Beranda blog Halaman 1446

Raperda Pesantren Kota Banjar Bakal Jadi Kado Hari Santri 

Finalisasi-Raperda-Pesantren-Kota-Banjar.jpg

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pansus XXVI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar, Jawa Barat, tengah merampungkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pesantren.

Saat ini Raperda tersebut masuk tahap finalisasi. Rencananya Raperda Pesantren bakal menjadi kado di momen Hari Santri pada 22 Oktober mendatang.

Ketua Pansus XXVI DPRD Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, mengatakan, Raperda penyelenggaraan pesantren tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap finalisasi dan telah disepakati dalam pembahasan antara pemerintah dan DPRD.

Pansus DPRD juga mendorong bBagian Hukum Setda Kota Banjar dan Sekretaris Daerah secepatnya mengirim draf Raperda penyelenggaraan pesantren ke provinsi untuk fasilitasi.

Sehingga, Raperda bisa diparipurnakan sebelum momen peringatan Hari Santri sebagai kado untuk para santri dan pondok pesantren.

“Raperda pesantren minggu ini tepatnya hari Selasa besok, dikirim ke provinsi untuk difasilitasi. Kami harap bisa menjadi kado terindah untuk para santri,” kata Gunawan Abdul Jawad kepada HR Online, Senin (11/10/2022).

Adapun substansi Raperda penyelenggaraan pesantren tersebut menegaskan peran pemerintah dalam memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan pondok pesantren.

Dukungan tersebut antara lain fasilitas kelembagaan pesantren yang bisa diakses melalui dana hibah dan fasilitas penunjang lainnya. Seperti bantuan operasional pesantren, hal itu ditegaskan dalam Pasal 22 ayat 3 dan 4.

Baca Juga: Paripurna DPRD Kota Banjar Sempat Panas Gegara Raperda Pesantren

Diharapkan dengan adanya Raperda penyelenggaraan pesantren ruh dari undang-undang pesantren betul-betul bisa memberikan spirit pada pesantren serta elemen yang ada di dalamnya.

“Dengan adanya Raperda tersebut lembaga pesantren dapat menjalankan fungsinya sebagai fungsi pendidikan dan dakwah. Termasuk juga fungsi sosial kemasyarakatan,” jelasnya.

Inti Raperda Pesantren Kota Banjar

Wakil Ketua Pansus XXVI, Mujamil, menambahkan, pihak Pansus sudah clear melakukan pembahasan dengan ketua pondok pesantren. Raperda penyelenggaraan pesantren tersebut sudah dilakukan finalisasi.

Menurutnya, inti dalam Raperda tersebut dalam Pasal 22 yakni, pesantren harus mendapat pendanaan anggaran dari pemerintah daerah. 

Pendanaan tersebut, bisa berupa hibah, bantuan sosial dan atau bantuan operasional santri. Adapun besarannya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Intinya seperti itu. Target tadi ditekankan ke bagian hukum karena tadi kan sudah finalisasi agar secepatnya fasilitasi ke provinsi. Keinginan pesantren bisa menjadi kado saat Hari Santri,” Ujarnya. 

“Semoga nanti bisa tercapai. Kalaupun belum bisa ditetapkan menjadi Perda setidaknya kami dari DPRD sudah mengusahakan,” katanya menambahkan. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Jalan Desa dan 2 Rumah di Pangandaran Tertimbun Longsor

Jalan-desa.jpg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Jalan Desa Pamotan yang menuju Desa Ciawitali dan Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran tertutup material longsor sepanjang 100 meter, Senin (10/10/22).

Tak hanya menutup jalan, longsor yang berada di Kampung Dukuh Dusun Pamotan itu juga menimpa 2 rumah hingga rusak parah.

Meski tidak ada korban jiwa, namun longsor yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu menimbulkan kerugian materi bagi korban, yakni pemilik rumah.

Solihin (39) salah satu keluarga korban mengatakan, dua rumah yang tertimpa longsor itu merupakan kediaman bapak dan kakaknya.

Beruntung, saat kejadian keluarganya itu mendengar suara longsor dan langsung menyelmatkan diri.

“Harta benda juga tertimbun material longsor. Beruntung semuanya selamat,” ujarnya.

Baca juga: Masjid di Pangandaran Ambruk Setelah Gempa Cilacap

Selain rumah, lanjutnya, ada juga bangunan madrasah yang tertimpa longsor meski tidak mengalami kerusakan.

Solihin menyebut jalur yang tertutup tersebut sangat penting, karena menjadi akses warga ketika di wilayah Pamotan terendam banjir.

“Tentu saja kami harap jalan ini segera bersih dari material longsornya, termasuk juga pemerintah bisa membantu para korban,” imbuhnya.

Pantauan HR Online, meski sudah ada alat berat yang berada di lokasi, namun karena medan yang cukup berat sehingga membutuhkan eksavator yang lebih besar. (Mad/R6/HR-Online)

BPBD Kota Banjar Bantu Pencarian Korban Terseret Arus Sungai Cibaruyan 

Pencarian-korban-terseret-arus-sungai-Cibaruyan.jpg

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Upaya pencarian korban terseret arus air di Sungai Cibaruyan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluas hingga ke Sungai Citanduy pada Senin (10/10/2022).

Diketahui identitas korban terseret arus Sungai Cibaruyan, itu bernama Endang Setiawan (50), warga Desa Sukaheuning, Kecamatan Sukaheuning, Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelumnya, korban dikabarkan hendak melintas di Jalan Raya Cihaurbeuti, namun ia terseret arus sungai hingga tenggelam pada hari Jumat (7/10/2022) lalu.

Kali ini petugas gabungan dari tim SAR Pos Tasikmalaya, BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kota Banjar, Tagana, PMI, RAPI, Polisi, dan Iregana Tasikmalaya, melakukan pencarian dimulai dari tikungan Bungseng, lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja.

Baca Juga: Air Sungai Citanduy Kembali Meluap, BPBD Kota Banjar Imbau Warga Tetap Waspada

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi, melalui Kasi Darlog Yudi Andiana mengatakan, pencarian korban hari ini memasuki hari keempat.

“Hari ini kita membantu melakukan pencarian korban terseret arus Sungai Cibaruyan. Korban diketahui bernama Endang Setiawan, warga Kabupaten Tasikmalaya,” kata Yudi Andiana, Senin (10/10/2022).

Ia menjelaskan, petugas gabungan memperluas pencarian dengan melakukan penyisiran di Sungai Citanduy hingga Bendungan Manganti, menggunakan perahu karet.

“Ada tiga tim yang melakukan penyisiran melalui jalur air di Sungai Citanduy. Tim pertama turun di Lingkungan Cikadu, tim kedua di daerah Randegan. Kemudian disambung dari jembatan pelangi Langensari, hingga Bendungan Manganti,” jelasnya.

Baca Juga: Seorang Pemotor Hilang, Diduga Terseret Arus Selokan di Cihaurbeuti Ciamis

Lebih lanjut, Yudi menambahkan, dari hasil pencarian Endang Setiawan, korban terseret arus sungai tersebut masih belum membuahkan hasil.

“Pencarian hari keempat ini masih nihil, korban belum bisa ditemukan. Kita akhiri sampai sekarang dan akan dilanjutkan besok,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Startup Sampingan Umumkan Wajah Baru Lewat Staffinc?

wp-1665404353339.jpg

review1st.com – Mengawali usia ke-4, Startup Sampingan mengumumkan nama barunya, Staffinc yang dapat merepresentasikan bisnis perusahaan dengan lebih baik.

Perubahan nama ini merupakan tonggak sejarah yang menandai perkembangan bisnis perusahaan sejak didirikan pada 2018.

Perusahaan mengawali bisnisnya sebagai on-demand platform yang memberdayakan pekerja lapangan dengan menghubungkan mereka kepada beragam pekerjaan.

Kini perusahaan telah berevolusi menjadi sebuah layanan tenaga kerja yang inklusif yang melayani kebutuhan staffing seperti rekrut dan mengelola karyawan secara digital sekaligus menjadi platform penyedia kerja bagi para pekerja di Indonesia. 

“Di awal mula berdiri, misi kami adalah memberdayakan pekerja dengan memberikan mereka akses ke beragam pekerjaan termasuk part-time dan full-time agar mereka dapat mendapatkan penghasilan.

“Di sisi lain, kami pun berupaya menjadi solusi ketenagakerjaan yang terpercaya bagi rekan bisnis. Persepsi ini telah lekat di mata publik selama kami berdiri.

“Namun, seiring berjalannya waktu, bisnis kami bertumbuh termasuk pada layanan staffing secara digital serta penyediaan solusi outsource untuk bisnis.

“Dengan demikian, nama Sampingan kami rasa sudah tidak lagi merepresentasikan bisnis yang kami jalani saat ini.

“Maka, kami memutuskan untuk mengganti nama dan logo kami menjadi Staffinc, sebuah nama yang erat kaitannya dengan aktivitas bisnis kami saat ini dan kedepannya tetapi tetap sesuai dengan visi serta misi utama perusahaan,” ujar Wisnu Nugrahadi, CEO dan Co-Founder Staffinc.

Staffinc sendiri diambil dari kata staffing, yang menggambarkan proses penempatan tenaga kerja sesuai dengan bidang keahliannya. Staffinc merepresentasikan solusi untuk ketenagakerjaan digital yang selama ini dilakukan oleh Sampingan.

Wisnu melanjutkan “Staffinc diharapkan dapat menyampaikan identitas bisnis kami dalam bacaan pertama. Penamaan Staffinc sendiri dikemas secara profesional namun tetap mempertahankan unsur-unsur branding sebelumnya seperti kemiripan logo dan juga warna, untuk memastikan nilai serta semangat yang tertanam sejak Sampingan didirikan tetap hadir dalam Staffinc.”

Selain nama perusahaan, beberapa aplikasi yang dimiliki juga berganti nama. Aplikasi Sampingan berubah menjadi Staffinc Jobs, sebuah platform yang dapat dimanfaatkan pencari kerja untuk mencari pekerjaan mulai dari full-time hingga part-time.

Sementara itu, aplikasi Kerjaan yang dapat digunakan pekerja untuk melaporkan kehadiran, memenuhi tugas, dan mendapatkan gaji mereka, semuanya di satu tempat menjadi Staffinc Work.

Perkuat Bisnis Sistem SDM Lewat Staffinc Suite

Selain fokus pada layanan digital staffing, Staffic juga memperkuat lini bisnis yang bergerak di bidang platform sumber daya manusia (SDM) di bawah nama Staffinc Suite.

Berbeda dengan platform SDM kebanyakan yang fokus mengatur proses SDM pada tenaga kerja kantoran, Staffinc Suite merupakan platform SDM digital yang dirancang untuk memberikan transparansi dan fleksibilitas pada kegiatan operasional SDM yang bervolume tinggi dan dilakukan secara harian, contohnya kurir dan sales promotor.

Chief Product Officer dan Co-Founder Staffinc Dimas Pramudya mengatakan “Awalnya, platform SDM kami tergabung dalam layanan yang ditawarkan oleh Sampingan (sekarang Staffinc).

“Namun, seiring berjalannya waktu, kami melihat adanya kebutuhan di pasar untuk menggunakan platform pengelolaan secara terpisah.

“Selain itu, kami menyadari belum banyak penyedia platform SDM yang dapat membantu perusahaan mengelola secara keseluruhan kegiatan operasional tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Kami menangkap peluang untuk membantu perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pengelolaan tenaga kerja lapangan secara mandiri dan digital dengan memperkuat lini bisnis sistem SDM di bawah Staffinc Suite.”

Dimas melanjutkan ada perbedaan kebutuhan SDM antara pekerja kantoran dan pekerja lapangan. “Kita ambil contoh, untuk pekerja kantoran, gaji dilakukan secara bulanan dan evaluasi kinerja dilakukan setiap enam bulan sekali.

Selain itu, absensi juga tidak terlalu mempengaruhi kinerja dan gaji. Hal ini berbeda dengan pekerja lapangan di mana absensi, dan sistem shift perlu dimonitor secara tepat dan mempengaruhi keseluruhan kinerja.

Sistem gajian pun juga dihitung berdasarkan tugas yang dikerjakan dan kehadiran sehingga dapat dibayarkan secara bulanan, mingguan bahkan harian. Oleh karenanya, kami merancang Staffinc Suite untuk mengakomodasi kebutuhan ini.”

Staffinc Suite memiliki total sembilan fitur yang difokuskan untuk mengelola kegiatan operasional SDM para pekerja lapangan hanya dalam satu platform dengan beberapa keunggulan utama seperti menyederhanakan proses perekrutan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, memudahkan serta memastikan keakuratan proses absensi, hingga mempercepat proses penggajian dengan sistem yang otomatis.

Chief Commercial Officer dan Co-Founder Staffinc Margana Mohamad berharap kehadiran Staffinc Suite dapat mempertegas posisi ekosistem Staffinc sebagai solusi tenaga kerja bagi seluruh bisnis.

“Selama ini, Sampingan telah bermitra dengan lebih dari 1 juta pekerja dan membantu lebih dari 150 perusahaan untuk mendigitalisasi setiap langkah operasional SDMnya guna mencapai efisiensi bisnis yang optimal.

“Dengan nama baru ini kami akan terus berinovasi menghadirkan berbagai cara pintar untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi berbagai industri dan di sisi lain memberikan dampak positif bagi para pekerja lapangan agar dapat lebih berdaya, sesuai dengan visi misi awal kami,” tutup Margana.

Ramai Plesiran Saat Defisit, Ternyata Bupati Subang dan Rombongan Kunjungi Tulungagung

Bupati-Subang20221010_201221.jpg

MEDIAJABAR.COM, TULUNGAGUNG – Ramai dituding plesiran padahal Subang dalam kondisi defisit. Ternyata Bupati H. Ruhimat bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulungagung.

Bupati Subang H. Ruhimat didampingi ketua TP PKK Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulungagung, dalam rangka studi banding terkait manajemen Rumah Sakit ke RUSD Dr. Iskak Tulungagung. Senin (10/10/2022).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang Best Practice Manajemen layanan kesehatan di RSUD dr. Iskak, melihat berbagai inovasi layanan dan administrasi yang telah diterapkan di RSUD Tulungagung, serta melakukan benchmarking (perbandingan) standar layanan.

Hal yang diharapkan dari Kunjungan kerja tersebut adalah untuk mendapatkan informasi tentang keberhasilan RSUD dr. Iskak dalam melakukan pengembangan sistem manajemen kelas dunia, mendapatkan inspirasi dam motivasi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan di RSUD Subang, serta menjajagi kerjasama alih keterampilan dan teknologi dalam bingkai sister hospital antar RSUD.

Kegiatan diawali kunjungan ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo M.M didampingi pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si, Ketua DWP Kabupaten Subang Hj. Siti Nuraeni Nuroni, Direktur RSUD Subang dr. Ahmad Nasuhi serta jajaran RSUD Subang.

Setelah berbincang-bincang terkait berbagai hal, salah satunya terkait berbagai inovasi yang ada di RSUD, acara dilanjutkan menuju ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

DPRD Subang Panggil PTPN VIII Terkait Aktivitas PT Tiga Asa Bestari

dprd-subang-dan-PTPN-VIII.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – DPRD Kabupaten Subang memanggil management PTPN VIII, Senin (10/10/2022).

Pemanggilan dilakukan terkair aktivitas pemanfaatan lahan perkebunan eks HGU di Blok Halimun Kecamatan Ciater yang dilakukan PT Tiga Asa Bestari.

Pertemuan pihak PTPN VIII dengan Komisi 3 DPRD Subang berlangsung di Ruang Rapat Bamus DPRD Subang.

Pertemuan rapat dihadiri Ketua Komisi 3 DPRD Subang Dang Agung, Direktur PTPN VIII beserta jajarannya, anggota Komisi 3 DPRD, serta OPD terkait.

Ketua Komisi 3 DPRD Subang, Dang Agung, mengatakan, rapat tersebut membahas PT Tiga Asa Bestari yang sudah melakukan kegiatan di Blok Halimun Kecamatan Ciater pada beberapa waktu lalu.

Dang Agung menyebut, setelah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak, ternyata PT Tiga Asa ini belum punya izin lengkap. Sehingga dalam rapat itu disepakati bahwa perusahaan itu dilarang menjalankan kegiatan apapun dilokasi lahan, sebelum semua perizinan selesai.

“Ternyata setelah kita klarifikasi, PT Asa hanya baru melakukan izin prinsip. Dan hasil rapat tadi disepakati jika baru izin prinsip, itu tidak dibolehkan melakukan kegiatan di lapangan, baik perataan lahan dan sebagainya,” ujarnya.

“Selanjutnya pihak PTPN VIII juga sepakat dengan kita untuk membentuk tim singkronisasi agar kejadian seperti yang dilakukan PT Asa ini tidak terulang kembali dikemudian hari,” kata Dang Agung.

“Kita Komisi 3 berkomitmen untuk menjaga lingkungan, meskipun kedepan nanti ada perusahaan-perusahaan yang ingin memanfaatkan lahan perkebunan Ciater. Kita dan OPD-OPD terkait seperti Dinas LH, DPMPTSP, PUPR, sudah bersepakat memberhentikan sementara kegiatan PT Asa sebelum tuntas semua proses perizinannya,” tegas politisi muda PDIP ini.

Humas PTPN VIII Bandung, Adi, mengkonfirmasi soal rapat antara manajemen PTPN VIII dengan DPRD Subang. Adi mengungkap, rapat menghasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya, akan dibuat tim bersama antara PTPN 8, Pemda dan DPRD Subang untuk mengawal perihal perjanjian kerjasama (PKS).

Rapat juga menyepakati untuk memberhentikan sementara kegiatan kerjasama pemanfaatan lahan antara PTPN VIII dengan perusahaan mitra sebelum izin terbit.

“Rapat juga sepakat memberhentikan sementara kegiatan kerjasama sebelum ijin untuk PKS nya terbit,” tutur Adi.

Adi juga memastikan kegiatan PT Tiga Asa di kawasan hutan Blok Puncak Halimun Kecamatan Ciater, diberhentikan, sebelum selesai perizinannya.

Kendati begitu, terkait perjanjian kerjasama (PKS) pemanfaatan lahan yang sudah terlanjur diterbitkan oleh pihak PTPN VIII kepada perusahaan-perusahaan mitra, Adi mengaku hal tersebut tidak dibahas.

“Tadi tidak sempat membahas kesitu,” pungkasnya.

Laka Tunggal di Jalan Raya SIndangkasih Ciamis, Pemotor Tewas Usai Injak Jalan Berlubang

Laka-Tunggal-di-Jalan-Raya-SIndangkasih-Ciamis-Pemotor-Tewas-Usai-Injak-Jalan-Berlubang.jpg

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang pemotor meregang nyawa, usai alami kecelakaan tunggal di jalan raya nasional, tepatnya di Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jabar, Senin (10/10/2022) pukul 17.30 WIB.

Korban bernama Indra Wirana (34) warga Dusun Awisari Desa Cikoneng. Pada kejadian itu, salah satu anggota DPRD Ciamis Yogi Permadi ikut membantu menolong korban.

Saat kejadian, Yogi dalam perjalan pulang menuju ke rumahnya di Sukaraja. Di perjalanan, ia melihat korban sudah tersungkur dan hanya beberapa orang yang menolong.

Ia pun turun dari kendarannya lalu membantu menolong korban, hingga membawanya ke Puskesmas terdekat.

“Namun saat sampai di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Yogi mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban mengalami kecelakaan usai sepeda motornya melintasi jalan berlubang.

“Katanya, pemotor ini menginjak jalan berlubang, kemudian langsung terjatuh dan tersungkur ke tengah jalan,” ujar Anggota DPRD asal Sindangkasih dari Partai PDIP ini. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Pesan Nanang Permana Saat Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Jelegong dan Cigayam Ciamis

Pesan-Nanang-Permana-Saat-Hadiri-Peringatan-Maulid-Nabi-di-Jelegong-dan-Cigayam-Ciamis.jpg

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua DPRD Ciamis, Jawa Barat, H Nanang Permana menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Jelegong Kecamatan Cidolog, Sabtu (9/10/2022) malam.

Selain di Jelegong, Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis ini juga hadir di acara yang sama di Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar.

Pada kesempatan itu, Nanang Permana mengatakan, sejarah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW berawal dari Sultan Salahuddin Al Ayyubi, panglima perang Dinasti Mamluk pada abad ke 11.

Saat itu, Salahuddin menggelar acara perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW secara besar-besaran, untuk membangkitkan semangat umat islam dalam membela agama.

“Semangat atau ghirah ini yang juga harus tetap kita jaga, umat islam harus bersatu,” ujar Nanang.

Nanang juga mengajak kepada masyarakat, untuk senantiasa mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Rasulullah SAW adalah teladan yang sempurna.

“Insyaallah, dengan meneladani Rasulullah SAW, hidup kita akan damai, terjauh dari fitnah, saling tuduh dan saling menjelekan,” katanya.

Sejatinya lanjut Nanang, hadirnya agama islam itu agar manusia lebih dekat dengan Sang Pencipta, Allah SWT.

“Islam itu untuk kedamaian bukan untuk perang,” pungkasnya.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi di Desa Jelegong dan Cigayam berlangsung lancar. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Jalan Penghubung Maleber-Sadananya Ciamis Ambles, Akses Dialihkan

IMG_20221010_093636_YR92CvZC88_glwNRWOi9y.jpeg

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Jalan penghubung Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis ambles dan juga bolong. Pemerintah langsung melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, Senin (10/10/2022).

Akibat amblesnya jalan kabupaten tersebut, jalan menuju Kecamatan Sadananya dan sebaliknya menggunakan Jalan Bojonghuni.

Berdasarkan pantauan HR Online, persimpangan Kelurahan Maleber tepatnya Jalan Siliwangi menuju arah Kecamatan Sadananya dilakukan penutupan dan dialihkan ke jalan Bojonghuni.

Begitu juga arah sebaliknya, dari arah Simpang Sukajadi ke arah Sedekan lalu menuju Jalan Bojonghuni dan keluar k Jalan Siliwangi lalu ke Perkotaan Ciamis.

Kepala DPUPRP Ciamis Andang Firman mengatakan untuk jalan ambles saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan. Adapun penyebab terjadinya jalan tersebut ambles karena ada saluran pembuangan irigasi yang usianya sudah tua.

“Saluran air itu tergerus air, dan sehingga jalan itu ambles. Kemudian lama-lama jadi bolong besar,” katanya.

Baca Juga: Gorong-gorong Jalan Desa Pusakasari Ciamis Ambles, Sumbat Pasokan Air

Menurutnya, jalan penghubung yang ambles tersebut kondisinya sudah cukup parah. Setelah mendapatkan laporan dari pihak Kelurahan Maleber, kemudian DPUPRP Ciamis langsung melakukan survei.

“Kami kemudian anggarkan untuk perbaikan itu dari anggaran APBD sebesar Rp 195 juta,” tuturnya.

Sementara untuk perbaikan sendiri dengan memasang box culvert sebanyak 7 buah dengan lebar yaitu 1,5 meter. Hal tersebut sebagai upaya agar proses perbaikan jalan itu tidak begitu lama.

“Saat ini jalan tersebut ditutup dulu dialihkan ke jalan Bojonghuni. Paling lama itu 2-3 hari. Tapi mudah-mudahan saja cuaca mendukung sehingga bisa secepatnya selesai,” jelasnya.

Andang menambahkan saluran pembuangan air atau Sekung itu sudah tua. Pembangunannya juga tidak memakai besi. Kondisinya saat ini sudah lapuk dan tergerus air.

“Perbaikan harus segera kami lakukan mengingat Jalan ini merupakan jalan ramai. Nanti setelah box culvert itu sudah terpasang jalan sudah dilalui. Mudah-mudahan saja bisa secepatnya selesai,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Dua Founder Startup Wakili Indonesia Menangkan Gelar Wirausaha Bergengsi Dunia

VIDA_product_sign_meta.jpg

review1st.com – Indonesia terus tumbuh menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, yang didorong transformasi digital besar-besaran di berbagai sektor industri.

Akan tetapi, perkembangan tersebut dibayangi oleh tantangan kesenjangan akses dan kebutuhan layanan onboarding yang cepat, aman, dan legal di dunia digital.

Kehadiran identitas digital seperti sertifikat elektronik tak hanya menjadi representasi legal masyarakat di dunia digital yang diakui hukum Indonesia, namun juga dapat meningkatkan skala ekonomi digital lewat tumbuhnya berbagai layanan digital populer yang kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.

Peran dari penggunaan identitas digital dalam membantu interaksi dan transaksi digital baru-baru ini diakui organisasi gerakan kewirausahaan global Endeavour.

Sati Rasuanto dan Gajendran Kandasamy, dua pendiri dari VIDA, perusahaan penyedia identitas digital asal Indonesia, baru saja terpilih sebagai Endeavour Entrepreneur (EE) nomor 81 dan 82 dalam 60th Virtual Local Selection Panel (LSP) yang diberikan oleh Endeavour Indonesia.

Endeavour sendiri merupakan sebuah komunitas global yang memfokuskan upayanya untuk membangun ekosistem kewirausahaan melalui gerakan high-impact entrepreneurship. 

Menanggapi penghargaan tersebut, Sati menjelaskan harapannya agar gelar ini tak hanya dapat menginspirasi founder lainnya, namun meningkatkan dampak ekonomi serta sosial yang dihadirkan oleh teknologi identitas digital.

CEO & Co-Founder VIDA, Sati Rasuanto menjelaskan “Dalam beberapa tahun terakhir, VIDA terus memperkuat posisinya sebagai penyedia identitas digital asal Indonesia yang telah diakui oleh pemain global.

“Di balik pertumbuhan tersebut, kami terus memastikan bahwa misi kami sejak berdiri terus dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Indonesia, mulai dari kemudahan mengakses layanan keuangan secara digital, bekerja remote secara mudah, hingga memperoleh layanan kesehatan dan asuransi secara mudah.”

Bergabungnya Sati dan Gajendran menyusul founder VIDA lainnya yakni Niki Luhur yang telah terpilih menjadi EE pada pada bulan Oktober 2012 di International Selection Panel Endeavour Global ke 45 di Istanbul, Turkey.

Didirikan pada tahun 2018 oleh Niki Luhur, Sati Rasuanto, dan Gajendran Kandasamy, VIDA menyediakan layanan identitas digital yang aman bagi partner bisnis dan masyarakat.

Berbekal lisensi penuh sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) berinduk di bawah Kementerian Komunikasi Informatika Republik Indonesia serta beragam akreditasi global lainnya seperti WebTrust dan ISO27001, VIDA hadirkan layanan kelas dunia seperti tanda tangan elektronik tersertifikasi, layanan verifikasi identitas online, dan produk autentikasi lainnya. 

Produk VIDA telah digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia melalui berbagai layanan digital lintas industri seperti jasa keuangan, e-commerce, transportasi, telekomunikasi dan juga kesehatan.

Memanfaatkan keahlian yang mendalam dari sisi keamanan informasi, VIDA berperan penting dalam mendukung tumbuhnya rasa percaya (trust) bagi ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh setiap harinya.

Hal ini dilakukan dengan peran strategis VIDA sebagai trusted partner yang menjembatani antara pengguna dan penyedia layanan digital populer yang digunakan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Chief Product & Information Officer (CPIO) & Co-Founder VIDA Gajendran Kandasamy menambahkan “Peran VIDA selama ini sebagai trusted partner bagi para pelaku teknologi terkemuka di Indonesia maupun global menunjukkan pentingnya digital trust yang selama ini dibawa VIDA dalam berbagai layanannya.

“Prinsip 4S kami yakni Speed, Scale, Secure, dan Social Impact serta Beyond Compliance yang dibawa oleh VIDA dalam operasional perusahaan, kami yakini menjadi kunci pertumbuhan perusahaan dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun ini, yang kedepannya akan terus memperteguh posisi serta dampak sosial kami di berbagai industri di Indonesia.” 

Trust memiliki peran penting di ekosistem digital bahkan di kalangan akar rumput sekalipun, yang perannya terus tumbuh di kala pandemi.

Pada tahun 2021, VIDA bekerja sama dengan Kementerian Koperasi & UKM Republik Indonesia dan beberapa partner seperti Grab dan BGR Logistics untuk mendukung digitalisasi bagi ratusan ribu UMKM dan warung tradisional.

Layanan VIDA mendukung para UMKM dan warung tradisional melalui proses autentikasi dan verifikasi agar mereka dapat menjadi bagian dari ekosistem digital dengan lebih mudah, aman, cepat, serta legal.

Peran kepercayaan masyarakat pada layanan digital atau digital trust yang dihadirkan industri identitas digital di Indonesia semakin krusial, terlebih pasca pandemi.

Sebanyak 48 persen perusahaan Indonesia mengalami peningkatan kerugian dari tahun ke tahun akibat fraud yang sering diakibatkan oleh ketidakmampuan untuk mengenali konsumen.

Sejumlah studi terkemuka juga menunjukkan bahwa pemanfaatan identitas digital tak hanya dapat menciptakan nilai ekonomi setara dengan 3-13 persen Produk Domestik Bruto (PDB) di beberapa negara di tahun 2030, namun juga mendorong penghematan industri keuangan hingga USD 237 juta (3,4 triliun Rupiah) dalam 10 tahun mendatang.

Recent Posts