme luar biasa menyambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Subang yang baru dilantik, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., dan Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. Ribuan warga memadati Alun-Alun Subang pada Kamis (20/02/2025) dalam pesta rakyat penuh kegembiraan.

Keduanya, yang akrab disapa Kang Rey dan Kang Akur, resmi dilantik sebagai pemimpin Kabupaten Subang periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Setibanya di Subang, mereka langsung disambut hangat oleh Penjabat Bupati Subang, Drs. Ade Afriandi, MT., serta Sekretaris Daerah H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Tradisi khas Subang turut memeriahkan momen ini. Kang Rey dan Kang Akur diarak dengan Sisingaan, simbol kejayaan dan kebersamaan masyarakat Sunda. Pengalungan selendang menambah khidmat prosesi penyambutan, yang semakin semarak dengan sorak-sorai warga di sepanjang Jalan Wangsa Gofarana.

Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turun ke jalan untuk memberikan dukungan penuh. Langit Subang dipenuhi suara harapan agar pemimpin baru mereka mampu membawa daerah ini menuju kesejahteraan dan keadilan, sesuai dengan semangat “Subang Ngabret” yang mereka usung.

Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepercayaan dan optimisme warga terhadap kepemimpinan baru. Semangat gotong royong terlihat jelas, menegaskan bahwa masyarakat siap bergerak bersama demi masa depan Subang yang lebih baik.

Estafet Kepemimpinan di Subang: Reynaldy dan Agus Masykur Resmi Menjabat

Estafet Kepemimpinan di Subang: Reynaldy dan Agus Masykur Resmi Menjabat

SUBANG – Tongkat estafet kepemimpinan Kabupaten Subang kini resmi berpindah tangan. Pj. Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, MT., secara seremonial menyerahkan jabatannya kepada Bupati Subang terpilih, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., dan Wakil Bupati Subang terpilih, Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M.

Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung khidmat di Ruang Rapat DPRD Subang pada Kamis (20/02/2025), hanya beberapa hari setelah keduanya dilantik langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara.

Momentum ini menandai awal perjalanan kepemimpinan baru di Subang untuk periode 2025-2030. Dalam rangkaian acara, diputar video profil yang mengisahkan perjalanan politik Reynaldy dan Agus Masykur hingga mencapai posisi mereka saat ini.

Video ini memberikan gambaran lebih dalam mengenai visi dan komitmen keduanya untuk membawa Subang menuju masa depan yang lebih baik.

Sebagai bentuk simbolisasi kepemimpinan yang sah, ketiga pejabat—Pj. Bupati, Bupati, dan Wakil Bupati—melaksanakan penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen kepemimpinan yang berkelanjutan dalam membangun Subang.

Tak hanya itu, dalam acara ini Pj. Bupati Subang juga menyerahkan buku memori pembangunan sebagai dokumentasi penting perjalanan pembangunan daerah.

Sebagai penghormatan atas pengabdian selama menjabat, Ketua DPRD Kabupaten Subang turut memberikan cendera mata kepada Drs. M. Ade Afriandi, MT., sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan.

Seremoni ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk unsur Forkopimda, Anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Subang-Majalengka-Sumedang, pimpinan partai politik, Ketua KPU dan Bawaslu Subang, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, camat, kepala desa, pimpinan BUMN dan BUMD, serta insan pers dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas terhadap kepemimpinan baru Subang.

Dengan resmi menjabat, Reynaldy dan Agus Masykur kini menghadapi tanggung jawab besar dalam mewujudkan visi pembangunan yang lebih progresif. Masyarakat pun menaruh harapan tinggi agar keduanya mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Subang.

Gebrakan 100 Hari Reynaldy-Agus di Subang: Bersih-Bersih Birokrasi dan Pelayanan Publik

Gebrakan 100 Hari Reynaldy-Agus di Subang: Bersih-Bersih Birokrasi dan Pelayanan Publik
Foto: mediajabar.com

SUBANG – Kabupaten Subang kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyad. Keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Setelah dilantik, mereka langsung menyiapkan strategi percepatan pembangunan, dimulai dari reformasi birokrasi.

Gas Pol! Subang Butuh Pemimpin yang Berlari Cepat

Dikenal dengan sapaan akrab Kang Rey, Bupati Subang ini menegaskan bahwa pemerintahannya akan bergerak cepat. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk meninggalkan kebiasaan santai dan berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Insya Allah mulai tanggal 20 Februari, saya akan tancap gas, ngabret sekencang-kencangnya! Kabupaten Subang butuh komando yang bisa lari cepat. Jika kita hanya berjalan monoton, maka Subang akan begitu-begitu saja,” ujar Kang Rey penuh semangat.

Sebagai pemimpin yang berorientasi pada perubahan, Kang Rey menegaskan bahwa aparatur pemerintahan tidak boleh lagi terjebak dalam pola kerja lamban. Ia mengajak seluruh ASN dan stakeholder untuk berlari bersama menuju Subang yang lebih baik dan maju di Jawa Barat.

100 Hari Fokus: Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Dalam 100 hari pertama, Reynaldy dan Agus akan memprioritaskan reformasi birokrasi di internal Pemkab Subang. Menurutnya, birokrasi yang bersih dan profesional menjadi kunci utama sebelum melaksanakan program pembangunan.

“Yang pertama harus dibenahi adalah sistem di dalam pemerintahan. Reformasi birokrasi adalah pondasi agar semua rencana pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain menata birokrasi, mereka juga akan fokus meningkatkan pelayanan publik, terutama dalam sektor kesehatan dan administrasi kependudukan. Pelayanan rumah sakit, pengurusan KTP, KK, hingga mal pelayanan publik akan diperbaiki agar masyarakat bisa merasakan perubahan nyata dalam waktu singkat.

“Saya akan memastikan bahwa dalam 100 hari ini, tidak ada lagi praktik pungli di layanan publik. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tambah Kang Rey.

Bersih-Bersih di Internal: Siap Berlari Menuju Subang yang Lebih Baik

Pemerintahan Reynaldy-Agus yang diusung oleh koalisi tiga partai—Golkar, PDIP, dan PKS—bertekad menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan siap berlari cepat. Baginya, birokrasi harus lebih dulu disiplin dan profesional sebelum membangun proyek-proyek besar untuk masyarakat.

“Sebelum kita membahas pembangunan infrastruktur atau program lainnya, kita harus memastikan bahwa birokrasi di dalamnya bersih, benar, dan mau diajak berlari kencang,” pungkasnya.

Gebrakan cepat ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Subang. Kini, semua mata tertuju pada 100 hari pertama Reynaldy-Agus. Apakah janji ini bisa terealisasi? Waktu yang akan menjawab.

DWP Kabupaten Subang Gelar Capacity Building untuk Perempuan Tangguh

DWP Kabupaten Subang Gelar Capacity Building untuk Perempuan Tangguh
Foto: subang.go.id

Subang – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya dan sinergi antar pengurus, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang kembali menggelar pertemuan rutin yang dikemas dalam kegiatan capacity building.

Bertempat di Saung Sekata Bukit Rindu, Kecamatan Ciater, acara ini berlangsung pada Selasa (18/02) dengan atmosfer yang penuh semangat dan kebersamaan.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DWP Kabupaten Subang, DWP tingkat OPD, serta DWP Kecamatan se-Kabupaten Subang. Pada edisi Februari 2025, DWP Dinas Kesehatan dan DWP RSUD Kabupaten Subang didapuk sebagai penyelenggara utama.

Dengan mengangkat tema “Wanita Sehat, Cerdas, dan Kreatif sebagai Pilar Keluarga dan Bangsa Sejahtera”, kegiatan ini menghadirkan Ibu Ayuna Aziza, S.Psi., Psikolog dari Poli RSUD Subang, sebagai narasumber utama.

Direktur RSUD Kabupaten Subang, dr. Ahmad Nasuhi, membuka acara dengan sambutan hangat, diikuti dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Ny. Novi Ahmad.

Dalam kesempatan ini, Ketua DWP Kabupaten Subang, Ny. Hj. Siti Nuraeni Nuroni, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pengurus yang hadir. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta berbagi ilmu untuk meningkatkan kualitas organisasi.

Selain membangun kebersamaan, pertemuan ini juga menyoroti peningkatan laporan E-Reporting, yang menjadi salah satu agenda penting guna mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi.

Sementara itu, Penasehat DWP Kabupaten Subang, Ny. Wiendha Winstar Afriandi, menekankan bahwa perempuan memiliki peran ganda dalam kehidupan, yakni sebagai pendamping suami yang berkontribusi dalam tugas kenegaraan serta sebagai ibu rumah tangga yang menopang keluarga. Ia mengutip sebuah ungkapan inspiratif, “Di balik kesuksesan seorang pria, terdapat wanita hebat”, yang mencerminkan betapa besar peran perempuan dalam mendukung karir suami.

Lebih lanjut, Ny. Wiendha menegaskan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik, tetapi juga menjadi elemen penting dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan capacity building ini, diharapkan para anggota DWP semakin siap menghadapi tantangan serta mampu berkontribusi lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.

Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Pagaden Barat: Solusi Sehat untuk Siswa

Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Pagaden Barat: Solusi Sehat untuk Siswa
Foto: www.indometro.id

SUBANG – Sebanyak 436 siswa di SMPN 1 Pagaden Barat, Kabupaten Subang, kini menikmati manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis yang digelar pada Selasa (18/2).

Program ini hadir sebagai solusi untuk memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi tanpa harus membawa bekal dari rumah.

Kepala SMPN 1 Pagaden Barat, Ikshan, menegaskan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Dengan tersedianya makanan sehat setiap hari, siswa bisa lebih fokus dalam belajar tanpa khawatir lapar. Menu yang disajikan pun lengkap dan seimbang, terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah.

Pembagian makanan dilakukan dengan sistem yang telah ditetapkan. Setiap wali kelas bertanggung jawab untuk mendistribusikan makanan langsung ke kelas pada pukul 12.00 WIB. Dengan cara ini, proses makan berlangsung lebih tertib dan efisien.

Lebih lanjut, Ikshan berharap Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik siswa tetapi juga mendukung perkembangan mental dan meningkatkan konsentrasi mereka saat belajar.

“Kami berharap program ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa-siswi kami,” tuturnya.

Reynaldy Putra, Pemimpin Muda Subang yang Disambut Meriah Ribuan Warga

Reynaldy Putra, Pemimpin Muda Subang yang Disambut Meriah Ribuan Warga
Foto: Dokumentasi Pribadi Reynaldy

Subang – Subang kini memiliki pemimpin baru yang mencetak sejarah. Reynaldy Putra Andita, sosok muda berusia 28 tahun, resmi dilantik sebagai Bupati Subang di Istana Negara Jakarta pada Kamis (20/2/2025).

Kemenangannya dalam Pilbup Subang bersama Agus Masykur diraih dengan perolehan 430.725 suara sah, membuktikan dukungan besar dari masyarakat.

Kehadiran Reynaldy di dunia politik bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sejak usia 19 tahun, ia telah bergabung dengan Partai Golkar dan perlahan membangun kariernya. Pada 2019, pria kelahiran 30 Oktober 1996 ini terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat termuda di usia 22 tahun. Dengan latar belakang pendidikan di Universitas Padjajaran dan Universitas Ahmad Yani, ia membawa perspektif segar dalam dunia pemerintahan.

Tak hanya latar belakang politiknya yang menarik perhatian, tetapi juga rekam jejak keluarganya. Reynaldy adalah putra dari Elita Budiati, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI 2024-2029.

Ayahnya, Budi Hendratno, adalah seorang perwira kepolisian berpangkat AKP di Polda Jawa Barat. Dengan dukungan dan pengalaman keluarga di ranah politik dan pemerintahan, tak heran jika Reynaldy mampu melangkah jauh di usianya yang masih muda.

Pelantikan Reynaldy sebagai Bupati Subang pun disambut dengan gegap gempita. Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat—ASN, anggota DPRD, pelajar, hingga kader partai—turut serta dalam konvoi besar dari Gerbang Tol Cilameri menuju Gedung DPRD Subang. Setiba di Alun-alun Subang, ia dan wakilnya diarak dengan sisingaan, sebuah tradisi khas Sunda yang menambah kemeriahan acara.

Usai serah terima jabatan dari Pj Bupati Subang dalam sidang paripurna, pesta rakyat pun digelar. Ribuan makanan gratis hasil UMKM Subang disediakan bagi masyarakat, menjadikan momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga perayaan kebersamaan.

Demi kelancaran acara, Satlantas Polres Subang menurunkan 105 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas agar kemacetan dapat dihindari.

Sebagai pemimpin muda, Reynaldy tak hanya menghadirkan semangat baru, tetapi juga membawa harapan besar bagi masyarakat Subang. Dengan pengalamannya yang matang meski masih berusia belia, langkah-langkahnya ke depan akan sangat dinantikan.

Baru Dilantik, Dedi Mulyadi Langsung Copot Kepsek SMAN 6 Depok karena Langgar Aturan Study Tour

Baru Dilantik, Dedi Mulyadi Langsung Copot Kepsek SMAN 6 Depok karena Langgar Aturan Study Tour
Foto: Okezone.com

Suarasubang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menunjukkan ketegasannya di hari pertama menjabat. Ia resmi mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Depok setelah sekolah tersebut tetap memberangkatkan siswa untuk study tour ke Jawa Timur, meskipun ada larangan dari gubernur.

“Hari ini saya langsung bekerja. Keputusan penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok sudah saya teken karena melanggar surat edaran gubernur yang melarang perjalanan siswa ke luar provinsi,” ujar Dedi di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Tak hanya itu, Dedi juga memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kemungkinan adanya pungutan liar dalam keberangkatan study tour ini.

“Hari ini juga saya sudah instruksikan inspektur untuk memeriksa apakah ada pungutan-pungutan di luar ketentuan yang dibebankan kepada siswa,” tegasnya.

Langkah tegas ini, kata Dedi, merupakan bagian dari upayanya membenahi manajemen pendidikan di Jawa Barat. Ia menyoroti berbagai isu yang meresahkan masyarakat, seperti dana Program Indonesia Pintar (PIP), pungutan sekolah, serta kebijakan study tour yang kerap menimbulkan polemik.

Diketahui, sebanyak 347 siswa kelas 11 SMAN 6 Depok tetap berangkat ke Surabaya dalam program Kunjungan Objek Belajar (KOB) selama delapan hari hingga Senin (24/2/2025). Padahal, Dedi sebelumnya sudah mengimbau sekolah tersebut untuk membatalkan study tour melalui akun Instagram pribadinya.

Humas SMAN 6 Depok, Syahri Muhammad, mengungkapkan bahwa keberangkatan siswa tetap dilakukan karena sudah mendapat persetujuan dari wali murid, komite sekolah, serta pihak sekolah dalam rapat darurat yang digelar pada Minggu (16/2/2025).

“Jaraknya cuma satu hari dari video imbauan Pak Dedi hingga keberangkatan pada Senin. Jadi, keputusan tetap diambil setelah mendapatkan kesepakatan bersama,” ujar Syahri.

Kapolres Subang Bertemu Gubernur Jabar Terpilih, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan

Kapolres Subang Bertemu Gubernur Jabar Terpilih, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan
Foto: analisnews.co.id

Subang– Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah, Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., menggelar pertemuan silaturahmi dengan Gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Dedi Mulyadi.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Kang Dedi di Kecamatan Dawuan, Subang, ini menjadi momentum penting dalam membahas berbagai isu strategis yang menyangkut keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam suasana penuh keakraban, keduanya berdiskusi mengenai berbagai tantangan keamanan di wilayah Subang, termasuk upaya pencegahan geng motor, penertiban tambang ilegal, serta pengawasan penggunaan knalpot brong.

Selain itu, mereka juga menyoroti pemberantasan kejahatan C3 (curas, curat, dan curanmor) serta langkah-langkah strategis dalam memerangi peredaran narkoba.

Salah satu capaian yang dibahas adalah keberhasilan Polres Subang dalam mengungkap peredaran sabu seberat 5 kilogram di Kecamatan Cijambe, sebuah prestasi besar dalam upaya menekan angka kriminalitas narkotika.

Tak hanya menyoroti aspek keamanan, pertemuan ini juga menegaskan komitmen Polres Subang dalam mendukung ketahanan pangan melalui program “Polri Cinta Petani”.

Program ini bertujuan untuk membantu petani meningkatkan hasil panen dan mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Subang. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Subang sebagai salah satu pusat produksi pangan utama di Jawa Barat.

Sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dalam aspek keamanan maupun kesejahteraan.

Dengan kolaborasi yang semakin erat, Subang siap menjadi daerah yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

WIKA Pacu Ekonomi Subang dengan Tol Akses Patimban, Proyek Infrastruktur Strategis

Foto: finance.detik.com (Wijaya Karya)

SUBANG – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mengakselerasi pembangunan Tol Akses Patimban Paket 4 di Subang, Jawa Barat. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antara kawasan industri di Jawa Barat dan Pelabuhan Patimban.

Dengan terhubungnya jalur ini, arus logistik akan semakin lancar, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempercepat pengembangan wilayah Subang dan sekitarnya.

“Pembangunan Tol Akses Patimban merupakan solusi konkret untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan standar kualitas terbaik agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, dalam keterangannya, Rabu (19/2/2025).

Progres Pembangunan Capai 38%

Memasuki Januari 2025, progres pembangunan tol ini telah mencapai 38%. Sejumlah pekerjaan utama telah terealisasi, seperti pengerjaan tanah, pemasangan PCU Girder untuk Interchange 02 dan 03, pemancangan Concrete Spun Pile Jembatan Sungai Cipunagara, serta pengecoran slab pada beberapa titik Pile Slab. Selain itu, pengaspalan juga sudah dilakukan di area Relokasi Jalan Akses Pelabuhan Patimban.

Teknologi Ramah Lingkungan

Dalam upaya mewujudkan lean construction yang lebih efisien dan berkelanjutan, WIKA menerapkan teknologi Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Teknologi ini memungkinkan pemasangan tiang pancang tanpa getaran, sehingga lebih cepat, presisi, serta minim risiko pengerjaan ulang. Selain itu, HSPD lebih ramah lingkungan karena mengurangi kebisingan, polusi udara, serta dampak negatif terhadap bangunan sekitar proyek.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Pembangunan tol ini tidak hanya mempercepat mobilitas logistik, tetapi juga membawa manfaat sosial yang luas. Hingga saat ini, proyek telah menyerap 102 tenaga kerja lokal, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, WIKA turut memberdayakan UMKM di sekitar proyek serta menjalankan program sosial, seperti penghijauan, donor darah, dan bantuan bagi anak yatim.

Dengan berbagai manfaat yang dihasilkan, Tol Akses Patimban diyakini akan menjadi pilar utama dalam penguatan infrastruktur nasional. WIKA optimistis proyek ini akan berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Blusukan Naik Motor, Pj Bupati Subang Tembus Wilayah Terpencil Demi Pelayanan Publik

Penjabat Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, M.T., membuktikan komitmennya dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal dengan melakukan kunjungan ke pelosok secara langsung, pada Jum’at, (14/02). Dalam perjalanan yang dimulai dari rumah dinas Bupati Subang di pusat kota, Pj Bupati Subang mengendarai sepeda motor dan menyusuri sejumlah wilayah terpencil di bagian utara Kabupaten Subang. Dengan semangat blusukan, Ia memastikan langsung kondisi pelayanan publik di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Kunjungan ini dimulai dari Kantor Kecamatan Cikaum, lalu berlanjut ke Kantor Desa Sukamandijaya. Setelah itu, rombongan menuju Kantor Kecamatan Ciasem dan Kantor Desa Lengensari-Blanakan. Perjalanan semakin menantang saat melintasi Bendung Pangaritan di Lengensari, sebelum singgah di Kantor Damkar Pamanukan. Tak berhenti di situ, kunjungan berlanjut ke Kantor Kecamatan Legonkulon dan akhirnya mencapai titik terakhir di Kampung Cirewang, Desa Pangarengan, Kecamatan Legonkulon. Perjalanan ini menembus daerah-daerah yang akses transportasinya cukup menantang, terutama karena kondisi jalan yang masih perlu banyak perbaikan. Dengan menempuh jarak yang tidak singkat, kunjungan ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terpaut di wilayah yang mudah diakses, melainkan juga menjangkau daerah-daerah terpencil. Pj. Bupati Subang juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur di beberapa lokasi. Saat mengunjungi area pertanian di Lengensari-Blanakan, khususnya di sekitar Bendung Pangaritan, ia mencatat bahwa meskipun lahan tersebut rutin tergenang air, perlu adanya solusi untuk mengoptimalkan produktivitas pertanian. Di Kampung Cirewang, Kecamatan Legonkulon, beliau menyampaikan keprihatinan atas keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan yang berdampak pada sulitnya anak-anak bersekolah. Dalam kunjungannya, Pj. Bupati Subang didampingi oleh Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua DWP Kabupaten Subang, Kasatpoldam, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala DPMPTSP, serta sejumlah Kepala OPD lainnya.
Foto: subang.go.id

SUBANG – Penjabat (Pj) Bupati Subang, Drs. M. Ade Afriandi, M.T., menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Tak sekadar duduk di kantor, ia turun langsung ke lapangan dengan cara yang tak biasa—mengendarai sepeda motor dan menembus wilayah terpencil di Subang Utara pada Jumat (14/02).

Perjalanan dimulai dari rumah dinasnya di pusat kota, lalu berlanjut menuju Kecamatan Cikaum dan Kantor Desa Sukamandijaya. Dengan semangat blusukan, ia meninjau langsung kondisi pelayanan di daerah yang kerap sulit dijangkau.

Kunjungan berlanjut ke Kecamatan Ciasem, Kantor Desa Lengensari-Blanakan, hingga melewati Bendung Pangaritan yang terkenal dengan tantangan akses jalannya.

Rombongan juga singgah di Kantor Damkar Pamanukan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Legonkulon. Kampung Cirewang di Desa Pangarengan menjadi titik akhir dalam perjalanan panjang ini, menegaskan bahwa perhatian pemerintah tak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Kondisi infrastruktur yang masih jauh dari ideal menjadi sorotan utama. Di Lengensari-Blanakan, khususnya sekitar Bendung Pangaritan, ia mencatat perlunya solusi agar lahan pertanian yang sering tergenang air bisa lebih produktif.

Sementara di Kampung Cirewang, ia menyoroti sulitnya akses jalan yang berdampak pada anak-anak yang harus berjuang menuju sekolah setiap harinya.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua DWP Kabupaten Subang, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala DPMPTSP, serta sejumlah Kepala OPD lainnya. Kehadiran mereka memperkuat sinergi dalam mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Langkah blusukan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah serius dalam membangun Subang dari pusat hingga pelosok. Tak hanya sekadar kunjungan seremonial, tetapi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Recent Posts