Beranda blog Halaman 1525

Menteri ATR/BPN Respon Dugaan Mafia Tanah di Kotabaru

e21f31286474d75f897ca012596c2921.jpg

KBRN, Jakarta: Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto disebut akan menindaklanjuti dugaan mafia tanah di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan oleh lembaga Sawit Watch dan Integrity  setelah menyambangi Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2022).

Sawit Watch dan Integrity datang untuk mempertanyakan kelanjutan pengaduan mereka terkait dugaan HGU ilegal. Tercium dugaan kongkalikong penerbitan HGU kawasan hutan di Kotabaru, tanpa melalui prosedur yang benar. 

Dalam laporan Sawit Watch dan Integrity, HGU ilegal tersebut menyebabkan hutan negara sekitar 8.610 hektar hilang. Kemudian lahan tersebut mendapatkan izin HGU, meski tidak ada izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri LHK. 

“(pengaduan) Sudah sampai ke Menteri ATR/BPN (Hadi Tjahjanto) dan dari Menteri sudah sampai ke Dirjen 7. Dirjen 7 itu yang menangani permasalahan pertahanan di Kementerian ATR/BPN,” ujar Direktur Sawit Watch, Achmad Surambo usai mendatangi Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Surambo lanjut mengatakan, Dirjen Kementerian ATR/BPN sedang memeriksa dan mengkaji pengaduan yang disampaikan Sawit Watch. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Sawit Watch akan dimintai klarifikasi atas laporan dugaan penerbitan HGU ilegal tersebut.

“Sekarang sedang meneliti dan menelaah pengaduan yang kita sampaikan. Dan kita menunggu dari mereka untuk mendapatkan klarifikasi dari kita, kalau seandainya diperlukan,” kata Rambo.

Sawit Watch dan Integrity akan kembali mendatangi Kementerian ATR/BPN untuk mengetahui nasib pengaduan mereka. Dengan harapan proses penyelesaian kasus hukum yang menyangkut mafia tanah dapat terselesaikan dengan baik oleh Kementerian ATR/BPN.

“Kita belum tahu apakah ada klarifikasi atau tidak, untuk memastikan nanti kami datang lagi (awal September 2022) cek lagi.  Kita ingin tahu nasib pengaduan rakyat ini akan seperti apa, sesuai atau tidak dengan komitmen Pak Jokowi memberantas mafia tanah,” ucap Rambo.

Partner Senior Integrity Law Firm, Harimuddin membeberkan dugaan penerbitan HGU ilegal telah dilaporkan ke empat lembaga. Yakni KPK, Bareskrim, Kejaksaan dan Kementerian ATR/BPN.

Baterai Ertiga Hybrid Garansi 5 Tahun, Limbahnya Diolah Sesuai Regulasi

Aftersales-Baterai-Lithium-ion-di-All-New-Ertiga-Hybrid-4-scaled.jpg

ROCKOMOTIF, BSD City – Model terbaru Suzuki Ertiga Hybrid mendapat respon yang sangat baik dari konsumen Indonesia, terutama dengan adanya garansi baterai lithium-ion yang diberikan hingga 5 tahun.

Menurut pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Ertiga Hybrid ini ada dua komponen utama, yaitu ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium-ion yang dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Nah baterai lithium-ion ini harus dirawat agar kinerjanya tetap terjaga dan prima. Karena banyak pemilik Ertiga Hybrid yang belum mengenal perawatan baterai lithium-ion di mobil keluarga ini.

“Karena teknologi ini tergolong baru, mungkin ada beberapa konsumen yang belum mengetahui bagaimana menjaga kondisi battery lithium ion agar tetap prima dan berfungsi secara maksimal. Untuk itu, kami akan terus memberikan edukasi mengenai hal tersebut dan mendampingi konsumen setiap saat,” kata Adhi Prasojo, 4W Technical Service Section Head PT SIS.

Baca juga: Mobil Baru Suzuki S-Presso Resmi Melantai di GIIAS 2022

Suzuki memberikan masa garansi yang panjang, yaitu selama 5 tahun atau jika sudah menempuh jarak 100.000 km. Masa garansi yang panjang ini khusus untuk baterai lithium-ion dan ISG (Integrated Starter Generator). Namun demikian, konsumen diharapkan tetap memperhatikan kondisinya dengan melakukan perawatan di bengkel resmi Suzuki terdekat.

“Baterai lithium-ion ini sudah kami cek terlebih dahulu dan melakukan riset, hasilnya memang baterai ini tidak perlu perawatan yang rumit. Hanya perlu digunakan saja setiap harinya, dan tidak perlu ada pengecekan berkala,” tambah Adhi di GIIAS, Kamis (18/8/2022).

Adhi juga mengatakan jika baterai lithium-ion di Ertiga Hybrid ini tidak bisa diperbaiki, jika sudah rusak maka harus langsung diganti dengan yang baru. Namun pihaknya menjamin baterai ini akan bertahan hingga lebih dari 5 tahun.

limbah baterai ertiga hybrid

Limbah baterai dikelola pihak ketiga

Masalah dari penggunaan baterai lithium-ion ini adalah masa pakai yang memang terbatas, tergantung pada seberapa besar beban kerjanya. Jika baterai lithium-ion sudah habis masa pakainya, maka konsumen berkewajiban mengembalikan baterai lithium-ion ke bengkel resmi Suzuki.

Nantinya baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai tersebut akan dikelola dan didaur ulang oleh perusahaan rekanan Suzuki yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3.

Baca juga: Begini Tips Perawatan Baterai Lithium-ion Suzuki Ertiga Hybrid

Keunggulan Ertiga Hybrid bukan sekedar inovasi
Keunggulan Ertiga Hybrid bukan sekedar inovasi

Hal ini Suzuki lakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dan menciptakan tata kelola limbah industri yang bertanggung jawab dan berorientasi pada lingkungan dan juga regulasi pemerintah yang terdiri dari Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021.

Dalam proses pengelolaan baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai, bengkel resmi Suzuki yang menerima baterai dari konsumen akan mengirimkan baterai tersebut ke PT SIS. Kemudian PT SIS akan mengirimkan baterai lithium-ion ke lokasi penampungan, peleburan, dan pemanfaatan limbah oleh pihak ketiga sebagai badan usaha yang sudah memiliki izin resmi dalam penanganan limbah B3.

“Untuk mendukung komitmen Suzuki dalam menciptakan tata kelola limbah yang bertanggung jawab, kami mengimbau kepada seluruh pemilik All New Ertiga Hybrid untuk mengganti baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai di diler atau bengkel resmi Suzuki terdekat.,” tutup Adhi Prasojo.

Hasil Tabungan Kui Bangunan di Cianjur Buat Bendera Merah Putih Sepanjang 222 Meter

7c05cd1c48294f79ebbafba621f7c1eb.jpg

KBRN,Cianjur: Bendera merah putih sepanjang 222 meter dibentangkan di jalan dalam peringatan ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia oleh seorang buruh bangunan di Cianjur, Ecen Rosadi (52).

Perjuangannya sebagai bentuk cinta tanah air ini dilakukannya bersama- sama dengan puluhan warga Kampung Dermaga, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung. Ecen membentangkan bendera merah putih dan sempat melakukan upacara peringatan kemerdekaan.

Mulanya pria dengan penampilan sederhana itu membuat bendera merah putih saat massa awala pandemi covid-19. Bahkan dengan semangat meggelora, jerih payahnya diam-diam ia menyisihkan uang hasil bekerjanya untuk membeli bahan merah putih dan menjahitnya.

Ecen mengatakan, dua tahun wabah pandemi berjalan ia terus menjahit hingga tahun lalu bendera tersebut sudah mencapai panjang 120 meter.

“Tahun kemarin sudah pernah dibentangkan namun panjangnya baru 120 meter,” katanya, Rabu (17/08/2022).

Agar bendera dapat memiliki panjang lebih dan dibentangkan sepenjang jalan itu, ia berkoordinasi dengan ketua RW lainnya.

“Alhasil hari ini berhasil dibentangkan bendera dengan panjang 222 meter di pinggir jalan,” ujarnya.

Sementara itu aksi kuli bangunan tersebut menyita perhatian Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, yang langsung mengunjungi kediaman Ecen bersama rombongan.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni mengatakan, ia mengapresiasi rasa nasionalisme Ecen dengan berupaya membuat bendera panjang.

“Saya sangat mengapresiasi bapa Ecen ini yang memiliki rasa nasionalisme tinggi dan menyemangati warga di sini untuk bekerja sama mengibarkan bendera terpanjang,” katanya

Atas buah kerja keras Encen, Kapolres memberikan piagam penghargaan atas semangat dan partisipasinya di momen hari lahirnya bangsa Indonesia.

“Saya berikan piagam penghargaan, santun dan kado atas jiwa nasionalismenya yang tinggi dan ini patut dicontoh oleh masyarakat Cianjur,” tandasnya.

Puluhan Lansia Ikuti Wisuda Sekolah Lansia Jakarta

a07fb8c12a608dc557d9c68971a98a8b.jpeg

KBRN, Jakarta: Sebanyak 23 wisudawan dan wisudawati lanjut usia (lansia) mengikuti wisuda Sekolah Lansia di Auditorium BKKBN Halim 1, Kamis (18/8/2022). Sekolah lansia ini bukan berdasarkan prodi, tetapi merupakan sekolah informal untuk memberdayakan lansia.

Rektor Universitas Respati Indonesia (URINDO) Tri Budi W. Rahardjo mengatakan lansia yang masuk sekolah ini dapat mengikuti pendidikan sepanjang hayat. Di mana mereka akan mendapatkan pembelajaran dari tujuh dimensi tangguh.

Tujuh dimensi lansia tangguh yang dimaksud seperti aspek spiritual, intelektual, emosional, fisik, sosial, fikasional, dan lingkungan. Tidak lupa juga mereka diajarkan mengenai aspek kesehatan, sosial ekonomi dan teknologi.

“Soal penuaan, penyakit bagaimana mencegahnya, bagaimana mengelolah ekonomi, wirausaha, teknologi informasi. Dan mereka juga turun ke lapangan secara aktif melakukan kegiatan yang mendukung lingkungan,” kata Tri di Gedung BKKBN, Jakarta Timur. 

Sementara itu, Tri Suratmi selaku Kepala Sekolah menyatakan biasanya para lansia menempuh waktu belajar selama dua jam. Dan mereka diberikan waktu belajar selama seminggu sekali selama enam bulan. 

“Untuk durasi waktunya setiap kali pembelajaran itu maksimal dua jam standar itu enam bulan. Terdiri dari teori dan praktek mata kuliahnya disesuaikan dengan kebutuhan lansia di tempat itu,” ujar Suratmi. 

Ia mengatakan untuk saat ini materi yang banyak diminati oleh lansia Jakarta adalah yoga dan relaksasi. Dan semua pembelajaran diberikan secara gratis oleh sekolah lansia ini. 

Kegiatan “Wisuda Sekolah Lansia URINDO” ini diselenggarakan oleh BKKBN dan Universitas Respati Indonesia (URINDO). Dengan tujuan mewujudkan lansia tangguh, sehat, aktif, mandiri, produktif dan bermartabat. 

Di Indonesia sendiri sekolah lansia berada di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 11 sekolah, di Jawa Barat sebanyak 19 sekolah, DKI Jakarta sebanyak 1 sekolah. Serta telah berkembang di Jawa Timur  sebanyak 10 sekolah, Sumatera Utara 1 sekolah, Kalimantan Selatan 1 sekolah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 1 sekolah.

DPRD Subang Desak Dinkes Terkait RS Mutiara Hati Pagaden

e8d9aae63b51cadcaf177ffb12fa6dfb.jpg

KBRN, Subang: Persoalan rumah sakit Mutiara Hati Pagaden, Anggota DPRD Subang Karya Zakaria, menegaskan, rumah sakit swasta semisal RS Mutiara Hati, harusnya lebih baik dalam pelayanan, dan sarana prasarananya dibanding rumah sakit umum.

“Rumah sakit kan jual jasa, apalagi ini rumah sakit swasta, harus lebih baik pelayanannya dibanding rumah sakit umum. Kalau kurang baik pelayanannya, bangkrut nantinya,” ujar Karya kepada wartawan di Subang, Kamis (18/8/2022).

Karya menyebutkan, kalau rumah sakit ingin naik tipe mulai dari tipe D ke C, lalu ke B, selanjutnya ke tipe A, maka rumah sakit itu, perlu persyaratan bagaikan menempuh kawah candradimuka. Dan yang dinilai paling utama adalah pelayanan.

“Kalau akreditasi C ingin naik ke B atau A, pelayanan harus diutamakan, senyum dan sapa harus baik. Itu kan peraturannya,” jelasnya.

Selain itu, sarana dan prasaran juga menjadi prasarat utama, dalam pelayanan.

“Sarana prasarananya juga harus diperhatikan. Orang yang sakit kan pengen sehat. Kalau ditempatkan di tempat yang kurang nyaman, kurang sehat, malah nambah sakit,” ucap Karya.

Politisi senior Partai Golkar ini juga menegaskan, jika pelayanannya kurang baik, maka rumah sakit tersebut harus ditinjau lagi status akreditasinya, bahkan bisa diturunkan status tipe akreditasinya.

“Yang dinilai paling utama dalam akreditasi itu, adalah pelayanannya agar lebih baik. Kalau memang pelayanannya kurang baik, turunkan saja status akreditasinya ke tipe yang lebih bawah,” tegasnya 

Pihaknya pun mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang, agar secepatnya melakukan sidak ke RS Mutiara Hati tersebut, agar kejadian serupa terkait keluhan masyarakat, tidak terulang lagi.

“Sebaiknya dinkes secepatnya lakukan sidak, karena ini keluhan dari masyarakat, jangan sampai terulang. Di dinas kan ada bagiannya yang menangani pelayanan kesehatan. Rumah sakit yang pelayanan kurang baik, kayaknya lupa pada waktu diakreditasi oleh Kemenkes,” tandas Karya.

Kepergok Curi Motor, Pria di Tasikmalaya Dihajar Warga

c1_z2_Duel-Rampok-vs-Warga-Ciamis-1024x576_-182b21724c4_0_-182b2186f78_6.jpeg

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Seorang pria di Jalan Kudang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, babak belur dihajar massa, Rabu (17/8/2022) malam. Pria tersebut kepergok diduga akan curi motor matik di tempat parkir. Namun aksinya gagal karena pelaku terjatuh.

Video aksi main hakim sendiri ini viral usai diunggah ke media sosial. Dalam video terlihat puluhan orang menghakimi pria tersebut, ada yang menarik-narik, pukulan hingga tendangan. Pelaku . Meski mendapat siksaan warga, namun pelaku tak gentar dan malah melawan.

Aksinya tersebut membuat semakin menyulut emosi. Massa pelaku akhirnya ditarik hingga tersungkur ke aspal jalan.

Baca Juga: Gegara Klakson, Pemuda di Tasikmalaya Dihajar Tanpa Ampun Pengendara NMax

“Jadi massa ini kesal setelah mengetahui pelaku hendak curi motor matic yang terparkir. Aksinya tak berhasil, karena korban meneriaki maling,” Kata Endang, saksi mata, Kamis (18/8/2022).

Menurut Endang, pelaku sudah membawa motor korban lalu terjatuh. Mendengar ada teriakan maling, warga pun langsung berkumpul lalu menghakimi pria tersebut.

Beruntung Polisi yang datang kemudian langsung mangamankan pria yang akan curi motor tersebut dari amukan massa.

“Iya sempat dituduh. Hendak curi motor di tempat parkir. Pelaku kita amankan,” Ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Akp Dian Pornomo.

Kasat mengatakan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Korban tidak melapor karena motor masih ada.

“Kasus ini berhenti setelah korban tidak membuat laporan. Korban beranggapan motornya tidak jadi dicuri. Kalau menurut pihak desa tempat tinggal, pelaku sempat alami masalah kejiwaan,” pungaksnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

GIIAS 2022: Cherry Siap Jual SUV Harga Rp 300 Jutaan

chery-Tiggo-8-Pro-scaled.jpeg

ROCKOMOTIF, BSD City – Merek asal China, Chery sebenarnya sudah sejak awal tahun memperkenalkan brand ini di Indonesia, namun hingga saat ini di GIIAS 2022 pun Chery masih belum menjual produk SUV yang jadi andalannya. Kabarnya, paling cepat dua bulan setelah GIIAS, Chery akan menjual SUV seharga Rp 300 jutaan.

Di GIIAS tahun ini, Chery memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan SUV unggulan dari seri Tiggo, yaitu Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Ini kali pertama Chery Indonesia mengikuti pameran GIIAS, setelah sebelumnya perdana mengikuti pameran IIMS 2022.

Tao Yong, Presiden Direktur PT Chery Sales Indonesia, menjelaskan alasan Chery membuka pasar Indonesia dengan SUV dan bukan MPV, yang disukai konsumen Indonesia. Chery selalu mengacu kepada riset dan tren pasar. Oleh karena itu, Chery mengembangkan berbagai jenis SUV, salah satunya Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro.

chery iims 2022

Baca juga: Mengenal Teknologi Hybrid Honda di GIIAS 2022, Dijual Tahun Depan

“Berdasarkan riset kami, minat pasar dunia terhadap produk SUV akan semakin tinggi, termasuk di Indonesia. Sebelumnya memang pasar MPV di Indonesia paling tinggi, namun dengan perekonomian Indonesia yang semakin bertumbuh, permintaan pasar pun berubah. Kini, MPV dan SUV menyasar pasar yang berbeda dan terlihat bahwa SUV akan menjadi tren, diperkuat juga dengan data sales GAIKINDO yang menunjukkan SUV menjadi tipe yang paling dicari. Oleh karena itu, Chery meyakini strategi yang dijalankan dengan memperkanalkan SUV telah sejalan dengan apa yang menjadi tren di Indonesia,” papar Tao Yong.

Pada GIIAS tahun ini Chery membuka kesempatan bagi pengunjung melakukan pre-booking Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro dengan uang muka sebesar Rp 5 juta berikut program garansi untuk layanan purnajualnya.

Untuk tahapan transaksi yang lebih mudah dengan sistem kredit, konsumen yang melakukan pre-booking akan dibantu oleh tiga partner leasing Chery, yaitu Maybank Finance, Mandiri Tunas Finance ,dan Adira Finance yang juga hadir di booth Chery.

Chery Motor Indonesia siap gebrak panggung IIMS 2022
Chery Motor Indonesia siap gebrak panggung IIMS 2022

Baca juga: Luhut Pastikan Chery Bakal Bikin Pabrik di Indonesia

Chery juga memberikan Advanced Warranty khusus pengunjung GIIAS 2022, yaitu garansi enam tahun atau 150.000 km dan garansi khusus mesin selama sepuluh tahun atau 1.000.000 km. Wow!

Selain program Advanced Warranty, konsumen pre-booking juga berkesempatan mengikuti undian booth dengan berbagai hadiah menarik, termasuk Huawei P50 Pro, Huawei Mate Pad, emas batangan lima gram, dan saldo e-toll Rp 1 juta. Bagi pengunjung lainnya, Chery juga memberikan kesempatan untuk melakukan uji kendara dan secara otomatis mendapatkan cinderamata Chery.

Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, DKUKMP Ciamis: Harga Grosir Masih Normal

Harga-Mie.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat),-  Adanya informasi mengenai harga mie instan bakal naik tiga kali lipat, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, langsung melakukan pemantauan ke sejumlah toko grosir yang ada di pasar tradisional wilayah Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan hasil dari pantauan tersebut, DKUKMP Ciamis sampai saat ini tidak menemukan adanya kenaikan harga tersebut.

“Untuk saat ini harga mie instan di toko grosir yang ada di pasar-pasar di wilayah Kabupaten Ciamis terbilang normal. Belum ada tanda-tanda kenaikan. Harga satuannya 2.275 rupiah,” kata Kepala DKUKMP Ciamis, Asep Khalid, Kamis (18/08/2022).

Ia juga mengatakan bahwa pihak setiap minggu terus melakukan pemantauan, sekaligus mengecek harga-harga yang ada di Pasar Manis Ciamis, Pasar Kawali, Sindangkasih, dan Pasar Banjarsari. Rata-rata harga satuannya berkisar antara Rp 2.275 hingga harga tertinggi Rp 3.000. sedangkan harga terendahnya Rp 1.800.

Untuk kebutuhan mie instan di Kabupaten Ciamis dengan jumlah penduduk 1.262.188 jiwa, terhitung per harinya 1.800 pcs. Ketersediaan mie instan pun saat ini terbilang cukup aman.

“Pentingnya pemantauan dan cek harga komoditi, terlebih adanya informasi bahwa harga mie instan akan naik sampai tiga kali lipat. Oleh karena itu masyarakat perlu mengetahuinya,” jelas Asep Khalid.

Baca Juga : Tercatat Hanya 312 Gudang di Ciamis yang Punya Izin Tanda Daftar

Harga Grosir Mie Instan di Ciamis Masih Aman

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMP Ciamis, Asep Sulaeman menambahkan, selain mie instan, pihaknya juga melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok lainnya.

Namun, untuk harga grosir mie instan masih terbilang aman. Seperti harga satu dus isi 40 pcs indomie goreng harganya Rp 100.000 hingga Rp 106.800. Tergantung stok barang yang ada di grosir maupun toko lainnya.

“Kalau harga grosir per dus dan satuan harganya masih terbilang normal. Tetapi di warung-warung ada yang menjual mie instan 3.000 rupiah hingga 3.500 rupiah. Itu juga tidak semuanya jual dengan harga tersebut,” terangnya.

Menurut Asep Sulaeman, karena pihaknya melakukan pemantauan dan cek harga hanya ke grosir. Maka untuk harga eceran di tiap warung tidak terpantau. Tentunya ada saja pemilik warung yang menaikan harga untuk mendapatkan untung.

“Kami berharap informasi terkait harga mie instan naik sampai tiga kali lipat itu tidak terjadi. Sehingga, mi yang merupakan kebutuhan masyarakat harganya masih bisa terjangkau,” ujarnya.

Namun demikian, imbuh Asep Sulaeman, untuk mengetahui adanya kenaikan dan penurunan harga bahan pokok, pihaknya setiap minggu melakukan cek harga-harga ke pasar tradisional yang ada di Kabupaten Ciamis. (es/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Soroti Gudang Tak Punya PBG, LMP: Bukan Anti terhadap Investasi di Ciamis

Soroti-Gudang-Tak-Punya-PBG-LMP-Bukan-Anti-terhadap-Investasi-di-Ciamis.jpg

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Gudang atau bangunan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang tak punya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kembali mendapat sorotan.

Kali ini yang mempermasalahkan adalah organisasi masyarakat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Terkait Gudang tak Berizin, Komisi A DPRD Ciamis akan Panggil Dinas Teknis

Sementara untuk mengetahui titik terang polemik dugaan gudang yang tak punya PBG tersebut, LMP melakukan audiensi dengan Pemkab Ciamis.

Audiensi yang berlangsung di Aula Setda Ciamis, Kamis (18/8/2022), dihadiri oleh Asisten Daerah 2, DPMPTSP, DKUKMP dan Satpol PP Ciamis.

Ketua LMP Ciamis, Prima Pribadi mengatakan, bahwa kedatangannya tersebut adalah tak lain menanyakan perihal dugaan gudang yang tak mengantongi PBG.

Pasalnya, menurut Prima, bahwa permasalah tersebut menjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita mendapatkan laporan terkait polemik di masyarakat mengenai gudang yang tak punya PBG, dan tidak sesuai dengan aturan andalalin. Akan tetapi, Pemda Ciamis melalui OPD teknis menutup mata tentang hal itu,” katanya.

LMP Ciamis Jelaskan Dampak Gudang Tak Punya PBG

Prima menyampaikan, dampak dari gudang yang tidak menempuh perizinan seperti PBG, tentunya syarat-syaratnya tidak memenuhi aturan. Sehingga, ia mensinyalir bangunan tersebut sangat berdampak terhadap lingkungan.

Ia pun mencontohkan, ada salah satu gudang di daerah kota yang tidak memiliki PBG, dampaknya sangat jelas terhadap jalan lingkungan.

“Karena, gudang tersebut melakukan muat angkut barang menggunakan kendaraan besar, yang tak sesuai dengan tonase jalan,” terangnya.

Lanjut Prima, bahwa  polemik gudang tersebut sudah terjadi sangat lama. Akan tetapi, OPD teknis menghiraukan permasalahan ini dengan saling lempar antar OPD.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya sebagai masyarakat Ciamis langsung bergerak untuk melakukan audiensi terbuka bersama pemerintah daerah.

“Tadinya kita inginkan bertemu langsung Bupati Ciamis, tapi beliau sedang ada acara lain. Sehingga, audiensi diwakilkan oleh Asda 2,” katanya.

“Kesimpulan dari audiensi ini, Pemda Ciamis akan membentuk tim khusus. Nantinya, di dalam tim tersebut ada OPD terkait yang menangani masalah PBG,” tuturnya.

Prima menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mengawal tentang permasalahan gudang tak punya PBG. Sebab menurutnya, mau tidak mau permasalah ini menjadi salah satu keresahan yang terjadi di masyarakat Kabupaten Ciamis.

Selain itu, ia juga menegaskan, bahwa LMP bukan anti terhadap investasi. Akan tetapi, tujuannya adalah untuk mendorong tertib administrasi.

“Sehingga nantinya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah maupun kesejahteraan masyarakat di lingkungan gudang tersebut,” tegasnya.

Bahan Evaluasi Pemkab Ciamis

Sementara itu, Asda 2 Ciamis, Aef Saefuloh, mengucapkan terima kasih kepada ormas LMP, yang sudah ikut serta dalam memberikan masukan mengenai pembangunan Ciamis. Terlebih kepada sistem pengawasan terhadap investasi berkenaan dengan PBG gudang.

Menurutnya, polemik gudang yang tak punya PBG ini sudah menjadi fokus Pemkab Ciamis, terhadap pengembangan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.

”Maka dari itu, dengan adanya problem gudang ini menjadi bahan evaluasi kita, untuk lebih menata tentang penekanan administrasi kepada para investor yang datang ke Ciamis,” ujarnya.

Lebih lanjut Aef menambahkan, bahwa polemik gudang tak punya PBG, Pemda Ciamis memang sedang membenahi permasalahan tersebut.

Pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat maupun pengusaha, bagaimana tata cara pemenuhan izin yang baik dan benar.

Baca Juga: Soal Gudang Tak Berizin, Akademisi Sentil Pemkab Ciamis

Sedangkan jika ada gudang yang belum memenuhi perizinan, ia menjelaskan, bahwa tidak akan mungkin menutup secara paksa kepada para pengusaha.

Sebab menurutnya, di dalam perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja khususnya orang Ciamis.

“Maka dari itu, kita terus memberikan surat kepada para pengusaha untuk membenahi administrasi yang harus mereka tempuh dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membentuk tim khusus bersama OPD teknis dalam penanganan izin berusaha.

“Tim itu juga nantinya akan melakukan sosialisasi akan pentingnya pemenuhan administrasi bagi para investor di Ciamis,” katanya.

Aef berharap kepada para investor atau pengusaha, ketika berinvenstasi di Ciamis tertiblah dalam pemenuhan izin usaha.

“Hal tersebut agar memunculkan investasi yang sehat,” pungkas Aef. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Kronologi Ibu Muda di Tasikmalaya Tutup Usia saat Balap Karung

Kronologi-Ibu-Muda-di-Tasikmalaya-Tutup-Usia-saat-Balap-Karung.jpg

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Rini (29), ibu muda yang tutup usia saat mengikuti lomba balap karung ternyata memiliki tiga anak yang masih kecil.

Lurah Cipawitra, Tata Tahyudin menuturkan, sebelum kejadian, suami korban sempat melarang untuk ikut perlombaan Agustusan.

Lomba balap karung tersebut berlangsung di Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (17/8/2022) Kemarin.

“Karena saat itu suaminya sedang sakit, jadi tidak melihat ke lokasi perlombaan. Sehingga tidak ada yang mengawasi (korban),” tuturnya kepada HR Online, Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut Tata menambahkan, bahwa ibu muda yang tutup usia tersebut, setiap tahunnya sering mengikuti kegiatan perlombaan-perlombaan, seperti balap karung dalam memperingati HUT RI.

Menurutnya, korban meninggal karena mengikuti kegiatan lomba balap karung, yang memang sangat memerlukan tenaga sehingga kelelahan.

“Tetapi kami pun tidak tahu kronologis kesehatan almarhumah. Cuma yang saya tahu, almarhumah itu baru melahirkan dua bulan lalu,” ucap Tata.

“Kami belum mendapatkan keterangan dari medis. Sementara dari informasi, korban ini punya hipertensi darah tinggi,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, sambungnya, menjadi evaluasi selama ia bertugas di Kelurahan Cipawitra.

Baca Juga: Innalillahi, Terjatuh saat Lomba Balap Karung, Ibu Muda di Tasikmalaya Tutup Usia

Selain itu, pihaknya juga sudah mengimbau ke setiap RT, untuk melaksanakan kegiatan perlombaan dengan selektif. Seperti, tertib dalam menyiapkan peralatan-peralatan lomba, termasuk faktor keselamatan.

“Peralatannya juga harus disiapkan, jangan seadanya,” katanya.

Ibu Muda Tutup Usia saat Balap Karung di Tasikmalaya Tinggalkan 3 Anak

Lanjutnya menambahkan, bahwa ibu muda yang tutup usia saat balap karung tersebut,  meninggalkan 3 putri.

“Paling besar kelas 2 SD. Kemudian anak kedua belum masuk sekolah, sedangkan yang paling kecil masih bayi berumur 2 bulan,” terangnya.

Sementara untuk membantu ketiga anak korban, Camat dan Muspika Mangkubumi serta pihak Kelurahan sudah memberikan bantuan kepada keluarga almarhumah.

“Sedikit rezeki kepada ketiga anak yang ditinggalkan korban. Keluarga korban sudah sadar, dan tidak akan menuntut siapapun. Karena kejadian tersebut sudah takdir dari Allah SWT,” kata Tata.

Namun meski begitu, Tata berharap agar para dermawan mau membantu kepada anak dari ibu muda yang tutup usia saat lomba balap karung tersebut.

“Sangat kami tunggu bantuan dari para dermawan. Karena suaminya juga pekerjaannya hanya serabutan. Jadi ada penghasilan jika ada pekerjaan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan HR Online sebelumnya, ibu muda bernama Rini tutup usia usai terjatuh saat mengikuti lomba balap karung di lingkungannya.

Menurut panitia perlombaan, almarhumah setiap acara hari kemerdekaan RI selalu semangat ikut lomba untuk memeriahkan 17 Agustusan.

Bahkan sebelum mengikuti lomba balap karung memeriahkan HUT RI ke-77, Rini terlihat sangat bersemangat.

Warga sempat mengabadikan melalui kamera ponsel detik-detik ibu muda asal Tasikmalaya terjatuh, saat mengikuti lomba balap karung.

Terlihat dalam video, almarhumah star balapan karung 3 orang. Ia berlari adu cepat dengan menggunakan karung sampai mendahului ke garis finish untuk putar balik.

Akan tetapi, 2 langkah setelah putar balik, korban terjatuh ke aspal dengan kaki yang masih terbungkus karung. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Recent Posts