Beranda blog Halaman 1408

Sejumlah PKL Jalan Hamara Efendi Kota Banjar Tolak Relokasi Tahap 2

PKL-Jalan-Hamara-Efendi.jpg

harapanrakyat.com,- Sejumlah PKL jalan Hamara Efendi yang rencananya akan dimasukan dalam proses relokasi tahap kedua oleh Pemkot Banjar menolak untuk pindah ke tempat relokasi, yaitu kawasan jalan kantor pos.

Mereka menolak rencana relokasi tahap kedua tersebut dan meminta kepada pemerintah kota agar melakukan rembug bareng dengan para pedagang.

Salah seorang pedagang Erwin Purnama mengatakan, pihaknya akan mendukung kebijakan pemerintah jika penataan ataupun perbaikan area trotoar di sepanjang kawasan jalan Hamara Efendi supaya lebih menarik.

Tetapi, para pedagang tidak setuju dan akan menolak ketika proses relokasi tersebut dengan cara memindahkan para pedagang ke kawasan jalan kantor pos.

“Kami setuju kalau perbaikan agar lebih menarik,” kata Erwin, Minggu (23/10/22).

Alasan PKL Jalan Hamara Efendi Menolak Relokasi

Alasan penolakan relokasi tersebut, kata Erwin, karena beberapa tahun yang lalu para pedagang di lokasi tersebut juga pernah direlokasi ke kawasan kantor pos.

Akan tetapi, lanjutnya, karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan para pedagang tersebut akhirnya kembali lagi berjualan ke jalan Hamara Efendi.

Baca juga: PKL Jalan Hamara Efendi Kota Banjar Pasrah Direlokasi

Selain itu, relokasi tersebut akan mempengaruhi omzet penjualan para PKL.

Menurutnya sejauh ini keberadaan PKL berdampak positif pada peningkatan omzet penjualan toko di kawasan tersebut.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah kota mendengarkan aspirasi para pedagang dan minta agar ada rembug bersama terkait rencana relokasi tahap kedua tersebut,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Didi Sukardi dan Erni menambahkan, mereka berujar seharusnya penataan trotoar tersebut di lokasi yang lain yang lokasi jalannya lebih memadai.

Hal itu, karena menurutnya kawasan jalan Hamara Efendi merupakan lokasi strategis berdekatan dengan pasar Banjar dan pusat keramaian lainnya.

“Intinya PKL tidak setuju. Kita nggak akan mau pindah. Kami juga sudah koordinasi dengan pedagang yang lain. Pertokoan di sini juga tidak keberatan karena mereka terbantu dengan keramaian yang ada,” ujarnya.

“Seharusnya pemerintah justru memberikan pembinaan kepada PKL untuk memasarkan produk dan memberikan fasilitas agar produk-produk lebih laku. Bukan memindahkan kami,” katanya menambahkan.

Sudah Ada Sosialisasi

Sementara itu, menurut salah seorang penjaga toko di kawasan jalan Kantor Pos, Arif, sejauh ini untuk area pertokoan sudah pernah ada sosialisasi untuk relokasi pedagang jalan Hamara Efendi.

Akan tetapi, menurutnya tidak semua tempat untuk relokasi, hanya sebagian saja.

Ia menjelaskan, bagian tersebut adalah sebelah utara dari arah simpang 4 Makin. Untuk sebelah selatan informasinya sudah penuh oleh pedagang yang lain.

“Sudah pernah ada pemberitahuan. Cuma itu kayaknya tempatnya sebelah utara saja, sebelah selatan sudah penuh. Dari toko tidak apa-apa, cuman mintanya kalau jualan grobaknya tidak boleh ditinggal,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Puslabfor Bareskrim Polri Olah TKP Pendopo Walikota Banjar Pasca Kebakaran

Puslabfor-Bareskrim-Polri.jpg

harapanrakyat.com,- Puslabfor Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di Gedung Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal tersebut untuk mencari titik terang atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada hari Jumat (21/10/2022) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Sekda Kota Banjar Ade Setiana mengatakan, olah TKP tersebut menindaklanjuti dari pemeriksaan sebelumnya oleh Polres Kota Banjar.

Baca juga: Update Kebakaran Pendopo Kota Banjar, Polisi Periksa 6 Saksi

“Ini tindak lanjut olah tempat kejadian perkara oleh petugas kepolisian dari Polres Banjar. Sebelumnya sudah,” kata Ade Setiana, Minggu (23/10/2022).

Menurutnya, atas dasar laporan dari Polres Banjar, Tim Puslabfor Bareskrim Polri datang untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan data yang ada di lokasi.

“Mabes Polri merespons atas laporan dari Polres Banjar terhadap kejadian di Pendopo, maka petugasnya langsung datang hari ini untuk mengambil data atau bukti yang akan menjadi titik terang,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Ade Setiana, sampai saat ini belum ada titik terang mengenai orang yang akan bertanggung jawab atas peristiwa kebakaran itu.

“Belum ada titik terang, kan sekarang baru pemeriksaan. Nanti kita tunggu hasilnya. Kemudian terkait kerugian yang sudah kita hitung untuk bangunan sekitar Rp 200 juta dan mebeler sekitar Rp 50 juta,” paparnya.

Tim Puslabfor Bareskrim Polri mulai melakukan penyelidikan di lokasi kejadian sekitar pukul 15.34 sampai 16.17 WIB. Terlihat petugas mengambil sejumlah sampel dari serpihan kayu yang terbakar.

Sebelumnya, Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo menyampaikan, Tim Puslabfor akan melakukan penyelidikan terkait kebakaran di Pendopo Walikota Banjar.

“Ke depan kita akan melakukan kegiatan pemeriksaan dari Laboratorium Forensik untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran,” kata Bayu Catur Prabowo, Sabtu (22/10/2022).

Lanjut Bayu, sebelumnya Tim Inafis Polres Banjar telah mengumupulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya korek api kayu, sepatu pria.

“Ada beberapa barang bukti dari lokasi yang sudah kita amankan untuk kepentingan penyelidikan,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)

Inisiasi Program CSR “Telkomsel Jaga Bumi”

wp-1666526573116.jpg

review1st.com – Mempertegas posisi sebagai  perusahaan telekomunikasi digital terkemuka  di Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk selalu hadir terdepan dalam menghadirkan dampak positif bagi bangsa melalui berbagai inovasi perusahaan yang merupakan proses bisnis berkelanjutan  melalui  pemanfaatan seluruh aset teknologi terdepan dan ekosistem digital yang dimiliki .

Penerapan bisnis berkelanjutan turut menjadi perhatian utama Telkomsel pada setiap proses bisnis yang dijalankan, karena diperlukan usaha yang terus-menerus dengan skala berimbang dan proporsional guna menjamin masa depan lingkungan hidup dan manusia secara harmonis.

Untuk mengukuhkan komitmen tersebut, Telkomsel kini menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang bertajuk “Telkomsel Jaga Bumi”.

Telkomsel Jaga Bumi merupakan salah satu program inisiatif CSR yang Telkomsel hadirkan untuk membuka peluang bagi seluruh masyarakat Indonesia agar dapat terlibat langsung dalam menjaga kelestarian dan masa depan bumi melalui upaya-upaya kolaboratif, sekaligus mendukung program pembangunan berkelanjutan pemerintah Indonesia.

Inisiatif tersebut juga menjadi langkah konkrit Telkomsel sebagai pelaku industri yang menerapkan prinsip berkelanjutan yang mengacu pada prinsip environment, social and governance (ESG) pada setiap proses bisnis perusahaan.

Sebagai langkah awal, Telkomsel berfokus pada isu pengelolaan pengelolaan  sampah  dengan menjalin kolaborasi bersama  platform  PlusTik  untuk mendaur ulang hasil limbah kartu perdana yang berbahan plastik seperti kemasan kartu perdana dan cangkang  simcard  menjadi  produk baru non-tunggal, di antaranya  dudukan smartphone  dan  blok trotoar.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono  mengatakan, “Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, Indonesia masih terus dihadapi oleh permasalahan lingkungan yang mengancam kehidupan di masa depan.

“Tindakan  kolektif yang diperlukannya, melalui upaya dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan strategi dan solusi untuk mencapai tujuan bersama.

Telkomsel sebagai salah satu pelaku industri di Indonesia yang memiliki komitmen dalam menjalankan bisnis secara seimbang dan berkelanjutan berpartisipasi aktif melalui inisiatif  Telkomsel Jaga Bumi  dalam mendukung upaya dalam mengurangi dampak dari masalah lingkungan.

Saki  lebih lanjut menjelaskan “Salah satunya yang menjadi perhatian Telkomsel adalah permasalahan atas dampak pengelolaan sampah plastik.

“Dimana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa pada tahun 2021 total sampah plastik Indonesia mencapai 11,6 juta ton, atau sampah plastik produksi sebesar 17 persen dari total sampah nasional yang mencapai 68 ,5 juta ton.

“Melalui aksi kolaboratif bersama  PlusTik, Telkomsel mengambil langkah terdepan untuk menghadirkan solusi atas masalah plastik di Indonesia.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah Telkomsel dalam membantu pemerintah, sekaligus dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan yang menjadi salah satu pembahasan utama pada forum G20.”

Founder dan CEO  PlusTik  Reza Hasfinanda menambahkan  , “Kami sangat senang sekali ketika Telkomsel mengajak  PlusTik  berkolaborasi untuk mengelola sampah plastik, terutama sampah bermateri plastik dari produk Telkomsel sendiri yaitu limbah hasil kemasan dan cangkang kartu perdananya.

Sementara yang lain sibuk menyelesaikan masalah botol plastik, ini menunjukkan bahwa Telkomsel benar-benar peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah plastik yang mereka hasilkan.”

Melalui kolaborasi bersama  PlusTik  dalam permasalahan  pengelolaan limbah , Telkomsel berupaya menghadirkan solusi untuk setiap limbah plastik yang dihasilkan dari kartu perdana bekas pakai, baik itu kemasan maupun cangkang simcard dari Telkomsel dan seluruh  provider  yang ada di mitra  outlet reseller  Telkomsel akan melakukan ulang menjadi  non single baru  menggunakan produk.

Telkomsel terlebih dahulu akan mengumpulkan dan mendata jumlah sampah plastik dari limbah kartu perdanabekas pakai maupun yang dikumpulkan pada setiap periode tertentu.

Sampah plastik tersebut akan diambil oleh  PlusTik  untuk didaur ulang menjadi sejumlah produk seperti pemegang smartphone  dan  blok trotoar.

Hasil daur ulang pemegang smartphone  akan didukung kembali ke  outlet-outlet  reseller  dan digunakan untuk  smartphone  yang mereka  display .

Kemudian untuk produk  blok trotoar  yang dihasilkan akan digunakan oleh Telkomsel sebagai bahan untuk kebutuhan renovasi maupun pembangunan fasilitas gedung baru di masa mendatang.

Dengan langkah tersebut, Telkomsel menerapkan konsep  ekonomi sirkular  dalam program  pengelolaan sampah  tersebut, dengan menggunakan sumber daya, bahan baku maupun produk yang dapat digunakan ulang selama mungkin, dan menghasilkan sampah atau limbah seminimal mungkin.

PlusTik  sendiri merupakan sebuah  startup  yang memiliki tujuan untuk mengurangi sampah plastik rendah nilai tanpa dipilah dari tempat pembuangan akhir (TPA) dan menggunakan sampah plastik rendah nilai tersebut untuk dijadikan barang baru yang tidak digunakan sekali.

PlusTik  kini beroperasi di TPA Galuga Bogor dan mengambil sampah plastik rendah hingga 5 ton perharinya.

Upaya Telkomsel dalam menghadirkan inovasi dan proses bisnis yang berkelanjutan guna menjaga kestabilan lingkungan hidup akan terus dikembangkan untuk berbagai permasalahan yang berdampak pada lingkungan.

Minimal akan ada dua inisiatif lainnya yang dalam waktu dekat akan turut diimplementasikan sebagai bagian dari program  Telkomsel Jaga Bumi.

Kedua inisiatif tersebut di antaranya berkaitan dengan upaya penyeimbangan nilai emisi  (carbon offset)  dan digitalisasi kawasan hutan  mangrove .

Telkomsel Jaga Bumi menjadi salah satu bukti bahwa setiap proses bisnis  yang berjalan di Telkomsel dapat beriringan dengan pelestarian lingkungan yang tidak boleh dikesampingkan.

Melalui upaya-upaya ini, kami berharap dapat menjadi penggerak penggerak bagi banyak perusahaan di Indonesia untuk menciptakan proses bisnis yang seimbang dan berkelanjutan dengan terus peduli terhadap lingkungan.

Kami ingin mendorong seluruh masyarakat untuk bergerak bersama Telkomsel, mari bantu jaga bumi demi keberlangsungan masa depan kita semua,” pungkas  Saki.

Satgas TMMD Subang Kebut Pembangunan Rumah Rohadi

IMG-20221023-WA0048.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -115, Kodim 0605 Subang hari ini Minggu (23/10/2022) menggenjot pembangunan Rutilahu milik Rohadi di wilayah RT 13/RW 05 Dusun II Kp. Ciwaru Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati, kabupaten Subang.

Dan SSK kapten Inf. Alexgro mengatakan bahwa satgas TMMD ke 115/kodim 0605 Subang telah bahu membahu dalam melaksanakan pembangunan rutilahu tersebut.

“Insyaallah kita kebut pelaksanaan pembangunannya, kiranya nanti Bapak Rohadi yang saat ini rumahnya sedang di renovasi setelah rumahnya di bangun kembali, bisa lebih baik lagi menempati rumah nya dan bisa berkesempatan menghuni rumahnya lebih layak lagi untuk keluarga nya.,”ungkapnya.

Rohadi warga yang telah direhab rumahnya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada satgas TMMD ini yang telah peduli akan warga Desa Jalupang,

“Mudah-mudahan seluruh satgas TMMD yang sedang melaksanakan tugasnya di berikan kelancaran dan kesehatan dalam tugasnya, “ungkap Rohadi.

Geekzwolf, Game Asal Indonesia Besutan Ranggaswara Prasetya

wp-1666520181563.jpg

review1st.com – Bermain game adalah hal yang hampir disukai semua orang, baik yang muda hingga yang tua. Namun sekarang bermain game sudah menjadi profesi yang diidamkan semua orang.

Ya, kapan lagi bermain game, bersenang-senang tapi bisa mendapat penghasilan yang ternyata tidak sedikit.

Gamers Indonesia bahkan sudah banyak yang mampu menghasilkan ratusan juta dari bermain game.

Sebut saja Zuxxy, Pro Player PUBG mobile yang meraih titel Esports Mobile Player of The Years di Esports Awards 2020 ini berhasil mendapatkan Rp 3 Miliar dari kehebatannya bermain.

Nah, sekarang tidak hanya pro player yang bisa mendapatkan uang dari bermain game.

Buat kita gamer-gamer yang skillnya masih berkembang juga ternyata bisa mendapatkan jutaan rupiah dari bermain game.

Inilah kelebihan dari blockchain game.Salah satunya adalah Ahmad Nurodin atau sering di sapa Odi, dengan bergabung menjadi salah satu gamer di Geekzwolf, Odi yang saat ini masih menjadi mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 5 juta sebulan dari bermain blockchain game.

Sebagai mahasiswa, mengisi waktu luang sambil bermain game dan mendapat penghasilan tambahan, adalah hal yang di idam-idamkan, ditambah mencari kerja untuk mahasiswa yang belum lulus saat ini tidaklah mudah.

Lebih dari itu sejak bergabung dengan Geekzwolf, Odi juga mendapatkan pengetahuan lebih banyak lagi tentang dunia blockchain dan web 3.0 games, yang ternyata banyak peluang yang bisa didapatkan.

Geekzwolf sendiri merupakan gaming hub yang dibentuk oleh Rangga Prasetya dan Budi Susilo , serial entrepreneur yang sudah ada di Indonesia startup scene lebih dari 8 tahun, di perusahaan teknologi seperti GO-JEK, Bukalapak dan Desty.app.

“Saya terkenang masa-masa bekerja di GO-JEK yang dimana solusi yang kami ciptakan dapat meningkatkan ratusan ribu kehidupan driver, saya merasa Geekzwolf memiliki potensi yang sama”, Tutur Rangga Prasetya, CEO dan founder Geekzwolf.

Ada apa selanjutnya dengan Geekzwolf?

Geekzwolf akan segera meluncurkan aplikasi ‘Geekzwolf Arena’, yang akan menjadi gaming hub untuk membantu jutaan gamers di Indonesia.

Saat ini hanya sedikit gamer Indonesia yang sudah mencicipi enaknya blockchain games, karena memang tidak mudah untuk masuk ke ekosistem ini, mulai dari perlu modal yang terbilang cukup besar, prosesnya yang ribet harus memiliki decentralized wallet, serta decentralized exchange, dan juga semua bahasanya masih dalam bahasa inggris.

Tapi tenang, hal ini akan jadi lebih mudah dengan hadirnya Geekzwolf.

Geekzwolf memberikan pembuatan web3 wallet yang sangat mudah hanya dengan alamat email, user tidak perlu repot untuk menghafal seed phrase yang rentan sekali hilang.

Setelah memiliki wallet, user atau gamer bisa mendaftar menjadi scholars play-to-earn (Istilah untuk gamer dipinjamkan aset NFT gaming, lalu bagi hasil) di partner guild yang sudah bekerjasama dengan Geekzwolf atau mengikuti quest dari partner game studio dan mendapatkan token kripto serta NFT gratis.

Kabar baik selanjutnya, setelah mendapatkan token kripto atau NFT, user Geekzwolf juga dengan mudah dapat melakukan swap, yang bisa ditarik ke akun bank masing-masing. Saat ini prosesnya panjang dan ribet.

Gimana? Sangat mudah kan dengan Geekzwolf?

Tidak hanya akses mudah ke blockchain gaming, gamers juga dapat mengikuti turnamen dari top game favourite mereka seperti PUBG, Mobile Legend, Valorant, Free Fire dan lainnya yang semua statistik pertandingan gamers dari turnamen tersebut juga akan disimpan dan nantinya akan menjadi bukti kejagoan gamer yg dilihat oleh team esport, blockchain gaming guild, dan brand.

Geekzwolf pada awal tahun ini mendapatkan pendanaan tahap awal dari akselerator startup global, Antler.co, dan saat ini Geekzwolf sudah memiliki lebih dari 500 gamer yang mendaftar sebagai beta waitlist.

Geekzwolf fokus ke pasar Indonesia – kenapa? Apa yang membuat Indonesia spesial?

Indonesia adalah negara dengan populasi gamer terbesar nomor 3 di dunia, dengan total 116 juta.

Rata-rata tiap gamer menghabiskan 10 jam per minggu, atau 120 jam per tahunnya dengan bermain game.

Untuk memahami besarnya ini, jumlah unique gamer di Axie Infinity, blockchain games terbesar, hanya 8.3 juta.

Namun sayangnya adopsi gamer kita terhadap blockchain gaming masih sangat kecil jika dibanding dengan negara tetangga.

Oleh karena itu, Rangga Prasetya berharap Geekzwolf dapat memperkenalkan dan menyediakan platform untuk mempermudah jutaan gamer Indonesia mendapatkan banyak peluang di ekosistem blockchain gaming.

Satgas TMMD Subang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Masyarakat Mengaku Sangat Terbantu

IMG-20221023-WA0050.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Satgas TNI Manunggal Membanggun Desa (TMMD) ke -15 memberikan pelayanan Kesehatan Gratis kepada Warga Dusun Tenjolaut Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang, Minggu (23/10/2022).

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, Satgas TMMD ke 115, memberikan obat-obatan kepada para masyarakat yang yang di periksa kesehatan nya tersebut.

Komandan Satgas TMMD ke 115, Letkol Inf. Bambang Raditya, melalui Komandan SSK TMMD ke 115, Kapt. Inf. Alexgro Watulaga mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah satu kegiatan non fisik yang dilaksanakan di lokasi TMMD selain pembangunan fisik.

“Tentunya agar Warga masyarakat di Desa Jalupang tetap sehat, kami pun melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, Alhamdulillah antusias warga pun memang sangat baik. Tim Satgas TMMD juga door to door terus melakukan pemeriksaan gratis ke seluruh warga Desa Jalupang,” ujar Kapt. Inf. Alexgro Watulaga.

Sementara itu, Kepala Dusun 1, Wanda Wijaya, mengucapkan terimaksih kepada jajaran TNI dari Kodim 0605/Subang, yang melaksanakan pemeriksaan gratis kepada warga Dusun Tenjolaut.

“Saya mengucapkan terimaksih kepada Satgas TMMD ke 115, yang telah memberikan atau mengadakan pemeriksaan kesehatan secara gratis, tentunya hal ini memang sangat bermanfaat bagi kami warga Dusun Jalupang, kegiatan yang seperti ini yang kami harapkan, sehingga kesehatan warga masyarakat pundapat terjaga dengan baik,” jelas Wanda.

Pengurus KMC Resik Dikukuhkan, Wabup Ciamis: Semoga Jadi Pemimpin Tangguh

IMG_20221023_163832_VM63zKhv4s_zoR0Rgfc2P.jpeg

harapanrakyat.com,- Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengukuhkan pengurus Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) Regional Tasikmalaya atau KMC Resik periode 2022-2023. Pengukuhan digelar di Aula Bappeda Ciamis, Minggu (23/10/2022).

KMC Resik adalah organisasi dengan anggota pelajar dan mahasiswa dari Ciamis yang tengah menuntut ilmu di Tasikmalaya.

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra memberikan motivasi untuk para pengurus KMC Resik supaya mampu menggali potensi yang ada. Mampu mengubah kekurangan jadi kelebihan.

“Menganalisa kelemahan sendiri terkadang sangat sulit. Harapan saya, dari KMC Resik ini bisa menjadi pemimpin yang tangguh,” ujar Yana.

Baca Juga: Wabup Ciamis Ajak Generasi Muda Lestarikan Permainan Tradisional

Yana pun mengingatkan untuk pengurus KMC Resik supaya berani dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Menghadapi kondisi apa pun dan tidak menyerah ketika menghadapi sebuah kegagalan.

“Kalau ingin sukses jangan takut gagal. Orang besar terlahir ketika mampu melalui masa sulitnya,” jelasnya.

Menurut Yana, kepengurusan KMC Resik yang baru tentunya akan mewarnai perjalanan dalam setahun ke depan. Untuk itu, semua pengurus harus kerja sama kolaborasi untuk merealisasikan visi misi organisasi.

“Harapan saya, semua pengurus bisa berkolaborasi untuk mencapai visi misi organisasi,” ungkapnya.

Yana tidak menginginkan setelah pengukuhan pengurus baru ini tidak ada progres selama setahun ke depan. Namun harus ada sebuah pencapaian demi merealisasikan tujuan organisasi.

“Semua dapat berjalan sukses kita semua bekerja. Paling tidak dengan pelantikan ini dapat meningkatkan silaturahmi dan jaringan komunikasi semakin kokoh antar sesama anggota,” jelasnya.

Yana pun menegaskan Pemkab Ciamis senantiasa mendukung dan memperhatikan setiap organisasi termasuk KMC Resik.

“Bagaimana juga anggota KMC ini merupakan warga Ciamis yang harus kita perhatikan. Tentunya akan terus kita dukung keberadaannya,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Mengenal Tradisi Tolak Bala di Bandung Barat, Apakah jika Dilewati Bisa Kesurupan?

Mengenal-Tradisi-Tolak-Bala-di-Bandung-Barat.jpg

Tradisi tolak bala yang hampir semua suku miliki, merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa masyarakat meyakini, tradisi yang terbilang mistis ini bisa membuang atau mengusir sial.

Seperti kita ketahui, bahwa Indonesia memiliki beragam ritual. Salah satunya yang masyarakat Kampung Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat lakukan.

Masyarakat adat setempat mempunyai keyakinan tentang ritual atau tradisi bernama Muka Tutungkusan Tumpeng ini, memiliki beberapa filosofi atau simbolis dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Tradisi Tolak Bala Muka Tutungkusan Tumpeng di Bandung Barat

Masyarakat Kampung Puncaksari meyakini, bahwa tradisi tersebut bisa menjaga tatanan bumi. Selain itu, warga juga percaya bahwa dengan mempertahankan budaya maka bisa mengusir atau tolak bala dari gangguan makhluk halus.

Lantas bagaimana pelaksanaan ritual tolak bala Muka Tutungkusan Tumpeng, yang berlangsung di Kampung Puncaksari?

Akun media sosial Instagram bernama @indozone.id membagikan momen berlangsungnya tradisi tolak bala tersebut. Akun tersebut mengunggah videonya pada Minggu (23/10/2022).

Baca Juga: Tradisi Nyangku di Panjalu Ciamis, Warga Berebut Air ‘Berkah’ Usai Pencucian Benda Pusaka

Dalam tayangan tersebut, memperlihatkan sekelompok masyarakat yang mengenakan pakaian adat sunda. Terlihat, mereka membawa makanan hasil bumi, seperti beras, buah-buahan, dan sayuran yang bersumber dari hasil panen.

Muka Tutungkusan sendiri berarti membuka sesuatu yang dibungkus. Dalam tradisi ini, terdapat nasi tumpeng dan dan makanan hasil bumi lainnya.

Kemudian sajian tersebut warga serahkan kepada pupuhu atau tamu undangan yang turut hadir dalam ritual. Setelah itu, acara selanjutnya adalah joget bersama sebagai simbolis kebahagiaan.

Ketua Padepokan Budi-daya, Jaka Sukarsa mengatakan, bahwa tradisi tolak bala Muka Tutungkusan adalah sebagai rasa bersyukur atas rejeki yang berlimpah.

Baca Juga: Tradisi Jamasan di Ciamis, Ajang Edukasi Masyarakat untuk Lestarikan Budaya

Selain itu, terdapat filosofi yang mesti diterapkan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga alam, melestarikan budaya, dan tolak bala.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika hal itu tidak mereka lakukan, maka bencana akan menimpa desa tempat mereka tinggal. Dan bahkan kerap kali terjadi kesurupan yang menimpa warga.

“Kita melaksanakan tradisi tolak bala ini secara sederhana. Tujuannya hanya untuk bersyukur atas rezeki yang diberi. Selain itu juga untuk menjauhkan hal-hal negatif. Karena di daerah ini masih kental suasana mistis atau magisnya,” katanya. (Revi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

AWS Intip Peluang Bisnis di Indonesia

AWS-Intip-Peluang-Bisnis-di-Indonesia.png

review1st.com – Amazon Web Services, Inc. (AWS), unit usaha Amazon.com, hari ini membagikan temuan dalam sebuah laporan riset terbaru yang menunjukkan bahwa organisasi bisnis di Indonesia yang mampu memanfaatkan kekuatan data, dapat meningkatkan pendapatan bisnis tahunan mereka sebesar rata-rata 13,8%.

Bagi organisasi berskala besar, angka ini setara dengan penambahan pendapatan tahunan sebanyak Rp 650 miliar.

Laporan Demystifying Data 2022 yang diprakarsai oleh AWS dan disusun oleh Deloitte Access Economics, dibuat berdasarkan survei terhadap 523 pejabat senior pengambil keputusan di berbagai organisasi bisnis di Indonesia.

Dalam survei tersebut, diukur kematangan data organisasi responden – yaitu, sejauh mana sebuah organisasi menggunakan data yang mereka hasilkan – menggunakan skala lima angka yang berkisar dari Dasar dan Pemula (Basic and Beginner – strategi data terbatas atau bahkan tidak ada, tidak ada upaya efektif untuk menangkap atau menganalisis data), ke Menengah (Intermediate – strategi data yang berkembang, data dianalisis berdasarkan kebutuhan saja), hingga Tingkat Lanjut dan Penguasaan (Advanced dan Mastery – strategi data yang mencakup seluruh organisasi, dengan tingginya frekuensi pelibatan analitik dalam proses pengambilan keputusan).

Lebih dari separuh (57%) organisasi yang disurvei di Indonesia berkisah bahwa menangkap dan menganalisis data secara efektif dapat menghasilkan peningkatan penjualan dan pendapatan, peningkatan produktivitas (56%), dan memungkinkan inovasi (54%).

Namun, laporan tersebut menemukan bahwa meskipun kian banyak hal yang dapat dilakukan dengan kekuatan data di dunia yang semakin digital ini, ternyata 88% organisasi di Indonesia masih dalam tahap kematangan data Dasar dan Pemula.

Organisasi responden di sektor informasi, media, dan telekomunikasi menempati peringkat tertinggi dalam skala kematangan data, di mana 69% dari organisasi-organisasi ini berada pada level Tingkat Lanjut atau Penguasaan, diikuti oleh organisasi di sektor keuangan dan asuransi (50%), dan perdagangan grosir (50%).

Sebaliknya, organisasi di sektor pendidikan dan pelatihan serta konstruksi memiliki tingkat kematangan data terendah, dengan hanya kurang dari 30% organisasi yang disurvei di sektor industri ini meraih tingkat kematangan data Tingkat Lanjut atau Penguasaan.

Meski jelas terdapat manfaat dari upaya peningkatan kematangan data, banyak organisasi di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam melakukan hal ini.

Hambatan utama yang paling banyak dicetuskan organisasi dalam survei tersebut adalah dalam penggunaan data dan alat-alat serta teknologi analitik (46%), diikuti oleh kurangnya pendanaan (30%).

Kenyataan ini diperburuk dengan adanya pandemi COVID-19, di mana 52% dari pelaku bisnis mengakui bahwa sejak terjadinya pandemi, prioritas utama mereka adalah bagaimana caranya bertahan, dan ini berujung pada berkurangnya sumber daya yang tersedia untuk data dan analitik.

Selain itu, 44% dari organisasi-organisasi ini menyebutkan keamanan dan risiko data sebagai hambatan lain, yang dapat menimbulkan biaya dalam jumlah cukup besar.  

“Seiring dengan meningkatnya investasi organisasi-organisasi ini untuk transformasi digital, tercipta peluang untuk perluasan penggunaan data demi meningkatkan produktivitas, menghasilkan imbal hasil finansial bagi bisnis mereka, serta dampak positif pada ekonomi.

“Meski begitu, berdasarkan riset ini, hanya 5% dari organisasi di Indonesia yang telah melakukan investasi untuk teknologi, talenta dan proses yang dibutuhkan dalam upaya memaksimalkan potensi data yang mereka miliki secara penuh,” papar Rio Ricardo, Direktur Artificial Intelligence & Data, SEA, Deloitte.

“Berinvestasi untuk solusi cloud akan membantu bisnis mempercepat tingkat kematangan data mereka dan memperoleh wawasan berbasis data.

“Faktanya, bisnis yang sudah menggunakan cloud memiliki peluang 60% lebih besar untuk mengalami peningkatan produktivitas sebagai manfaat penggunaan data dan analitik, dibandingkan dengan bisnis yang belum mengadopsi cloud.

“Untuk dapat secara efektif mengubah data menjadi keuntungan bisnis, organisasi harus memiliki peta jalan yang jelas dan praktis sebagai panduan dalam meningkatkan kematangan data, berinvestasi untuk menarik dan mempertahankan talenta, serta memanfaatkan teknologi yang tepat untuk menuai manfaat penuh.”

AWS meluncurkan AWS Data Lab di ASEAN untuk membantu organisasi mengakselerasi kematangan data

Selama satu tahun ke depan, jumlah pekerja Indonesia yang membutuhkan pelatihan keterampilan digital untuk mendukung pekerjaan mereka diproyeksikan meningkat sebanyak 17,2 juta orang, mewakili 13% dari jumlah angkatan kerja Indonesia.

Namun, hampir separuh organisasi di Indonesia (44%) mengeluhkan kurangnya akses ke sumber daya terampil, yang mereka anggap sebagai hambatan dalam mengembangkan kemampuan data dan analitik mereka.

Menurut laporan tersebut, 37% dari organisasi yang disurvei lebih memilih untuk meningkatkan keterampilan karyawan mereka saat ini dan mengembangkan kemampuan data dan analitik mereka, sementara 29% lain memilih mengakuisisi keterampilan dengan merekrut talenta baru.

Kini fokus AWS adalah untuk meruntuhkan berbagai perintang tersebut, dan membantu organisasi dalam menjembatani kesenjangan kematangan data serta meningkatkan keterampilan karyawan mereka dalam hal analitik data.

Guna membantu lebih banyak organisasi mengakselerasi peningkatan kematangan data mereka, AWS hari ini mengumumkan peluncuran AWS Data Lab di ASEAN.

AWS Data Lab adalah program gratis yang mempertemukan pelanggan dengan pakar data AWS untuk memecahkan tantangan data yang kompleks dengan cara yang nyata, menggunakan solusi AWS.

Dalam skema kerja sama ini, Arsitek Solusi dari AWS Data Lab dan pakar layanan AWS akan mendampingi pelanggan dengan memberikan panduan, berbagi praktik terbaik, dan menghilangkan hambatan teknis.

Sebagai hasilnya, pelanggan akan mendapatkan sebuah purwarupa yang sesuai dengan kebutuhan mereka, jalur menuju produksi, dan pengetahuan yang lebih dalam tentang layanan AWS.

AWS Data Lab di ASEAN merupakan bagian dari jaringan lab global termasuk di Australia, Selandia Baru, Brasil, Korea, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.

AWS memiliki komitmen tinggi untuk membantu Indonesia mengatasi kekurangan talenta dengan keterampilan digital dan cloud melalui pendidikan digital. AWS telah melatih lebih dari 300.000 individu di Indonesia dan membekali mereka dengan keterampilan cloud sejak 2017.

AWS menawarkan berbagai kursus digital mandiri seperti Data Analytics Fundamentals (Dasar-dasar Analitik Data) serta sertifikasi yang diakui industri seperti kredensial AWS Certified Data Analytics, yang ditujukan bagi individu yang memiliki pengalaman dan keahlian bekerja dengan layanan AWS untuk merancang, membangun, mengamankan, dan memelihara solusi analitik.

“Data dapat menjadi sumber pertumbuhan yang sangat berharga bagi organisasi di Indonesia. Kuncinya adalah mengenali nilai inheren dari data, menganalisisnya secara efektif, dan menciptakan sebuah budaya berbasis data.

“AWS berkomitmen untuk membantu pelanggan di Indonesia, di manapun saat ini mereka berada dalam tingkat kematangan data, dalam memanfaatkan skalabilitas, efisiensi biaya, dan keamanan cloud untuk menerapkan proyek data dengan skala lebih besar, dan menyatukan data mereka guna mendorong produktivitas serta untuk berinovasi atas nama pelanggan,” kata Gunawan Susanto, Country Manager, Indonesia, AWS.

“Dengan membangun keterampilan analitik data internal, yang mungkin dilakukan dengan cara meningkatkan keterampilan staf yang ada saat ini melalui pelatihan di tempat kerja dan kursus pelatihan atau kemitraan dengan berbagai organisasi lainnya, organisasi juga akan mendapat manfaat tambahan.

“Kami sangat senang dapat memperluas cakupan layanan AWS Data Lab di ASEAN untuk membantu pelanggan di Indonesia menjembatani kesenjangan kematangan data serta mengakselerasi peningkatan kematangan data mereka di AWS.

“Seiring dengan meningkatnya kematangan data organisasi di Indonesia, mereka akan mampu menciptakan cara-cara baru untuk memecahkan masalah dan membangun pengalaman pelanggan, yang pada akhirnya akan mengarah pada terobosan di semua bidang termasuk kesehatan, e-commerce, dan operasi manufaktur.”

“Di RupaRupa, sejak tahun 2021 kami memusatkan para pakar data kami ke dalam satu tim, dan ini merupakan langkah penting untuk mendorong konsistensi dalam seluruh metode pengumpulan data, serta mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan wawasan (insight)yang relevan dengan bisnis kami,” kata Maulana Christanto, Chief Experience & Analytics Officer RupaRupa.

“Sebagai sebuah tim, fokus kami adalah untuk menjalankan bukti konsep pada AWS, yang memungkinkan kami untuk bereksperimen dengan cepat tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya overhead, serta untuk mendapatkan dukungan dari manajemen senior seiring dengan berkembangnya kemampuan tim kami.

“Sebagai contoh, kami memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin seperti Amazon Personalize untuk memberikan rekomendasi produk pilihan kepada pelanggan kami berdasarkan minat belanja mereka di situs web kami.

“Inovasi ini ternyata berhasil meningkatkan rasio klik-tayang (click-through) untuk rekomendasi produk, dari 5% hingga 9%, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan mengutamakan kebutuhan mereka.

“Kami sangat gembira melihat bagaimana tim data kami di RupaRupa terus berkembang dari hanya dua orang di tahun 2019 menjadi sekarang lebih dari 20 orang.

“Untuk terus meningkatkan kemampuan data kami, kami fokus menyempurnakan fitur analitik prediktif dan personalisasi kami, sembari memanfaatkan data secara lebih efektif dalam proses manajemen rantai pasokan kami, yang secara keseluruhan akan membantu peningkatan efisiensi biaya di seluruh bisnis kami.”

Satpol PP Robohkan Rumah di NTT, Warga Menangis Minta Tolong ke Presiden

Satpol-PP-Robohkan-Rumah-di-NTT-Warga-Menangis-Minta-Tolong-ke-Presiden.jpg

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merobohkan 12 rumah atau bangunan, Kamis (20/10/2022). Bangunan tersebut berada di Desa Linamnutu, Amanuban Selatan, Timor Tengah, NTT.

Penertiban dilakukan terhadap 19 kepala keluarga, yang sebelumnya menolak untuk dibangun tempat tinggal sementara di Kawasan Besipae.

Momen itu menjadi sorotan publik sekaligus mengundang rasa iba, yaitu ketika sebuah tayangan memperlihatkan beberapa warga menangis atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Mesin Rebus Pabrik Kelapa Sawit di Bengkulu Meledak, 2 Tewas

Seperti terlihat dalam media sosial Instagram @memomedsos. Akun tersebut membagikan videonya pada Sabtu (22/10/2022).

Jeritan Warga saat Satpol PP NTT Robohkan Rumah

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT membangun sebanyak 12 rumah dari 19 yang ada di kawasan lahan Besipae, Desa Linamnutu. Namun setelah itu, Pemprov NTT malah merobohkan bangunan tersebut.

Mirisnya lagi, dalam video yang viral itu, terlihat beberapa warga termasuk anak-anak berlindung di bawah bangunan yang tak layak huni pasca rumahnya dirobohkan. Mereka berlindung untuk sekedar berteduh saat hujan sedang mengguyur.

Bahkan terlihat seorang pria bernama Daud Selan, ia nampak menangis menyaksikan keadaan yang yang terjadi di lokasi, pasca Satpol PP NTT merobohkan sejumlah rumah.

Baca Juga: Siswa SMAN 1 Turen Malang Demo Minta Kepsek Mundur, Kenapa?

Selain itu, dalam narasi terdengar meminta tolong kepada Presiden RI, Joko Widodo, untuk melihat suasana memilukan tersebut.

“Kami dibiarkan basah-basahan seperti ini pak. Dimanakah tanggung jawab di negara Indonesia ini pak? Lihatlah kami semua, tolonglah,” keluhnya seraya menangis.

Tanggapan Pemprov NTT

Pemprov Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Alex Lumba pun menanggapi perihal Satpol PP robohkan rumah di Desa Linamnutu.

Alex Lumba mengatakan, bahwa penertiban ini pihaknya lakukan dengan adanya kesepakatan dari awal.

Namun, katanya, beberapa warga Desa Linamtu tidak menerima kebijakan tersebut. “Sehingga memaksa pihaknya untuk melakukan secara tegas,” katanya Sabtu (22/10/2022).

Baca Juga: Malaysia Sebut Acara Pernikahan di Indonesia Tak Etis, Netizen: Iri Bilang Boss

Lanjut menuturkan, jumlah total rumah yang ada di kawasan tersebut sekitar 37 kepala keluarga. Dan 19 kepala keluarga menerima untuk pindah ke lain tempat.

“Namun 18 kepala keluarga lainnya enggan untuk berpindah tempat dan meninggalkan lokasi tersebut,” tuturnya.

Alex berujar, Satpol PP robohkan atau melakukan pembongkaran pada 12 rumah itu, dasarnya dari sertifikat kepemilikan lahan Besipae sekira 3.780 hektar adalah milik Provinsi NTT.

“Hal itu kita lakukan, karena masyarakat setempat menghalangi program yang pemerintah lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa keberadaan warga termasuk ilegal. Maka dari itu, pihaknya bersepakat untuk bertindak paksa. Kemudian, Satpol PP merobohkan rumah tersebut yang para penduduk bangun secara liar.

“Keberadaan mereka itu ilegal. Mending kita pangkas dari akarnya langsung, termasuk melakukan pembongkaran rumah yang mereka tempati,” tutup Alex. (Revi/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Recent Posts