Beranda blog Halaman 144

Subang Siap Terapkan Rumah Panggung: Solusi Cerdas Atasi Banjir dan Lindungi Lingkungan

Subang Siap Terapkan Rumah Panggung: Solusi Cerdas Atasi Banjir dan Lindungi Lingkungan

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan rumah panggung dan penataan perumahan guna mengatasi banjir serta menjaga kelestarian lingkungan. Kebijakan ini merupakan hasil pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada 12 Maret 2025.

Langkah Strategis Atasi Banjir dengan Hunian Ramah Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan perumahan harus selaras dengan keseimbangan alam. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kesalahan dalam perencanaan infrastruktur telah memperburuk dampak banjir di banyak wilayah. Oleh karena itu, semua pembangunan di masa depan harus mengutamakan konsep tahan bencana dan ramah lingkungan.

“Kami tidak bisa terus-menerus menghadapi banjir akibat perencanaan yang keliru. Pembangunan harus berorientasi pada mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem,” ujar Sirait. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang merusak lingkungan melalui kebijakan perumahan yang tidak berkelanjutan.

Rumah Panggung: Solusi Tepat untuk Kawasan Rawan Banjir

Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah pengembangan rumah panggung, terutama di wilayah rawan banjir seperti Subang, Karawang, dan Bekasi. Konsep ini telah terbukti efektif di beberapa daerah di Indonesia, termasuk proyek percontohan yang sukses diterapkan di Muara Angke, Jakarta Utara, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Kementerian PKP juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat realisasi proyek ini. Dukungan dari sektor swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan rumah panggung bagi masyarakat terdampak.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Penataan Hunian

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik kebijakan ini dan menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengeluarkan regulasi tegas terkait larangan pembangunan di kawasan rawan bencana, termasuk lahan persawahan dan perkebunan.

“Kami akan memastikan tidak ada lagi pembangunan yang mengancam keseimbangan lingkungan dan memperburuk risiko bencana,” tegasnya.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menambahkan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan di Subang utara, terutama bagi permukiman di bantaran sungai.

“Kami akan menata ulang kawasan perumahan agar tidak ada lagi rumah yang berdiri di atas lahan persawahan. Ini selaras dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan hunian yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Bupati Sumedang, Bupati Purwakarta, dan Bupati Majalengka. Mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan perumahan berbasis mitigasi bencana sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Dengan penerapan rumah panggung dan penataan permukiman yang lebih bijak, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga Subang dan sekitarnya.

Tambang Ilegal di Subang Terbongkar, Puluhan Hektare Lahan Rusak

Tambang Ilegal di Subang Terbongkar, Puluhan Hektare Lahan Rusak
Foto: Ilustrasi

SUBANG – Sebuah praktik pertambangan ilegal terungkap di Desa Rancaasih, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Eksploitasi tanpa izin ini merusak puluhan hektare lahan, memicu tindakan tegas dari kepolisian setempat.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa pihaknya tak akan ragu menindak segala bentuk pelanggaran hukum. “Kegiatan ini tidak hanya merugikan negara tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan,” ujar Ariek dalam konferensi pers pada Selasa (11/3/2025). Dalam kesempatan itu, polisi menghadirkan seorang tersangka berinisial JLY (55), yang diketahui merupakan pengusaha pertambangan.

Eksploitasi Tanpa Izin

Investigasi mengungkap bahwa tambang tersebut hanya memiliki izin eksplorasi, bukan produksi atau eksploitasi. Namun, aktivitas penambangan tanah merah tanpa izin tetap dilakukan sejak Januari 2025.

“Kasus ini bermula dari temuan aktivitas penambangan ilegal pada 26 Januari 2025. Luas lahan yang dieksploitasi mencapai 22 hektare, padahal izin eksplorasi mereka hanya 3,41 hektare,” ungkap Ariek. Artinya, sekitar 18,59 hektare telah dieksploitasi tanpa dasar hukum yang sah.

Hasil tambang berupa tanah merah dijual secara langsung kepada pembeli perorangan dengan harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per rit kendaraan. Dengan jumlah yang dipasarkan, keuntungan yang diperoleh tersangka ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman

Dalam penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen perizinan, daftar transaksi, serta dua unit ekskavator yang digunakan untuk kegiatan penambangan.

Tersangka dijerat Pasal 158 dan/atau Pasal 160 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Kasus Serupa Sebelumnya

Polres Subang sebelumnya telah menertibkan sejumlah perusahaan pertambangan ilegal. Namun, mereka tidak dikenakan sanksi pidana karena material tambangnya digunakan untuk proyek strategis nasional.

Menanggapi hal ini, PT Suryacipta Swadaya menegaskan bahwa pihaknya tidak menggunakan tanah dari luar kawasan dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Subang Smartpolitan. “Kami memanfaatkan sumber daya yang tersedia di kawasan kami sendiri, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” kata Head of Sales & Tenant Relations Suryacipta Swadaya, Binawati Dewi.

Kapolres Subang Salurkan 150 Paket Beras untuk Warga Cipeundeuy

Kapolres Subang Salurkan 150 Paket Beras untuk Warga Cipeundeuy
Foto: tintahijau.com

Subang, TINTAHIJAU.COM – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, membagikan 150 paket beras kepada warga di Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat, pada Rabu (12/3/2025).

Penyaluran bantuan ini berlangsung di lokasi pabrik mobil listrik di Desa Sawangan, setelah acara deklarasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Secara simbolis, paket beras diserahkan kepada perangkat desa untuk didistribusikan kepada warga yang berhak menerima.

“Sebanyak 150 paket beras diberikan kepada warga kurang mampu di tiga desa,” ujar AKBP Ariek Indra Sentanu, didampingi Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan.

Setiap penerima mendapatkan satu kilogram beras yang dikemas dalam kantong plastik. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan warga, terutama dalam menyambut bulan Ramadan.

“Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban mereka,” tambah Kapolres.

Es Krim Diduga Sebabkan Keracunan, Kafe Warjo Subang Tak Miliki SLHS!

Es Krim Diduga Sebabkan Keracunan, Kafe Warjo Subang Tak Miliki SLHS!
Foto: Ilustrasi

Subang – Sepuluh orang mengalami dugaan keracunan setelah menikmati es krim saat buka puasa bersama di kafe WARJO Subang. Ironisnya, kafe tersebut ternyata tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang seharusnya menjadi standar wajib bagi tempat pengolahan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, dr Maxi, S.H, M.H.Kes, mengungkapkan bahwa dari sepuluh korban, empat di antaranya merupakan orang dewasa, sementara enam lainnya adalah anak-anak. Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi es krim di kafe tersebut.

Menindaklanjuti laporan ini, tim Dinkes Subang segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Sayangnya, tidak ditemukan sampel es krim baik di lokasi maupun di klinik tempat pasien dirawat.

“Sampel sudah tidak ada karena telah dibersihkan. Para pasien mencurigai es krim sebagai penyebabnya karena teksturnya yang mencair, berbeda dari biasanya yang lebih padat,” ujar dr Maxi, Rabu (12/03/2025).

Saat ini, dari sepuluh korban, dua orang masih menjalani perawatan di klinik. Selain itu, dalam proses pemeriksaan, terungkap fakta mengejutkan bahwa kafe WARJO Subang ternyata tidak memiliki SLHS.

“Saya cukup kaget, warung sebesar itu ternyata belum memiliki SLHS. Padahal, tempat pengolahan pangan wajib memiliki sertifikat ini. Tanpa SLHS, kafe tersebut berada di luar pengawasan resmi Dinkes Subang,” tegas dr Maxi.

Dinkes Subang berencana berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti kasus ini. Namun, kewenangan pemberian sanksi berada di tangan Satpol PP.

Sebagai langkah pencegahan, dr Maxi mengimbau seluruh pengelola tempat pengolahan pangan, termasuk restoran, kafe, hotel, kantin, warteg, depot air minum, dan jasa boga, untuk segera mengurus SLHS.

“Dinkes Subang siap memberikan pelatihan selama dua hari dan melakukan inspeksi lokasi guna memastikan keamanan serta kualitas pangan yang disajikan kepada pelanggan,” pungkasnya.

Bupati Subang Dorong Budaya Membaca untuk Masa Depan Cerah

Bupati Subang Dorong Budaya Membaca untuk Masa Depan Cerah
Bupati Subang Reynaldi Saat Menemui Para Pelajar SD dan SMP Yang Berkunjung Ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

Subang – Pekan Literasi Kabupaten Subang menjadi momentum penting bagi peningkatan budaya membaca di kalangan pelajar. Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi dan Sekda Asep Nuroni, mengunjungi Perpustakaan Daerah pada Selasa (11/3/2025). Acara ini dihadiri oleh siswa dari berbagai sekolah, termasuk SDN Pagaden, SDN Sompi, SDN Dr. Samsi, dan SMP 5 Subang.

Dalam kunjungannya, Bupati dan rombongan meninjau fasilitas perpustakaan, seperti Pojok Baca Digital, ruang multimedia, serta area baca. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pelajar yang tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, mengungkapkan bahwa PT Dahana dan Bank Subang turut berkontribusi dalam acara ini dengan membagikan 200 paket makanan bergizi bagi anak-anak. Sebanyak 150 paket berasal dari PT Dahana, sementara 50 lainnya disediakan oleh Bank Subang.

Yeni juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Subang. Sebelumnya, IPLM berada di angka 46, yang masuk dalam zona merah. Namun, tingkat kunjungan perpustakaan meningkat dari 27 ribu pada tahun 2023 menjadi 40 ribu di tahun 2024. Target tahun 2025 pun ditetapkan lebih ambisius, yakni 60 ribu kunjungan per tahun, dengan tren positif yang sudah terlihat sejak Januari dan Februari.

Dalam sambutannya, Bupati Subang menekankan bahwa membaca adalah kunci membangun generasi muda yang produktif. Ia mengajak para pelajar untuk menanamkan kebiasaan membaca sebagai modal masa depan.

“Saya ingin adik-adik di sini menjadi game changer. Mulailah membaca dengan niat yang kuat karena masa depan dibentuk dari apa yang kita lakukan hari ini,” ujar Kang Rey.

Bupati juga meminta Dinas Perpustakaan untuk secara rutin mengundang anak-anak SD dan SMP, terutama dari daerah pelosok, agar semakin banyak pelajar yang mengenal dan memanfaatkan perpustakaan. Selain itu, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan koleksi buku guna menciptakan lingkungan membaca yang nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey berbagi pengalamannya yang menunjukkan betapa pentingnya membaca bagi kesuksesan seseorang.

“Saat kuliah, saya lebih sering membaca buku dibanding hanya mendengarkan materi. Buku adalah jendela dunia yang membuka wawasan, memberi referensi, dan membentuk pemikiran kita,” tuturnya.

Ia berharap perpustakaan daerah dapat menjadi daya tarik literasi, tidak hanya bagi masyarakat Subang, tetapi juga dari luar daerah melalui berbagai inovasi dan program literasi.

PT DAHANA Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Yayasan Al Muzakki

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim binaan Yayasan Al Muzakki, Majasari, Subang. Kegiatan ini berlangsung pada 11 Maret 2025 dan disambut hangat oleh Ketua Yayasan, Ustadz Deden Abiwarga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT DAHANA, khususnya Direktorat Teknologi & Pengembangan, atas kepeduliannya kepada kami. Bantuan ini sangat berarti, mulai dari bedah panti, santunan, hingga berbuka puasa bersama. Semoga PT DAHANA semakin berkah di bulan Ramadhan ini,” ujar Ustadz Deden.

Sebanyak 50 anak yatim piatu menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan. Ini merupakan bagian dari komitmen sosial PT DAHANA dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan.

Selain santunan, PT DAHANA juga mengadakan program renovasi panti asuhan. Berbagai perbaikan dilakukan, termasuk pengecatan bangunan, penggantian pintu kamar mandi, serta penyediaan tempat tidur, kasur, dan bantal baru bagi penghuni panti. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan anak-anak yatim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT DAHANA, Yusep Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dalam mendukung anak-anak yatim adalah bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban adik-adik di sini dan membawa kebahagiaan menjelang Ramadhan. Sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilakukan bersama, akan berdampak besar bagi generasi penerus bangsa,” ungkap Yusep.

Salah satu santri penerima santunan, Lina Sintia, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia berharap PT DAHANA terus maju dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Terima kasih PT DAHANA atas santunan dan perbaikan tempat tinggal kami. Bantuan ini sangat berguna dan membuat kami lebih nyaman. Semoga PT DAHANA semakin berkembang dan membawa berkah,” kata Lina.

DAHANA Gelar Program MAGRIB: Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

DAHANA Gelar Program MAGRIB: Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan menggelar program MAGRIB (Makanan Gratis Berbuka Puasa). Kegiatan ini berlangsung di beberapa titik keramaian di Subang pada Selasa, 11 Maret 2025. Melalui inisiatif ini, DAHANA membagikan takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan.

Ketua Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DAHANA, Eman Suherman, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Selain meringankan beban dalam mempersiapkan berbuka, program ini juga mempererat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas sekitar.

“Berbagi takjil di bulan Ramadan sudah menjadi agenda rutin insan DAHANA. Semoga program ini membawa manfaat bagi penerima maupun karyawan yang terlibat. Mari kita jadikan Ramadan ini penuh berkah untuk semua,” ujar Eman.

Menariknya, takjil yang dibagikan dalam program MAGRIB berasal dari UMKM sekitar. Langkah ini tidak hanya membantu masyarakat yang berpuasa, tetapi juga memberdayakan para pelaku usaha kecil dengan menyerap produk mereka.

Program MAGRIB DAHANA merupakan bagian dari rangkaian Harmoni Ramadan 2025. Selain berbagi takjil, kegiatan ini mencakup program Masjid Berseri, bantuan untuk marbot dan pengurus masjid, perbaikan fasilitas ibadah, santunan anak yatim, hingga program mudik gratis.

Keterlibatan generasi muda DAHANA menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan ini. Eman berharap, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial dapat diwariskan kepada generasi penerus perusahaan bahan peledak ini. Dengan berpartisipasi langsung, mereka dapat memahami pentingnya kolaborasi dan berbagi dengan masyarakat.

“Sebagai BUMN yang menjunjung tinggi nilai AKHLAK, kami ingin menanamkan semangat kepedulian kepada generasi muda DAHANA. Harapannya, mereka terus memiliki jiwa sosial tinggi dan siap berkontribusi untuk kemajuan bersama,” pungkas Eman.

Subang Genjot Minat Baca Anak, Target Kunjungan Perpustakaan 60 Ribu di 2025

Subang Genjot Minat Baca Anak, Target Kunjungan Perpustakaan 60 Ribu di 2025
Foto: tintahijau.com

Subang – Subang tengah menargetkan peningkatan minat baca masyarakat, terutama anak-anak, dengan harapan kunjungan ke Perpustakaan Daerah mencapai 60 ribu pada tahun 2025. Tren positif ini didorong oleh berbagai program literasi yang terus digalakkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Subang.

Lonjakan Kunjungan Perpustakaan

Pada tahun 2023, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Subang tercatat 27 ribu. Angka ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 40 ribu pada 2024. Kepala Disarpus Subang, Yeni Nuraeni, menyampaikan bahwa target tahun 2025 ditetapkan lebih ambisius, yakni 60 ribu kunjungan dalam setahun.

“Sejak Januari hingga Februari 2025, perpustakaan telah mencatat sekitar 6 ribu kunjungan per bulan. Kami optimis tren ini terus meningkat,” ujar Yeni dalam acara Pekan Literasi Kabupaten Subang, Selasa (11/3/2025).

Selain meningkatkan jumlah pengunjung, Disarpus juga berupaya memperbaiki Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Subang yang sebelumnya masih berada di zona merah dengan angka 46.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, turut hadir dalam Pekan Literasi dan meninjau berbagai fasilitas perpustakaan, seperti Pojok Baca Digital, ruang multimedia, serta area baca. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini.

“Membaca adalah kunci bagi generasi muda yang produktif. Saya harap adik-adik yang hadir di sini bisa menjadi game changer dengan membiasakan membaca. Mulai sekarang, tentukan ingin menjadi apa di masa depan, karena kebiasaan hari ini akan menentukan kesuksesan besok,” ungkapnya.

Bupati juga menginstruksikan Disarpus untuk lebih aktif mengundang siswa SD dan SMP dari berbagai daerah di luar Kota Subang agar lebih banyak yang mengenal dan memanfaatkan perpustakaan. Selain itu, fasilitas dan koleksi buku akan terus ditingkatkan guna memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Inspirasi dari Kang Rey

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey membagikan kisah pribadinya tentang bagaimana kebiasaan membaca membentuk cara berpikir dan kepemimpinannya.

“Saat kuliah, saya lebih sering membaca buku daripada hanya mendengarkan materi. Buku adalah jendela dunia yang memberi kita wawasan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Maka, saya mengajak anak-anak muda Subang untuk lebih banyak membaca dan menjadikan buku sebagai referensi utama dalam kehidupan,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Subang optimis dapat mencapai target peningkatan literasi dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar yang lebih hidup dan inspiratif.

Evaluasi dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Subang Didesak DPR

Evaluasi dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Subang Didesak DPR
Foto: Deretan mobil terparkir di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (money.kompas.com)

suarasubang.com – Pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur guna mendukung program pembangunan nasional. Namun, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai ada beberapa proyek yang perlu dievaluasi karena ketidaktepatan dalam perencanaannya. Ia menyoroti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan Kawasan Industri Subang Smartpolitan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum optimal dalam mendukung konektivitas industri dan logistik.

Kawasan Industri Subang Smartpolitan sendiri memiliki luas 2.717 hektar dan mulai dibangun pada 2020. Dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), proyek ini telah menyedot anggaran Rp 5 triliun pada tahap pertama dan dijadwalkan beroperasi pada 2024.

Namun, dalam kunjungannya baru-baru ini, Bambang Haryo mengungkapkan bahwa industri belum masuk ke kawasan tersebut, bahkan infrastruktur dasarnya masih belum siap.

Integrasi yang Dinilai Tidak Efektif

Rencana integrasi Subang Smartpolitan dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati juga dipertanyakan. Jarak kawasan industri ini ke Pelabuhan Patimban sekitar 60 kilometer dan ke Bandara Kertajati mencapai 80 kilometer. Menurut Bambang, jarak sejauh ini membuat biaya transportasi logistik menjadi mahal dan kurang efisien. Idealnya, kawasan industri seharusnya berlokasi maksimal lima kilometer dari pelabuhan agar lebih hemat biaya dan waktu.

“Jika terlalu jauh, pelaku industri akan enggan beroperasi di sana karena ongkos logistik yang tinggi. Saya belum melihat adanya perusahaan yang berminat masuk ke kawasan ini,” ungkapnya.

Pelabuhan Patimban Belum Siap Beroperasi

Selain kawasan industri, kesiapan Pelabuhan Patimban juga menjadi sorotan. Hingga kini, pelabuhan yang dirancang untuk menangani peti kemas dan kendaraan bermotor itu belum memiliki crane untuk bongkar muat.

Padahal, pembangunan pelabuhan ini terbagi dalam tiga tahap, dengan target kapasitas mencapai 3,75 juta TEUs pada tahap pertama (2018-2021), 5,5 juta TEUs pada tahap kedua (2022-2025), dan 7 juta TEUs pada tahap ketiga.

“Tanpa crane, bagaimana kapal logistik bisa bersandar? Akibatnya, banyak industri masih mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok. Ironisnya, hingga awal 2024, anggaran pembangunan Patimban sudah hampir mencapai Rp 40 triliun, tetapi belum bisa beroperasi sebagaimana mestinya,” tegas Bambang.

Desakan Evaluasi dan Percepatan Pembangunan

Dengan besarnya dana yang telah digelontorkan, Bambang Haryo meminta pemerintah segera mengevaluasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur ini. Jangan sampai proyek strategis nasional justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat optimal bagi industri maupun perekonomian nasional.

“Kawasan Industri Subang Smartpolitan sudah menelan dana APBN Rp 5 triliun, tetapi belum menunjukkan progres signifikan. Begitu pula dengan Pelabuhan Patimban yang masih jauh dari harapan. Jika tidak segera dievaluasi, proyek-proyek ini berisiko mangkrak,” pungkasnya.

Subang Bentuk Warga Peduli AIDS, Asep Nuroni Tekankan Peran Masyarakat

Subang Bentuk Warga Peduli AIDS, Asep Nuroni Tekankan Peran Masyarakat
Foto: lampuhijau.co.id

Subang – Kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS semakin diperkuat dengan pembentukan Warga Peduli AIDS di Kecamatan Subang. Inisiatif yang digagas oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang ini mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., yang hadir langsung dalam acara tersebut pada Selasa, 11 Maret 2025, di Kantor Kecamatan Subang.

Dalam sambutannya, Asep Nuroni mengapresiasi langkah KPA dalam membentuk komunitas yang peduli terhadap pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Menurutnya, isu ini bukan sekadar masalah medis, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, termasuk stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.

“HIV/AIDS bukan hanya tantangan kesehatan, tetapi juga tantangan sosial. Data menunjukkan peningkatan kasus di berbagai daerah, sehingga keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan,” ujar Asep.

Dengan adanya program ini, ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam edukasi, pendampingan, serta menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Mewujudkan lingkungan yang inklusif dan mendukung, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama.

“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan penyebaran HIV/AIDS. Kita berharap program ini membawa manfaat nyata bagi pelayanan publik dan kehidupan sosial di Kabupaten Subang,” tambahnya.

Asep juga menegaskan bahwa semangat kepedulian terhadap HIV/AIDS harus terus berlanjut dengan aksi nyata di masyarakat, bukan hanya berhenti pada seremoni pembentukan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BP4D, Kabag Kesra, Camat Subang, Korwil Pendidikan Kecamatan Subang, Kementerian Agama Kabupaten Subang, serta seluruh lurah se-Kecamatan Subang. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi dalam upaya menanggulangi HIV/AIDS secara komprehensif.

Recent Posts