Beranda blog Halaman 15

Atasi Jalan Rusak dan Banjir, Pemkab Subang Kucurkan Rp 271 Miliar

Anggaran infrastruktur Subang 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mengambil langkah agresif untuk membenahi wajah infrastruktur daerah di awal tahun 2026. Anggaran jumbo sebesar Rp 271 miliar resmi digelontorkan guna menuntaskan persoalan klasik seperti jalan rusak, jembatan, hingga sistem drainase yang kerap memicu banjir.

Dana tersebut disiapkan untuk mempercepat berbagai proyek pembangunan di sejumlah titik krusial. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Subang, David Sanusi, memastikan seluruh proses eksekusi fisik akan dikebut tahun ini demi meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga.

Secara rinci, alokasi terbesar senilai Rp 175 miliar difokuskan untuk rehabilitasi dan pembangunan jalan. Sementara itu, Rp 1,9 miliar disiapkan untuk perbaikan jembatan, serta anggaran khusus drainase lingkungan sebesar Rp 4,5 miliar dan drainase perkotaan mencapai Rp 12,9 miliar.

Perbaikan irigasi juga mendapat perhatian serius dengan suntikan dana Rp 3,9 miliar. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperpanjang usia jalan dengan mencegah genangan air, tetapi juga mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Subang.

Dinas PUPR Subang tak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama keterbatasan personel yang hanya berjumlah 45 orang untuk mengawasi 378 titik di 30 kecamatan. Oleh karena itu, penanganan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas yang mendesak, baik melalui metode betonisasi maupun pengaspalan (hotmix).

David Sanusi meminta masyarakat untuk bersabar menunggu giliran perbaikan sembari berperan aktif menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Upaya ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun 2025, di mana Pemkab Subang sukses memuluskan jalan sepanjang 96,25 kilometer.

Sungai Ciasem Mengamuk, Ribuan Rumah di Tiga Desa Subang Terkepung Banjir

Banjir Ciasem Subang 2026

Situasi di Kecamatan Ciasem, Subang, semakin memprihatinkan pada Sabtu (24/1/2026). Luapan air yang mulai naik sejak sore hari sebelumnya kini meluas tak terkendali, mengepung ribuan rumah warga di tiga desa sekaligus, yakni Ciasem Tengah, Ciasem Hilir, dan Dukuh.

Banjir parah ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi yang membuat Bendungan Cijengkol dan Sungai Ciasem meluap, diperparah dengan jebolnya tanggul di belakang Perumahan Grand Texpia. Hingga siang ini, ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 170 sentimeter.

Tak hanya merendam pemukiman, ratusan hektar sawah produktif juga ikut terendam. Banjir yang bermula dari Perumahan Grand Texpia di Desa Ciasem Tengah kini telah merambah hingga ke area belakang Pasar Ciasem di Desa Ciasem Hilir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter.

Meski kondisi air cukup dalam, sebagian warga di belakang pasar memilih bertahan di rumah masing-masing. Di sisi lain, kondisi genting terjadi di Desa Dukuh, di mana satu dusun nyaris terisolasi total akibat kepungan air.

Kepala Desa Dukuh, Ade Godam, melaporkan bahwa Dusun Dukuh Timur, khususnya di Blok Kampung Bakanjaya, menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Petugas gabungan dari BPBD, Polres Subang, dan Brimob Polda Jabar terus berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak.

“Fokus evakuasi saat ini adalah kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit,” ujar Ade Godam di lokasi.

Sebanyak 600 rumah di lima dusun Desa Dukuh kini terendam. Petugas tak henti-hentinya mengimbau warga yang masih bertahan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Meskipun cuaca di lokasi siang ini terpantau cerah dan sedikit panas, belum ada tanda-tanda air akan surut. Debit air kiriman dari hulu sungai dan bendungan yang masih tinggi membuat potensi luapan susulan tetap mengintai pemukiman warga.

Borong Empat Penghargaan K3, PT Dahana Buktikan Komitmen Zero Accident di Industri Berisiko

Penghargaan K3 PT Dahana

Prestasi gemilang membuka lembaran awal tahun 2026 bagi PT Dahana. Perusahaan pelat merah yang bergerak di industri bahan peledak ini sukses menyapu bersih empat penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si., di Bandung, Rabu (21/1/2026). GM K3LH Dahana, Dewi Kurniaty, hadir mewakili perusahaan menerima penghargaan bergengsi itu.

Empat kategori penghargaan yang diraih meliputi Zero Accident, P2K3 Kategori Platinum, P2 HIV-AIDS Kategori Gold, dan P2TB Kategori Silver. Capaian ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar keselamatan tinggi di lingkungan kerja yang memiliki risiko ekstrem.

Dewi Kurniaty menyambut positif apresiasi pemerintah daerah ini. Menurutnya, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Dahana bukan sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan sudah menjadi budaya yang mengakar kuat.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur dapat membawa pulang empat penghargaan sekaligus di awal tahun 2026 ini. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Dahana menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan di atas segalanya. Prestasi ini adalah hasil kerja keras dan kedisiplinan seluruh insan Dahana dalam menjaga lingkungan kerja yang nihil kecelakaan,” ungkap Dewi usai acara.

Sistem proteksi di Dahana memang dirancang sangat ketat. Mulai dari lini produksi, distribusi, hingga operasional lapangan, seluruh prosedur diawasi secara disiplin demi meminimalisir risiko insiden.

Selain fokus pada keselamatan fisik, perusahaan juga rutin menjalankan program kesehatan pekerja. Kegiatan seperti Medical Check Up (MCU) tahunan, olahraga mingguan, hingga sosialisasi pencegahan penyakit menular menjadi agenda wajib manajemen.

Semarak budaya keselamatan ini juga terlihat dalam peringatan Bulan K3 Nasional 2026. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba Fire Drill, Hazard Hunt, Safety Video Challenge, hingga aksi sosial donor darah dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Menutup keterangannya, Dewi mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit ketimbang meraihnya. Ia mengajak seluruh elemen perusahaan menjadikan penghargaan ini sebagai lecutan semangat baru.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh karyawan Dahana yang telah disiplin menerapkan prosedur dan budaya K3 setiap harinya. Namun, tugas kita belum selesai. Mari jadikan pencapaian ini sebagai semangat baru untuk terus menjaga zero accident dan memastikan setiap rekan kerja kita pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat,” pungkasnya.5

Genjot Ekonomi Rakyat, Dinas Perikanan Subang Perkuat Sektor Ikan Air Tawar

Pemberdayaan pembudidaya ikan Subang

Potensi besar perikanan air tawar di Kabupaten Subang terus dimaksimalkan oleh pemerintah daerah. Hingga awal tahun 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Subang mencatat sekitar 2.000 pembudidaya aktif, mulai dari skala kecil hingga menengah, telah menjadi tulang punggung pasokan ikan lokal hingga ke DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan strategi pemberdayaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah ini diambil untuk memastikan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian warga pedesaan.

“Budi daya ikan tawar menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat Subang. Karena itu, kami fokus pada penguatan dari hulu sampai hilir,” jelas Agung dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Strategi yang digulirkan mencakup empat fokus utama, yakni penguatan pembenihan ikan nila yang pasarnya stabil, penyaluran bantuan fisik seperti kolam dan pakan, hingga penerapan rekayasa teknologi budidaya modern. Selain itu, hilirisasi produk melalui pengolahan ikan beku dan abon juga menjadi prioritas agar nilai jual hasil panen meningkat.

Data terbaru menunjukkan sektor pembenihan di Subang memiliki kekuatan masif dengan 1.900 Rumah Tangga Perikanan (RTP) dan menyerap 2.821 tenaga kerja. Sepanjang tahun lalu saja, produksi benih tercatat mencapai 5,5 juta ekor dengan nilai transaksi menyentuh Rp3,48 miliar.

Melalui dukungan kebijakan dan potensi pasar yang terbuka lebar, Dinas Perikanan optimistis Subang akan semakin kokoh sebagai sentra ikan air tawar di Jawa Barat. Kesejahteraan pembudidaya diharapkan terus terkerek naik seiring dengan keberlanjutan program ini.

KDM Murka! Tambang Ilegal di Subang “Kucing-kucingan” Beroperasi Malam Hari

KDM sidak tambang ilegal Subang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak dapat menyembunyikan amarahnya saat memergoki aktivitas tambang batu ilegal di Kabupaten Subang yang masih nekat beroperasi. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, KDM mendapati para pelaku melakukan praktik “kucing-kucingan” dengan bekerja pada malam hari untuk mengelabui petugas.

Kekesalan Kang Dedi memuncak ketika melihat lokasi tambang tersebut sebenarnya sudah disegel dengan garis polisi (police line). Namun, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas produksi tetap berjalan masif seolah tak tersentuh hukum.

“Ini kan sudah di police line, masih produksi,” tegas Kang Dedi dengan nada tinggi saat berada di lokasi.

Tak main-main, mantan Bupati Purwakarta ini langsung menegur keras pihak manajemen yang berada di tempat. Ia menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran hukum yang terang-terangan menantang aparat tersebut.

“Nggak urusan manajemen, besok saya pidana ini. Ini kan sudah di-police line, tapi masih produksi,” ancamnya di hadapan petugas keamanan tambang.

Dalam operasi tersebut, ditemukan bukti fisik yang tak bisa disangkal. Sebanyak 7 unit dump truck tronton berkapasitas 24 meter kubik dan 19 unit dump truck berkapasitas 8 meter kubik kedapatan tengah terisi penuh material tambang siap angkut.

KDM juga menyoroti dampak kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal ini. Mobilitas kendaraan berat yang melintas tanpa aturan jelas merugikan masyarakat luas yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut.

“Jalan rusak rakyat ngamuk, jalan dibangun langsung dilewatin truk-truk besar,” keluhnya.

Merespons temuan ini, Polres Subang di bawah komando AKBP Dony Eko Wicaksono langsung bergerak cepat menghentikan seluruh kegiatan. Tindakan tegas ini menjadi sinyal bahwa negara tidak akan kalah dengan mafia tambang yang merusak lingkungan dan infrastruktur warga.

Hujan Tak Halangi Semangat, 1.000 Ojol Resmi Jadi Mitra Kamtibmas Polres Subang

Mitra Kamtibmas Polres Subang

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) memadati Lapangan TTT Polres Subang di bawah guyuran hujan rintik, Kamis (22/1/2026). Mereka berkumpul dalam apel besar “Ojol Kamtibmas” yang dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono.

Agenda pagi ini menjadi tonggak baru sinergi antara kepolisian dan masyarakat akar rumput. Polres Subang secara resmi menggandeng 1.000 mitra pengemudi daring sebagai mata dan telinga kepolisian untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolres menegaskan, kolaborasi ini sangat krusial mengingat mobilitas ojol yang tinggi setiap harinya. Kehadiran mereka di jalanan dinilai efektif untuk membantu deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang mungkin luput dari pantauan.

“Para pengemudi ojol adalah mitra strategis kami. Mereka bergerak langsung di akar rumput setiap hari, sehingga memiliki peran vital dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lapangan,” ungkap AKBP Dony di hadapan peserta apel.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Paguyuban Transportasi Online Subang Raya yang selama ini konsisten menjaga ketertiban. Sebagai timbal balik, Polres Subang berkomitmen melanjutkan program sosial Makan Siang Gratis bagi para ojol yang telah berjalan rutin sebulan terakhir.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pejabat utama (PJU) Polres Subang dan para Kapolsek. Keseriusan ini menunjukkan bahwa kemitraan dengan komunitas ojol bukan sekadar seremonial, melainkan strategi nyata mewujudkan keamanan bersama.

Dinkes Pastikan Subang Nol Kasus ‘Flu Power’, Warga Diminta Tetap Waspada

Subang aman Flu Power

Kabar melegakan datang dari sektor kesehatan Kabupaten Subang di tengah isu merebaknya penyakit “Flu Power”. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan bahwa hingga saat ini, wilayah Subang masih berstatus aman dan belum ditemukan satu pun warga yang terindikasi terjangkit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, menyampaikan konfirmasi tersebut secara resmi pada Selasa (20/1/2026). Meskipun situasi terkendali, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi masuknya penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

Menurut dr. Dwinan, masyarakat perlu memahami gejala klinis yang menyertai penyakit ini agar bisa melakukan deteksi dini. Tanda-tandanya meliputi demam tinggi, flu berat, batuk intens, hingga rasa sakit yang menyiksa pada tenggorokan.

Ia menjelaskan bahwa meski terlihat mirip dengan influenza pada umumnya, dampak yang dirasakan tubuh pasien cenderung lebih parah. Perbedaan intensitas gejala inilah yang menjadi ciri khas utama untuk membedakannya di lapangan.

“Sebenarnya sih sama saja, cuman kalau kita terserang penyakit flu power itu, lebih berat dibandingkan dengan flu biasa,” jelas dr. Dwinan.

Dinkes Subang berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kesehatan di masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik berlebihan, namun tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan paling efektif.

Tinjau Koperasi di Subang, Wakapanglima TNI: Jangan Saingi Pedagang Kecil

Kunjungan Wakapanglima TNI di Subang

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Selasa (20/1/2026). Kehadiran Jenderal bintang empat ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik bangunan koperasi yang menjadi bagian dari program strategis nasional. Inisiatif ini merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot ekonomi kerakyatan serta mewujudkan swasembada pangan di daerah.

Selain mengecek lokasi secara langsung, rombongan juga memantau progres pembangunan di Desa Jati, Kecamatan Compreng, melalui sambungan konferensi video. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh titik pengerjaan berjalan sesuai standar dan jadwal yang telah ditentukan.

Dalam arahannya, Jenderal Tandyo memberikan catatan penting mengenai operasional koperasi ke depannya. Ia mewanti-wanti agar keberadaan fasilitas baru ini tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil atau UMKM di sekitarnya.

“Jangan menyaingi yang sudah berjualan. Harus diajak kolaborasi,” tegas Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan instruksi.

Ia berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi mitra strategis yang melayani kebutuhan masyarakat sekaligus merangkul pelaku usaha lokal. Dengan pola kolaborasi, ekosistem ekonomi di Subang diharapkan tumbuh semakin kuat tanpa ada pihak yang merasa tersingkirkan.

Material Tambang Langka, Komisi III DPRD Subang Serap Aspirasi Forum Arus Bawah

Audiensi DPRD Subang kelangkaan tambang

Subang – Kelangkaan material tambang yang melanda Kabupaten Subang memantik respons serius dari wakil rakyat. Komisi III DPRD Kabupaten Subang langsung menggelar audiensi terbuka bersama Forum Arus Bawah di Ruang Rapat DPRD, Selasa (20/1/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait sulitnya mendapatkan pasokan material proyek di lapangan. Massa dari Forum Arus Bawah mendesak adanya solusi konkret agar aktivitas pembangunan, baik proyek pemerintah maupun swasta, tidak terhambat akibat krisis bahan baku ini.

Dalam audiensi tersebut, Komisi III DPRD Subang menampung seluruh keluhan yang disampaikan. Forum diskusi berjalan dinamis dengan fokus utama mencari jalan keluar agar distribusi material tambang kembali lancar tanpa menabrak regulasi yang berlaku.

Langkah cepat DPRD ini diharapkan mampu mengurai benang kusut persoalan tambang di Subang. Sinergi antara legislatif dan elemen masyarakat menjadi kunci untuk memastikan roda pembangunan daerah tetap berputar di tengah tantangan ketersediaan material.

Jejak Uang Palsu Pasuruan Berujung di Subang, Polisi Bongkar Rumah Produksi Lintas Provinsi

Sindikat uang palsu Pasuruan Subang

Suarasubang.com – Aksi coba-coba WH (31) membelanjakan uang palsu di sebuah warung di Desa Winong, Kabupaten Pasuruan, menjadi awal petaka bagi sindikatnya. Unit Reskrim Polsek Gempol yang bergerak cepat tak hanya meringkus pelaku, tetapi juga berhasil membongkar jaringan kakap hingga ke sarangnya di Subang, Jawa Barat.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, dalam keterangannya pada Selasa (20/1/2026), mengungkapkan bahwa penangkapan WH membuka kotak pandora jaringan ini. Pengembangan kasus segera dilakukan hingga polisi berhasil menciduk MF (35) dan RG, dua pemasok utama yang beroperasi di wilayah Jawa Timur.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan uang palsu karena ini sangat merugikan masyarakat kecil dan stabilitas nilai mata uang kita,” tegas AKBP Harto mengapresiasi kinerja anggotanya.

Pengejaran petugas akhirnya bermuara di sebuah lokasi di Kabupaten Subang. Di sana, polisi menggerebek rumah produksi dan menangkap LSH (53), pria yang berperan sebagai otak sekaligus pencetak uang palsu. Barang bukti berupa laptop, mesin printer khusus, hingga puluhan lembar uang palsu siap edar pecahan seratus ribu rupiah berhasil diamankan.

Kepada penyidik, LSH mengaku telah menjalankan bisnis haram tersebut selama delapan bulan. Uang palsu hasil cetakannya diketahui telah didistribusikan ke berbagai wilayah, mulai dari Pasuruan, Jombang, Bandung, hingga menyeberang ke Lombok.

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan ekonomi. Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran uang palsu demi menjaga keamanan transaksi masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Recent Posts